PEMASARAN PAUD
A. Manajemen Pemasaran PAUD
Manajemen menurut Follet diartikan sebagai sebuah seni sebab manajemen dianggap sebagai suatu aktivitas untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan dengan melalui bantuan orang lain. Seorang manager mempunyai tugas untuk membuat rencana dalam suatu program atau kegiatan dan mengatur serta mengarahkan seluruh anggota team, untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan bersama. Manajemen merupakan seluruh unsur dan komponen yang mempunyai hubungan dengan suatu program terencana seperti, metode, alat, orang, uang, dan seluruh aktivitas lainnya. Agar suatu program dalam berjalan dengan optimal dan terintegrasi serta terkoordinasi dengan baik, maka tentunya manajemen yang ada harus direncanakan dengan baik (Richard, 2010).
Terry berpendapat bahwa manajemen merupakan kerangka yang sengaja dibuat dalam sebuah program kerja, yang melibatkan kegiatan pengarahan serta bimbingan pada suatu kelompok atau organisasi agar proses pelaksaan program dapat lebih terarah dan sesuai target. Sedangkan Malayu berpendapat, Manajemen juga mengandung unsur ilmu dan seni, karena tidak semua orang dapat merumuskan sebuah perencanaan dan melaksanakannya dengan baik, oleh sebab itu manajemen dapat diartikan sebagai suatu ilmu dan seni, manajemen dilakukan sebagai sebuah upaya untuk dapat mengatur secara efektif dan efisien demi tercapainya suatu tujuan tertentu (Terry, 2010).
Berdasarkan penjabaran tersebut maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa manajemen merupakan
suatu usaha pengorganisasian, perencanaan,
pengendalian dan pengarahan yang dipimpin oleh seorang
manager. Seorang manager harus mempunyai
pemahaman mengenai manajemen yang baik, agar dapat merumuskan perencanaan dengan matang dan mampu memberdayagunakan sumber daya manusia maupun sumber pendukung lainnya.
Menurut Levitt (dalam Usmara) terdapat perbedaan antara pemasaran dengan penjualan. Perbedaan yang dimaksud bukan hanya konteks perbedaan kata, namun lebih kepada makna serta tujuan yang dicapai. Kegiatan pemasaran lebih berfokus pada upaya untuk membantu memenuhi seluruh kebutuhan para konsumen dengan suatu produk yang ditawarkan oleh para produsen dan segala aspek yang memiliki hubungan dengan aktivitas menciptakan, mengonsumsi
dan memberikan suatu produk. Sedangkan kegiatan penjualan lebih mengutamakan pada kebutuhan dari penjual tersebut, tanpa memikirkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumennya. Penjual hanya memikirkan rencana jangka pendek untuk melakukan segala cara agar dapat merubah produknya menjadi uang tunai (Usmara, 2008).
Menurut Stanton (2001) seluruh sistem yang dilakukan dalam dunia bisnis, seperti halnya kegiatan menentukan harga, mendistribusikan suatu barang atau jasa dan merencanakan sesuatu untuk dapat memenuhi kebutuhan orang banyak dan menciptakan rasa puas di hati para konsumen atau pembelinya, itu merupakan bagian dari pada kegiatan suatu pemasaran.
Berdasarkan pemaparan tadi mengenai pengertian tentang pemasaran maka dapat dikatakan bahwa pemasaran merupakan suatu upaya tersistem pada dunia bisnis yang mempunyai sifat jangka panjang dan didesain secara khusus untuk mencapai kepuasan pasar melalui kegiatan promosi, menentukan harga yang tidak memberatkan para konsumen, dan mendistribusikan jasa serta barang yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Menurut pandangan Henry (1969), manajemen berasal dari dua kata yang digabungkan yaitu manajemen dan pemasaran, Henry juga berpendapat bahwa makna dari manajemen adalah semua sumber yang melalui sebuah proses pengkoordinasian, bimbingan, dan pengawasan dalam mencapai tujuan. Menurut Ben M. Anis makna dari suatu manajemen pemasaran yaitu seluruh aktivitas yang dilakukan secara perorangan ataupun
kelompok guna meningkatkan tingkat efektivitas serta efisiensi dari suatu kegiatan pemasaran (Buchari 2007).
Berdasarkan pemaparan di atas tentang kesimpulan dari makna manajemen pemasaran maka diketahui bahwa kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh tingkat efektivitas dan efisiensi pertukaran yang menguntungkan pembeli maupun penjual melalui suatu proses merencanakan, menganalisa, menyelenggarakan serta mengamati semua kegiatan itulah yang dimaksud manajemen pemasaran.
Pelayanan yang diberikan oleh ranah pendidikan anak usia dini untuk masyarakat dapat terlayani dengan baik apabila manajemen yang digunakan oleh lembaga pendidikan tersebut direncanakan serta dilaksanakan dengan benar. Pemimpin pada suatu lembaga dituntut untuk dapat memahami ilmu manajemen lembaga PAUD. Pemasaran lembaga PAUD harus lebih menekankan pada pelayanan tiga ranah yakni memperbaikan kualitas pendidikan, mengevaluasi kegiatan belajar mengajar, dan meningkatkan layanan deteksi dini tumbuh kembang anak didik (Mubaridah, 2016).
Konsep yang harus diutamakan pendidikan anak usia dini adalah pemahaman secara utuh tentang tujuan dari didirikannya lembaga pendidikan yang sebelumnya sudah dirumuskan. Tujuan tersebut tentunya di rencanakan sebaik mungkin dan memiliki integrasi atau hubungan dengan visi misi lembaga. Para konsumen yang akan lebih difokuskan oleh lembaga pendidikan adalah mereka orang tua yang mempunyai anak usia 0 sampai 6 tahun. Tentunya akan menjadi konsumen atau calon pembeli jasa edukasi yang nantinya akan menjadi target
atau sasaran dalam pemasaran lembaga PAUD yang sangat potensial (Suyadi, 2011).
Merumuskan sebuah visi dan juga misi di lembaga PAUD adalah langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan langkah atau tahap selanjutnya karena nantinya visi misi ini akan dijadikan sebagai salah satu media sederhana untuk mengenalkan lembaga PAUD yang bersangkutan kepada konsumen. Perumusan visi dan misi harus direncanakan dengan baik dan dapat disesuaikan dengan kondisi sosial budaya yang berlaku di lingkungan sekitar lembaga PAUD tesebut. Setelah mengenalkannya kepada konsumen lembaga PAUD melalui kegiatan promosi dan tentunya konsumen merasa sangat tertarik sehingga akan mencari tahu informasi lebih banyak tentang lembaga PAUD yang bersangkutan. Umumnya para konsumen akan mulai mencari tahu bagaimana sarana prasarana di lembaga PAUD tersebut, bagaimana kurikulumnya, tenaga kependidikannya, dan lain sebagainya. Apabila semua komponen PAUD yang telah disebutkan di atas disusun secara menarik dan bertanggungjawab, maka nantinya para konsumen akan merasa jika lembaga PAUD yang bersangkutan ini mempunyai banyak keunggulan dan menjadi salah satu lembaga yang dapat menciptakan generasi yang berkompeten.