PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
Mandor 1. Mandor 1 membawahi mandor-mandor kegiatan lainnya dan
melakukan pengawasan seluruh kegiatan tiap mandoran. Meskipun demikian, tugas mandor 1 lebih difokuskan pada kegiatan produksi atau panen. Mandor 1 wajib mengikuti apel pagi bersama asisten divisi dan mengikuti apel pagi dengan minimal salah satu mandoran panen di lapangan. Mandor 1 melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya buah restan pada blok-blok panen pada satu hari yang lalu, termasuk pemeriksaan kebersihan brondolan di TPH akibat pengangkutan pada malam hari. Selanjutnya, mandor 1 berkoordinasi dengan mandor transport untuk mempercepat pengangkutan buah restan di lapangan.
Tugas mandor 1 lainnya yaitu : 1) Melakukan pemeriksaan terhadap mutu buah dan mutu hancak serta memonitor proses evakuasi TBS ke PKS sampai
dengan pengangkutan TBS yang terakhir; 2). Melakukan verifikasi laporan yang dibuat seluruh mandor kegiatan / kerani panen, membuat evaluasi kegiatan harian, dan membuat rencana kerja untuk hari berikutnya dengan didampingi asisten divisi. Ketika menjadi pendamping mandor 1 penulis membantu pengawasan terhadap kegiatan pemupukan.
Mandor Panen. Tugas utama mandor panen yaitu melakukan supervisi
atau pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan potong buah atau panen sehingga dicapai mutu buah dan mutu hancak yang diharapkan (minimum looses). Selama menjadi pendamping mandor panen, penulis dan mandor panen mengikuti apel pagi bersama mandor 1 dan Asisten untuk koordinasi pekerjaan panen yang akan dilakukan hari ini. Setelah melakukan apel pagi dengan asisten, dilakukan apel pagi dengan karyawan pada pukul 06.30 WITA. Mandor menyampaikan evaluasi pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya, mengabsen karyawan, membagi hancak karyawan, dan memberi penjelasan mengenai pekerjaan yang akan dilakukan. Setelah itu, dilakukan pengecekan terhadap alat pelindung diri (APD), dan kelengkapan peralatan panen yang akan digunakan karyawan.
Mandor panen memastikan semua karyawan telah masuk pada hancak masing-masing saat kegiatan panen dimulai. Selama kegiatan panen berlangsung, penulis membantu mandor panen mengawasi proses potong buah dan pengutipan brondolan serta melakukan pengecekan mutu buah dan mutu hancak. Sebelum karyawan pulang, dilakukan pengecekan untuk memastikan hancak panen tiap karyawan telah selesai dikerjakan. Setelah kegiatan panen selesai, penulis membantu mandor panen mengisi kelengkapan administrasi panen meliputi: buku kegiatan mandor (BKM), laporan potong buah (LPB), lembar pusingan panen, dan Form SBS (Structured Block Supervision). Buku kegiatan mandor berisi daftar nama (absensi) pemanen, prestasi kerja pemanen dan pembrondol, dan blok yang telah dipanen. Laporan potong buah berisi output masing-masing karyawan, jumlah janjang TBS dan brondolan tiap blok panen, serta premi mandor panen, mandor 1, dan kerani panen.
Pada sore hari, penulis dan mandor panen melakukan taksasi panen pada seksi panen esok hari untuk mengetahui perkiraan hasil panen yang dilakukan
besok. Hasil taksasi disampaikan pada kerani transport untuk estimasi kebutuhan kendaraan angkut buah pada panen esok hari. Hasil pengecekan mutu buah dan mutu hancak diserahkan kepada asisten.
Mandor Semprot Piringan dan Gawangan. Tugas mandor semprot
piringan hampir sama dengan mandor semprot gawangan yaitu melakukan supervisi atau pengawasan terhadap pelaksanaan pengendalian gulma secara kimia agar mutu penyemprotan tetap terjaga yakni dapat mematikan gulma sasaran. Selama menjadi pendamping mandor semprot, setiap pagi penulis dan mandor semprot mengikuti apel pagi bersama mandor 1 dan Asisten untuk koordinasi pekerjaan yang akan dilakukan hari ini. Setelah melakukan apel, mandor semprot dan kerani divisi membuat bon permintaan herbisida yang berisi jenis herbisida yang akan digunakan, volume herbisida, serta divisi dan blok aplikasi herbisida. Bon herbisida dibuat sesuai dengan rencana kerja yang direncanakan oleh asisten sebelumnya dan disetujui oleh manajer. Setelah bon disetujui oleh manajer, kemudian dilakukan pengambilan herbisida ke gudang.
Kegiatan apel dengan karyawan dilakukan pada pukul 06.30 WITA. Mandor menyampaikan evaluasi pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya, membagi hancak karyawan, dan memberi penjelasan mengenai pekerjaan yang akan dilakukan. Setelah itu, dilakukan pengecekan terhadap alat pelindung diri (APD), herbisida, dan alat-alat yang akan digunakan. Selama kegiatan pengendalian gulma berlangsung, penulis membantu mandor semprot untuk mengawasi kegiatan pengendalian gulma untuk memastikan ketepatan konsentrasi herbisida yang digunakan dan memastikan gulma sasaran tersemprot semua. Setelah pekerjaan selesai, penulis membantu pengecekan peralatan kerja yang telah digunakan untuk mengetahui adanya kerusakan alat dan kebersihan alat. Setelah seluruh pekerjaan selesai, penulis membantu mandor mengisi buku kegiatan mandor (BKM) yang berisi absensi karyawan, prestasi kerja karyawan, luasan blok yang telah teraplikasi, volume, dan jenis herbisida yang telah digunakan serta premi karyawan.
Penulis membantu mandor semprot melakukan pengecekan hancak dan kaliberasi nozel saat libur H1 karyawan atau tiap dua minggu. Pengecekan hancak
dilakukan untuk mengetahui hasil aplikasi herbisida apakah gulma mati secara merata atau tidak mati dan memberi penilaian terhadap hasil kerja tiap karyawan. Kaliberasi nozel dilakukan untuk mengetahui kesesuain flow rate nozel dengan konsentrasi herbisida. Semakin tinggi flow rate nozel, maka konsentrasi herbisida harus diturunkan.
Mandor BTP (Babat Tanaman Pengganggu). Selama menjadi
pendamping mandor BTP, penulis mengawasi pelaksanaan kegiatan babat tanaman pengganggu. Sebelum pekerjaan dimulai, penulis memberikan penjelasan terhadap pekerjaan yang akan dilakukan, mengecek peralatan kerja, alat pelindung diri, dan membagi hancak karyawan. Selama kegiatan berlangsung, dilakukan pengawasan terhadap pekerjaan karyawan agar standar mutu pekerjaan tercapai dan waktu kerja dapat dimaksimalkan. Setelah pekerjaan selesai, penulis mencatat prestasi kerja karyawan, absensi karyawan, luasan blok yang telah dikerjakan, serta premi karyawan dalam buku kegiatan mandor (BKM).
Kerani Divisi. Kerani divisi bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan
administrasi kantor divisi. Tugas harian kerani divisi antara lain : melakukan verifikasi buku kegiatan mandor dan laporan potong buah, mengisi laporan pagi, mengisi central control dan pusingan panen, mengisi buku prestasi kerja, mengisi monitoring absensi karyawan, monitoring Structure Block Supervision (SBS), monitoring produksi harian, monitoring produksi dan biaya, dan mengisi absensi dan prestasi kerja dalam laporan checkroll di kantor besar ASE. Laporan pagi berisi rekapitulasi hasil panen setiap mandoran, rekapitulasi seluruh kegiatan tiap mandoran, jumlah HK tiap mandoran, dan bahan herbisida yang digunakan untuk pengendalian gulma. Buku prestasi kerja merupakan rekapitulasi prestasi kerja tiap jenis pekerjaan.
Tugas bulanan kerani divisi adalah membuat laporan bulanan afdeling (LBA), membuat rekapitulasi daftar premi dan borongan dalam sebulan, dan mengisi mading bulanan. Laporan bulanan afdeling berisi rekapitulasi seluruh jenis pekerjaan dalam sebulan. Kerani divisi bertanggung jawab terhadap keakuratan dan kerapihan seluruh arsip data afdeling sehingga mudah dicari
apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Selama menjadi pendamping kerani divisi, penulis belajar untuk melakukan Checkroll (memasukkan data transaksi kegiatan operasional kebun), mengisi central control dan pusingan panen, mengisi buku prestasi kerja, mengisi monitioring absensi karyawan, dan monitoring SBS.
Pendamping Asisten
Asisten divisi bertugas dan bertanggung jawab terhadap seluruh pengelolaan kegiatan divisi dengan baik mulai dari kegiatan perawatan tanaman, produksi, sampai konservasi tanah dan air. Selain bertugas menjalankan fungsi pengelolaan dan supervisi di lapang, asisten juga bertugas untuk mengelola administrasi divisi, membuat rencana kerja tahunan (RKT) bersama manajer, membuat rencana kerja bulanan (RKB), dan rencana kerja harian (RKH). Asisten mengatur pengeluaran biaya (budget) divisi sesuai dengan RKT, RKB, dan RKH agar efektif dan efisian dalam penggunaannya sehingga tidak terjadi over budget.
Asisten mempunyai tanggung jawab lain selain di bidang operasional kebun, yaitu melakukan pembinaan terhadap seluruh sumber daya manusia yang ada untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan karyawan. Selama menjadi pendamping asisten, penulis dilibatkan dalam penyusunan rencana kegiatan perbaikan jalan di Divisi III Angsana Estate, melakukan pengawasan terhadap kegiatan panen, serta mengikuti kegiatan sosial di kebun baik pada acara keagamaan maupun olahraga.