• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil dan Pembahasan

4.2.2.8 Maksud basa-basi Subkategori Selamat

Basa-basi selamat, yaitu fungsi tuturan untuk mengekspresikan kegembiraan karena adanya kabar baik tentang orang lain. Berikut ini merupakan tuturan basa-basi

selamat yang diucapkan oleh anggota keluarga pendidik di Desa Kalirejo, Kulon

Progo.

Tuturan H1

PT : Dian, selamat ya dapat juara satu. Tetap harus rajin belajar lho! MT : Makasih ya Bu, dapat hadiah ndak?

PT : Dapat, besok kalau Ibu udah gajian. (Konteks: Penutur merupakan seorang Guru Laki-laki yang berumur 34 tahun. Mitra tutur merupakan seorang anak Laki-laki yang berumur 9 tahun.Tuturan terjadi dalam situasi santai, dan berlangsung di ruang keluarga ketika mitra tutur sedang menonton tv, dan penutur menghampiri mitra. Penutur memberi selamat kepada mitra tutur, dan mitra tutur meresponnya.)

Tuturan terjadi dalam situasi santai, dan berlangsung di ruang keluarga. Tuturan

terjadi ketika mitra tutur sedang menonton tv, dan penutur menghampiri mitra tutur.

Penutur merupakan seorang Guru yang berusia 34 tahun. Mitra tutur merupakan

seorang anak laki-laki yang berumur 9 tahun. Penutur memberi selamat kepada mitra

tutur, dan mitra tutur meresponsnya.

Penutur bermaksud memberikan selamat kepada mitra tutur yang mendapat juara

satu. Selain memberi salam, penutur juga memberikan semangat kepada mitra tutur.

Untuk itulah tuturan tersebut merupakan wujud basa-basi selamat. Intonasi yang

digunakan: seru, nada tutur: sedang, dan tekanan : sedang. Pilihan kata: menggunakan

Tuturan H2

PT : Wah, Bapak sukses menjadi Guru ni. Selamat lho muridnya lulus semua! MT : Duh, Ibu bisa aja. Alhamdulilah ya Bu PT : Iya Pak, Alhamdulilah. Ibu ikut senang.

(Instrumen:Kuesioner) (Kuisioner: Tuturan terjadi diruang keluarga, pada malam hari pada pukul 20.00 WIB. Tuturan terjadi ketika penutur dan mitra tutur sedang menonton tv, penutur memberikan ucapan selamat atas keberhasilan mitra tutur. Mitra tutur merespon tuturan dari penutur) Tuturan terjadi antara penutur (merupakan seorang Ibu rumah tangga yang

berusia 44 tahun). Mitra tutur (merupakan seorang Guru Laki-laki yang berusia 46

tahun). Penutur memberi selamat kepada mitra tutur, karena muridnya lulus semua.

Mitra tutur merespons tuturan dari penutur, dengan mengucapkan terima kasih

kepada penutur.

Pada tuturan tersebut penutur memberikan memberikan pujian atas keberhasilan

mitra tutur dengan memberinya ucapan selamat karena murid mitra tutur lulus semua.

Penutur juga mengekspresikan rasa bangganya dengan memberi pujian kepada mitra

tutur “wah, Bapak sukses menjadi Guru ini”.

Penutur juga bermaksud mempertahankan dan mempererat hubungan dengan

mitra tutur, penutur ingin memberikan pujian terhadap keberhasilan mitra tutur

dengan cara memberinya selamat. Hal ini penutur lakukan agar mitra tutur merasa

bahwa penutur merasa bangga atas keberhasilan mitra tutur. Intonasi yang

digunakan: seru, nada tutur: sedang dan tekanan : sedang. Pilihan kata: menggunakan

Cuplikan tuturan (H3)

PT : “Selamat ya Nak, sekarang sudah jadi pelukis. Harus tetap dipertahankan

lho juaranya!” (Instrumen Kuesioner) (Konteks : Tuturan terjadi dalam situasi santai, dan berlangsung di ruang keluarga, ketika

mitra tutur sedang dan penutur sedang menonton tv.Penutur ingin mengucapkan selamat

kepada mitra tutur, karena memenangkan lomba melukis)

Tuturan terjadi antara penutur (merupakan seorang istri dari mitra tutur), dan

mitra tutur (merupakan seorang Guru yang berjenis kelamin laki-laki yang berusia 49

tahun). Penutur memberi selamat kepada mitra tutur karena mendapat jabatan baru,

mitra tutur merespon tuturan dari penutur.

Penutur bermaksud mempertahankan dan mempererat hubungan dengan mitra

tutur dengan memberi selamat kepada mitra tutur yang mendapat jabatan baru. Selain

itu, tuturan penutur juga mempunyai maksud bahwa penutur tidak semata-mata hanya

ingin mengucapkan selamat kepada mitra tutur, tetapi penutur bermaksud

mengharapkan perubahan yang positif atas jabatan baru dari mitra tutur. penutur

bermaksud mempertahankan dan mempererat hubungan dengan mitra tutur. Intonasi

yang digunakan: seru, nada tutur: sedang dan tekanan: sedang. Pilihan kata:

menggunakan frase fatis “ya”.

Cuplikan tuturan (H5)

PT: “Pak, selamat ya, nilai siswanya tinggi-tinggi. Bapak sudah berhasil menjadi Guru Bahasa Indonesia yang hebat, harus dipertahankan dan ditingkatkan lho

Pak.”

MT: “Puji Tuhan, makasih ya Bu.” (Konteks: Tuturan terjadi di ruang keluarga, ketika penutur dan mitra tutur sedang

menonton tv. Penutur mengucapkan selamat dan memberi pujian kepada mitra tutur karena siswanya mendapat nilai yang bagus. Mitra tutur merespon tuturan dari penutur.

Tuturan terjadi di ruang keluarga pada sore hari, ketika penutur dan mitra tutur

sedang menonton tv. Penutur merupakan seorang Ibu rumah tangga yang berusia 47

tahun, sedangkan penutur merupakan seorang Guru SMP yang berusia 49 tahun.

Penutur mengucapkan selamat dan memberi pujian kepada mitra tutur karena

siswanya mendapat nilai yang bagus. Mitra tutur merespons tuturan dari penutur.

Pada tuturan tersebut, penutur bermaksud tidak hanya sekedar mengucapkan

selamat. Tetapi, penutur juga memuji dan memberi motivasi kepada mitra tutur

untuk menjaga hubungan yang baik kepada mitra tutur. Selain menjaga hubungan

yang baik dengan mitra tutur, penutur juga memulai pembicaraan tersebut.

Jadi tuturan dengan kode (H5) tersebut merupakan basa-basi selamat, karena penutur bermaksud memulai pembicaraan dan mengucapkan selamat kepada mitra

tutur dengan memuji mitra tutur untuk menjaga hubungan yang baik. Intonasi yang

digunakan: seru, nada tutur : sedang, dan tekanan: sedang. Pilihan kata: menggunakan

147 BAB V PENUTUP

Bab ini terdiri dari dua hal pokok, yaitu (1) simpulan dan (2) saran. Simpulan

berisi rangkuman keseluruhan isi dari penelitian ini. Sedangkan saran berisi hal-hal

yang relevan yang perlu diperhatikan untuk peneliti lanjutan, baik mahasiswa jurusan

Bahasa Indonesia, maupun peneliti lain. Berikut adalah pemaparan dari kedua hal

tersebut.

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data, peneliti menemukan adanya tuturan basa-basi dalam berbahasa antar anggota keluarga pendidik di Desa Kalirejo, Kulon Progo.

Temuan dalam hasil pembahasan data dapat disimpulkan sebagai berikut.