BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
Pada dasarnya manusia adalah satu%satunya makhluk citaan ,uhan <ME yang memiliki akal!inilah yang menyebabkan manusia tidak ernah berhenti untuk membuat suatu in#(asi baru untuk memenuhi semua kebutuhannya.Namun!kebutuhan setia manusia berbeda%beda berdasarkan lingkungan temat tinggalnya dan akhirnya manusia yang memiliki kebutuhan yang sama akan terbentuk men"adi suatu kel#m#k dengan sendirinya.arena si/at akal manusia yang unik maka akhirnya setia kel#m#k akan membuat suatu cirri khas tersendiri dan akhirnya berbagai macam budaya un terbentuk.
1.8 )umusan masalah
J Aa yang menyebabkan manusia disebut makhluk yang berbudaya* 1.; ,u"uan
,u"uan embuatan makalah ini adalah untuk men"elaskan engertian dan /ungsi kebudayaan dan hubungannya dengan manusia sehingga setia #rang mamu mengerti mengaa manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya.Akan sangat membantu untuk menyadarkan bah$a kebudayaan adalah suatu aset yang sangat berharga dan ada se"ak dahulu kala sebagai suatu ciri khas suatu g#l#ngan dan kita sebagai $arga Ind#nesia atut bangga dengan kebudayaan yang kita miliki.
BAB II
PEMBAHA'AN
1.1 Pengertian dan Fungsi ebudayaan 8.1.1 Pengertian ebudayaan
ebudayaan adalah salah satu istilah te#ritis dalam ilmu%ilmu s#sial. 'ecara umum! kebudayaan diartikan sebagai kumulan engetahuan yang secara s#sial di$ariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Makna ini k#ntras dengan engertian kebudayaan sehari%hari yang hanya meru"uk ada bagian tertentu $arisan s#sial! yakni tradisi s#an santun dan kesenian. Istilah kebudayaan ini berasal dari bahasa latin +ultura dari kata dasar c#lere yang berarti berkembang atau tumbuh.
Dalam ilmu%ilmu s#sial istilah kebudayaan sesungguhnya memiliki makna ber(ariasi yang
sebagian diantaranya bersumber dari keragaman m#del yang menc#ba men"elaskan hubungan antara indi(idu! masyarakat! dan kebudayaan.
'etia indi(idu men"alankan kegiatan dan menganut keyakinannya sesuai dengan $arisan s#sial atau kebudayaannya. Hal ini bukan semata%mata karena adanya sanksi tersebut! atau karena mereka merasa menemukan unsur%unsur m#ti(asi#nal dan em#si#nal yang memuaskan dengan menekuni kegiatan%kegiatan dan keyakinan cultural tersebut.
Dalam rumusan ini ! istilah $arisan s#sial disamakan dengan istilah kebudayaan. Lebih "auh! m#del tersebut menyatakan bah$a kebudayaan atau $arisan s#sial lebih adati/ baik secara s#sial mauun indi(idual! mudah diela"ari! mamu bertahan dalam $aktu lama! n#rmati(e dan mamu menimbulkan m#ti(asi. Namun tin"auan emiris terhadanya memunculkan de/inisi terbaru tentang kebudayaan seerti yang diberikan EB ,ayl#r! 2ebudayaan adalah
keseluruhan k#mleks yang mencaku engetahuan! keercayaan! seni! m#ral! hukum! adab! serta kemamuan dan kebisaan lainnya yang dier#leh manusia sebagai angg#ta masyarakat3 ebanyakan ilmu$an s#sial membatasi de/inisi kebudayaan sehingga hanya mencaku asek tertentu dari $arisan s#sial. Biasanya engertian kebudayaan dibatasi ada $arisan s#sial yang bersi/at mental atau n#n /isik. 'edangkan asek /isik dan arte/ak senga"a disisihkan. Hanya sa"a de/inisi yang terlan"ur berkembang adalah de/inisi sebelumnya dimana kebudayaan diartikan bukan sekedar istilah deskriti/ bagi sekumulan gagasan! tindakan dan #byek! melainkan "uga meru"uk ada entitas%entitas mentalyang men"adi i"akan tindakan dan munculnya #byek
tertentu.
+#nsensus yang kini dianut #leh ara ilmu$an s#sial masih menyisihkan asek em#si#nal dan m#ti(asi#nal dari istilah kebudayaan! dan mereka teta ter/#kus maknanya sebagai himunan engetahuan! emahaman atau r##sisi. Namun mereka mengakui bah$a! sebagian
r##sisikultural membangkitkan em#si dan m#ti(asi yang kuat. Dalam kasus ini r##sisi tersebut dikatakan telah terinternalisasi.
'ebagian ilmu$an s#sial bahkan berusaha membatasi lagi engertian istilah kebudayaan tersebut hingga hanya 2mencaku bagian%bagian $arisan s#sial yang melibatkan reresentasi atas hal%hal yang diangga enting! tidak termasuk n#rma%n#rma atau engethauan r#cedural mengenai bagaimana sesuatu harus diker"akan3 -'chneider! 169. 'ementara itu ada ula yang membatasi egertian kebudayaan sebagai makna%makna simb#lik yang mengandung muatan reresentasi dan mengk#munikasikannya dengan eristi$a nyata. eert0 menggunakan makna ini secara eksklusi/ sehingga ia tidak s a"a mengesamingkan asek%asek a/ekti/! m#ti(asi#nal! dan n#rmati(e dari $arisan s#sial namun "uga memermasalahkan eneraan makna
kebudayaan dalam indi(idu. Menurutnya! 2kebudayaan hanya berkaitan dengan makna%makna ublic yang terus berlaku meskiun berada diluar "angkauan engetahuan indi(idu c#nt#hnya mungkin adala la"abar yang diangga selalu benar dan berlaku! meski sedikit sa"a #rang yang menguasainya3.
Perselisihan mengenai de/inisi kebudayaan itu mengandung argumen%argumen imlisit tentang sebab%sebab atau asal mula $arisan s#sial. Misalnya sa"a ada k#ntr#(ersi mengenai k#heren atau tidaknya kebudayaan itu sehingga lebih lan"ut kita daat memertanyakan si/at alamiahnya. Disisi lain ara ilmu$an s#sial memendang keragaman dan k#ntradiksi di seutar engertian atau de/inisi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang $a"ar. Meskiun hamer setia elemen kebudayaan daat ditemukan ada hubungan%hubungan natar elemen seerti yang ditun"ukkan #leh Malin#$ski dalam Arg#nauts #/ the Gestern Paci/is -1688. ,idak banyak bukti yang
mendukung dugaan akan adanya #la tunggal hubungan tersebut seerti yang dikemukakan #leh )uth Benedict dalam bukunya Pattern #/ +ulture -16;?.
Berbagai ers#alan yang melingkui uaya intergrasi de/inisi%de/inisi kebudayaan terkait dengan masalah lain! yakni aakan kebudayaan itu meruakan suatu entitas adu atau tidak. 5ika
kebudayaan diandang sebagai suatu kumulan elemen yang tidak memebentuk kesatuan k#heren! maka yang harus dierhitungkan adalah /akta bah$a $arisan s#sial senantiasa melebur dalam suatu masyarakat. 'ebaliknya "ika kita mengangga kebudayaan itu sebagai suatu kesatuan k#heren! maka kumulan elemen%elemennya bisa diisahkan dan dibedakan satu sama lain.
erancuan tersebut lebih "auh membangkitkan minat untuk menelaah k#herensi dan integrasi kebudayaan! mengingat dalam kenyataannya engetahuan angg#ta masyarakattentang kebudayaan mereka tidaklah sama. Hanya sa"a tidak ada met#deyang telah terbukti handal untuk mengukur se"auh mana k#herensi dan integrasi sebuah kebudayaan. Bahkan muncul bukti%bukti yang menun"ukkan bah$a elemen%elemen budaya cenderung daat dig#l#ngkan men"adi dua bagian besar. Pertama adalah se"umlah kecil elemen yang hamir diunyai #leh semua angg#ta masyarakat sehingga diantara mereka daat tercita suatu hubungan yang
saling engertian. -misalnya lamu merah berarti tanda berhenti! sedangkan yang keduaadalah elemen%elemenkultural yang hanya diketahui #leh sebagian angg#ta masyarakat yang
menyandang status s#sial tertentu.-misalnya! elanggaran ketentuan k#ntrak tidak bisa diterima.
Dibalik kerancuan de/inisi ini terdaat masalah%masalah enting lainnya yang "uga harus
diecahkan. eragaman de/inisi kebudayaan itu sendiri daat diahami sebagai giatnya uaya mengungka hubungan kausalitas antara berbagai elemen $arisan s#sial. 'ebagai c#nt#h ! dibalik embatasan de/inisi kebudayaan ada asek%asek resentasi#nal dari $arisan s#sial itu terletak hi#tesis yang menyatakan bah $a n#rma%n#rma! reaksi em#si#nal! m#ti(asi dan
sebagainya sangat ditentukan #leh keseakatan a$al tentang keberadaan! hakekat dan label atas sesuatu hal. Misalnya sa"a n#rma kebersamaan dan erasaan terikat dalam kekerabatan hanya akan tercita "ika ada system kateg#ri yang membedakan kerabat dan n#n kerabat. Demikian ula de/inisi cultural kerabat sebagai =#rang%#rang yang memiliki hubungan darah> mengisyaratkan adanya kesamaan identitas yang memudahkan embedaannya. 5ika
reresentasi cultural memang memiliki hubugan kausalitas dengan n#rma%n#rma! sentiment dan m#ti/! maka ende/inisian kebudayaan sebagai reresentasi telah memusatkan erhati#an ada aa yang aling enting. Hanya sa"a keuntungan dari /#cus yang ta"am itu diunahkan #leh ketergantungan de/inisi itu terhada asumsi%asumsi yang melandasinya! yang aca kali kele$at sederhana.
#m#nen utama kebudayaan 4 J Indi(idu
J Masyarakat
J alam
Dari catatan 'uart#n#! 1668! terdaat 1: de/inisi kebudayaan. +atatan terakhir )a/ael )aga Manan ada ;:: buah! beberaa diantaranya 4
J i Ha"ar De$antara
ebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil er"uangan manusia terhada dua engaruh kuat! yakni 0aman dan alam yang meruakan bukti ke"ayaan hidu manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidu dan enghiduannya guna mencaai keselamatan dan kebahagiaan yang ada lahirnya bersi/at tertib dan damai. J )#bert H L#$ie
ebudayaan adalah segala sesuatu yang dier#leh indi(idu dari masyarakat! mencaku keercayaan! adat istiadat! n#rma%n#rma artistic! kebiasaan makan! keahlian yang dier#leh bukan dari kreati/itasnya sendiri melainkan meruakan $arisan masa lamau yang didaat melalui endidikan /#rmal atau in/#rmal.
J eesing
ebudayaan adalah t#talitas engetahuan manusia! engalaman yang terakumulasi dan yang ditransmisikan secara s#sial.
J #ent"araningrat
bela"ar beserta keseluruhan dari hasil budi ekertinya J )a/ael )aga Manan
ebudayaan adalah cara khas manusia beradatasi dengan lingkungannya! yakni cara manusia membangun alam guna memenuhi keinginan%keinginan serta tu"uan hidunya! yang dilihat sebagai r#ses humanisasi.
J 'el# '#emard"an dan '#elaeman '#emardi
ebudayaan meruakan hasil karya! rasa! dan cita masyarakat. arya masyarakat menghasilkan tekn#l#gi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan "asmaniah. 8.1.8 Fungsi kebudayaan
ebudayaan memunyai /ungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Bermacam kekuatan yang harus dihadai masyarakat dan angg#ta%angg#tanya seerti kekuatan alam! mauun yang bersumber dari ersaingan manusia itu sendiri untuk memertahankan
kehiduannya. Manusia dan masyarakat memerlukan ula keuasan baik dibidang materiil mauun siritual. ebutuhan%kebutuhan tersebut diatas! untuk sebagian besar dienuhi #elh kebudayaan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri. Hasil karya masyarakat menghasikan tekn#l#gi atau kebudayaan kebendaan yang memunyai kegunaan utama melindungi
masyarakat terhada lingkungan. Pada masyarakat yang tara/ kebudayaannya lebih tinggi! tekn#l#gi memungkinkan untuk eman/aatan hasil alam bahkan munghkin untuk menguasai alam. Di sisi lain karsa masyarakat me$u"udkan n#rma dan nilai%nilai s#sial yang sangat erlu untuk mengadakan tata tertib dalam ergaulan masyarakatnya.
ebudayaan berguna bagi manusia untuk melindungi diriterhada alam! mengatur hubungan antar manusia! dan sebagai $adah dari segena erasaan manusia. ebudayaan akan
mendasari! mendukung! dan mengisi masyarakat dengan nilai%nilai hidu untuk daat bertahan! menggerakkan serta memba$a masyarakat keada tara/ hidu tertentu yaitu hidu yang lebih baik! manusia$i! dan bereri%kemanusiaan.
8.8 Hubungan antara manusia dengan budaya
Manusia memunyai hubungan yang erat dengan budaya tana disadari seiring dengan kehiduan manusia itu sendiri dan men"adi suatu kebiasaan turun%temurun hingga beberaa generasi.Untuk melengkai /akta bah$a manusia memiliki hubungan erat dengan budaya daat dilihat melalui k#m#nen%k#m#nen budaya yang di"abarkan #leh ara ahli!beberaa
diantaranya adalah4
1. Mel(ille 5. Hersk#(its menyebutkan kebudayaan memiliki ? unsur #k#k! yaitu4 J alat%alat tekn#l#gi.
J sistem ek#n#mi. J keluarga.
8. Br#nisla$ Malin#$ski mengatakan ada ? unsur #k#k yang meliuti4
J sistem n#rma s#sial yang memungkinkan ker"a sama antara ara angg#ta masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya.
J #rganisasi ek#n#mi.
J alat%alat dan lembaga%lembaga atau etugas%etugas untuk endidikan -keluarga adalah lembaga endidikan utama.
J #rganisasi kekuatan -#litik.
Berdasarkan k#m#nen di atas daat diastikan bah$a hanya manusia daat mencitakan suatu kebudayaan dan berhubungan erat samai saat ini itulah mengaa manusia daat disebut sebagai makhluk yang berbudaya.Akal dan budi yang dimiliki manusia yang telah membuat manusia sebagai makhluk yang berbeda.
Manusia un akhirnya melahirkan beberaa k#m#nen utama ada budaya!antara lain adalah 4 Bahasa
Bahasa adalah alat atau er$u"udan budaya yang digunakan manusia untuk saling
berk#munikasi atau berhubungan! baik le$at tulisan! lisan! atauun gerakan -bahasa isyarat! dengan tu"uan menyamaikan maksud hati atau kemauan keada la$an bicaranya atau #rang lain. Melalui bahasa! manusia daat menyesuaikan diri dengan adat istiadat! tingkah laku! tata krama masyarakat! dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk
masyarakat.
Bahasa memiliki beberaa /ungsi yang daat dibagi men"adi /ungsi umum dan /ungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk bereksresi! berk#munikasi! dan alat untuk mengadakan integrasi dan adatasi s#sial. 'edangkan /ungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam ergaulan sehari%hari! me$u"udkan seni -sastra! memela"ari naskah%naskah kun#! dan untuk mengeksl#itasi ilmu engetahuan dan tekn#l#gi. J esenian
esenian mengacu ada nilai keindahan -estetika yang berasal dari eksresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata atauun telinga. 'ebagai makhluk yang
memunyai cita rasa tinggi! manusia menghasilkan berbagai c#rak kesenian mulai dari yang sederhana hingga er$u"udan kesenian yang k#mleks.
J 'istem eercayaan
Ada kalanya engetahuan! emahaman! dan daya tahan /isik manusia dalam menguasai dan mengungka rahasia%rahasia alam sangat terbatas. 'ecara bersamaan! muncul keyakinan akan adanya enguasa tertinggi dari sistem "agad raya ini! yang "uga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian "agad raya. 'ehubungan dengan itu! baik secara indi(idual mauun hidu bermasyarakat! manusia tidak daat dileaskan dari religi atau sistem keercayaan keada enguasa alam semesta.