METODE PENELITIAN
4.3 Makna Gerakan Tarian Ula-Ula Lemben
Kata-kata adalah simbol. Demikian pula halnya dengan gerak tari. Tari seperti puisi atau syair yang penuh dengan tanda-tanda simbolik. Oleh karena itu, tanda-tanda dalam gerak tari perlu dilakukan pembacaan untuk mengetahui maknanya. Penari dan penikmat tari perlu memperdalam pengetahuan tentang semiotics of dance. Semiotika tari sangat membantu kita dalam memahami makna gerak tari. Pemaknaan tari secara lebih serius akan memberikan kebermaknaan yang lebih mendalam terhadap tari agar lebih memberikan manfaat bagi manusia.
keindahan gerak tari yang tercipta menjadi petanda hidup manusia.
Ragam gerakan Tarian Ula-ula Lemben memiliki fungsi dan makna dalam setiap gerakannya. Dalam penyajian Ula-ula Lemben gerak itu tersendiri dimana gerak yang satu dengan gerak lainnya berbeda-beda. Ada pun jumlah keseluruhan gerak dalam tari Ula-ula Lemben adalah 10 gerak ditambah dengan satu gerak masuk sebagai berikut:
1. Gerak masuk
Tari Ula-ula Lemben pada saat memasuki panggung dibagi menjadi dua arah yaitu satu baris lurus dari arah kanan, dan satu baris dari arah kiri. Gerak ini dilakukan seperti melenggang, yaitu hitungan 1 kaki kanan melangkah ke depan, tangan kanan dan kiri mengayun di samping kanan dan kiri mengayuh ke sanping kiri dan seterusnya.
2. Gerak Salam
Gerak ini membentuk dua banjar menghadap ke depan, hitungan 1 kedua kaki jinjit, kedua tangan mengepak lurus samping kiri dan kanan, hitungan ke 2 kedua kaki agak merendah diikuti dengan badan., kedua tangan agak dibuka.
Hitungan ke 3, kaki dan badan agak mendak dari pada hitungan ke 2, yang diikuti dengan kedua tangan turun agak ke bawah. Hitungan ke 4, kedua kaki dan badan lebih mendak dari pada hitungan ke 3, kedua tangan seperti hitungan ke 3, hitungan ke 5, kedua kaki jongkok dengan lutut kaki kiri di lantai, dan telapak kaki kanan menginjak di lantai dengan kedua tangan mengepak di depan dada, hitungan 6,7 dan 8, kedua kaki sama dengan hitungan ke 5, kedua tangan di depan dada seperti memberi salam dan kepala agak menunduk
Adapun makna dalam gerak salam adalah bahwa penari menyambut kedatangan Ma’idah dan rombongan dengan memberi salam penghormatan.
Gerakan ini melambangkan isyarat penghormatan kepada para hadirin, bila tari ini dimainkan di acara pernikahan, salam penghormatan ditunjukan kepada rombongan mempelai laki-laki atau perempuan. Seperti gambar dibawah ini:
Gambar gerak salam 1.
Gambar gerak salam2.
3. Gerak Silat Pembuka
Hitungan 1, kaki kanan melangkah ke depan, dengan posisi mendak, tangan kanan berada disamping pinggang, tangan kiri di samping pinggang tetapi agak kedepan.
Hitungan 2, kaki kiri melangkah ke depan dengan posisi mendak, tangan kanan di samping pinggang ke depan agak ke atas dan tangan kiri berada disamping pinggang. Hitungan 3 sama dengan hitungan ke 1 dan ke 4, kedua kaki dan badan dibalik ke belakang dengan posisi kaki kiri ke depan agak mendak, tangan kanan disamping pinggang ke depan dengan lengan bawah ke atas (setiap gerak ini didahului dengan tepuk tangan).
Gerak ini mengandung makna masih merupakan bagian dari penyambutan kedatangan Ma’idah (mak sebut raje). Dimana Raja Muda Sedia memperlihatkan sikap senang dan bahagia dengan kedatangan mak sebutnya, hingga ia pun telah menyatakan untuk segera menikahi putri Selindung Bulan.
Seperti gambar dibawah ini:
Gambar silat pembuka 1.
Gambar Gerak silat pembuka 2.
4. Gerak Ula-ula Lemben kosong
Gerak ini sama dengan gerak masuk, yaitu hitungan 1, kaki kanan melangkah ke depan, tangan kanan dan kiri mengayun di samping kanan.
Hitungan 2, kaki kiri melangkah ke depan, tangan kanan dan kiri mengayun ke samping kiri seterusnya.
Gerak tersebut diidentifikasi kosong, mengandung makna,tuan Raja Muda Sedia sebagai anak sebut Ma’idah. Ia memperlihatkan pipinya yang itam sebelah (miang hitam) kepada Ma’idah untuk meyakin kan Ma;ijah bahwa tuan muda adalah benar anak yang pernah ia sebutkan sebagai
anaknya, meskipun tidak sempat ia bawa pulang ke rumahnya karena jatuh ke sungai dan hanyut ke laut. Seperti gambar dibawah ini:
Gambar Ula-ula Lemben kosong.
5. Gerak Jud kedidi
Hitungan 1, kaki kanan kedepan agak dijinjit, kudua tangan bersatu di samping pinggang kiri. Hitungan 2, kedua kaki sama hitungan 1, kedua tangan agak dibuka ke depan (seperti diputar), dengan badan agak dimiringkan di samping kiri. Hitungan 3, kedua kaki sama hitungan 2, kedua tangan agak ke atas disamping muka. Hitungan 4, kedua kaki sama hitungan 2,kedua tangan agak keatas, kepala ke samping kiri diikuti dengan badan. Hitungan 5, kedua kaki sama hitungan 2, kedua tangan sama seperti hitungan 4, tetapi yang diputar ke arah kanan. Hitungan 6, kedua kaki sama hitungan hitungan 2, kedua tangan didepan dada seperti diputar. Hitungan 7, kedua kaki sama hitungan 2,tangan kanan agak kebawah, tangan kiri sejajar pinggang depan posisi tangan ke bawah, hitungan 8, kedua kaki lebih mendak dari hitungan ke 2, tangan kiri ke bawah dan tangan kanan di depan (pada saat melakukan gerak ini kedua kaki dan bada dienjotkan).
Adapun makna gerak ini adalah Ma’ijah sudah menang dan berbahagia, karena telah berjumpa dengan anaknya yang sudah lama berpisah, hilang akibat hanyut dibawa air sungai kelaut.
Seperti gambar dibawah ini:
Gambar jud kedidi 1.
Gambar jud kedidi 2.
6. Gerak Ula-ula Lemben keluar masuk
Pada gerak ini membentuk lingkaran, hitungan ke 1, kaki kiri melangkah ke depan ke arah luar diikuti kaki kanan (dua kali melangah), kedua tangan berada di depan dada serong kiri (saat melangkah kedua tangan ikut diputar seperti memberi). Hitungan ke 3, 4 kaki kanan melangkah ke depan arah dalam diikuti kaki kiri (dua kali melangkah), kedua tangan berada di depan dada serong kanan, kedua tangan berada di depan dada serong kiri (saat melangkah kedua tangan ikut diputar seperti memberi).
Gerak Ula-ula Lemben keluar masuk mengandung makna restu Ma’idah terhadap Raja Muda Sedia untuk melangsungkan pernikahan dengan putri Selindung Bulan. Ma’idah mempersilahkan tuan uda untuk melaksanakan rencana pernikahannya, Seperti gambar dibawah ini
Gambar gerak Ula-ula Lemben keluar.
7. Cepah dalam Batee
Hitungan kaki kanan menyilang ke depan kaki kiri, tangan kiri di pinggang, tangan kanan di depan dada arah kiri posisi telapak tangan ke atas.
Hitungan 2, kaki kanan bergeser sedikit ke kanan dan agak dijinjit, tangan kiri sama hitungan 1, tangan kanan agak di tarik. Hitungan 3, kaki dangan tangan kiri sama hitungan 2, tangan kanan di bawa ke samping kanan agak ke atas dengan posisi jari turun ke bawah. Hitungan 4, kedua kaki mendak, tangan kiri sama hitungan 1, tangan kanan turun kebawah lurus.
Gerakan cepah salam bate tari Ula-ula Lemben mengandung makna bahwa Ma’idah membawa sepertangkat dalung yang berisikan tepak (tempat sirih yang telah dihias) dan bate (tempat penampungan ludahan raja yang mirip dengan puan) untuk tuan muda. Tepak dan bate bermaksud untuk memberi petunjuk atas pernikahan Raja Muda Sedia dan dinobatkan menjadi raja, cepah tersebut digunakan sebagai tempat capah (ludahan) oleh raja. Contoh gerakan dibawah ini:
Gambar Cepah dalam Batee.
8. Gerak kayuh perahu
Masih dalam posisi lingkaran menghadap ke depan, kaki kanan bergeser ke depan sedikit, tangan kiri menadah ke atas diikuti dengan tangan kanan.
Hitungan ke 2, kaki kanan dibawa ke belakang. Dan kedua tangan di bawah samping kanan (seperti mengayuh). Hitungan 3, badan berbalik ke belakang, kaki kanan agak ke depan, kedua tangan di atas serong kiri, ujung jari ke atas.
Hitungan 4, kaki kiri ke belakang, kedua tangan dibawa ke bawah samping kiri (seperti mengayuh).
Gerak kayuh perahudalam tari Ula-ula Lemben mengandung makna bahwa perjalanan Ma’idah ketika dijeput oleh Abu Salim dan istrinya dari Benua raja untuk dibawa ke rumahnya melalui sungai Tamiang dengan menggunakan sampan dalam perjalanan tersebut Ma’idah saling beralas pantun dengan Ma’ijah.
Seperti gambar dibawah ini:
Gambar gerak kayoh perahu.
9. Gerak pungku-pungku pangke
Pada gerak ini kedua penari saling berpegangan. Hitungan 1, kaki kanan melangkah ke depan, kedua tangan melenggang ke samping kanan, hitungan ke 2, kaki kiri melangkah ke tempat yang diikuti kedua tangan melenggang disamping kiri, hitungan ke 3, kedua penari bertemu saling berhadapan dengan posisi kaki menyilang ke depan kaki kiri, tangan kiri memegang lengan atas tangan kanan, tangan kiri lurus kebawah. Hitungan 4 kaki kiri menyilang ke depan kaki kanan, tangan kiri sama hitungan ke 3, tangan kanan lurus kedepan dan memegang lengan kawan.
Gerak ini bermakna bahwa ketika dalam perjalanan ke rumah Abu salim, Ma’ijah menanyakan jalan pintas yang dapat dilalui dengan cepat menuju Gudang baden atau seberang sana, sehingga dapat dengan segera bertemu anaknya Muda Sedia. Seperti gambar dibawah ini:
Gambar Puku-puku pangke.
10. Gerak Rencah Terbang
Hitungan 1, kaki kanan agak ke depan, kedua tangan bersatu agak ke atas di depan kepala samping kiri. Hitungan 2, kaki kanan di buka agak lebar ke samping kanan, tangan kiri di depan dada dengan posisi tegak, tangan kanan lurus kebawah seperti menebang ke arah luar kanan. Hitungan 3 badan dan kedua kaki di putar mengarah aadab belakang, sehingga kaki kiri berada di depan dan kaki kanan di belakang, kedua tangan seperti hitungan 1. Hitungan 4, kaki kanan melangkah ke depan dengan posisi mendak, tangan kiri sama dengan hitungan ke 2, tangan lurus ke bawah, seperti menebang ke arah dalam kiri (gerak ini dilakukan secara tegas dan keras).
Gerak rencah terbang dalam tari Ula-ula Lemben mengandung makna bahwa raja memerintahkan kepada dayang-dayangnya untuk merencah-rencah dan menebang pohon untuk dijadikan penghalang musuh agak tidak dapat memasuki wilayah kerajaanya.
Gambar Gerak rencah terbang 2.
11. Silat Penutup
Hitungan kaki kanan menyilang ke depan kaki kiri, kedua tangan bersatu di depan dada samping kiri, arah badan ke depan. Hitungan 2, kedua kaki sama dengan hitungan 1 tetapi agak mendak, kedua tangan dibuka ke arah samping kiri kanan dengan posisi ketiak ditutup. Hitungan 3 badan diputar ke arah sampping dengan posisi kaki kanan ke depan agak mendak, kedua tangan lurus samping kiri kanan agak kebawah. Hitungan 4, duduk dengan posisi lutut kaki kiri sebagai penyanggah dan kaki kanan diletakkan di atas kaki kiri, kedua tangan lurus ke bawah dengan posisi jari menyentuh lantai.
Gerak silat penutup dalam tari Ula-ula Lemben bermakna bahwa seluruh rangkaian tari akan selesai dan bermakna pula sebagai ucapan terimakasi kepada
khalayak yang ikut menghadiri acara pernikahan dan penobatan tuan muda menjadi Raja Muda Sedia, sebagai raja Tamiang.
Seperti gambar di bawah:
Gambar salam penutup 1.
Gambar salam penutup 2.
Adapun yang menjadi syair dalam penyajian tari Ula-ula Lemben adalah sebagai berikut
Assalamu’alaikum kami ucapke Kepada hadirein yang kami mulieke
Kami angket sepuloh jari
Menyuson sembah puja dan puji
Alhamdulillah illahirabbi
Selawat salam kepada nabi
Makna yang terkandung dalam bait pertama lirik lagu pengiring tarian Ula-ula Lemben ini sebagai berikut: Bermakna pengucap salam dan penghormatan pada seluruh hadirin.
Ula-ula Lemben tetedong awan-awan
Tang mane ku pacokke
Tang puteh panonye
Makna yang terkandung dalam bait kedua lirik lagu pengiring tarian Ula-ula Lemben ini sebagai berikut: Bermakna menunjukan pada raja bahwa pipinya hitam sebelah secara tidak langsung.
Capah dalam bate
Tepak dalam dulang
Belanja tige tael
Tujoh cari tuning
Makna yang terkandung dalam bait ketiga lirik lagu pengiring tarian Ula-ula Lemben ini sebagai berikut: Bermakna seperangkat isi dalung bahan-bahan untuk menepung tawari raja dan berupa uang sebagai isyarat kerelaan dan dukungan lahir batin pernikahannya.
Kayoh Ma’idah kayoh
Kayoh ramai-ramai
Singgah Ma’idh singgah Tepi belum sampai
Kayoh Ma’ijah kayoh Kayoh laju-laju
Singgah Ma’idah singgah Di sini kite bertemu
Rantau teluk ku arongi
Paloh muare ku sebrangi
Pante betin sakat ombak
Panuju hati belum beriak
Adapun makna pada lirik lagu ini adalah: bermakna di dalam perahu berpantun dengan masyarakat tempat singgahnya ketikah menjemput ibu angkat muda sedia.
Bila karam badai mengamok
Putus temerang patah kemudi
Tujuh haram nak ku jengok
Lerai dendan rindu hati
Adapun makna pada lirik lagu ini adalah: Bermakna rindu yang mendalam hingga selalu terbawa mimpi.
Puku-puku pangke
Lang betanye- tanye jalan
Jalan ke mane, jalam ke mane
Anda tanyake
Jalan kami, jalan kami
Ke budang badan
Makna lirik ini adalah bermakna perasaan gelisahnya yang selalu teringat anaknya.
Layu benge layu
Reriang tembang di jalan
Nak lalu usah lalu
Dayang numpang ditengah jalan
Makna lirik lagu ini adalah berpikir pergi atau tidak yang akhirnya pergi juga.
Lob bubu lob tempairai
Kelua jangan becerai-cerai
Padu kate kasih batura
Sepajang mase jangan becerai
Lirik ini bermakna kawan dan dayang-dayang jangan sampai berpisah-pisah sepanjang masa.
Bintang alam memapah papaya
Turun mase selip purname
Puje tuju harapan sudah
Penawar hati kedatang tuan
Lirik ini bermakna menunggu kekasih, apabila datang kekasih berseri wajahnya.
Ini ari meriare kembang
Kembang di kire si tige puloh
Jaman dulu makan pinyandang
Sireh ditanam sebelum tumboh
Bermakna zaman dahulu sebelum ada sirih makan pinyandang atau sirih hutan, yang artinya kejayaan dan kebahagian segera dirasakan.