• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN KEPUSTAKAAN

A. Penelitian Terdahulu

1. Manajemen personalia

a. Pengertia Manajemen Personalia

Manajemen personalia adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja untuk dan di sekolah dengan efisien, demi tercapainya tujuan sekolah yang telah ditentukan sebelumnya.12

Manajemen personalia adalah pengelolaan, usaha, kepengurusan, ketatalaksanaan penggunaan sumberdaya secara efektif, yang berhubungan dengan orang-orang, kepegawaian, atau keanggotaan, untuk mencapai sasaran yang diinginkan.

Sedangkan pengertian manajemen personalia secara istilah banyak dikemukakan oleh para pakar. Diantara yang mengemukakan hal ini adalah Made Pidarta yang mengutip pendapat Evans, manajemen personalia ialah bagian manajemen yang memperhatikan orang perorang dalam organisasi, yang merupakan salah satu sub sistem manajemen.13 Sedangkan Edwin B. Flippo memberikan definisi manajemen personalia sebagai berikut:

“Manajemen personalia lebih cenderung pada fungsi manajemen personalia itu sendiri, yakni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, memeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan sumberdaya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi dan masyarakat”.14

12 Suharsimi Arikunto, Manajemen Pendidikan, (Yogyakarta: Aditya Media, 2009), 215.

13 Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia (Jakarta, Bina Aksara: 1989), hal. 117

14 Edwin B. Flippo, Manajemen Personalia Jilid 6 (Jakarta, Erlangga: 2003), hal. 3

18 Dengan demikian, maka manajemen personalia lebih cenderung pada fungsi manajemen personalia itu sendiri, pendapat ini didukung dan diperkuat oleh pendapatnya Sikula A.F. yaitu dengan memberikan batasan sebagai berikut, bahwa manajemen personalia adalah implementasi sumber daya manusia oleh dan didalam perusahaan.15 Sedangkan Drs. Manullang yang dikutip oleh Slamet Saksono megemukakan, bahwa manajemen personalia adalah seni dan ilmu perencanaan, pelaksanaan, pengontrolan tenaga kerja untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu, dengan meninggalkan kepuasan hati pada diri para pekerja.16

Sedangkan Hadari Nawawi memberikan definisi manajemen personalia adalah proses penggunaan tenaga manusia sebagai tenaga kerja dalam suatu usaha kerjasama.17 Menurut Burhanuddin, administrasi personalia atau manajemen personalia khusus memberikan layanan penataan dalam memilih, mengangkat, menempatkan, membimbing dan mengawasi, bahkan sampai pada proses pemberhentian, mutasi dan juga promosi pegawai baik itu guru atau karyawan tata usaha sekolah.18

Dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), manajemen personalia dikatakan sebagai manajemen tenaga kependidikan yang bertujuan untuk

15 Burhanuddin A. Tayibnapis, Administrasi Kepegawaian SuatuTinjauan Analitik (Jakarta: Pradnya Paramita, 1995), . 10

16 Slamet Saksono, Administrasi Kepegawaian (Yogyakarta: KAnisisus, 1993). 13

17 Hadari Nawawi, Administrasi Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung, 1988), hal. 65

18 Burhanuddin, Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 1994). 58

19 mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif, efisien untuk mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan.19

Dari berbagai uraian mengenai pengertian manajemen personalia diatas, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen personalia adalah segala kegiatan pengelolaan, pemanfaatan seluruh potensi personalia yang ada di lembaga untuk mendayagunakan secara efektif, guna mencapai tujuan pendidikan yang telah dicanangkan oleh lembaga untuk jangka waktu tertentu, yang dalam pengelolaan tersebut terdapat fungsi-fungsi yang menyertainya, yakni antara lain perencanaan, pengadaan pegawai, pembinaan dan pengembangan pegawai, promosi, mutasi, dan pemberhentian pegawai, kompensasi dan evaluasi pegawai.

Selain itu manajemen personalia ialah bagian manajemen yang memperhatikakn orang – orang dalam organisasi, yang merupakan salah satu sub system manajemen.20 Dimana kata organisasi umumnya dipakai dalam hubungan dengan setiap kumpulan orang – orang, pekerjaan – pekerjaan, pikiran – pikiran, atau fakta – fakta yang disusun dan diatur sedemikian sehingga gabungan dari gabungan – gabungan dalam setiap hal membentuk keseluruhan yang berarti.21 Dari tujuan manajemen personal tersebut menjelaskan bagaimana dapat memanfaatkan pegawai secara efisien dan mampu bekerja sama dengan kuantitas yang dapat dipertanggungjawabkan, menciptakan, memelihara dan

19 E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah (Bandung: Rosda Karya, 2002). 42

20 Ibid,hal. 109.

21 Oteng Sutisna, Supervisi dan Administrasi Pendidikan, (Bandung: Jemmars, 1979).13.

20 mengembangkan suasana kerja yang mnyenangkan antara individu yang bekerjasama.

Yang dimaksud dengan manajemen personil adalah segenap proses penataan yang bersangkutpaut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja untuk dan di sekolah dengan efisien, demi tercapainya tujuan madrasah yang telah ditentukan sebelumnya.

Secara urut proses penataan personil 22 adalah : a. Merencanakan kebutuhan pegawai

b. Penarikan, nilai dari mengumumkan kebutuhan pegawai, menyeleksi (reqruitment)

c. Penempatan ( placement sesuai dengan formasi )

d. Menggunkan tenaga kerja termasuk merangsang gairah kerja dengan menciptakan kondisi–kondisi atau suasana kerja yang baik.

e. Memelihara kesejahteraan pegawai berupa gaji, insentif, hari libur dan cuti, pertemuan–pertemuan yang bersifat kekeluargaan dan bentuk–bentuk kesejahteraan yang lain.

f. Mengatur kenaikan pangkat dan kenaikan gaji yang lain.

g. Meningkatkan mutu pegawai baik melalui pendidikan maupun kesempatan–kesempatan lain misalnya mengikuti pendidikan (Insentive Training), penataran, diskusi ilmiah, lokakarya, penataran, langganan majalah dan surat kabar, menjadi anggota perkumpulan profesi dan sebagainya.

22 Ibid`, hal14

21 h. Mengadakan penilaian terhadap prestasi kerja pegawai untuk memperoleh

data dalam rangka peningkatan pangkat pegawai.

i. Menata pemutusan hubungan kerja dengan pegawai.23

Jenis personil di sekolah ada beberapa, jika ditinjau dari tugasnya yaitu:

1) Tenaga pendidik. Tenaga pendidik terdiri atas pembibing, penguji, pengajar, dan pelatih.

2) Tenaga fungsional kependidikan. Tenaga fungsional pendidik terdiri atas penilik, pengawas, peneliti dan pengembang dibidang pendidikan dan pustakawan.

3) Tenaga teknis kependidikan. Tenaga teknis kependidikan terdiri atas laboran dan teknisi sumber belajar.

4) Tenaga pengelola satuan pendidikan satuan pendidikan. Tenaga pengelola satuan pendidikan terdiri atas kepala sekolah, direktur, ketua, rector, dan pimpinan satuan pendidikan luar sekolah.

5) Tenaga administratif atau staf tata usaha.

Jika dikaitkan dengan dunia pendidikan, maka manajemen personalia adalah mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan personalia pendidikan itu sendiri. Personel pendidikan dalam arti luas meliputi guru, pegawai dan siswa. Jika dikaitkan dengan dunia pendidikan, maka manajemen personalia adalah mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan personalia pendidikan itu sendiri.

Personel pendidikan dalam arti luas meliputi guru, pegawai dan siswa.

23 Suharsimi Arikunto, Manajemen pendidikan, (Yogyakarta: Aditya Media, 2008), hal.215.

22 Sedangkan dalam pembahasan ini yang dimaksud personalia pendidikan adalah golongan petugas yang membidangi kegiatan edukatif dan juga yang membidangi kegiatan non edukatif (ketatausahaan).24

Manajemen personalia anggota di sekolah yang menjadi tanggungjawab kepala sekolah menuntut kemampuan dalam manajemen personil/ anggota yang memadai karena telah menjadi tuntutan bahwa kepala sekolah harus ikut memikul tanggungjawab akan keberhasilan maupun kegagalan anggota sekolah.

Kesanggupan manajemen yang dituntut meliputi: (1) memperoleh dan memilih anggota yang cakap; (2) membantu anggota menyesuaikan diri pada tuga-tugas barunya; (3) menggunakan anggota dengan lebih efektif; dan (4) menciptakan kesempatan untuk perkembangan anggota secara berkesinambungan.25

Manajemen personalia telah dilaksanakan sejak dulu oleh nenek moyang kita, hal ini ternyata dengan adanya bangunan seperti Borobudur, Piramid di Mesir dan sebagainya. Meskipun demikian karena situasi dan kondisi berubah serta kebutuhan yang mendesak, maka sejak abad ke-20 manajemen personalia mulai dekembangkan dan diusahakan untuk diterapkan.

Untuk dapat mengembangkan manajemen personalia maka kita harus sadar bahwa manusia bukanlah benda mati sebab manusia mempunyai perasaan, mereka dapat gembira dan sakit hati , mereka dapat senan dan susah , mereka bukan hanya memerlukan kebutuhan materi tetapi juga mereka juga sering mengharapkan penghargaan dan pengakuaan .

24 Soetjipto dan Raflis Kosasi, Profesi Keguruan (Jakarta: Rineka Cipta dan DEPDIKBUD,1999) 175.

25 Rohiat, Manajemen Sekolah,27.

23 Oleh karena itu, demikian banyak faktor yang merupakan aspek dalam kehidupan manusia dalam hubungannya antara satu dengan yang lain, maka untuk mengembangkannya perlu pengetahuaan tentang Psikologi, hubungan tentang manusia agama, adat-istiadat dan sebagainya. Memang harus kita akui bahwa makin kecil suatu perusahaan, maka makin kecil pula peranan menajemen personalia. Sebaliknya, dengan semakin besar suatu perusahaan, maka akan semakin besar pula peranan manajemen personalia disini. Hal ini dapat kita mengerti, sebab semakin besar suatu perusahaan, maka akan besar pula kecendrungan besarlah jumlah personalianya. Hal ini berarti, semakin dibutuhkan administrasi yang lebih baik, pengurusan yang lebih baik, kebijakan-kebijakan yang lebih baik dan sebagainya. Ini disebabkan karena makin besarnya jumlah personalia, bukan hanya makin besar jumlah yang harus diurus tetapi kecendrungan makin kompleks persoalan yang harus dihadapi.

B. Ruang lingkup Manajemen Personalia

Manajemen personalia adalah pengelolaan, usaha, kepengurusan, ketatalaksanaan penggunaan sumberdaya secara efektif, yang berhubungan dengan orang-orang, kepegawaian, atau keanggotaan, untuk mencapai sasaran yang diinginkan.26 Menurut Prof. Edwin B. Filippo, manajemen personalia adalah

“perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan

26 Hani. T, Handoko, Manajemen edisi 2, (BPFE-Yogyakarta 2013). 24

24 hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat “.27

Menurut Hani Handoko, manajemen mencakup fungsi-fungsi : Perencanaan (Penetapan apa yang akan dilakukan), Pengorganisasian (perancangan dan penugasan kelompok kerja), Penyusunan Personalia (penarikan, seleksi, pengembangan, pemberian kompensasi dan penilaian presttasi kerja), Pengarahan (motivasi, kepemimpinan, integrasidan pengelolaan konflik) serta pengawasan.

Dalam bentuk kerangka, definisi tersebut akan tampak sebagai berikut:

1. fungsi- fungsi manajemen a. Perencanaan (planning) b. Pengorganisasian (organizing) c. Pengarahan (directing)

d. Pengendalian (Controling ) 2. Fungsi-fungsi operasional

a. Pengadaan tenaga Kerja (procurement) b. Pengembangan (development)

c. Kompensasi d. Integrasi

e. Pemeliharaan (maintenance)

f. Pemutusan hubungan kerja (separation) 1) Perencanaan (Planning)

27 Manulang. M, Dasar-dasar manajemen, (gajahmada universiti pres.196.) 2012

25 Perencanaan berarti penentuan program personalia yang akan membantu tercapainya sasaran yang telah disusun untuk perusahaan itu. Dengan kata lain proses penentuan akan melibatkan partisipasi aktif dan kesadaran penuh dari Manajer personalia, dengan keahliannya dalam bidang sumber daya manusia.

Dokumen terkait