• Tidak ada hasil yang ditemukan

Managing External and Internal Contacts (Mengelola Hubungan Eksternal dan Internal) 1. Apakah penyusunan Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir telah sesuai dengan kebutuhan

Dalam dokumen PEDOMAN WAWANCARA Pertanyaan (Halaman 23-29)

di UPT parkir?

Sudah sesuai. Perbagiannya juga sudah sesuai, ini juga lagi dibuat lagi ada pembaharuan ada dibuat nanti banyak lagi SOP yang harus dibuat di sini itu menyangkut nanti keuangan penagihan jadi banyak, kebetulan belum selesai dan apa saja saya kurang tau karena itu kami serahkan kepada konsultan karena perubahan lembaga kalau sekarang kan tidak terlalu banyak di UPT itu hanya SOP pemungutan retribusi parkir terus parkir nya itu retribusi nya terbagi dua ada yang TPE dan manual tapi untuk tahun-tahun gatau akhir tahun awal tahun 2020 yang jelas SOP nanti akan berubah karena Badan Layanan Umum artinya banyak seksi-seksi lainnya.

2. Apakah Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir sudah menjelaskan secara rinci tugas dan kewajiban dari seluruh pegawai UPT Parkir?

Sudah cukup jelas sesuai kebutuhan. Akan tetapi SOP yang untuk pegawai belum, hanya untuk kaitan dengan retribusi parkir saja, mangkanya karena ini apa karena ada perubahan lembaga nah itu belum, nanti dibikin nya sekalian lembaganya rubah nah artinya sampai saat ini kita diserahkan pada konsultan kaitan dengan kepwal, perwal, perda termasuk SOP.

3. Apakah pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku?

Pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan SOP, paling ada sedikit kendala dilapangan kaitannya sih dengan pengguna jasa parkir, seperti ada juru parkir yang belum memberikan bukti karcis, jadi kadang-kadang misalkan dikasi karcis pengguna jasa parkir nya tidak mau, misalkan ada yang minta karcis juru parkir nya tidak ngasih ya itulah dinamika dilapangan.

4. Bagaimana upaya untuk meningkatkan profesionalisasi kualitas pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?

Kita selalu mengadakan briefing ataupun apel pagi kemudian mengadakan pelatihan, bahkan abis lebaran ini nanti ada pelatihan dengan yang diadakan oleh kemenhub (kementerian perhubungan kalau gasalah tiga tahapan satu tahapan nya 90 juru parkir jadi ada 270 an nanti akan ada pelatihan untuk meningkatkan pelayanan segala macam nya itu. Yang diadakan oleh dinas perhubungan itu sifatnya pembinaaan kalau yang sekarang ini pelatihan kalau pembinana dan pelatihan itu bagaimana, kalau pembinaan lebih cenderung kepada sosialisasi kalau pelatihan itu lebih cenderung kepada teknis bahwa penggunaan mesin ini seperti ini, nanti kedepannya kan

misalkan diperkenalkan pemakaian hand heil, cara-cara tata parkir yang baik, pemberian materi, kalau pembinaan itu lebih kepada istilahnya sosialisasi membina.

5. Apakah ada pemberian penghargaan untuk pegawai maupun jukir yang telah mencapai target yang telah dilakukan?

Sampai saat ini tidak ada ya, tidak ada reward ya buat yang melebihi target, kedepannya kalau sudah BLU kita bisa menganggarkan kalau sekarang kan kita mempergunakan APBD untuk reward ini belum ada kode rekeningnya jadi kita belum bisa memberi lebihlah memberi reward kepada pegawai maupun juru parkir yang mecapai target.

6. Seperti apa pelatihan yang diberikan bagi pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?

Pelatihan yang dilakukan oleh UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung menggabungkan juru parkir dan kepala sektor. Ya itu seperti pemberian materi misalkan kepada juru parkir kebanyakan sih kita melatih juru parkir ya tata cara parkir yang benar terus tata cara ya termasuk pelayanan yang baik bagaimana. Pelatihan hanya mengikutsertakan 103 orang setiap tahun karena terbatas oleh anggran. Jadi ya pelatihannya berkaitan dengan tata cara parkir.

Transkrip Wawancara

Kepala Sektor Kawasan Taman Dewi Sartika Profil Informan

Nama/Inisial : TK

Posisi Jabatan : Kepala Sektor Kawasan Taman Dewi Sartika

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tanggal dan Waktu Wawancara : 23 Mei 2019/13:30 WIB A. Managing Policy Processes (Mengelola Proses Kebijakan) 1. Pihak mana saja yang bertanggung jawab atas retribusi parkir?

Yang bertanggung jawab atas retribusi parkir ialah UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung.

2. Apakah pembagian tugas dan tanggung jawab retribusi parkir sudah jelas?

Belum begitu jelas, atau dapat dikatakan hampir jelas, karena terkendala dengan SDM dari karyawan yang belum memahami dengan jelas tupoksi nya sehingga tugas dan tanggung jawab nya masih terkesan tumpang tindih.

3. Siapa saja yang bertanggungjawab melakukan pengawasan terhadap retribusi parkir?

Yang bertangung jawab melakukan pengawasan retribusi parkir adalah para kepala sektor.

4. Bagaimana komunikasi antar pihak yang mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?

Setiap sore hari bapak ambil setoran dari juru parkir, his itu setor ke bendahara sama kasih laporan ke kepala UPT. Laporannya lisan dan tertulis dalam bentuk kwitansi sama surat keterangan setoran. Ya kalau ada kendala dilapangan kita yang turun langsung ke lapangan.

Kemudian komunikasi antar pegawai maupun pegawai ke jukir cukup baik, walaupun ada kebijakan yang tidak terlalu dimengerti.

B. Managing Inter-Organizational Relations (Mengelola Hubungan Antar Organisasi) 1. Apakah pembagian tugas para anggota dalam retribusi parkir sudah jelas ?

Hampir jelas, karena terkendala dengan sumber daya manusia dari para anggota yang belum begitu memahami dengan jelas tupoksi masing-masing.

2. Bagaimana cara menciptakan kejelasan tugas dalam implementasi kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?

Salah satu cara untuk mengimplementasikan kejelasan kebijakan adalah dengan memberikan edukasi dan latihan-latihan juga sosialisasi yang sesuai dengan kebijakan tersebut. Kemudian biasanya kita selalu briefing setiap pagi bersama sama anggota dan beberapa juru parkir, dan juga

setiap bulan selalu ada rapat evaluasi dan kepala UPT suka menjelasakan lagi tugas setiap anggota.

3. Apakah sumber daya yang ada di dalam mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir sudah cukup?

Sumber daya yang ada sudah cukup.

4. Sarana dan prasarana apa saja yang disediakan dalam menunjang pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?

Sarana yang diperlukan, kalau untuk menjalankan yang tarif parkirnya naik terus per satu jam kita kekurangan alat pengukur waktu, jadi suka sulit mengetahui kendaraan parkir yang sudah lama, kadang-kadang ada yang parkirnya lama tapi bayarnya hanya 2000. Kemudian sarana berukutnya mesin parkir, terus prasarana dalam menunjang retribusi parkir adalah alat-alat salah satunya komputer dan internet.

5. Apakah ada sistem kontrak terhadap juru parkir?

Tidak ada kontrak terhdap juru parkir, karena disini juru parkir posisinya sebagai mitra UPT Parkir.

C. Managing External and Internal Contacts (Mengelola Hubungan Eksternal dan Internal) 1. Apakah penyusunan Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir telah sesuai dengan kebutuhan

di UPT parkir?

Kalau SOP sudah jelas, sesuai dengan kebutuhan.

2. Apakah Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir sudah menjelaskan secara rinci tugas dan kewajiban dari seluruh pegawai UPT Parkir?

Sudah bahwa SOP di UPT Parkir sudah menjelaskan tugas dan kewajiban dari seluruh pegawai.

3. Apakah pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku?

SOP yang berlaku belum sesuai dengan pelaksanaan retribusi parkir, karena masih terkendala non teknis, kemudian ada saja kesalahan dilapangan yang mana masih ada juru parkir yang belum memberikan bukti karcis dan belum menarik tarif progresif.

4. Bagaimana upaya untuk meningkatkan profesionalisasi kualitas pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?

Dengan memberikan pembinaan kepada juru parkir yang diadakan setiap tahun dan juga setiap tahun suka ada pelatihan baik dari UPT maupun Dishub. Ya diharapkan dengan ikut pelatihan dan pembinaan juru parkir dapat memungut tarif parkir yang sesuai dengan perda dan juga dengan diadakannya pelatihan dan pembinaan tersebut diharapkan dapat mencapai target yang telah ditentukan.

5. Apakah ada pemberian penghargaan untuk pegawai maupun jukir yang telah mencapai target yang telah dilakukan?

Untuk saat ini belum pernah diterapkan oleh UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung, tetapi nanti akan ada direncanakan kalau untuk pegawai sepertinya dengan memberikan nilai raport, kalau untuk juru parkir dengan adanya upah yang sesuai.

6. Seperti apa pelatihan yang diberikan bagi pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?

Pelatihan yang dilakukan dengan diberikan pengarahan langsung oleh pejabat terkait atau narasumber terkait mengenai perparkiran, pelatihan yang diadakan langsung dari UPT Parkir rekomendasi dari Dinas Perhubungan Kota Bandung dan pelatihan kepada juru parkir diharapkan pelaksanaan pemungutan retribusi parkir dapat berjalan sesuai dengan kebijakan dan target dari retribusi parkir dapat tercapai.

Transkrip Wawancara

Juru Parkir 1 Kawasan Taman Dewi Sartika Profil Informan

Nama/Inisial : TP

Posisi Jabatan : Juru Parkir 1 Kawasan Taman Dewi Sartika

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tanggal dan Waktu Wawancara : 23 Mei 2019/14:00 WIB A. Managing Policy Processes (Mengelola Proses Kebijakan)

1. Apakah pembagian tugas dan tanggung jawab retribusi parkir sudah jelas?

Oh sudah jelas, kita memungut retribusi parkir terus disetor ke mandor. ada apa-apa tanggung jawab selalu tanggung jawab tapi kan dilihat dulu begitu ada mobil cacat dikit foto dulu, soalnya kan ada pernah kejadian, bukan disini lecetnya tiba-tiba dia marah-marah saya suruh buka aja sisi TV kan akhirnya dia malu sendiri mana udah nunjuk-nunjuk saya kan disini kalau orang parkir disini berani bertanggung jawab kalau ada yang cacat asal kan disini, kalau diluar ngga bertanggung jawab kalalu di luar soalnya kan begitu mobil parkir ada yang cacat dikit saya fotoin dulu jadi sebelum dia negur saya udah ada bukti oh ini mobil begitu mobil datang udah gini, berarti pembagian tugas tanggung jawab misalkan harus ngapain aja itu udah jelas.

2. Bagaimana komunikasi antar pihak yang mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?

Kadang-kadang kan saya konfirmasi kalau-kalau ada-ada yang ngga izin tiba-tiba masang stker area parkir saya kan tegur saya kan orang lapangan jangan seenaknya kan kalau spanduk parkir area kan, kan saya disini bekerja dari dishub kalau ada izin ke saya gapapa, nah kalau komunikasi setiap hari sistemnya mandor suka datang kesini ada bagian-bagiannya dari orang dishub juga yakni dari UPT nya yaitu kepala sektor dan pas sudah datang kita kasih laporan sama setor, jadi bapak nyetor nya langsung kemana pak, ada orangnya itu dari dishub kepala sektor suka kesini perhari tiap hari. Dari kepala sektor, dishub itu juga dari pihak kepala sektor UPT nya.

B. Managing Inter-Organizational Relations (Mengelola Hubungan Antar Organisasi)

1. Apakah sumber daya yang ada di dalam mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir sudah cukup?

Ya kurang alat pengukur waktu, kita suka susah ngukur waktu supaya kasih tarif per satu jam, kemudian kalau soal retribusi mah gimana orangnya neng gitu-gitu aja sih disini kita rugi juga kalau lagi sepi yah motor 2000 mobil juga 2000 sejam kan kadang kalau mau ditegur kan serba salah, di tarif dikasih karcis juga gamau ya banyak yang gamau padahal tarif kecis sudah

ditetapkan di peaturan daerah kalau itu ngga ada yang minta sih kalau soal karcis pernah ya ada yang ngga ngasih pas keadaan sepi saya tegur dia minta karcis baru saya liatin aja bapak ini kok pingin gratisan gimana ini.

2. Apakah ada sistem kontrak terhadap juru parkir?

oh ngga disini tidak menggunakan kontrak, inimah sebagai mitra aja jadi berapa target misalkan target perhari berapa nah kelebihan nya baru untuk bapak, ya kalau upahnya biasanya kita ambil dari kelebihan setoran.

C. Managing External and Internal Contacts (Mengelola Hubungan Eksternal dan Internal)

Dalam dokumen PEDOMAN WAWANCARA Pertanyaan (Halaman 23-29)

Dokumen terkait