▸ Baca selengkapnya: pertanyaan wawancara tentang ekstrakurikuler
(2)(3)(4)PEDOMAN WAWANCARA
Pertanyaan INFORMAN
1 2 3 4 5 6 7
A. Managing Policy Processes (Mengelola Proses
Kebijakan)
1. Pihak mana saja yang bertanggung jawab atas retribusi parkir?
2. Apakah pembagian tugas dan tanggung jawab retribusi parkir sudah jelas?
3. Siapa saja yang
bertanggungjawab
melakukan pengawasan terhadap retribusi parkir?
4. Bagaimana komunikasi antar pihak yang mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
B. Managing Inter- Organizational Relations (Mengelola Hubungan Antar Organisasi)
1. Apakah pembagian tugas para anggota dalam retribusi parkir sudah jelas ?
2. Bagaimana cara
menciptakan kejelasan tugas dalam implementasi kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
3. Apakah sumber daya yang
ada di dalam
mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir sudah cukup?
4. Sarana dan prasarana apa saja yang disediakan dalam menunjang pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
5. Apakah ada sistem kontrak terhadap juru parkir?
Pertanyaan INFORMAN
1 2 3 4 5 6 7
C. Managing External and Internal Contacts (Mengelola Hubungan Eksternal dan Internal) 1. Apakah penyusunan
Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir telah sesuai dengan kebutuhan di UPT parkir?
2. Apakah Standar
Operasional Prosedur di UPT Parkir sudah menjelaskan secara rinci tugas dan kewajiban dari seluruh pegawai UPT Parkir?
3. Apakah pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku?
4. Bagaimana upaya untuk meningkatkan
profesionalisasi kualitas pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
5. Apakah ada pemberian penghargaan untuk pegawai maupun jukir yang telah mencapai target yang telah dilakukan?
6. Seperti apa pelatihan yang diberikan bagi pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Keterangan Informan:
1. Informan1: Kepala Unit Pelaksana Teknis Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung 2. Informan 2 : Staff Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian
3. Informan 3 : Pengelola Urusan Umum UPT Parkir 4. Informan 4 : Pengelola Parkir
5. Informan 5 : Kepala Sektor Kawasan Taman Dewi Sartika 6. Informan 6 : Juru Parkir Kawasan Taman Dewi Sartika 7 Informan 7 : Juru Parkir Kawasan Taman Dewi Sartika
Transkrip Wawancara
Kepala Unit Pelaksana Teknis Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung Profil Informan
Nama/Inisial : NH
Posisi Jabatan : Kepala UPT Parkir
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal dan Waktu Wawancara : 21 Mei 2019/10:30 WIB A. Managing Policy Processes (Mengelola Proses Kebijakan) 1. Pihak mana saja yang bertanggung jawab atas retribusi parkir?
Yang ini saya tanyakan itu pak, mengenai yang pertama itu pihak mana saja yang bertanggung jawab atas retribusi parkir baik itu di kawasan taman dewi sartika maupun keseluruhan? ya secara keseluruhan kan yang kaitan dengan retribusi ini kita semua bertanggung jawab dari juru parkir, kepala sektor sendiri kemudian ada bagian keuangannya ya yang secara khusus yaitu UPT dan Dinas Perhubungan kita semua bertanggung jawab atas retribusi ini, kalau pihak yang paling bertanggung jawab yang terkait itu pak berarti ada memang bener bagian-bagian nya gitu pak ? iya jadi itu tadi juru parkir kan sudah jelas SOP nya ya, dari juru parkir ke kepala sektor terus ke bendahara penerima itulah yang berkaitan langsung.
2. Apakah pembagian tugas dan tanggung jawab retribusi parkir sudah jelas?
Sudah jelas, karena kita ada tupoksi nya tugas pokok masing-masing jadi si A mengerjakan apa itu sudah sangat jelas.
3. Siapa saja yang bertanggungjawab melakukan pengawasan terhadap retribusi parkir?
Ini pengawasan apa dulu, kita ini ada pengawasan kaitan dengan retribusi itu berarti kan bicara uang ya, uang ya seperti nya saya sendiri sebagai pengawas internal ya tapi kalau secara lebih luas nya nanti kita setiap akhir tahun ini diaudit, diaudit sama inspektorat, BPK, nah ini pengawas yang sebenernya ya, kalau pengawas internal nya ya Kepala UPT, nah cuman kalau pengawas pengelolaan parkir, pengawas perparkiran nah ini kepala sektor ini yang berhubungan langsung dengan juru parkir dilapangan kepala sektor yang sudah melekatlah pengawasan di lapangan kemudian di dinas perhubungan sendiri ada PDKT Penertiban, ini lebih kepada tindakan ya nah kalau kepala sektor ini dia lebih kepada pengawasan, pengendalian dan pembinaan ya kalau yang bidang sendiri yang tadi itu lebih kepada penindakan, tindakan dan eksekusi nya, berarti pengawasan nya itu terkait semua-semua tentang retribusi nya atau gimana pak ? iya kalau retribusi ya itu tadi dari juru parkir yang mengawasi juru parkir ya kepala sektor nya itu ya, nah kepala sektor sendiri diawasi oleh pengelola parkir teknis dilapangan, di atas nya lagi ya kepala UPT yang memantau semuanya.
4. Bagaimana komunikasi antar pihak yang mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Pertama pihak yang mengimplementasikan ini dari dishub kemudian UPT Parkir baru ada dari setiap bidang-bidang itu, nah itu bagaimana komunikasi antar pihaknya apakah telah berjalan dengan baik, maksudnya terjalin jadi ngga ada tumpang tindih nya atau gimana gitu pak ? komunikasi sudah baik karena setiap hari juru parkir melapor keadaan kawasan dan dijalan dan menyetor ke kepala sektor dan kemuduian hasilnya dilaporkan kepada saya. Setelah itu perbulannya saya melapor ke dinas perhubungan, kemudian ya ngga ada tumpang tindih, karena kita perpegangan pada tugas pokok dan fungsi tadi jadi komunikasi nya sudah mengalir begitu saja gitu, ketika si A mengerjakan apa si B mengerjakan apa dia sudah mengalir begitu saja, kalaupun ada sifatnya isidentil ya si A membantu B ya itu sebenernya isidentil, kalau normalnya semuanya sudah mengalir ya ngga ada pekerjaan A dikerjain oleh si B ngga ada, tapi ketika misalkan kalau ada mendadak apa gimana mungkin bisa jadi terjadi ya pak ? iya itu sifatnya isidentil tadi apalagi kalau ada pemerintah kota mengadain event kita semua bekerja jadi satu tim penuh itu mengerjakan itu, jadi bukan pekerjaan yang sifatnya rutin.
B. Managing Inter-Organizational Relations (Mengelola Hubungan Antar Organisasi) 1. Apakah pembagian tugas para anggota dalam retribusi parkir sudah jelas ?
Sudah jelas, pembagian tugas anggota sudah sesuai dengan tupoksi nya masing-masing.
2. Bagaimana cara menciptakan kejelasan tugas dalam implementasi kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Langkah-langkah kejelasan nya, Agar semua anggota tetap disiplin, dilakukan briefing setiap pagi atau juga rapat mingguan atau bulanan untuk menjelaskan lagi tugas dari setiap anggota. Ngga juga karena kita ada payung hukum nya ya ada perwal ada kepwal ada perda jadi kita mengikuti itu saja ketika itu sudah kita jalankan ya itu tadi kita mengalir begitu saja karena masing-masing sudah melaksanakan tugasnya ya sudah semuanya mengalir jadi tidak ada lagi tumpang tindih.
3. Apakah sumber daya yang ada di dalam mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir sudah cukup?
Sumber daya yang ada masih kurang, kalau berkaitan dengan sumber daya khususnya personil gitu ya memang saya rasa kan masih kurang ketika saya evaluasi ini khususnya pembinaan dan pengawasan dilapangan 30 orang kepala sektor bisa mereka mengawasi sekota bandung jadi bisa dibayangkan beban kerja mereka berapa ya normalnya itu kan kita bekerja kan 8 jam, sehari, akan tetapi pegawai disini kan kadang-kadang dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam.
4. Sarana dan prasarana apa saja yang disediakan dalam menunjang pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Ya kalau bicara soal sarana dan prasarana nya yang ada untuk retribusi parkir banyak ya, dari alat tulis, karcis, plang tarif, dan marka parkir. terus kendaraan ya untuk mobilisasi baik kendaraan roda empat maupun roda dua gitu ya, terus sarana prasarana yang berkaitan langsung dengan retribusi parkir itu mesin parkir sendiri, terus kalau yang tunai gitu pak yang manual nah itu sarana prasara sebetulnya kalau dilapangan itu baik dari seragam nya seperti rompi parkir, sepatu kedepannya kita siapkan juga apa yang perlu disiapkan kita sedang mencari metode yang kemudian meminimalisir persentuhan orang dengan uang tapi tidak menutup gini kalau sekarang yang bisa digunakan cuma kartu e-money dan kartu lainnya itu baru ada 3 bank gitu ya kedepannya kita sedang mencari suatu formula yang orang itu bisa membayar pake apa saja bukan hanya dengan e-money, e-money oke bahkan pake gopay silahkan terus ovo, jadi apapun alat pembayaran bisa digunakan sehingga jujur saja tidak menutup mata ya ketika orang tidak menggunakan itu atau pengguna parkir membayar langsung kita tidak menjamin itu semua bisa saja tidak masuk kas daerah itu tadi kembali lagi ke pengawasan kita 30 kepala sektor mengawasi satu kota bandung sekarang ada yang disini pindah kesana, yang disana kesini.
5. Apakah ada sistem kontrak terhadap juru parkir?
Ada sistem kontrak, kalau yang juru parkir mesin itu mereka sudah dikontrak mereka sudah digaji, akan tetapi juru parkir manual (tunai) belum ada sistem kontrak. Juru parkir manual (tunai) yang bertugas disini hanya sebagai mitra dari UPT Parkir.
C. Managing External and Internal Contacts (Mengelola Hubungan Eksternal dan Internal) 1. Apakah penyusunan Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir telah sesuai dengan kebutuhan
di UPT parkir?
Standar Operasional Prosedur yang berlaku sudah sesuai dengan kebutuhan dari UPT sendiri dan sudah disusun oleh pihak UPT nya. Akan tetapi kembali lagi yang saya bilang tadi kembali lagi kepada personal nya kenakalan itu nah hal-hal seperti itulah yang ingin kita kikis dengan adanya penambahan kejelasan tadi karena itu kewajiban bahwa setiap pengguna jasa parkir harus menerima karcis.
2. Apakah Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir sudah menjelaskan secara rinci tugas dan kewajiban dari seluruh pegawai UPT Parkir?
Iya SOP yang di UPT ini sudah menjelaskan secara rinci tugas dari para anggota dan SOP ini sudah sesuai peraturan daerah kota bandung. Kemudian masing-masing baik dari organisasi yang di dalam ya sudah kita bina ya itu hampir tiap minggu bahkan kalau yang juru parkir ini memang sehari harinya memang berkaitan dengan kepala sektor ya tapi mereka juga setahun sekali kita kumpulkan biasanya 3 hari pembinaan jadi kalau mereka belum ngerti, jadi ngerti kebantu lah.
3. Apakah pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku?
Iya pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan SOP yang belaku. cuma ada kekurangan atau pelaksanan nya paling pak ? kurang nya tu gini ya taman dewi sartika ya karena itu banyak pegawai ya pegawai sendiri ngga sadar bahwa kewajibannya untuk bayar karena udah menggunakan jasa parkir mangkanya kedepan saya sudah dari tahun kemarin saya sudah mau masang peringatan booge jadi mau pegawai atau siapa cuman anggaran dana nya belum ada nggatau mungkin tahun ini bisa.
4. Bagaimana upaya untuk meningkatkan profesionalisasi kualitas pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
UPT rutin melakukan pelatihan dan pembinan kepada juru parkir dan kepala sektor setiap tahunnya. Karena jumlah juru parkir dan pegawai banyak, jadi mereka mengikuti pelatihan dibatasi. Kemudian begini kita yang jelas dari sehari hari ya kita melakukan pembinaan tiap apel kita kasih pembinaan satu minggu sekali kita evaluasi kemudian per 3 bulan kita evaluasi besar sekalian dengan menggali potensi nah kemudian kalau ada pelatihan-pelatihan kita selalu mengirimkan pegawai kita tapi memang dalam setahun gabisa banyak sih karena bukan hanya dari kita saja dari bidang-bidang lain juga mengirimkan jadi ya paling kita 3 atau 4 orang.
5. Apakah ada pemberian penghargaan untuk pegawai maupun jukir yang telah mencapai target yang telah dilakukan?
Pemberian penghargaan tidak ada di UPT, karena anggaran tidak ada, kemudian iya ngerti lah itu yang saya singgung tadi saya baru bikin aturannya. karena saya kan dari tahun 2017 ya mirislah ngelihatnya karena mereka bekerja padat ya, nah ketika saya coba gali ternyata memang tidak ada payung hukumnya mangkanya dengan adanya BLU ini dan dengan aturannya karena aturan kan cukup akurat seperti aturan walikota sehingga kedepannya kita berharap adalah sedikit penghargaan ya mirislah, miris ya saya kan disini kadang-kadang sampe malam terus pegawai- pegawainya juga belum pulang bekerja sampe malam soalnya kalau khususnya yang manual ini ya ngga langsung ditagih dibesokkan gitu ya setoran itu akan berkurang dari juru parkirnya mangkanya dikejar sampe malam apa isentif mereka bekerja sampe malam dari jam 5 sampe jam 9 malam kadang kasian gitu mudah-mudah an ya kedepannya ada sedikit perubahan lah, berarti memang ngga ada sama sekali ya pak ? iya belum ada.
6. Seperti apa pelatihan yang diberikan bagi pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Pelatihan yang diberikan kepada juru parkir berupa pelatihan memakirkan kendaraan yang benar, karena sering kali kendaraan yang masuk dan keluar malah menimbulkan kemacetan. Selain itu
menjelaskan tugas yang harus dilakukan oleh juru parkir, seperti mengetahui tarif dan kewajiban memberikan bukti karcis parkir. kemudian materi nya terkait materi ataupun yang lainnya.
Transkrip Wawancara
Staff Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian Unit Pelaksana Teknis Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung
Profil Informan
Nama/Inisial : JK
Posisi Jabatan : Staff Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian UPT Parkir
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal dan Waktu Wawancara : 21 Mei 2019/15:00 WIB A. Managing Policy Processes (Mengelola Proses Kebijakan) 1. Pihak mana saja yang bertanggung jawab atas retribusi parkir?
Ya kita itu bidang retribusi beda dengan pajak kan ya, nah sekarang yang ditanyakan mungkin yang bertanggung jawab disini ya pimpinan UPT Parkir yaitu kepala UPT Parkirnya, dalam hal ini dinas perhubungan dibidangi oleh UPT Parir, kemudian dari kepala UPT nanti baru dikasihkan ke bawahan seperti itu TU nah seperti itu susunan-susunan nya disini tu ada dua aja kepala UPT sama kepa TU itu struktur organisasi pegawai nya itu ada dua atasan nah kebawahnya itu ya itu staf-sataf.
2. Apakah pembagian tugas dan tanggung jawab retribusi parkir sudah jelas?
Ya sudah jelas, pembagian tugas yang dilaksanakan sesuai dengan tupoksi nya masing-masing, sesuai dengan bidang nya dan sesuai dari kebutuhan.
3. Siapa saja yang bertanggungjawab melakukan pengawasan terhadap retribusi parkir?
Yang melakukan pengawasan terhadap retribusi parkir itu otomatis kepala sektor yang bertanggung jawab ya baik penanganan dilapangan masalah apa terus dia nanti ke sekretariat selanjutnya ke tata usaha nanti dari pak TU baru ke UPT tapi kadang-kadangdisini fleksibel sih bisa langsung juga gimana kebutuhannya aja lagi ada pimpinan ya pimpinan sementara ya tapi itu sebetulnya tatanan harus dilaksanain ya sebetulnya kayak dari secretariat kemudian ke orang- orang TU, berarti itu tu dari kepala sektor abis itu ke TU baru secretariat nanti baru melaporkan kalau ada apa-apa nanti dari pihak sekretariat baru menyampaikan ke kepala TU sekretariat itu sekretaris lah ya, baru nanti ke kepala UPT cuma sekarang kan media sosial main kalau dulu kan belum begitu sekarang kan ada kalau misalkan ada masalah ada apa dari konsumen dia langsung ke pimpinan tapi nanti pimpinan itu langsung lewat medos juga dia langsung ke yang bersangkutan misalkan ada masalah di jalan apa misalkan pas kator nya si A nah nanti si A yang menangani jadi laporan lagi lewat media sosial lagi.
4. Bagaimana komunikasi antar pihak yang mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Disini ada kepala sektor, nanti juru parkir melapor kepada kepalas sektor, kenudian melapor ke kepala UPT, nanti perharinya UPT melaor kepada dinas perhubungan, kemudian kemudian ya itu semua untuk mengkomunikasikan masalah retribusi parkir ya dari atas dari kepala UPT ke bawah dari kepala UPT ke bawah (staf-staf) nah nanti bawahan itu dalamnya ada sekretaris ada kepala sektor nya, tapi yang lebih utama yang kepala sektornya bagian lapangannya kecuali nanti kalau ada pembinaan-pembinaan nah itu baru pihak dalam yang menyampaikan langsung ke juru parkir.
B. Managing Inter-Organizational Relations (Mengelola Hubungan Antar Organisasi) 1. Apakah pembagian tugas para anggota dalam retribusi parkir sudah jelas ?
Iya sudah jelas balik lagi ya kita sih bidang nya cuma sedikit ya kepala sektor bidang lapangan terus disini sekretariat bagian umum gitu ya mencakup untuk barang, logisltik nya udah itu aja.
2. Bagaimana cara menciptakan kejelasan tugas dalam implementasi kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Cara menciptakan kejelasan tugas melalu rapat, rutinitas dilakukan perminggu atau perbulan, kemudian misalkan ada wacana-wacana apa yang perlu disampaikan paling kita ya itu lewat media sosial seperti WA dulu diumumkan ada rapat jam sekian baik itu mau dadakan bisa misalkan besok jam sekian ada rapat disapaikan di medsos misalkan kalau ada lokasi parkir yang istilahnya mau dipakai untuk kepentingan negara itu harus dikosongkan itu ditangani oleh pihak- pihak yang terkait satu mandornya yang diarea itu mau gamau harus hadir nanti dibantu sama dari staf nanti siapa.
3. Apakah sumber daya yang ada di dalam mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir sudah cukup?
Sumber daya manusia nya masih belum cukup, Ya tentu ngga banyak pasti ada kekurangan kita juga disini lagi tahap belajar kemudian juga baru untuk mesin ya, ya disini kita ada dua fokus manual sama yang mesin tapi insyaAllah lah dimana ada kemauan kita mau belajar bisa.
4. Sarana dan prasarana apa saja yang disediakan dalam menunjang pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Banyak sarana dan prasaranya banyaklah yang menunjang disamping karcis itu sendiri karena banyak konsumen yang membutuhkan ada konsumen yang tidak membutuhkan ya tapi tetep diharuskan memberikan karcis setiap kendaraan parkir buktinya sobek karcis karena sebagai bukti berapa yang dikeluarin berapa yang masuk karena banyak konsumen yang ngga mau minta jadi dalam hal ini kita juga kendala nya itu diluar lapangan, yaitu konsumen sebetulnya kalau semua konsumen itu apa salahnya ya minta karcis, selain karcis sarana ya itu atribut juru parkir otomatis ya seperti topi, peluit, kemudian baju, jas hujan ya kadang dilapangan itu kadang hujan kadang panas, kalau dulu itu ada payung kalau sekarang belum lah ya nanti kedepannya payung jas hujan
untuk juru parkir untuk konsumen, mau panas bisa dipayungin mau hujan apalagi bisa dipayungin terus sepatu. Disamping atribut semua pakaian lengkap juru parkir sama payung dan jas hujan ya karcis juga.
5. Apakah ada sistem kontrak terhadap juru parkir?
Untuk manual itu memang bukan kontrak gimana ya mitra jatuhnya, harian lepas bukan dibawah UPT, dulu memang pernah kontrak cuma memang tiap tahun ada beda-beda orang lagi, akhirnya dibikin mitra nah cukup satu kali kemudian di lapangan itu ngga segampang orang merencanakan.
C. Managing External and Internal Contacts (Mengelola Hubungan Eksternal dan Internal) 1. Apakah penyusunan Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir telah sesuai dengan kebutuhan
di UPT parkir?
Iya sesuai SOP nya kita udah ada bikin SOP udah sesuai dengan tugas-tugas pegawai maupun juru parkir nya, apasih yang mereka butuhkan sama kita juga udah dibuat, gimana teknis kerjanya istilah nya dimulai dari perangkat apa yang dibutuhkan sudah jelas sudah dituangkan di SOP nya.
2. Apakah Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir sudah menjelaskan secara rinci tugas dan kewajiban dari seluruh pegawai UPT Parkir?
Iya itu SOP udah untuk pegawai, juru parkir sesuai dengan fungsinya dan sesuai dengan kebutuhan, berarti udah dijelaskan secara rinci ya pak ? iya udah.
3. Apakah pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku?
Terus pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku? kan SOP nya udah ada yang SOP retribusi parkir manual maupun parkir nah kalau manual kan itu dari pengguna parkir itu diberikan karcis sama juru parkir ya pak cuman kan kadang banyak dilapangan terjadi diluar yang diinginkan ? Pelaksanaan nya ada hambatan, seperti untuk pemberian karcis kebanyakan pengguna jasa parkirnya yang tidak mau menerima karcis.
Untuk juru parkir yang tidak memberikan karcis kita menegur juru parkir tersebut, kemudian nah itu emang sih kadang-kadang kita sulit juga ya tapi yang penting mah aman tidak menyalahi aturan terlalu jauh. jadi kalau di SOP nya kan si juru parkir wajib ketika kendaraaan itu masuk ya wajib ya untuk mengatur jangan sampe masuk didiemin ntar keluar mau retribusi nya jadi juru parkir mengatur sudah rapi baru dikasih kan karcis ke pengguna jasa parkirnya begitu di SOP nya ya sudah dikasihin karcis nah belum bayar jangan dulu bayar nanti pas pulangnya baru diambil karcisnya disobek diujungnya jadi jangan sampe mobil atau motor itu dicuri orang itu untuk keselamatan kendaraan itu ya atau untuk motonya nah kebanyakan memang dilapangan orang udah terbiasa ya baik pengguna jasa parkir baik juru parkir, parkir ada yang bayar duluan ada yang ngga nanti pas keluar cukup oh iya pak udah tanpa melihat SOP kadang ada juga yang ngga
ngasih, jadi akhirnya si juru parkir itu kadang-kadang dikit setoran ya kita subsidi silang lah yang maksudnya ngasih bayar parkir nya lebih anggap itu nutupin yang ngga bayar.
4. Bagaimana upaya untuk meningkatkan profesionalisasi kualitas pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Ya untuk meningkatkan profesionalisasi itu ada yaitu dengan mengadakan brieifing, kemudaian mengadakan pembinaan dan pelatihan setahun sekali itu ada cuma kapasitasnya kadang dibatasi ngga semuanya setengahnya lah nanti gantian pembinaan selanjutnya setengah nya lagi itu pelatihan dan pembinaan nanti disosialisasikan semacam perda, perwal, kepwalnya si juru parkir pun harus tau iya sosialisasi tentang aturan, kepwal, perwal maupun SOP nya misalkan begini- begini nanti ada dijelasin, Alhamdulilah memang selama ini hampir semua lah apa yang tercantum tertera kadang-kadang dilapangan beda tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.
5. Apakah ada pemberian penghargaan untuk pegawai maupun jukir yang telah mencapai target yang telah dilakukan?
Sementara tidak ada, dulu sih pernah cuman sekarang itu memang itu harus benar-benar di telaah lagi dihitung jangan sampe ada perbedaan, Pada saat UPTD Parkir masih bernama Badan Pengelola Parkir, sistem reward and pemberian hadiah atau penghargaan untuk pencapaian target pernah diterapkan, namun saat ini sistem itu tidak diterapkan lagi, jika persentase pengasilan nya besar, rame kalau saya kan sepi ga akan punya penghargaan nah jangan sampe ada yang seperti itu nah itu bener-bener kita perhitungannya jadi yang kecil berapa persentasi nya yang besar berapa persentasenya setorannya gimana nanti baru dihitung jangka sekiang dengan volume kendaraan sekian nah setoran nya bisa masuk sekian yang kecil pun sama jangan ada perbedaan.
6. Seperti apa pelatihan yang diberikan bagi pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Iya itu ada pemberian materi atau pengarahan dari narasumber itu dari pihak kepolisian ada terus dari pejabat-pejabat yang memberi bahasan kaitannya dengan parkir, tata cara parkir jalan, maupun lalu lintasnya, dari kejaksaan juga ada jadi mereka tau kalau begini salah begitu salah, kemudian kepala sektor juga diikut sertakan dalam pelatihan ini, terus disamping itu pernah juga ada outbound juga jadi untuk refreshing menyadari bahwa mereka itu ada dibawah naungan pemerintahan dishubnya, kemudian ada pendidikan yaitu nginep dihotel satu malam.
Transkrip Wawancara
Pengelola Urusan Umum Unit Pelaksana Teknis Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung Profil Informan
Nama/Inisial : WI
Posisi Jabatan : Pengelola Urusan Umum UPT Parkir
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal dan Waktu Wawancara : 21 Mei 2019/11:30 WIB A. Managing Policy Processes (Mengelola Proses Kebijakan) 1. Pihak mana saja yang bertanggung jawab atas retribusi parkir?
Kalau dulu kan di bagian umum (bagum) pemkot sekarang itu kan taman dewi itu diserahkan ke dinas perhubungan yang dikelola oleh upt, mangkanya yang bertanggung jawab penuh itu upt parkir, pihak mana aja ya kalau kita yang udah kelola berarti upt parkir dengan juru parkir, karna juru parkir itu kan kita rekrut bekerja disitu untuk bekerja disitu untuk menjaga parkir. di UPT nya ada kepala sektor yang megang taman dewi sartika itu siapa nanti dari kepala sektor langsung ke atas ke kepala UPT. Berarti udah dari dishubnya ke UPT kemudian dari jukir payung terakhir.
2. Apakah pembagian tugas dan tanggung jawab retribusi parkir sudah jelas?
Ya pembagian tugas dan tanggung jawab sudah jelas disini tupoksinya, ya kalau kepala sektor kan memfasilitasi pemungutan retribusi parkir terus melakukan pengawasan, pembinaaan juga terus juru parkir nya melakukan pelaksanaan pengelolaan perprakirannya, menata lah, seperti parkir nya harus gimana terus menarik retribusi nya sesuai dengan tarifnya yang ada di peraturan daerah kota bandung, kemudian juru parkir menyetor kepada kepala sektor kemudian kepala sektor menyetor kepada bendahara, ya sesuai dengan SOP nya aja dijalankan.
3. Siapa saja yang bertanggungjawab melakukan pengawasan terhadap retribusi parkir?
Terutuma dari atasan kepala terus baru kepala sektor, yang pertama sih kepala sektor yang kedua nanti lanjut ke kepala terus itu juga kan dinas juga ikut bertanggung jawab melakukan pengawasan dinas perhubungan bagian penertiban dan transpotasi itu melakukan pengawasan juga terhadap juru parkir dari dishubnya dimana ada pelanggaran ya mereka tindak ya tapi kordinasi juga sama kita apakah ini juru parkir resmi tidak ditanya-tanya juga, biasanya kalau resmi dilimphakan ke upt, kemudian dilakukan pembinaan, terus kalau yang liarnya mereka tindak, pengawasan ya itu kita dari dinas juga ada dari upt ada, kalau dari UPT nya dari atasan terus ke kepala sektor.
4. Bagaimana komunikasi antar pihak yang mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Kalau komunikasi dilakukan dari bawahan ke atasan dalam bentuk laporan sedangkan dari atasan ke bawahan dalam bentuk komando, perintah atau instrukri kemudian komunikasi antara pegawai
sama juru parkir ya kan kepala sektor khususnya kepala sektor ya disinikan tiap hari mereka kepala sektor itu langsung kelapangan tiap hari untuk memonitoring pemungutan retrisbusi parkir, mangkanya disitu kan terjalin komunikasi ya mungkin tidak secara formal sih, ya pasti non formal, nonformal, kalau formal itu kan, biasa formal itu kalau jarang sih kalau formal mah, banyaknya informal ya karena kan, formal ya kalau ada kendala dilapangan juru parkir kesini mengahadap kesini laporan, pertama lapor dulu ke kepala sektornya, karena hubungan itu kalau di struktur organisasi kan hubungannya dari kepala sektor langsung ke kepala upt, berarti dari jukir ke kepala sektor kemudian dari kepala sektor langsung ke kepala upt.
B. Managing Inter-Organizational Relations (Mengelola Hubungan Antar Organisasi) 1. Apakah pembagian tugas para anggota dalam retribusi parkir sudah jelas ?
Ya pembagian tugasa para anggota sesuai sudah jelas, karena kan sesuai dengan tugas masing- masing ya tupoksi masing-masing ya itu jadi dijalankan tupoksi nya, ya selama ini ya berjalan sesuai dengan tupoksinya. Tapi ada ngga yang misalkan kekurangan atau gimana gitu pak atau emang sepenuhnya berjalan, ya kalau dilapangan gini kadang kala normatif lah sesuai dengan prosedur, kadang kala kan dilapangan itu sulit ada hal-hal yang ya diluar prosedur ya itu kadang itu harus dilaksanakan ya mangkanya itu sih, normative ya semacam inilah tarif porgresif secara peraturan perda itu udah diatur udah jelas perjam nya berapa, cuma banyak pelaksanaannya tidak sesuai, iya karena kan kalau kita sesuai progresif mungkin masyarakat juga banyak yang ngeluh ya mangkanya juru parkir juga ngambil inisitaif ya udah tarik biasa aja memungutnya ya gitu, itukan diluar apa prosedur, ya semacam itulah, dari pada ga bayar sama sekali kan, kita juga kalu tarif progresif mereka ngeluh mereka ngga nerima padahal kan udah ada peraturannya nya gitu kan pak.
2. Bagaimana cara menciptakan kejelasan tugas dalam implementasi kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Ya agar para anggota melakukan atau menciptakan tuganya dengan baik, pada setiap pagi hari dilakukan apel dan briefing. Karena awalnya sih parkiran kan kita mengikuti awal kebijakan kita ngikutin mereka mangkanya, tapi sedikit-sedikit perlahan kan dirubah tarifnya progresif kan, dulu kan ngga ada tarif progresif, terus ada kebijakannya itu biasanya komunikasi antara kepala sektor sama juru parkir itu, juru parkir kan tiap tahun ada pembinaaan nah dalam pembinaan itu kita suka sosialisasi ke juru parkirnya, mulai dari kebijakan didalam peraturan itu, khusunya di taman dewi sartika.
3. Apakah sumber daya yang ada di dalam mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir sudah cukup?
Sumber daya manusia yang ada sudah cukup untuk melakukan pemungutan retribusi parkir akan tetapi ya tidak bisa dipungkiri lah ini untuk secara umum ya, kita gini ya karena sdm kan masing- masing beda-beda terus, terutama di dalam juru parkir banyak yang dari awal dari tahun awal ada parkir dan itu kerja ya sdm nya kan ada usia lanjut, ya yang diharapkan sdm sdm yang masih fresh la yang daya pikirnya udah bagus karena ini kan orang-orang dulu ya, ya mungkin belum ngerti juga hal-hal kalau kita ada perubahan apa sistem perubahan aturan itukan kadang orang yang dulu itu ngga bisa nerima kurang karena mungkin kan mindset nya juga terus ya sumber daya nya masih kurang, kedepannya sih ketika ada penggantian-penggantian regenerasi lah sdmnya sdm yang mumpunilah, karena disinitu tapi banyak pegawai sdm nya itu yang udah lama berarti ya pak, hampir sama lah jukir juga sama yang pegawai juga sama, masih pegawai–pegawai yang dulu.
4. Sarana dan prasarana apa saja yang disediakan dalam menunjang pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Sarana prasarana yang pertama karcis ini bicara manual ya, manual yaitu karcis terus yang kedua nya itu untuk sarana juru parkir nya seragam, KTA, terus untuk dijalannya ada marka parkirnya terus ada papan petujuk parkir itu sarana yang harus ditunjang kegiatan penyelanggaran retribusi parkir, terus selain itu ya itu sih sebagai penunjang retibusi parkir itu karcis marka petunjuk, ya juru parkir nya seragam, KTA, marka parkir, papan petunjuk parkir, rambu parkir, sebenernya sih udah kalau sekarang udah bersatu sama papan petunjuk parkir papan petunjuk plank tarif diatasnya ada P nah itu rambunya.
5. Apakah ada sistem kontrak terhadap juru parkir?
Ya karena mesin itukan uang itu masuk dari pengguna jasa parkir kan pake kartu kan masuk ke mesin ni jadi juru parkir itu tidak punya penghasilan, karena tidak punya penghasilan berarti kita harus gaji untuk mengeluarkan gaji syaratnya itu harus kita kontrak, sedangkan kalau yang manual itu kan uangnya ada dimereka kita kasih target jadi statusnya masih mitra tidak ada kontrak. mangkanya kita sebut sebagai mitra, jadi disini tidak ada sistem kontrak.
C. Managing External and Internal Contacts (Mengelola Hubungan Eksternal dan Internal) 1. Apakah penyusunan Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir telah sesuai dengan kebutuhan
di UPT parkir?
Ya untuk SOP saat ini sih udah sesuai dengan kajian yang telah dilakukan UPT, nantikan seiring berjalananya pasti ada perubahan-perubahan lah, perubahan sistem nya karena kita kan pingin yang terbaik, pengen ada perubahan-perubahan untuk yang lebih baik lah, nah disitu kan SOP mau gamau harus dirubah juga ya contohnya misalkan ni yang manual ni kita untuk itukan ditarget juga ni, untuk meningkatkanya gimana sih, karena kita kalau sistem sekarang ini tidak
akan naik-naik sampe kapan juga, mangkanya harus ada perubahan sistem, kan udah ada teknologi kita pake teknologi misalkan yang manual jadinya pake mesin.
2. Apakah Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir sudah menjelaskan secara rinci tugas dan kewajiban dari seluruh pegawai UPT Parkir?
Alur awalnya dari pemungutan retribusi parkir terus ke juru parkir, juru parkir ke kepala sektor, kepala sektor sebagai penerima setoran kemudian terakhir disetorkan ke bank sudah sesuai alur dari SOP.
3. Apakah pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku?
Pelaksanaan pemungutan retribusi parkir sudah sesuai dengan SOP yang berlaku, cuma dilapangan itu balik lagi ke juru parkir karena masalah ini kan dilapangan kadang juru parkir belum memberikan bukti karcis, itu aja sih yang belum sesuai cuma satu karcisnya, kan harusnya ketika pengguna parkir masuk diberikan bukti karcis inikan kadang pas pulangnya baru dikasih karcis.
4. Bagaimana upaya untuk meningkatkan profesionalisasi kualitas pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Untuk meningkatkan kualitas, yang pertama upt memberikan pelatihan dan pembinaan, selain itu kemajuan teknologi ya, teknologi berperan serta juga jadi sistem pengawasan dan pengendalian nya kita pake teknologi semacam contohnya berapa setoran yang didapat, input nya pake teknologi, pake aplikasi lagi kan sekarang udah pake smartphone jadi nanti laporan nya juga pake smartphone jadi ketauan bisa jadi ada yang masuk kantong, kemudian ada pembinaan bagi anggota.
5. Apakah ada pemberian penghargaan untuk pegawai maupun jukir yang telah mencapai target yang telah dilakukan?
Kalau untuk pegawai sudah diberikan sesuai haknya, kalau juru parkir belum ada, kalau pegawai sudah otomatis seperti gaji ataupun tunjangan, karena sekarang sudah ada tunjangan kinerja jadi semua all ini disitu, jadi mangkanya pegawai pemkot itu mau gamau harus melaksanakan kinerjanya sesuai dengan targetan nya itu, kalau juru parkirnya untuk saat ini belum, rencana nya kedepannya sih untuk yang dapat gaji sesuai umur, Karena untuk saat ini belum umr, ya kedepannya nanti ada tunjangan kesehatan sama tunjangan tenaga kerja. Pegawai ya itu all ini kan semua sekarang ya hampir sama kaya polisi sekarang itu, polisi kan udah dikontraknya kerja itu 24 jam ya dibayarnya 24 jam mangkanya ketika ada perintah malam-malam harus kerja mau gamau karena itu udah include ya kalau misalkan ngga ada sampe malam ya itu mah bonus aja.
Karena untuk yang lembur honor-honor itu udah ga boleh itu udah dimasukin ke TKD (Tunjangan
Kinerja Daeah) jadi all in semua alokasi nya termasuk untuk lemburan untuk kerja-kerja yang lainlah ya itu TKD itu. Kalau untuk jukir belum ada.
6. Seperti apa pelatihan yang diberikan bagi pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Pelatihan kepada juru parkir dengan memberikan penjelasan materi mengenai bagaimana mengatur kendaraan parkir, kemudian penyampaian materi ini disampaikan oleh narasumber seperti dari dinas perhubungan dengan memberikan penjelasan mengenai pengendaliannya.
Kemudian narasumber pelatihan ini biasanya dari kepolisian, TNI juga ada materi yang diberikan terkait penjelasan terkait dengan perparkiran, BNN juga pernah untuk memberikan pelatihan terkait kondisi dilapangan takut terjerumus ke masalah narkotika, kalau character building upt belum mengadakan, rencana kedepan ada, karena terpaku dianggaran pingin sih di adakan karena kita ingin membentuk karakter, karakter juru parkir yang baik itu seperti apa.
Transkrip Wawancara Pengelola Parkir Profil Informan
Nama/Inisial : AM
Posisi Jabatan : Pengelola Parkir UPT Parkir
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal dan Waktu Wawancara : 21 Mei 2019/13:00 WIB A. Managing Policy Processes (Mengelola Proses Kebijakan) 1. Pihak mana saja yang bertanggung jawab atas retribusi parkir?
Yang jelas yang bertanggung jawab atas retrbusi parkir secara langsung UPT Parkir dan Dinas Perhubungan Kota Bandung, kemudian UPT ini lebih bertanggung jawab lebih ke teknis nya kaitanya pungutan dengan juru parkir, kalau keterriban masalah parkir itu ada di bidang PDKT, pengawasan pengendalian nya itu di PDKT (pengendalian ketertiban dan transportasi) itu tugas fungsinya menertibkan dan mengatur lalu lintas. yang pertama dari juru parkir kita kan memberi target kepada kepala sektor, kepala sektor itu nanti dibagi kepada juru parkir sudah ditetapkan dengan istilah SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah) itu mekanisme nya dari juru parkir nanti di fasilitasi sama kepala sektor dipungut dari kepala sektor nanti ke bendahara penerima disini nanti disetorkan ke kas daerah.
2. Apakah pembagian tugas dan tanggung jawab retribusi parkir sudah jelas?
Pembagian tugas dan tanggung jawab retribusi parkir sudah jelas sudah sesuai, jelasnya kan disini ada kepala sektor, kepala sektor itu tugas dan fungsinya sudah jelaskan memungut, mengawasi termasuk mengamankan kan, juru parkir pun begitu memungut jadi kepanjangan tangan dari pada kepala sektor.
3. Siapa saja yang bertanggungjawab melakukan pengawasan terhadap retribusi parkir?
Di UPT Parkir itu yang secara langsung ya juru parkir, terus dibantu oleh kepala sektor jadi dalam hal ini kepala sektor yang mengkomandai juru parkir. kalau disini langsung dari kepala UPT parkir karena struktur organisasi nya dari kepala UPT lansung ke kepala sektor.
4. Bagaimana komunikasi antar pihak yang mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Dalam hal ini komunikasi berjalan dengan baik, jadi di UPT parkir ini dua bagian jadi yang satu dibawah kepala sub bagian umum lebih cenderung pada administrasi, fungsional umum, yang satu dibawah pa nasrul sebagai kepala UPT membawahi kepala sektor, artinya disini sudah jelas, jadi tidak ada tumpang tindih, nanti juru parkir melapor kepada kepala sektor, nanti melapor kepada kepala UPT, komunikasi nya tidak terlalu ribet sehingga jelas ya untuk kepala sektor disini beban yang paling besar untuk teknis retribusi parkirnya.
B. Managing Inter-Organizational Relations (Mengelola Hubungan Antar Organisasi)
1. Apakah pembagian tugas para anggota dalam retribusi parkir sudah jelas ? Pembagian tugas sudah jelas, jelasnya misalkan begini seluruh kepala sektor itu, kepala UPT ini memberikan beban tugas kepada kepala sektor itu sesuai dengan jangkauan di lokalisir juga tidak berjauhan terus termasuk alamat juga misalkan alamat yang disebelah barat tidak disebelah timur dialokasikan dilokasi tersebut yang terdekat supaya fungsi pengawaan nya lebih efektif.
2. Bagaimana cara menciptakan kejelasan tugas dalam implementasi kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Kejelasan tugas melalui rapat, kemudian ada surat tugas, surat tugas itu jelas tertera jalan dimana nah itu jadi dari 227 jalan itu berdarkan kepwal itu dibagi oleh 35 kepala sektor jadi jelas sasarannya. Sebetulnya ada tapi yak arena sudah teralokasi dengan jelas jadi tugas pokoknya karena kan untuk pengelolaan parkirnya lebih ke lokasi masing-masing supaya lebih efektif dalam hal pendapatannya.
3. Apakah sumber daya yang ada di dalam mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir sudah cukup?
Sebetulnya kita merekrut bisa ya pegawai harian lepas itu bisa tapi karena terbentur anggaran kan, anggaran juga kan dibatasi jadi artinya kita tidak merekrut nanti kedepan kalau sudah BLU artinya bisa mengelola keuangan sendiri kita bisa merekrut tenaga-tenaga untuk pengawasan di lapangan, nanti disesuaikan dengan pendapatan dengan target. Ya kalau dilhat dari basic pendidikan nya masih ada ya satu dua orang yang belum, sarjana nya beberapa orang hanya 8 orang, smp 1 orang lagi, sd 1 orang, basic pendidikan juga jelas sangat sangat memperngaruhi.
4. Sarana dan prasarana apa saja yang disediakan dalam menunjang pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Ya masih kurang terutama kendaraan, karena sekota bandung dibagi 35 kepala sektor dari 227 jalan yang ada di kepwal, pasti memerlukan kendaraan terutama roda dua dan roda empat juga perlu karena kita kan ada tim pengawas, itu kan harus mobilisasi itu artinya bisa membawa 8 orang satu kendaraan bisa dibagi empat wilayah artinya akan lebih efektif. Kalau atribut masih kurang terbentur anggaran artinya itukan kebetulan bukan disini di bidang MTP baru satu tahun sekali jadi bagusnya 2 kali dalam setahaun diberikan atribut bajunya jadi ada ganti. Ya mungkin kalau kedepan BLU ya bisa lebih diperhatikan baik dalam hal kesehatan sekarang itu belum baru seragam saja sarana penunjangnya.
5. Apakah ada sistem kontrak terhadap juru parkir?
Sebagai mitra juru parkir tidak menggunakan sistem kontrak, jadi jukir itu hari lepas, tidak berada dibawah UPT. Tapi kita tetap memperhatikan hak dan kebutuhnnya kita menyediakan
kebutuhannya. kalau jukir manual kan selama ini dia mendapat bukan gaji ya mendapat pengahasilan nya kelebihan daripada target artinya juru parkir manual atau tunai itu tidak kami kontrak itu harian lepas saja.
C. Managing External and Internal Contacts (Mengelola Hubungan Eksternal dan Internal) 1. Apakah penyusunan Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir telah sesuai dengan kebutuhan
di UPT parkir?
Sudah sesuai. Perbagiannya juga sudah sesuai, ini juga lagi dibuat lagi ada pembaharuan ada dibuat nanti banyak lagi SOP yang harus dibuat di sini itu menyangkut nanti keuangan penagihan jadi banyak, kebetulan belum selesai dan apa saja saya kurang tau karena itu kami serahkan kepada konsultan karena perubahan lembaga kalau sekarang kan tidak terlalu banyak di UPT itu hanya SOP pemungutan retribusi parkir terus parkir nya itu retribusi nya terbagi dua ada yang TPE dan manual tapi untuk tahun-tahun gatau akhir tahun awal tahun 2020 yang jelas SOP nanti akan berubah karena Badan Layanan Umum artinya banyak seksi-seksi lainnya.
2. Apakah Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir sudah menjelaskan secara rinci tugas dan kewajiban dari seluruh pegawai UPT Parkir?
Sudah cukup jelas sesuai kebutuhan. Akan tetapi SOP yang untuk pegawai belum, hanya untuk kaitan dengan retribusi parkir saja, mangkanya karena ini apa karena ada perubahan lembaga nah itu belum, nanti dibikin nya sekalian lembaganya rubah nah artinya sampai saat ini kita diserahkan pada konsultan kaitan dengan kepwal, perwal, perda termasuk SOP.
3. Apakah pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku?
Pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan SOP, paling ada sedikit kendala dilapangan kaitannya sih dengan pengguna jasa parkir, seperti ada juru parkir yang belum memberikan bukti karcis, jadi kadang-kadang misalkan dikasi karcis pengguna jasa parkir nya tidak mau, misalkan ada yang minta karcis juru parkir nya tidak ngasih ya itulah dinamika dilapangan.
4. Bagaimana upaya untuk meningkatkan profesionalisasi kualitas pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Kita selalu mengadakan briefing ataupun apel pagi kemudian mengadakan pelatihan, bahkan abis lebaran ini nanti ada pelatihan dengan yang diadakan oleh kemenhub (kementerian perhubungan kalau gasalah tiga tahapan satu tahapan nya 90 juru parkir jadi ada 270 an nanti akan ada pelatihan untuk meningkatkan pelayanan segala macam nya itu. Yang diadakan oleh dinas perhubungan itu sifatnya pembinaaan kalau yang sekarang ini pelatihan kalau pembinana dan pelatihan itu bagaimana, kalau pembinaan lebih cenderung kepada sosialisasi kalau pelatihan itu lebih cenderung kepada teknis bahwa penggunaan mesin ini seperti ini, nanti kedepannya kan
misalkan diperkenalkan pemakaian hand heil, cara-cara tata parkir yang baik, pemberian materi, kalau pembinaan itu lebih kepada istilahnya sosialisasi membina.
5. Apakah ada pemberian penghargaan untuk pegawai maupun jukir yang telah mencapai target yang telah dilakukan?
Sampai saat ini tidak ada ya, tidak ada reward ya buat yang melebihi target, kedepannya kalau sudah BLU kita bisa menganggarkan kalau sekarang kan kita mempergunakan APBD untuk reward ini belum ada kode rekeningnya jadi kita belum bisa memberi lebihlah memberi reward kepada pegawai maupun juru parkir yang mecapai target.
6. Seperti apa pelatihan yang diberikan bagi pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Pelatihan yang dilakukan oleh UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung menggabungkan juru parkir dan kepala sektor. Ya itu seperti pemberian materi misalkan kepada juru parkir kebanyakan sih kita melatih juru parkir ya tata cara parkir yang benar terus tata cara ya termasuk pelayanan yang baik bagaimana. Pelatihan hanya mengikutsertakan 103 orang setiap tahun karena terbatas oleh anggran. Jadi ya pelatihannya berkaitan dengan tata cara parkir.
Transkrip Wawancara
Kepala Sektor Kawasan Taman Dewi Sartika Profil Informan
Nama/Inisial : TK
Posisi Jabatan : Kepala Sektor Kawasan Taman Dewi Sartika
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal dan Waktu Wawancara : 23 Mei 2019/13:30 WIB A. Managing Policy Processes (Mengelola Proses Kebijakan) 1. Pihak mana saja yang bertanggung jawab atas retribusi parkir?
Yang bertanggung jawab atas retribusi parkir ialah UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung.
2. Apakah pembagian tugas dan tanggung jawab retribusi parkir sudah jelas?
Belum begitu jelas, atau dapat dikatakan hampir jelas, karena terkendala dengan SDM dari karyawan yang belum memahami dengan jelas tupoksi nya sehingga tugas dan tanggung jawab nya masih terkesan tumpang tindih.
3. Siapa saja yang bertanggungjawab melakukan pengawasan terhadap retribusi parkir?
Yang bertangung jawab melakukan pengawasan retribusi parkir adalah para kepala sektor.
4. Bagaimana komunikasi antar pihak yang mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Setiap sore hari bapak ambil setoran dari juru parkir, his itu setor ke bendahara sama kasih laporan ke kepala UPT. Laporannya lisan dan tertulis dalam bentuk kwitansi sama surat keterangan setoran. Ya kalau ada kendala dilapangan kita yang turun langsung ke lapangan.
Kemudian komunikasi antar pegawai maupun pegawai ke jukir cukup baik, walaupun ada kebijakan yang tidak terlalu dimengerti.
B. Managing Inter-Organizational Relations (Mengelola Hubungan Antar Organisasi) 1. Apakah pembagian tugas para anggota dalam retribusi parkir sudah jelas ?
Hampir jelas, karena terkendala dengan sumber daya manusia dari para anggota yang belum begitu memahami dengan jelas tupoksi masing-masing.
2. Bagaimana cara menciptakan kejelasan tugas dalam implementasi kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Salah satu cara untuk mengimplementasikan kejelasan kebijakan adalah dengan memberikan edukasi dan latihan-latihan juga sosialisasi yang sesuai dengan kebijakan tersebut. Kemudian biasanya kita selalu briefing setiap pagi bersama sama anggota dan beberapa juru parkir, dan juga
setiap bulan selalu ada rapat evaluasi dan kepala UPT suka menjelasakan lagi tugas setiap anggota.
3. Apakah sumber daya yang ada di dalam mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir sudah cukup?
Sumber daya yang ada sudah cukup.
4. Sarana dan prasarana apa saja yang disediakan dalam menunjang pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Sarana yang diperlukan, kalau untuk menjalankan yang tarif parkirnya naik terus per satu jam kita kekurangan alat pengukur waktu, jadi suka sulit mengetahui kendaraan parkir yang sudah lama, kadang-kadang ada yang parkirnya lama tapi bayarnya hanya 2000. Kemudian sarana berukutnya mesin parkir, terus prasarana dalam menunjang retribusi parkir adalah alat-alat salah satunya komputer dan internet.
5. Apakah ada sistem kontrak terhadap juru parkir?
Tidak ada kontrak terhdap juru parkir, karena disini juru parkir posisinya sebagai mitra UPT Parkir.
C. Managing External and Internal Contacts (Mengelola Hubungan Eksternal dan Internal) 1. Apakah penyusunan Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir telah sesuai dengan kebutuhan
di UPT parkir?
Kalau SOP sudah jelas, sesuai dengan kebutuhan.
2. Apakah Standar Operasional Prosedur di UPT Parkir sudah menjelaskan secara rinci tugas dan kewajiban dari seluruh pegawai UPT Parkir?
Sudah bahwa SOP di UPT Parkir sudah menjelaskan tugas dan kewajiban dari seluruh pegawai.
3. Apakah pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku?
SOP yang berlaku belum sesuai dengan pelaksanaan retribusi parkir, karena masih terkendala non teknis, kemudian ada saja kesalahan dilapangan yang mana masih ada juru parkir yang belum memberikan bukti karcis dan belum menarik tarif progresif.
4. Bagaimana upaya untuk meningkatkan profesionalisasi kualitas pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Dengan memberikan pembinaan kepada juru parkir yang diadakan setiap tahun dan juga setiap tahun suka ada pelatihan baik dari UPT maupun Dishub. Ya diharapkan dengan ikut pelatihan dan pembinaan juru parkir dapat memungut tarif parkir yang sesuai dengan perda dan juga dengan diadakannya pelatihan dan pembinaan tersebut diharapkan dapat mencapai target yang telah ditentukan.
5. Apakah ada pemberian penghargaan untuk pegawai maupun jukir yang telah mencapai target yang telah dilakukan?
Untuk saat ini belum pernah diterapkan oleh UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung, tetapi nanti akan ada direncanakan kalau untuk pegawai sepertinya dengan memberikan nilai raport, kalau untuk juru parkir dengan adanya upah yang sesuai.
6. Seperti apa pelatihan yang diberikan bagi pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Pelatihan yang dilakukan dengan diberikan pengarahan langsung oleh pejabat terkait atau narasumber terkait mengenai perparkiran, pelatihan yang diadakan langsung dari UPT Parkir rekomendasi dari Dinas Perhubungan Kota Bandung dan pelatihan kepada juru parkir diharapkan pelaksanaan pemungutan retribusi parkir dapat berjalan sesuai dengan kebijakan dan target dari retribusi parkir dapat tercapai.
Transkrip Wawancara
Juru Parkir 1 Kawasan Taman Dewi Sartika Profil Informan
Nama/Inisial : TP
Posisi Jabatan : Juru Parkir 1 Kawasan Taman Dewi Sartika
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal dan Waktu Wawancara : 23 Mei 2019/14:00 WIB A. Managing Policy Processes (Mengelola Proses Kebijakan)
1. Apakah pembagian tugas dan tanggung jawab retribusi parkir sudah jelas?
Oh sudah jelas, kita memungut retribusi parkir terus disetor ke mandor. ada apa-apa tanggung jawab selalu tanggung jawab tapi kan dilihat dulu begitu ada mobil cacat dikit foto dulu, soalnya kan ada pernah kejadian, bukan disini lecetnya tiba-tiba dia marah-marah saya suruh buka aja sisi TV kan akhirnya dia malu sendiri mana udah nunjuk-nunjuk saya kan disini kalau orang parkir disini berani bertanggung jawab kalau ada yang cacat asal kan disini, kalau diluar ngga bertanggung jawab kalalu di luar soalnya kan begitu mobil parkir ada yang cacat dikit saya fotoin dulu jadi sebelum dia negur saya udah ada bukti oh ini mobil begitu mobil datang udah gini, berarti pembagian tugas tanggung jawab misalkan harus ngapain aja itu udah jelas.
2. Bagaimana komunikasi antar pihak yang mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Kadang-kadang kan saya konfirmasi kalau-kalau ada-ada yang ngga izin tiba-tiba masang stker area parkir saya kan tegur saya kan orang lapangan jangan seenaknya kan kalau spanduk parkir area kan, kan saya disini bekerja dari dishub kalau ada izin ke saya gapapa, nah kalau komunikasi setiap hari sistemnya mandor suka datang kesini ada bagian-bagiannya dari orang dishub juga yakni dari UPT nya yaitu kepala sektor dan pas sudah datang kita kasih laporan sama setor, jadi bapak nyetor nya langsung kemana pak, ada orangnya itu dari dishub kepala sektor suka kesini perhari tiap hari. Dari kepala sektor, dishub itu juga dari pihak kepala sektor UPT nya.
B. Managing Inter-Organizational Relations (Mengelola Hubungan Antar Organisasi)
1. Apakah sumber daya yang ada di dalam mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir sudah cukup?
Ya kurang alat pengukur waktu, kita suka susah ngukur waktu supaya kasih tarif per satu jam, kemudian kalau soal retribusi mah gimana orangnya neng gitu-gitu aja sih disini kita rugi juga kalau lagi sepi yah motor 2000 mobil juga 2000 sejam kan kadang kalau mau ditegur kan serba salah, di tarif dikasih karcis juga gamau ya banyak yang gamau padahal tarif kecis sudah
ditetapkan di peaturan daerah kalau itu ngga ada yang minta sih kalau soal karcis pernah ya ada yang ngga ngasih pas keadaan sepi saya tegur dia minta karcis baru saya liatin aja bapak ini kok pingin gratisan gimana ini.
2. Apakah ada sistem kontrak terhadap juru parkir?
oh ngga disini tidak menggunakan kontrak, inimah sebagai mitra aja jadi berapa target misalkan target perhari berapa nah kelebihan nya baru untuk bapak, ya kalau upahnya biasanya kita ambil dari kelebihan setoran.
C. Managing External and Internal Contacts (Mengelola Hubungan Eksternal dan Internal) 1. Apakah pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang
berlaku?
SOP ini tu kan ada pak misalkan yang pertama kan dari pengguna jasa parkir terus diberikan bukti karcis oleh juru parkir nah pak itu kan pelaksanaannya kalau SOP nya udah jelas, ya pokoknya kalau karcis parkir ada, yang terjadi dilapangan itu tidak sesuai ngga ngasih karcis saya.
2. Apakah ada pemberian penghargaan untuk pegawai maupun jukir yang telah mencapai target yang telah dilakukan?
Ngga tentu neng kalau ditergetin nya ngga ya, egga soalnya kan dia tau, misalkan meningkat- meningkat gitu lebihla dari target ada tidak ada pemberian hadiah atau penghargaan tidak ada neng paling cuma upah aja.
3. Seperti apa pelatihan yang diberikan bagi pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Ya seputar dikasih penjelasan cara memakirkan kendaraan yang benar, supaya tidak terjadi kemacetan.
Transkrip Wawancara
Juru Parkir 2 Kawasan Taman Dewi Sartika Profil Informan
Nama/Inisial : KP
Posisi Jabatan : Juru Parkir 2 Kawasan Taman Dewi Sartika
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal dan Waktu Wawancara : 23 Mei 2019/15:00 WIB A. Managing Policy Processes (Mengelola Proses Kebijakan)
1. Apakah pembagian tugas dan tanggung jawab retribusi parkir sudah jelas?
Sudah jelas kalau disini kan bertiga kadang suka berdua karena yang satunya suka libur paling tanggung jawab buat mobil sama motot terkadang yang dimobil juga ikut parkirin mobil bagi tugas aja.
2. Bagaimana komunikasi antar pihak yang mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Komunikasi lancar sih missal dari pihak dishub atau UPT nya, Alhamdulillah baik komunikasinya bagus terus jukir ke kepala sektor baru ke dishub nya, iya kepala sektor datang kesini kita kasih setorang sama laporan. Misalkan ada yang menyampaikan informasi nah itu ada orang-orang yang menyampaikan nya kesini.
B. Managing Inter-Organizational Relations (Mengelola Hubungan Antar Organisasi)
1. Apakah sumber daya yang ada di dalam mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir sudah cukup?
Sudah cukup kalau, Cuma ada yang belum, kalau yang tarif satu jam itu susah ngukurnya. Kita gatau udah lama atau ngga nya kendaraan parkir.
2. Apakah ada sistem kontrak terhadap juru parkir?
sistem kontrak ngga, Engga ada, paling kalau upah dikasih dari kelebihan setoran karena disini sitem nya mitra dari UPT nya harian lepas aja kita disini.
C. Managing External and Internal Contacts (Mengelola Hubungan Eksternal dan Internal) 1. Apakah pelaksanaan retribusi parkir sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang
berlaku?
iya sebenernya kan SOP itu menjelaskan kalau pengguna jasa parkir diberikan bukti karcis tapi kan terkadang ada yang ngga atau belum gitu, ya kadang ada yang bayar parkir dua ribu parkirnya berjam jam suka ada juga yang bayar semaunya, udah lama parkir tetep aja bayarnya cuma dua ribu, ya soalnya bingung juga disini ada dari kantor-kantor juga sedikasihnya aja tapi pak disini
udah dikelola dishub pak udah ada dalam perda ya tadinya kepengensih tapi sama kantor juga bingung sedikasihnya aja gitu.
2. Apakah ada pemberian penghargaan untuk pegawai maupun jukir yang telah mencapai target yang telah dilakukan?
Tidak ada, ya kita cuma dapet upah aja.
3. Seperti apa pelatihan yang diberikan bagi pelaksana kebijakan penyelenggaraan retribusi parkir?
Kebetulan belum ada, soalnya katanya udah pernah dilakuin kalau saya belum sih soalnya kan baru gatau kalau yang lain-lain, emang sebelumnya dimana sebelumnya kan dari bagian umum (bagum) nah sekarang di taman dewi sartika dulu emang belum pernah udah berapa tahun ya saya kan baru tapi ada yang udah lama yang juru parkir satu lagi karena udah bekerja jadi jukir selama 15 tahun, kalau saya kan baru.
TABEL PENELITIAN TERDAHULU
No Nama Tahun Judul Metode Hasil Penlitian
1. Abdul Rachman Hasan, Suratman
2013 An Analysis of the Implementation of Parking Management Policies in Increasing the Regional Income of Makassar City
Metode Deskriptif dengan Pendekatan Kualitatif
Hasil penelitian ini adalah (1) menganalisis pertumbuhan roda dua dan roda emapat
kendaraan selama 5 tahun terakhir (2007-2011);
(2) untuk menganalisis target dan realisasi pajak parkir dan pendapatan kontribusi di kota
Makassar; dan (3) untuk menganalisis
kontribusi pajak parkir dan kotribusi pendapatan terhadap pendapatan daerah.
2. Semdi J.E.
Sopbaba, Sugeng Rusmiwari, Willy Try Hardianto
2012 Implementasi Kebijakan Retribusi Parkir Terhadap PAD
Metode Kualitatif Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tiga tahun terakhir (2009 S/D 2011) retribusi parkir memberikan kontribusi sebesar rata-rata 1,49%
terhadap PAD di Kota Batu tiap tahunnya. Hal ini menunjukan bahwa kontribusi retribusi parkir masih tergolong kecil. Selanjutnya pemungutan retribusi parkir di Kota Batu dilaksanakan melalui beberapa tahapan antara lain : a) Penetapan Objek Parkir; b) Pemungutan
Retribusi Parkir dan c) Penagihan. Pemungutan retribusi parkir di Kota Batu dipengaruhi: 1) Rendahnya Kesadaran masyarakat; dan 2) Rendahnya Sistem Pengawasan.
3. Paisal Rahmad 2014 Implementasi Kebijakan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Studi Kasus di Jalan Pahlawan Pasar Segiri Kota
Samarinda
Metode Deskriptif dengan Pendekatan Kualitatif
Hasil penelitian disimpulkan bahwa
implementasi kebijakan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum masih belum maksimal pada keseluruhan indikator pelaksanaan dalam penelitian ini yaitu penyediaan lahan parkir, pengelolaan parkir, dan pengendalian parkir
yang terjadi menjadi kendala utama dalam implementasi kebijakan ini khususnya pada Jalan Pahlawan Pasar Segiri Kota Samarinda
.
4. Lulu Meirine 2009 Retribusi Parkir di Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir
Metode Kualitatif Hasil penelitian ini adalah terlihat bahwa
retribusi parkir umum di Kota Tembilahan yang dilakukan dinas perhubungan belum optimal karena sistem belum terlaksana dengan baik.
5. Tatik
Yulianingsih
2002 Analisis Efektivitas Pemungutan Retribusi Parkir di Kabupaten Purbalingga
Analisis Efektivitas dan analisis
elastisitas
Hasil penelitian ini adalah mempunyai sifat elastisitas dimana laju pertumbuhan penerimaan retribusi lebih besar dibandingkan dengan laju pertumbuhan PDRB.
6. Gesit Purnamasari 2006 Analisis Penerimaan Retribusi Parkir dalam Upaya Meningkatkan PAD di Kabupaten Temanggung
Analisis Potensi dan analisis Efektivitas
Hasil penelitian ini adalah Penerimaan retribusi parkir di Kabupaten Temanggung selama tahun anggaran 2000-2004 belum efektif terlihat dari angka efektivitas pemungutan retribusi parkir yang masih diangka 60% setiap tahunnya.
7. Ahmad Rizky Azizi
2018 Implementasi Kebijakan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum di Kabupaten Sumedang
Metode Kualitatif Hasil penelitian yang dilihat dari teori Van Metter dan Van Horn. Pertama, ukuran dan tujuan kebijkan masih kurang sesuai dengan keadaan lapangan yang tidak menentu. Kedua, sumber daya manusia yang kurang baik dalam aspek kualitas maupun kuantitas, serta sumber daya finansial yang rendah. Ketiga, karakteristik pelaksana yang belum sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh kebijakan retribusi retrbusi pelayanan parkir. Keempat, masih ada pelaksana kebijakan yang menolak kebijakan.
8. Hayani 2001 Analisis Pemungutan Retribusi Parkir Sebagai Salah Satu Sumber Pendanaan Dalam
Anggaran Pendapatan dan
Metode Deskriptif dengan Pendekatan Kualitatif
Hasil penelitian ini adalah optimalisasi pemungutan retribusi khususnya parkir
dilakukan dengan perbaikan sistem, sarana dan prasarana yang ada maka Kota Banjarbaru dapat dikatakan mampu untuk melaksanakan otonomi
Belanja Daerah Untuk Pelaksanaan Otonomi Daerah Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan
daerahnya.
9. Sugiarti 2006 Potensi Retribusi Parkir Sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah Kota Kediri
Metode Deskriptif dengan Pendekatan Kualitatif
Hasil penelitian ini adalah mengemukakan beberapa faktor yang saling berkaitan dan harus dilakukan untuk lebih mengoptimalkan
penerimaan retribusi parkir, antara lain pemungutan retribusi parkir lebih efektif, peningkatan ketertiban petugas pemungut dan peningkatan pelayanan parkir yang diberikan.
10. Azhari Hariandi 2015 Implementasi Kebijakan Pemungutan Retribusi Parkir di Kecamatan Jatinangor oleh Unit Pelaksana Teknis Parkir Dinas (UPTD) Parkir Dinas Pehubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumedang
Metode Deskriptif dengan Pendekatan Kualitatif
Hasil penelitian ini adalah Implementasi Kebijakan Pemungutan Retribusi Parkir di Kecamatan Jatinangor oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Parkir Dinas
Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumedang belum berjalan secara efektif.
RIWAYAT HIDUP
Di buat khusus oleh mahasiswa yang akan Ujian Sidang : 1. Nama (sesuai dengan akta kelahiran) : Khairun Nisa
2. Tempat dan Tanggal Lahir : Jambi, 16 Februari 1997
3. Nomor Pokok Mahasiswa : 170110150008
4. Program Studi : Administrasi Publik
5. Jenis Kelamin : Perempuan
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Agama : Islam
8. Alamat : Jalan Patimura No. 32, RT.14/RW.01, Kel. Kenali Besar Kec. Alam Barajo Jambi, Provinsi Jambi Kode Pos 36129
9. Status Mahasiswa : Aktif
10. Berat Badan : 50 Kg
11. Tinggi Badan : 158 Cm
12. Status Marital : Tidak Kawin
13. Nomor Tlp/ HP : 0812-2436-6795
14. Email : [email protected]
15. Orang Tua
1. Nama Ayah : Drs. Najmi M.Hi
Pekerjaan : PNS
Alamat : Jalan Patimura No. 32, RT.14/RW.01, Kel. Kenali Besar Kec. Alam Barajo Jambi, Provinsi Jambi Kode Pos 36129
2. Nama Ibu : Hidayati
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Jalan Patimura No. 32, RT.14/RW.01, Kel. Kenali Besar Kec. Alam Barajo Jambi, Provinsi Jambi Kode Pos 36129
Jatinangor, 23 Agustus 2019
Khairun Nisa
NPM. 170110150008
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Jalan Raya Bandung – Sumedang Km. 21 Tlp. (022) 7798418, 7796416 - Fax (022) 7796974 Jatinangor 45363