• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Manusia Sebagai Makhluk yang Berbudaya

Dalam dokumen Manusia Sebagai Mahluk Budaya (Halaman 44-49)

BAB I

 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

Pada dasarnya manusia adalah satu%satunya makhluk citaan ,uhan <ME yang memiliki akal!inilah yang menyebabkan manusia tidak ernah berhenti untuk membuat suatu in#(asi baru untuk memenuhi semua kebutuhannya.Namun!kebutuhan setia manusia berbeda%beda berdasarkan lingkungan temat tinggalnya dan akhirnya manusia yang memiliki kebutuhan yang sama akan terbentuk men"adi suatu kel#m#k dengan sendirinya.arena si/at akal manusia yang unik maka akhirnya setia kel#m#k akan membuat suatu cirri khas tersendiri dan akhirnya berbagai macam budaya un terbentuk.

1.8 )umusan masalah

J Aa yang menyebabkan manusia disebut makhluk yang berbudaya* 1.; ,u"uan

,u"uan embuatan makalah ini adalah untuk men"elaskan engertian dan /ungsi kebudayaan dan hubungannya dengan manusia sehingga setia #rang mamu mengerti mengaa manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya.Akan sangat membantu untuk menyadarkan bah$a kebudayaan adalah suatu aset yang sangat berharga dan ada se"ak dahulu kala sebagai suatu ciri khas suatu g#l#ngan dan kita sebagai $arga Ind#nesia atut bangga dengan kebudayaan yang kita miliki.

BAB II

 PEMBAHA'AN

1.1 Pengertian dan Fungsi ebudayaan 8.1.1 Pengertian ebudayaan

ebudayaan adalah salah satu istilah te#ritis dalam ilmu%ilmu s#sial. 'ecara umum! kebudayaan diartikan sebagai kumulan engetahuan yang secara s#sial di$ariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Makna ini k#ntras dengan engertian kebudayaan sehari%hari yang hanya meru"uk ada bagian tertentu $arisan s#sial! yakni tradisi s#an santun dan kesenian. Istilah kebudayaan ini berasal dari bahasa latin +ultura dari kata dasar c#lere yang berarti berkembang atau tumbuh.

Dalam ilmu%ilmu s#sial istilah kebudayaan sesungguhnya memiliki makna ber(ariasi yang

sebagian diantaranya bersumber dari keragaman m#del yang menc#ba men"elaskan hubungan antara indi(idu! masyarakat! dan kebudayaan.

'etia indi(idu men"alankan kegiatan dan menganut keyakinannya sesuai dengan $arisan s#sial atau kebudayaannya. Hal ini bukan semata%mata karena adanya sanksi tersebut! atau karena mereka merasa menemukan unsur%unsur m#ti(asi#nal dan em#si#nal yang memuaskan dengan menekuni kegiatan%kegiatan dan keyakinan cultural tersebut.

Dalam rumusan ini ! istilah $arisan s#sial disamakan dengan istilah kebudayaan. Lebih "auh! m#del tersebut menyatakan bah$a kebudayaan atau $arisan s#sial lebih adati/ baik secara s#sial mauun indi(idual! mudah diela"ari! mamu bertahan dalam $aktu lama! n#rmati(e dan mamu menimbulkan m#ti(asi. Namun tin"auan emiris terhadanya memunculkan de/inisi terbaru tentang kebudayaan seerti yang diberikan EB ,ayl#r! 2ebudayaan adalah

keseluruhan k#mleks yang mencaku engetahuan! keercayaan! seni! m#ral! hukum! adab! serta kemamuan dan kebisaan lainnya yang dier#leh manusia sebagai angg#ta masyarakat3 ebanyakan ilmu$an s#sial membatasi de/inisi kebudayaan sehingga hanya mencaku asek tertentu dari $arisan s#sial. Biasanya engertian kebudayaan dibatasi ada $arisan s#sial yang bersi/at mental atau n#n /isik. 'edangkan asek /isik dan arte/ak senga"a disisihkan. Hanya sa"a de/inisi yang terlan"ur berkembang adalah de/inisi sebelumnya dimana kebudayaan diartikan bukan sekedar istilah deskriti/ bagi sekumulan gagasan! tindakan dan #byek! melainkan "uga meru"uk ada entitas%entitas mentalyang men"adi i"akan tindakan dan munculnya #byek

tertentu.

+#nsensus yang kini dianut #leh ara ilmu$an s#sial masih menyisihkan asek em#si#nal dan m#ti(asi#nal dari istilah kebudayaan! dan mereka teta ter/#kus maknanya sebagai himunan engetahuan! emahaman atau r##sisi. Namun mereka mengakui bah$a! sebagian

r##sisikultural membangkitkan em#si dan m#ti(asi yang kuat. Dalam kasus ini r##sisi tersebut dikatakan telah terinternalisasi.

'ebagian ilmu$an s#sial bahkan berusaha membatasi lagi engertian istilah kebudayaan tersebut hingga hanya 2mencaku bagian%bagian $arisan s#sial yang melibatkan reresentasi atas hal%hal yang diangga enting! tidak termasuk n#rma%n#rma atau engethauan r#cedural mengenai bagaimana sesuatu harus diker"akan3 -'chneider! 169. 'ementara itu ada ula yang membatasi egertian kebudayaan sebagai makna%makna simb#lik yang mengandung muatan reresentasi dan mengk#munikasikannya dengan eristi$a nyata. eert0 menggunakan makna ini secara eksklusi/ sehingga ia tidak s a"a mengesamingkan asek%asek a/ekti/! m#ti(asi#nal! dan n#rmati(e dari $arisan s#sial namun "uga memermasalahkan eneraan makna

kebudayaan dalam indi(idu. Menurutnya! 2kebudayaan hanya berkaitan dengan makna%makna ublic yang terus berlaku meskiun berada diluar "angkauan engetahuan indi(idu  c#nt#hnya mungkin adala la"abar yang diangga selalu benar dan berlaku! meski sedikit sa"a #rang yang menguasainya3.

Perselisihan mengenai de/inisi kebudayaan itu mengandung argumen%argumen imlisit tentang sebab%sebab atau asal mula $arisan s#sial. Misalnya sa"a ada k#ntr#(ersi mengenai k#heren atau tidaknya kebudayaan itu sehingga lebih lan"ut kita daat memertanyakan si/at alamiahnya. Disisi lain ara ilmu$an s#sial memendang keragaman dan k#ntradiksi di seutar engertian atau de/inisi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang $a"ar. Meskiun hamer setia elemen kebudayaan daat ditemukan ada hubungan%hubungan natar elemen seerti yang ditun"ukkan #leh Malin#$ski dalam Arg#nauts #/ the Gestern Paci/is -1688. ,idak banyak bukti yang

mendukung dugaan akan adanya #la tunggal hubungan tersebut seerti yang dikemukakan #leh )uth Benedict dalam bukunya Pattern #/ +ulture -16;?.

Berbagai ers#alan yang melingkui uaya intergrasi de/inisi%de/inisi kebudayaan terkait dengan masalah lain! yakni aakan kebudayaan itu meruakan suatu entitas adu atau tidak. 5ika

kebudayaan diandang sebagai suatu kumulan elemen yang tidak memebentuk kesatuan k#heren! maka yang harus dierhitungkan adalah /akta bah$a $arisan s#sial senantiasa melebur dalam suatu masyarakat. 'ebaliknya "ika kita mengangga kebudayaan itu sebagai suatu kesatuan k#heren! maka kumulan elemen%elemennya bisa diisahkan dan dibedakan satu sama lain.

erancuan tersebut lebih "auh membangkitkan minat untuk menelaah k#herensi dan integrasi kebudayaan! mengingat dalam kenyataannya engetahuan angg#ta masyarakattentang kebudayaan mereka tidaklah sama. Hanya sa"a tidak ada met#deyang telah terbukti handal untuk mengukur se"auh mana k#herensi dan integrasi sebuah kebudayaan. Bahkan muncul bukti%bukti yang menun"ukkan bah$a elemen%elemen budaya cenderung daat dig#l#ngkan men"adi dua bagian besar. Pertama adalah se"umlah kecil elemen yang hamir diunyai #leh semua angg#ta masyarakat sehingga diantara mereka daat tercita suatu hubungan yang

saling engertian. -misalnya lamu merah berarti tanda berhenti! sedangkan yang keduaadalah elemen%elemenkultural yang hanya diketahui #leh sebagian angg#ta masyarakat yang

menyandang status s#sial tertentu.-misalnya! elanggaran ketentuan k#ntrak tidak bisa diterima.

Dibalik kerancuan de/inisi ini terdaat masalah%masalah enting lainnya yang "uga harus

diecahkan. eragaman de/inisi kebudayaan itu sendiri daat diahami sebagai giatnya uaya mengungka hubungan kausalitas antara berbagai elemen $arisan s#sial. 'ebagai c#nt#h ! dibalik embatasan de/inisi kebudayaan ada asek%asek resentasi#nal dari $arisan s#sial itu terletak hi#tesis yang menyatakan bah $a n#rma%n#rma! reaksi em#si#nal! m#ti(asi dan

sebagainya sangat ditentukan #leh keseakatan a$al tentang keberadaan! hakekat dan label atas sesuatu hal. Misalnya sa"a n#rma kebersamaan dan erasaan terikat dalam kekerabatan hanya akan tercita "ika ada system kateg#ri yang membedakan kerabat dan n#n kerabat. Demikian ula de/inisi cultural kerabat sebagai =#rang%#rang yang memiliki hubungan darah> mengisyaratkan adanya kesamaan identitas yang memudahkan embedaannya. 5ika

reresentasi cultural memang memiliki hubugan kausalitas dengan n#rma%n#rma! sentiment dan m#ti/! maka ende/inisian kebudayaan sebagai reresentasi telah memusatkan erhati#an ada aa yang aling enting. Hanya sa"a keuntungan dari /#cus yang ta"am itu diunahkan #leh ketergantungan de/inisi itu terhada asumsi%asumsi yang melandasinya! yang aca kali kele$at sederhana.

#m#nen utama kebudayaan 4 J Indi(idu

J Masyarakat

J alam

Dari catatan 'uart#n#! 1668! terdaat 1: de/inisi kebudayaan. +atatan terakhir )a/ael )aga Manan ada ;:: buah! beberaa diantaranya 4

J i Ha"ar De$antara

ebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil er"uangan manusia terhada dua engaruh kuat! yakni 0aman dan alam yang meruakan bukti ke"ayaan hidu manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidu dan enghiduannya guna mencaai keselamatan dan kebahagiaan yang ada lahirnya bersi/at tertib dan damai. J )#bert H L#$ie

ebudayaan adalah segala sesuatu yang dier#leh indi(idu dari masyarakat! mencaku keercayaan! adat istiadat! n#rma%n#rma artistic! kebiasaan makan! keahlian yang dier#leh bukan dari kreati/itasnya sendiri melainkan meruakan $arisan masa lamau yang didaat melalui endidikan /#rmal atau in/#rmal.

J eesing

ebudayaan adalah t#talitas engetahuan manusia! engalaman yang terakumulasi dan yang ditransmisikan secara s#sial.

J #ent"araningrat

bela"ar beserta keseluruhan dari hasil budi ekertinya J )a/ael )aga Manan

ebudayaan adalah cara khas manusia beradatasi dengan lingkungannya! yakni cara manusia membangun alam guna memenuhi keinginan%keinginan serta tu"uan hidunya! yang dilihat sebagai r#ses humanisasi.

J 'el# '#emard"an dan '#elaeman '#emardi

ebudayaan meruakan hasil karya! rasa! dan cita masyarakat. arya masyarakat menghasilkan tekn#l#gi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan "asmaniah. 8.1.8 Fungsi kebudayaan

ebudayaan memunyai /ungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Bermacam kekuatan yang harus dihadai masyarakat dan angg#ta%angg#tanya seerti kekuatan alam! mauun yang bersumber dari ersaingan manusia itu sendiri untuk memertahankan

kehiduannya. Manusia dan masyarakat memerlukan ula keuasan baik dibidang materiil mauun siritual. ebutuhan%kebutuhan tersebut diatas! untuk sebagian besar dienuhi #elh kebudayaan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri. Hasil karya masyarakat menghasikan tekn#l#gi atau kebudayaan kebendaan yang memunyai kegunaan utama melindungi

masyarakat terhada lingkungan. Pada masyarakat yang tara/ kebudayaannya lebih tinggi! tekn#l#gi memungkinkan untuk eman/aatan hasil alam bahkan munghkin untuk menguasai alam. Di sisi lain karsa masyarakat me$u"udkan n#rma dan nilai%nilai s#sial yang sangat erlu untuk mengadakan tata tertib dalam ergaulan masyarakatnya.

ebudayaan berguna bagi manusia untuk melindungi diriterhada alam! mengatur hubungan antar manusia! dan sebagai $adah dari segena erasaan manusia. ebudayaan akan

mendasari! mendukung! dan mengisi masyarakat dengan nilai%nilai hidu untuk daat bertahan! menggerakkan serta memba$a masyarakat keada tara/ hidu tertentu yaitu hidu yang lebih baik! manusia$i! dan bereri%kemanusiaan.

8.8 Hubungan antara manusia dengan budaya

Manusia memunyai hubungan yang erat dengan budaya tana disadari seiring dengan kehiduan manusia itu sendiri dan men"adi suatu kebiasaan turun%temurun hingga beberaa generasi.Untuk melengkai /akta bah$a manusia memiliki hubungan erat dengan budaya daat dilihat melalui k#m#nen%k#m#nen budaya yang di"abarkan #leh ara ahli!beberaa

diantaranya adalah4

1. Mel(ille 5. Hersk#(its menyebutkan kebudayaan memiliki ? unsur #k#k! yaitu4 J alat%alat tekn#l#gi.

J sistem ek#n#mi. J keluarga.

8. Br#nisla$ Malin#$ski mengatakan ada ? unsur #k#k yang meliuti4

J sistem n#rma s#sial yang memungkinkan ker"a sama antara ara angg#ta masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya.

J #rganisasi ek#n#mi.

J alat%alat dan lembaga%lembaga atau etugas%etugas untuk endidikan -keluarga adalah lembaga endidikan utama.

J #rganisasi kekuatan -#litik.

Berdasarkan k#m#nen di atas daat diastikan bah$a hanya manusia daat mencitakan suatu kebudayaan dan berhubungan erat samai saat ini itulah mengaa manusia daat disebut sebagai makhluk yang berbudaya.Akal dan budi yang dimiliki manusia yang telah membuat manusia sebagai makhluk yang berbeda.

Manusia un akhirnya melahirkan beberaa k#m#nen utama ada budaya!antara lain adalah 4   Bahasa

Bahasa adalah alat atau er$u"udan budaya yang digunakan manusia untuk saling

berk#munikasi atau berhubungan! baik le$at tulisan! lisan! atauun gerakan -bahasa isyarat! dengan tu"uan menyamaikan maksud hati atau kemauan keada la$an bicaranya atau #rang lain. Melalui bahasa! manusia daat menyesuaikan diri dengan adat istiadat! tingkah laku! tata krama masyarakat! dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk

masyarakat.

Bahasa memiliki beberaa /ungsi yang daat dibagi men"adi /ungsi umum dan /ungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk bereksresi! berk#munikasi! dan alat untuk mengadakan integrasi dan adatasi s#sial. 'edangkan /ungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam ergaulan sehari%hari! me$u"udkan seni -sastra! memela"ari naskah%naskah kun#! dan untuk mengeksl#itasi ilmu engetahuan dan tekn#l#gi. J esenian

esenian mengacu ada nilai keindahan -estetika yang berasal dari eksresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata atauun telinga. 'ebagai makhluk yang

memunyai cita rasa tinggi! manusia menghasilkan berbagai c#rak kesenian mulai dari yang sederhana hingga er$u"udan kesenian yang k#mleks.

J 'istem eercayaan

 Ada kalanya engetahuan! emahaman! dan daya tahan /isik manusia dalam menguasai dan mengungka rahasia%rahasia alam sangat terbatas. 'ecara bersamaan! muncul keyakinan akan adanya enguasa tertinggi dari sistem "agad raya ini! yang "uga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian "agad raya. 'ehubungan dengan itu! baik secara indi(idual mauun hidu bermasyarakat! manusia tidak daat dileaskan dari religi atau sistem keercayaan keada enguasa alam semesta.

Dalam dokumen Manusia Sebagai Mahluk Budaya (Halaman 44-49)

Dokumen terkait