Maksud penyusunan Rencana Kerja Perubahan RSUD Nyi Ageng Serang tahun 2021 sebagai pedoman bagi seluruh pelaku organisasi dan pihak-pihak yang terkait dalam rangka mewujudkan visi dan misi yang hendak dicapai di tahun 2021.
Selain itu untuk mewujudkan sinergitas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan serta mengoptimalkan dan mewujudkan efisiensi pemanfaatan dana untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Tujuan disusunnya Rencana Kerja Perubahan Tahun 2021 adalah:
1. Menjadi pedoman dalam penyusunan program dan kegiatan di RSUD Nyi Ageng Serang;
2. Menjabarkan rencana strategis ke dalam rencana operasional;
3. Sebagai Indikator kinerja RSUD Nyi Ageng Serang;
4. Sebagai bahan evaluasi rencana kerja tahun sebelumnya;
5. Sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi;
6. Menjadi bahan penyusunan Laporan Kinerja dan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah kepada DPRD.
D. Sistematika Penulisan
Rancangan Perubahan Rencana Kerja RSUD Nyi Ageng Serang Tahun 2021 disusun dengan sistematika sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Landasan Hukum C. Maksud dan Tujuan D. Sistematika Penulisan
BAB II Evaluasi Renja sampai dengan Triwulan II Tahun Berkenaan BAB III Rencana Kerja dan Pendanaan Perangkat Daerah
BAB IV Penutup
4 BAB II
EVALUASI RENJA SAMPAI DENGAN TRIWULAN II TAHUN BERKENAAN
A. Program dan Kegiatan 1. Program
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, khususnya pasal 11 ayat (3a) yang menerangkan bahwa RSUD dengan BLUD menggunakan satu program dengan satu kegiatan yaitu Program Pelayanan Kesehatan Rujukan dengan kegiatan Pelayanan.
Sistem rujukan pelayanan kesehatan perorangan diselenggarakan secara berjenjang berdasarkan kompetensi dan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia, yang melibatkan semua fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan masyarakat/swasta. RS Pemerintah dan Swasta wajib menerima pasien rujukan dan /atau kasus gawat darurat tanpa melihat status dan latar belakang termasuk status keikutsertaan dalam jaminan kesehatan, serta menanganinya sesuai dengan prosedur dan standar pelayanan yang berlaku.
2. Kegiatan
Kegiatan di RSUD Nyi Ageng Serang adalah Pelayanan. Menurut Depkes RI (2009) pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan atupun masyarakat.
Berdasarkan tugas, pokok, fungsi dan urusan dalam menyelenggarakan urusan pemerintah daerah di bidang Kesehatan maka Visi RSUD Nyi Ageng Serang sesuai RENSTRA tahun 2017-2022 adalah:
MENJADI RUMAH SAKIT RUJUKAN DAN JEJARING PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS DAN TERJANGKAU.
5 Misi :
a. Layanan prima :
Mewujudkan pelayanan yang memuaskan pelanggan (pasien) dalam setiap layanan karena kualitas kompetensi dan profesional yang diberikan oleh setiap pemberi layanan.
Pelayanan yang diberikan selalu dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya secara ilmiah, pelayanan diberikan dengan penuh etika dan segenap penghayatan serta rasa empati yang tinggi.
b. Layanan yang Unggul :
Mampu menangani kasus secara profesional dan berkualitas khususnya kasus kasus prioritas yaitu kasus yang menimbulkan masalah atau banyak ditemukan di masyarakat.
1) Katarak (geriatri)
2) Kelainan refraksi (anak dan remaja usia sekolah),
3) Kontrasepsi (pasang IUD, Implant, MOW dan MOP), serta Pelayanan kesehatan ibu dan anak,
4) Kelainan bibir sumbing dan rehabilitasi kasus kasus cacat fisik.
5) Hemodialisa, radiasi & kemoterapi lanjutan, dan kasus dengan paliatif maupun rehabilitatif.
c. Membangun jejaring, kerja sama dalam pelayanan dan pengembangan meliputi :
1) Membangun jejaring sistem rujukan dengan klinik-klinik, puskesmas maupun RS lain.
2) Membangun kerja sama dengan RS pendidikan dan Fakultas Kedokteran dengan menjadi RS satelit/jejaring pendidikan baik dalam kegiatan pelayanan, pendidikan maupun penelitian dan pengembangan
3) Mewujudkan bentuk-bentuk layanan RS tanpa dinding: membangun kerja sama dengan lembaga pemerintah daerah sampai desa dan organisasi kemasyarakatan sebagai lingkungan/komunitas pasien, dalam rangka promosi kesehatan, layanan prima, layanan paripurna dan implementasi kegiatan follow-up serta evaluasi terhadap pasien.
6 4) Membangun kerja sama dengan lembaga-lembaga dan penyandang
dana untuk program–program layanan bagi masyarakan menengah ke bawah, maupun program promosi kesehatan.
d. Mewujudkan Kesejahteraan karyawan dengan cara yang adil dan berbasis produktifitas yang optimal.
1) Memberikan layanan prima bagi pelanggan internal (provider) melalui pemberian perhatian dalam berbagai urusan kepegawaian, kenyamanan dan keamanan dalam bekerja
2) Mengoptimalkan produktifitas kerja dan rewards yang memadai Membuat lembaga–lembaga penunjang kesejahteraan seperti koperasi maupun paguyuban karyawan RSUD
e. Memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna, bermutu dan mengutamakan keselamatan pasien;
f. Meningkatkan mutu pelayanan dan profesionalisme sumber daya manusia secara berkesinambungan;
g. Meningkatkan ketersediaan sarana prasarana yang berkualitas;
h. Menyelenggarakan pelayanan pendidikan, pelatihan dan penelitian yang professional;
i. Mewujudkan tata kelola rumah sakit yang profesional, akuntabel dan transparan.
Upaya untuk mewujudkan visi dan misi tersebut tertuang dalam program Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Rujukan dengan kegiatan Pelayanan yang diberikan oleh RSUD Nyi Ageng Serang kepada masyarakat.
B. Evaluasi Pelaksanaan Renja sampai dengan Triwulan II Tahun 2021
Hasil evaluasi pelaksanaan rencana kerja RSUD Nyi Ageng Serang sampai dengan triwulan II Tahun 2021 dan pencapaian dan kinerja Rencana Strategis RSUD Nyi Ageng Serang dapat dilihat pada tabel berikut:
5
Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN
0,00 - 0,00 12 5.537.887.156,00 3 1.113.224.664,00 6 3.083.617.571,00 9,00 4.196.842.235,00 9,00 4.196.842.235,00 RSUD Nyi Ageng
Serang Program Pemenuhan Upaya
Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat
150.418.286.860,00 91.734.070.728,38 23.412.800.000,00 6.648.178.066,00 7.589.761.164,00 - 14.237.939.230,00 - 105.972.009.958,38 70,45
Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Rujukan RSUD Nyi Ageng Serang
Cakupan mutu pelayanan dan manfaat
95,00 150.418.286.860,00 93,75 91.734.070.728,38 94,38 23.412.800.000,00 87,50 6.648.178.066,00 7.589.761.164,00 87,50 14.237.939.230,00 87,50 105.972.009.958,38 92,11 70,45RSUD Nyi Ageng Serang
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota Pelayanan Kesehatan Rujukan
RSUD Nyi Ageng Serang
Operasional Pelayanan Rumah Sakit Tersedianya Kebutuhan Operasional dan Pelayanan Rumah Sakit Nyi Ageng Serang
150.418.286.860,00 24 91.734.070.728,38 12 23.412.800.000,00 3 6.648.178.066,00 3 7.589.761.164,00 6,00 14.237.939.230,00 30,00 105.972.009.958,38 70,45RSUD Nyi Ageng
Tersedianya Alat Kesehatan Bank Darah Rumah Sakit 1 Paket
1 - - -
2.025.744.696,00 439.964.545,00 439.964.545,00 439.964.545,00 RSUD Nyi Ageng
Serang
Faktor pendorong keberhasilan kinerja : Faktor penghambat keberhasilan kinerja : Tindak lanjut yang diperlukan dalam RKPD berikutnya :
14 = 7 + 13 15 = 14 / 6 x100%
16
7 8 9 10 11 12
1 2 4 5
6
REALISASI CAPAIAN KINERJA PADA TRIWULAN
REALISASI KINERJA DAN ANGGARAN RKPD S.D TRIWULAN II TAHUN 2021
REALISASI KINERJA DAN ANGGARAN RPJMD S.D.
TRIWULAN II TAHUN 2021
TINGKAT CAPAIAN KINERJA & REALISASI ANGGARAN RPJMD S.D.
TRIWULAN II TAHUN 2021 (%)
PERANGKAT DAERAH PENANGGUNG JAWAB
I II III IV
EVALUASI TERHADAP HASIL RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2021
NO SASARAN
URUSAN / BIDANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN PROGRAM / KEGIATAN
RPJMD dan RENSTRA
URUSAN / BIDANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN
TARGET RPJMD PADA TAHUN 2022 (AKHIR PERIODE RPJMD)
REALISASI CAPAIAN KINERJA RPJMD S.D RKPD TAHUN 2020
(N-1)
TARGET KINERJA DAN ANGGARAN RKPD TAHUN BERJALAN YANG DIEVALUASI
(TAHUN 2021)
6
KETERANGAN 2021
target Realisasi TW 1 Realisasi TW 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9
4 RSUD Nyi Ageng Serang Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Rujukan RSUD Nyi Ageng Serang
Capaian Kinerja Mutu Pelayanan dan Manfaat
% ((capaian kinerja mutu pelayanan + capaian kinerja kepedulian kepada masyarakat + capaian kinerja kepuasan pelanggan+ cakupan kinerja kepedulian terhadap lingkungan) / 40)x100%
94,38 87,50 87,50
Capaian kinerja mutu pelayanan 21,75 22 23
Capaian kinerja kepedulian kepada masyarakat 5 3 3,25
Capaian kinerja kepuasan pelanggan 6 5 5
Capaian kinerja kepedulian terhadap lingkungan 5 5 5
METADATA INDIKATOR KINERJA PROGRAM
PERUBAHAN RPJMD
No Nama
OPD Program Indikator Kinerja Program Satuan Cara Perhitungan
Capaian Kinerja Program
2021
7 Tabel 2.1.
Capaian Kinerja Anggaran
Sampai dengan Triwulan II Tahun 2021
No Program / Kegiatan Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) %
1 2 3 4 5
1 Program : Peningkatan Kualitas Pelayanan
Kesehatan Rujukan Kegiatan : Pelayanan
33.650.687.156,00 17.761.521.346,00 52,78
Digunakan untuk :
Belanja Tidak Langsung 5.537.887.156,00 3.083.617.571,00 55,68 Belanja Langsung 28.112.800.000,00 14.237.939.230,00 50,64
Dari tabel diatas diketahui capaian kinerja anggaran RSUD Nyi Ageng Serang telah mencapai 52,78%. Belanja tidak langsung merupakan belanja gaji PNS yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan-tunjangan PNS. Sedangkan belanja langsung meliputi belanja gaji, belanja barang dan jasa serta belanja modal yang bersumber dari pendapatan BLUD, APBD dan DAK tahun 2021.
C. Analisis Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah sampai dengan Triwulan II Tahun 2021
Indikator Kinerja pelayanan RSUD Nyi Ageng Serang berpedoman pada Renstra dan disesuaikan dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1164/Menkes/SK/X/2007 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran Rumah Sakit Badan Layanan Umum.
1. Indikator Keuangan
Tabel 2.2
Capaian Indikator Keuangan BLUD Sampai dengan Triwulan II Tahun 2021
No Uraian Target Skor
2021
7 Rasio Total Modal Sendiri Terhadap Total Aset
3 1,6
TOTAL 19 15,8
Indikator keuangan yang belum memenuhi target adalah TATO dan Rasio Total Modal Sendiri Terhadap Total Aset. Jika dibandingkan dengan
8 tahun 2020, angka ini mengalami penurunan yang dapat diartikan bahwa asset total rumah sakit kurang mampu meningkatkan pendapatan. Hal ini disebabkan antara lain
a. Ada aset yang sudah rusak atau kadaluwarsa tapi belum dihapus sehingga masih dihitung dalam aset total.
b. Adanya aset yang belum dimanfaatkan sesuai peruntukannya karena kondisi darurat misalnya gedung ranap jiwa, maternal, ranap klas sehingga mengurangi potensi pendapatan.
c. Terdapat aset yang bernilai tinggi dan wajib dimiliki suatu rumah sakit namun termasuk dalam kategori aset yg tidak menghasilkan pendapatan misalnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Tempat Pengolahan Sampah dan Bahan Berbahaya (TPS B3), dan sarana penunjang rumah sakit lain yg tidak masuk kategori produktif.
d. Kondisi pandemi menyebabkan beberapa program ditunda dan berpengaruh terhadap pendapatan rumah sakit seperti penangguhan pelaksanaan praktek mahasiswa, diklat, penurunan jumlah kunjungan sehingga berpengaruh juga pada penurunan pendapatan parkir.
2. Indikator Pelayanan
Tabel 2.3
Capaian Indikator Pelayanan BLUD sampai dengan Triwulan II Tahun 2021
No Uraian Target Skor 2021 Realisasi s.d.
TW II 2021
A PERTUMBUHAN PRODUKTIVITAS
1 Rata-rata kunjungan rawat jalan/hari 0,8 2 2 Rata-rata kunjungan rawat darurat/hari 0,8 1,2
3 Hari Perawatan (HP) Rawat Inap 1,2 1,2
4 Pemeriksaan Radiologi/hari 2 2
5 Pemeriksaan Laboratorium/hari 2 2
6 Rata-rata operasi/hari 2 2
7 Rata-rata rehab medik/hari 2 2
B EFISIENSI PELAYANAN
1 Rasio pasien rajal dengan dokter 0,5 0,25
2 Rasio pasien rajal dengan perawat 0,5 0,25
3 Rasio pasien rawat darurat dengan dokter 0,5 0,25 4 Rasio pasien rawat darurat dengan perawat 0,5 0,25
5 Rasio pasien ranap dengan dokter 0,5 0,25
6 Rasio pasien ranap dengan perawat 0,5 0,25
7 Bed Accupancy Rate (BOR) (%) 1 0,50
9
No Uraian Target Skor 2021 Realisasi s.d.
TW II 2021
2 Pengembangan system manajemen 1 1
3 Peningkatan penguasaan teknologi 1 1
F ADMINISTRASI
1 Rancangan RBA 1 1
2 Laporan Triwulan (Ketepatan) 2 2
3 Laporan Tahunan (Ketepatan) 2 2
TOTAL 35.3 31,3
3. Mutu Pelayanan dan Manfaat
Tabel 2.4
Target Capaian Indikator Mutu dan Manfaat BLUD Sampai dengan Triwulan II Tahun 2021
Indikator Target Skor 2021
Kecepatan Pelayanan Resep Obat
Jadi 2 2
8 Waktu tunggu Sebelum Operasi 2,5 2
B Kepedulian Kepada Masyarakat 5 3,75
1
Pembinaan kepada Puskesmas dan
Sarana Kesehatan Lain 1 1
2 Penyuluhan Kesehatan (PKMRS) 1 1
3 Ratio Tempat Tidur Kelas III 1 1
4 Pemanfaatan TT (BOR) Kelas III 1 0,25
5 Prosentase Pasien tidak mampu 1 0,50
10
No Uraian Target Skor 2021 Realisasi s.d.
TW II 2021
D Kepedulian terhadap Lingkungan 5 5
1 Keberhasilan Lingkungan 2,5 2,5
2 Hasil Uji AMDAL 2,5 2,5
TOTAL 37,75 36,25
Indikator penilaian yang belum memenuhi target adalah pemanfaatan tempat tidur kelas III (BOR) yaitu dengan skor 0,25 dan persentase pasien tidak mampu 0,5. Hal ini dikarenakan situasi pandemi menyebabkan banyak tenaga kesehatan yang terpapar oleh virus covid-19, selain adanya penundaan beberapa tindakan operasi yang tidak masuk kegawat daruratan.
Keadaan ini mempengaruhi pelayanan sehingga pemanfaatan tempat tidur tidak tercapai maksimal. Sedangkan untuk persentase pasien tidak mampu pembiayaannya dialihkan ke klaim covid-19 sehingga pasien tidak mampu tidak dapat teridentifikasi.
Tabel 2.5.
Capaian Kinerja Mutu Pelayanan dan Manfaat Sampai dengan TW II Tahun 2021
No. Uraian Indikator
Capaian Kinerja Program
2020 2021
Target Realisasi Target Realisasi 1 Capaian kinerja mutu pelayanan 21,5 22 21,75 22 2 Capaian kinerja kepedulian
kepada masyarakat
5 4 5 3,75
3 Capaian kinerja kepuasan pelanggan
6 6 6 4,5
4 Capaian kinerja kepedulian terhadap lingkungan
5 5 5 5
Total 37,5 37 37,75 36,25
Capaian indikator kinerja program
93,75% 92,5% 94,38% 90,63%
Hingga triwulan II tahun 2021, capaian indikator kinerja program mutu pelayanan dan manfaat telah tercapai 90,63%.
11 Tabel 2.6
TOTAL SKOR KINERJA RSUD NYI AGENG SERANG Sampai dengan TRIWULAN II TAHUN 2021
NO INDIKATOR KINERJA NILAI RILL
1 ASPEK KEUANGAN 15,80
2 ASPEK PELAYANAN 31,30
3 ASPEK MUTU PELAYANAN DAN MANFAAT 35,25
JUMLAH 83,35
Tabel 2.7.
Capaian Indikator Kinerja Sasaran RSUD Nyi Ageng Serang Sampai dengan Tahun 2021
No Indikator Sasaran Satuan Capaian Kinerja s.d. TW II Target Realisasi 1. Nilai Kesehatan
BLUD
Nilai (AA) (A)
Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai kesehatan BLUD belum sesuai dengan target. Karena beberapa indikator baik dari aspek keuangan, pelayanan dan mutu pelayanan dan manfaat yang belum memenuhi target. Secara umum disebabkan oleh pelayanan yang kurang optimal selama masa pandemi, penurunan jumlah pasien serta alih fungsi unit/bangsal.
D. Penjabaran Capaian Kinerja
Penjabaran capaian kinerja RSUD Nyi Ageng Serang sampai dengan triwulan II tahun 2021 dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Kinerja Keuangan
a) Imbalan Investasi (ROI)
Adalah mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan pendapatan bersih.
Return On Investment = x 100%
12 = 12.100.607.895
45.273.949.315 x 100%
= 26,73%
Ini menunjukkan bahwa dengan asset senilai Rp 100 berkontribusi terhadap surplus Rp 0,2673. Dengan demikian RSUD Nyi Ageng Serang mampu mempergunakan asset yang dimiliki untuk menghasilkan surplus.
b) Rasio Kas (Cash Ratio)
Adalah untuk mengukur kemampuan rumah sakit untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan kas dan setara kas
Rasio Kas = x 100%
= 792.766.671 1.363.990.461
x 100%
= 58,12%
Hal ini menunjukkan bahwa setiap hutang jangka pendek yang dimiliki RSUD Nyi Ageng Serang, Rp 1 dijamin dengan kas dan setara kas Rp 0,5812.
c) Rasio Lancar (Current Ratio)
Untuk mengukur kemampuan dalam melunasi hutang jangka pendeknya menggunakan aktiva lancar.
Rasio Lancar = x 100%
= 5.835.777.975 1.363.990.461
x
100%= 427,85%
Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap hutang jangka pendek RSUD Nyi Ageng Serang Rp 1 dapat dijamin asset lancar Rp 4,27. Hasil ini menunjukkan kemampuan RSUD Nyi Ageng Serang dalam melunasi hutang jangka pendeknya cukup baik.
d) Collection Period
Adalah untuk mengukur kemampuan rumah sakit dalam menerima jumlah piutang usahanya.
Collection Period = x 365 hari
13 = 3.819.502.801
12.100.607.895 x 365 hari = 115 hari
e) Perputaran Persediaan (ITO)
Adalah mengukur perputaran persediaan dalam menghasilkan pendapatan.
Perputaran Persediaan = x 365 hari
= 1.254.754.370
12.100.607.895 x 365 hari = 38 hari
Ini artinya dalam waktu 38 hari rata-rata persediaan sudah dapat menghasilkan pendapatan usaha bagi rumah sakit.
f) Perputaran Total Aset (TATO)
Adalah untuk mengukur efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan pendapatan.
Perputaran Total Aset = x 100%
= 12.100.607.895
45.273.949.315 x 100%
= 26,73%
g) Rasio Modal Sendiri Terhadap Total Aktivabel
Rasio Modal Sendiri Terhadap Total Aktiva = x 100%
= 792.766.671
45.273.949.315 x 100%
= 1,75%
Ini menunjukkan bahwa sebesar 1,75% aktiva rumah sakit dibiayai oleh hutang.
14 2. Kinerja Pelayanan
a. Pertumbuhan Produktivitas
1) Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan per hari Rumus =
=
237,14 188,95
= 1,26
Kunjungan rata-rata rawat jalan per hari sampai dengan triwulan II tahun 2021 menurun dibanding tahun 2020 karena situasi pandemi covid-19 menyebabkan banyakbtenaga kesehatan terpapar covid-19 sehingga mempengaruhi kinerja pelayanan.
2) Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat per hari Rumus =
= 23,0033,11
= 0,70
Kunjungan rata-rata rawat darurat per harinya sampai dengan triwulan II tahun 2021 menurun dibanding tahun 2020.
3) Hari Perawatan (HR) Rawat Inap Rumus =
= 1491013451
= 1,11
Untuk jumlah hari perawatan rawat inap hingga triwulan II tahun 2021 ini mengalami peningkatan jika dibandingkan triwulan II tahun 2020, yaitu 2.14.910 di tahun 2021 dan 13.451 di tahun 2020.
4) Pemeriksaan Radiologi per hari Rumus =
15
=
16,52 2,76 = 5,9
Kunjungan radiologi tahun 2021 juga mengalami peningkatan, yaitu rata-rata 2-3 kunjungan per hari pada tahun 2020 dan 16-17 orang pada tahun 2021.
5) Pemeriksaan Laboratorium/hari Rumus =
= 25,963
= 2,4
Kunjungan laboratorium juga mengalami peningkatan untuk tahun ini.
Pada tahun 2020 rata-rata pemeriksaan laboratorium per harinya hanya 25-26 pasien, sedangkan di tahun 2021 mencapai 63 kunjungan.
6) Rata-rata operasi per hari Rumus =
= 19,94,4
= 4,5
7) Rata-rata Rehab Medik per hari Rumus =
= 6,975
= 1,39 b. Efisiensi Pelayanan
1. Rasio pasien rawat jalan dengan dokter
Diperoleh skor 0,25, ini dapat diartikan bahwa jumlah dokter di rawat jalan kurang, jika dibandingkan dengan jumlah pasien yang berkunjung.
2. Rasio pasien rawat jalan dengan perawat
16 Dari perhitungan rasio ini juga diperoleh skor 0,25 yang artinya jumlah perawat yang ada kurang, jika dibandingkan dengan jumlah pasien yang berkunjung.
3. Rasio pasien rawat darurat dengan dokter
Skor rasio pasien rawat darurat dengan dokter diperoleh angka 0,25.
4. Rasio pasien rawat darurat dengan perawat
Skor rasio pasien rawat darurat dengan perawat diperoleh angka 0,50.
5. Rasio pasien rawat inap dengan dokter
Skor rasio pasien rawat inap dengan dokter diperoleh angka 0,25.
6. Rasio pasien rawat inap dengan perawat
Skor rasio pasien rawat inap dengan perawat diperoleh angka 0,25.
7. Bed Accupancy Rate (BOR) (%)
Score BOR RSUD Nyi Ageng Serang 1,00 dengan hasil 49,01.
8. AVLOS
Nilai AVLOS 2,58 dengan skor 1.
c. Pertumbuhan Daya Saing a. Sales Growth (SALG)
Skor SALG didapat dengan membagi pendapatan bruto tahun berjalan dengan pendapatan bruto tahun lalu. Tahun 2020, RSUD Nyi Ageng Serang memperoleh nilai 1,35 dengan skor 1.
d. Pengembangan SDM
Bidang ini didukung oleh 2 (dua) indikator, yaitu program diklat dan pengembangan serta sanksi. Keduanya sudah terlaksana.
e. Penelitian dan Pengembangan
Dalam bidang penelitian dan pengembangan didukung 3 (tiga) aspek yaitu pengembangan program baru bidang pelayanan, pengembangan sistem manajemen, dan peningkatan penguasaan teknologi. Dari ketiga aspek tersebut, semua sudah terlaksana.
f. Administrasi
Aspek pelayanan bidang administrasi didukung dengan 3 (tiga) aspek yaitu rancangan RBA, laporan triwulan (ketepatan), dan laporan tahunan (ketepatan). Dari ketiga aspek tersebut, dua mendapatkan skor dua, yang artinya tepat waktu dan satu aspek yaitu ketepatan waktu penyampaian RBA terlambat dua minggu sehingga mendapatkan skor 1.
17 3. KINERJA MUTU PELAYANAN DAN MANFAAT
a. Mutu Pelayanan Rumah Sakit
Dari 8 (delapan) indikator dalam mutu pelayanan rumah sakit, terdapat 2 (dua) aspek yang belum optimal, yaitu:
1) Kecepatan pelayanan resep obat jadi
Kecepatan pelayanan resep obat jadi masih belum optimal dikarenakan:
a) Adanya penumpukan resep dari poliklinik yang datang dalam waktu yang hampir bersamaan, karena pelaksanaan pemeriksaan poliklinik pada jam yang sama yaitu jam 08.00 WIB s/d selesai b) Jumlah item obat yang diresepkan pada tiap lembar obat
bervariasi terkadang jumlah itemnya banyak
c) Keterbatasan sumber daya manusia di Instalasi Farmasi 2) Waktu tunggu sebelum operasi
Waktu tunggu sebelum operasi belum optimal dikarenakan adanya kenaikan jumlah pasien akibat dari kebijakan rujukan berjenjang dari BPJS dan karena keterbasan ruang operasi
b. Kepedulian Kepada Masyarakat
Dari 5 (lima) aspek, terdapat 1 (satu) aspek yang belum optimal yaitu pemanfaatan TT (BOR) kelas III, yang hanya mendapatkan skor 0,25 karena penurunan jumlah pasien selama awal tahun hingga triwulan II tahun ini. Selain itu karena banyaknya nakes yang terpapar virus covid-19 sehingga dilakukan penundaan operasi untuk pasien yang tidak termasuk gawat darurat, hal ini berdampak pada menurunnya pasien rawat inap di kelas III.
c. Kepuasan Pelanggan
Ada 3 (tiga) indikator yang mendukung aspek kepuasan pelanggan yaitu prosentase complain, lama waktu tunggu di poliklinik, dan kemudahan pelayanan. Dari ketiganya, sudah mendapatkan hasil yang optimal.
d. Kepedulian Terhadap Lingkungan
Dalam aspek kepedulian terhadap lingkungan ada 2 (dua) indikator yaitu kebersihan lingkungan dan hasil uji AMDAL. Kedua indikator tersebut memperoleh skor yang optimal.
18 E. Analisis Hasil Pengendalian Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah sampai
dengan Triwulan II Tahun 2021
Target kinerja dan anggaran RKPD tahun 2021 yang dievaluasi untuk Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Rujukan RSUD Nyi Ageng Serang dengan indikator cakupan mutu pelayanan dan manfaat sebesar Rp 23.412.800.000,00 yang dilaksanakan dalam waktu 12 bulan.
Realisasi sampai dengan triwulan I Tahun 2021 sebesar Rp.6.648.178.066,00 dan pada triwulan II sebesar Rp.7.589.761.164,00 dengan demikian sampai dengan triwulan II telah mencapai Rp,14.237.929.230,00.
Anggaran ini digunakan untuk operasional pelayanan rumah sakit.
Kegiatan dengan sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sampai dengan triwulan II masih dalam proses pengadaan dan belum ada realisasi fisik maupun keuangan. Kondisi ini juga terjadi pada kegiatan penanganan krisis bagi penduduk terdampak kesehatan akibat wabah covid-19 yang baru terserap Rp.
439.964.545,00 dari pagu sebesar Rp.2.025.744.696,00. Hal ini dikarenakan:
1. Beberapa rekanan penyedia barang dan jasa yang telah belum mengajukan pencairan pembayaran meskipun kegiatan telah selesai dilaksanakan.
2. Beberapa pengadaan alat kesehatan tertunda karena adanya update sistem aplikasi pengadaan LPSE sehingga tidak dapat dioperasikan.
3. Alat kesehatan yang masuk dalam pengadaan baru tayang di e-katalog pada akhir bulan Juni dan awal Juli 2021 sehingga proses pemesanan tertunda.
4. Pejabat Pengadaan (PP) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terpapar covid-19 sehingga tidak dapat beraktifitas selama isolasi.
Pelaksanaan Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Rujukan RSUD Nyi Ageng Serang dengan dengan capaian kinerja mutu pelayanan dan manfaat diperoleh nilai total 90,63%, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan triwulan I yang mencapai 87,5%. Penilaian ini meliputi capaian kinerja mutu pelayanan, capaian kinerja kepedulian kepada masyarakat, capaian kinerja kepuasan pelanggan dan capaian kinerja kepedulian terhadap lingkungan.
19
20 F. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah
1. Tingkat kinerja pelayanan RSUD Nyi Ageng Serang
Kinerja pelayanan RSUD Nyi Ageng Serang hingga triwulan II tahun 2021 adalah cukup dan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2020. Tahun 2020 nilai kinerja dalam kategori AA dengan skor total 83,40 sedangkan sampai dengan triwulan II tahun 2021 pada kategori A (SEHAT) dengan skor 76,35.
2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi RSUD Nyi Ageng Serang Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tentu RSUD Nyi Ageng Serang banyak mengalami permasalahan dan hambatan, antara lain:
a. Kondisi pandemi covid-19 menyebabkan banyak tenaga kerja dan tenaga penunjang rumah sakit yang terpapar sehingga sangat mempengaruhi kapasitas pelayanan;
b. Tuntutan masyarakat akan privasi dan kenyamanan dalam masa perawatan, agar ada kelas untuk ruang perawatan, ada kamar VIP;
c. Belum adanya fasilitas umum di lingkungan Rumah Sakit seperti seperti Musholla, kantin, fotokopi dll;
d. Keterbatasan kemampuan keuangan dalam pengembangan layanan; hal ini antara lain belum turunnya klaim pelayanan pasien covid-19 yang mempengaruhi cashflow rumah sakit;
e. belum ada ruang dekontaminasi di Instalasi Gawat Darurat dan Belum ada ruang satelit farmasi dan kasir di Instalasi Gawat Darurat;
f. Belum adanya sarana perawatan intensif untuk bayi dan anak-anak (Instalasi PICU dan NICU)
g. Belum optimalnya pemanfaatan bangsal dan ruang perawatan karena adanya alih fungsi bangsal untuk menghadapi lonjakan kasus covid-19 sehingga berpengaruh pada pelayanan.
3. Pencapaian Visi dan Misi Kepala Daerah
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 5 tahunan yang berisi penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah.
Untuk Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, RPJMD sudah disusun dalam
21 Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 12 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah Tahun 2017-2022.
Visi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kulon Progo tahun 2017-2022 adalah “Terwujudnya masyarakat Kulon Progo yang sejahtera, aman, tenteram, berkarakter, dan berbudaya berdasarkan iman dan taqwa.” Untuk mencapai visi tersebut maka dirumuskan 4 (empat) misi pembangunan yaitu:
a. Mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, berprestasi, mandiri,
a. Mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, berprestasi, mandiri,