• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rincian tugas pokok manajer bidang SDM, Administrasi dan Keuangan PT. PLN (Persero) UIP I KITSUM Sumatera Utara adalah:

a) Bertanggung jawab atas pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), Administrasi dan Keuangan untuk mendukung pelaksanaan pekerja kegiatan proyek induk dalam mencapai kinerja target proyek induk sesuai penetapan direksi,

b) Merencanakan jenjang karir untuk Sumber Daya Manusia (SDM) tingkat pelaksanaan di proyek induk,

c) Melaksanakan manajemen berbasis kompetensi dalam hal penetapan posisi Sumber Daya Manusia (SDM), penilaian unjuk kerja pegawai serta pendidikan dan latihan.

2. 6 Jaringan Usaha Kegiatan

PT. PLN (Persero) UIP I KITSUM Sumatera Utara merupakan representasi (gabungan) dari beberapa unit yang berpotensi secara bersama di wilayah kerja Provinsi Sumatera Utara. Di dalamnya terdapat 6 unit PLN yang

masing – masing memiliki fungsi spesifik yang saling melengkapi dalam satu sistem operasi ketenagalistrikan, yaitu :

1) PT. PLN (Persero) UIP I KITSUM Sumatera Utara, yang tugas utamanya melakukan pembangunan Pusat Pembangkit, Jaringan Transmisi serta Gardu Induk,

2) PT. PLN (Persero) UIP I KITSUM Sumatera Utara bertanggung jawab atas pengoperasian serta pemeliharaan pembangkit untuk memproduksi tenaga listrik dalam jumlah besar yang bersumber dari pemamfaatan berbagai energi primer,

3) PT. PLN (Persero) P3B Sumatera – Unit Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara, bertugas menyalurkan tenaga listrik dalam jumlah besar dari pusat pembangkit listrik ke pusat beban melalui jaringan transmisi bertegangan tinggi, dan pengoperasian sistem tenaga listrik,

4) PT. PLN (Persero) UIP I KITSUM Sumatera Utara berfungsi mendistribusikan tenaga listrik dari Gardu Induk sampai ke tangan konsumen melalui Jaringan,

5) Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Jaringan Tegangan Rendah (JTR), Gardu Distribusi dan Sambungan Rumah (SR),

6) PT. PLN (Persero) (Persero) UIP I KITSUM Sumatera Utara, menyediakan jasa pendidikan dan pelatihan bagi pegawai PLN maupun instansi lain diluar PLN yang membutuhkan.

18

2. 7 Kinerja Usaha Terkini

Adapun proyek - proyek PT. PLN (Persero) UIP I KITSUM Sumatera Utara yang telah berjalan ataupun proyek yang baru berjalan pada tahun 2018 antara lain:

a) Penyelesaian pekerjaan Gardu Induk 150 Kv Pangkalan Susu.

b) Pekerjaan transmission line 275 kV Sarulla – Padang Sidempuan 2. 8 Rencana Kegiatan

Rencana kegiatan yang dilakukan PT. PLN (Persero) UIP I KITSUM Sumatera Utara pada tahun 2018 antara lain:

1) Meningkatkan jumlah pasokan listrik, menjalin kerja sama dengan instansi-instansi dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada konsumen.

2) Bidang keuangan bertanggung jawab atas penyelenggarakan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik sesuai ketentuan yang berlaku serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Bagian keuangan memiliki tugas yaitu mengajukan permintaan dropping anggaran tunai ke PLN pusat, membuat perencanaan aliran kas pembiayaan AO / AI, Melaksanakan dropping kas pembiayaan ke unit, meneliti kelengkapan dokumen pendukung pembayaran, melaksanakan pembayaran atas transaksi sesuai batas kewenangan yang diberikan, melaksanakan rekonsiliasi kas, bank unit, melaksanakan pengendalian kas pembiayaan unit, melakukan pemungutan dan penyetoran pajak, melakukan rekonsiliasi piutang pegawai dan hutang usaha.

3. 1 Pengertian Kas

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal kas sebagai uang tunai, yang berfungsi sebagai alat pembayaran. Kas merupakan asset perusahaan yang paling lancar (liquid) dari semua aktiva yang ada.

Menurut Santoso (2009: 161), “Kas merupakan salah satu unsur dalam laporan keuangan karena keterlibatannya hampir dalam setiap transaksi perusahaan, hal ini dikarenakan bahwa hampir semua atau setiap transaksi bermula dan bermuara pada kas.”

Kas sangat penting artinya karena menggambarkan daya beli dan dapat ditransfer segera dalam perekonomian pasar kepada setiap individu dan organisasi dalam memperoleh barang dan jasa yang diperlukan. Kas juga menjadi begitu penting karena dalam perorangan, perusahaan, dan bahkan pemerintah harus mempertahankan posisi liquiditas yang memadai, yakni mereka harus memiliki sejumlah uang yang mencukupi untuk membayar kewajiban pada saat jatuh tempo agar entitas bersangkutan dapat beroperasi.

Adanya suatu perencanaan dan pengawasan kas mutlak diperlukan, hal ini ditujukan agar ketika dibutuhkan jumlah kas yang tersedia cukup untuk membiayai kegiatan perusahaan serta menghindari persediaan kas yang berlebihan, karena kas yang berlebihan dapat mengakibatkan adanya pemborosan, bahkan dapat menghilangkan kesempatan untuk mendapat suatu manfaat.

20

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2012), Kas terdiri dari saldo kas rekening giro. Setara kas adalah investasi yang sifatnya liquid berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan.

Kas terdiri dari saldo kas yang ada ditangan perusahaan dan termasuk rekening giro. Setoran kas adalah aset yang dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi dan dengan cepat dapat dijadikan menjadi kas. Arus kas adalah arus masuk dan merupakan salah satu dari beberapa elemen laporan keuangan yang dipublikasikan. Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini :

1. Neraca

2. Laporan Laba Rugi

3. Laporan Realisasi Anggaran

4. Laporan arus kas (Kasmir, 2012: 328) 3. 2 Pengertian Pengawasan Intern

Salah satu fungsi manajamen yang penting adalah fungsi pengawasan yang mempunyai pengertian keseluruhan daripada kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan dengan kriteria, norma, tanda atau rencana-rencana yang telah ditetapkan dan didahuluiuntuk menjaga harta perusahaan dari kesalahan (errors), kecurangan (frauds), ataupun kejahatan (irrgularities). (Hery: 2014:67)

Secara umum, pengawasan intern adalah pengecekan yang meliputi semua alat-alat yang digunakan manajemen untuk melaksanakan pengawasan.

Pengawasan intern mencakup stuktur organisasi dan seluruh metode serta

prosedur yang terkoordinasi dalam suatu perusahaan. Sistem ini digunakan untuk mengamankan kekayaan, mewujudkan efisiensi perusahaan, menjaga ketelitian data akuntansi serta membentuk dan menjaga kebijaksanaan manajemen yang ditetapkan. (Agoes, 2012:78)

Pengawasan intern itu meliputi struktur organisasi dan semua cara- cara serta alat-alat yang dikoordinasikan untuk digunakan dalam perusahaan yang bertujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, memajukan efisiensi didalam operasi, dan membantu menjaga kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu.

3. 3 Sistem Pengawasan Intern Kas

Sistem adalah prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Sedangkan prosedur merupakan suatu kegiatan terurut yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen dan dibuatguna menjamin keseragaman pelaksanaan transaksi perusahaan yang terjadi berulang – ulang. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa suatu sistem terdiri dari jaringan prosedur, sedangkan prosedur sendiri diartikan sebagai urutan kegiatan dalam perusahaan.

Terdapat tiga elemen penting dalam suatu pengawasan intern kas yang baik, sebagai berikut:

a) Pemisahan fungsi dan tanggung jawab atas penanganan dan penyimpanan kas dari petugas yang bertanggung jawab untuk melakukan pencatatan atas transaksi kas.

22

b) Menyetor atau menyimpan semua kas yang diterima setiap hari ke rekening perusahaan di bank.

c) Semua pembayaran harus dilakukan dengan menggunakan cek, sehingga apabila hal ini dikombinasikan dengan kedua hal diatas, maka memungkinkan untuk menggunakan catatan bank sebagai alat pengontrol catatan kas. (Hery, 2014:68)

Dalam pengawasan kas fungsi penerimaan kas harus terpisah dari fungsi akuntasi. Fungsi akuntasi tidak boleh digabungkan dengan fungsi penyimpan, hal ini untuk menghindari kemungkinan penggunaan catatan akuntasi untuk menghindari kemungkinan penggunaan catatan akuntasi untuk menutupi kecurangan yang dilakukan oleh karyawan.Jika fungsi akuntasi digabungkan dengan fungsi penerimaan kas, timbul kemungkinan fungsi penerimaan kas menggunakan kas yang diterima dari debitur untuk kepentingannya sendiri dan menutupi kecurangan tersebut dengan memanipulasi catatan akuntasi.

Menurut Soemarso (2010: 132) Ciri-ciri sistem pengawasan intern kas yang baik adalah sebagai berikut:

1. Struktur organisasi yang baik,

2. Sistem organisasi dan tanggung jawab yang jelas, 3. Sistem akuntansi yang baik,

4. Kebijaksanaan personalia yang baik, 5. Badan atau staf intern auditor yang baik, 6. Dewan komisaris yang kompeten.

3. 4 Tujuan Dan Fungsi Sistem Pengawasan Intern Kas 3.4.1 Tujuan Sistem Pengawasan Intern Kas

Menurut Mulyadi (2010), tujuan dari sistem pengawasan intern kas adalah sebagai berikut:

Dokumen terkait