BAB I PENDAHULUAN
1.4 Manfaat
Manfaat yang diperoleh melalui hasil dari mengaplikasikan perencanaan bisnis pada CLS adalah:
1. Dapat memberikan informasi tentang teknik budidaya ikan cupang.
2. Usaha CLS yang terus berkembang menjadi lebih baik dan mendapatkan profit yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
6 BAB II LANDASAN TEORI
Pada budidaya dan penjualan pada bisnis ikan cupang, ada beberapa teori yang dapat digunakan untuk membantu CLS dalam proses mengembangkan usaha yang akan dijalankan.
2.1 Teori Business Model Canvas
Dalam menjalankan sebuah usaha/bisnis tentu pemilik bisnis atau pelaku usaha harus mengetahui model bisnis apa yang akan dijalankan agar dapat memiliki pandangan kedepan atas bisnis yang akan didirikan, selain itu dengan adanya model bisnis akan melakukan rencana-rencana strategi bisnis ke depan.
Untuk dapat mengetahui model bisnis yang akan dijalankan perlu menggunakan konsep yaitu BMC (Business Model Canvas).
Gambar 2.1 Nine Building Blocks BMC
Berdasarkan gambar diatas, BMC (Business Model Canvas) terdiri dari 9 elemen berupa visual chart yang diperkenalkan pertama kali oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yaitu Business Model Generation (2012), yang meliputi :
A. Customer Segments
Yaitu menggambarkan sekelompok orang atau organisasi yang menjadi sasaran atau target yang dijangkau. Customer Segments ini juga berperan penting karena dimana pembisnis akan menerima pendapatan dari konsumen yang sudah menjadi sasaran tersebut.
B. Value proposition
Merupakan daya tarik untuk memikat hati konsumen yang ditawarkan oleh perusahaan sehingga konsumen dapat merasa kepuasannya terhadap produk terpenuhi.
C. Customer Relations
Yaitu suatu cara yang dilakukan perusahaan untuk membangun suatu hubungan dengan konsumen. Dimana dalam hal ini bertujuan untuk membuat konsumen tidak pindah dengan mudah ke bisnis yang lain.
D. Channels
Adalah cara perusahaan untuk menjangkau konsumen. Setiap perusahaan memiliki cara yang berbeda-beda dalam menjangkau konsumen yang akan menjadi sasaran atau target.
E.
Revenue StreamMerupakan sumber pemasukan bagi perusahan yang didapatkan dari daya tarik yang diciptakan perusahaan untuk konsumen.
8
F. Key Activities
Yaitu aktivitas utama yang terkait dengan produksi di perusahan. Untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa perusahaan harus melakukan aktivitas-aktivitas utama sampai selesai agar dapat menghasilkan produk atau ajsa tersebut.
G. Key resources
Adalah sumber daya utama yang dimiliki perusahaan dalam membangun bisnisnya dan adanya hal tersebut perusahaan dapat menjalankan aktivitas utamanya.
H. Key Partnership
Yaitu mitra kerja yang dilakukan oleh perusahaan khususnya supplier. Perusahaan harus membangun hubungan kerjasama dengan beberapa pihak/supplier yang berkaitan dengan berjalannya bisnis untuk mencapai tujuan.
I. Cost structure
Yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendukung semua aktivitas-aktivitas yang berhubungan dalam menjalankan bisnis.
2.2 Teori Business Plan
Perencanaan bisnis (Business Plan) menurut Hisrich, Peter, 1995 (Alma, 2004) adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal maupun eksternal yang berhubungan dengan usaha. Jadi perencanaan bisnis itu akan melihat bagaimana usaha itu akan berkembang untuk sekarang dan yang akan dating, sehingga pembisnis akan menyusun kegiatan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan yang dituangkan dalam suatu dokumen perencanaan. Candraningrat (2019) berpendapat Business plan merupakan kegiatan organisasi sekarang dan
yang akan datang dan menyusun kegiatan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan yang dituangkan dalam suatu dokumen perencanaan. Perencanaan bisnis sangat erat hubungannya dengan wirausaha, sebab perencanaan bisnis ini dibuat agar hasil penciptaan usaha yang dibuat mendekati dengan kenyataannya.
Jika suatu perusahaan ingin berhasil, diperlukan perencanaan bisnis yang tepat, sehingga dalam melakukan perencanaan bisnis ada beberapa unsur yang dapat dilakukan, yaitu deskripsi usaha, strategi pemasaran, rencana operasional, dan rencana keuangan.
2.2.1 Pengertian Deskripsi Usaha
Deskripsi usaha dapat menjelaskan secara singkat apa bidang usaha yang akan dijalankan, beserta potensi produk dan kemungkinannya untuk bertahan dan berkembang di masa depan. Di dalam deskripsi usaha dapat dijelaskan tentang perencancaan bisnis yang menjelaskan tentang produk apa yang dijadikan bisnis, sejarah berdirinya usaha, aktivitas bisnis apa saja yang dilakukan, pihak-pihak yang terlibat dalam usaha, perencanaan untuk kedepannya tentang usaha tersebut. hal ini membantu memperbaiki stabilitas usaha secara berkelanjutan, utamanya pada kalangan muda dan skala rumah (Wibowo dan Santoso, 2020).
2.2.2 Pengertian Sterategi Pemasaran
1. STP (Segmentation, Targeting, and Positioning) a. Segmentation
Menurut Griffin (2006), Segmentasi adalah proses membagi seluruh pasar produk atau jasa menjadi beberapa segmentasi pasar dengan kesamaan minat, daya beli, geografi, perilaku pembelian, dan gaya hidup. Melalui segmentasi pasar, pemasaran akan lebih terarah dan efektif, sehingga dapat memuaskan
10
konsumen. Dengan menerapkan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran, sumber daya perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif, dan konsumen dapat memahami perilaku konsumen akan mampu mempengaruhi konsumen dalam memilih produk dan merek yang akan dibeli. Para pelaku bisnis juga mempertimbangkan aspek mutu dan kualitas karena kesadaran mereka terhadap konsumen yang lebih selekif sebelum melakukan keputusan pembelian dan untuk memberikan kepuasan bagi konsumen (Candraningrat, dkk., 2018).
b. Targeting
Menurut Kotler dan Amstrong (2008) adalah sekelompok pembeli (buyers) yang memiliki kebutuhan atau karakteristik yang mempunyai tujuan yang sama dengan promosi perusahaan. Targeting atau pasar sasaran adalah segmen pasar yang dipilih perusahaan yang dituju untuk menjadi sasaran utama, kemudian perusahaan dapat lebih spesifik menentukan kegiatan pasar yang akan dituju atau dibidik. Menargetkan atau menetapkan target pasar adalah tahap selanjutnya dari analisis segmentasi. Produk target adalah produk yang menjadi pasar sasaran, yaitu satu atau beberapa segmen pasar, yang akan menjadi fokus kegiatan pemasaran. Proses dalam target pasar ini mencerminkan fakta bahwa perusahaan harus mengidentifikasi pelanggan yang dapat diakses dan dilayani secara efektif.
Memposisikan dan mengevaluasi setiap segmen pasar untuk menentukan segmen pasar mana yang menjadi target pasar. Serangkaian program pemasaran harus diselesaikan sesuai dengan karakteristik pasar sasaran.
c. Positioning
Definisi positioning menurut Kotler dan Keller (2006: 262), ialah dimana pada saat produk menemukan posisi yang tepat di pasar setelah menentukan strategi untuk penggunaan segmentasi. Optimisasi mesin pencari dapat diartikan sebagai suatu hal yang langka bagi sebuah bisnis untuk menempatkan produknya di pikiran pelanggan bahwa bisnis tersebut akan mengungguli persaingannya.
Positioning menurut Solomon dan Stuart (2002), merupakan strategi pemasaran
sedang dikembangkan yang bertujuan untuk mempengaruhi persepsi suatu produk atau jasa di segmen pasar tertentu dibandingkan dengan persaingan.
Positioning pasar menunjukkan apa yang membedakan suatu produk tersebut
dari produk pesaingnya.
2. Marketing Mix
Menurut Kotler & Armstrong (1997) bauran pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkannya di pasar sasaran. Kotler & Armstrong (1997) mengemukakan bahwa pendekatan pemasaran 4P yaitu product, price, place dan promotion. Sedangkan menurut Boom & Bitner dalam Kotler & Armstrong (1997) menyarankan untuk menambah 3P yang terlibat dalam pemasaran jasa, yaitu: people (orang), physical evidence (bukti fisik), dan process (proses).
Sebagaimana telah dikemukakan oleh Kotler, Boom & Bitner dalam Kotler &
Armstrong (1997) di atas, Yazid (1999), menegaskan bahwa marketing mix terdiri dari 7P, yakni: product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi), people (orang), physical evidence (bukti fisik), dan process (proses).
Candraningrat (2020) Pemasaran adalah lingkungan pemasaran online dan
12
spesialisasi pemasaran, tetapi saluran pemasaran memperluas saluran pemasaran dan penjualan produk. Sementara itu keunggulan lain yang dimiliki oleh media sosial adalah meminimalisir batasan manusia dalam berinteraksi sosial (Fianto 2020b, 2020a; Ikawira & Fianto 2014; Jafar et.al. 2014; Lauwrentius 2015; Pinasti et.al. 2015; Santoso et.al. 2019; Santoso & Fianto 2020).
2.2.3 Pengertian Rencana Oprasional
Perencanaan Operasional dalam hal ini yaitu menuju pada struktur organisasi perusahaan yang mencakup tenaga kerja pembagian tugas. Struktur organisasi ialah lapisan dari bermacam komponen ataupun unit kerja dalam organisasi. Lewat keberadaan struktur organisasi, kita bisa memandang pembagian kerja serta gimana mengkoordinasikan bermacam guna aktivitas dengan baik. Tidak hanya itu, adanya struktur organisasi ini, kita bisa menciptakan bagian-bagian pekerjaan, saluran perintah, serta pengiriman laporan. Spesifikasi jabatan merupakan penjelasan tertulis tentang latar balik pembelajaran, pengalaman, keahlian serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan yang wajib dipegang jabatan tertentu supaya bisa berperan secara efisien.
2.2.4 Pengertian Rencana Keuangan
Rencana keuangan mencerminan yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, selain itu digunakan untuk memperhitungkan keuangan perusahaan antara lain ialah perolehan sumber dana, ditaksir pemasukan serta tipe investasi beserta bayaran yang dikeluarkan sepanjang investasi dan proyeksi laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, neraca serta arus kas. Menurut Candraningrat (2018) rencana keuangan merupakan cerminan yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, selain itu digunakan untuk memperhitungkan
keuangan perusahaan antara lain ialah: perolehan sumber dana, ditaksir pemasukan serta tipe investasi beserta bayaran yang dikeluarkan sepanjang investasi dan proyeksi laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, neraca serta arus kas.
Aspek keuangan jadi perihal yang memastikan bisnis berjalan mudah ataupun tidak kedepannya.
1. Biaya Investasi
Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli aset-aset yang dibutuhkan pada suatu bisnis. Aset-aset tersebut biasanya merupakan aset tetap yang dibutuhkan bisnis mulai dari awal berdiri seperti peralatan dan mesin.
2. Biaya Produksi
Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan saat melakukan proses produksi.
Umumnya biaya produksi terdiri dari pembelian bahan baku, upah tenaga kerja, dan biaya-biaya yang muncul hingga produk siap untuk dipasarkan.
3. Biaya Oprasional
Biaya operasional adalah seluruh biaya yang berhubungan dengan kegiatan bisnis, pengoperasian alat, komponen, perlengkapan, atau fasilitas lainnya. Biaya tersebut perlu dibayar oleh perusahaan yang bersangkutan agar dapat terus beroperasi.
4. Biaya Promosi
Biaya promosi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk melakukan kegiatan promosi misalnya pembuatan brosur, banner, stiker, leaflet, serta mengikuti kegiatan pameran atau seminar.
5. Fixed Cost
Menurut Mulyadi (2009:466), biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap dalam volume kegiatan tertentu. Sedangkan menurut Carter (2009:69), biaya tetap (fixed
14
cost) merupakan biaya yang secara keseluruhan tidak berganti kala kegiatan bisnis
bertambah (naik) atau berkurang (turun).
6. Variable Cost
Menurut Mulyadi (2009:468), biaya variabel merupakan biaya yang jumlahnya berganti atau mengikuti pengaruh volume aktivitas. Sedangkan menurut Garrison (2006:257), biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang jumlahnya berganti secara proposional terhadap pergantian tingkatan kegiatan. Jadi semakin naik kebutuhan atau aktivitas yang dibutuhkan, maka biaya variablelnya juga mengikuti, begitu juga sebaliknya.
7. Harga Pokok Produksi
Harga Pokok Produksi menurut Mulyadi (2015:14) merupakan semua biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa selama periode bersangkutan. Dengan kata lain, bahwa harga pokok produksi merupakan biaya untuk memperoleh barang jadi yang siap jual. Sedangkan menurut Raiborn dan Kinney (2011:56) Total produksi biaya barang-barang yang telah selesai dikerjakan dan ditransfer ke dalam persediaan barang jadi selama sebuah periode.
𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐏𝐨𝐤𝐨𝐤 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢 =𝐁. 𝐁𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐤𝐮 + 𝐁. 𝐓𝐞𝐧𝐚𝐠𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐬𝐮𝐧𝐠 + 𝐁. 𝐎𝐯𝐞𝐫𝐡𝐞𝐚𝐝 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢
8. Payback Period (PP)
Teknik yang digunakan untuk mengevaluasi periode pengembalian (period) suatu proyek atau investasi usaha, dan perhitungannya dapat dilihat dari perhitungan kas bersih yang diperoleh di setiap tahunnya. Nilai tunai bersih adalah jumlah laba setelah pajak ditambah depresiasi (asalkan investasinya 100% dari dananya sendiri).
𝑷𝒂𝒚𝒃𝒂𝒄𝒌 𝑷𝒆𝒓𝒊𝒐𝒅 (𝑷𝑷) =𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐈𝐧𝐯𝐞𝐬𝐭𝐚𝐬𝐢
𝐋𝐚𝐛𝐚 𝐩𝐞𝐫 𝐛𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐗 𝟏𝟐 𝐛𝐮𝐥𝐚𝐧
Untuk menghitung Payback Period (PP) yang mempunyai nilai process yang tidak sama setiap tahunya maka dihitung akumulasi prosesnya terlebih dahulu sehinga diperoleh akumulasi kas masuk (nol). Kriteria kelayakan penerimaan investasi menggunakan metode Payback Period merupakan suatu investasi yang diusulkan dinyatakan layak jika Payback Period lebih pendek dibandingkan period payback maksimum. Sebaliknya, jika Payback Period (PP) suatu investasi lebih panjang daripada period payback maksimum maka investasi tersebut dinyatakan tidak layak. Apabila terdapat beberapa alternatif investasi maka untuk menentukan alternatif terbaik dilakukan pemilihan investasi yang mempunyai Payback Period yang paling pendek.
9. Return on Investment (ROI)
Return on investment adalah pengukuran kemampuan perusahaan secara
keseluruhan didalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva sesuai dengan yang diharapkan. Riyanto (2010) mendefinisikan ROI atau tingkat pengembalian investasi memperlihatkan tingkat kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto.
Rumus 3 merupakan rumus perhitungan return on investment.
𝑹𝒆𝒕𝒖𝒓𝒏 𝒐𝒏 𝑰𝒏𝒗𝒆𝒔𝒕𝒎𝒆𝒏𝒕 = (𝐋𝐚𝐛𝐚 𝐩𝐞𝐫 𝐛𝐮𝐥𝐚𝐧
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐈𝐧𝐯𝐞𝐬𝐭𝐚𝐬𝐢) 𝐗 𝟏𝟎𝟎%
10. Break Event Point (BEP)
Break event point adalah metode yang digunakan untuk mengetahui jumlah hasil penjualan produk yang harus dicapai untuk melampaui titik impas. Suatu usaha
16
dikatakan impas apabila jumlah hasil penjualan produk pada suatu periode sama dengan jumlah biaya yang ditanggung sehingga suatu usaha tidak mengalami rugi maupun untung Matz et al. (1995). Rumus 4 dan Rumus 5 merupakan rumus Break Event Point (BEP) Unit dan Break Event Point (BEP) Harga.
𝑩𝑬𝑷 (𝐔𝐧𝐢𝐭) = 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐓𝐞𝐭𝐚𝐩 (𝑭𝒊𝒙𝒆𝒅𝑪𝒐𝒔𝒕) 𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐏𝐞𝐫 𝐔𝐧𝐢𝐭 − 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐕𝐚𝐫𝐢𝐚𝐛𝐥𝐞 𝐏𝐞𝐫 𝐔𝐧𝐢𝐭
𝑩𝑬𝑷 (𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚) = 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐓𝐞𝐭𝐚𝐩 (𝑭𝒊𝒙𝒆𝒅𝑪𝒐𝒔𝒕)
𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐏𝐞𝐫 𝐔𝐧𝐢𝐭 − 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐕𝐚𝐫𝐢𝐚𝐛𝐥𝐞 𝐏𝐞𝐫 𝐔𝐧𝐢𝐭𝐗 𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐏𝐞𝐫 𝐔𝐧𝐢𝐭
11. Asumsi Proyeksi Penjualan
Proyeksi ataupun perkiraan jumlah penjualan produk pada masa yang tiba ialah bagian aktivitas menyususn rencana penjualan. Oleh sebab itu diperlukannya dalam suatu bisnis proyeksi penjualan lewat online serta offline yang digunakan sebagai salah satu langkah dalam pencapain sasaran. Dengan pencapain sasaran yang tepat untuk mengetahui hasil akhir dari sasaran yang dituju apakah sesuai atau tidak dalam pencapaian target, maka hal ini dapat dijadikan sebebagai evaluasi. Dengan metode ini, hasil ini pula bisa digunakan buat memikirkan keputusan manajemen guna membiasakan proses penjualan di masa mendatang.
2.3 Teori Analisis SWOT
Menurut Freddy Rangkuti Analis SWOT adalah indifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Analisis SWOT menurut Philip Kotler ialah
evaluasi terhadap keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
Analisis SWOT merupakan salah satu instrumen analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan yang dikenal luas. Analisis ini didasarkan pada asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan meminimalkan kelemahan dan ancaman. Bila diterapkan secara akurat, asumsi sederhana ini mempunyai dampak yang besar atas rancangan suatu strategi yang berhasil.
Lingkungan yang kondusif akan sangat mempengaruhi berjalannya suatu perusahaan, namun kinerja suatu perusahaan dapat ditentukan baik oleh faktor internal maupun eksternal. Kedua faktor ini harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT. Analisis tersebut menggambarkan lingkungan internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan ancaman lingkungan eksternal. Analisis faktor internal dan eksternal dapat digunakan untuk menentukan faktor internal mana yang dapat mempengaruhi perkembangan bisnis, termasuk kelemahan dan kekuatan.
Analisis faktor eksternal digunakan untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan dalam mengembangkan usahanya.
Gambar 2.2 Strength, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT)
18 BAB III
METODE PELAKSANAAN
Perkembangan dunia percupangan sangat berpengaruh dan memiliki pangsa pasar yang luas. Dapat dilihat dari latar belakang diatas bahwa bisnis yang berhubungan dengan percupangan dapat berkembang baik di Indonesia maupun mancanegara. Disini bisa dilihat bahwa bisnis ikan cupang banyak ditemui, maka akan menjadi peluang yang sangat besar. Ikan cupang merupakan ikan hias, ikan aduan, ikan liar yang dijadikan sebagai koleksi bagi penghobi dan bisnis. Dimana ikan cupang juga tidak akan mati di masa mendatang karena banyak berinovasi dan mengikuti selera dari konsumen.
Dalam menjalankan bisnis CLS ini tentunya diawali dengan merancang ide-ide dalam mengembangkan bisnis kedepannya. Selanjutnya melakukan ide-identifikasi dari Business Model Canvas, kemudian dilanjutkan Business Plan yang terdiri dari deskripsi usaha, strategi pemasaran, rencana oprasional, rencana keuangan, selanjutnya analisis SWOT serta implementasi bisnis dan kesimpulan.
Berikut dibawah ini kerangka pelaksanaan sebelum mengimplementasi bisnis CLS.
KERANGKA PELAKSANAAN
Gambar 3.1 Kerangka Pelaksanaan CLS
20
3.1 Rencana Business Model Canvas
3.2 Rencana Business Plan 3.2.1 Deskripsi Usaha
CLS ialah sebuah bisnis yang memproduksi ikan cupang yang memiliki motif warna khusus dan balance, yaitu berhubungan dengan permintaan konsumen. CLS ini dapat dipelihara atau ikut kontes ikan cupang oleh orang yang menggemari ikan cupang terutama tentang penghobi, masuk untuk kalangan anak-anak mulai dari umur 8 tahun sampai dewasa perempuan dan laki-laki. Breeding ialah penjodohan ikan cupang yang bisa memperbanyak ikan cupang dilakukan oleh pemilik, mulai dari pembesaran anakan ikan cupang dan membutuhkan jasa orang untuk melakukan pencetakan stiker. Selain itu produk CLS di desain sendiri oleh owner/pemilik, sehingga ikan cupang ini memiliki harga jual mulai Rp. 30.000 – Rp. 100.000. Bahan baku utama produk CLS, yaitu ikan cupang yang berjenis
Gambar 3.2 Rencana Business Model Canvas
avatar gordon memiliki rintik dibadan yang membuat indah, avatar copper memiliki rintik copper di badanya, yellow koi copper memiliki warna hitam copper, multi color memiliki warna yang balance, black mamba memiliki rintik berwarna coklat, fancy red head dan fancy yellow memiliki ekor yang star serta badan tidak kapur.
CLS akan dipasarkan di social media Instagram dan Facebook.
Berikut ini merupakan tahap-tahap Breeding ikan cupang yaitu:
1. Tahap Pertama
Dalam tahapan ini melakukan pemilihan indukan ikan cupang jantan dan betina sesuai dengan krieria. Sebagai berikut:
a. Untuk ikan cupang jantan yaitu dorsal yang rapih, anal yang rapih, ventral yang sejajar, pectoral yang rapih.
b. Untuk ikan cupang betina yaitu caudal memiliki tiga warna serta lebar, dorsal memiliki dua sampai tiga warna, untuk betina memiliki perut yang bulat akan banyak anakan betina dibandingkan perut yang oval memiliki banyak anakan jantan.
Gambar 3.3 Anatomi Ikan Cupang
22
2. Tahap Kedua
Dalam tahap ini melakukan penjodohan indukan ikan cupang selama 1 minggu.
sebagai berikut:
a. Ikan cupang jantan dan betina didekatkan satu sama lain selama 1 minggu.
b. Diberi cacing sutra bagi ikan cupang jantan dan ikan cupang betina jentik nyamuk.
3. Tahap ketiga
Dalam tahap ini melakukan persiapan peralatan yang digunakan dan proses breeding ikan cupang. Sebagai berikut:
a. Peralatan yang harus disiap ialah bak, baskom, garam kasar, daun ketapang dan botol aqua yang sudah dipotong bagian atas dan bawah.
b. Bak yang sudah diisi dengan air, daun ketapang, garam kasar akan di diamkan selama 1 hari, kemudian dimasukan ikan cupang jantan dan dibiarkan selama 1 hari setelah itu masukan ikan cupang betina akan tetapi di masukan ke botol aqua yang sudah dipotong. Setelah itu nunggu 1 hari lagi baru lepas ikan cupang betina dan tunggu 2-3 hari, jika warna abu-abu di busa maka proses breeding telah selesai.
Gambar 3.4 Proses Penjodohan Ikan Cupang
4. Tahap Keempat
Dalam tahap ini merawat anakan ikan cupang sampai usia 3 bulan. Sebagai berikut:
a. Setelah proses breeding atau perkawinan ikan cupang anakan ikan cupang akan di pindahkan dari baskom ke dalam bak pembesaran yang sudah diisi air dengan capuran garam kasar, daun ketapang dan daun pisang.
b. Untuk makanan dari anakan ikan cupang pada usia 3 hari akan diberikan artemia selama 1 bulan, setelah 1 bulan akan diberikan kutu air selama 1 bulan, setelah 1 bulan akan diberikan cacing sutra yang digabung dengan jentik nyamuk selama 1 bulan agar cepat besar.
c. Untuk perawatan air diganti dengan air baru yang sudah disiapkan, burayak akan pindahkan dalam toples atau mangkok dalam burayak menggunakan centong yang dilakukan secara pelan-pelan.
3.2.2 Rencana Legalitas Hukum 1. Nomor Induk Wajib Pajak
NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak yaitu nomor yang diberikan oleh seorang wajib pajak sebagai tanda pengenal diri wajib pajak untuk melaksanakan hak dan kewajibannya. NPWP ini merupakan sebuah kewajiban bagi seseorang yang telah memperoleh penghasilan atas usahanya agar membayarkan pajak sesuai dengan peraturan yang diatur oleh pemerintah. Selain itu, NPWP menjadi syarat bagi persyaratan pendirian usaha untuk kepentingan aspek hukum dan pembayaran
24
pajak atas usaha dan perseorangan yang telah memiliki penghasilan. Pembuatan NPWP terdapat beberapa prosedur seperti pada Gambar 3.5.
Pada Gambar 3.5 prosedur pembuatan NPWP terbagi menjadi beberapa tahapan.
Saat ini pendaftaran NPWP dipermudah dengan pendaftaran secara online dan orang yang mendaftar tinggal menunggu NPWP telah diproses kemudian dikirimkan sesuai dengan alamat yang sudah diinputkan.
2. Nomor Induk Berusaha
Tahapan melakukan proses pembuatan Nomer Induk Berusaha di kota Surabaya untuk bisnis CLS seperti berikut:
Gambar 3.5 Prosedur Pembuatan NPWP
Terdapat sembilan prosedur untuk mendapatkan nomor induk berusaha atau NIB.
Sembilan prosedur tersebut dapat dilakukan dimana saja karena menggunakan website dalam pendaftarannya. Dengan adanya NIB, setiap pelaku usaha dengan
bentuk badan usaha/non badan usaha kini memiliki nomor identitas nasional sebagai pengenal.
3. Surat Izin Usaha Mikro Kecil
Tahapan melakukan proses pembuatan Surat Izin Usaha Mikro Kecil di kota Surabaya untuk bisnis CLS seperti berikut:
Terdapat dua prosedur untuk mendapatkan surat izin usaha mikro kecil sebagai penunjang legalitas usaha Madura Batik Tanjung. Pada tahap pertama adalah tahap yang dilakukan saat membuat NIB. Pada tahap akhir mendapatkan NIB, dilanjutkan
Gambar 3.6 Prosedur Pembuatan NIB
Gambar 3.7 Prosedur Pembuatan IUMK
26
dengan download surat izin usaha mikro kecil. Surat usaha mikro kecil ini adalah tanda legalitas kepada seseorang atau pelaku usaha/kegiatan tertentu dalam bentuk izin usaha mikro dan kecil dalam bentuk satu lembar. Kepemilikan surat izin usaha mikro kecil ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil (IUMK) dalam mengembangkan usahanya.
3.2.3 Rencana Pemasaran
3.2.3 Rencana Pemasaran