• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

(GSPA) Perusahaan harus membeli dan membayar

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

a. Risiko Kredit (lanjutan) a. Credit Risk (continued)

(b) Jenis pelanggan (b) Customer types

Tabel berikut ini menggambarkan rincian eksposur kredit Grup pada nilai tercatat (tanpa memperhitungan agunan atau pendukung kredit lainnya), yang dikategorikan berdasarkan operasi utama.

The following table breaks down the Group’s credit exposure at carrying amounts (without taking into account any collateral held or other credit support), as categorised by the main operations.

(v) Piutang usaha (v) Trade receivables

Ikhtisar piutang usaha yang diberikan adalah sebagai berikut:

Trade receivables are summarised as follows:

2010

Tidak mengalami Mengalami

penurunan nilai/ penurunan nilai/ Jumlah/

Non impaired Impaired Total

Distribusi 1.381.459.492.249 374.803.843.667 1.756.263.335.916 Distribution Transmisi 205.010.226.226 18.013.641.577 223.023.867.803 Transmission Operasi lainnya 10.909.670.963 - 10.909.670.963 Other operations

Jumlah 1.597.379.389.438 392.817.485.244 1.990.196.874.682 Total

Dikurangi: Less:

Cadangan kerugian Allowance for

penurunan nilai - (98.602.984.407) (98.602.984.407) impairment losses

Bersih 1.597.379.389.438 294.214.500.837 1.891.593.890.275 Net

b. Risiko Pasar b. Market Risk

Grup memiliki eksposur terhadap risiko pasar, yaitu risiko suku bunga dan risiko mata uang asing.

The Group is exsposed to market risk, in particular interest rate risk and foreign currency risk.

Risiko tingkat bunga arus kas adalah risiko dimana arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.

Cash flow interest rate risk is the risk that the future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates.

Grup memiliki pinjaman jangka pendek dan jangka panjang dengan bunga variabel. Grup akan memonitor secara ketat pergerakan suku bunga di pasar dan apabila suku bunga mengalami kenaikan yang signifikan maka Perusahaan akan menegosiasikan suku bunga tersebut dengan para lender.

The Group’s short-term and long-term loans are charged with variable interest rates. The Group will strictly monitor the market interest rates fluctuation and if the interest rates significantly increased, they will renegotiate the interest rate to the lenders.

Grup juga melakukan transaksi swap suku bunga untuk menyesuaikan risiko suku bunga yang terasosiasi dengan efek hutang jangka panjang dengan tingkat bunga variable, akan tetapi tidak memberlakukan akuntansi lindung nilai.

The Group also enters into interest rates swap to match the interest rate risk associated with the variable rates long-term loans, however no hedge accounting is applied.

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

b. Risiko Pasar (lanjutan) b. Market Risk (continued)

(i) Risiko tingkat bunga (i) Interest rate risk

Grup memiliki eksposur terhadap fluktuasi tingkat suku bunga pasar yang berlaku baik atas risiko nilai wajar maupun arus kas.

The Group takes an exposure to the effects of fluctuations in the prevailing levels of market interest rates, both its fair value and cash flow risks.

Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur nilai wajar instrumen keuangan Grup terhadap risiko tingkat bunga.

The table below summarises the Group’s fair value exposures to interest rate risks.

2010

Lebih dari 1 Lebih dari 3

bulan sampai bulan sampai

dengan 3 bulan/ dengan 1 tahun/ Lebih dari Bunga tetap/ Over 1 month Over 3 months 1 tahun/

Fixed rate up to 3 months up to 1 year Over 1 year

Kewajiban Keuangan Financial Liabilities

Pinjaman jangka panjang

jatuh tempo dalam Current maturities of

waktu satu tahun 89.909.127.984 1.743.307.006.741 211.972.518.377 - long-term loans Pinjaman jangka panjang -

setelah dikurangi bagian

jatuh tempo dalam Long-term loans - net

waktu satu tahun 6.044.408.038.791 3.957.382.730.685 741.098.282.127 - of current maturities

Jumlah Kewajiban

Keuangan 6.134.317.166.775 5.700.689.737.426 953.070.800.504 - Total Financial Liabilities

Analisis sensitivitas untuk risiko suku bunga Pada tanggal 31 Desember 2010, jika tingkat suku bunga pinjaman meningkat/menurun sebesar 50 basis poin dengan semua variabel konstan, laba sebelum pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut lebih rendah/tinggi sebesar Rp20.959.791.258, terutama sebagai akibat kenaikan/penurunan biaya bunga atas pinjaman dengan tingkat bunga mengambang.

Sensitivity analysis for interest rate risk

As of December 31, 2010, if the interest rates of the loans have been 50 basis points higher/lower with all other variables held constant, income before tax for the year then ended would have been Rp20,959,791,258 lower/higher, mainly as a result of higher/lower interest expense on loans with floating interest rates.

(i) Risiko mata uang asing (ii) Foreign exchange risk

Risiko mata uang asing adalah risiko atas perubahan nilai tukar Rupiah sebagai mata uang pelaporan terhadap mata uang asing, khususnya Dolar Amerika Serikat dan Yen Jepang. Risiko ini muncul disebabkan aset, kewajiban dan transaksi operasional Grup didominasi oleh mata uang asing sehingga pelemahan Rupiah terhadap mata uang asing tersebut dapat mempengaruhi pendapatan dan kinerja Grup.

Foreign exchange risk is the risk that arise from the changes of exchange rate of Rupiah as reporting currency against foreign currencies, especially US Dollar and Japanese Yen. Assets, liabilities and operational transactions of the Group are denominated in foreign currencies, therefore, the weakening of Rupiah will influence revenues and financial performance of the Group.

Risiko mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari instrumen keuangan akan berfluktuasi yang disebabkan perubahan nilai tukar mata uang

Foreign exchange rate risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in foreign exchange rates. The

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

b. Risiko Pasar (lanjutan) b. Market Risk (continued)

(ii) Risiko mata uang asing (lanjutan) (ii) Foreign exchange risk (continued) Untuk mengatur risiko mata uang asing,

Perusahaan melakukan kontrak cross currency swap. Kontrak ini akan dicatat sebagai transaksi bukan lindung nilai, dimana perubahan atas nilai wajar akan masuk dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan.

To manage foreign exchange rate risks, the Company entered into cross currency swap contract. This contract is accounted as transaction not designated as hedge, wherein the changes in the fair value are charged or credited directly to consolidated statement of income for the current year. Sebagian besar pembelian gas dalam mata

uang Dolar Amerika Serikat juga dijual dalam Dolar Amerika Serikat, sehingga lindung nilai atas risiko nilai tukar mata uang asing terjadi secara alami. Saat ini, kewajiban yang timbul dari pembiayaan dalam mata uang asing tidak dilindung nilai.

Most purchases of gas in US dollar are also sold in US dollar, thus naturally hedging the related foreign currency exposures. Currently, liabilities denominated in foreign currency arising from financing activities are not hedged.

Grup mempunyai aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2010 disajikan pada Catatan 34.

The Group had monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies as of December 31, 2010 were presented in the Note 34.

c. Risiko Likuiditas c. Liquidity Risk

Risiko likuiditas adalah risiko dimana Grup tidak bisa memenuhi kewajiban pada saat jatuh tempo. Group melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk (cash-in) dan kas keluar (cash-out) untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran kewajiban yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo diperoleh dari pelunasan piutang usaha dari pelanggan yang memiliki jangka waktu kredit satu bulan.

Liquidity risk is the risk that the Group is unable to meet its obligations when they fall due. The Group evaluates and monitors cash-in flow and cash-out flow to ensure the availability of funds to settle the due obligation. In general, funds needed to settle the current and long-term liabilities are obtained from settlement of trade receivables from the customers with one month credit term.

Tabel dibawah merupakan profil kewajiban keuangan Grup berdasarkan kontrak pembayaran.

The table below summarises the maturity profile of the Group’s financial liabilities based on contractual payments.

2010

Lebih dari 1

tahun sampai

dengan 2 tahun/ Lebih dari

Dibawah 1 tahun/ Over 1 year 3 tahun/ Jumlah/

Below 1 year up to 2 years Over 3 years Total

Kewajiban Keuangan Financial Liabilities

Hutang usaha 628.160.480.591 15.830.407.397 - 643.990.887.988 Trade payables Hutang lain-lain 212.984.531.652 3.574.030.392 8.330.691.969 224.889.254.013 Other payables Kewajiban yang masih

harus dibayar 500.611.374.404 129.189.371.118 72.588.212.389 702.388.957.911 Accrued liabilities Hutang derivatif - - 1.695.882.571.498 1.695.882.571.498 Derivative payable Pinjaman jangka panjang 2.045.188.653.101 1.098.899.999.800 9.643.989.051.804 12.788.077.704.705 Long-term loans

33. NILAI WAJAR ASET DAN KEWAJIBAN