• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN FINANCIAL RISK MANAGEMENT Dari aspek keuangan, risiko utama yang dihadapi oleh

Dalam dokumen *************************** (Halaman 77-81)

Vehicle Co., Ltd PT Foton Pemasaran dan

(“NHL”) Berdasarkan perjanjian distributor dengan Inner

30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN FINANCIAL RISK MANAGEMENT Dari aspek keuangan, risiko utama yang dihadapi oleh

Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko nilai tukar mata uang asing, risiko kredit dan risiko likuiditas. Untuk itu Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan sejumlah kebijakan untuk mengurangi potensi kerugian yang dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan dan Entitas Anak.

From financial aspect, the main risks faced by the Company and Subsidiaries are foreign exchange risk, credit risk and liquidity risk. Therefore Company and Subsidiaries adopt several policies to reduce the potential adverse effects that can effect to the financial risk of the Company and Subsidiaries.

a. Risiko nilai tukar mata uang asing a. Foreign exchange risk Risiko nilai tukar mata uang asing timbul dari aset dan

liabilitas moneter yang diakui dalam mata uang yang berbeda dengan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.

Foreign exchange risk arises from monetary assets and liabilities that recognized in the currencies different from functional currency of the Company and Subsidiaries.

73

a. Risiko nilai tukar mata uang asing (Lanjutan) a. Foreign exchange risk (Continued) Perusahaan dan Entitas Anak menyadari adanya

potensi risiko nilai tukar mata uang ini dan menerapkan kebijakan untuk melakukan transaksi penjualan dan pembelian dalam mata uang yang sama. Tujuannya adalah agar secara alami perusahaan dan entitas terlindung dari dampak perubahan nilai tukar mata uang asing.

The Company and Subsidiaries aware of the potential of foreign exchange risk and adopt policy to sell and buy in the same currency. The purpose is getting the natural hedging for the Company and Subsidiaries from the movements in foreign exchange rate.

Aset dan liabilitas moneter bersih dalam mata uang

asing disajikan pada Catatan 27. Net monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are disclosed in Note 27.

Jika nilai tukar Rupiah melemah atau menguat sebesar 0,89% dan 3,80% dibandingkan dengan nilai tukar pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 (dengan semua variable lainnya dianggap tidak berubah), maka laba sebelum pajak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 akan meningkat atau menurun sekitar USD136.862 dan USD524.715.

If the Rupiah weakens or strengthens by 0.89% and 3.80%

compared to December 31, 2019 and 2018 (assuming all other variables remain unchanged), the income before tax of the Company for the year ended December 31, 2019 and 2018 will increase or decrease approximately by USD136,862 and USD524,715.

b. Risiko kredit b. Credit risk

Risiko kredit timbul dari adanya transaksi penjualan secara kredit. Potensi kerugian dapat timbul sebagai dampak dari kegagalan pelanggan dalam memenuhi liabilitas kontraktualnya.

Credit risk arises from the credit sales. The adverse impact can be raised from the customers’ default in fulfilling their contractual liabilities.

Untuk meminimalisasi risiko kredit ini maka Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan sejumlah kebijakan-kebijakan dalam pengelolaan risiko kredit seperti memberikan kredit kepada pelanggan dengan reputasi baik, menetapkan batasan-batasan dalam pemberian kredit dan terus memantau kolektibilitas penagihan piutang secara periodik.

To minimize the credit risk, the Company and Subsidiaries adopt several policies in managing the credit risk, such as giving credit to the customer with good reputation, applying some limitations on credit facilities and continuously monitor the collectability of the account receivables.

Berikut adalah eksposur Perusahaan dan Entitas Anak yang terkait risiko kredit pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018:

The table shows the Company and Subsidiaries exposure related to credit risk as of December 31, 2019 and 2018:

2019 Tidak jatuh tempo

atau penurunan nilai/ Neither past due nor impaired

Jatuh tempo tapi tidak dihapuskan/

Past due but not impaired

Pencadangan/

Allowance

Jumlah/

Total

Kas dan setara kas 2.570.402 - - 2.570.402

Dana yang dibatasi

penggunaannya 1.363.657 - - 1.363.657

Piutang usaha 18.997.034 9.009.207 (776.114) 27.230.127

Piutang lain-lain 706.261 - - 706.261

Uang jaminan 170 - - 170

23.637.524 9.009.207 (776.114) 31.870.617

74

b. Risiko kredit (Lanjutan) b. Credit risk (Continued) 2018

Tidak jatuh tempo atau penurunan nilai/ Neither past due nor impaired

Jatuh tempo tapi tidak dihapuskan/

Past due but not impaired

Pencadangan/

Allowance

Jumlah/

Total

Kas dan setara kas 7.631.649 - - 7.631.649

Dana yang dibatasi

penggunaannya 1.797.535 - - 1.797.535

Piutang usaha 19.051.334 8.067.135 (286.532) 26.831.937

Piutang lain-lain 734.746 - - 734.746

Uang jaminan 878 - - 878

29.216.142 8.067.135 (286.532) 36.996.745

c. Risiko tingkat bunga c. Interest rate risk Risiko tingkat bunga adalah risiko bahwa nilai wajar atau

arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.

Risiko ini terutama terkait dengan utang bank. Kebijakan Perusahaan terkait dengan risiko tingkat bunga yang berasal dari utang bank adalah membebankan perubahan tingkat bunga yang terjadi ke pelanggan melalui harga jual.

Interest rate risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rate. This risk primarily related to bank loan. The Company policies related to interest rate risk from bank loan is to charge the change in the floating rate to customers through selling price.

Apabila suku bunga mengalami perubahan 1% lebih tinggi/rendah dan variabel lain konstan, maka laba sebelum pajak akan mengalami kenaikan/penurunan sebesar USD28.126 dan USD20.120 pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.

If the interest rate change of 1% higher / lower and other variables constant, the income before tax would have increased/decreased by USD28,126 and USD20,120 on December 31, 2019 and 2018.

d. Risiko likuiditas d. Liquidity risk

Risiko likuiditas timbul dari ketidaksesuaian antara penerimaan kas dengan pengeluaran kas sehingga menyebabkan Perusahaan dan Entitas Anak tidak dapat memenuhi liabilitasnya.

Liquidity risk arises from the mismatch in cash received and cash disbursed so the Company and Subsidiaries cannot fulfill their liabilities.

Untuk mengantisipasi dan meminimalisasi risiko likuiditas maka Perusahaan dan Entitas Anak terus menjaga kas dan setara kas dalam jumlah yang memadai untuk membiayai aktivitas operasional.

Perusahaan dan Entitas Anak juga terus memantau profil jatuh tempo liabilitas jangka pendek disesuaikan dengan penerimaan kas dari pelanggan. Untuk mengatasi adanya fluktuasi arus kas secara temporer maka Perusahaan dan Entitas Anak selalu menjaga ketersediaan fasilitas kredit perbankan jangka pendek.

To anticipate and minimize the liquidity risk, Company and Subsidiaries continuously maintain the level of cash and cash equivalent in the adequate level to finance the operational activities. Company and Subsidiaries also keep on monitoring the profile of short term liabilities maturity matching the cash received from customer. To overcome the temporary fluctuation in cash flow, Company and Subsidiaries always maintain the availability of the short term bank facilties.

75

d. Risiko likuiditas (Lanjutan) d. Liquidity risk (Continued)

31 Desember 2019 December 31, 2019

<= 1 tahun/

<= 1 year

2 - 3 tahun/

2 - 3 years

4 -5 tahun/

4 -5 years

Jumlah/

Total

Penyisihan penurunan nilai/

Allowance for impairment

Nilai bersih/

Net amount

Liabilitas Liability

Pinjaman bank jangka

pendek 38.335.622 - - 38.335.622 - 38.335.622 Short-term bank loan

Utang usaha 39.396.103 - - 39.396.103 - 39.396.103 Trade payables

Utang lain-lain 210.329 - - 210.329 - 210.329 Other payables

Beban masih harus

dibayar 1.085.221 - - 1.085.221 - 1.085.221 Acccrued expense

Utang jangka panjang Long-term liabilities

- utang bank 55.951 287.749 519.547 863.247 - 863.247 Bank loan -

- utang sewa 1.908.716 2.724.870 - 4.633.586 - 4.633.586 Leased payables -

- utang pembiayaan konsumen

360.624 302.931 - 663.555 - 663.555

Consumer - Financing

payables

Uang jaminan - 134.113 134.113 134.113 Guarantee deposit

Jumlah 81.352.566 3.449.663 519.547 85.321.776 - 85.321.776 Total

31 Desember 2018 December 31, 2018

<= 1 tahun/

<= 1 year

2 - 3 tahun/

2 - 3 years

4 -5 tahun/

4 -5 years

Jumlah/

Total

Penyisihan penurunan nilai/

Allowance for impairment

Nilai bersih/

Net amount

Liabilitas Liability

Pinjaman bank jangka

pendek 4.500.000 - - 4.500.000 - 4.500.000 Short-term bank loan

Utang usaha 65.533.516 - - 65.533.516 - 65.533.516 Trade payables

Utang lain-lain 143.916 - - 143.916 - 143.916 Other payables

Beban masih harus

dibayar 2.342.216 - - 2.342.216 - 2.342.216 Acccrued expense

Utang jangka panjang Long-term liabilities

- utang sewa 1.167.404 1.149.915 - 2.317.319 - 2.317.319 Leased payables -

- utang pembiayaan konsumen

210.506 288.468 - 498.974 - 498.974

Consumer - financing payables

Uang jaminan - 344.988 344.988 344.988 Guarantee deposit

Jumlah 73.897.558 1.783.371 - 75.680.929 - 75.680.929 Total

31. TRANSAKSI NON KAS 31. NON CASH TRANSACTION

Transaksi non kas yang berakhir pada tanggal-tanggal

31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: Non cash transaction for the ended December 31, 2019 and 2018 are as follows:

2019

Catatan/

Notes 2018

Penambahan aset tetap melaui

utang sewa 3.983.214 8 1.123.975 Addition of fixed assets through

leased payable Penambahan aset tetap melalui

utang pembiayaan konsumen 686.295 8 728.918

Addition of fixed assets through installments payables Reklasifikasi uang muka pembelian

aset ke aset dalam penyelesaian - 8 87.011

Reclassification from advance purchase to asset in progress

76 Operasi Perusahaan dan Entitas Anak dapat berdampak secara merugikan oleh wabah Covid-19. Dampak merugikan dari Covid-19 terhadap perekonomian global dan Indonesia meliputi dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi, penurunan pasar modal, peningkatan risiko kredit, pelemahan kurs tukar terhadap mata uang asing dan gangguan operasi bisnis. Dampak masa depan dari wabah Covid-19 terhadap Indonesia serta Perusahaan belum dapat dijelaskan untuk saat ini. Peningkatan jumlah infeksi Covid-19 atau wabah yang berkepanjangan dapat berdampak buruk pada Indonesia serta Perusahaan. Namun dampak masa depan akan bergantung pada efektivitas kebijakan tanggapan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

The Company’s and Subsidiaries’s operations may adversely be impacted by the Covid-19 outbreak. The adverse impacts of Covid-19 to the global and Indonesia’s economy include negative impacts to the economic growth, decline in capital markets, increase in credit risk, depreciation of foreign currency exchange rates and disruption to business operations. The future impacts of the Covid-19 outbreak on Indonesia and the Company are unclear at this time. A significant rise in the number of Covid-19 infections or prolongation of the outbreak could have severe impacts on Indonesia and the Company.

However, future impacts will also depend on the effectiveness of response policies issued by the Government of the Republic of Indonesia.

Sampai dengan pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, telah terjadi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG), Indeks Harga Obligasi Gabungan (ICBI) dan kurs tukar Rupiah terhadap mata uang asing yang terkontribusi oleh dampak Covid-19. Namun dampak spesifik terhadap bisnis, pendapatan, dan nilai terpulihkan dari aset dan liabilitas Perusahaan dan Entitas Anak belum memungkinkan untuk ditentukan pada tahap ini. Dampak-dampak tersebut akan dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian saat dampak tersebut dapat diketahui dan diestimasi.

As of the date of these consolidation financial statements, there has been a decline in the Indonesia Stock Exchange Composite Index (IHSG), Indonesian Composite Bond Index (ICBI) and Rupiah foreign currency exchange rates contributed by the impacts of Covid-19. However, specific impacts on the Company’s and Subsidiaries’s business, earnings, recoverability of assets and liabilities are not possible to be determined at this stage. Such impacts will be reported in the consolidated financial statements when they are known and can be estimated.

33. PENYUSUNAN DAN PENYELESAIAN LAPORAN

Dalam dokumen *************************** (Halaman 77-81)