BAB IV PENUTUP
Gbr 2.10 Manfaat atau Fungsi Global Positioning System (GPS)
GPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menetukan pergerakan pasukan.
GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu navigasi, dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk keperluan Sistem Informasi Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran. GPS adalah sebagai pelacak kendaraan, dengan bamtuan GPS pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada dimana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini. (Abdin, 2000)
GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tektonik.
Untuk yang lainnya Global Positioning System (GPS) bisa sebagai : • Penunjukkan arah kiblat (Bagi yang Muslim)
27 3.1 Unit Kerja PKL
BMKG mempunyai status sebuah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang mempunyai tugas untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Pada pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan ditempatkan di Sub Bidang Instrumentasi Rekayasa Peralatan Meteorologi yang mempunyai tugas melakukan penyusunan spesifikasi, inventarisasi, monitoring dan evaluasi, pengadaan, perbaikan dan pemeliharaan, penyusunan tabel umur pakai (life time), pelaksanaan rekayasa dan kerjasama fungsional di bidang instrumentasi dan rekayasa peralatan operasional meteorologi.
Gbr 3.1 Struktur Organisasi Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi (Sumber: Sub Bidang Instrumentasi dan Rekayasa Peralatan Meteorologi)
Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi,
Rekayasa dan Jaringan Komunikasi Pusat Instumentasi,
Rekayasa dan Kalibrasi BIdang Instumentasi dan
Rekayasa Meteorlogi Sub Bidang Kalibrasi Peralatan Sub Bidang Instumentasi, Rekayasa Peralatan
BIdang Instumentasi dan
Rekayasa Kimatologi BIdang Instumentasi danRekayasa Geofisika Pusat Database
Pusat Jaringan Komunikasi
3.2 Uraian Praktik Kerja Lapangan
Dalam melaksanakan praktik kerja lapangan di BMKG , tahapan pertama yang dilakukan yaitu tahap pengenalan. Tahap pengenalan ini adalah pengenalan bagian-bagian atau unit kerja yang terdapat pada bidang Instrumentasi, Rekayasa dan Kalibrasi Peralatan Geofisika tepatnya pada sub. bidang Instrumentasi dan Rekayasa Peralatan Geofisika. Dimana dalam sub.bidang ini bertugas untuk merawat dan memperbaiki peralatan Geofisika yang berada pada kantor pusat maupun stasiun - stasiun daerah di seluruh Indonesia. Sebelum kegiatan praktik kerja lapangan dilaksanakan terlebih dahulu dilakukan proses pengenalan setiap peralatan di sub. Bidang instrumentasi dan kalibrasi peralatan Geofisika. Ada kurang lebihnya 4(empat) peralatan geofisika, yaitu Seismograph, Accelerograph,
Intensitymeter dan Magnetograph. Dengan mempelajari kempat peralatan dari
sub. bidang Instrumentasi dan rekayasa peralatan geofisika maka dapat mempermudah pembelajaran pada salah satu peralatan sebelum mengambil
component yang akan dipilih. Hal ini dilakukan agar proses pelaksanaan PKL
dapat terkoordinir dengan baik. Keempat peralatan tersebut saling berkaitan, oleh karena itu adaptasi yang dilakukan di lingkungan kerja harus mencakup semua bagian tersebut agar proses praktik kerja lapangan berjalan dengan lancar. Setelah tahap pengenalan selesai dilakukan maka selanjutnya adalah tahap pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan topik yang sudah dipilih. Tahap pembelajaran dimulai dengan melihat materi-materi dasar tentang Intensitymeter secara teori maupun secara praktik yang disampaikan langsung oleh para pembimbing PKL.
Hal ini bertujuan agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan tepat waktu dan sesuai dengan prosedur yang ada. Selama pelaksanaan kegiatan PKL proses adaptasi yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar karena mendapatkan banyak dukungan baik dari staf karyawan maupun pimpinan sub. Bidang instrumentasi dan kalibrasi peralatan geofisika.
3.3 Pembahasan Hasil PKL 3.3.1 Intensitymeter
Gbr 3.2 Intensitymeter
Accelerograph atau Strong Motion Seismograph adalah insrument
yang digunakan untuk merekam guncangan permukaan tanah yang sangat kuat yang mengukur percepatan permukaan tanah. Pada umumnya peralatan
accelerograph ditempatkan pada daerah-daerah perkotaan yang populasinya
lebih padat akan penduduk, dimana diperentukkan untuk investigasi variasi terhadap respon guncangan/getaran karena struktur geologi setempat. Dengan adanya informasi dari accelorograph terhadap gempa-gempa kecil dan kuat dapat dicirikan karakteristik semua jenis permukaan tanah yang dapat digunakan untuk kontruksi bangunan.
Intensitymeter adalah alat yang mencatat kekuatan/intensitas gempa
dengan berbasis accelerometer. Pada prinsipnya adalah untuk mendigitalkan skala intensitas yang berbasis pada kerusakan fisik (visual) ke dalam sebuaah instrumentasi atau peralatan monitoring, dalam skala Modified
Mercalli Intensity (MMI). Konversi nila percepatan kedalam skala intensitas
= 2.20 log( ) + 1.00
(3.1)
Dengan Peak Ground Acceleration (PGA) merupakan resultan dari nilai-nilai akselerasi maksimum dari 2 (dua) sumbu horizontal. Nilai konversi sesuai dengan nilai pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Ranges of ground motions for Modified Mercalli Intensities
Sumber: Wald,David J. , dkk , Relationships between Peak Ground Acceleration, Peak Ground Velocity,
and Modified Mercalli Intensity in California, Earthquake Spectra, Volume 15, no 3, Agustus 1999.
Prinsip kerja alat intensitymeter dijelaskan dalam diagram alur dibawah ini, Getaran tanah akan ditangkap oleh sensor berupa
accelerometer 3 (tiga) komponen XYZ dan akan diteruskan dalam besaran
tegangan listrik kemudian dalam perangkat ADC signal analog akan diubah menjadi signal digital, event gempa yang terekam akan dihitung nilai amplitude maksimum pada komponen horizontal dan resultannya akan dikonversi kedalam skala intensitas.
Gbr 3.3 Diagram Alur