dalam ribuan ton in thousands of ton
Produk 2011 2012 Product
Bubur kertas 2.206 2.412 Pulp
Kertas 844 933 Paper
luar negeri. Hal-hal yang sangat berpengaruh dalam pasar domestik dan internasional adalah merek dagang, kualitas produk, distribusi serta harga. Untuk itu, Perseroan harus melakukan upaya dalam berbagai bidang untuk meningkatkan kemampuan Perseroan agar dapat menghadapi persaingan dan mempertahankan posisi Perseroan sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terpadu terbesar di dunia. Salah satu upaya tersebut antara lain dengan mengembangkan produk-produk yang mempunyai nilai tambah tinggi dan ramah lingkungan.
Strategi Pemasaran dan Pangsa Pasar
Prospek industri pulp dan kertas dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang masih bergejolak. Dengan penerapan strategi yang tepat dan konsisten disertai dengan komitmen serta kerja keras dari jajaran manajemen dan seluruh karyawan, Perseroan akan meminimalisasi dampak krisis ekonomi global terhadap Perseroan. Dengan dukungan perekonomian domestik dan fokus ke pasar Asia dan Timur Tengah yang tingkat permintaannya terhadap produk Perseroan masih tinggi, Perseroan diharapkan mampu meningkatkan penjualan dan kineja keuangannya sehingga target pertumbuhan Perseroan dapat tercapai.
Pada tahun 2012, Perseroan mengekspor sekitar 49% produknya, terutama ke negara-negara di Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Eropa, serta Australia dan sisanya sebesar 51% untuk memenuhi permintaan pasar domestik.
Tinjauan Keuangan
Berikut adalah tinjauan kinerja operasional konsolidasian dan kondisi keuangan Perseroan pada tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 2011:
Laporan Laba Rugi
• Penjualan Bersih Konsolidasian
Penjualan terdiri dari penjualan pulp, kertas, kertas kemasan/industri dan produk lainnya. Penjualan bersih konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar US$
market. Things that play a great influence in domestic and international market are trade mark, product quality, distirbution and price. Therefore, the Company has to make some efforts in all aspects to enhance the Company’s ability in order to be able to confront the competition and maintain the Company’s position as one of the largest integrated pulp and paper producer in the world. One of the efforts is to develop products that has a high added value and environmentally friendly.
Marketing Strategy and Market Share
The prospect of pulp and paper industry will also be influenced by the economy condition that was still flares up. Therefore, appropriate business strategic must be implemented and we must attain commitment from all management levels and employees to constantly put their brst effort and hardwork so that the company will surely be able to lessen the global crisis impact and survive within the competitive market. More offer, with healthy domestic economy and high demand from the Asia and Middle East market, the Company is expected to be able to increase its sales and overall financial performance to achieve the Company’s business target in the future.
In 2012, the Company has exported approximately 49% of its products, mainly countries in Asia, USA, Middle East, Africa, Europe and Australia, and the remainders were 51% to meet the local market demand. Financial Review The following are the Company’s consolidated operational review and financial condition in 2012 compared to 2011: Income Statement • Consolidated Net Sales
The Company’s sales are derived from sales of pulp, paper, packaging and other products. The consolidated net sales of the Company for the year ended December 31, 2012, were US$ 2,518.1 million, a decrease of 1,63%
Pembahasan dan Analisa Manajemen
2.518,1 juta, turun sebesar 1,6% dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar US$ 2.559,9 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya harga jual produk Perseroan. Penjualan bersih konsolidasian per segmen terdiri dari produk kertas budaya dan pulp sebesar US$ 1.650,1 juta serta produk kertas kemasan/industri dan lain-lain sebesar US$ 868,0 juta pada tahun 2012 (masing-masing sebesar US$ 1.631,7 juta dan US$ 928,2 juta pada tahun 2011). • Beban Pokok Penjualan
Beban pokok penjualan terdiri dari biaya bahan baku, bahan penolong, biaya tenaga kerja dan biaya tidak langsung lainnya. Bahan baku utama dari produk Perseroan adalah kayu, pulp dan kertas bekas. Biaya tidak langsung lainnya terutama terdiri dari biaya kemasan, biaya reparasi dan pemeliharaan, depresiasi aset tetap, biaya energi, biaya transportasi, biaya listrik dan air. Beban pokok penjualan tahun 2012 sebesar US$ 2.190,3 juta mengalami penurunan sebesar 1,87% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$ 2.232,1 juta. Beban pokok penjualan bersih konsolidasian per segmen terdiri dari produk kertas budaya dan pulp sebesar US$ 1.404,1 juta serta produk kertas kemasan/industri dan lain-lain sebesar US$ 786,2 juta pada tahun 2012 (masing-masing sebesar US$ 1.450,5 juta dan US$ 781,6 juta pada tahun 2011).
• Laba Bruto Konsolidasian
Laba bruto konsolidasian Perseroan menurun sebesar 0,03% dari US$ 327,8 juta pada tahun 2011 menjadi US$ 327,7 juta pada tahun 2012. Penurunan ini sejalan dengan turunnya penjualan dan beban pokok penjualan Perseroan. Oleh karena penurunan beban pokok penjualan sedikit lebih besar dibandingkan dengan penurunan penjualan, akibatnya, margin laba bruto konsolidasian meningkat dari 12,8% menjadi 13,0% pada tahun 2012. Laba kotor per segmen terdiri dari produk kertas budaya dan pulp sebesar US$ 246,0 juta serta produk kertas industri dan lain-lain sebesar US$ 81,8 juta pada tahun 2012 (masing-masing sebesar US$ 181,2 juta dan US$ 146,7 juta pada tahun 2011). • Beban Usaha
Beban usaha terdiri dari beban penjualan dan beban umum
compared to 2011 amounted to US$ 2,559.9 million. This was mainly caused by the decrease in selling price of the Company’s products. Consolidated net sales per segment consists of paper and pulp products amounted to US$ 1,650.1 million and packaging products and others amounted to US$ 868.0 million in 2012 (amounted to US$ 1,631.7 million and US$ 928.2 million in 2011 respectively).
• Cost of Goods Sold
Cost of goods sold consists of raw material, indirect material costs, labor expenses and overhead expenses. Raw material costs consist of wood, pulp and waste paper. Overhead expenses mainly consist of packaging, repairs and maintenance expenses, depreciation of fixed assets, energy expenses, transportation expenses, water and electricity expenses. The cost of goods sold of the Company decrease from US$ 2,232.1 million in 2011 to US$ 2,190.3 million in 2012 or a decrease of 1.87%. Consolidated cost of goods sold per segment consists of paper and pulp products amounted to US$ 1,404.1 million as well as packaging products and others amounted to US$ 786.2 million in 2012 (amounted to US$ 1,450.5 million and US$ 781.6 million in 2011 respectively).
• Consolidated Gross Profit
The consolidated gross profit of the Company decreased by 0.03% from US$ 327.8 million in 2011 to US$ 327.7 million in 2012. This was in line with the decrease in net sales and cost of goods sold of the Company. Because of the decrease in cost of good sold is a bit higher than the decrease in sales, as a result, the consolidated gross profit margin increased slightly from 12.8% to 13.0% in 2012. Gross profit of paper and pulp products segment amounted to US$ 246.0 million and packaging products and others segment amounted to US$ 81.8 million in 2012 (amounted to US$ 181.2 million and US$ 146.7 million in 2011 respectively).
• Operating Expenses
Operating expenses consist of selling expenses and general
Pembahasan dan Analisa Manajemen
ongkos angkut, komisi, beban kantor dan gaji. Beban umum dan administrasi, terutama terdiri dari beban gaji, jasa manajemen dan profesional, beban kantor, dan penyusutan aset tetap. Beban usaha tahun 2012 sebesar US$ 258,2 juta meningkat sebesar 3,5% dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar US$ 249,4 juta. • Laba Usaha Konsolidasian Laba usaha konsolidasian Perseroan mengalami penurunan dari US$ 78,5 juta pada tahun 2011 menjadi US$ 69,6 juta pada tahun 2012 atau mengalami penurunan sebesar 11,3%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya laba bruto dan naiknya beban usaha. Perseroan mencatatkan laba usaha segmen kertas budaya dan pulp sebesar US$ 76,8 juta dan rugi usaha segmen kertas kemasan/industri dan lain-lain sebesar US$ 7,2 juta pada tahun 2012 (laba usaha masing-masing sebesar US$ 22,2 juta dan US$ 56,2 juta pada tahun 2011).
• Beban Lain-lain - Bersih
Beban lain-lain - bersih pada tahun 2012 sebesar US$ 37,4 juta mengalami penurunan sebesar 32,6% dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar US$ 55,5 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh naiknya laba selisih kurs – bersih dari US$ 5,1 juta pada tahun 2011 menjadi US$ 49,3 juta pada tahun 2012. Naiknya laba selisih kurs ini disebabkan oleh nilai mata uang Dolar Amerika Serikat yang menguat terhadap mata uang Rupiah dan Yen Jepang. Konversi liabilitas Perseroan dalam mata uang selain Dolar Amerika Serikat mengakibatkan adanya laba selisih kurs. • Pendapatan Komprehensif Lain-lain Selama tahun 2012 dan 2011, Perseroan tidak mencatatkan adanya pendapatan komprehensif lain-lain. • Laba Bersih Konsolidasian dan Laba Komprehensif Laba bersih konsolidasian dan laba komprehensif Perseroan meningkat sebesar 208,7% dari US$ 16,1 juta pada tahun 2011 menjadi US$ 49,7 juta pada tahun 2012. Hal ini terutama disebabkan oleh meningkatnya laba selisih kurs dan pengakuan manfaat pajak penghasilan Perseroan.
of freight expense, commission, office expenses and salaries. General and administrative expenses mainly consist of salaries, professional fees, office expenses and depreciation of fixed assets. Operating expenses increased from US$ 249.4 million in 2011 to US$ 258.2 million in 2012 or an increase of 3.5%.
• Consolidated Operating Income
The consolidated operating income of the Company decreased from US$ 78.5 million in 2011 to US$ 69.6 million in 2012, or a decreased of 11,3%. This was primarily due to a decrease in gross profit margin and an increase in operating expenses. The Company recorded an operating income of paper and pulp segment amounted to US$ 76.8 million and operating loss of packaging products and others segment amounted to US$ 22.2 million in 2012 (operating income respectively amounted to US$ 22.2 million and US$ 56.2 million in 2011). • Other Expenses - Net Other expenses – net decreased from US$ 55.5 million in 2011 to US$ 37.4 million in 2012 or a decrease of 32.6%. This was mainly due to the increase in gain on foreign exchange - net from US$ 5.1 million in 2011 to US$ 49.3 million in 2012. The increase of gain on foreign exchange was due to US Dollar value strengthened against Indonesian Rupiah and Japanese Yen. The conversion of the Company’s liabilities denominated in currencies other than US Dollar resulted to a gain on exchange. • Other Comprehensive Income During 2012 and 2011, the Company did not record any other comprehensive income. • Consolidated Net Income and Comprehensive Income
The Company’s consolidated net income and comprehensive income increased by 208.7% from US$ 16.1 million in 2011 to US$ 49.7 million in 2012. This was mainly due to an increase in gain on foreign exchange and recorded an income tax expense of the Company .
Pembahasan dan Analisa Manajemen
Laporan Posisi Keuangan • Aset
Pada tanggal 31 Desember 2012, jumlah aset konsolidasian Perseroan tercatat sebesar US$ 6.647,5 juta, naik sebesar 5,2% dibandingkan dengan 31 Desember 2011 sebesar US$ 6.318,8 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh naiknya aset lancar Perseroan sebesar 14,3% dari US$ 1.467,8 juta 31 Desember 2011 menjadi sebesar US$ 1.677,0 juta pada 31 Desember 2012. Peningkatan aset lancar terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah persediaan, kas dan setara kas, piutang usaha pihak ketiga dan pajak dibayar dimuka. Aset tidak lancar sebesar US$ 4.970,5 juta pada 31 Desember 2012 atau meningkat sebesar 2,5% dibandingkan 31 Desember 2011 sebesar US$ 4.851,0 juta. • Liabilitas Pada tanggal 31 Desember 2012, jumlah liabilitas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar US$ 4.574,7 juta, naik sebesar 6,5% dibandingkan dengan 31 Desember 2011 sebesar US$ 4.295,7 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh naiknya pinjaman bank jangka panjang dan beban masih harus dibayar. Liabilitas jangka pendek pada 31 Desember 2012 sebesar US$ 999,3 juta, menurun sebesar 28,0% dibandingkan 31 Desember 2011 sebesar US$ 1.388,0 juta terutama dsebabkan oleh berkurangnya jumlah kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun. Liabilitas jangka panjang pada 31 Desember 2012 sebesar US$ 3.575,4 juta, meningkat sebesar 23,0% dibandingkan 31 Desember 2011 sebesar US$ 2.907,7 juta terutama disebabkan oleh meningkatnya pinjaman bank jangka panjang. • Ekuitas Jumlah Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar US$ 2.072,8 juta, meningkat 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 2.023,1 juta. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya defisit sebesar US$ 49,6 juta dari US$ 171,9 juta pada tanggal 31 Desember 2011 menjadi US$ 122,3 juta pada tanggal 31 Desember 2012 selaras dengan perolehan laba bersih pada tahun 2012.
Statement of Financial Position • Assets
As of December 31, 2012, the consolidated total assets of the Company stood at US$ 6,647.5 million; an increase of 5.2% compared to Dec 31, 2011 amounted to US$ 6,318.8 million. This was mainly due to the increase of current assets of the Company from US$ $ 1,467.8 million on December 31, 2011 to US$ 1,677.0 million on December 31, 2012, or an increase of 14.3%. The increase of current assets was mainly due to an increase in inventories, cash and cash equivalents, trade receivable third parties and prepaid taxes. On December 31, 2012, non-current assets amounted to US$ 4,970.5 million, or an increase of 2.5% compared to December 31, 2011 amounted to US$ 4,851.0 million.
• Liabilities
As of December 31, 2012, the consolidated total liabilities of the Company stood at US$ 4,574.7 million, an increase of 6.5% compared to December 31, 2011 amounted to US$ 4,295.7 million. This is mainly due to an increase in long-term bank loans and accrued expenses. On December 31, 2012, short-term liabilities amounted to US$ 999.3 million, or a decrease of 28.0% compared to December 31, 2011 amounted to US$ 1,388.0 million. The decrease was due to a decline in the current maturities of term debts. On December 31, 2012, long-term liabilities amounted to US$ 3,575.4 million compared to December 31, 2011 amounted to US$ 2,907.7 million, or an increase of 23.0%, this was due to an increase long-term bank loans.
• Equity
As of December 31, 2012, total equity amounted to US$ 2,072.8 million; an increase of 2.5% compared to previous year amounted to US$ 2,023.1 million. This was due to a decrease in deficit of US$ 49.6 million from US$ 171.9 million on December 31, 2011 to US$ 122.3 million on December 31, 2012 in line with net income achievement in 2012.
Pembahasan dan Analisa Manajemen
Arus Kas Posisi kas dan setara kas per 31 Desember 2012 adalah sebesar US$ 141,2 juta, naik sebesar US$ 82,3 juta dibandingkan dengan 31 Desember 2011 sebesar US$ 58,9 juta. Penerimaan arus kas bersih tahun 2012 dari aktivitas operasi dan aktivitas pendanaan masing-masing sebesar sebesar US$ 160,1 juta dan US$ 266,8 juta, sedangkan penggunaan arus kas bersih untuk aktivitas investasi sebesar US$ 345,1 juta. Rentabilitas • Imbal Hasil Investasi
Imbal Hasil Investasi adalah kemampuan aset produktif perusahaan untuk menghasilkan laba bersih, yang dihitung dari laba bersih dibagi dengan jumlah aset perusahaan. Imbal Hasil Investasi Perseroan pada tahun 2012 sebesar 0,7%, sedangkan pada tahun 2011 sebesar 0,3%. Kenaikan Imbal Hasil Investasi ini disebabkan karena meningkatnya laba bersih pada tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 2011.
• Imbal Hasil Ekuitas
Imbal Hasil Ekuitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih, yang dihitung dari laba bersih dibagi dengan ekuitas. Imbal Hasil Ekuitas Perseroan pada tahun 2012 sebesar 2,4%, sedangkan pada tahun 2011 sebesar 0,8%. Kenaikan Imbal Hasil Ekuitas ini disebabkan karena meningkatnya laba bersih pada tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 2011.
Analisis tentang Kemampuan Membayar Hutang • Likuiditas Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi liabilitas jangka pendeknya, yang tercermin dalam rasio aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek perusahaan. Tingkat likuiditas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar 167,8% dan 105,7%. Kenaikan likuiditas disebabkan adanya peningkatan pada aset lancar perusahaan dan juga penurunan liabilitas jangka pendek. Peningkatan pada aset lancar terutama pada akun kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan dan pajak dibayar
Cash Flow
As of December 31, 2012, the cash and cash equivalents amounted to US$ 141.2 million, an increase of 139.7% compared with the beginning year of 2012 amounted to US$ 58.9 million. The receipt of net cash flows from operating activities and financing activities in 2012 amounted to US$ 160.1 million and US$ 266.8 million, while net cash flows used in investing activities of US$ 345.1 million. Rentability • Return on Investment Return on Investment is the Company’s ability to produce assets to generate net income, which is measured by dividing the net income to total assets of the Company. The Company’s Return on Investment was 0.7% in 2012 and 0.3% in 2011. The increase in Return on Investment was due to an increase in net income in 2012 compared to 2011. • Return on Equity
Return on Equity is the Company’s ability to generate a net income, calculated from net income to total equity. The Company’s Return on Equity was 2.4% in 2012 and 0.8% in 2011. The increase in Return on Equity was due to an increase in net income in 2012 compared to 2011.
Analysis of the Ability to Pay Debt • Liquidity
Liquidity is the Company’s ability to fulfill its short-term liabilities, as reflected in the ratio of current assets to short-term liabilities. The Company’s level of liquidity as of December 31, 2012 and 2011 was 167.8% and 105.7% respectively. The increase in liquidity was mainly due to the increase of current assets and a decrease of current liabilities as well, especially an increase in cash and cash equivalent, trade receivables, inventories as well as prepaid taxes
Pembahasan dan Analisa Manajemen
dimuka sedangkan penurunan pada liabilitas jangka pendek terutama disebabkan oleh turunnya pinjaman, wesel bayar dan obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. • Solvabilitas
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya, yang dihitung dari rasio jumlah seluruh kewajiban perusahaan, masing-masing terhadap jumlah aset dan terhadap ekuitas. Rasio seluruh kewajiban terhadap jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar 68,8% dan 68,0%. Rasio seluruh kewajiban terhadap ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar 220,7% dan 212,3%. Tidak terdapat perubahan yang signifikan pada tingkat solvabilitas tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 2011.
Kolektibilitas Piutang Usaha
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perseroan memiliki piutang usaha lancar masing-masing sebesar US$ 310,0 juta dan US$ 343,4 juta. Rata-rata umur piutang tersebut adalah 47 hari pada tahun 2012 dan 48 hari pada tahun 2011.
Pengelolaan Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan permodalan Perseroan adalah untuk mempertahankan rasio modal yang sehat agar dapat mendukung kelancaran usaha dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham. Perseroan mengelola struktur modalnya dan membuat penyesuaian-penyesuaian sehubungan dengan kondisi ekonomi dan karakterisik dari risiko usahanya. Tidak ada perubahan dalam tujuan, kebijakan dan proses, sama seperti penerapan tahun-tahun sebelumnya.
Perseroan memonitor struktur modalnya dengan menggunakan rasio utang terhadap ekuitas dimana total utang dibagi dengan ekuitas. Total utang ini adalah utang pokok dari pinjaman yang berbunga dan total ekuitas adalah total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non-pengendali.
and a decrease in loans, notes and bonds payable current maturities.
• Solvency
Solvability is the Company’s ability to accomplish all of its liabilities, which is measured by the debt to assets ratio and debt to equity ratio. The debt to assets ratio of the Company as of December 31, 2012 and 2011 was 68.8% and 68.0%, respectively. Debt to equity ratio in 2012 and 2011 was 220.7% and 212.3%, respectively. There were no significant changes on solvability level in 2012 compared to 2011.
Collectibility of Trade Receivables
On December 31, 2012 and 2011, trade receivables – current of the Company was US$ 310.0 million and US$ 343.4 million, respectively. The average age of receivables was 47 days in 2012 and 48 days in 2011.
Capital Management
The main objective of the Company’s capital management is to ensure that it maintains a healthy capital ratio to order to support its business and maximize shareholder value. The Company manages its capital structure and makes a adjustments with respect to changes in economic conditions and characteristics of its business risks. No changes have been made in the objectives, policies and processes as they have been applied in previous years. The Company monitors its use of capital structure using a debt-to-equity ratio which is total debt divided by total equity. Total debt represents interest bearing borrowings, while equity represents total equity attributable to owners of the parent and non-controlling interest.