BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Gambaran Umum Iklan Victoria Perfume Body Scent versi “We Are The
4.4.2 Make-Up
Gambar 4.3 Make- up
Tabel 4.3 Tanda Make Up sebagai makna simbol representasi sensualitas dengan analisis Roland Barthes
Tatanan Pertama Penanda dan Petanda Tatanan
Kedua Denotasi Konotasi Denotasi Bedak, mascara warna gelap, eyeshadow, blush-on dan lipstik warna merah muda terang natural. Signifier (Penanda) Bedak, maskara, eyeshadow, blush-on dan lipstik Signifier (Penanda) Bedak, maskara, eyeshadow, blush-on dan lipstik Konotasi
Kulit wajah supaya tidak mengkilat dan untuk menutupi bintik-bintik, bekas luka atau pun jerawat di wajah untuk menampilkan kulit wajah yang halus dan sehat.
Signified (Petanda) Polesan di wajah supaya terlihat lebih sempurna Signified (Petanda) Polesan di wajah supaya terlihat lebih sempurna Mitos Penutup kekurangan dan peningkat rasa percaya diri
Tanda dalam gambar 4.3 adalah bedak, mascara, blush-on dan lipstik warna merah muda terang natural. Pada tanda (sign) make up, penanda (signifier)
mascara, eyeshadow, blush-on dan lipstik adalah alat untuk memoles wajah supaya wajah terlihat lebih sempurna dan mengurangi kekurangan yang ingin ditutupi dan tidak ingin ditunjukkan dari wajah.
Terdapat beberapa bentuk kosmetika salah satunya adalah make up. Make up didefinisikan sebagai produk kosmetika berwarna yang artinya bila digunakan pada tubuh atau bagian tubuh tertentu akan menghasilkan warna. Beberapa contoh dari make-up adalah lipstick, mascara, eye liner, eye shadow, dan blush on. Make-up sangat identik dengan perempuan dan diyakini sebagai sarana untuk membuat penampilan menjadi lebih menarik.
Menurut Korichi, Pelle-de-Queral, Gazano, dan Aubert (2008), make up secara psikologis memiliki dua fungsi yaitu fungsi seduction (penggodaan) dan camouflage (penyamaran). Fungsi seduction artinya individu menggunakan make up untuk meningkatkan penampilan diri, umumnya individu yang menggunakan make up dengan fungsi seduction merasa bahwa dirinya menarik dan menggunakan make up untuk membuat lebih menarik. Fungsi camouflage artinya individu menggunakan make up untuk menutupi kekurangan diri secara fisik. Umumnya individu yang menggunakan make up untuk camouflage merasa dirinya tidak menarik sehingga perlu menggunakan make up untuk membuat lebih menarik.
Maka makna denotatif pada tanda make up ini berupa bedak, mascara, blush on dan lipstik warna merah muda terang natural yang digunakan untuk melapisi wajah dan untuk menutupi kekurangan pada wajah sehingga wajah tampak lebih halus dan sempurna tanpa cacat. Makna konotasinya dapat berarti untuk
melentikkan bulu mata supaya mata terlihat lebih hidup dan atraktif, selain itu untuk mendapatkan tampilan kulit wajah tidak mengkilat ketika disyuting dan untuk menutupi bintik-bintik, bekas luka atau pun jerawat di wajah untuk menampilkan kulit wajah yang halus dan sehat serta menjadi kulit yang diminati pria yang suka merawat diri. Dalam hal ini fungsi seduction dan camouflage dua-duanya berlaku, hal ini dikarenakan make up dalam industri hiburan digunakan untuk membuat tampilan seseorang lebih menarik dan tampak lebih sempurna dan hal tersebut telah menjadi standard dan kewajiban yang harus dilalui oleh pekerja hiburan sedangkan dari sisi personal beberapa pekerja hiburan sendiri terkadang memang kondisinya ada beberapa kekurangan di sana-sini, dan kekurangan tersebut juga dapat membuat kepercayaan dirinya menurun karena merasa kurang menarik, dengan make up itulah kekurangan mereka dapat ditutupi sehingga mereka dapat tampil lebih menarik dan percaya diri dan hal ini menjadi mitos dari make up.
Make Up atau kosmetik berwarna telah lama dipakai sejak jaman dahulu kala. Kata “cosmetae” pertama kali digunakan untuk menggambarkan budak Romawi yang tugasnya adalah untuk memandikan laki-laki dan perempuan dalam parfum. Produk maskara pertama ditemukan oleh Eugene Rimmel pada abad ke 19. Maskara berasal dari kata maschera dalam bahasa itali yang berarti “mask” (topeng). Maskara modern dibuat pada tahun 1912 oleh seorang ilmuan yang bernama T.L Williams untuk adik perempuannya yang bernama Mabel. Maskara terbuat dari debu batu bara yang dicampur dengan petroleum jelly Vaseline. Produk percobaan untuk Mabel ini sukses dan merekapun mulai menjual produk
barunya melalui pos dengan perusahaan yang mereka beri nama Maybelline yang namanya merupakan gabungan dari nama adik Williams yaitu Mabel dan petroleum jelly Vaseline, yang akhirnya menjadi Maybelline dan menjadi sebuah perusahaan kosmetik terkemuka. Maskara digunakan untuk mempergelap dan menebalkan bulu mata, dan terdiri dari pewarna dan lilin carnauba.
Cleopatra memiliki lipstik terbuat dari kumbang carmine yang memberikan pigmen merah tua. Lipstik dengan efek bercahaya pada awalnya dibuat dengan menggunakan zat yang ditemukan di sisik ikan yang disebut pearl essence. Di Eropa pada abad pertengahan, lipstik dilarang oleh gereja dan dianggap digunakan sebagai ‘inkarnasi setan’ atau salah satu kosmetik yang ‘khusus’ untuk pelacur. Lipstik mulai memperoleh popularitas di Inggris abad ke-16, pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I, bibir merah dan wajah putih terang melambangkan bahwa orang tersebut merupakan bangsawan. Pada waktu itu, lipstik dibuat dari campuran lilin lebah dan noda merah yang berasal dari tanaman. Lipstik cukup populer setidaknya saat tahun 1921 selama perang dunia kedua, lipstik mendapatkan popularitas setelah digunakan dalam industri film.
Riasan atau make-up ada di Indonesia sejak masuknya penjajahan jepang,
tahun 1942
(http://www.digilib.uns.ac.id/upload/dokumen/176892102201108321). Namun penggunaan make-up hanya pada bibir dan bedak. Warna lipstick saat itu cenderung berwara merah menyala. Namun dengan perkembangan jaman, warna lisptikpun menjadi bervariasi dan jenis lipstickpun berkembang. Penyesuaian tren warna riasan selalu berubah tiap tahunnya.
Pada gambar 4.2, rona bibir terlihat transparan dan alami. Penggunaan lipgloss jenis sheer yang mengandung shimmer memberi kesan mengilat dan wet. Sehingga bibir akan tampak penuh, ranum dan sensual. Hal ini dapat memancing imajinasi sensual (sensual-pleasure) pria, bagaimana rasanya apabila bibir itu dicium. Untuk rona di pipi, penggunaan warna radiant pink memberi warna merah muda alami dan sapukan shading tipis di area tonjolan tulang pipi. Hal ini untuk mencegah kesan riasan yang tebal dan kesan fresh. Untuk mata menggunakan eyeliner dan eyeshadow berwarna gelap, hal ini dimaksud untuk mendapat kesan smokey eyes yang dapat menonjolkan mata, sensual, seksi serta untuk mendapatkan kesan mata yang lebar. Dalam iklan ini pengunaan bulu mata palsu dikenakan agar dapat membuat seseorang terlihat lebih sensual dan juga bulu mata lentik dapat membuat tampilan mata lebih menarik.