• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERUBAHAN RENCANA KERJA TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERUBAHAN RENCANA KERJA TAHUN 2021"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

KABUPATEN KULON PROGO

PERUBAHAN

RENCANA KERJA TAHUN 2021

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NYI AGENG SERANG KABUPATEN KULON PROGO

JALAN SENTOLO-MUNTILAN KM 0,3 BANGUNCIPTO, SENTOLO, KULONPROGO

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

iii COVER

Kata Pengantar Daftar Isi

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ... 1

B. Landasan Hukum ... 1

C. Maksud dan Tujuan ... 3

D. Sistimatika ... 3

BAB II. EVALUASI RENJA SAMPAI DENGAN TRIWULAN II TAHUN BERKENAAN A. Program dan Kegiatan ... 4

B. Evaluasi Pelaksanaan Renja sampai dengan Triwulan II Tahun 2021 ... 6

C. Analisis Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah sampai dengan Triwulan II Tahun 2021 ... 7

D. Penjabaran Capaian Kinerja ... 11

E. Analisis Hasil Pengendalian Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah sampai dengan Triwulan II Tahun 2021 ... 18

F. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah ... 20

G. Review terhadap Rancangan Awal RKPD ... 23

H. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ... 25

BAB III. RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH A. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ... 26

B. Tujuan dan Sasaran Rencana Kerja ... 26

C. Pendanaan ... 29

D. Rumusan Rencana Program dan Kegiatan ... 34

BAB IV. PENUTUP... 37

(8)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD), adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun. Renja-SKPD disusun dengan berpedoman kepada Renstra SKPD dan mengacu kepada RKP, memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

Rencana Kerja (Renja) RSUD Nyi Ageng Serang adalah dokumen perencanaan untuk periode satu (1) tahun yaitu tahun 2021 yang berisi evaluasi pelaksanaan renja SKPD tahun lalu, tujuan, sasaran, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Rencana Kerja tahun 2021 disusun dengan mengacu pada RPJMD Tahun 2017-2022, RKPD 2021 dan hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan tahun sebelumnya.

Rencana Kerja Perubahan RSUD Nyi Ageng Serang Tahun 2021 adalah dokumen perencanaan untuk penyesuaian perencanaan tahunan RSUD Nyi Ageng Serang yang mengacu pada Rancangan Akhir Perubahan RKPD Perubahan berdasarkan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 50 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 42 Tahun 2020 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2021.

Rencana Kerja Perubahan RSUD Nyi Ageng Serang Tahun 2021 memuat evaluasi rencana kerja dan capaian Indikator Kinerja RSUD Nyi Ageng Serang sampai triwulan II Tahun 2021.

B. Landasan Hukum

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;

4. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;

5. Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;

(9)

2 6. Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

8. Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2005 tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLUD);

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

10. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1045/Menkes/Per/XI/2006 tentang Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan RI;

11. Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 14 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan RSUD Nyi Ageng Serang;

12. Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 12 Tahun 2015 Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja RSUD Nyi Ageng Serang;

13. Peraturan Bupati Kulon Progo No 61 Tahun 2015 tentang Uraian Tugas Pada RSUD Nyi Ageng Serang;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 12 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Kulon progo Tahun 2017-2022.

15. Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah.

16. Peraturan Bupati Kulon Progo No. 42 Tahun 2020 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2021

17. Peraturan Bupati Kulon Progo No. 55 Tahun 2020 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Fungsi dan Tugas, serta Tata Kerja pada Dinas Kesehatan.

18. Peraturan Bupati Kulon Progo nomor 58 Tahun 2020 tentang Pembentukan Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Unit Organisasi Bersifat Khusus RSUD Nyi Ageng Serang Pada Dinas Kesehatan

(10)

3 19. Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 50 Tahun 2021 Tentang Perubahan

Atas Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 42 Tahun 2020 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2021

C. Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan Rencana Kerja Perubahan RSUD Nyi Ageng Serang tahun 2021 sebagai pedoman bagi seluruh pelaku organisasi dan pihak-pihak yang terkait dalam rangka mewujudkan visi dan misi yang hendak dicapai di tahun 2021.

Selain itu untuk mewujudkan sinergitas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan serta mengoptimalkan dan mewujudkan efisiensi pemanfaatan dana untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Tujuan disusunnya Rencana Kerja Perubahan Tahun 2021 adalah:

1. Menjadi pedoman dalam penyusunan program dan kegiatan di RSUD Nyi Ageng Serang;

2. Menjabarkan rencana strategis ke dalam rencana operasional;

3. Sebagai Indikator kinerja RSUD Nyi Ageng Serang;

4. Sebagai bahan evaluasi rencana kerja tahun sebelumnya;

5. Sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi;

6. Menjadi bahan penyusunan Laporan Kinerja dan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah kepada DPRD.

D. Sistematika Penulisan

Rancangan Perubahan Rencana Kerja RSUD Nyi Ageng Serang Tahun 2021 disusun dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Landasan Hukum C. Maksud dan Tujuan D. Sistematika Penulisan

BAB II Evaluasi Renja sampai dengan Triwulan II Tahun Berkenaan BAB III Rencana Kerja dan Pendanaan Perangkat Daerah

BAB IV Penutup

(11)

4 BAB II

EVALUASI RENJA SAMPAI DENGAN TRIWULAN II TAHUN BERKENAAN

A. Program dan Kegiatan 1. Program

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, khususnya pasal 11 ayat (3a) yang menerangkan bahwa RSUD dengan BLUD menggunakan satu program dengan satu kegiatan yaitu Program Pelayanan Kesehatan Rujukan dengan kegiatan Pelayanan.

Sistem rujukan pelayanan kesehatan perorangan diselenggarakan secara berjenjang berdasarkan kompetensi dan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia, yang melibatkan semua fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan masyarakat/swasta. RS Pemerintah dan Swasta wajib menerima pasien rujukan dan /atau kasus gawat darurat tanpa melihat status dan latar belakang termasuk status keikutsertaan dalam jaminan kesehatan, serta menanganinya sesuai dengan prosedur dan standar pelayanan yang berlaku.

2. Kegiatan

Kegiatan di RSUD Nyi Ageng Serang adalah Pelayanan. Menurut Depkes RI (2009) pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan atupun masyarakat.

Berdasarkan tugas, pokok, fungsi dan urusan dalam menyelenggarakan urusan pemerintah daerah di bidang Kesehatan maka Visi RSUD Nyi Ageng Serang sesuai RENSTRA tahun 2017-2022 adalah:

MENJADI RUMAH SAKIT RUJUKAN DAN JEJARING PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS DAN TERJANGKAU.

(12)

5 Misi :

a. Layanan prima :

Mewujudkan pelayanan yang memuaskan pelanggan (pasien) dalam setiap layanan karena kualitas kompetensi dan profesional yang diberikan oleh setiap pemberi layanan.

Pelayanan yang diberikan selalu dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya secara ilmiah, pelayanan diberikan dengan penuh etika dan segenap penghayatan serta rasa empati yang tinggi.

b. Layanan yang Unggul :

Mampu menangani kasus secara profesional dan berkualitas khususnya kasus kasus prioritas yaitu kasus yang menimbulkan masalah atau banyak ditemukan di masyarakat.

1) Katarak (geriatri)

2) Kelainan refraksi (anak dan remaja usia sekolah),

3) Kontrasepsi (pasang IUD, Implant, MOW dan MOP), serta Pelayanan kesehatan ibu dan anak,

4) Kelainan bibir sumbing dan rehabilitasi kasus kasus cacat fisik.

5) Hemodialisa, radiasi & kemoterapi lanjutan, dan kasus dengan paliatif maupun rehabilitatif.

c. Membangun jejaring, kerja sama dalam pelayanan dan pengembangan meliputi :

1) Membangun jejaring sistem rujukan dengan klinik-klinik, puskesmas maupun RS lain.

2) Membangun kerja sama dengan RS pendidikan dan Fakultas Kedokteran dengan menjadi RS satelit/jejaring pendidikan baik dalam kegiatan pelayanan, pendidikan maupun penelitian dan pengembangan

3) Mewujudkan bentuk-bentuk layanan RS tanpa dinding: membangun kerja sama dengan lembaga pemerintah daerah sampai desa dan organisasi kemasyarakatan sebagai lingkungan/komunitas pasien, dalam rangka promosi kesehatan, layanan prima, layanan paripurna dan implementasi kegiatan follow-up serta evaluasi terhadap pasien.

(13)

6 4) Membangun kerja sama dengan lembaga-lembaga dan penyandang

dana untuk program–program layanan bagi masyarakan menengah ke bawah, maupun program promosi kesehatan.

d. Mewujudkan Kesejahteraan karyawan dengan cara yang adil dan berbasis produktifitas yang optimal.

1) Memberikan layanan prima bagi pelanggan internal (provider) melalui pemberian perhatian dalam berbagai urusan kepegawaian, kenyamanan dan keamanan dalam bekerja

2) Mengoptimalkan produktifitas kerja dan rewards yang memadai Membuat lembaga–lembaga penunjang kesejahteraan seperti koperasi maupun paguyuban karyawan RSUD

e. Memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna, bermutu dan mengutamakan keselamatan pasien;

f. Meningkatkan mutu pelayanan dan profesionalisme sumber daya manusia secara berkesinambungan;

g. Meningkatkan ketersediaan sarana prasarana yang berkualitas;

h. Menyelenggarakan pelayanan pendidikan, pelatihan dan penelitian yang professional;

i. Mewujudkan tata kelola rumah sakit yang profesional, akuntabel dan transparan.

Upaya untuk mewujudkan visi dan misi tersebut tertuang dalam program Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Rujukan dengan kegiatan Pelayanan yang diberikan oleh RSUD Nyi Ageng Serang kepada masyarakat.

B. Evaluasi Pelaksanaan Renja sampai dengan Triwulan II Tahun 2021

Hasil evaluasi pelaksanaan rencana kerja RSUD Nyi Ageng Serang sampai dengan triwulan II Tahun 2021 dan pencapaian dan kinerja Rencana Strategis RSUD Nyi Ageng Serang dapat dilihat pada tabel berikut:

(14)

5

13

K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K %

Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota

-

0,00 0,00 - 5.537.887.156,00 1.113.224.664,00 3.083.617.571,00 4.196.842.235,00 4.196.842.235,00

Administrasi Keuangan Perangkat Daerah

Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN

-

0,00 - 0,00 12 5.537.887.156,00 3 1.113.224.664,00 6 3.083.617.571,00 9,00 4.196.842.235,00 9,00 4.196.842.235,00 RSUD Nyi Ageng

Serang Program Pemenuhan Upaya

Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat

150.418.286.860,00 91.734.070.728,38 23.412.800.000,00 6.648.178.066,00 7.589.761.164,00 - 14.237.939.230,00 - 105.972.009.958,38 70,45

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Rujukan RSUD Nyi Ageng Serang

Cakupan mutu pelayanan dan manfaat

95,00 150.418.286.860,00 93,75 91.734.070.728,38 94,38 23.412.800.000,00 87,50 6.648.178.066,00 7.589.761.164,00 87,50 14.237.939.230,00 87,50 105.972.009.958,38 92,11 70,45RSUD Nyi Ageng Serang

Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota Pelayanan Kesehatan Rujukan

RSUD Nyi Ageng Serang

Operasional Pelayanan Rumah Sakit Tersedianya Kebutuhan Operasional dan Pelayanan Rumah Sakit Nyi Ageng Serang

150.418.286.860,00 24 91.734.070.728,38 12 23.412.800.000,00 3 6.648.178.066,00 3 7.589.761.164,00 6,00 14.237.939.230,00 30,00 105.972.009.958,38 70,45RSUD Nyi Ageng Serang

Tersedianya Alat Kesehatan Ruang IGD

31

- - - - 31,00

Tersedianya Alat Kesehatan Instalasi Bedah Central

20

- - - - 20,00

Tersedianya Alat Kesehatan Instalasi Rawat Jalan

2

1 - - - 2,00

Tersedianya Alat Kesehatan Instalasi Rawat Inap

2

1 - - - 2,00

Tersedianya Alat Kesehatan Bank Darah Rumah Sakit 1 Paket

1 - - - -

Tersedianya Alat Kesehatan Kamar Operasi 1 Paket

1 - - - -

Pengelolaan Pelayanan Kesehatan bagi penduduk terdampak krisis kesehatan akibat bencana dan/atau berpotensi bencana

2.025.744.696,00 439.964.545,00 439.964.545,00 439.964.545,00 RSUD Nyi Ageng

Serang

Faktor pendorong keberhasilan kinerja : Faktor penghambat keberhasilan kinerja : Tindak lanjut yang diperlukan dalam RKPD berikutnya :

14 = 7 + 13 15 = 14 / 6 x100%

16

7 8 9 10 11 12

1 2 4 5

6

REALISASI CAPAIAN KINERJA PADA TRIWULAN

REALISASI KINERJA DAN ANGGARAN RKPD S.D TRIWULAN II TAHUN 2021

REALISASI KINERJA DAN ANGGARAN RPJMD S.D.

TRIWULAN II TAHUN 2021

TINGKAT CAPAIAN KINERJA & REALISASI ANGGARAN RPJMD S.D.

TRIWULAN II TAHUN 2021 (%)

PERANGKAT DAERAH PENANGGUNG JAWAB

I II III IV

EVALUASI TERHADAP HASIL RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2021

NO SASARAN

URUSAN / BIDANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN PROGRAM / KEGIATAN

RPJMD dan RENSTRA

URUSAN / BIDANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN

PROGRAM / KEGIATAN PERMENDAGRI 90 dan PEMUTAKHIRAN

INDIKATOR KINERJA PROGRAM (OUTCOME ) /

KEGIATAN (OUTPUT )

TARGET RPJMD PADA TAHUN 2022 (AKHIR PERIODE RPJMD)

REALISASI CAPAIAN KINERJA RPJMD S.D RKPD TAHUN 2020 (N-

1)

TARGET KINERJA DAN ANGGARAN RKPD TAHUN BERJALAN YANG DIEVALUASI

(TAHUN 2021)

(15)

6

KETERANGAN 2021

target Realisasi TW 1 Realisasi TW 2

1 2 3 4 5 6 7 8 9

4 RSUD Nyi Ageng Serang Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Rujukan RSUD Nyi Ageng Serang

Capaian Kinerja Mutu Pelayanan dan Manfaat

% ((capaian kinerja mutu pelayanan + capaian kinerja kepedulian kepada masyarakat + capaian kinerja kepuasan pelanggan+ cakupan kinerja kepedulian terhadap lingkungan) / 40)x100%

94,38 87,50 87,50

Capaian kinerja mutu pelayanan 21,75 22 23

Capaian kinerja kepedulian kepada masyarakat 5 3 3,25

Capaian kinerja kepuasan pelanggan 6 5 5

Capaian kinerja kepedulian terhadap lingkungan 5 5 5

METADATA INDIKATOR KINERJA PROGRAM

PERUBAHAN RPJMD

No Nama

OPD Program Indikator Kinerja Program Satuan Cara Perhitungan

Capaian Kinerja Program

2021

(16)

7 Tabel 2.1.

Capaian Kinerja Anggaran

Sampai dengan Triwulan II Tahun 2021

No Program / Kegiatan Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) %

1 2 3 4 5

1 Program : Peningkatan Kualitas Pelayanan

Kesehatan Rujukan Kegiatan : Pelayanan

33.650.687.156,00 17.761.521.346,00 52,78

Digunakan untuk :

Belanja Tidak Langsung 5.537.887.156,00 3.083.617.571,00 55,68 Belanja Langsung 28.112.800.000,00 14.237.939.230,00 50,64

Dari tabel diatas diketahui capaian kinerja anggaran RSUD Nyi Ageng Serang telah mencapai 52,78%. Belanja tidak langsung merupakan belanja gaji PNS yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan-tunjangan PNS. Sedangkan belanja langsung meliputi belanja gaji, belanja barang dan jasa serta belanja modal yang bersumber dari pendapatan BLUD, APBD dan DAK tahun 2021.

C. Analisis Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah sampai dengan Triwulan II Tahun 2021

Indikator Kinerja pelayanan RSUD Nyi Ageng Serang berpedoman pada Renstra dan disesuaikan dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1164/Menkes/SK/X/2007 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran Rumah Sakit Badan Layanan Umum.

1. Indikator Keuangan

Tabel 2.2

Capaian Indikator Keuangan BLUD Sampai dengan Triwulan II Tahun 2021

No Uraian Target Skor

2021

Realisasi s.d.

TW II 2021

1 Return On Investment (ROI) 3 3,0

2 Rasio Kas (Cash Ratio) 3 3,0

3 Rasio Lancar (Current Ratio) 3 3,0

4 Collection Period 3 2.4

5 Perputaran Persediaan (ITO) 2 2,0

6 Perputaran Total Aset (TATO) 2 0.8

7 Rasio Total Modal Sendiri Terhadap Total Aset

3 1,6

TOTAL 19 15,8

Indikator keuangan yang belum memenuhi target adalah TATO dan Rasio Total Modal Sendiri Terhadap Total Aset. Jika dibandingkan dengan

(17)

8 tahun 2020, angka ini mengalami penurunan yang dapat diartikan bahwa asset total rumah sakit kurang mampu meningkatkan pendapatan. Hal ini disebabkan antara lain

a. Ada aset yang sudah rusak atau kadaluwarsa tapi belum dihapus sehingga masih dihitung dalam aset total.

b. Adanya aset yang belum dimanfaatkan sesuai peruntukannya karena kondisi darurat misalnya gedung ranap jiwa, maternal, ranap klas sehingga mengurangi potensi pendapatan.

c. Terdapat aset yang bernilai tinggi dan wajib dimiliki suatu rumah sakit namun termasuk dalam kategori aset yg tidak menghasilkan pendapatan misalnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Tempat Pengolahan Sampah dan Bahan Berbahaya (TPS B3), dan sarana penunjang rumah sakit lain yg tidak masuk kategori produktif.

d. Kondisi pandemi menyebabkan beberapa program ditunda dan berpengaruh terhadap pendapatan rumah sakit seperti penangguhan pelaksanaan praktek mahasiswa, diklat, penurunan jumlah kunjungan sehingga berpengaruh juga pada penurunan pendapatan parkir.

2. Indikator Pelayanan

Tabel 2.3

Capaian Indikator Pelayanan BLUD sampai dengan Triwulan II Tahun 2021

No Uraian Target Skor 2021 Realisasi s.d.

TW II 2021

A PERTUMBUHAN PRODUKTIVITAS

1 Rata-rata kunjungan rawat jalan/hari 0,8 2 2 Rata-rata kunjungan rawat darurat/hari 0,8 1,2

3 Hari Perawatan (HP) Rawat Inap 1,2 1,2

4 Pemeriksaan Radiologi/hari 2 2

5 Pemeriksaan Laboratorium/hari 2 2

6 Rata-rata operasi/hari 2 2

7 Rata-rata rehab medik/hari 2 2

B EFISIENSI PELAYANAN

1 Rasio pasien rajal dengan dokter 0,5 0,25

2 Rasio pasien rajal dengan perawat 0,5 0,25

3 Rasio pasien rawat darurat dengan dokter 0,5 0,25 4 Rasio pasien rawat darurat dengan perawat 0,5 0,25

5 Rasio pasien ranap dengan dokter 0,5 0,25

6 Rasio pasien ranap dengan perawat 0,5 0,25

7 Bed Accupancy Rate (BOR) (%) 1 0,50

(18)

9

No Uraian Target Skor 2021 Realisasi s.d.

TW II 2021

8 AVLOS 1,5 1

9 BTO 2 2

10 TOI 2 0.5

C PERTUMBUHAN DAYA SAING

1 Sales Growth (SALG) 2 0,8

D PENGEMBANGAN SDM

1 Program diklat 2 2

2 Penghargaan dan sanksi 2 2

E PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

1 Pengembangan prod baru bid. Pelayanan 2 2

2 Pengembangan system manajemen 1 1

3 Peningkatan penguasaan teknologi 1 1

F ADMINISTRASI

1 Rancangan RBA 1 1

2 Laporan Triwulan (Ketepatan) 2 2

3 Laporan Tahunan (Ketepatan) 2 2

TOTAL 35.3 31,3

3. Mutu Pelayanan dan Manfaat

Tabel 2.4

Target Capaian Indikator Mutu dan Manfaat BLUD Sampai dengan Triwulan II Tahun 2021

Indikator Target Skor 2021

Realisasi s.d.

TW II

A Mutu pelayanan 21,75 22

1 Emergency Response Time Rate 3 3

2 Angka kematian di Gawat Darurat 2,5 3

3 Angka Kematian > 48 Jam 2,75 3

4 Angka Pasien RI Yang dirujuk 3 3

5 Post Operative Death Rate 3 3

6 Angka Infeksi Nosokomial 3 3

7

Kecepatan Pelayanan Resep Obat

Jadi 2 2

8 Waktu tunggu Sebelum Operasi 2,5 2

B Kepedulian Kepada Masyarakat 5 3,75

1

Pembinaan kepada Puskesmas dan

Sarana Kesehatan Lain 1 1

2 Penyuluhan Kesehatan (PKMRS) 1 1

3 Ratio Tempat Tidur Kelas III 1 1

4 Pemanfaatan TT (BOR) Kelas III 1 0,25

5 Prosentase Pasien tidak mampu 1 0,50

(19)

10

No Uraian Target Skor 2021 Realisasi s.d.

TW II 2021

C Kepuasan Pelanggan 6 4,5

1 Prosentase Komplain 2 2

2 Lama Waktu tunggu di Poliklinik 2 1,5

3 Kemudahan Pelayanan 2 1

D Kepedulian terhadap Lingkungan 5 5

1 Keberhasilan Lingkungan 2,5 2,5

2 Hasil Uji AMDAL 2,5 2,5

TOTAL 37,75 36,25

Indikator penilaian yang belum memenuhi target adalah pemanfaatan tempat tidur kelas III (BOR) yaitu dengan skor 0,25 dan persentase pasien tidak mampu 0,5. Hal ini dikarenakan situasi pandemi menyebabkan banyak tenaga kesehatan yang terpapar oleh virus covid-19, selain adanya penundaan beberapa tindakan operasi yang tidak masuk kegawat daruratan.

Keadaan ini mempengaruhi pelayanan sehingga pemanfaatan tempat tidur tidak tercapai maksimal. Sedangkan untuk persentase pasien tidak mampu pembiayaannya dialihkan ke klaim covid-19 sehingga pasien tidak mampu tidak dapat teridentifikasi.

Tabel 2.5.

Capaian Kinerja Mutu Pelayanan dan Manfaat Sampai dengan TW II Tahun 2021

No. Uraian Indikator

Capaian Kinerja Program

2020 2021

Target Realisasi Target Realisasi 1 Capaian kinerja mutu pelayanan 21,5 22 21,75 22 2 Capaian kinerja kepedulian

kepada masyarakat

5 4 5 3,75

3 Capaian kinerja kepuasan pelanggan

6 6 6 4,5

4 Capaian kinerja kepedulian terhadap lingkungan

5 5 5 5

Total 37,5 37 37,75 36,25

Capaian indikator kinerja program

93,75% 92,5% 94,38% 90,63%

Hingga triwulan II tahun 2021, capaian indikator kinerja program mutu pelayanan dan manfaat telah tercapai 90,63%.

(20)

11 Tabel 2.6

TOTAL SKOR KINERJA RSUD NYI AGENG SERANG Sampai dengan TRIWULAN II TAHUN 2021

NO INDIKATOR KINERJA NILAI RILL

1 ASPEK KEUANGAN 15,80

2 ASPEK PELAYANAN 31,30

3 ASPEK MUTU PELAYANAN DAN MANFAAT 35,25

JUMLAH 83,35

Tabel 2.7.

Capaian Indikator Kinerja Sasaran RSUD Nyi Ageng Serang Sampai dengan Tahun 2021

No Indikator Sasaran Satuan Capaian Kinerja s.d. TW II Target Realisasi 1. Nilai Kesehatan

BLUD

Nilai (AA) (A)

Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai kesehatan BLUD belum sesuai dengan target. Karena beberapa indikator baik dari aspek keuangan, pelayanan dan mutu pelayanan dan manfaat yang belum memenuhi target. Secara umum disebabkan oleh pelayanan yang kurang optimal selama masa pandemi, penurunan jumlah pasien serta alih fungsi unit/bangsal.

D. Penjabaran Capaian Kinerja

Penjabaran capaian kinerja RSUD Nyi Ageng Serang sampai dengan triwulan II tahun 2021 dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Kinerja Keuangan

a) Imbalan Investasi (ROI)

Adalah mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan pendapatan bersih.

Return On Investment = x 100%

(21)

12 = 12.100.607.895

45.273.949.315 x 100%

= 26,73%

Ini menunjukkan bahwa dengan asset senilai Rp 100 berkontribusi terhadap surplus Rp 0,2673. Dengan demikian RSUD Nyi Ageng Serang mampu mempergunakan asset yang dimiliki untuk menghasilkan surplus.

b) Rasio Kas (Cash Ratio)

Adalah untuk mengukur kemampuan rumah sakit untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan kas dan setara kas

Rasio Kas = x 100%

= 792.766.671 1.363.990.461

x 100%

= 58,12%

Hal ini menunjukkan bahwa setiap hutang jangka pendek yang dimiliki RSUD Nyi Ageng Serang, Rp 1 dijamin dengan kas dan setara kas Rp 0,5812.

c) Rasio Lancar (Current Ratio)

Untuk mengukur kemampuan dalam melunasi hutang jangka pendeknya menggunakan aktiva lancar.

Rasio Lancar = x 100%

= 5.835.777.975 1.363.990.461

x

100%

= 427,85%

Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap hutang jangka pendek RSUD Nyi Ageng Serang Rp 1 dapat dijamin asset lancar Rp 4,27. Hasil ini menunjukkan kemampuan RSUD Nyi Ageng Serang dalam melunasi hutang jangka pendeknya cukup baik.

d) Collection Period

Adalah untuk mengukur kemampuan rumah sakit dalam menerima jumlah piutang usahanya.

Collection Period = x 365 hari

(22)

13 = 3.819.502.801

12.100.607.895 x 365 hari = 115 hari

e) Perputaran Persediaan (ITO)

Adalah mengukur perputaran persediaan dalam menghasilkan pendapatan.

Perputaran Persediaan = x 365 hari

= 1.254.754.370

12.100.607.895 x 365 hari = 38 hari

Ini artinya dalam waktu 38 hari rata-rata persediaan sudah dapat menghasilkan pendapatan usaha bagi rumah sakit.

f) Perputaran Total Aset (TATO)

Adalah untuk mengukur efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan pendapatan.

Perputaran Total Aset = x 100%

= 12.100.607.895

45.273.949.315 x 100%

= 26,73%

g) Rasio Modal Sendiri Terhadap Total Aktivabel

Rasio Modal Sendiri Terhadap Total Aktiva = x 100%

= 792.766.671

45.273.949.315 x 100%

= 1,75%

Ini menunjukkan bahwa sebesar 1,75% aktiva rumah sakit dibiayai oleh hutang.

(23)

14 2. Kinerja Pelayanan

a. Pertumbuhan Produktivitas

1) Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan per hari Rumus =

=

237,14 188,95

= 1,26

Kunjungan rata-rata rawat jalan per hari sampai dengan triwulan II tahun 2021 menurun dibanding tahun 2020 karena situasi pandemi covid-19 menyebabkan banyakbtenaga kesehatan terpapar covid-19 sehingga mempengaruhi kinerja pelayanan.

2) Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat per hari Rumus =

= 23,0033,11

= 0,70

Kunjungan rata-rata rawat darurat per harinya sampai dengan triwulan II tahun 2021 menurun dibanding tahun 2020.

3) Hari Perawatan (HR) Rawat Inap Rumus =

= 1491013451

= 1,11

Untuk jumlah hari perawatan rawat inap hingga triwulan II tahun 2021 ini mengalami peningkatan jika dibandingkan triwulan II tahun 2020, yaitu 2.14.910 di tahun 2021 dan 13.451 di tahun 2020.

4) Pemeriksaan Radiologi per hari Rumus =

(24)

15

=

16,52 2,76 = 5,9

Kunjungan radiologi tahun 2021 juga mengalami peningkatan, yaitu rata- rata 2-3 kunjungan per hari pada tahun 2020 dan 16-17 orang pada tahun 2021.

5) Pemeriksaan Laboratorium/hari Rumus =

= 25,963

= 2,4

Kunjungan laboratorium juga mengalami peningkatan untuk tahun ini.

Pada tahun 2020 rata-rata pemeriksaan laboratorium per harinya hanya 25-26 pasien, sedangkan di tahun 2021 mencapai 63 kunjungan.

6) Rata-rata operasi per hari Rumus =

= 19,94,4

= 4,5

7) Rata-rata Rehab Medik per hari Rumus =

= 6,975

= 1,39 b. Efisiensi Pelayanan

1. Rasio pasien rawat jalan dengan dokter

Diperoleh skor 0,25, ini dapat diartikan bahwa jumlah dokter di rawat jalan kurang, jika dibandingkan dengan jumlah pasien yang berkunjung.

2. Rasio pasien rawat jalan dengan perawat

(25)

16 Dari perhitungan rasio ini juga diperoleh skor 0,25 yang artinya jumlah perawat yang ada kurang, jika dibandingkan dengan jumlah pasien yang berkunjung.

3. Rasio pasien rawat darurat dengan dokter

Skor rasio pasien rawat darurat dengan dokter diperoleh angka 0,25.

4. Rasio pasien rawat darurat dengan perawat

Skor rasio pasien rawat darurat dengan perawat diperoleh angka 0,50.

5. Rasio pasien rawat inap dengan dokter

Skor rasio pasien rawat inap dengan dokter diperoleh angka 0,25.

6. Rasio pasien rawat inap dengan perawat

Skor rasio pasien rawat inap dengan perawat diperoleh angka 0,25.

7. Bed Accupancy Rate (BOR) (%)

Score BOR RSUD Nyi Ageng Serang 1,00 dengan hasil 49,01.

8. AVLOS

Nilai AVLOS 2,58 dengan skor 1.

c. Pertumbuhan Daya Saing a. Sales Growth (SALG)

Skor SALG didapat dengan membagi pendapatan bruto tahun berjalan dengan pendapatan bruto tahun lalu. Tahun 2020, RSUD Nyi Ageng Serang memperoleh nilai 1,35 dengan skor 1.

d. Pengembangan SDM

Bidang ini didukung oleh 2 (dua) indikator, yaitu program diklat dan pengembangan serta sanksi. Keduanya sudah terlaksana.

e. Penelitian dan Pengembangan

Dalam bidang penelitian dan pengembangan didukung 3 (tiga) aspek yaitu pengembangan program baru bidang pelayanan, pengembangan sistem manajemen, dan peningkatan penguasaan teknologi. Dari ketiga aspek tersebut, semua sudah terlaksana.

f. Administrasi

Aspek pelayanan bidang administrasi didukung dengan 3 (tiga) aspek yaitu rancangan RBA, laporan triwulan (ketepatan), dan laporan tahunan (ketepatan). Dari ketiga aspek tersebut, dua mendapatkan skor dua, yang artinya tepat waktu dan satu aspek yaitu ketepatan waktu penyampaian RBA terlambat dua minggu sehingga mendapatkan skor 1.

(26)

17 3. KINERJA MUTU PELAYANAN DAN MANFAAT

a. Mutu Pelayanan Rumah Sakit

Dari 8 (delapan) indikator dalam mutu pelayanan rumah sakit, terdapat 2 (dua) aspek yang belum optimal, yaitu:

1) Kecepatan pelayanan resep obat jadi

Kecepatan pelayanan resep obat jadi masih belum optimal dikarenakan:

a) Adanya penumpukan resep dari poliklinik yang datang dalam waktu yang hampir bersamaan, karena pelaksanaan pemeriksaan poliklinik pada jam yang sama yaitu jam 08.00 WIB s/d selesai b) Jumlah item obat yang diresepkan pada tiap lembar obat

bervariasi terkadang jumlah itemnya banyak

c) Keterbatasan sumber daya manusia di Instalasi Farmasi 2) Waktu tunggu sebelum operasi

Waktu tunggu sebelum operasi belum optimal dikarenakan adanya kenaikan jumlah pasien akibat dari kebijakan rujukan berjenjang dari BPJS dan karena keterbasan ruang operasi

b. Kepedulian Kepada Masyarakat

Dari 5 (lima) aspek, terdapat 1 (satu) aspek yang belum optimal yaitu pemanfaatan TT (BOR) kelas III, yang hanya mendapatkan skor 0,25 karena penurunan jumlah pasien selama awal tahun hingga triwulan II tahun ini. Selain itu karena banyaknya nakes yang terpapar virus covid-19 sehingga dilakukan penundaan operasi untuk pasien yang tidak termasuk gawat darurat, hal ini berdampak pada menurunnya pasien rawat inap di kelas III.

c. Kepuasan Pelanggan

Ada 3 (tiga) indikator yang mendukung aspek kepuasan pelanggan yaitu prosentase complain, lama waktu tunggu di poliklinik, dan kemudahan pelayanan. Dari ketiganya, sudah mendapatkan hasil yang optimal.

d. Kepedulian Terhadap Lingkungan

Dalam aspek kepedulian terhadap lingkungan ada 2 (dua) indikator yaitu kebersihan lingkungan dan hasil uji AMDAL. Kedua indikator tersebut memperoleh skor yang optimal.

(27)

18 E. Analisis Hasil Pengendalian Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah sampai

dengan Triwulan II Tahun 2021

Target kinerja dan anggaran RKPD tahun 2021 yang dievaluasi untuk Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Rujukan RSUD Nyi Ageng Serang dengan indikator cakupan mutu pelayanan dan manfaat sebesar Rp 23.412.800.000,00 yang dilaksanakan dalam waktu 12 bulan.

Realisasi sampai dengan triwulan I Tahun 2021 sebesar Rp.6.648.178.066,00 dan pada triwulan II sebesar Rp.7.589.761.164,00 dengan demikian sampai dengan triwulan II telah mencapai Rp,14.237.929.230,00.

Anggaran ini digunakan untuk operasional pelayanan rumah sakit.

Kegiatan dengan sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sampai dengan triwulan II masih dalam proses pengadaan dan belum ada realisasi fisik maupun keuangan. Kondisi ini juga terjadi pada kegiatan penanganan krisis bagi penduduk terdampak kesehatan akibat wabah covid-19 yang baru terserap Rp.

439.964.545,00 dari pagu sebesar Rp.2.025.744.696,00. Hal ini dikarenakan:

1. Beberapa rekanan penyedia barang dan jasa yang telah belum mengajukan pencairan pembayaran meskipun kegiatan telah selesai dilaksanakan.

2. Beberapa pengadaan alat kesehatan tertunda karena adanya update sistem aplikasi pengadaan LPSE sehingga tidak dapat dioperasikan.

3. Alat kesehatan yang masuk dalam pengadaan baru tayang di e-katalog pada akhir bulan Juni dan awal Juli 2021 sehingga proses pemesanan tertunda.

4. Pejabat Pengadaan (PP) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terpapar covid-19 sehingga tidak dapat beraktifitas selama isolasi.

Pelaksanaan Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Rujukan RSUD Nyi Ageng Serang dengan dengan capaian kinerja mutu pelayanan dan manfaat diperoleh nilai total 90,63%, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan triwulan I yang mencapai 87,5%. Penilaian ini meliputi capaian kinerja mutu pelayanan, capaian kinerja kepedulian kepada masyarakat, capaian kinerja kepuasan pelanggan dan capaian kinerja kepedulian terhadap lingkungan.

(28)

19

(29)

20 F. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah

1. Tingkat kinerja pelayanan RSUD Nyi Ageng Serang

Kinerja pelayanan RSUD Nyi Ageng Serang hingga triwulan II tahun 2021 adalah cukup dan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2020. Tahun 2020 nilai kinerja dalam kategori AA dengan skor total 83,40 sedangkan sampai dengan triwulan II tahun 2021 pada kategori A (SEHAT) dengan skor 76,35.

2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi RSUD Nyi Ageng Serang Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tentu RSUD Nyi Ageng Serang banyak mengalami permasalahan dan hambatan, antara lain:

a. Kondisi pandemi covid-19 menyebabkan banyak tenaga kerja dan tenaga penunjang rumah sakit yang terpapar sehingga sangat mempengaruhi kapasitas pelayanan;

b. Tuntutan masyarakat akan privasi dan kenyamanan dalam masa perawatan, agar ada kelas untuk ruang perawatan, ada kamar VIP;

c. Belum adanya fasilitas umum di lingkungan Rumah Sakit seperti seperti Musholla, kantin, fotokopi dll;

d. Keterbatasan kemampuan keuangan dalam pengembangan layanan; hal ini antara lain belum turunnya klaim pelayanan pasien covid-19 yang mempengaruhi cashflow rumah sakit;

e. belum ada ruang dekontaminasi di Instalasi Gawat Darurat dan Belum ada ruang satelit farmasi dan kasir di Instalasi Gawat Darurat;

f. Belum adanya sarana perawatan intensif untuk bayi dan anak-anak (Instalasi PICU dan NICU)

g. Belum optimalnya pemanfaatan bangsal dan ruang perawatan karena adanya alih fungsi bangsal untuk menghadapi lonjakan kasus covid-19 sehingga berpengaruh pada pelayanan.

3. Pencapaian Visi dan Misi Kepala Daerah

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 5 tahunan yang berisi penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah.

Untuk Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, RPJMD sudah disusun dalam

(30)

21 Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 12 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah Tahun 2017-2022.

Visi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kulon Progo tahun 2017-2022 adalah “Terwujudnya masyarakat Kulon Progo yang sejahtera, aman, tenteram, berkarakter, dan berbudaya berdasarkan iman dan taqwa.” Untuk mencapai visi tersebut maka dirumuskan 4 (empat) misi pembangunan yaitu:

a. Mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, berprestasi, mandiri, berkarakter dan berbudaya.

b. Menciptakan sistem perekonomian yang berbasis kerakyatan.

c. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dalam lingkungan kehidupan yang aman, tertib dan tenteram.

d. Mewujudkan pembangunan berbasis kawasan dengan mengoptimalkan sumber daya alam dan didukung oleh teknologi serta infrastruktur yang bekualitas.

Pendirian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nyi Ageng Serang merupakan salah satu upaya untuk mendukung misi yang pertama yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, berprestasi, mandiri, berkarakter dan berbudaya. Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya RSUD Nyi Ageng Serang telah menetapkan tujuan yang selaras dengan visi dan misi pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Tujuan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nyi Ageng Serang adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau, dengan sasaran meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan melalui program peningkatan pelayanan kesehatan rujukan.

Untuk mendukung tercapainya Visi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kulon Progo, maka RSUD Nyi Ageng Serang juga menetapkan Visi yang selaras dengan Visi Pemerintah Daerah yaitu

“Menjadi Rumah Sakit Rujukan dan Unggulan Dengan Pelayanan Yang Berkualitas dan Terjangkau”. Sedangkan Misi RSUD Nyi Ageng Srang sebagaimana tercantum dalam Renstra adalah:

a. Mewujudkan layanan prima untuk kasus-kasus rawat jalan dan rawat inap (PPK-2) secara umum;

(31)

22 b. Mewujudkan sistem layanan yang unggul dalam penanganan kasus-

kasus yang menjadi prioritas;

c. Membangun jejaring, kerjasama dalam pelayanan dan pengembangan layanan (SDM dan sarana penunjang) dengan lembaga pendidikan (Fakultas Kedokteran), Rumah Sakit rujukan (Rumah Sakit Pendidikan), layanan kesehatan PPK 1, lembaga penyandang dana dan pihak-pihak lain yang diperlukan;

d. Mewujudkan kesejahteraan karyawan secara adil dan berbasis produktifitas yang optimal.

Dalam melaksanakan Visi, Misi, tugas dan fungsinya RSUD Nyi Ageng Serang menetapkan Motto dan Budaya Kerja sebagai motivator dalam melaksanakan kegiatan. Motto RSUD Nyi Ageng Serang adalah

“Melayani Sepenuh Hati” sedangkan budaya kerjanya adalah Profesional Aman Ramah Manfaat Rajin Teliti Adil (PARAMARTA):

❖ P = rofesionalisme dalam melaksanakan kedinasan

❖ A = man bagi pasien, petugas dan lingkungan sekitar

❖ Ra = mah dalam pelayanan

❖ Ma = nfaat bagi masyarakat

❖ R = ajin dalam bekerja

❖ T = eliti dalam pelayanan terhadap pasien

❖ A = dil terhadap semua pasien tanpa memandang status sosial ekonomi

4. Tantangan dan Peluang Dalam Meningkatkan Pelayanan

Tantangan dan peluang peningkatan pelayanan RSUD Nyi Ageng Serang diantaranya :

a. Pembangunan Bandara Internasional

Dengan adanya pembangunan Bandara Internasional di Kabupaten Kulon Progo menjadikan RSUD Nyi Ageng Serang harus bersiap untuk menerima pasien-pasien yang berasal dari daerah luar Kabupaten Kulon Progo, dan bahkan harus siap menjadi Rumah Sakit rujukan hal dikarenakan posisi RSUD Nyi Ageng Serang yang berada di jalur utama menuju bandara baru.

b. Pembangunan Pengembangan RSUD Nyi Ageng Serang

(32)

23 Diharapkan dengan adanya pembangunan pengembangan Rumah Sakit seperti bangsal jiwa di samping mendekatkan pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat juga akan menambah kunjungan pasien ke Rumah Sakit. Pembangunan bangsal dewasa, terutama kamar kelas I dan VIP akan menambah kenyamanan pasien sehingga masyarakat akan lebih memilih RSUD Nyi Ageng Serang sebagai tempat perawatan pada saat sakit. Pembangunan Unit PICU, NICU dan Bank Darah akan lebih melengkapi sarana prasarana dalam pelayanan kepada masyarakat.

c. Pelaksanaan Penilaian Akreditasi Rumah Sakit

Penilaian Akreditasi di RSUD Nyi Ageng Serang telah dilaksanakan pada Bulan Desember Tahun 2017 oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan dinyatakan lulus utama dengan bintang 4 (****). Dengan ini maka RSUD Nyi Ageng Serang secara kualitas telah memenuhi syarat standar yang ditetapkan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan.

Penilaian akreditasi Rumah Sakit dilaksanakan setiap 3 (tiga) tahun sekali sehingga pada Tahun 2020 nanti akan dilaksanakan penilaian ulang akreditasi.

d. Lokasi yang strategis

RSUD Nyi Ageng Serang beralamat di Jl. Sentolo-Muntilan KM 0,3 Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo merupakan Rumah Sakit yang berada di wilayah Kabupaten Kulon Progo bagian timur yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Bantul. Lokasinya cukup strategis dan sangat mudah untuk dijangkau karena hanya berjarak sekitar 200 meter dari jalan utama Jogja – Purworejo dan berada di jalur utama Sentolo – Muntilan. Karena lokasinya yang berada di wilayah kabupaten Kulon Progo bagian timur pada saat ini RSUD Nyi Ageng Serang masih merupakan Rumah Sakit rujukan utama untuk masyarakat Kulon Progo bagian utara, timur dan selatan wilayah Kabupaten Kulon Progo sehingga masih sangat mungkin untuk dikembangkan lebih lanjut.

G. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Program dan kegiatan RSUD Nyi Ageng Serang telah sesuai dengan RKPD dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

(33)

24 Tabel 2.8

Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Kabupaten Kulon Progo

No Rancangan Awal RKPD Tahun 2021 Hasil Analisis Kebutuhan Tahun 2021 Catatan

Penting Program /

Kegiatan

Lokasi Indikator Kinerja

Target Capaian

Pagu Indikator

Program / Kegiatan

Lokasi Indikator Kinerja

Target Capaian

Kebutuhan Dana

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Rujukan

RSUD Nyi Ageng Serang

Pemenuhan Kebutuhan Pelayanan Kepada Pelanggan

12 bulan Dana rp Program Peningkat an

Pelayanan Kesehatan Rujukan

RSUD Nyi Ageng Serang

Pemenuhan Kebutuhan Pelayanan Kepada Pelanggan

12 bulan RSUD Nyi

Ageng Serang sebagai PPK BLUD rencana belanja

menyesuaikan dengan

prediksi pendapatan Kegiatan

Pelayanan

RSUD Nyi Ageng Serang

Meningkatnya Mutu

Pelayanan

94,38 % Kegiatan

Pelayanan

RSUD Nyi Ageng Serang

Meningkatnya Mutu

Pelayanan

94,38 %

(34)

25 H. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Rencana kerja RSUD Nyi Ageng Serang berdasarkan pada rumusan isu- isu penting dan usulan dari masyarakat yang berkaitan dengan penyelenggaraan tugas dan fungsi RSUD Nyi Ageng Serang. Terkait dengan usulan program dan kegiatan kepada masyarakat pada saat ini usulan tertulis dari masyarakat berupa kritik dan saran yang masuk melalui kotak saran dan media komunikasi lain yang dimiliki RSUD Nyi Ageng Serang baik berupa website, instagram, dan email. Semua kritik dan masukan didokumentasikan untuk dijadikan bahan pembahasan guna peningkatan pelayanan di rumah sakit.

Sementara itu usulan dari LSM, asosiasi, perguruan tinggi dan unit lain secara resmi tertulis belum ada sehingga usulan program dan kegiatan lebih banyak bersumber dari konsultasi publik forum OPD bidang kesehatan.

(35)

26 BAB III

RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH

A. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

RSUD Nyi Ageng Serang telah melakukan apa yang menjadi kebijakan nasional di bidang kesehatan dan melaksanakan apa yang menjadi sasaran strategis Kementerian Kesehatan dan program kesehatan Kabupaten Kulon Progo, di antaranya menekan angka kematian ibu dan bayi, anak balita, menurunkan angka gizi buruk, pengobatan TB, dan melanjutkan program Millenium Development Goals (MDGs).

Kebijakan Nasional terkait dengan perencanaan anggaran diantaranya adalah dihilangkannya dana Tugas Perbantuan dan dialihkan ke Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan syarat – syarat tertentu. RSUD Nyi Ageng Serang mulai tahun 2016 mendapatkan alokasi dari DAK Reguler yang digunakan untuk pembangunan gedung dan pengadaan peralatan kesehatan. Untuk perencanaan tahun 2021 RSUD Nyi Ageng Serang tetap mengajukan usulan anggaran melalui DAK.

B. Tujuan dan Sasaran Rencana Kerja RSUD Nyi Ageng Serang 1. Tujuan

Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi dan meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan arah semua program dan kegiatan dalam melaksanakan misi. Berdasarkan misi dan faktor-faktor kunci keberhasilan, RSUD Nyi Ageng Serang menetapkan tujuan sebagai berikut :

a. Meningkatnya upaya kesehatan masyarakat melalui upaya kesehatan perorangan paripurna yang bermutu secara berkesinambungan melalui pengurangan insiden keselamatan pasien bagi masyarakat Kulon Progo dan sekitarnya

b. Berkembangnya manajemen rumah sakit yang efektif dan efisien c. Terciptanya lingkungan kerja yang sehat, nyaman, harmonis

d. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

(36)

27 e. Terwujudnya karyawan yang produktif, berkomitmen, dan mempunyai etos

kerja tinggi

f. Terwujudnya standar pelayanan yang tinggi, dengan menjadikan kedekatan kepada pasien sebagai prioritas utama

2. Sasaran

Sasaran Rencana Kerja RSUD Nyi Ageng Serang di dasarkan pada isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi RSUD Nyi Ageng Serang yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Rencana Strategis OPD disesuaikan dengan RPJM Daerah dan Rencana Strategis RSUD Nyi Ageng Serang. Untuk RSUD Nyi Ageng Serang sasaran kegiatan Tahun 2021 adalah Meningkatnya Kinerja Kesehatan BLUD. Peningkatan kinerja kesehatan BLUD harus dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan di Rumah Sakit. Untuk mengetahui peningkatan kinerja kesehatan BLUD dilakukan dengan evaluasi yang dilaksanakan satu tahun sekali yang meliputi kinerja pelayanan, kinerja keuangan dan kinerja manfaat.

Selanjutnya tujuan Jangka Menengah RSUD Nyi Ageng Serang Tahun 2017-2022 adalah meningkatnya pelayanan kesehatan rujukan, pendidikan dan penelitian. Dari tujuan jangka menengah tersebut maka ditetapkan sasaran jangka menengah RSUD Nyi Ageng Serang Tahun 2017-2022 yaitu meningkatnya kinerja kesehatan BLUD RSUD Nyi Ageng Serang. Secara terperinci tujuan, sasaran, dan indikator kinerja selama 5 tahun adalah sebagai berikut :

(37)

28 Tabel 3.1

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan OPD Tahun 2017 – 2022

Tujuan Sasaran

Indikator Tujuan/Sas

aran

Target Kinerja Sasaran Pada Tahun

2017 OPD

(transisi) 2018 2019 2020 2021 2022 Sebelum Perubahan

Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan

Nilai Kesehatan BLUD RSUD Nyi Ageng Serang

A AA AB AB AA AA

RSUD Nyi Ageng Serang Sesudah Perubahan

Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan

Nilai Kesehatan BLUD RSUD Nyi Ageng Serang

A AA AA AA AA AA

RSUD Nyi Ageng Serang

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1164/MENKES/SK/X/2007 disebutkan bahwa tingkat kesehatan rumah sakit digambarkan dari hasil penilaian riil 3 (tiga) indikator yaitu indikator kinerja keuangan, indikator kinerja pelayanan serta indikator kinerja mutu pelayanan dan manfaat bagi masyarakat. Adapun penilaian tingkat kesehatan BLUD rumah sakit digolongkan menjadi :

1. Sehat, yang terdiri :

AAA apabila total skor sebsar 95

AA apabila total skor lebih besar dari 80<95 A apabila total skor lebih besar dari 65<80 2. Kurang Sehat, yang terdiri :

BBB total skor lebih besar dari 50<65 BB total skor lebih besar dari 40<50 B total skor lebih besar dari 30<40 3. Tidak Sehat, yang terdiri :

CCC total skor lebih besar dari 20<30 CC total skor lebih besar dari 10<20 C total skor lebih besar dari 10

(38)

29 C. Pendanaan

Tahun 2021 kebutuhan dana di RSUD Nyi Ageng Serang meningkat cukup tinggi terutama dana untuk operasional rumah sakit hal ini terutama karena situasi pandemi yang telah dimulai awal 2020 sehingga terjadi peningkatan kebutuhan operasional baik dalam bentuk obat-obatan maupun bahan lain.

Selain itu juga perlunya penambahan sarana prasarana unit layanan dan juga untuk pengembangan fisik rumah sakit.

Pelaksanaan program dan kegiatan rumah sakit pada saat ini sebagian besar dipenuhi dengan dana yang bersumber dari APBD, pendapatan BLUD dan Dana alokasi khusus (DAK).

Dana APBD digunakan untuk belanja tidak langsung yaitu untuk pembayaran gaji dan tunjangan PNS. Sedangkan pendapatan BLUD digunakan untuk membiayai operasional rumah sakit yaitu untuk belanja langsung dalam bentuk belanja pegawai, belanja barang dan jasa dan belanja modal. Sedangkan dana DAK lebih banyak digunakan untuk pembangunan fisik rumah sakit dan pembelian alat kesehatan.

Target murni pendapatan RSUD Nyi Ageng Serang pada tahun 2021 sebesar Rp 24.412.800.000,00 sedangkan target perubahan adalah sebesar Rp.30.241.500.000,00 dengan rincian sebagai berikut:

(39)

30 Tabel 3.2.

PENDAPATAN DAERAH 24.412.800.000,00 30.241.500.000,00 5.828.700.000,00

Pendapatan Asli Daerah 24.412.800.000,00 30.241.500.000,00 5.828.700.000,00 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 24.412.800.000,00 30.241.500.000,00 5.828.700.000,00

Pendapatan Dari BLUD 24.412.800.000,00 30.241.500.000,00 5.828.700.000,00

Hasil Kerjasama 15.800.000,00 3.500.000,00 -12.300.000,00

a. Parkir 12.500.000,00 2.500.000,00 -10.000.000,00

b. Pengelolaan Limbah 3.300.000,00 1.000.000,00 -2.300.000,00

Pendapatan Jasa Layanan Kesehatan BLUD RSUD

Nyi Ageng Serang 24.342.000.000,00 30.218.000.000,00 5.876.000.000,00

Pelayanan Klinik 24.292.000.000,00 30.008.000.000,00 5.716.000.000,00

a. Umum 3.350.000.000,00 3.230.000.000,00 -120.000.000,00

b. BPJS 19.692.000.000,00 19.500.000.000,00 -192.000.000,00

c. Jamkessos 600.000.000,00 300.000.000,00 -300.000.000,00

d. Jamkesda 0,00 0,00 0,00

e. Jasa Raharja 650.000.000,00 720.000.000,00 70.000.000,00

f. Jampersal 0,00 38.000.000,00 38.000.000,00

g. Kemenkes (COVID-19) th 2020 0,00 3.100.000.000,00 3.100.000.000,00

h. Kemenkes (COVID-19) th 2021 0,00 3.120.000.000,00 3.120.000.000,00

Pelayanan Non Klinik 50.000.000,00 210.000.000,00 160.000.000,00

a. Praktik Mahasiswa 50.000.000,00 210.000.000,00 160.000.000,00

Lain-lain pendapatan yang sah 55.000.000,00 20.000.000,00 -35.000.000,00

a. Jasa Giro 45.000.000,00 15.000.000,00 -30.000.000,00

b. Pembayaran denda dari BPJS 0,00 0,00 0,00

b. Lain-lain pendapatan yang sah 10.000.000,00 5.000.000,00 -5.000.000,00

Jumlah 24.412.800.000,00 30.241.500.000,00 5.828.700.000,00

USULAN PERUBAHAN TARGET PENDAPATAN RSUD NYI AGENG SERANG TAHUN 2021

SESUDAH PERUBAHAN

SEBELUM PERUBAHAN Lebih/kurang

NO Uraian

Usulan perubahan target pendapatan meningkat Rp.5.828.700.000,00 dengan mempertimbangkan potensi pendapatan berupa pencairan klaim pelayanan pasien covid-19 tahun 2020 dan 2021 kepada Kementerian Kesehatan dengan total Rp.5,220.000.000,00. Klaim tersebut diharapkan akan menjadi pendapatan rumah sakit pada semester II tahun 2021.

Selain itu terdapat perubahan target pendapatan yang berasal dari pasien umum (tanpa penjaminan), pasien BPJS dan pasien Jamkessos. Hal ini disebabkan adanya penurunan jumlah kunjungan pasien selama pandemi.

Demikian juga dengan pendapatan yang berasal dari jasa giro bank yang ditargetkan menurun karena penurunan saldo kas di bank akibat operasional rumah sakit yang meningkat.

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan Rencana Kerja Perubahan Badan Kesbangpol Kota Pangkalpinang tahun 2021 merupakan perwujudan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (clean

Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 disusun dengan mengacu pada sasaran dan prioritas pembangunan daerah, program

Rencana Kerja Perubahan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang adalah dokumen perencanaan untuk periode satu (1)

Perubahan Renja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bengkalis Tahun 2021 merupakan dokumen perencanaan yang penting dipedomani untuk memberikan arah bagi

Renja Kecamatan Lebaksiu Tahun 2021 merupakan dokumen perencanaan anggaran untuk periode 1 (satu) tahun yang disusun berdasarkan rancangan awal Rencana Kerja

Perubahan Renja Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis Tahun 2021 merupakan dokumen perencanaan yang penting dipedomani untuk memberikan arah bagi pelaksanaan program

Tujuan penyusunan Perubahan Rencana Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bengkalis Tahun 2021 adalah mengarahkan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi

Perubahan Renja Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bandung Barat adalah dokumen perencanaan untuk penyesuaian perencanaan tahunan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kabupaten Bandung