• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEMESTER VI AGAMA YAHUDI

MANAJEMEN LEMBAGA KEAGAMAAN

Deskripsi Mata Kuliah

Mata Kuliah Manajemen Lembaga Keagamaan merupakan bagian integral dari disiplin keilmuan Perbandingan Agama yang menyangkut aspek institusi/kelembagaan. Mata kuliah ini ditunjang oleh berbagai disiplin ilmu pengetahuan, baik sosiologi, antropologi, psikologi, ekonomi, manajemen dan ilmu lainnya, yang membahas berbagai focus kajian sekitar manajemen kelembagaan yang efektif berdasarkan teori organisasi sebagai konsep yang amat penting. Organisasi sebagai salah satu institusi yang bercorak keagamaan dibentuk dengan tujuan tertentu, bekerja secara rasional dan berusaha mencapai tujuan tersebut. Di sini organisasi dipandang sebagai alat untuk mencapai tujuan. Berkaitan dengan itu maka efektivitas organisasi dapat dinyatakan tingkat keberhasilannya itu berdasarkan usaha pencapaian tujuannya.

Dilihat dari perkembangan teoritik, terdapat dua pendekatan dalam menganalisis masalah efektivitas organisasi. Pendekataan pertama dikenal sebagai pendekatan klasik dan kedua dikenal sebagai pendekatan modern.

Pendekatan klasik memandang organisasi sebagai suatu model mesin, yang bekerja dengan suatu keteraturan dan keajegan tertentu. Premis dasar pendektan klasik berpijak pada pemahaman bahwa organisasi sebagai kelompok manusia ekonomi rasional. Konsentrasi perhatian pendekatan klasik berpusat pada hal-hal yang bersifat internal dengan penekanan prinsip rasionalitas. Organisasi dipertimbangkan sebagai suatu kesatuan yang terlepas dari lingkungannya. Setiap persoalan yang timbul dalam dinamika organisasi dicari sebabnya secara internal tanpa dicari hubungannya dengan factor lingkungan. Indikator lingkungan efektivitas organisasi semata-mata dilihat dari aspek keluaran. Karena itu kunci untuk mencapai tingkat efektivitas organisasi yang tinggi didasarkan pada peningkatan efesiensi dan produktivitas kerja melalui penerapan prinsip dan teknik manajemen ilmiah serta pembagian kerja manajemen.

Muncul pendekatan modern dalam teori organisasi dimungkinkan karena keterbatasan yang dimiliki oleh pendekatan klasik. Pandangan bahwa organisasi sebagai suatu yang terpisah dari lingkungannya, didukung dengan pemahaman manusia semata-mata makhluk ekonomi yang rasional, ternyata tidak sepenuhnya

menghasilkan efesiensi, produktivitas maupun keharmonisan kerja. Perilaku manusia pada organisasi cenderung selalu tidak mengikuti pola perilaku yang rasional. Karena itu pembahsan sisi perilaku, beberapa ahli mencoba melengkapi teori organisasi klasik.

Pendekatan modern memandang bahwa manusia tidak semata-mata sebagai makhluk ekonomi rasional juga adalah makhluk social. Keterlibatan manusia dalam organisasi tidak sekedar didorong oleh kebutuhan ekonomi, melainkan juga didorong oleh kebutuhan sosialnya. Hal ini dianggap penting dalam konsepsi pendekatan modern adalah unsure yang memilikisistem psikologis. Oleh sebab itu pendektana modern adalah unsure manusia yang memiliki system psikologis. Sehingga pendekatan modern dalam menganalisa masalah-masalah organisasi menempatkan unsure manusia dan bagaimana manusia berprilaku dalam kegiatan organisasi sebagai pusat kajian yang utama..

Pendektan modern memandang organisasi sebagai system yang sifatnya terbuka. Keterbukaan ini mendandung arti bahwa organisasi dipandang sebagai bagian dari lingkungan. Organisasi memperoleh masukan sebagai bagian dari lingkungannya, dan kemudian mengembalikannya kepada lingkungan dalam bentuk keluaran tertentu. Demikian seterusnya organisasi hidupa dalam ketergantungan dan interaksi yang dinamis dengan lingkungannya.

Karena organisasi itu memperoleh, memproses dan mengembalikan masukan dalam bentuk keluaran tertentu pada lingkungannya, maka pendekatan modern menilai efektivitas organisasi tidak saja dari unsure keluaran, tetapi juga harus menggambarkan keseluruhan daur masukan-prose-keluaran serta hubungan timbale balik antara organisasi dengan lingkungannya.

Berkenaan dengan itu, bahwa dalam jangka panjang pengujian terakhir mengenai efektivitas organisasi akan terletak pada kelangsungan hidup organisasi dalam lingkungannya, dan kelangsungan hidupo organisasi itu sendiri menurut pendaptan mereka dibina oleh lima factor utama, yakni; produktivitas, efisiensi, kepuasan para anggota organisasi, kemampuan beradaptasi terhadap berbagai perubahan, dan upaya pengembangan.

Senada dengan pendpat diatas, bahwa unsure proses tau transformasi akan sangat ditentukan oleh prilaku manusianya. Sedangkan efektivitas organisasi itu sendiri pada dasarnya akan dibina ioleh tiga factor utama, yaitu produktivitas, kepuasan anggota, dan pengembangan. Sedangkan pendapat lain, ada lima factor penting yang dipandang menetukan dalam kaitannya dalam masalah

efektivitas oreganisasi. Kelima factor tersebut adalah produktivitas, tingkat penerimaan norma-norma organisasi oleh anggotanya, semangat kerja, kemampuan beradap[tasi dan pelembagaan, yakni sejauh mana keputusan-keputusan organisasi diterima lingkungannya.

Dilihat dari unsure manusia sebagai pendukung atau kegiatan organisasi, terdapat empat vaeiable kritis sebagai human output yang akan menentukan tingkat efentivitas oreganisasi, yakni produktivitas kerja, kemungkiran, pergantian karyawan (turn-over) dean kepuasan kerja.

Tujuan Pembelajaran

Secara umum, tujuan dari pembelajaran mata kuliah ini adalah: 1. Mahasiswa dapat melakukan analisis isi terhadap visi setiap

organisasi masyarakat berbasis keagamaan dalam proses penguatan umat beragama.

2. Mahasiswa dapat melakukan analisis perbandingan tentang visi, strategi, konsep, dan program ormas di dalam pemberdayaan umat.

3. Mahasiswa dapat menumbuhkan diaolog kondusif guna merumuskan strategi penguatan umat yang lebih relevan dengan persoalan-persoalan social, cultural, ekonomi, politik bangsa.

4. Mahasiswa dapat mengetahui dasar kepengurusan (basic management) lembaga keagamaan.

Secara Khusus, tujuan dari pembelajaran mata kuliah ini adalah: 1. Memajukan dan mengembangkan daya konsistensi ormas

berbasis keagamaan dalam proses pemberdayaan umat.

2. Memahami dan menjelaskan mengenai; konsep manajemen organisasi berdasarkan pandangan klasik dan modern.

3. Mengerti dan menguasai tekhnik-tekhnik dalam menjalankan roda organisasi berbasis keagamaan.

4. Mengerti dan menguasai cara melakukan refleksi baik pada tataran gagasan maupun praktis, hingga bias merumuskan format manajemen baru bagi lembaga keagamaan yang dianggap lebih kompatibel dengan gerak langkah lembaga.

Topik-Topik Perkuliahan

A. Pandangan Teoritis Berkaitan dengan Manajemen Lembaga Keagamaan

2. Arah, visi, dan misi lembaga keagamaan. 3. Manajemen dan unsur-unsurnya.

4. Analisis SWOT terhadap lembaga keagamaan.

5. Organisasi: Konsep dan tujuan, pengendalian dan kepemimpinan organisasi., serta seleksi dan sosialisasi organisasi. Analisis masa depan masyarakat organisasi. 6. Paradigma klasik dan paradigma modern terhadap

organisasi.

7. Hubungan manusia dengan organisasi keagamaan. 8. Birokrasi agama: struktur dan legitimasi..

9. Kewenangan administrative dan professional. 10. Organisasi dan lingkungan social.

11. Strategi lembaga keagamaan.

12. Program lembaga keagamaan dan pelaksanaan.

B. Pandangan Praktis berkaitan dengan Manajemen Lembaga Keagamaan

1. Studi Manajemen Lembaga Keagamaan dalam Islam (NU, Muhamadiyah, Persis, PUI, dll)

2. Studi Manajemen Lembaga Keagamaan dalam Katholik dan Protestan.

3. Studi Manajemen Lembaga Keagamaan dalam Hindu dan Buddha.

4. Studi Manajemen Lembaga Keagamaan dalam Konghu-Chu

Proses Perkuliahan

1. Berbagai proses strategi instruksional akan digunakan dalam perkuliahan ini, antara lain:

2. Ceramah dan diskusi

3. Penugasan Makalah Kelompok untuk presentasi 4. Responsi dengan disampaikannya masalah.

5. Praktek lapangan untuk lebih memahami secara langsung dan mendalam terhadap manajemen yang diterapkan dalam lembaga keagamaan.

Buku Rujukan/Referensi

1. Herman Soewardi, Roda Berputar Dunia Bergulir:Kognisi Baru tentang Timbul Tenggelamnya Sivilisasi.

2. ………, Krisis Multidimensional Menunjukan

3. Dawam Raharjo, Ensiklopedia Al-Qur`an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Kunci.

4. ………, Masyarakat Madani: Agama, Kelas Menengah dan Perubahan Sosial.

5. ………., Gerakan Keagamaan dalam

Penguatan Civil Society.

6. Amitai Etzioni, Organisasi-organisasi Modern.

7. Abdul Thalib Rachman, Pedoman Penerapan Manajemen

Berdasarkan Sasaran.

8. Rustam Ibrahim (ed.), Agenda LSM; Menyongsong Tahun 2000.

9. Fandy Tjiptono, Anastasia Diana, Total Quality Management.

10. Rabindra N. Kanungo, Manuel Medonca, Fundamentalis of

Organizational Behavior.

Evaluasi Akhir Perkuliahan 1. Komponen Penilain:

- Partisifasi di kelas 20 %

- UTS 30 %

- UAS 30 %

- Tugas Tersturktur Kelompok /Mandiri 20 % 2. Bentuk/Tipe ujian

Tipe ujian akhir dilakukan dalam dua bentuk, yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) bisa lisan dan bisa juga tulisan/take home, dan Ujian Akhir Semester (UAS) bisa lisan dan tulisan/take home

Kalender Perkuliahan

1. Ujian Tengah Semester (UTS) dilakukan pada pertemuan ke-8/9. 2. Ujian Akhir Semester (UAS) dilakukan sesuai jadwal ujian yang

ditetapkan oleh fakultas.

3. Jumlah pertemuan minimal 12 pertemuan dan maksimal 16 pertemuan.

4.

Yang berhak menikuti ujian adalah yang mengikuti pertemuan 75 % dari jumlah pertemuan minimal.

5.

Tuga-tugas diserahkan kepada dosen terkait paling lambat 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS)

Dokumen terkait