• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

A. Konsep dan Teori

1. Manajemen Sumber Daya Manusia

a. Pengertian manajemen sumber daya manusia

Menurut Hasibuan (2017:10) manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja lebih efektif dan efisien dalam membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan serta masyarakat. Sedangkan Mangkunegara (dalam Sinambela, 2017:7) berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Berdasarkan uraian-uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan pengelolaan sumber daya manusia melalui fungsi manajemen dan fungsi operasional sehingga tercapainya rencana strategis perusahaan.

b. Fungsi manajemen sumber daya manusia

Hasibuan (2017:21) mengemukakan bahwa adapun beberapa fungsi manajemen sumber daya manusia yaitu sebagai berikut:

1) Perencanaan (planning)

Perencanaan adalah proses perencanaan tenaga kerja secara efektif dan efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam mewujudkan tujuan.

2) Pengorganisasian (organizing)

Pengorganisasian adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengorganisasi seluruh karyawan dengan cara menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi, dan koordinasi dalam bagan organisasi.

3) Pengarahan (directing)

Pengarahan adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengarahkan semua karyawan agar bekerjasama, bekerja secara efektif dan efisien untuk membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.

4) Pengendalian (controlling)

Pengendalian adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengendalikan seluruh karyawan agar menaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

5) Pengadaan tenaga kerja (procurement)

Pengadaan tenaga kerja adalah suatu proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

6) Pengembangan (development)

Pengembangan adalah suatu proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan serta pelatihan.

7) Kompensasi (compensation)

Kompensasi adalah pemberian balas jasa langsung (direct), dan tidak langsung (indirect) kepada karyawan sebagai imbalan atas jasa yang telah diberikan kepada perusahaan.

8) Pengintegrasian (integration)

Pengintegrasian adalah kegiatan yang bertujuan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan sehingga tercipta kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan.

9) Pemeliharaan (maintenance)

Pemeliharaan adalah kegiatan yang bertujuan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan loyalitas karyawan agar mereka mau bekerja sama sampai pensiun.

10) Kedisiplinan (discipline)

Kedisiplinan adalah keinginan dan kesadaran karyawan untuk menaati peraturan-peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang ada.

11) Pemberhentian (separation)

Pemberhentian adalah pemutusan hubungan kerja seorang karyawan dari suatu perusahaan. Pemutusan hubungan kerja dapat disebabkan oleh keinginan karyawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja berakhir, pensiun, dan sebagainya. 2. Lingkungan Kerja

a. Pengertian lingkungan kerja

Sutrisno (2012:118) menyatakan bahwa lingkungan kerja adalah keseluruhan sarana dan prasarana kerja yang ada di sekitar pegawai yang sedang melakukan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pekerjaan. Lingkungan kerja ini meliputi tempat kerja, fasilitas, dan alat bantu pekerjaan, kebersihan, pencahayaan, ketenangan, termasuk hubungan kerja antara orang-orang yang ada di tempat tersebut. Selanjutnya Schultz & Schultz (2010:234) menyatakan bahwa lingkungan kerja adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan karakteristik tempat di mana pekerjaan itu dilakukan terhadap sikap dan perilaku pekerja. Kemudian Sedarmayanti (2011:2) menyatakan bahwa lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya di mana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok. Kemudian Sedarmayanti (2011:28) menyatakan bahwa kondisi lingkungan kerja yang baik, apabila karyawan dapat melaksanakan kegiatan kerjanya secara optimal,

sehat, aman, dan nyaman. Kesesuaian lingkungan kerja dapat dirasakan akibatnya dalam jangka panjang, sedangkan lingkungan kerja yang kurang baik dapat mengubah tenaga kerja dan waktu yang lebih banyak, serta tidak mendukung diperolehnya rancangan sistem kerja yang efisien. Dengan demikian, lingkungan kerja merupakan lingkungan aktivitas di mana karyawan melakukan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi dan menciptakan kenyamanan dalam melakukan tugas-tugas mereka.

Berdasarkan urain-uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa lingkungan kerja adalah keadaan di sekitar tempat kerja karyawan baik fisik maupun non fisik yang dapat mempengaruhi seorang karyawan dalam melaksanakan setiap pekerjaannya.

b. Jenis lingkungan kerja

Menurut Sedarmayanti (2011:26) lingkungan kerja dibagi menjadi dua yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Adapun penjelasan lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik yaitu:

1) Lingkungan kerja fisik

Sedarmayanti (2011:26) menyatakan lingkungan kerja fisik merupakan semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan. Lingkungan kerja fisik terbagi menjadi dua kategori yaitu lingkungan yang berhubungan langsung dan lingkungan

perantara. Adapun penjelasan lingkungan kerja fisik yang berhubungan langsung dan lingkungan perantara yaitu:

a) Lingkungan yang berhubungan langsung

Merupakan lingkungan yang berhubungan langsung dan berada di dekat karyawan, seperti: kursi, meja, dan sebagainya.

b) Lingkungan perantara

Merupakan lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia, seperti: temperatur, kelembapan, sirkulasi udara, pencahayaan, getaran mekanis, bau tidak sedap, warna dan sebagainya.

Berdasarkan uraian penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja fisik merupakan keadaan berbentuk fisik di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun tidak langsung atau melalui perantara. 2) Lingkungan kerja non fisik

Sedarmayanti (2011:26) menyatakan bahwa lingkungan kerja non fisik merupakan semua keadaan yang terkait dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan sesama rekan kerja, hubungan dengan atasan, dan hubungan dengan bawahan.

c. Indikator lingkungan kerja 1) Lingkungan kerja fisik

Menurut Sedarmayanti (2011:28) terdapat beberapa faktor di tempat kerja yang dapat mempengaruhi terbentuknya kondisi lingkungan kerja fisik dikaitkan dengan kemampuan karyawan. Adapun faktor-faktor yang dimaksud yaitu:

a) Penerangan/pencahayaan

Penerangan atau pencahayaan sangat bermanfaat bagi karyawan sehingga mendapat kelancaran dan keselamatan dalam bekerja. Perlu diperhatikan adanya penerangan/pencahayaan yang terang tetapi tidak menyilaukan. Penerangan/pencahayaan yang kurang jelas atau kurang cukup berakibat pada penglihatan menjadi kurang jelas, pekerjaan akan berjalan lambat, banyak mengalami kesalahan, dan menyebabkan kurang efisien dalam melaksanakan pekerjaan.

b) Temperatur

Dalam keadaan normal, setiap manusia mempunyai temperatur tubuh yang berbeda. Tubuh manusia selalu berusaha mempertahankan keadaan normal dengan suatu sistem tubuh yang sempurna sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di luar tubuh. Tetapi, kemampuan untuk menyesuaikan diri tersebut ada batasnya.

c) Kelembapan

Kelembapan ini berhubungan dengan atau dipengaruhi oleh temperatur udara dan secara bersama-sama antara temperatur, kelembapan, kecepatan udara bergerak, dan radiasi panas dari udara tersebut akan mempengaruhi keadaan tubuh manusia pada saat menerima atau melepaskan panas di tubuhnya. Tubuh manusia selalu berusaha untuk mencapai keseimbangan antara panas tubuh dengan suhu di sekitarnya.

d) Sirkulasi udara

Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidup, yaitu untuk proses metabolisme. Udara di sekitar dikatakan kotor apabila kadar oksigen dalam udara berkurang dan bercampur dengan gas atau bau-bauan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh dan mempercepat proses kelelahan.

e) Kebisingan

Kebisingan merupakan bunyi yang tidak dikehendaki telinga karena mengganggu ketenangan dalam bekerja, merusak pendengaran dan menimbulkan kesalahan komunikasi hingga pada kebisingan yang serius dapat berakibat pada kematian. Ketika melaksanakan pekerjaan membutuhkan konsentrasi, suara bising sebaiknya dihindarkan agar

pelaksanaan pekerjaan dapat efisien sehingga produktivitas kerja meningkat.

f) Getaran mekanis

Getaran mekanis artinya getaran yang ditimbulkan oleh alat mekanis yang sebagian getaran ini sampai ke tubuh karyawan dan dapat menimbulkan akibat yang tidak diinginkan. Getaran mekanis pada umumnya sangat mengganggu tubuh karena ketidakteraturan, baik dalam intensitas maupun frekuensi. Secara umum getaran mekanis dapat mengganggu tubuh dalam hal konsentrasi bekerja, datangnya kelelahan, hingga pada timbulnya beberapa penyakit.

g) Bau-bauan

Bau-bauan di sekitar tempat kerja dapat dianggap sebagai pencemaran karena mengganggu konsentrasi bekerja. Bau-bauan yang terjadi terus menerus dapat mempengaruhi kepekaan penciuman.

h) Tata warna

Tata warna tidak dapat dipisahkan dengan penataan dekorasi. Warna mempunyai pengaruh besar terhadap perasaan. Sifat dan pengaruh warna kadang-kadang menimbulkan rasa senang, sedih, dan lain-lain karena sifat warna dapat merangsang perasaan manusia. Selain merangsang emosi

atau perasaan, warna dapat memantulkan sinar yang diterimanya. Banyak atau sedikitnya pantulan cahaya bergantung pada macam warna itu sendiri.

i) Dekorasi

Dekorasi ada hubungannya dengan tata warna yang baik, sehingga dekorasi tidak hanya berkaitan dengan hiasan ruang kerja tetapi juga dengan cara mengatur tata letak, tata warna, perlengkapan, dan hal lain untuk bekerja.

j) Musik

Musik yang sesuai dengan suasana, waktu, dan tempat dapat membangkitkan dan merangsang karyawan untuk bekerja. Lagu-lagu perlu dipilih dengan selektif untuk diperdengarkan di tempat kerja. Tidak sesuainya musik yang diperdengarkan di tempat kerja akan mengganggu konsentrasi kerja.

k) Keamanan

Keamanan dalam bekerja perlu diperhatikan dan diwujudkan untuk menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja tetap dalam keadaan aman.

2) Lingkungan kerja non fisik

Menurut Sedarmayanti (2011:26) terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi lingkungan kerja non fisik. Adapun faktor-faktor yang dimaksud yaitu:

a) Hubungan kerja antar karyawan

Hubungan kerja antar karyawan dibutuhkan dalam bekerja, terutama bagi karyawan yang bekerja dalam tim. Apabila terjadi perselisihan antar karyawan akan memperburuk hubungan kerja antar karyawan. Hubungan kerja yang baik antar karyawan akan meningkatkan semangat kerja karyawan.

b) Hubungan kerja antar karyawan dengan pimpinan

Sikap pimpinan terhadap bawahan berpengaruh bagi karyawan dalam melaksanakan aktivitas kerja. Sikap yang bersahabat, saling menghormati diperlukan dalam hubungan antar pimpinan dengan bawahan dalam bekerjasama atau saling membantu untuk menyelesaikan pekerjaan.