METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
J. Teknik Analisis Data
Menurut Sugiyono (2018:226) analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah
mengelompokkan data berdasarkan variabal dan jenis responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Berikut langkah-langkah yang dilakukan peneliti untuk menjawab 2 rumusan masalah dalam penelitian ini:
1. Melakukan analisis deskriptif. Analisis deskriptif yang akan dilakukan dalam penelitian ini dijelaskan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Deskripsi responden
Deskripsi responden berisi tentang perhitungan yang menjadi klasifikasi kuesioner yaitu divisi/bagian kerja, jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan lama bekerja. b. Deskripsi variabel
Deskripsi variabel digunakan untuk mengetahui gambaran tentang persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, dan kinerja karyawan. Gambaran tersebut dapat dilihat berdasarkan rata-rata dari seluruh pernyataan pada masing-masing variabel dalam penelitian ini. Jawaban terbagi menjadi 5 kategori berdasarkan rentang skala rata-rata seluruh pernyataan. Rentang skala yang digunakan yaitu skala Likert 1 – 5 dengan perhitungan interval sebagai berikut:
Interval = Nilai Maksimum − Nilai Minimum Kelas Interval
Interval = 5 − 1
Dengan demikian, maka interval yang digunakan sebesar 0,80 sehingga skala data variabel dalam penelitian ini dikelompokkan sebagai berikut:
Tabel III.5.
Tabel Skala Data Lingkungan Kerja
Skala Data Kelas Kategori
1 1,00 – 1,79 Sangat Tidak Baik
2 1,80 – 2,59 Tidak Baik
3 2,60 – 3,39 Cukup
4 3,40 – 4,19 Baik
5 4,20 – 5,00 Sangat Baik
Tabel III.6.
Tabel Skala Data Motivasi Kerja
Skala Data Kelas Kategori
1 1,00 – 1,79 Sangat Rendah 2 1,80 – 2,59 Rendah 3 2,60 – 3,39 Cukup 4 3,40 – 4,19 Tinggi 5 4,20 – 5,00 Sangat Tinggi Tabel III.7.
Tabel Skala Data Disiplin Kerja
Skala Data Kelas Kategori
1 1,00 – 1,79 Sangat Rendah 2 1,80 – 2,59 Rendah 3 2,60 – 3,39 Cukup 4 3,40 – 4,19 Tinggi 5 4,20 – 5,00 Sangat Tinggi Tabel III.8.
Tabel Skala Data Kinerja Karyawan
Skala Data Kelas Kategori
1 1,00 – 1,79 Sangat Rendah
2 1,80 – 2,59 Rendah
3 2,60 – 3,39 Cukup
4 3,40 – 4,19 Tinggi
2. Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu
Partial Least Square (PLS). Menurut Wiyono (2011:395) Partial Least Square (PLS) adalah salah satu teknik Structural Equation Modelling
(SEM) yang mampu menganalisis variabel laten, variabel indikator dan kesalahan pengukuran secara langsung. Peneliti menggunakan Partial
Least Square (PLS) sebagai teknik analisis datanya agar bisa melakukan
pengujian atas hubungan yang relatif rumit. Alat analisis yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu aplikasi WarpPLS Versi 7.0. Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti untuk melakukan penelitian ini yaitu:
a. Membagikan kuesioner kepada karyawan tetap (baik atasan langsung dan karyawan non manajerial) dari semua divisi/bagian Rumah Sakit Fatima Ketapang, Kalimantan Barat sejumlah sampel yang telah ditentukan.
b. Tabulasi data hasil penelitian ke dalam Microsoft Excel 2019. c. Merancang model pengukuran (outer model)
Outer model yaitu spesifikasi hubungan antara variabel laten
dengan indikatornya, disebut juga outer relation atau measurement
model, yang menjelaskan karakteristik variabel laten dengan indikator
atau variabel manifestnya. Suatu konsep dan model penelitian tidak dapat diuji dalam suatu model prediksi hubungan relasional dan kausal jika belum melewati tahap purifikasi dalam model pengukuran
(outer model). Model pengukuran (outer model) digunakan untuk menguji validitas konstruk dan reliabilitas instrumen.
1) Uji validitas konstruk
Uji validitas konstruk digunakan untuk menguji validitas kuesioner sehingga memastikan butir-butir pernyataan yang digunakan dalam penelitian dapat mengukur objek penelitian. Validitas konstruk terdiri dari validitas konvergen dan validitas diskriminan.
a) Uji validitas konvergen
Menurut Hair dkk 2013 (dalam Sholihin dan Ratmono, 2013:65) untuk menilai outer model memenuhi validitas konvergen yaitu loading factor harus di atas 0,70 dan nilai P value signifikan <0,05. Selanjutnya Hair dkk 2013 (dalam Sholihin dan Ratmono, 2013:66) juga menyatakan bahwa loading factor antara 0,40 – 0,70 harus dipertimbangkan untuk tetap dipertahankan. Loading factor di bawah 0,40 harus dihapus. Namun untuk loading factor antara 0,40 dan 0,70 sebaiknya kita analisis dampak dari keputusan menghapus loading factor tersebut pada Average
Variance Extracted (AVE) dan Composite Reliability (CR)
di atas batasannya. Nilai batas Composite Reliability (CR) adalah 0,70. Selain itu, diharapkan loading factor ke konstruk lain (cross loading) bernilai lebih rendah daripada
ke konstruk tersebut. Parameter lain yang dapat digunakan untuk mengukur validitas konvergen adalah Average
Variance Extraced (AVE). Wiyono (2011:403) menyatakan
batasan nilai AVE harus di atas 0,50. b) Uji validitas diskriminan
Chin et al (dalam Abdillah & Jogiyanto, 2015:195) menyatakan suatu model mempunyai validitas diskriminan yang cukup besar jika akar AVE untuk setiap konstruk lebih besar daripada korelasi antara konstruk lainnya dalam model. 2) Uji reliabilitas
Pengujian ini penting dilakukan untuk mengetahui konsistensi responden dalam menjawab butir-butir pernyataan dalam kuesioner. Menurut Fornel dan Lacker 1981, Nunnaly 1978 (dalam Sholihin dan Ratmono, 2013:73) nilai cronchbach’s alpha dan composite reliability harus >0,70 sebagai syarat reliabilitas. d. Merancang model struktural (inner model)
Inner model yaitu spesifikasi hubungan antarvariabel
(structural model), disebut juga inner relation, menunjukkan hubungan antarvariabel laten berdasarkan substantive theory dari penelitian. Tanpa kehilangan sifat umumnya, diasumsikan bahwa variabel laten dan indikator diskala zero means dan unit varians sama dengan satu, sehingga parameter lokasi/konstanta dapat dihilangkan dari model, Wiyono (2011:399). Pengujian model struktural (inner
model) dilakukan untuk melihat hubungan satu variabel dengan
variabel lainnya yang tercantum pada hipotesis dalam suatu penelitian. Model struktrual dalam PLS dievaluasi dengan menggunakan R2 untuk variabel dependen, dan nilai koefisien jalur
(Path Coefficient) untuk uji signifikansi antarvariabel dalam model
struktural. e. Membuat hipotesis
1) 𝐇𝟎𝟏(a – b) = 𝐇𝐚𝟏 (a – b) =
Lingkungan kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan dimediasi oleh motivasi kerja.
Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan dimediasi oleh motivasi kerja.
2) 𝐇𝟎𝟐 (c – d) = 𝐇𝐚𝟐(c – d) =
Lingkungan kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan dimediasi oleh disiplin kerja.
Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan dimediasi oleh disiplin kerja.
f. Pengambilan keputusan berdasarkan P value
Tingkat signifikansi atau tingkat kepercayaan yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 0,05. Kemungkinan kesalahan sebesar 5% dan
untuk kemungkinan mengambil keputusan sebesar 95% dengan dasar sebagai berikut:
1) P value ≤ 0,05 (α = 5%) berarti signifikan. 2) P value > 0,05 (α = 5%) berarti tidak signifikan. g. Pengujian hipotesis mediasi
Menurut Baron & Kenny 1996, Hair dkk 2011, Kock 2013 (dalam Sholihin dan Ratmono, 2013:56) pengujian hipotesis dengan efek mediasi dilakukan dengan dua langkah, yaitu:
1) Melakukan estimasi direct effect antara variabel independen dan variabel dependen. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan estimasi derect effect yaitu pengaruh langsung antara lingkungan kerja dengan kinerja karyawan.
2) Melakukan estimasi indirect effect secara simultan dengan menambahkan variabel mediasi di antara variabel independen dan variabel dependen. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan estimasi indirect effect yaitu peran motivasi kerja dan disiplin kerja dalam memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.
h. Dasar pengambilan keputusan dalam pengujian hipotesis mediasi yaitu: 1) Jika koefisien jalur atau path coefficient antara variabel independen
(lingkungan kerja) dan variabel dependen (kinerja karyawan) dari
direct effect ke indirect effect tidak berubah dan tetap signifikan,
2) Jika koefisien jalur atau path coefficient antara variabel independen (lingkungan kerja) dan variabel dependen (kinerja karyawan) dari
direct effect ke indirect effect nilainya turun dan tetap signifikan,
maka H0 ditolak dan Ha diterima dengan mediasi sebagian atau
partial mediation.
3) Jika koefisien jalur atau path coefficient antara variabel independen (lingkungan kerja) dan variabel dependen (kinerja karyawan) dari
direct effect ke indirect effect nilainya turun dan menjadi tidak
signifikan, maka H0 ditolak dan Ha diterima dengan mediasi penuh atau full mediation.
68 BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN