Dengan menyadari besarnya tantangan yang dihadapi tahun 2013 ini, maka Dewan Komisaris dapat memahami
Annual Report ANTAM untuk Tahun Buku 2013 mengambil tema “Managing Reality, Overcoming Uncertainty”, yang merefleksikan bahwa dalam tahun 2013 ANTAM berhasil mengatasi suatu tantangan berupa rendahnya harga komoditas unggulan tambang di saat ANTAM sangat membutuhkan dana untuk membiayai proyek-proyek untuk meningkatkan pertumbuhannya.
Di tengah-tengah tantangan yang demikian beratnya, ANTAM berhasil melewati tahun 2013 dengan masih mencetak kenaikan nilai penjualan tetapi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entititas induk ANTAM tercatat hanya sebesar Rp409,94 miliar, yakni turun sebesar 86,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang disebabkan terutama oleh adanya penyesuaian atas keuntungan nilai wajar transaksi investasi pada PT NHM pada tahun sebelumnya dan penurunan harga komoditas. Disela-sela turunnya kinerja keuangan, ANTAM dapat memanfaatkan pengalaman yang sangat berharga tersebut sebagai kekuatan dalam menghadapi tahun 2014 yang tantangannya lebih berat, berupa hilangnya peluang penjualan raw material bijih
commenced in 2012 continued into 2013. In anticipation of low commodity prices, ANTAM strived to increase sales volume, resulting in an 8% rise in sales over 2012 to Rp11.30 trillion.
On a different note, we would like to extend our deepest regrets and condolences on the occurrence of mining accidents, whether they were minor, heavy or fatal. We requested management to enhance safety concerns over unsafe act and unsafe conditions at the work space. We also encouraged management to remain consistent in the implementation of Occupational Health and Safety Management System in the future.
1.2 Achievement in Managing Reality,
Overcoming Uncertainty Theme
In light of the Company’s challenges in 2013, the Board of Commissioners recognised the theme for 2013 Annual Report as Managing Reality, Overcoming Uncertainty. The theme reflected the Company’s achievements in meeting the challenges of bearish commodity prices environment amidst the Company’s growing needs to funds its development projects to support growth.
In light of these challenges, ANTAM successfully recorded higher sales in 2013. Nonetheless, ANTAM’s Income for the Year Attributable to Owners of the Parent of Rp409.94 billion was 86.3% lower over 2012 comparable performance. The lower profit was due to the fair value adjustment approach due to the acquisition of additional interest in PT NHM as well as lower commodity prices. In light of lower financial performance, the experience in meeting these challenges should better prepare ANTAM in anticipation of the implementation of ore export ban since January 12, 2014 due to the implementation of Law No. 4 Year 2009 on Mineral and Coal Mining which
nikel dan bijih bauksit akibat diberlakukannya Undang- Undang No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang melarang ekspor bijih mentah sejak tanggal 12 Januari tahun 2014 sehingga akan menurunkan pendapatan Perseroan secara cukup signifikan sekitar 30%-40%.
2. PERUBAHAN KOMPOSISI DAN
MEKANISME PENGAWASAN DEWAN
KOMISARIS TAHUN 2013
2.1 Komposisi Dewan Komisaris Tahun 2013
Sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT ANTAM (Persero) Tbk pada tanggal 30 April 2013, susunan anggota Dewan Komisaris mengalami perubahan dengan pemberhentian Burhan Muhammad karena menduduki jabatan sebagai Duta Besar RI di Pakistan, dan Bambang P.S. Brodjonegoro karena diangkat sebagai anggota Komisaris BUMN lain dan pengangkatan Robert Pakpahan serta Velix Vernando Wanggai masing-masing sebagai anggota Dewan Komisaris yang baru di ANTAM.
Dengan posisi 4 (empat) orang anggota Dewan Komisaris yang sebelumnya telah ada yaitu R. Sukhyar selaku Komisaris Utama, diangkat pada RUPS Tahun 2012, Zaelani sebagai Komisaris, diangkat pada RUPS tahun 2012, Laode M. Kamaluddin diangkat pada RUPS Tahun 2012 dan Hikmahanto Juwana diangkat pada RUPS Tahun 2009 masing-masing sebagai Komisaris Independen, maka komposisi Dewan Komisaris tetap kembali menjadi 6 (enam) orang, dimana dua diantaranya atau lebih dari 30% merupakan Komisaris Independen.
2.2 Komite Penunjang Dewan Komisaris dan
Mekanisme Pengawasan
Dewan Komisaris bekerja secara majelis/kolektif, tidak dibenarkan bertindak sendiri-sendiri, dan wajib dengan
prohibits sales of raw material of nickel ore and bauxite ore. The implementation of the ore export ban policy will be a challenge for ANTAM as the loss of nickel ore sales may lower revenue significantly by 30%-40%.
2. CHANGING OF THE MEMBERSHIP OF
THE BOARD OF COMMISSIONERS AND
SUPERVISORY MECHANISM OF THE
BOARD OF COMMISSIONERS IN 2013
2.1 Membership of the Board of
Commissioners in 2013
During the Company’s Annual General Meeting of Shareholders on April 30, 2013, the composition of the membership of the Board of Commissioners was changed. The Company’s shareholders affirmed the termination of Burhan Muhammad due to his appointment as Indonesia’s Ambassador in Pakistan. The Company’s shareholders also affirmed the termination of Bambang P.S. Brodjonegoro as member of the Board of Commissioners due to his appointment as member of the Board of Commissioners at another State-owned Enterprise. The Company’s shareholders affirmed the appointment of Robert Pakpahan and Velix Vernando Wanggai as the new members of the Board of Commissioners.
As the remaining four members of the Board of Commissioners remained unchanged which comprised of R. Sukhyar who was appointed during the 2012 AGM as President Commissioner, Zaelani who was appointed during the 2012 AGM as Commissioner, Laode M. Kamaluddin who was appointed during the 2012 AGM as Independent Commissioner and Hikmahanto Juwana who was appointed during the 2009 AGM as Independent Commissioner, the number of the Company’s members of the Board of Commissioners remained unchanged with 6 (six) members, of which two members (or more than 30%) are Independent Commissioners.
2.2 The Supporting Committees of
the Board of Commissioners and
Supervisory Mechanism
The Board of Commissioners worked collectively and was not allowed to perform their duties individually.
itikad baik, serta melaksanakan prinsip kehati-hatian serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi untuk kepentingan Perseroan. Disamping itu, Dewan Komisaris harus memantau dan memastikan bahwa GCG telah diterapkan secara efektif dan berkelanjutan. Setiap anggota Dewan Komisaris ikut bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian Perseroan apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya.
Dalam melaksanakan fungsi pengawasannya sebagaimana tertuang dalam pedoman kerjanya (charter), Dewan Komisaris dibantu oleh empat Komite yaitu: Komite Audit; Komite Good Corporate Governance (GCG); Komite Manajemen Risiko; Komite Nominasi, Remunerasi, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (NRPSDM) yang lingkup tugasnya tergambar dalam pedoman kerja (charter) masing-masing Komite.
Keempat Komite tersebut merupakan kepanjangan tangan Dewan Komisaris untuk mengawasi operasional Perusahaan yang dilaksanakan oleh 6 (enam) orang anggota Direksi yang juga mengalami perubahan komposisi pada RUPS Tahunan ANTAM tanggal 30 April 2013. Operasional perusahaan dilakukan dengan mengelola aspek pengendalian perusahaan berbasis risiko, aspek operasional, aspek keuangan, dan aspek proyek-proyek pertumbuhan. Keanggotaan Komite terdiri dari dua kelompok, yaitu ketua/wakil yang merupakan anggota Dewan Komisaris dan anggota lainnya yang merupakan pihak profesional yang bukan anggota Dewan Komisaris.
2.3 Mitra Kerja di Jajaran Direksi dan
ANTAM yang Tangguh, Unggul dan
Bermartabat
Setiap Komite memiliki mitra kerja yang berada di bawah jajaran Direksi, yang merupakan pengelola proses bisnis terkait. Hubungan mitra yang harmonis yang saling menghargai akan menghasilkan proses komunikasi yang transparan sehingga terjadi aliran informasi yang intensif antara 6 (enam) direktorat yang terdiri dari 24 divisi,
The Board of Commissioners was obliged to perform its duties in a good faith and prudent manner. The Board of Commissioners was responsible in conducting its duty to supervise and counsel the Board of Directors in the interests of the Company. Moreover, the Board of Commissioners was obliged to oversee and ensure the effective and sustainable implementation of GCG. Each member of the Board of Commissioners was personally responsible for the Company’s loss should the incumbent act irresponsibly or negligible in his/her duty.
In performing its supervisory role as stipulated in its Charter, the Board of Commissioners was assisted by four Supporting Committees: Audit; GCG; Risk Management and Nomination, Remuneration and Human Resources Development (NRHRD). Their duty and responsibilities were based on each committees’ charter.
The four Supporting Committees were the extension of the Board of Commissioners in supervising the Company’s operations which were managed by six members of the Board of Directors. During the AGM on April 30, 2013, the membership of the Board of Directors was also changed. The Board of Directors managed the risk-based control aspect, the operational aspect, the financial aspect and the development projects aspect. The membership of the Supporting Committees comprised of Chairman/Vice Chairman who was member of the Board of Commissioners whilst members of the supporting Committees were professional individuals who were not part of the Board of Commissioners.
2.3 Partner to the Board of Directors and a
Strong, Superior and Dignified ANTAM
Each Supporting Committee retained working partners at the management’s level which managed the related business process. The balanced relationship between the Supporting Committee and its working partners created a transparent communication process. As a result, intensive communication between 6 (six)dengan 4 (empat) Komite Penunjang Dewan Komisaris yang pada gilirannya akan memudahkan Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan penasihatan secara cermat, efektif dan komprehensif atas keseluruhan pengurusan perusahaan dalam rangka mewujudkan ANTAM yang tangguh (profesional dan tahan goncangan/ godaan), unggul (mengutamakan sistem, mutu, dan inovasi) serta bermartabat (bersih dari segala bentuk penyimpangan dan kecurangan termasuk KKN).
3. PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
3.1 Asesmen dengan 4 Metoda Penilaian
Menyongsong ASEAN Corporate
Governance Scorecard
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sepanjang tahun 2013, kami Dewan Komisaris selalu mengedepankan Good Corporate Governance (GCG) sebagai landasan operasional Perusahaan dengan merujuk kepada empat metoda penilaian GCG yakni Pedoman Umum GCG, BUMN GCG Scorecard, ASX Good Corporate Governance Principles & Recommendations,
serta ASEAN Corporate Governance Scorecard yang sejalan juga dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-01/ MBU/2011 tentang penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik, yang melengkapi tugas Dewan Komisaris untuk memastikan bahwa implementasi GCG telah diterapkan secara konsisten di jajaran Perusahaan. Penerapan berbasis ASEAN Corporate Governance Scorecard termasuk metoda yang dirujuk mengingat penerapan ASEAN Economic Community 2015 sudah diambang pintu.
3.2 Hasil Asesmen Implementasi GCG
Menunjukkan Nilai Tetap Konsisten
Tinggi
Sesuai dengan perkembangan peraturan yang terkait dengan BUMN pada tahun 2013, kami mulai menerapkan penunjukan asesor independen yang melakukan penilaian terhadap penerapan GCG di ANTAM dengan empat metoda penilaian. Penilaian berdasarkan ke empat metoda tersebut masih menggembirakan, karena secara keseluruhan penilaian tahun 2013 masih dapat
Directorates which consisted of 24 divisions with 4 (four) Supporting Committees eased the Board of Commissioners in performing its supervisory and counsel duties carefully, effectively and comprehensively. In performing its supervisory and counsel duties, the Board of Commissioners aimed to create a strong (professional and resilient), superior (focused on system, quality and innovation) and dignified (free from any fraud, corruption, collusion and nepotism) ANTAM.