III. Saling hapus antar instrumen keuangan Offsetting financial instruments Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
a. Faktor risiko keuangan (lanjutan) a. Financial risk factors (continued)
i. Risiko pasar (lanjutan) i. Market risk (continued)
(ii) Risiko harga (lanjutan) (ii) Price risk (continued) Grup melakukan kontrak swap batubara
untuk melakukan lindung nilai terhadap fluktuasi harga batubara dengan jangka waktu maksimum 3 tahun. Grup telah menaikan target volume produksi dengan harga yang tetap (termasuk swap batubara) sesuai dengan komitmen tahun berjalan.
The Group enters into coal swap contracts to hedge against the fluctuation in coal prices with a maximum tenor of 3 years. The Group has increased its target volume of fixed price contracts (including coal swaps) to align with the current year commitments.
Grup melakukan kontrak lindung nilai minyak untuk mengantisipasi fluktuasi harga bahan bakar dengan swap bahan bakar dalam periode maksimal 3 (tiga) tahun kedepan.
The Group enters into oil hedge contracts to hedge against the fluctuation in fuel prices on its future fuel swaps with a maximum tenor of 3 (three) years.
(iii) Risiko suku bunga arus kas (iii) Cash flow interest rate risk Eksposur Grup terhadap suku bunga
dimonitor untuk meminimalkan dampak negatif terhadap Grup. Pinjaman yang dikeluarkan pada tingkat suku bunga variabel mengekspos Grup terhadap risiko suku bunga arus kas.
The Group’s Interest rate exposure is monitored to minimise any negative impact to the Group. Borrowings issued at variable rates expose the Group to cash flow interest rate risk.
Tabel berikut ini merupakan rincian dari aset keuangan dan liabilitas keuangan Grup yang dipengaruhi oleh suku bunga:
The following table represents a breakdown of the Group’s financial assets and financial liabilities which are impacted by interest rates:
31 Maret/March 2012
Suku bunga mengambang/ Suku bunga tetap/
Floating rate Fixed rate
Kurang dari Lebih dari Kurang dari Lebih dari Non bunga/ satu tahun/ satu tahun/ satu tahun/ satu tahun/ Non
Less than More than Less than More than interest Jumlah/
one year one year one year one year bearing Total
Aset Assets
Kas dan Cash and
setara kas 86,664,414 - 40,256,102 - 1,260,539 128,181,055 cash equivalents Piutang usaha - - - - 116,639,659 116,639,659 Trade receivables
Piutang lain-lain - - - - 2,562,671 2,562,671 Other receivables
Piutang derivatif - - - - 2,945,887 2,945,887 Derivative receivables Kas yang dibatasi
pengunaannya - - 10,663,107 - - 10,663,107 Restricted cash
Jumlah aset
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
a. Faktor risiko keuangan (lanjutan) a. Financial risk factors (continued)
i. Risiko pasar (lanjutan) i. Market risk (continued)
(iii) Risiko suku bunga (lanjutan) (iii) Interest rate risk (continued)
31 Maret/March 2012
Suku bunga mengambang/ Suku bunga tetap/
Floating rate Fixed rate
Kurang dari Lebih dari Kurang dari Lebih dari Non bunga/ satu periode/ satu periode/ satu periode/ satu periode/ Non
Less than More than Less than More than interest Jumlah/
one period one period one period one period bearing Total
Liabilitas Liabilities
Hutang usaha - - - - (140,846,815) (140,846,815) Trade payables
Beban yang masih
harus dibayar - - (140,711,084) - - (140,711,084) Accrued expenses
Liabilitas derivatif - - - - (2,498,495) (2,498,495) Derivative liabilities
Hutang lain-lain - - - - (5,808,855) (5,808,855) Other liabilities
Pinjaman jangka
pendek (388,667,284) - - - - (388,667,284) Short-term loans
Jumlah liabilitas Total financial
keuangan (388,667,284) - (140,711,084) - (149,154,165) (678,532,533) liabilities
ii. Risiko kredit ii. Credit risk
Pada tanggal 31 Maret 2012, jumlah maksimum eksposur dari risiko kredit adalah AS$126.920.516. Risiko kredit terutama berasal dari penjualan batubara, deposito berjangka, dan transaksi swap batubara dan swap bahan bakar minyak.
At 31 March 2012, total maximum exposure from credit risk is US$126,920,516. Credit risk arises primarily from sales of coal, time deposits, and favorable coal swap and fuel swap transactions.
Kebijakan umum Grup untuk penjualan batubara ke pelanggan baru dan yang sudah ada adalah sebagai berikut:
The Group’s general policies for coal sales to new and existing customers are as follows:
- Menyeleksi pelanggan-pelanggan yang memiliki kondisi keuangan yang kuat serta reputasi yang baik.
- Selecting customers with strong financial condition and good reputation.
- Penerimaan pelanggan baru dan penjualan batubara disetujui oleh karyawan yang berwenang sesuai dengan struktur pendelegasian wewenang yang ditetapkan oleh Grup.
- Acceptance of new customer and sales of coal are approved by the authorised personnel according to the Group’s delegation of authority structure.
Manajemen menggunakan lembaga- lembaga keuangan ternama untuk transaksi swap batubara dan bahan bakar minyak. Penggunaan lembaga-lembaga keuangan ini harus disetujui terlebih dahulu oleh Dewan Direksi.
For coal and oil hedging transactions, management uses reputable financial institutions as the counterparty. These financial institutions are pre-approved by the Board of Directors.
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
iii. Risiko likuiditas iii. Liquidity risk Risiko likuiditas muncul dalam situasi Grup
kesulitan memperoleh pendanaan. Kebijakan manajemen risiko likuiditas yang berhati-hati dilakukan dengan menjaga kecukupan kas dan setara kas. Grup mengelola risiko likuiditas dengan memonitor perkiraan arus kas dan arus kas aktual serta menyesuaikan profil jatuh tempo dari aset dan liabilitas keuangan.
Liquidity risk arises in situations where the Group has difficulties in obtaining funding. Prudent liquidity risk management implies maintaining sufficient cash and cash equivalents. The Group manages liquidity risk by continuously monitoring forecast and actual cash flows and matching the maturity profiles of financial assets and liabilities.
b. Manajemen risiko permodalan b. Capital risk management Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan
adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.
The Group’s objectives when managing capital are to safeguard the Group’s ability to continue as a going concern in order to provide returns for shareholders and benefits for other stakeholders and to maintain an optimal capital structure to reduce the cost of capital.
Untuk mempertahankan atau menyesuaikan struktur modal, Grup menyesuaikan jumlah dividen yang dibayar kepada pemegang saham dan pengembalian modal kepada pemegang saham.
In order to maintain or adjust the capital structure, the Group may adjust the amount of dividends paid to shareholders and return capital to shareholders.
Pada prinsipnya, Grup memonitor permodalan berdasarkan rasio net debt to EBITDA dan rasio debt to equity. Rasio debt to equity dihitung dengan membagi jumlah hutang neto dan jumlah ekuitas.
The Group principally monitors capital on the basis of the net debt to EBITDA and the debt to equity ratio. Debt to equity ratio is calculated as net debt divided by total equity.
Hutang neto dihitung dari jumlah pinjaman (termasuk pinjaman “jangka pendek dan jangka panjang” yang disajikan pada laporan posisi keuangan) dikurangi kas dan setara kas. Jumlah modal dihitung dari “ekuitas” seperti yang ada pada laporan posisi keuangan.
Net debt is calculated as total borrowings (including “current and non-current borrowings” as shown in the statement of financial position) less cash and cash equivalents. Total capital is calculated as “equity” as shown in the statement of financial position.
EBITDA dihitung dari laba sebelum pajak konsolidasian Grup, ditambah dengan biaya depresiasi, amortisasi dan laba atau rugi pelepasan aset tetap, biaya tidak rutin (one-off item), penghapusan investasi dan laba atau rugi selisih kurs.
EBITDA is calculated on the Group consolidated profit before tax, adjusted for depreciation, amortisation and excluding any profit or loss on disposals of fixed assets, any one-off items, amounts written off investments and any exchange rate gains or losses.
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
b. Manajemen risiko permodalan (lanjutan) b. Capital risk management (continued) Strategi Grup adalah menjaga rasio net debt to
EBITDA maksimum sebesar 3,5 kali dan rasio net debt to equity maksimum sebesar 4:1.
The Group’s strategy is to have a maximum 3.5 times net debt to EBITDA and a maximum 4:1 ratio of net debt to equity.
31 Maret/ 31 Desember/
March December
2012 2011
Jumlah pinjaman (Catatan 18) 388,667,284 396,014,970 Total borrowings (Note 18) Dikurangi: kas dan setara kas dan Less: cash and cash equivalents
kas yang dibatasi penggunaannya and restricted cash
(Catatan 4 dan 8) (138,844,162) (168,904,085) (Note 4 and 8)
Utang neto 249,823,122 227,110,885 Net debt
Jumlah ekuitas 756,402,018 718,250,535 Total equity
Rasio net debt to EBITDA 4.09x 0.73x Net debt to EBITDA ratio
c. Estimasi nilai wajar c. Fair value estimation Manajemen berpendapat bahwa nilai buku dari aset
dan liabilitas keuangannya mendekati nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan tersebut pada tanggal 31 Maret 2012.
Management is off the opinion that the carrying value of its financial assets and liabilities approximates the fair value of the financial assets and liabilities as at 31 March 2012.
36. KEPENTINGAN NONPENGENDALI 36. NON-CONTROLLING INTERESTS