• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat BLUD SMK

Dalam dokumen Dokumen Administratif BLUD bisa dicopas (Halaman 20-0)

BAB II KONSEP BLUD

F. Manfaat BLUD SMK

Penerapan sistem BLUD dengan membentuk BLUD SMK diharapkan dapat memberikan setidaknya tiga manfaat, yaitu:

1. Memiliki fleksibilitas dalam mengelola keuangan yang diperoleh dari layanan kepada masyarakat;

2. Memungkinkan mandiri dalam pembiayaan operasional; dan

3. Meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan melalui magang yang memadai, berkesinambungan, dan berstandar kompetensi dunia usaha.

8 BAB III

PEMBENTUKAN BLUD SMK

A. Persiapan

Kelembagaan SMK secara tugas dan fungsi bersifat operasional dalam menyelenggarakan pelayanan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa layanan umum, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan masyarakat. Selain itu, SMK juga mempersiapkan persyaratan administrasi pendirian BLUD SMK yaitu: (a) kinerja pelayanan di bidang tugas dan fungsi SMK terkait layak dikelola dan ditingkatkan pencapaiannya melalui BLUD SMK atas rekomendasi Kepala Dinas Pendidikan; dan (b) kinerja keuangan SMK yang sehat.

B. Persyaratan Menjadi BLUD SMK

SMK dalam menyiapkan pendirian BLUD memerlukan berbagai persyaratan yaitu: a. persyaratan substantif; b. persyaratan teknis; dan c.

persyaratan administratif dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Persyaratan Substantif

Sebagaimana dimaksud dalam Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah, persyaratan substantif dapat terpenuhi apabila tugas dan fungsi unit pelaksana teknis dinas/badan daerah bersifat operasional dalam menyelenggarakan layanan umum yang menghasilkan barang/jasa publik. Layanan umum tersebut diutamakan untuk pelayanan pendidikan SMK yang mana menjadi penyedia dalam pengadaan barang dan/atau jasa yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta sesuai dengan praktek bisnis yang sehat. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk pengembangan layanan umum.

2. Persyaratan Teknis

Berdasarkan Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah, persyaratan teknis terpenuhi apabila:

a. Karakteristik tugas dan fungsi SMK dalam memberikan pelayanan lebih layak apabila dikelola dengan menerapkan BLUD, sehingga dapat meningkatkan pencapaian target keberhasilan.

Kriteria layak yang dimaksud meliputi:

1) Memiliki potensi untuk meningkatkan penyelenggaraan pelayanan secara efektif, efisien, dan produktif;

2) Memiliki spesifikasi teknis yang terkait langsung dengan layanan umum kepada masyarakat.

b. Berpotensi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kinerja keuangan apabila dikelola dengan menerapkan BLUD. Kriteria berpotensi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kinerja keuangan meliputi:

1) Perkiraan rencana pengembangan yang dilihat, misalnya dari

9

peningkatan/diversifikasi unit layanan, jumlah konsumen, dan tingkat kepuasan konsumen;

2) Perhitungan/rencana peningkatan pendapatan dalam beberapa tahun yang akan datang dengan ditetapkannya menjadi BLUD.

3. Persyaratan Administratif

Persyaratan administratif dapat terpenuhi apabila SMK membuat dan menyampaikan beberapa dokumen,Dokumen-dokumen tersebut meliputi:

a. Surat Pernyataan Kesanggupan Peningkatan Kinerja

Surat pernyataan ini berisi tentang komitmen SMK untuk meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang layanan pendidikan khususnya pendidikan kejuruan. Surat pernyataan kesanggupan yang ditanda tangani oleh kepala SMK dan diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi.

b. Pola Tata Kelola

Pola Tata Kelola merupakan uraian tentang Tata Kelola SMK yang akan menerapkan BLUD. Pola Tata Kelola yang ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah. Contoh Pola Tata Kelola BLUD SMK dapat dilihat pada lampiran 1. Pola Tata Kelola tersebut memuat:

Tabel 1 Pola Tata Kelola BLUD

c. R e n c a n a S t r

Rencana Strategis yang selanjutnya disebut Renstra adalah dokumen perencanaan BLUD untuk periode 5 (lima) tahunan. Renstra yang dimaksud merupakan perencanaan lima tahunan yang disusun untuk menjelaskan strategi pengelolaan BLUD SMK dengan mempertimbangkan alokasi sumber daya dan kinerja dengan Kelembagaan Kelembagaan dalam pola tata kelola memuat posisi

jabatan, pemberian tugas, fungsi, tanggung jawab, hubungan kerja, dan wewenang.

Prosedur kerja Prosedur kerja dalam pola tata kelola memuat ketentuan mengenai hubungan dan mekanisme kerja antar posisi jabatan dan fungsi.

Pengelompokan fungsi

Pengelompokan fungsi dalam pola tata kelola memuat pembagian fungsi pelayanan dan fungsi pendukung sesuai dengan prinsip pengendalian internal untuk efektivitas pencapaian organisasi.

Pengelolaan sumber daya manusia

Pengelolaan sumber daya manusia dalam pola tata kelola memuat kebijakan mengenai pengelolaan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

10

menggunakan teknis analisis bisnis, yang ditetapkan melalui Peraturan Kepala Daerah.

Pelaksanaan Renstra harus berdasarkan pada peningkatan pelayanan masyarakat, efisiensi, efektivitas, produktifitas berdasarkan praktek bisnis yang sehat tanpa mengutamakan keuntungan.

Implementasi rencana strategis ini juga harus dilakukan dengan memperhatikan fleksibilitas dari penerapan BLUD. Renstra ini selanjutnya akan dipakai sebagai dasar penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) dan digunakan sebagai evaluasi kinerja untuk setiap tahunnya. Renstra ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah.

Penyusunan Renstra oleh unit pelaksana teknis dinas/badan daerah yang akan menerapkan BLUD memuat: a. rencana pengembangan layanan; b. strategi dan arah kebijakan; c. rencana program dan kegiatan; dan d. rencana keuangan. Contoh Renstra BLUD SMK dapat dilihat pada lampiran 2.

d. SPM BLUD SMK

SPM adalah standar pelayanan yang membuat batasan minimal mengenai jenis dan mutu layanan dasar yang harus dipenuhi oleh SMK yang akan menerapkan BLUD. SPM diatur dengan Peraturan Kepala Daerah untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, kesetaraan, kemudahan, dan kualitas layanan umum yang diberikan oleh SMK yang akan menerapkan BLUD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Contoh Standar Pelayanan Minimal BLUD SMK dapat dilihat pada lampiran 3.

e. Laporan Keuangan atau Prognosis/Proyeksi Keuangan

Laporan keuangan BLUD SMK merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh BLUD. Tujuan umum laporan keuangan BLUD adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, saldo anggaran lebih, arus kas, hasil operasi, dan perubahan ekuitas BLUD yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya. Penyusunan prognosis/proyeksi keuangan berupa laporan realisasi anggaran dan laporan operasional disusun oleh SMK yang baru dibentuk dan akan menerapkan BLUD sesuai dengan sistem perencanaan dan penganggaran yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Laporan keuangan atau prognosis/proyeksi keuangan disusun oleh kepala SMK yang akan menerapkan BLUD sesuai dengan sistem akuntansi yang diterapkan pada pemerintah daerah.

Contoh dokumen laporan keuangan dapat dilihat pada lampiran 4.

f. Laporan Audit Terakhir Atau Penyataan Bersedia Untuk Diaudit oleh Pemeriksa Eksternal Pemerintah

11

Laporan audit terakhir merupakan laporan audit oleh pemeriksa eksternal pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan atas laporan keuangan tahun terakhir sebelum SMK yang akan menerapkan BLUD direkomendasikan untuk menerapkan BLUD.

Apabila audit terakhir tersebut belum tersedia, kepala SMK yang akan menerapkan BLUD membuat surat pernyataan bersedia untuk diaudit oleh pemerika eksternal pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Surat pertanyaan tersebut ditandatangani oleh kepala SMK yang akan menerapkan BLUD dan diketahui oleh kepala Dinas Pendidikan Provinsi.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah auditor eksternal dalam audit laporan keuangan SMK yang akan menerapkan BLUD.

Jenis-jenis pemeriksaan BPK terdiri atas pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu.

Pemeriksaan keuangan yakni pemeriksaan atas laporan keuangan yang bertujuan memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance) bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam semua hal material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Pemeriksaan kinerja yakni pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi, serta pemeriksaan aspek efektivitas. Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan dengan tujuan tertentu yakni pemeriksaan yang dilakukan dengan tujuan khusus atas hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan dan pemeriksaan investigasi.

C. Penilaian BLUD SMK

Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah telah menerbitkan Modul Penilaian dan Penetapan BLUD, selanjutnya modul tersebut sebagai pedoman bagi Pemerintah Daerah Provinsi dalam melakukan penilaian SMK yang akan menerapkan BLUD.

1. Tujuan

Tujuan Pedoman Penilaian Usulan Penerapan BLUD SMK adalah:

a. Tersedianya pedoman yang dapat digunakan oleh Tim Penilai dalam melakukan penilaian atas usulan penerapan BLUD;

b. Tersusunnya instrumen penilaian bagi Tim Penilai sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah;

c. Terjaganya obyektivitas, transparansi dan kualitas penilaian.

2. Tim Penilai BLUD SMK

Kepala daerah akan membentuk Tim Penilai yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah dalam rangka melakukan penilaian BLUD SMK.

Tim Penilai beranggotakan paling sedikit terdiri atas:

a. Sekretaris Daerah sebagai ketua;

12 b. PPKD sebagai sekretaris;

c. Kepala SKPD yang membidangi kegiatan BLUD sebagai anggota;

d. Kepala SKPD yang membidangi perencanaan pembangunan daerah sebagai anggota; dan

e. Kepala SKPD yang membidangi pengawasan di pemerintah daerah sebagai anggota; serta

f. Tenaga ahli yang berkompeten dibidangnya, apabila diperlukan.

3. Tata Tertib Tim Penilai

Tata tertib Tim Penilai dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Tim Penilai wajib hadir dalam rapat penilaian.

b. Dalam hal anggota Tim Penilai berhalangan hadir, anggota Tim Penilai tersebut dapat menunjuk pengganti yang memiliki kompetensi di bidangnya dan pendapat yang disampaikan oleh pengganti dianggap mewakili anggota Tim Penilai yang bersangkutan.

c. Tim Penilai yang tidak hadir dan tidak menunjuk pengganti dianggap menyetujui keputusan yang diambil dalam rapat penilaian.

d. Keputusan akan diambil berdasarkan musyawarah/mufakat jika terjadi perbedaan pendapat. Akan tetapi jika tidak dapat diputuskan dengan musyawarah/mufakat, maka dilakukan pemungutan suara yang disetujui paling sedikit setengah dari jumlah Tim Penilai yang hadir ditambah 1 (satu) suara.

e. Tim Penilai atau pengganti yang ditunjuk, wajib menandatangani Berita Acara Hasil Penilaian.

4. Dokumen yang Dinilai

Dokumen yang dinilai adalah dokumen persyaratan administratif yang terdiri dari:

a. Pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerja;

b. Pola tata kelola;

c. Rencana Strategis (Renstra);

d. Standar Pelayanan Minimal (SPM);

e. Laporan keuangan atau prognosis/proyeksi keuangan; dan

f. Laporan audit terakhir atau pernyataan bersedia untuk diaudit oleh pemeriksa eksternal pemerintah.

5. Instrumen penilaian

SMK yang akan menerapkan BLUD dinilai melalui instrumen dengan masing-masing bobot dokumen sebagai berikut.

13

Tabel 2 Persyaratan Penilaian Dokumen Administatif

No Dokumen Bobot

1 Pernyataan kesanggupan meningkatkan kinerja 5 %

2 Pola tata kelola 20%

3 Rencana Strategis (Renstra) 30%

4 Standar Pelayanan Minimal (SPM) 20%

5 Laporan Keuangan 20%

6 Laporan audit terakhir atau pernyataan bersedia untuk diaudit oleh pemeriksa eksternal pemda sesuai ketentuan Perundang-undangan

5%

Jika salah satu dari enam persyaratan administratif tidak terpenuhi, maka tidak dilakukan penilaian dan dapat diajukan kembali apabila seluruh persyaratan sudah terpenuhi. Berikut adalah penilaian pada masing-masing dokumen berikut bobot unsur yang dinilai:

Tabel 3 Penilaian Pernyataan Kesanggupan Meningkatkan Kinerja (Bobot Dokumen 5%)

Indikator Unsur Yang Dinilai Bobot

Unsur Adanya pernyataan

Kesanggupan untuk Meningkatkan Kinerja

Kesesuaian dengan format yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang BLUD

2,0

Ditandatangani oleh Kepala UPTD dan diketahui oleh Kepala SKPD

8,0

Tabel 4 Penilaian Pola Tata Kelola (Bobot Dokumen 20%)

Indikator Unsur Yang Dinilai Bobot

Unsur Adanya

kebijakan-kebijakan mengenai organisasi dan tata

Kelembagaan 1,0

Prosedur kerja (akuntabilitas berbasis kinerja)

2,0

14

laksana Pengelompokan fungsi (akuntabilitas berbasis kinerja)

2,0

Pengelolaan SDM (pengadaan, persyaratan, pengangkatan, penempatan, batas usia, masa kerja, hak, kewajiban, termasuk sistem reward dan punishment, serta pemberhentian (PHK))

2,0

Adanya Pengesahan oleh Kepala Daerah

Peraturan Kepala Daerah 3,0

Tabel 5 Rencana Strategis (Bobot Dokumen 30%)

Indikator Unsur Yang Dinilai Bobot

Unsur Adanya pernyataan

Visi dan Misi

Pernyataan visi dan misi 1,0

Tergambarnya

strategis dan arah kebijakan

Kesesuaian dengan Renstra SKPD dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

1,0

Kesesuaian visi, misi, program dengan pencapaian kinerja (kinerja layanan, kineria keuangan dan kinerja manfaat)

1,0

Rencana program dan Kegiatan

Indikator Kinerja 1,0

Target Kinerja 1,0

Rencana keuangan dan Pengembangan layanan

Program kegiatan dan pendanaan 1,0

Penanggun jawab program 0,5

Prosedur pelaksanaan program 0,5 Adanya Pengesahan

oleh Kepala Daerah

Peraturan Kepala Daerah 3,0

15

Tabel 6 Penilaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) (Bobot 20%)

Indikator Unsur Yang Dinilai Bobot

SPM yang sesuai dengan jenis dan mutu pelayanan

Fokus 1,0

Terukur 1,0

Dapat dicapai 0,5

Relevan dan dapat diandalkan 1,0

Kerangka waktu 0,5

Kelengkapan dan kesesuaian jenis Dan Target Kinerja

Kelengkapan jenis pelayanan sesuai dengan SPM yang diberlakukan

1,0

Keterkaitan antara SPM dengan Renstra dan Anggaran

Kaitan antara SPM dengan Renstra dan anggaran tahunan

2,0

Adanya pengesahan oleh kepala daerah

Peraturan Kepala Daerah 3,0

Tabel 7 Penilaian Laporan Keuangan (Bobot Dokumen 20%)

Indikator Unsur Yang Dinilai Bobot

Unsur Laporan Realisasi

Anggaran (LRA)

LRA sesuai SAP 2,0

Laporan Neraca Neraca sesuai SAP 2,0

Laporan Operasional (LO)

LO sesuai SAP 2,0

Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)

LPE sesuai SAP 2,0

Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)

CALK sesuai SAP 2,0

Untuk SMK yang baru dibentuk dan akan langsung menerapkan BLUD menggunakan penilaian sebagai berikut:

16

Indikator Unsur Yang Dinilai Bobot

Unsur Prognosis/Proyeksi

Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

LRA sesuai sistem perencanaan dan penganggaran Pemda

5,0

Prognosis/Proyeksi Laporan Operasional (LO)

LO sesuai sistem perencanaan dan penganggaran Pemda

5,0

Tabel 8 Laporan Audit Terakhir atau Pernyataan Bersedia Untuk Diaudit Oleh Pemeriksa Eksternal Pemda Sesuai Ketentuan

Perundang-Undangan (Bobot Dokumen 5%)

Indikator Unsur Yang Dinilai Bobot

Unsur Adanya hasil audit Hasil audit tahun terakhir oleh BPK

sebelum mengajukan untuk menerapkan BLUD

10,0

ATAU Adanya pernyataan

bersedia untuk diaudit oleh pemeriksa eksternal pemda sesuai ketentuan Perundang-undangan

Kesuaian dengan format yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang BLUD

2,0

Ditandatangani oleh Kepala UPTD dan diketahui oleh Kepala SKPD

8,0

D. Proses Penilaian

1. Dalam rangka penilaian dokumen administratif dilakukan dengan menggunakan format penilaian dokumen administratif, indikator, dan bobot penilaian penerapan BLUD (SE Mendagri Nomor 981/1010/SJ dan Nomor 981/1011/SJ tentang Modul Penilaian dan Penetapan BLUD tanggal 6 Februari 2019), sebagai berikut:

a. bagi SKPD yang telah mempunyai Unit Pelaksana Teknis Daerah menggunakan format A.l ; (lampiran 5)

b. bagi SKPD yang belum mempunyai UPTD, menggunakan format A.2.

(lampiran 6)

2. Untuk melakukan penilaian dokumen administratif terhadap nilai per unsur pada kolom 6 format A.l dan format A.2, menggunakan format B. (lampiran 7)

3. Setelah dilakukan penilaian terhadap dokumen administratif, hasil penilaian

17

dituangkan dalam Berita Acara Hasil Penilaian Usulan Penerapan BLUD, disertai dengan kesimpulan penilaian dokumen administrastif usulan penerapan BLUD sebagaimana format C. (lampiran 8)

Gambar 1 Alur Penilaian

E. Penetapan BLUD

Berdasarkan hasil penilaian dokumen administratif, dalam hal nilai dari dokumen administratif <60, maka hasil penilaian Ditolak Untuk Menerapkan BLUD dan apabila nilai dari dokumen administratif >60, maka hasil penilaian Diterima Untuk Menerapkan BLUD. Hasil penilaian tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk rekomendasi penerapan BLUD SMK sebagaimana format D. (lampiran 9)

Rekomendasi disampaikan kepada kepala daerah sebagai dasar penetapan dan kapan dimulainya penerapan BLUD SMK yang dituangkan dalam Keputusan Kepala Daerah.

18 BAB IV

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SMK YANG AKAN MENERAPKAN BLUD

BLUD SMK didasarkan pada prinsip efisiensi, efektivitas, dan produktivitas.

Pelaksanaan operasional sistem BLUD, yang mendapatkan pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya, diberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek bisnis yang sehat.

A. Pengelolaan Keuangan SMK

Pengelolaan keuangan menurut Permendikbud Nomor 34 Tahun 2018 meliputi pengelolaan pembiayaan dan pengelolaan pendanaan. Pengelolaan keuangan ini dimaksudkan untuk memberikan acuan dalam menjalankan mekanisme keuangan secara akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Adanya pengelolaan keuangan yang baik diharapkan SMK dapat menghitung biaya dan mengatur dana yang dibutuhkan, sekaligus memprediksi potensi pendanaan yang belum bisa terpenuhi. Selain membuat pemetaan sumber pendanaan yang ada, SMK mencari sumber pendanaan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengelolaan keuangan meliputi investasi, operasi pendidikan, bantuan pendidikan, beasiswa, dan personal.

Langkah-langkah untuk melaksanakan pengelolaan keuangan diterapkan sebagai berikut:

1. Perangkat daerah provinsi yang melaksanakan urusan pendidikan melakukan sosialisasi peraturan/ketentuan/panduan terkait biaya pendidikan;

2. Perangkat daerah provinsi yang melaksanakan urusan pendidikan bersama Pengelola SMK menghitung dan menetapkan besaran biaya operasi pendidikan untuk setiap Program Keahlian berdasarkan Standar Biaya Operasi SMK;

3. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan memperhatikan masukan dari Pemerintah Daerah menetapkan besaran BOS SMK; dan

4. SMK menyusun anggaran Penyelenggaraan Program Keahlian berdasarkan Standar Biaya Operasi SMK.

B. Laporan Keuangan SMK

1. Definisi Laporan Keuangan SMK

Laporan Keuangan SMK adalah dokumen keuangan yang wajib disusun untuk menerapkan BLUD. Hal ini dikarenakan Laporan Keuangan merupakan salah satu dari persyaratan dokumen administratif. Laporan keuangan disusun untuk menjelaskan nilai sumber daya ekonomi yang dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan operasional SMK, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas, dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.

Kepala Sekolah yang akan menerapkan BLUD pada SMK juga harus membuat laporan keuangan sesuai dengan pasal 44 ayat (1) dan ayat (2)

19

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang BLUD yang dijelaskan sebagai berikut:

(1) Laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf e disusun oleh kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas/Badan Daerah yang akan menerapkan BLUD sesuai dengan sistem akuntansi yang diterapkan pada pemerintah daerah.

(2) Laporan keuangan terdiri atas:

a. laporan realisasi anggaran;

b. neraca;

c. laporan operasional:

d. laporan perubahan ekuitas; dan e. catatan atas laporan keuangan.

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 981/1010/SJ tahun 2019 tentang Modul Penilaian dan Penetapan BLUD menjelaskan bobot dokumen laporan keuangan. Bobot dokumen tersebut dijelaskan pada format penilaian dokumen administratif, indikator, dan bobot penilaian penerapan BLUD, khususnya pada format A.1: SKPD yang telah mempunyai Unit Pelaksana Teknis Daerah, pada Nomor 5 untuk dokumen administratif yang dinilai pada laporan keuangan dengan nilai bobot 20% pada 5 (lima) laporan keuangan sebagai berikut:

a. LRA sesuai dengan SAP b. Neraca sesuai dengan SAP c. LO sesuai dengan SAP d. LPE sesuai dengan SAP e. CaLK sesuai dengan SAP

Masing-masing laporan keuangan tersebut mempunyai nilai 0 atau 10 dengan bobot per unsur masing-masing sebesar 2,0.

SMK bukan merupakan entitas akuntansi maka dalam penyusunan 5 (lima) komponen laporan keuangan dimaksud harus memecah dari laporan keuangan SKPD baik secara manual dan/atau sistem aplikasi. Laporan keuangan SKPD yang digunakan sebaiknya yang sudah audited karena penyajian nilainya sudah dianggap wajar oleh pemeriksa eksternal pemerintah. Alternatif lain yang dapat digunakan jika terdapat kesulitan dalam memecah laporan keuangan SKPD menjadi laporan keuangan SMK adalah dengan menyusun 5 (lima) komponen laporan keuangan tersebut berdasarkan bukti transaksi atau media rekapitulasi data dari bukti transaksi seperti Buku Kas Umum (BKU) Bendahara Penerimaan dan Pengeluaran Pembantu atau catatan yang memiliki informasi yang mirip dengan BKU, ditambah data-data lain seperti data persediaan, aset tetap, aset tak berwujud (berikut penyusutan dan amortisasi) serta data-data akrual lain seperti data utang piutang. 5 (lima) komponen laporan keuangan yang dimaksud di atas terdiri atas:

1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) merupakan laporan yang menyajikan ikhtisari sumber, alokasi, dan pemakai sumber daya ekonomi yang dikelola, serta menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya

20

dalam suatu periode pelaporan yang terdiri dari unsur pendapatan dan belanja.

2. Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal pelaporan. Neraca terdiri dari aset, kewajiban, dan ekuitas.

3. Laporan Operasional (LO) merupakan salah satu unsur laporan keuangan yang menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah daerah untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam satu periode pelaporan.

4. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) merupakan laporan yang menyajikan peningkatan maupun penurunan aktiva-aktiva bersih atau kekayaan entitas selama periode tertentu yang didasarkan prinsip-prinsip pengukuran tertentu yang dianut dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

5. Catatan atas Laporan Keuangan merupakan salah satu unsur laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam LRA, LO, LPE, dan Neraca dalam rangka pengungkapan yang memadai.

SMK dapat saja baru dibentuk dan akan langsung menerapkan BLUD maka SMK baru tersebut tidak menyusun 5 (lima) komponen laporan keuangan tetapi hanya menyusun prognosis/proyeksi keuangan berupa LRA dan LO sesuai dengan sistem perencanaan dan penganggaran yang diterapkan oleh pemerintah daerah. Pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor:

981/1010/SJ tahun 2019 khususnya pada format A.2: SKPD yang belum mempunyai unit pelaksana teknis daerah, pada Nomor 5 untuk dokumen administratif yang dinilai pada prognosis/proyeksi laporan keuangan dengan nilai bobot 20% pada 2 (dua) laporan keuangan sebagai berikut:

a. LRA sesuai dengan sistem perencanaan dan penganggaran yang diterapkan pemerintah daerah

b. LO sesuai dengan sistem perencanaan dan penganggaran yang diterapkan pemerintah daerah

Masing-masing laporan keuangan mempunyai nilai 0 atau 10 dengan bobot per unsur masing-masing sebesar 5,0.

2. Akuntansi SMK

SMK menyusun 5 (lima) komponen laporan keuangan tersebut, perlu pemahaman akuntansi yang memadai. Akuntansi adalah proses identifikasi, pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, pengikhtisaran transaksi dan kejadian keuangan, penyajian laporan, serta penginterpretasian atas hasilnya.

Proses identifikasi dan pencatatan dalam akuntansi yang dimaksud adalah setiap kejadian transaksi keuangan diperlukan adanya pencatatan serta identifikasi pada pos-pos akun mana yang sesuai dengan kejadian transaksinya.

Begitu pula dengan pengklasifikasi transaksi yang dilakukan termasuk dalam bagian pos akun yang mana saja nanti digunakan ketika sudah melakukan pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran transaksi kemudian disajikan dalam bentuk laporan keuangan yang sesuai dengan pedoman atau peraturan-peraturan yang mengatur proses penyusunan laporan keuangan. Akuntansi SMK

Dalam dokumen Dokumen Administratif BLUD bisa dicopas (Halaman 20-0)

Dokumen terkait