• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Dalam dokumen PT BANK MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk (Halaman 57-69)

Kerangka manajemen risiko

Bank sebagaimana bank yang bergerak dalam bidang perbankan tidak terlepas dari berbagai risiko dalam menjalankan aktivitas usahanya. Risiko-risiko tersebut apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya dengan baik akan dapat mempengaruhi kinerja Bank. Oleh sebab itu, selain pengawasan dari struktur yang dilakukan oleh Dewan Komisaris, Komite Audit, Direksi, khususnya Direktur Kepatuhan serta Internal Audit, Bank juga membentuk komite-komite kerja untuk mengelola risiko di berbagai aspek, 2 (dua) orang Komisaris dan 6 (enam) orang Direksi bank telah mengikuti ujian sertifikasi manajemen risiko yang diselenggarakan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko.

Kebijakan manajemen risiko Bank ditetapkan untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko-risiko yang dihadapi Bank, untuk menetapkan batasan risiko dan pengendalian yang sesuai, serta untuk memantau risiko dan kepatuhan terhadap batasan yang telah ditetapkan. Kebijakan dan sistem manajemen risiko ditelaah secara berkala untuk mencerminkan perubahan dalam kondisi pasar, produk, dan jasa yang ditawarkan. Komite Audit Bank memiliki tanggung jawab untuk memantau kepatuhan Bank terhadap kebijakan dan prosedur manajemen risiko, dan untuk menelaah kecukupan kerangka manajemen risiko yang terkait dengan risiko-risiko yang dihadapi oleh Bank. Dalam menjalankan fungsinya, Komite Audit dibantu oleh Divisi Internal Audit. Internal Audit secara berkala maupun sesuai kebutuhan, menelaah pengendalian dan prosedur manajemen risiko dan melaporkan hasilnya ke Komite Audit Bank.

Risiko yang berasal dari instrumen keuangan Bank adalah risiko keuangan, termasuk diantaranya adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko pasar dan risiko operasional.

a. Risiko Kredit

Risiko kredit adalah potensi terjadinya kerugian keuangan ketika nasabah atau counterparty gagal memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo, dan timbul terutama dari pinjaman Bank dan uang muka ke nasabah dan bank lainnya, dan investasi surat utang. Tujuan dari manajemen risiko kredit adalah untuk mengendalikan dan mengelola eksposur risiko kredit dalam parameter yang dapat diterima, sekaligus memaksimalkan return on risk.

Risiko kredit terutama berasal dari pinjaman yang diberikan, garansi, letters of credit, dan akseptasi. Organisasi Pengelolaan Risiko Kredit

Pengelolaan risiko kredit dilaksanakan berdasarkan konsep “four eyes” principle, yang merupakan bagian dari prinsip kehati-hatian dan pelaksanaan system pengendalian internal. Berdasarkan konsep tersebut, maka setiap usulan pemberian fasilitas kredit dari Account Officer akan dikaji ulang (review) oleh Analis Kredit, serta untuk batasan tertentu di-review oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR). Selanjutnya Bank juga melaksanakan pengawasan untuk memastikan kualitas kredit dan dipenuhinya prinsip kehati-hatian serta pembentukan cadangan kerugian sesuai dengan ketentuan.. Penanganan kredit bermasalah antara lain dilakukan dengan memberikan keringanan suku bunga kepada beberapa nasabah dalam rangka restrukturisasi

pinjaman yang diberikan. Kebijakan dan prosedur

Kebijakan dan prosedur aktivitas Bank yang terkait risiko kredit disediakan untuk menjamin para pejabat Bank dapat melaksanakan tugasnya sesuai standar yang telah ditetapkan. Ruang lingkup kebijakan dan prosedur mencakup seluruh aspek dan tahapan dalam proses perkreditan, mulai dari tahapan analisa persetujuan kredit, pengawasan kredit sampai dengan tahapan penyelesaian kredit. Selain itu, aspek-aspek yang diatur dalam kebijakan dan prosedur kredit adalah dokumentasi dan administrasi kredit, legal, wewenang memutus kredit, agunan dan sebagainya.

Eksposur risiko kredit tanpa memperhitungkan agunan dan pendukung kredit lainnya terhadap aset keuangan pada laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:

30-Jun-15 31-Des-14

Giro pada Bank Indonesia 2.921.631.559 2.607.553.258 Giro pada bank lain 35.864.576 33.446.880 Penempatan pada Bank Indonesia

dan bank lain 3.322.621.000 4.161.568.945

Tagihan derivatif 7.560

-Efek-efek 2.165.637.197 1.888.738.402

Efek - efek yang dibeli dengan Janji

Dijual kembali 185.363.220 -Obligasi Pemerintah 43.356.800 44.228.900 Pinjaman yang diberikan 30.375.636.208 26.004.334.198

Jumlah 39.050.118.120 34.739.870.583

Eksposur risiko kredit terhadap komitmen dan kontinjensi tanpa memperhitungkan agunan atau pendukung kredit lainnya adalah sebagai berikut:

Keterangan 30-Jun-15 31-Des-14

Fasilitas pinjaman yang diberikan yang

belum digunakan 2.324.081.816 2.759.728.638

Garansi yang diterbitkan 54.638.174 148.573.802

Irrevocable letter of credit yang masih

berjalan 29.309.740 3.175.199

Jumlah 2.408.029.730 2.911.477.639

(i) Sektor Industri

Tabel berikut ini menggambarkan rincian eksposur kredit Bank pada nilai tercatat (tanpa memperhitungkan agunan atau pendukung kredit lainnya, yang dikategorikan berdasarkan sektor industri.

Pemerintah

Bank Indonesia dan bank lain

Korporasi dan

perorangan Total

Giro pada Bank Indonesia - 2.921.631.559 - 2.921.631.559 Giro pada bank lain - 35.864.576 - 35.864.576 Penempatan pada Bank Indonesia

dan bank lain - 3.322.621.000 - 3.322.621.000 Tagihan derivatif - 7.560 - 7.560 Efek-efek - 2.115.122.197 50.515.000 2.165.637.197 Efek - efek yang dibeli dengan

Janji Dijual kembali - 185.363.220 - 185.363.220 Obligasi Pemerintah 43.356.800 - - 43.356.800 Pinjaman yang diberikan - - 30.375.636.208 30.375.636.208 Total 43.356.800 8.580.610.112 30.426.151.208 39.050.118.120

30-Jun-15

Pemerintah

Bank Indonesia dan bank lain

Korporasi dan

perorangan Total

Giro pada Bank Indonesia - 2.607.553.258 - 2.607.553.258 Giro pada bank lain - 33.446.880 - 33.446.880 Penempatan pada Bank

Indonesia dan bank lain - 4.161.568.945 - 4.161.568.945 Tagihan derivatif - - - -Efek-efek - 1.837.345.152 51.393.250 1.888.738.402 Obligasi Pemerintah 44.228.900 - - 44.228.900 Pinjaman yang diberikan - - 26.004.334.198 26.004.334.198

Total 44.228.900 8.639.914.235 26.055.727.448 34.739.870.583

31-Des-14

Keterangan Pemerintah

Bank Indonesia dan bank lain

Korporasi dan

perorangan Total

Fasilitas pinjaman yang diberikan yang

belum digunakan - - 2.324.081.816 2.324.081.816 Garansi yang diterbitkan - - 54.638.174 54.638.174

Irrevocable letter of credit yang masih

berjalan - - 29.309.740 29.309.740

Keterangan Pemerintah

Bank Indonesia dan bank lain

Korporasi dan

perorangan Total

Fasilitas pinjaman yang diberikan yang

belum digunakan - - 2.759.728.638 2.759.728.638 Garansi yang diterbitkan - - 148.573.802 148.573.802

Irrevocable letter of credit yang masih

berjalan - - 3.175.199 3.175.199

31-Des-14

(ii). Sektor geografis

Eksposur risiko kredit atas aset keuangan berdasarkan wilayah geografis tempat Bank beroperasi adalah sebagai berikut:

(dalam jutaan rupiah) Jawa & Bal i Sumate ra Kal i mantan Sul awe si Mal uku & Papua Total

Giro pada Bank Indonesia 2.921.631.559 - - - - 2.921.631.559 Giro pada Bank Lain 34.254.962 705.482 8.249 860.837 35.046 35.864.576 Penempat an pada Bank Indonesia dan

Bank Lain 3.322.621.000 - - - - 3.322.621.000 Efek-efek

- T ersedia unt uk dijual 2.165.637.197 - - - - 2.165.637.197 Efek - efek yang dibeli dengan Janji

Dijual kembali 185.363.220 - - - - 185.363.220 Obligasi Pemerint ah 43.356.800 - - - - 43.356.800 T agihan derivat if 7.560 - - - - 7.560 Pinjaman yang diberikan 29.883.049.484 251.289.580 214.139.008 27.158.136 - 30.375.636.208 T agihan aksept asi - - - - -

-38.555.921.782

251.995.062 214.147.257 28.018.973 35.046 39.050.118.120

30-Jun-15

(dalam jutaan rupiah) Jawa & Bali Sumate ra Kalimantan Sulawe si Maluku & Papua Total

Giro pada Bank Indonesia 2.607.553.258 - - - - 2.607.553.258 Giro pada Bank Lain 29.644.996 480.889 7.745 3.310.880 2.370 33.446.880 Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank

Lain 4.161.568.945 - - - - 4.161.568.945 Efek-efek

- T ersedia untuk dijual 1.888.738.402 - - - - 1.888.738.402 Efek - efek yang dibeli dengan Janji Dijual

kembali - - - - - -Obligasi Pemerintah 44.228.900 - - - - 44.228.900 T agihan derivatif - - - - - -Pinjaman yang diberikan 25.523.469.216 259.767.196 187.496.947 33.600.839 - 26.004.334.198 T agihan akseptasi - - - - -

-34.255.203.717

260.248.085 187.504.692 36.911.719 2.370 34.739.870.583

31-Des-14

Eksposur risiko kredit atas komitmen dan kontijensi berdasarkan wilayah geografis tempat Bank beroperasi adalah sebagai berikut :

Keterangan

Jawa, Bali dan

Lombok Sumatera Kalimantan Sulawesi Maluku & Papua Jumlah Fasilitas pinjaman yang diberikan yang

belum digunakan 2.224.682.267 71.383.909 22.009.404 6.006.236 - 2.324.081.816 Garansi yang diterbitkan 51.768.174 2.470.000 - 400.000 - 54.638.174 Irrevocable letter of credit yang masih

berjalan 29.309.740 - - - - 29.309.740

30-Jun-15

Keterangan

Jawa, Bali dan

Lombok Sumatera Kalimantan Sulawesi Maluku & Papua Jumlah Fasilitas pinjaman yang diberikan yang

belum digunakan 2.517.131.092 191.843.035 44.134.526 6.619.985 - 2.759.728.638 Garansi yang diterbitkan 144.473.802 2.300.000 1.400.000 400.000 - 148.573.802 Irrevocable letter of credit yang masih

berjalan 3.175.199 - - - - 3.175.199

31-Des-14

(iii). Kualitas kredit dari aset keuangan

Ekposur risiko kredit atas aset keuangan berdasarkan kualitas adalah sebagai berikut :

Ket erangan

Belum jat uh t empo at au t idak mengalami

penurunan nilai

T elah jat uh t empo at au t idak mengalami

penurunan nilai

Mengalami

penurunan nilai Jumlah

Kas 159.328.513 - - 159.328.513 Giro pada Bank Indonesia 2.921.631.559 - - 2.921.631.559 Giro pada bank lain 35.864.576 - - 35.864.576 Penempat an pada Bank

Indonesia dan bank lain 3.322.621.000 - - 3.322.621.000 Efek -efek

- T ersedia unt uk dijual 2.165.637.197 - - 2.165.637.197 Efek - efek yang dibeli dengan

Janji Dijual kembali

- Dimiliki hingga jat uh t empo 185.363.220 - - 185.363.220 Obligasi Pemerint ah 43.356.800 - - 43.356.800 T agihan Derivat if 7.560 - - 7.560 Pinjaman yang diberikan 30.259.908.965 42.548.152 73.179.091 30.375.636.208

39.093.719.390

42.548.152 73.179.091 39.209.446.633

Ket erangan

Belum jat uh t empo at au t idak mengalami

penurunan nilai

T elah jat uh t empo at au t idak mengalami

penurunan nilai

Mengalami

penurunan nilai Jumlah Kas 133.083.227 - - 133.083.227 Giro pada Bank Indonesia 2.607.553.258 - - 2.607.553.258 Giro pada bank lain 33.446.880 - - 33.446.880 Penempat an pada Bank

Indonesia dan bank lain 4.161.568.945 - - 4.161.568.945 Efek -efek

- T ersedia unt uk dijual 1.888.738.402 - - 1.888.738.402 Obligasi Pemerint ah 44.228.900 - - 44.228.900 T agihan Derivat if - - - - Pinjaman yang diberikan 25.895.578.000 37.132.014 71.624.184 26.004.334.198

34.764.197.612

37.132.014 71.624.184 34.872.953.810

31-Des-14

Ikhtisar pinjaman yang diberikan adalah sebagai berikut :

Tidak mengalami penurunan nilai

Mengalami

penurunan nilai Total

Rupiah

Perdagangan 3.925.026.944 2.075.037 3.927.101.981 Jasa bisnis 8.764.688.601 34.179 8.764.722.780 Industri 2.062.370.455 - 2.062.370.455 Konstruksi 8.665.740.915 - 8.665.740.915 Jasa pelayanan sosial 759.800.339 - 759.800.339 Pertambangan 3.463.489.314 17.976.073 3.481.465.387 Transportasi 1.201.784.160 - 1.201.784.160 Pertanian 757.244.947 25.159.767 782.404.714 Restoran dan Hotel 236.542.978 - 236.542.978 Lain-lain 321.065.181 - 321.065.181

30.157.753.834

45.245.056 30.202.998.890

Mata uang asing

Pertambangan 31.919.529 27.934.035 59.853.564 Industri 6.655.679 - 6.655.679 Jasa bisnis 101.903.839 - 101.903.839 Lain-lain 4.224.236 - 4.224.236 144.703.283 27.934.035 172.637.318 Dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai (20.659.369) (60.357.904) (81.017.273) Jumlah - bersih 30.281.797.748 12.821.187 30.294.618.935

Tidak mengalami penurunan nilai

Mengalami

penurunan nilai Total

Rupiah

Perdagangan 3.154.408.629 2.506.290 3.156.914.919 Jasa bisnis 8.345.976.411 34.179 8.346.010.590 Industri 1.650.187.573 - 1.650.187.573 Konstruksi 6.059.899.310 - 6.059.899.310 Jasa pelayanan sosial 587.945.073 - 587.945.073 Pertambangan 3.462.235.862 17.976.073 3.480.211.935 Transportasi 1.341.393.591 - 1.341.393.591 Pertanian 741.588.745 25.159.767 766.748.512 Restoran dan Hotel 193.655.656 - 193.655.656 Lain-lain 336.049.115 - 336.049.115

25.873.339.965

45.676.309 25.919.016.274

Mata uang asing

Pertambangan 29.484.986 25.947.875 55.432.861 Industri 6.170.207 - 6.170.207 Jasa bisnis 12.359.970 - 12.359.970 Restoran dan Hotel 7.431.000 - 7.431.000 Lain-lain 3.923.886 - 3.923.886

59.370.049

25.947.875 85.317.924 Dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai (2.304.581) (59.214.597) (61.519.178) 25.930.405.433

12.409.587 25.942.815.020

31-Des-14

b. Risiko pasar

Risiko pasar merupakan risiko yang timbul karena adanya pergerakan faktor pasar (adverse movement) dari portofolio yang dimiliki oleh Bank, yang dapat merugikan Bank yaitu suku bunga dan nilai tukar. Tujuan dari manajemen risiko pasar adalah untuk melakukan identifikasi, pengukuran, pengendalian dan pengelolaan eksposur risiko pasar dalam parameter yang dapat diterima, serta memaksimalkan tingkat pengembalian.

Sistem manajemen risiko pasar yang dilaksanakan Bank dalam menghadapi risiko pasar adalah dengan menerapkan matching concept khususnya untuk portofolio yang memiliki risiko nilai tukar.

Secara keselurahan, risiko pasar dibagi menjadi dua bagian sebagai berikut: i. Risiko nilai tukar mata uang asing

Posisi devisa neto pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 dihitung berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/37/PBI/2005 pasal 2 tertanggal 30 September 2005.

Aset Liabilitas Posisi Devisa Neto

(Nilai Absolut) USD 2.168.840.935 2.034.777.767 134.063.168 SGD 139.608 - 139.608 GBP 3.982 - 3.982 HKD 2.683 - 2.683 AUD 3.141.324 3.086.765 54.559 Jumlah 2.172.128.532 2.037.864.532 134.264.000 30-Jun-15

Aset Liabilitas Posisi Devisa Neto

(Nilai Absolut) USD 1.423.346.040 1.423.379.362 33.322 SGD 59.481 - 59.481 GBP 3.665 - 3.665 HKD 2.491 - 2.491 AUD 50.880 - 50.880 Jumlah 1.423.462.557 1.423.379.362 149.839 31-Des-14

ii. Risiko tingkat suku bunga

Risiko suku bunga adalah potensi kerugian yang timbul akibat pergerakan suku bunga di pasar yang berlawanan dengan posisi atau transaksi Bank yang mengandung risiko suku bunga.

Tabel di bawah merangkum tingkat suku bunga efektif setahun untuk Rupiah dan mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014.

Rupiah Mata uang asing Rupiah Mata uang asing

% % % %

Aset

Giro pada Bank Lain 0,84 - 0,78 -Penempatan pada:

Bank Lain 6,00 0,65 6,35 0,99 Bank Indonesia 5,57 0,09 5,75 0,09 Efek-efek dan Obligasi Pemerintah 6,80 - 7,12 -Efek-efek yang dibeli dengan janji

dijual kembali 6,25 - - -Kredit 15,45 10,18 15,63 8,81 Liabilitas Simpanan nasabah Giro 5,98 2,01 5,90 2,17 Tabungan 5,96 0,14 5,29 0,13 Deposito 9,81 2,64 10,14 2,56 Sertifikat Deposito 9,21 - 9,46 -Simpanan dari Bank Lain 2,33 0,07 2,63 -Obligasi 11,75 - 11,00

-30-Jun-15 31-Des-14

Tabel dibawah ini mengikhtisarkan eksposur instrumen keuangan Bank pada nilai tercatatnya terhadap risiko tingkat suku bunga yang dikategorikan menurut mana yang terlebih dahulu antara tanggal repricing atau tanggal jatuh tempo :

Kurang dari 1 bulan 1-3 bulan 3-12 bulan > 12 bulan Total

Aset

Kas 159.328.513 - - - 159.328.513 Giro pada Bank Indonesia 2.921.631.559 - - - 2.921.631.559 Giro pada Bank lain 35.864.576 - - - 35.864.576

Penempatan pada

-Bank Indonesia dan bank lain 3.322.621.000 - - - 3.322.621.000 Efek-efek 109.785.601 499.498.210 1.313.103.851 243.249.535 2.165.637.197 Efek-efek yang dibeli dengan janji

dijual kembali - 185.363.220 - - 185.363.220 Obligasi pemerintah - - - 43.356.800 43.356.800 Tagihan derivatif 7.560 - - - 7.560 Pinjaman yang diberikan 3.713.166.783 3.826.844.624 21.215.815.503 1.538.792.025 30.294.618.935 Tagihan akseptasi - - - -

-Aset lain-lain -

-Pendapatan yang masih

-akan diterima 566.446.194 - - - 566.446.194

Jumlah aset keuangan 10.828.851.786 4.511.706.054 22.528.919.354 1.825.398.360 39.694.875.554

Liabilitas

Simpanan dari nasabah

- Giro 2.245.888.679 - - - 2.245.888.679 - Tabungan 2.737.997.926 5.390.246 35.281.835 39.551.773 2.818.221.780 - Deposito berjangka 16.196.127.458 10.534.054.963 3.998.075.265 26.143.547 30.754.401.233 - Mayapada save 1.197.590 4.437.635 280.256 - 5.915.481 Simpanan dari bank lain

- Giro dan tabungan 3.455.002 500.000 - - 3.955.002 - Interbank call money - - - - -Liabilitas derivatif 3.468 - - - 3.468 Liabilitas akseptasi - - - - -Biaya yang masih harus di bayar 38.130.428 - - - 38.130.428 Liabilitas lain-lain 98.762.830 - - 636.900 99.399.730 Obligasi - - - 936.515.797 936.515.797

Jumlah liabilitas keuangan 21.321.563.381 10.544.382.844 4.033.637.356 1.002.848.017 36.902.431.598

Jumlah gap repricing suku bunga (10.492.711.595) (6.032.676.790) 18.495.281.998 822.550.343 2.792.443.956

30-Jun-15

Kurang dari 1 bulan 1-3 bulan 3-12 bulan > 12 bulan Total

Aset

Kas 133.083.227 - - - 133.083.227 Giro pada Bank Indonesia 2.607.553.258 - - - 2.607.553.258 Giro pada Bank lain 33.446.880 - - - 33.446.880

Penempatan pada

-Bank Indonesia dan bank lain 4.161.568.945 - - - 4.161.568.945 Efek-efek 157.493.026 849.774.570 705.572.756 175.898.050 1.888.738.402 Efek-efek yang dibeli dengan janji

dijual kembali - - - - -Obligasi pemerintah - - - 44.228.900 44.228.900 Tagihan derivatif - - - - -Pinjaman yang diberikan 1.688.415.319 4.141.142.304 18.571.111.489 1.542.145.908 25.942.815.020 Tagihan akseptasi - - - -

-Aset lain-lain -

-Pendapatan yang masih

-akan diterima 233.291.834 - - - 233.291.834

Jumlah aset keuangan 9.014.852.489 4.990.916.874 19.276.684.245 1.762.272.858 35.044.726.466

Liabilitas

Simpanan dari nasabah

- Giro 2.256.591.545 - - - 2.256.591.545 - Tabungan 3.012.025.348 12.100.959 26.648.826 49.007.985 3.099.783.118 - Deposito berjangka 15.682.685.080 8.478.376.635 2.393.869.158 27.048.708 26.581.979.581 - Mayapada save 49.723.406 15.266.843 3.777.806 - 68.768.055 Simpanan dari bank lain

- Giro dan tabungan 31.268.602 - - - 31.268.602 - Interbank call money - - - - -Liabilitas derivatif 10.230 - - - 10.230 Liabilitas akseptasi - - - - -Biaya yang masih harus di bayar 21.896.830 - - - 21.896.830 Liabilitas lain-lain 73.119.734 - - 515.400 73.635.134 Obligasi - - - 935.220.864 935.220.864

Jumlah liabilitas keuangan 21.127.320.775 8.505.744.437 2.424.295.790 1.011.792.957 33.069.153.959

Jumlah gap repricing suku bunga (12.112.468.286) (3.514.827.563) 16.852.388.455 750.479.901 1.975.572.507

a. Rasio Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko yang disebabkan oleh ketidakmampuan Bank dalam memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo dan menutup posisi di pasar. Risiko likuiditas merupakan risiko yang terpenting pada bank umum dan perlu dikelola secara berkesinambungan

Sistem manajemen risiko likuiditas yang dilaksanakan Bank adalah menjalankan fungsi Komite Aktiva dan Kewajiban (Assets and Liabilities Committee-ALCO) yang diketuai oleh Direktur Utama. Tugas ALCO antara lain adalah mendiskusikan secara rinci mengenai kebijakan aset dan kewajiban bank, keseimbangan arus dana masuk dan keluar serta kebutuhan likuiditas setiap periode, termasuk menganalisa biaya dana dan marjin laba. Keberadaaan ALCO menjamin Bank tetap dalam batasan-batasan yang aman dan memastikan bahwa tujuan Bank terpenuhi.

Analisa maturity gap adalah untuk mengukur beda kumulatif dari aset produktif dengan kewajiban berbunga dan dampaknya terhadap likuiditas Bank.

Usaha-usaha yang dilakukan Bank untuk mengatasi maturity gap adalah dengan menghimpun dana dengan jangka waktu jatuh tempo yang lebih panjang, seperti deposito berjangka dengan jangka waktu 1 (satu) tahun dan penerbitan obligasi.

Risiko tingkat bunga atau sensitivitas timbul apabila jatuh tempo aset produktif berbeda secara signifikan dengan jatuh tempo kewajiban berbunga. Pada dasarnya akun giro, tabungan dan deposito tidak begitu sensitif terhadap perubahan tingkat bunga.

Analisa jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan

Tabel dibawah ini menyajikan analisa jatuh tempo aset dan liabilitas Bank pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014, berdasarkan jangka waktu yang tersisa sampai tanggal jatuh tempo kontrak:

Nilai Tercatat Tidak memiliki jatuh

tempo Kurang dari 1 bulan 1-3 bulan 3-12 bulan > 12 bulan

Aset

Kas 159.328.513 159.328.513 - - -

-Giro pada Bank Indonesia 2.921.631.559 2.921.631.559 - - -

-Giro pada Bank lain 35.864.576 - 35.864.576 - -

-Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 3.322.621.000 - 3.322.621.000 - - -

Efek-efek 2.165.637.197 - 109.785.601 499.498.210 1.313.103.851 243.249.535 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 185.363.220 - - 185.363.220 -

-Obligasi pemerintah 43.356.800 - - - - 43.356.800 Tagihan derivatif 7.560 - 7.560 - - -

Pinjaman yang diberikan 30.375.636.208 - 3.778.715.805 3.828.494.430 21.231.024.765 1.537.401.208 Tagihan akseptasi - - - - -

Aset lainlain -Pendapatan yang masih akan diterima 566.446.194 566.446.194 - - -

-Jumlah aset keuangan 39.775.892.827 3.647.406.266 7.246.994.542 4.513.355.860 22.544.128.616 1.824.007.543 Liabilitas Simpanan dari nasabah - Giro 2.245.888.679 - 2.245.888.679 - -

-- Tabungan 2.818.221.780 - 2.737.997.926 5.390.246 35.281.835 39.551.773 - Deposito berjangka 30.754.401.233 - 16.196.127.458 10.534.054.963 3.998.075.265 26.143.547 - Mayapada save 5.915.481 - 1.197.590 4.437.635 280.256 - Simpanan dari bank lain - Giro dan tabungan 3.955.002 3.455.002 - 500.000 - -

- Interbank call money - - - - -

-Liabilitas derivatif 3.468 - 3.468 - -

-Liabilitas akseptasi - - - - -

-Biaya yang masih harus di bayar 38.130.428 18.492.511 19.637.917 - - -Liabilitas lain-lain 99.399.730 98.762.830 - - - 636.900 Obligasi 936.515.797 - - - - 936.515.797

Jumlah liabilitas keuangan 36.902.431.598 120.710.343 21.200.853.038 10.544.382.844 4.033.637.356 1.002.848.017

Aset/( Liabilitas) bersih 2.873.461.229 3.526.695.923 (13.953.858.496) (6.031.026.984) 18.510.491.260 821.159.526

Nilai Tercatat Tidak memiliki jatuh

tempo Kurang dari 1 bulan 1-3 bulan 3-12 bulan > 12 bulan

Aset

Kas 133.083.227 133.083.227 - - -

-Giro pada Bank Indonesia 2.607.553.258 2.607.553.258 - - -

-Giro pada Bank lain 33.446.880 - 33.446.880 - -

-Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 4.161.568.945 - 4.161.568.945 - - -

Efek-efek 1.888.738.402 - 157.493.026 849.774.570 705.572.756 175.898.050 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - - - - -

-Obligasi pemerintah 44.228.900 - - - - 44.228.900 Tagihan derivatif - - - - - -

Pinjaman yang diberikan 26.004.334.198 - 1.749.043.598 4.141.250.438 18.571.524.614 1.542.515.548 Tagihan akseptasi - - - - -

Aset lainlain -Pendapatan yang masih akan diterima 233.291.834 233.291.834 - - -

-Jumlah aset keuangan 35.106.245.644 2.973.928.319 6.101.552.449 4.991.025.008 19.277.097.370 1.762.642.498 Liabilitas Simpanan dari nasabah - Giro 2.256.591.545 - 2.256.591.545 - -

-- Tabungan 3.099.783.118 - 3.012.025.348 12.100.959 26.648.826 49.007.985 - Deposito berjangka 26.581.979.581 - 15.682.685.080 8.478.376.635 2.393.869.158 27.048.708 - Mayapada save 68.768.055 - 49.723.406 15.266.843 3.777.806 - Simpanan dari bank lain - Giro dan tabungan 31.268.602 3.268.602 28.000.000 - - -

- Interbank call money - - - - -

-Liabilitas derivatif 10.230 - 10.230 - -

-Liabilitas akseptasi - - - - -

-Biaya yang masih harus di bayar 21.896.830 2.258.913 19.637.917 - - -Liabilitas lain-lain 73.635.134 73.119.734 - - - 515.400 Obligasi 935.220.864 - - - - 935.220.864

Jumlah liabilitas keuangan 33.069.153.959 78.647.249 21.048.673.526 8.505.744.437 2.424.295.790 1.011.792.957

Aset/(Liabilitas) bersih 2.037.091.685 2.895.281.070 (14.947.121.077) (3.514.719.429) 16.852.801.580 750.849.541

31-Des-14

g. Risiko Operasional

Risiko operasional berhubungan dengan risiko kerugian yang dihadapi Bank akibat dari pelanggaran karyawan, tidak berfungsinya proses internal, kegagalan sistem dan masalah-masalah dari eksternal yang mempengaruhi operasional bank.

h. Risiko hukum

Risiko hukum merupakan risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis, yang antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perandang-undangan yang mendukung atau kelemahan pengikatan seperti t idak dipenuhinya syarat sahnya kontrak dan pengikatan agunan yang tidak sempurna.

Pengelolaan risiko hukum dilakukan untuk memastikan agar seluruh aktivitas dan hubungan kegiatan usaha Bank dengan pihak ketiga didasarkan pada aturan dan persyaratan yang dapat melindungi kepentingan Bank dari segi hukum.

i. Risiko strategis

Risiko strategis mengacu pada risiko yang disebabkan oleh adanya keputusan dan/atau penerapan strategi Bank yang tidak tepat, pengambilan keputusan strategis yang tidak tepat, atau kegagalan Bank dalam merespon perubahan-perubahan eksternal.

Bank mengelola risiko strategis melalui proses pertimbangan dan pengambilan keputusan secara kolektif dan komprehensif di lingkungan komite-komite pengawasan dan eksekutif, yang turut mempengaruhi dan berdampak pada langkah-langkah bisnis yang akan diambil dalam kerangka kebijakan dan arah yang telah ditetapkan.

j. Risiko kepatuhan

Risiko kepatuhan merupakan risiko yang timbul ketika Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku. Risiko kepatuhan, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi pada pengenaan denda, hukuman, atau rusaknya reputasi.

k. Manajemen risiko permodalan

Risiko kecukupan modal berhubungan dengan kemampuan Bank dalam memenuhi persyaratan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang ditetapkan Bank Indonesia. Adapun faktor yang mempengaruhi risiko kecukupan modal adalah jumlah modal yang disetor oleh pemegang saham dan kemampuan Bank dalam menghasilkan laba bersih usaha serta pengelolaan aset yang baik oleh manajemen.

CAR merupakan salah satu indikator untuk mengetahui kesehatan dan permodalan Bank. Bank Indonesia menetapkan rasio kecukupan modal sebesar minimal 8%.

Bank akan selalu memenuhi ketentuan Bank Indonesia terutama dalam bidang permodalan, sehingga apabila terdapat perubahan dalam ketentuan perbankan Indonesia, manajemen akan segera menyusun rencana untuk memenuhi ketentuan tersebut.

Bank Indonesia menganalisa modal dalam dua tingkatan:

1. Modal Tier 1 terdiri dari modal saham biasa, agio saham, obligasi perpetual (yang diklasifikasikan sebagai surat berharga inovatif Tier 1), saldo laba, selisih penjabaran laporan keuangan, dan kepentingan non-pengendali setelah dikurangi goodwill dan aset tak berwujud dan penyesuaian lainnya sehubungan dengan item yang termasuk dalam modal tetapi diperlakukan secara berbeda untuk kepentingan kecukupan modal.

2. Modal Tier 2 terdiri dari pinjaman subordinasi yang memenuhi syarat dan cadangan umum (maksimum 1,25%). Berikut adalah posisi modal berdasarkan peraturan Bank Indonesia pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 (dalam jutaan rupiah) :

30-Jun-15 31-Des-14

Modal Inti (Tier I) 2.877.852 2.079.450

Modal Pelengkap (Tier II) 1.171.601 905.998

Jumlah Modal 4.049.453 2.985.448

Jumlah ATMR risiko kredit 31.829.706 26.563.913

Jumlah ATMR risiko operasional 2.042.803 2.042.803

Jumlah ATMR risiko pasar 134.264 149

CAR dengan memperhitungkan risiko kredit 12,72% 11,24%

CAR dengan memperhitungkan risiko kredit dan

operasional 11,95% 10,44%

Dalam dokumen PT BANK MAYAPADA INTERNASIONAL Tbk (Halaman 57-69)

Dokumen terkait