• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN

B. Manajemen dan Kepemimpinan Koperasi KSU BKMT

Sebagai sebuah kelembagaan yang dikelola oleh organisasi masyarakat maupun instansi, keberadaan koperasi hingga saat ini masih sangat perlu untuk terus dikembangkan untuk kesejahteraan semua anggotanya. Pengorganisasian lembaga tentu memerlukan pengelolaan yang baik, untuk dapat menjamin berjalannya visi misi organisasi.

Mengelola organisasi yang beranggotakan masyarakat dengan keragaman karakter bukanlah persoalan yang mudah. Hal tersebut terlihat dari realitas yang menunjukkan sangat sedikit koperasi yang benar-benar aktif dan dapat menjalankan fungsi kelembagaan dengan baik. Oleh sebab itu diperlukan kepemimpinan yang mampu menciptakan suasana di mana orang-orang termotivasi ingin mencapai tujuan organisasi.

59

Keberhasilan suatu lembaga perkoperasian dalam merealisasikan visi misi organisasinya tidak hanya memerlukan sistem manajerial yang baik, namun diperlukan juga kepemimpinan yang mampu menjalankan aturan kelembagaan yang berlaku serta mampu melahirkan kebijakan-kebijakan yang arif dan tidak berpihak.

Manajemen adalah usaha mencapai tujuan suatu organisasi melalui kegiatan orang lain dilakukan oleh manajer melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Manajemen koperasi merupakan penerapan ilmu manajemen di koperasi dimana orang-orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab melaksanakan proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian sumber daya yang dimiliki oleh koperasi untuk mencapai tujuan koperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan berdasarkan nilai dan prinsip-prinsip koperasi.

1. Planning ( Perencanaan)

Sebelum menyusun perencanaan, pengurus dan manajer koperasi harus melakukan identifikasi dan evaluasi terlebih dahulu apa target atau sasaran apa saja yang dicapai, kebutuhan pelayanan apa yang diinginkan oleh anggotanya dan belum dipenuhi koperasi, bagaimana kemampuan permodalan koperasi, termasuk juga situasi persaingan usaha di lingkungan koperasi. Pengurus dan manajer di koperasi harus menyusun perencanaan penggunaan sumber daya manusia, modal, sarana fisik, dan informasi yang dimiliki koperasi untuk mencapai tujuan koperasi yang telah disepakati oleh para anggotanya.

Perencanaan dilakukan agar dapat menghindarkan keadaan yang tidak terduga dimasa yang akan datang, memperlancarkan efektifitas dan efesiensi dengan penggunaan metoda kerja yang sesuai dan sistematis, menghindarkan tindakan coba-coba tanpa perthitungan yang menyebabkan pemborosan bagi koperasi, dan serta sebagai pedoman pengawasan agar pelaksanaan kegiatan di koperasi selalu berpedoman pada tujuan.

2. Organizing (Pengorganisasian)

Pengorganisaian merupakan proses manajemen yang memiliki arti membagi pekerjaan diantara para individu dan kelompok serta mengkoordinasikan aktivitas mereka agar setiap individu dapat mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tugas sehingga mereka dapat bekerja sama dengan baik mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pengorganisasian dilakukan untuk merancang ulang (bila dibutuhkan) strusktur organisasi yang sesuai dengan tuntutan organisasi koperasi, mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab secara proposional dan berimbang sesuai dengan jabatannya, dan serta membentuk sejumlah hubungan di dalam organisasi baik hubungan vertikal maupun horizontal.

3. Actuating (Pengarahan)

Disinilah manajerial kepemimpinan koperasi dituntut harus menjalankan fungsi kepemimpinannya. Fungsi kepemimpinan yang

61

dapat diperankan seorang pemimpin koperasi dapat meliputi fungsi pengarahan, pengkoordinasian, motivasi dan komunikasi.

Pengkoordinasian dapat dilakukan untuk pengupayakan iklim bekerja yang kondusif untuk mencapai keberhasilan, pengadaan arus informasi yang memadai dimana komunikasi tidak saja ke bawah tetapi juga keatas, dan kesamping secara efektif.

4. Controling (Pengendalian)

Pengendalian merupakan aktivitas untuk menemukan mengkoreksi adanya penyimpangan dari hasil yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pada setiap tahapan kegiatan perlu dilakukan pengendalian agar lebih cepat dilakukan koreksi bila terjadinya penyimpangan.

Pengendalian dapat dilakukan oleh, diantaranya:

a. Anggota koperasi. Anggota dalam pengawasan dapat dilakukan untuk menggunakan hak bicaranya yaitu hak untuk bertanya dan memberikan kritik dan saran terhadap pelaksanaan kebijakan pengurus baik ecara langsung maupun dalam rapat anggota.

b. Manajer/ Pemimpin. Pengendalian yang dilakukan dalam rangka memantau apakah proses dan pelaksanaan kegiatan selaras dengan tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya dan serta mengambil langkah-langkah bila diperlukan untuk melakukan tindakan korektif.

c. Pengawas. Pengawas memiliki fungsi yang jelas dalam pengawasan dan pengendalian manajemen koperasi.

Koperasi KSU BKMT tidak jauh berbeda dengan koperasi serba usaha yang lainnya, koperasi memberikan dana pinjaman kepada anggota dengan tidak memberatkan angsuran pembayaran serta membiayai pembiayaan yang diambil oleh anggotanya. Kepemimpinan koperasi KSU BKMT ini dalam 5 tahun terakhir telah berganti sebanyak 2 kali pada periode masa jabatannya. Setelah pengangkatan kepemimpin yang diputuskan pada RAT (Rapat Anggota Tahunan) tahun 2018 lalu perkembangan koperasi ini penulis bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya sudah lebih membaik.

Dari segi kepemimpinan sudah melakukan perubahan yaitu salah satunya pada fasilitas kantor dan memindahkan tata letak kantor ke tempat yang stategis agar mudah di jumpai. Beliau mengatakan bahwa sebelumnya banyak anggota koperasi yang mengundurkan diri, namun untuk saat ini jumlah anggota mulai bertambah karena koperasi berkembang dengan baik. Prestasi-prestasi yang telah di torehkan oleh koperasi KSU BKMT ini salah satunya yaitu pada tahun 2019 koperasi ini mendapatkan Juara 2 Koperasi Masyarakat di Kota Solok. Pada tahun yang sama pula RAT (Rapat Anggota Tahunan) koperasi ini merupakan RAT tercepat yang dilaksanakan dan dihadiri oleh Bapak Wakil Wali Kota Solok.

Berikut beberapa perkembangan koperasi yang penulis temukan selama melakukan penelitian diantaranya:

63

1. Perbaikan sistem penagihan pada anggota. Maksudnya koperasi tidak lagi menerapkan sistem jemput bola, melainkan anggota sendiri yang harus mengantarkan kredit peminjaman ke kantor koperasi, dengan tidak memberatkan anggota, koperasi melakukan upaya dengan cara meringankan angsuran pembayaran seberapa besar minimal anggota membayar dan memperpanjang waktu angsuran.

2. Memberikan reward kepada anggota yang lancar membayar angsuran yaitu 7 orang tercepat. Dan seluruh peserta RAT yang hadir mendapatkan reward juga tanpa terkecuali.

3. Pembenahan kantor yaitu melengkapi sarana dan prasarana menunjang kenyamanan pengurus dalam melaksanakan kegiatan di kantor.

4. Penambahan karyawan atau staff guna memberikan pelayanan terbaik kepada anggota dan membantu pengurus dalam pembuatan surat menyurat, menggantikan sementara posisi apabila pengurus tidak ada di kantor.

5. Selain itu koperasi juga telah memiliki pengarsipan surat menyurat dengan cara setiap dokumen menggunakan katalog/nomor agar memudahkan pengurus dalam membedakan antara dokumen-dokumen yang lain.

Jika dilihat dari segi gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pemimpin koperasi ini yaitu menggunakan gaya kepemimpinan demokratis. Artinya dengan keyakinan perannya adalah menodorong,

membimbing, menghimpun semua kekuatan dan bekerja sama dengan kelompok untuk mencapai tujuan. Fungsinya sebagai penggerak, koordinator aktivitas para anggota.

Gaya kepemimpinan seperti ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak ingin melakukan segala kegiatan organisasi sendiri tanpa ada bantuan dari anggota yang lain. Koperasi KSU BKMT menjalankan tugas yang sudah di rancangkan dalam RAT secara bersama-sama, bekerja sama dengan anggota yang lain untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Diantaranya kinerja kepengurusan dalam koperasi KSU BKMT ini yaitu:

a. Pengurus melakukan komunikasi atau interaksi dengan karyawan dilaur RAT guna membahas hal-hal yang tidak ada dalam rapat.

b. Pengurus bersama-sama melakukan perubahan untuk memaksimalkan perkembangan koperasi.

c. Melaporkan dan mendisukusikan terkait kegiatan sehari-hari yang terjadi di koperasi, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada ketua koperasi.

Sebagai seorang pemimpin tentunya akan menghadapi tantangan yang akan terjadi selama ia menjabat. Diantaranya tantangan seorang kepemimpinan di koperasi KSU BKMT yang penulis temukan yaitu bagaimana kinerja koperasi dapat berjalan secara lancar dan dengan semestinya, bersaing dengan koperasi serba usaha lainnya dalam

65

memberikan prestasi, merekrut anngota baru, mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang tidak mudah dilakukan.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diiginkan maka koperasi harus menyusun suatu rencana kerja untuk mencapai tujuan yang akan di capai.

Rencana keja ini dapat dilihat dari rancangan Rapat Anggota Tahunan koperasi, berikut ini diantaranya rancangan tersebut adalah:

1. Menjadikan koperasi KSU BKMT dari koperasi konvensional ke koperasi berbasis syariah.

2. Membuka usaha yang beresiko kecil, yaitu penjualan gas, usaha jasa.

3. Upaya intensif penagihan kepada anggota yang menunggak 4. Melakukan studi banding anggota dan pengurus

5. Membangun kantor sendiri, dan membeli tanah.

6. Memberikan hadiah kepada anggota yang lancar dalam pembayaran angsuran.

7. Memberikan bonus bunga dibulan terakhir kepada anggota yang lancar dalam pembayaran.

8. Membenahi manajemen administrasi dengan sistem digital dan berbasis online.43

Walaupun koperasi KSU BKMT ini masih berbasis konvensional dan masih menggunakan bunga dalam sistemnya, namun dalam rencana kerjanya akan mengubah koperasi ini berbasis syariah. Akan tetapi,

43Sumber: (Dokumentasi dari Laporan RAT Tahun Buku 2019 Koperasi KSU BKMT)

koperasi ini konvensional namun dalam pembiyaannya menggunakan akad, yaitu salah satu akad yang digunakan adalah Ijarah Multijasa.

Menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional no.44/DSN-MUI/VII/2004, tentang pembiayaan multijasa, bahwa salah satu bentuk pelayanan jasa keuangan yang menjadi kebutuhan masyarakat adalah pembiayaan multijasa, yaitu pembiayaan yang diberikan LKS kepada nasabah dalam memperoleh manfaat atas suatu jasa.44

Pembiayaan Multijasa adalah produk pembiayaan dalam memenuhi kebutuhan atas manfaat akan suatu jasa. Jadi tujuan pokok ini adalah memenuhi kebutuhan anggota atau nasabah. Pembiayaan Ijarah Multijasa termasuk dalam pembiayaan konsumtif dan bisa berjangka pendek maupun panjang. Tergantung permintaan anggota serta persetujuan dari LKS.

Dalam koperasi KSU BKMT, pembiayaan multijasa termasuk dalam pembiayaan konsumtif. Hal tersebut dapat dilihat dari objek yang dibiayai dalampembiayaan Ijarah Multijasa yang meliputi: biaya pendidikan, biaya pertanian, baiaya sewa tempat usaha. Alasan dengan adanya produk ini, karena melihat kebutuhan pasar, maka dalam hal ini yaitu kebutuhan anggota yang meminta pembiayaan untuk membiayai biaya sekolah anaknya, membiayai usaha dagangnya, membiayai sewa gedung tempat usaha, dan lain-lain. Serta adanya fatwa mengenai pembiayaan multijasa. Dengan fatwa ini maka dapat melihat pedoman

44Adiwarman Karim, Bank Islam Analisis Fiqh dan Keuangan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006, hal 324

67

yang sesuai dengan syariat, dan itulah salah satu yang menjadikan koperasi KSU BKMT ini akan berjalan secara syariah nantinya.

Menurut bapak Almito selaku ketua koperasi KSU BKMT, yang menjadi tantangan terbesar selama ia menjabat menjadi ketua koperasi yaitu mengembangkan koperasi agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, meyakinkan anggota bahwa koperasi ini berbeda dari koperasi yang lain salah satunya yaitu memberi keringanan dalam angsuran pembayaran, dan mempertahankan anggota yang lama serta menghidupkan kembali sistem perkoperasian ini. Beliau juga mengatakan bahwa nantinya dalam rencana kerja yang akan datang bertekad menjadikan koperasi KSU BKMT sebagai koperasi berbasis syariah, juara peratama koperasi masyarakat, menghadirkan atau mengundang pejabat petinggi Kota Solok (Bapak Wakil Walikota beserta Bapak Ketua DPRD) dalam pembukaan RAT ditahun 2021, membina dan memperbaiki kinerja pengurus demi kemajuan dan perkembangan koperasi, berharap dapat meningkatkan ekonomi anggota melalui peminjaman, lebih sering berbaur dengan anggota terutama dengan anggota yang bermasalah dalam membayar angsuran, serta aktif mengenalkan koperasi kepada masyarakat melalui media massa seperti surat kabar (koran), membuat brosur tentang koperasi dan membagikan kepada anggota/baru yang berkunjung ke koperasi, membuat iklan tentang koperasi dan menyebarluaskan di media sosial (facebook, instagram, wa).45

45 Hasil Wawancara dengan Bapak Almito Selaku Ketua Koperasi Serba Usaha BKMT

68 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari analisis yang telah peneliti laksanakan di Koperasi Serba Usaha Badan Kontak Majelis Taklim dapat peneliti simpulkan bahwa:

1. Peran kepemimpinan pada koperasi KSU BKMT sudah lebih baik dari yang sebelumnya terbukti dengan adanya perubahan pada sistem penagihan, penambahan jumlah karyawan, perbaikan pada sarana dan prasarana kantor, serta perbaikan pada pengarsipan surat menyurat.

2. Walaupun koperasi KSU BKMT masih berbasis konvensional namun dalam rencana kerjanya akan mengubah koperasi ini menjadi koperasi berbasis syariah. Untuk saat ini koperasi KSU BKMT dalam pembiayaannya telah menggunakan akad yaitu penggunaan Akad Ijarah Multi Jasa.

3. Sistem kinerja koperasi KSU BKMT telah berhasil meningkatkan kinerja organisasi. Hal ini dapat dilihat dari keberhasilan koperasi mendapatkan peringkat ke-2 (dua) sebagai koperasi masyarakat.

4. Jika dilihat dari perkembangan anggotanya saat ini sudah mulai meningkat menjadi 91 orang anggota dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dari awal berdirinya koperasi KSU BKMT.

69

B. Saran

Penulis menyarankan kepada pihak Koperasi Serba Usaha Badan Kontak Majelis Taklim:

1. Bagi pihak Koperasi KSU BKMT diharapkan dapat membaca peluang dan tantangan agar koperasi lebih berkembang. Kopeasi diharapkan harus terus berbenah diri agar daat bersaing, serta lebih mempererat hubungan antar anggota.

2. Sistem yang dijalankan koperasi diharapkan nantinya benar-benar sesuai dengan Syariah Islam yaitu penggunaan akad Ijarah Multi Jasa dan bukan lagi koperasi yang berbasis konvensional.

3. Bagi kemajuan dan perkembangan koperasi diharapkan untuk meningkatkan kegiatan promosi agar koperasi lebih dikenal masyarakat dan jumlah anggota setiap tahunnya terus bertambah.

Daftar Pustaka

A, James, F.eds. 1996, Manajemen Jilid 2 Edisi Bahasa Indonesia Penerjemah Alexander Sindoro, Jakarta: PT Prenhallindo

Adwidjaja, Ignatius, Agung Suprojo, Alberto, 2014, Peran Kepemimpinan Dalam Motivasi Kinerja Pegawai, JISIP Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Vol 3 No. 2

Bungin, Buhan, 2013, Cet 1, Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi, Jakarta: Kencana

Burhanuddin, 2013, Koperasi Syariah Dan Pengaturannya Di Indonesia, Malang:UIN-MALIK PRESS

Eumarsono, Sonny, 2010, Kewirausahaan, Yogyakarta: Graha Ilmu

Faturahman, Mukhamat Burhanudin, 2018, Kepemimpinan Dalam Budaya Organisai, Madani Jurna Politik dan Sosial Kemasyarakatan. Vol 10 No 1 2018

Hasan Ali, M, 2002, Masail Fiqhiyah (Zakat, Pajak, Asuransi dan Lembaga Keuangan), Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, cetakan ke-2

Hendrojogi, 2004, Koperasi Asas-Asas Teori dan Praktik, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, cetakan ke-5

Karim, Adiwarman, 2006, Bank Islam Analisis Fiqh dan Keuangan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Nusantara, Ambo Wonua, Yeni, Rosnawintang, 2019, Analisis Kinerja Koperasi Pegawai Negeri (KPN), Jurnal Pogres Ekonomi Pembangunan (JPEP). Vol 4. No 2 2019

Paramudita, Diahayu, 2018, Analisis Sistem Operasional Koperasi Durti Sejahtera di Nagari Durian Tinggi Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Dilihat Dari Perspektif Ekonomi Islam, (Skripsi Sarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Partomo, Tiktik Sarika, 2009, Ekonomi Koperasi, Bogor: Ghalia Indonesia

Purhanata, Wahyu, 2010, Cet1, Metode Penelitian Kualitaitif Untuk Bisnis, Graha Ilmu

Putra, Jaya, Peran Kepemimpinan Dalam Organisasi, http://jayaputra21.co.id, diakses pada tanggal 21 Maret 2020

Rivai, Vethzal, et.al, 2014, Pemimpinan dan Kepemimpinan dalam Organisasi, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Rohmiati, Nikmir, 2018, Peran Kepemimpinan dalam Pengembangan Badan Kontak Majelis Taklim Provinsi Sumatera Utara, (Skripsi Sajana, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negri Sumatera Utara

Suekanto, Soejorno, 2010, Sosiologi Studi Pengantar, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Sugiyono, 2011, Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R dan D, Bandung: Alfabeta

Suharsimi, Arikunto, 2000, Manajemen Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta Suhendi, Hendi, 2010, Fiqh Muamalah, Jakarta

Suryana, Yuyus, dan Kartib Bayu, 2010, Kewirausahaan Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses, Jakarta: Kencana

Syarifuddin, 2010, Kepemimpinan dan Kewirausahaan Menciptakan Pemimpin Pasar di Jagat Multi Bisnis, Medan: Perdana Publishing Thamyis, Ahmad, 2018, Konsep Pemimpin Dalam Islam (Analisis Terhadap

Pemikiran Politik Al-Mawardi, (Skripsi Sarjana, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung)

Tim Pembina Dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka)

Tungga, Ananta Wikrama, dkk, 2014, Metodologi Penelitian Bisnis, Yogyakarta: Cetakan Pertama

Undang-undang, Perkoperasiann, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Bandung: Fokusindo Mandiri,2013

Wijaya, Candra dan Muhammad Rifa’i, 2016, Dasar-dasar Manajemen, Medan: Perdana Publishing

Yomungga, Moses, dkk 2015, Pengantar Bisnis Medan: Perdana Publishing

Zainuddin, Muhadi dan Abd. Mustaqim, 2005, Studi Kepemimpinan Islam.

Telaah Normatif dan Historis, Semarang: Putra Mediatama press

Dokumen terkait