• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL RISKS MANAGEMENT (continued)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS

30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL RISKS MANAGEMENT (continued)

Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) Financial risk factors (continued)

(ii) Risiko kredit (lanjutan) (ii) Credit risk (continued)

Kebijakan Grup terkait dengan risiko kredit adalah sebagai berikut (lanjutan):

The Group’s policies related to credit risk are as follows (continued):

(2) Grup memiliki kebijakan untuk memastikan bahwa transaksi dilakukan dengan pelanggan yang mempunyai reputasi yang baik. Untuk aset keuangan seperti kas dan setara kas dan aset keuangan lainnya, Grup meminimalkan risiko kredit dengan melakukan penempatan pada pihak-pihak bereputasi (Catatan 4 dan 7). Piutang usaha dimonitor secara terus menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit. Piutang usaha Grup terdiri dari banyak pelanggan yang merupakan individu dan korporasi. Grup memiliki eksposur risiko kredit yang signifikan kepada beberapa pihak ketiga (Catatan 5).

(2) The Group has a policy to ensure that transactions are made with customers having good credit records. For financial assets such as cash and cash equivalents and escrow accounts, the Group minimises the credit risk by placing the funds with reputable financial institutions (Notes 4 and 7). Receivable balances are monitored on an ongoing basis to minimise the credit risks exposure. The Group’s trade receivables consist of a large number of customers representing both individuals and corporate companies. The Group has significant credit risk exposure to several third parties (Note 5).

Jumlah tercatat yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian merupakan eksposur maksimum risiko kredit Grup untuk pinjaman yang diberikan dan piutang.

The carrying amounts reflected in the consolidated financial statements represent the Group’s maximum exposure to credit risk for loans and receivables. Untuk bank dan lembaga keuangan, hanya yang

secara independen dinilai dengan peringkat minimum “BBB-” yang diterima.

For banks and financial institutions, only independently rated parties with a minimum rating of “BBB-” are accepted.

(iii) Risiko Likuiditas (iii) Liquidity risk

Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan secara prudent antara lain dengan memonitor profil jatuh tempo pinjaman dan sumber pendanaan, menjaga tersedianya kecukupan kas dan memastikan tersedianya pendanaan dari sejumlah fasilitas kredit yang mengikat. Kemampuan Grup untuk mendanai kebutuhan pinjamannya, dikelola dengan menjaga diversifikasi sumber pendanaan dengan fasilitas kredit yang memadai dari kreditur yang kredibel.

Prudent liquidity risk management includes managing the profile of borrowing maturities and funding sources, maintaining sufficient cash, and ensuring the availability of funding from an adequate amount of committed credit facilities. The Group’s ability to fund its borrowing requirements is managed by maintaining diversified funding sources with adequate credit facility from credible lenders.

Kebijakan manajemen likuiditas Grup melibatkan proyeksi arus kas dalam mata uang yang utama dan mempertimbangkan tingkat aset lancar yang diperlukan; mengamati rasio likuiditas keuangan terhadap persyaratan peraturan internal dan eksternal serta menjaga rencana pembiayaan utang.

The Group’s liquidity management policy involves projecting cashflows in major currencies and considering the level of liquid assets necessary to meet these; monitoring balance sheet liquidity ratios against internal and external regulatory requirements; and maintaining debt financing plans.

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah) (Expressed in millions of Rupiah)

30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 30. FINANCIAL RISKS MANAGEMENT (continued)

Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) Financial risk factors (continued)

(iii) Risiko likuiditas (lanjutan) (iii) Liquidity risk (continued)

Tabel berikut merupakan analisis liabilitas keuangan Grup pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, berdasarkan jatuh tempo dari tanggal pelaporan sampai dengan tanggal jatuh tempo. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel adalah berdasarkan jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan yang tidak didiskontokan termasuk bunga yang akan diakru terhadap liabilitas, kecuali apabila Grup berhak dan bermaksud membayar kewajiban sebelum jatuh tempo.

The following table analysis the Group’s financial liabilities as of 31 December 2020 and 2019, based on maturity groupings from the reporting date to the contractual maturity dates. The amounts disclosed in the table are the undiscounted contractual maturities of the financial liabilities including interest that will accrue to those liabilities except where the Group is entitled and intends to repay the liability before its maturity.

Jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan/

Contractual maturities of financial liabilities

Antara 1 tahun Antara 2 tahun Kurang dari dan 2 tahun/ dan 5 tahun/

1 tahun/ Between 1 year Between 2 years Jumlah/

Less than 1 year and 2 years and 5 years Total

31 Desember 2020 31 December 2020

Tanpa bunga Non-interest bearing

Utang usaha kepada Trade accounts payables

pihak ketiga 47,063 - - 47,063 to third parties

Utang lain-lain Other payables

Pihak berelasi 577 - - 577 Related parties

Pihak ketiga 20,279 - - 20,279 Third parties

Beban Akrual 147,394 - - 147,394 Accruals

Uang jaminan pelanggan - - 33,938 33,938 Customer’s deposits

Variable interest rate

Instrumen tingkat bunga variabel instruments

Utang bank jangka pendek 293,562 - - 293,562 Short-term bank loans

Utang bank jangka panjang 356,074 263,699 283,897 903,670 Long-term bank loans

Fixed interest rate

Instrumen tingkat bunga tetap instruments

Utang bank jangka pendek 1,433 - - 1,433 Short-term bank loans

Utang bank jangka panjang 27,432 10,418 12,800 50,650 Long-term bank loans

Jumlah 893,814 274,117 330,635 1,498,566 Total

Jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan/

Contractual maturities of financial liabilities

Antara 1 tahun Antara 2 tahun Kurang dari dan 2 tahun/ dan 5 tahun/

1 tahun/ Between 1 year Between 2 years Jumlah/

Less than 1 year and 2 years and 5 years Total

31 Desember 2019 31 December 2019

Tanpa bunga Non-interest bearing

Utang usaha kepada Trade accounts payables

pihak ketiga 47,493 - - 47,493 to third parties

Utang lain-lain Other payables

Pihak berelasi 482 - - 482 Related parties

Pihak ketiga 15,586 - - 15,586 Third parties

Beban Akrual 180,838 - - 180,838 Accruals

Uang jaminan pelanggan - - 34,842 34,842 Customer’s deposits

Variable interest rate

Instrumen tingkat bunga variabel instruments

Utang bank jangka pendek 327,875 - - 327,875 Short-term bank loans

Utang bank jangka panjang 332,640 355,993 547,474 1,236,107 Long-term bank loans

Fixed interest rate

Instrumen tingkat bunga tetap instruments

Utang bank jangka pendek 14,505 - - 14,505 Short-term bank loans

Utang bank jangka panjang 30,735 26,341 9,005 66,081 Long-term bank loans

30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 30. FINANCIAL RISKS MANAGEMENT (continued)

Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) Financial risk factors (continued)

Nilai wajar instrumen keuangan Fair value of financial instruments

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan lancar yang terdiri dari piutang usaha, piutang lain-lain, aset keuangan lainnya, utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain dan beban akrual mendekati nilai tercatatnya oleh karena efek pendiskontoan tidak material.

Nilai wajar porsi tidak lancar dari piutang usaha dan piutang lain-lain dan uang jaminan pelanggan diasumsikan sama dengan nilai tercatatnya oleh karena jumlahnya tidak material.

Nilai wajar dari utang bank jangka panjang mendekati nilai tercatatnya oleh karena jumlah biaya transaksi yang diperhitungkan sebagai bagian dari nilai tercatatnya tidak material dan sebagian besar utang bank jangka panjang dikenakan bunga mengambang yang dievaluasi secara berkala.

The fair value of current financial assets which consists of trade receivables, other receivables, other financial assets, short-term bank loans, trade payables, other payables and accrued expenses are approximate with the carrying costs as the discounting impact is immaterial.

The fair value of non-current portion of trade receivables and other receivables and customer deposits are assumed similar with the carrying value as the total balance is immaterial.

The fair value of long-term bank loans is similar with the carrying value since the total transaction costs accounted as part carrying value of the loan is immaterial. Furthermore, majority of the long-term bank loans are subject to floating interest rate which is regularly evaluated.

Pengelolaan modal Capital management

Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya.

The Group’s objectives when managing capital are to safeguard the Group’s ability to continue as a going concern in order to provide returns for shareholders and benefits for other stakeholders.

Direksi secara berkala melakukan review struktur modal Grup. Sebagai bagian review, Direksi mempertimbangkan biaya modal dan risiko terkait.

The Directors regularly review the Group’s capital structure. As part of the review, the Directors considers the cost of capital and its related risk. Grup memonitor permodalan berdasarkan rasio

gearing konsolidasian. Rasio gearing dihitung dengan membagi total pinjaman yang dikenakan bunga dengan total ekuitas.

The Group monitors capital on the basis of consolidated gearing ratio. The gearing ratio is calculated as total of interest bearing loans divided by total equity.

Ratio gearing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 sebagai berikut:

The gearing ratios as of 31 December 2020 and 2019 are as follows.

31 Desember/December

2020 2019

Pinjaman (1,091,822) (1,383,148) Debt

Kas dan setara kas 492,110 727,634 Cash and cash equivalents

Pinjaman - bersih (599,712) (655,514) Net debt

Ekuitas (4,076,937) (3,849,851) Equity

Rasio pinjaman - bersih

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah) (Expressed in millions of Rupiah)

31. DAMPAK PANDEMI COVID-19 31. COVID-19 PANDEMIC IMPACT

Sejak awal tahun 2020, pandemi COVID-19 telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Pandemi ini juga berimbas pada kegiatan bisnis dan perekonomian Grup yang menyebabkan penurunan pada pendapatan bersih dan hasil usaha Grup untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020. Jangka waktu dan sejauh mana dampak pandemi COVID-19 tergantung pada perkembangan di masa depan yang tidak dapat diprediksi secara akurat saat ini.

Manajemen saat ini menerapkan beberapa upaya dalam menangani dampak COVID-19 termasuk: a. Menjaga ketersediaan arus kas Grup, agar cukup

membiayai kebutuhan operasional Grup dan membayar kewajiban pinjaman Bank sampai dengan akhir tahun;

b. Menerapkan proses bisnis yang lebih efisien dan efektif dalam operasional Grup;

c. Membatasi pengeluaran atas kegiatan promosi iklan dan pemasaran;

d. Menunda pengembangan proyek baru, seperti theme park Cibitung, proyek hotel Lampung, dan gedung perkantoran Cawang;

e. Menjaga rasio keuangan Grup sesuai dengan ketentuan yang telah disyaratkan oleh bank. Grup secara berkelanjutan memantau perkembangan pandemic COVID-19 dan memitigasi dampaknya.

Since early 2020 the COVID-19 pandemic has spread across countries, including Indonesia. This pandemic also had affected the business and economic activities of the Group resulting in a decrease in the Group's net revenue and results for the year ended 31 December 2020. The duration and extent of the impact from COVID-19 pandemic depends on future developments that cannot be accurately predicted at this time. Management currently applied several actions in response to the COVID-19 impact including: a. Maintaining the availability of the Group's cash

flow, to adequately finance the Group's operational needs and the payment of bank loan until the end of the year;

b. Implement more efficient and effective business processes within the Group's operations; c. Limit the spending on advertising and marketing

promotion activities;

d. Postpone the development of new projects, such as the theme park Cibitung, the Lampung hotel project, and the Cawang office building; e. Maintain the Group's financial ratio according to

the applicable loan covenant.

The Group continuously monitors the development of the COVID-19 pandemic and mitigates its impact.

32. PENYAJIAN KEMBALI TAHUN LALU 32. RESTATEMENT OF PRIOR YEAR

Dokumen terkait