Allowance for inventory obsolescence, if necessary, is based on a review of the status
konsolidasian 46.729.960.606 40.264.418.124 Consolidated income tax expense
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN FINANCIAL RISK MANAGEMENT Dari aspek keuangan, risiko utama yang dihadapi oleh
Perusahaan dan entitas anak adalah risiko pasar, risiko kredit dan risiko likuiditas. Untuk itu Perusahaan dan entitas anak menerapkan sejumlah kebijakan untuk mengurangi potensi kerugian yang dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan dan entitas anak.
From the financial aspect, the main risks faced by the Company and subsidiary are market risk, credit risk and liquidity risk. For the said risks, the Company and subsidiary implement a number of policies to reduce the potential losses that could affect the Company and
subsidiary’s financial risk.
a. Risiko nilai tukar mata uang asing a. Foreign exchange risk Risiko nilai tukar mata uang asing timbul dari aset dan
liabilitas moneter yang diakui dalam mata uang yang berbeda dengan mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak.
Foreign exchange risk arises from monetary assets and liabilities that are in currencies different from the functional currency of the Company and subsidiary.
Perusahaan dan entitas anak menyadari adanya potensi risiko nilai tukar mata uang ini dan menerapkan kebijakan untuk melakukan transaksi penjualan dan pembelian dalam mata uang yang sama. Tujuannya adalah agar secara alami Perusahaan dan entitas terlindung dari dampak perubahan nilai tukar mata uang asing.
The Company and subsidiary are aware of the potential of foreign exchange risk and adopt policy to sell and buy in the same currency. The purpose is to hedge the Company and subsidiary from the effects of the movements in foreign exchange rates.
Sebagian dari risiko ini dikelola menggunakan lindung nilai natural yang berasal dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing yang sama.
Some of this risk is managed using natural hedges derived from assets and liabilities denominated in the same foreign currencies.
Aset dan liabilitas moneter bersih dalam mata uang asing disajikan pada Catatan 32.
Net monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are disclosed in Note 32.
Tabel di bawah ini menunjukkan sensitivitas yang memiliki kemungkinan terjadi perubahan di dalam USD dan JPY (terhadap IDR), dengan asumsi semua variabel adalah tetap, terhadap laba sebelum pajak dan ekuitas Perusahaan dan entitas anak pada tanggal 31 Desember 2012 tersebut:
The following table demonstrates the sensitivity to a reasonably possible change in the USD and the JPY (against the IDR), with all other variables held constant, of the Company and subsidiary profit before income tax and equity on 31 December 2012 are as follows: Peningkatan (Penurunan)/ Increase (Decrease) Menguat 5% Strengthened by 5%
Laba sebelum pajak penghasilan ( 6.892.503.321 ) Income before tax
Ekuitas ( 6.892.503.321 ) Equity
Melemah 5% Weakened by 5%
Laba sebelum pajak penghasilan 6.892.503.321 Income before tax
Ekuitas 6.892.503.321 Equity
b. Risiko kredit b. Credit Risk
Risiko kredit timbul dari adanya transaksi penjualan secara kredit. Potensi kerugian dapat timbul sebagai dampak dari kegagalan pelanggan dalam memenuhi liabilitas kontraktualnya.
Credit risk arises mainly from the credit sales. The adverse impact arises from the customers’ default in fulfilling their contractual liabilities.
Untuk meminimalisasi risiko kredit ini maka Perusahaan dan entitas anak menerapkan sejumlah kebijakan-kebijakan dalam pengelolaan risiko kredit seperti memberikan kredit kepada pelanggan dengan reputasi baik, menetapkan batasan-batasan dalam pemberian kredit dan terus memantau kolektibilitas
To minimize credit risk, the Company and subsidiary adopt several policies in managing credit risk, such as giving credit only to customers with good reputation, applying limits on credit facilities, and continuously monitoring the collectability of trade receivables.
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
b. Risiko kredit (Lanjutan) b. Credit risk (Continued)
Pada tanggal 31 Desember 2012, eksposur maksimum Perusahaan dan entitas anak terhadap risiko kredit disajikan dengan jumlah tercatat tiap jenis aset keuangan yang diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
As of 31 December 2012, the Company and subsidiary maximum exposure to credit risk is represented by the carrying amount of each class of financial assets recognized in the consolidated statements of financial position.
c. Risiko likuiditas c. Liquidity risk
Risiko likuiditas timbul dari ketidaksesuaian antara penerimaan kas dengan pengeluaran kas sehingga menyebabkan Perusahaan dan entitas anak tidak dapat memenuhi liabilitasnya.
Liquidity risk arises from the mismatch in cash received and cash disbursed such that the Company and subsidiary cannot fulfill their liabilities.
Untuk mengantisipasi dan meminimalisasi risiko likuiditas maka Perusahaan dan entitas anak terus menjaga kas dan setara kas dalam jumlah yang memadai untuk membiayai aktivitas operasional. Perusahaan dan entitas anak juga terus memantau profil jatuh tempo liabilitas jangka pendek disesuaikan dengan penerimaan kas dari pelanggan. Untuk mengatasi adanya fluktuasi arus kas secara temporer maka Perusahaan dan entitas anak selalu menjaga ketersediaan fasilitas kredit perbankan jangka pendek.
To anticipate and minimize liquidity risk, the Company and subsidiary continuously maintain an adequate level of cash and cash equivalents to finance operational activities. The Company and subsidiary also monitor the maturity profile of short-term liabilities and match these with cash received from customers. To overcome the temporary fluctuations in cash flow, the Company and subsidiary always maintain the availability of the short-term bank facilities.
Tabel berikut ini merupakan ringkasan atas aset dan liabilitas keuangan berdasarkan Perusahaan dan entitas anak pada akhir periode pelaporan berdasarkan pembayaran kontraktual sebelum didiskontokan:
The following table is a summary of the financial assets and liabilities of the Company and subsidiary at the end of the reporting period based on undiscounted contractual payments before discounting: Permintaan segera atau antara satu tahun/ Immediate demand or between one year
Lebih dari satu tahun/ More than
one year T o t a l
Aset Keuangan Financial Assets
Kas dan setara kas 66.142.222.074 - 66.142.222.074 Cash and cash equivalents
Piutang usaha 239.653.643.789 - 239.653.643.789 Trade receivables
Aset keuangan lancar lainnya 1.326.587.863 - 1.326.587.863 Other current financial assets
Aset keuangan tidak lancar
lainnya -
2.045.395.079 2.045.395.079 Other non-current financial assets
T o t a l 307.122.453.726 2.045.395.079 309.167.848.805 T o t a l
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Utang bank jangka pendek 205.000.000.000 - 205.000.000.000 Short-term bank loans
Pinjaman jangka panjang 86.126.202.723 80.358.101.719 166.484.304.442 Long-term debt
Utang usaha 64.370.981.872 - 64.370.981.872 Trade payables
Beban masih harus dibayar 6.654.479.417 - 6.654.479.417 Accrued expenses
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
d. Manajemen permodalan d. Capital management
Perusahaan dan entitas anak melakukan pengelolaan modal untuk memastikan kelangsungan hidup serta mencapai struktur permodalan yang optimal untuk memaksimalkan manfaat bagi pemegang saham. Manajemen Perusahaan dan entitas anak secara berkala melakukan penelaahan dan mengelola struktur permodalan dengan mempertimbangkan kebutuhan modal masa depan, biaya modal, tingkat profitabilitas, proyeksi arus kas dan proyeksi peluang investasi.
The Company and subsidiary exercise capital
management to ensure the Company and subsidiary’s
ability to continue as a going concern whilst achieving optimum capital structure to maximize shareholder value. The Company and subsidiary management regularly review and manage the capital structure, considering the future capital requirements, cost of capital, profitability levels, projected cash flows and projected investment opportunities.
Perusahaan dan entitas anak melakukan penelaahan struktur modal berdasarkan gearing ratio
konsolidasian. Gearing ratio didapatkan dengan membagi utang bersih dengan total ekuitas. Utang bersih didapat dengan mengurangkan jumlah utang dengan kas dan setara kas serta aset keuangan tidak lancar lainnya.
The Company and subsidiary review the capital structure based on the consolidated gearing ratio. The gearing ratio is calculated by dividing net borrowings with total equity. Net borrowings is calculated as total borrowings less cash and cash equivalents including other non-current financial assets.
Gearing ratio pada tanggal 31 Desember 2012 dan
2011 adalah sebagai berikut:
Gearing ratio as of 31 December 2012 and 2011 are as follows:
2 0 1 2 2 0 1 1
Total Pinjaman 371.484.304.442 448.123.890.238 Total Borrowings
Kas dan setara kas 66.142.222.074 110.489.365.559 Cash and cash equivalents
Aset keuangan tidak lancar lainnya –
dana yang dibatasi pengunaannya 927.637.958
1.300.000.000
Other non-current financial asset – Restricted
funds
Pinjaman bersih 304.414.444.410 336.334.524.679 Net borrowings
Ekuitas 1.136.572.861.829 632.249.053.230 Equity
Rasio pinjaman bersih terhadap
modal 26,78%
53,20% Gearing ratio
34. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN 34. SUBSEQUENT EVENTS