• Tidak ada hasil yang ditemukan

JUMLAH PERUNIT

4. Manajemen Pondok Pesantren Modern

Selama ini pondok pesantren dianggap sebagai lembaga pendidikan yang tertinggal dan tidak mampu bersaing dengan lembaga pendidikan formal pada umumnya karena satu hal yang selama ini diperbincangkan bahwa sistem pendidikan yang ada di pondok pesantren masih cenderung klasik dan sistem manajemen pesantren juga di anggap seabagai titik kelemahan pesantren, karena seperti yang kita ketahui banyak di antara pesantren menggunakan manajemen tertutup dan lebih cenderung bersifat kekeluargaan sehingga segala sesuatu yang berkenaan dengan keuangan pesantren dikelola oleh pihak keluarga. Tetapi tidak demikian dengan pondok pesantren modern Darussalam Gontor Ponorogo dan sebagian pondok-pondok alumni Gontor mereka mencoba melakukan inovasi baru serta selalu memperbaiki pengelolaan manajemen pondok pesantren dalam rangka menjaga keberlanjutannya (sustainability) maka pondok pesantren modern Darussalam Gontor Ponorogo dan sebagian pondok-pondok alumni Gontor yang berada di Provinsi Lampung selalu memegang teguh prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas serta kebersamaan karena mereka beranggap bahwa pondok pesantren bukanlah milik perseorangan atau milik pribadi akan tetapi pondok pesantren adalah milik seluruh umat.72

72 Hasil orbservasi pada beberapa pondok alumni pondok modern Gontor yang berada di propinsi Lampung pada tanggal 30 desember 2016 s/d 21 juli 2017.

Hal ini terbukti bahwa beberapa pondok pesantren alumni Gontor yang berada di Provinsi Lampung yang mengalami kemunduran ternyata mereka masih berpegang teguh pada sistem manajemen yang tertutup (kekeluargaan) regulasi keuangan maupun pengelolaan administrasi pesantren dikelola oleh pihak keluarga dan kurang adanya transparansi karena pondok pesantren merupakan milik keluarga. Sehingga dengan sistem pengelolaan manajemen seperti ini pada akhirnya beberapa pondok pesantren alumni Gontor yang berada di Provinsi Lampung mengalami kemunduran.73

Berikut ini merupakan beberapa alasan pondok pesantren alumni Gontor mengalami kemunduran yaitu;

(1) Pengelolaan manajemen pondok pesantren tidak mengikuti pola manajemen pondok pesantren modern Gontor pusat namun mereka juga tidak mampu menemukan strategi khusus dalam pengembangan pesantren sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar, oleh karena itu ada pondok pesantren modern yang berupaya menyusun strategi kembali untuk tahap pengembangan pesantren, dengan menyusun perencanaan, pelaksanaan, rencana evaluasi untuk pengembangan pondok pesantren ke depannya agar pondok pesantren yang awalnya fakum dalam beberapa tahun akan berjalan kembali dan mampu berkembang lagi seperti sedia kala

73 Sri Wahyuningsih, wawancara selaku tenaga pendidik pondok pesantren modern Al-Haramain Bekri Lampung Tengah, pada tanggal 24 mei 2017. Pukul 09.00 WIB.

serta mampu untuk menjaga keberlangsungannya, dengan melihat kebutuhan masyarakat sekitar. Sehingga proses pembelajaran dan pengajaran yang ada di pondok pesantren modern akan dirubah menjadi sistem pembelajaran umum namun tanpa meninggalkan sistem pembelajaran dan pengajaran KMI.74

(2) Manajemen keuangan pondok modern lebih ditekankan pada manajemen usroh (keluarga) sehingga keluar masuknya dana yang ada di pondok tersebut dikelola oleh keluarga dan kurang terbuka. Sedangkan di pondok-pondok modern alumni Gontor yang mengalami kemajuan masih berpegang teguh pada prinsip transparansi dalam pengelolaan keuangan yang ada di pondok pesantren, dan seluruh keuangan yang dimiliki pondok diatur dengan administrasi yang tertib dan transparan.

(3) Kurikulum yang tidak konsisten, yang awalnya kurikulum mengikuti kurikulum pondok pesantren modern Darussalam Gontor Ponorogo yaitu KMI (Kuliyatul Mualiminal Islamiyah) maka kemudian di ganti dengan kurikulum Mts dan MA umum, (4) Perbedaan pendapat di kalangan pemangku kebijakan maupun

pimpinan pondok pesantren sehingga tidak adanya kesepemahaman pendapat antara semua pemangku kebijakan yang ada di pondok pesantren, dengan adanya perbedaan pendapat maka sistem manajemen yang ada di pondok tidak ada keseragaman

74 Bukhori Ahyar, wawancara selaku bagian pengasuhan santri pondok pesantren modern Al-Haramain Bekri Lampung Tengah, pada tanggal tanggal 24 mei 2017. Pukul 14.15 WIB.

pendapat. Sehingga sistem yang ada di pondok pesantren tidak berjalan dengan baik antara yayasan dengan pengelola pondok pesantern jadi tidak ada singkronisasi pemikiran.

(5) Sangat erat sekali dengan sistem turun menurun (sistem kepemimpinan di pimpim oleh keluarga yang secara turun menurun), jadi kepemimpinan tidak diserahkan oleh pihak lain yang mempunyai kompetensi lebih akan tetapi lebih cenderung diberikan kepada pihak-pihak keluarga.

(6) Pimpinan pondok pesantren (mudirul ma’had) tidak menetap di pondok, akan tetapi tinggal diluar pondok pesantren. Tanpa adanya pemantauan secara khusus dari pihak pimpinan pondok pesantren maka disiplin pondok tidak akan berjalan dengan baik, dan pihak pimpinan pondok pesantren pun tidak akan mengetahui perkembangan maupun kemunduran yang ada di pondok pesantren. (7) Minimnya tenaga pendidik dikarenakan tenaga pendidik banyak

yang keluar dari pondok pesantren tersebut, karena banyak nya tenaga pendidik yang berkiprak di pondok masih mempunyai pola fikir yang cenderung financial oriented, sedangkan pondok-pondok alumni Gontor merupakan pondok yang mengedepankan sistem keikhlasan seperti halnya pondok modern Darussalam Gontor Ponorogo, oleh karena itu masih banyak tenaga pendidik yang berkiprah memiliki paradigma yang berbeda.

(8) Kurang adanya dukungan dari pihak masyarakat, sesuai dengan hasil observasi dan hasil wawancara dengan beberapa tenaga pendidik dan pimpinan pondok pesantren yang mengalami kemunduran ternyata memang tidak adanya dukungan dari pihak masyarakat, dan mereka menganggap bahwa sistem yang ada di pondok pesantren tidak cocok diterapkan bagi orang-orang pribumi yang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Sehingga dukungan dari masyarakat sekitarpun juga kurang. Padahal sebuah pondok pesantren tidak dapat terlepas dari peran dan dukungan dari masyarakat maupun warga sekitar, karena dukungan yang positif dari warga sekitar akan sangat membatu dalam perkembangan serta kemajuan bagi pondok pesantren.

(9) Kurang menunjangnya sarana dan prasarana, dengan minimnya fasilitas yang dimiliki oleh pihak pondok pesantren maka proses pendidikan dan pengajaran yang di pondok pesantren akan terhambat, ini termasuk problema dalam dunia pendidikan karena tanpa didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai maka sistem pendidikan dan pengajaran yang ada di pondok pesantren modern tidak akan berjalan dengan baik.