BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2 Manajemen Pengelolaan
Elang jawa dan elang brontok yang ada di Suaka Elang, PPS Cikananga dan PPS Gadog ditempatkan pada tipe kandang yang berbeda-beda. Di Suaka Elang, elang jawa ditempatkan pada kandang rehabilitasi dan pelepasliaran yang terdiri dari dua kandang dengan ukuran masing-masing kandang seluas 8 x 20 x 3 m, elang brontok ditempatkan pada kandang peragaan (display) yang mana kandang tersebut terbagi menjadi lima ruangan kandang yang berukuran masing- masing 3 x 4 x 2 m. Elang jawa dan elang brontok yang ada di PPS Cikananga ditempatkan pada tipe kandang yang sama yaitu kandang individu dengan ukuran 2 x 2,5 x 2,5 meter, kandang individu ini terdapat didalam satu blok kandang yang mana dalam satu blok kandang terdiri dari 10 kandang individu. Di PPS Gadog elang jawa ditempatkan pada bekas kandang primata dengan ukuran 1,2x 3 x 2 meter, hal ini disebabkan oleh kondisi kandang elang yang seharusnya sudah tidak layak pakai.
(a) (b)
Gambar 12 (a). Kandang rehabilitasi dan pelepasliaran di Suaka Elang, (b). Kandang peragaan di Suaka elang
Ketiga lokasi ini merupakan habitat eks-situ bagi kedua jenis elang tersebut, karena masing-masing memiliki manajemen pengelolaan untuk melestarikan elang jawa dan elang brontok diluar habitat aslinya. Manajemen pengelolaan pada ketiga lokasi terdapat beberapa kesamaan, yaitu jadwal
pemberian, pakan yang diberikan, jadwal perawatan kandang, serta jadwal pemeriksaan kesehatan pada ketiga lokasi. Jadwal pemberian pakan antara Suaka Elang dan PPS Cikananga terdapat kesamaan yang mana diberikan satu kali sehari hampir tiap hari kecuali hari Senin dan Kamis tidak beri pakan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah peningkatan berat badan yang berlebihan.
Berbeda halnya dengan PPS Gadog jadwal pemberian pakan dilakukan setiap hari. Pakan yang diberikan pada ketiga lokasi hampir sama yaitu daging ayam. Pada Suaka Elang pemberian daging ayam merupakan pakan sampingan ketika pakan hidup yang berupa marmut tidak ada. Ukuran pakan yang diberikan antara Suaka Elang dan PPS Cikananga hampir sama yaitu potongan daging ayam yang cukup besar disesuaikan dengan ukuran burungnya, sedangkan pada PPS Gadog daging ayam yang diberikan berupa potongan kecil daging ayam sebanyak lima potong. Perawatan kandang yang dilakukan pada PPS Cikananga dan PPS Gadog dilakukan pada setiap hari, yaitu dengan membersihkan kandang dan lingkungan sekitar kandang, lain halnya pada Suaka Elang perawatan kandang yang dilakukan setiap satu minggu sekali. Jadwal pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada ketiga lokasi hampir sama yaitu sekitar tiga bulan sekali.
Dari ketiga lokasi tersebut terdapat perbedaan pengelolaan dalam perawatan kesehatan satwa. Di Suaka Elang perawatan kesehatan yang dilakukan yaitu penimbangan berat badan, pemeriksaan kelengkapan dan kecacatan di tubuh, pemeriksaan ektoparasit serta pemberian vitamin dan obat cacing. Obat cacing yang biasanya diberikan adalah ivermectin dan thiabendazole. Pada PPS Cikananga perawatan yang dilakukan dengan memberikan vitamin dan obat cacing yang dicampur pada makanan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi stres pada burung. Obat yang biasa diberikan yaitu praziquantel, mebendazole dan ivermectin. Pada PPS Gadog perawatan kesehatan yang dilakukan hanya pemberian obat cacing yang diberikan yaitu ivermectin.
40
(a) (b)
Gambar 13 (a). Blok kandang elang di PPS Cikananga, (b). Kandang elang di PPS Gadog
Populasi dan distribusi parasit disebabkan oleh banyak faktor, faktor- faktor tersebut antara lain disebabkan oleh flora, fauna, air, suhu, pH dan kandungan mineralnya, kondisi lingkungan, serta populasi hospes dan perilakunya (Kusumamihardja 1995). Faktor-faktor yang diduga menjadi penyebab kecacingan pada elang jawa dan elang brontok yang diperoleh dari ketiga lokasi yaitu faktor perilaku dan faktor manajemen satwa. Faktor perilaku yang diduga yaitu burung-burung elang tersebut membersihkan paruh dengan cakarnya, membersihkan bagian tubuhnya pada bagian dada dan sayap dengan menggunakan paruh (menelisik), serta perilaku makan yang terjadi di lantai kandang dengan waktu yang cukup lama karena pakan diletakkan di lantai kandang oleh animal keeper.
Ketiga perilaku tersebut termasuk dalam perilaku harian yang terlihat pada saat pengamatan perilaku disekitar kandang, perilaku harian lain yang dapat terlihat antara lain yaitu bersuara, terbang, bertengger, berjalan dan melompat, membersihkan paruh, menelisik, makan serta buang kotoran (defekasi). Selama pengamatan diseluruh lokasi penelitian, untuk perilaku buang kotoran (defekasi) terlihat pada sekitar pukul 09.20-09.30, 10.50-11.00 dan 13.00-13.10. Perilaku elang dikandang tidak terlalu banyak, hal ini dikarenakan keterbatasan ruang gerak yang tersedia sehiangga mempengaruhi aktifitas elang selama di kandang.
Di menit-menit awal pengamatan perilaku yang terlihat hanyalah cenderung terbang, bersuara, berjalan dan melompat dan terkadang bertengger serta defekasi, hal tersebut diduga karena burung-burung elang yang ada di ketiga lokasi penelitian cukup sensitif dan mudah stress dengan kehadiran manusia disekitar kandang. Ketika sudah berada cukup lama disekitar kandang dan merasa kehadiran peneliti dianggap tidak membahayakan bagi burung tersebut maka terlihat perilaku burung cenderung lebih sering bertengger sambil melakukan beberapa aktivitas seperti menelisik, membersihkan paruh, makan dan terkadang terlihat buang kotoran.
Faktor lain yang diduga sebagai penyebab terjadinya kecacingan yaitu faktor manajemen. Faktor manajemen satwa tersebut antara lain penempatan kandang yang saling berdekatan satu sama lain, serta penempatan kandang yang berdekatan dengan kandang satwa lain. Kondisi kandang yang saling berdekatan satu sama lain yaitu terdapat pada PPS Cikananga, yang mana kondisi antara satu kandang dengan lainnya hanya dibatasi oleh dinding kawat yang tidak terlalu rapat, sehingga ketika burung lain buang kotoran dapat masuk kedalam kandang burung lain. Kondisi kandang yang berdekatan dengan kandang satwa lain yaitu terdapat di PPS Gadog. Kandang elang jawa yang ada di PPS Gadog terletak berdekatan dengan kandang peternakan ayam broiler yang mana berada dalam satu kawasan, kondisi dari kandang ayam tersebut kebersihannya kurang terawat.
Gambar 14 Pakan yang diletakkan di lantai kandang Pakan