• Tidak ada hasil yang ditemukan

Managemen Kesan PKS terhadap isu Kenaikan BBM

BAB IV. Temuan dan Hasil Penelitian

TEMUAN DAN ANALISIS

A. Strategi PR PKS dalam Mereformulasi Citra Partai

1. Managemen Kesan PKS terhadap isu Kenaikan BBM

Dalam perspektif dramaturgis dari Erving Goffman, bahwa politisi kerap kali memunculkan sebuah drama dalam pementasan. Goffman memakai analogi drama sebagai perumpamaan peran yang selalu dilakukan oleh para politisi. Dalam bukunya yang berjudul The Presentation of Self in Everyday Life, Goffman menggambarkan bagaimana dasar teori untuk tampil di dunia sosial. Menurut

kegiatan individu-individu yang saling mempengaruhi tindakan mereka satu sama lain, ketika masing-masing berhadapan secara fisik”.79

Para aktor adalah mereka yang melakukan tindakan-tindakan atau penampilan rutin. Goffman menyaksikan bahwa individu dapat mempertunjukkan (show) bagi orang lain, tetapi kesan (impression) yang diperoleh khalayak terhadap pertunjukan itu bisa berbeda-beda. Dalam hal ini misalnya Goffman membagi kehidupan sosial ke dalam dua wilayah, yaitu: wilayah depan (front stage) dan wilayah belakang (back stage).80

Wilayah depan yaitu tempat atau peristiwa sosial yang memungkinkan individu menampilkan peran formal atau bergaya layaknya aktor yang berperan..81 Dapat disimpulkan bahwa wilayah depan merupakan dirinya yang bukan sebenarnya, karena selalu ada manipulasi diri untuk mencitrakan baik di hadapan publik, sedangkan panggung belakang adalah dirinya yang sebenarnya, karena dia akan sadar, bahwa tidak ada yang memperhatikannya, sehingga tidak akan mengubah reputasinya sebagai aktor.

Tidak lama dari kasus LHI muncul di ranah publik, Pemerintah mencoba untuk menaikan harga BBM bersubsidi. Pro kontra di DPR semakin memanas, baik dari pihak koalisi maupun oposisi. PKS yang merupakan partai koalisi dari kabinet Indonesia bersatu jilid 2, saat itu menjadi kontra dengan pemerintah yang ingin menaikan harga BBM bersubsidi, penolakan ini semakin keras, dan fraksi

79

Erving Goffman, The Presentation of Self in Everyday Life, (Garden City: Dobleday, 1959) hal. 15

80

Prof. Deddy Mulyana, Metode penelitian komunikasi, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008), hal. 38

81

PKS sangat “ngotot” kepada pemerintah agar tidak menaikkan harga BBM bersubsidi.

Gambar 4.182

Statement Andi Rahmat Anggota DPR RI fraksi PKS

PKS mengatakan bahwa hal itu terjadi bukan karena kepentingan politik yang sudah terjalin dalam koalisi, namun penolakan kenaikan BBM merupakan upayanya untuk menyuarakan aspirasi masyarakat untuk tidak menaikkan BBM bersubsidi yang akan dilakukan oleh pemerintah. Hal ini senada dengan apa yang di ungkapkan oleh Dedy sebagai Direktur Operasional Humas DPP PKS :

“Ketika ada di dewan berarti mewakili aspirasi rakyat, kita memiliki hitung-hitungan, jika BBM naik, rakyat akan makin sengsara, dan setelah kami hitung, ternyata tanpa naikpun itu bisa. Makanya kita memilih untuk tidak menaikkan BBM.urusan pemerintah ya pemerintah, urusan rakyat ya rakyat.”83

82

http://politik.news.viva.co.id/news/read/418097-alasan-pks-tolak-kenaikan-harga-bbm, di akses pada tanggal 30 Juni 2014, pukul 23.54 WIB

83

Wawancara pribadi dengan bapak Dedy selaku direktur operasional humas DPP PKS, di Sekretariat DPP PKS jakarta Selatan, 25 April 2014, pukul 13.45 WIB.

Namun di sisi lain, Mentri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring berkata lain, bahwa PKS sepenuhnya mendukung pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Tifatul sembiring menjelaskan bahwa rapat DPP PKS menghasilkan keputusan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM bersubsidi.

Gambar 4.284

Tifatul membawa nama DPP PKS untuk mendukung kenaikan Harga BBM bersubsidi

"Keputusan rapat DPP PKS dua hari lalu bahwa Fraksi PKS maupun DPP tidak boleh menolak sesuatu yang untuk kepentingan masyarakat seperti program BLSM, beras miskin, dan lainnya," kata Tifatul di sela-sela acara Forum Pemimpin Redaksi di Nusa Dua, Bali”85

84

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/06/14/moe5fz-tifatul-pks-dukung-kenaikan-bbm di akses pada tanggal 01 Juli 2014 pukul: 00.06 WIB.

85

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/06/14/moe5fz-tifatul-pks-dukung-kenaikan-bbm, diakses pada hari jum’at, 9 Mei , pukul . WIB

Hal ini menimbulkan polemik baik di kubu partai maupun di luar partai. Di dalam partai, pernyataan Tifatul sembiring di tentang oleh beberapa kader yang menolak kenaikan BBM bersubsidi, salahsatunya adalah ketua DPP PKS Nasir Jamil.

Gambar 4.386

Bantahan Nasir Jamil terhadap statement Tifatul mendukung kenaikan BBM

Menurut Nasir, sikap Fraksi PKS sudah sejalan dengan keputusan resmi partai. "Tidak ada pelanggaran keputusan Lembang. Sejak awal kami tolak kenaikan BBM dan konsisten mempertahankan," kata Nasir kepada wartawan di kompleks parlemen Senayan, Selasa (18/6).87

Dari beberapa pernyataan PKS di media memang sangat terlihat telah memainkan Dramaturgi dalam hal penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi.

86

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/06/18/mokwad-pks-bantah-langgar-instruksi-soal-kenaikan-bbm. di akses pada hari Selasa, 1 Juli 2014, pukul 01.55 WIB.

87

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/06/18/mokwad-pks-bantah-langgar-instruksi-soal-kenaikan-bbmdi akses pada hari jum’at, 9 Mei , pukul . WIB

Tifatul Sembiring memang memahami bagaimana posisinya sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang merupakan representasi dari partai di pemerintahan. Di sisi lain memang, ketakutan Tifatul Sembiring akan adanya

Reshuffle membuatnya berpikir ulang, jika menolak kenaikan BMM bersubsidi. Dari pihak Fraksi PKS di DPR RI, penolakan terhadap kenaikan BBM bersubsidi sangat jelas, sehingga adanya pertentangan kader yang duduk di pemerintahan dengan kader yang duduk di parlemen. Semuanya memiliki kepentingannya masing-masing.

Peneliti melihat bahwa Tifatul bagaimanapun merupakan kader dari PKS, namun di sisi lain, ia merupakan menteri dalam pemerintahan. Ia memainkan perannya dalam wilayah Front Stage atau Front Region (wilayah depan). Biasanya, ketika dia memainkan peran di depan media, ia selalu membawa panggung depan agar kinerjanya sebagai menter masih tetap kompak dalam kabinet Indonesia jilid 2. Hal ini membuat Tifatul berpikir untuk tidak berpihak kembali kepada Partai, namun dia berpihak kepada pemerintah dengan mempertimbangkan nasibnya di kursi pemerintahan. Jadi kepentingan Tifatul sembiring dalam mempertahankan argumentasinya untuk mendukung pemerintah, menjadi penting dalam menjaga posisi dirinya sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.

Tidak hanya Tifatul yang memainkan peran itu, Kader PKS yang berada di Parlemen pun memiliki tujuan yang sama untuk dapat menarik simpati dari masyarakat, bahwa PKS menolak kenaikan harga BBM dan berpihak kepada

rakyat. Permainan ini disebut dengan Dramaturgi (imperssion management) atau seirng kita dengar dengan pengelaloaan kesan.

Sudah kita ketahui bahwa, pasca tertangkapnya LHI oleh KPK membuat masyarakat kecewa terhadap kejadian tersebut. Namun, PKS mencoba untuk menampilkan sesuatu yang sekiranya diperhatikan oleh masyarakat banyak dalam kinerja yang dilakukan oleh PKS yang nanti akan disebarkan informasinya kepada seluruh kadaer PKS di masyarakat. Jadi kepentingan Fraksi PKS di dalam paelemen jelas, untuk meraihk citra positif dihadapan masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi masyarkat.

Dokumen terkait