• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUDIDAYA DAN PENJUALAN PADA USAHA IKAN CUPANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BUDIDAYA DAN PENJUALAN PADA USAHA IKAN CUPANG"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

(1)

BUDIDAYA DAN PENJUALAN PADA USAHA IKAN CUPANG

TUGAS AKHIR

Program Studi S1 Manajemen

Oleh:

ADRIAN FERNANDO TEWENUSA 17430100001

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS DINAMIKA

2022

(2)

BUDIDAYA DAN PENJUALAN PADA USAHA IKAN CUPANG

TUGAS AKHIR

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana Manajemen

Oleh:

FALKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS DINAMIKA

2022

Nama : Adrian Fernando Tewenusa NIM : 17430100001

Program Studi : S1 Manajemen

(3)
(4)

“Not everything is beautiful there must be difficulties even storms”

(5)

“Better to lose something for God's sake. instead of losing God for something”

(6)
(7)

i ABSTRAK

CLS ialah bisnis yang memproduksi ikan cupang yang memiliki motif warna khusus dan balance, yaitu berhubungan dengan permintaan konsumen. CLS merupakan singkatan dari C sebagai cupang (ikan cupang), L sebagai limited (langka atau top gread), S sebagai Surabaya (tempat). Bisnis CLS memiliki permaasalahan dari bisnis baru ialah dalam mengimplementasikan rencana bisnis yang diawali dengan melaksanakan Business Model Canvas (BMC), Business Plan terdiri dari deskripsi usaha, legalitas, pemasaran, oprasional, keuangan, budidaya dan analisis SWOT.

Dengan adanya permasalahan yang ada pada CLS tersebut solusi yang tepat untuk dilakukan adalah, dengan membuat strategi pemasaran online meliputi Pemasaran, BMC, Business Plan, dan SWOT. Media sosial yang digunakan adalah Instagram, Shopee dan Facebook sebagai media promosi CLS. Dengan penggunaan Shopee dan media sosial Instagram serta Whatsapp sebagai media promosi sangat memudahkan bisnis untuk melakukan kegiatan promosinya. Shopee, Instagram, Whatsapp dan Facebook menjadi perpaduan yang bagus, Instragram, Shopee serta Whatsapp sebagai media promosi yang baik.

Kata Kunci: Business Model Canvas (BMC), Business Plan, Budidaya, Analisis SWOT, Shopee, Intagram dan Facebook.

(8)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala nikmat dan karunia- Nya, penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Budidaya Dan Penjualan Pada Usaha Ikan Cupang”. Tugas Akhir ini disusun untuk lulus pada Program Studi S1 Manajemen Universitas Dinamika.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa telah banyak mendapatkan bantuan dari banyak pihak, sehingga Tugas Akhir ini dapat terselesaikan. Melalui kesempatan yang sangat berharga ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian Tugas Akhir ini, terutama kepada:

1. Papa dan Alm. Mama yang semasa hidupnya memberikan semangat serta seluruh keluarga yang telah memberikan do’a dan dukungan pada seluruh proses studi yang harus diselesaikan.

2. Bapak Dr. Januar Wibowo, S.T., M.M. selaku Dosen Pembimbing I yang telah membimbing dan memberikan saran dari awal hingga akhir dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

3. Bapak Dr. Achmad Yanu Alif Fianto, S.T., MBA selaku Dosen Pembimbing II yang telah membimbing dan memberikan saran dari awal hingga akhir dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

4. Bapak Candraningrat, S.E., M.SM. selaku Dosen Penguji pada Tugas Akhir ini.

5. Seluruh Bapak dan Ibu dosen S1 Manajemen yang sudah memberi saran, mengajarkan, membantu dalam proses kegiatan pembelajaran di seluruh mata kuliah S1 Manajemen. Semoga ilmu yang telah di ajarkan dapat bermanfaat

(9)

iii

untuk masa yang akan mendatang dan dapat menjadi bekal untuk menuju kesuksesan.

6. Teman-teman seperjuangan Angkatan 2017 dan sahabat penulis Fadel, Arsyad, Felix, Saipullah, Putri, Sendi, dan Rizky yang telah memberikan bantuan dan dukungan yang tak henti-henti.

7. Manson Cupang Reot, Nuzaik Betta, Teras Betta, Fccp Indonesia terima kasih sudah hadir dan memberikan inspirasi serta semangat selama proses pengerjaan Tugas Akhir ini.

8. Semua pihak yang telah memberikan bantuan, informasi, dan motivasi untuk penyempurnaan penelitian ini.

9. Blaming is just a waste of time. No matter how big the blame you put on other people, and no matter how much you blame them, it won't change you. Semoga Tuhan memberikan imbalan yang setimpal atas segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis.

21 Februari 2022 Penulis

(10)

iv DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan ... 4

1.4 Manfaat ... 5

BAB II LANDASAN TEORI ... 6

2.1 Teori Business Model Canvas... 6

2.2 Teori Business Plan ... 8

2.2.1 Pengertian Deskripsi Usaha ... 9

2.2.2Pengertian Sterategi Pemasaran ... 9

2.2.3Pengertian Rencana Oprasional ... 12

2.2.4Pengertian Rencana Keuangan ... 12

2.3 Teori Analisis SWOT ... 16

BAB III METODE PELAKSANAAN ... 18

3.1Rencana Business Model Canvas ... 20

3.2Rencana Business Plan ... 20

(11)

v

3.2.1Deskripsi Usaha ... 20

3.2.2Rencana Legalitas Hukum ... 23

3.2.3Rencana Pemasaran ... 26

3.2.4Rencana Oprasional ... 30

3.2.5Rencana Keuangan ... 34

3.2.6Rencana Budidaya ... 42

3.3Rencana Analisis SWOT ... 45

3.4Jadwal Penyelesaian Tugas Akhir ... 46

BAB IV HASIL DAN PELAKSANAAN ... 48

4.1Hasil Business Model Canvas ... 48

4.2Hasil Business Plan ... 52

4.2.1Hasil Legalitas Hukum ... 52

4.2.2Hasil Pemasaran ... 54

4.2.3Hasil Oprasional ... 59

4.2.4Hasil Keuangan ... 61

4.2.5Hasil Budidaya ... 87

4.3Hasil Analisis SWOT ... 92

BAB V PENUTUP ... 94

5.1Kesimpulan ... 94

5.2Saran ... 95

DAFTAR PUSTAKA ... 97

LAMPIRAN ... 98

(12)

vi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Mesin dan Peralatan CLS ... 31

Tabel 3.2 Bahan Baku CLS ... 32

Tabel 3.3 Biaya Investasi CLS ... 34

Tabel 3.4 Biaya Produksi CLS ... 35

Tabel 3.5 Fixed Cost CLS ... 36

Tabel 3.6 Variable Cost CLS ... 37

Tabel 3.7 Biaya Promosi CLS ... 38

Tabel 3.8 Harga Pokok Produksi CLS ... 39

Tabel 3.9 Proyeksi Penjualan Bulanan CLS ... 41

Tabel 3.10 Timeline Penyelesaian Tugas Akhir CLS ... 46

Tabel 4.1 Biaya Investasi CLS………...61

Tabel 4.2 Biaya Produksi CLS ... 62

Tabel 4.3 Fixed Cost ... 64

Tabel 4.4 Variable Cost ... 65

Tabel 4.5 Biaya Promosi ... 66

Tabel 4.6 Harga Pokok Produksi ... 66

Tabel 4.7 Pemasukan CLS ... 69

Tabel 4.8 Pengeluaran CLS ... 70

Tabel 4.9 Mutasi Kas CLS ... 81

Tabel 4.10 Neraca CLS ... 85

Tabel 4.11 Laporan Laba Rugi ... 86

(13)

vii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1.1 Betta channoides ... 1

Gambar 1.2 Volume masuk dan keluar ikan cupang melalui badan karantina ... 2

Gambar 2.1 Nine Building Blocks BMC………..6

Gambar 2.2 Strength, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT) ... 17

Gambar 3.1 Kerangka Pelaksanaan CLS………19

Gambar 3.2 Rencana Business Model Canvas ... 20

Gambar 3.3 Anatomi Ikan Cupang ... 21

Gambar 3.4 Proses Penjodohan Ikan Cupang ... 22

Gambar 3.5 Prosedur Pembuatan NPWP ... 24

Gambar 3.6 Prosedur Pembuatan NIB ... 25

Gambar 3.7 Prosedur Pembuatan IUMK ... 25

Gambar 3.8 Ikan Cupang Nemo Multi Color ... 27

Gambar 3.9 Ikan Cupang Nemo Fancy Multi ... 28

Gambar 3.10 Standart Operasional Prosedure CLS ... 33

Gambar 3.11 Proses Budidaya Daphnia Magna ... 42

Gambar 3.12 Proses Budidaya Kutu Air ... 42

Gambar 3.13 Proses Budidaya Cacing Sutra ... 43

Gambar 3.14 Proses Budidaya Jentik Nyamuk ... 43

Gambar 3.15 Proses Breeding Ikan Cupang ... 44

Gambar 3.16 Proses Pemberian Pakan Burayak ... 44

Gambar 4.1 Business Model Canvas Pada bisnis CLS………48

(14)

viii

Gambar 4.2 Kartu NPWP CLS ... 52

Gambar 4.3 Bukti Konfirmasi Pendaftaran Akun NIB ... 53

Gambar 4.4 Insights Instagram CLS ... 54

Gambar 4.5 Ikan Cupang Multi Galaksi dan Ikan Cupang Nemo Multi ... 55

Gambar 4.6 Harga Produk CLS ... 56

Gambar 4.7 Shopee CLS ... 56

Gambar 4.8 Promosi Shopee CLS ... 57

Gambar 4.9 Iklan Shopee CLS ... 58

Gambar 4.10 Kriteria Penjual Star CLS ... 58

Gambar 4.11 Grup Facebook ... 59

Gambar 4.12 Penjualan CLS ... 60

Gambar 4.13 Lokasi Perternak Ikan Cupang ... 60

Gambar 4.14 Artemia dan Burayak Umur 3 Hari ... 91

Gambar 4.15 Kutu Air dan Burayak umur 2 Minggu ... 91

Gambar 4.16 Cacing Sutra dan Burayak umur 1 bulan ... 92

Gambar 4.17 Strength, Weaknesses, Opportunities, dan Threats CLS ... 92

(15)

ix LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Nomor Induk Berusaha (NIB) ... 98

Lampiran 2. Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) ... 99

Lampiran 3. Kegiatan Penjualan ... 100

Lampiran 4. Testimoni ... 101

Lampiran 5. Kegiatan Pemasaran ... 103

Lampiran 6. Pengiriman Shopee ... 104

Lampiran 7. Biodata Penulis ... 105

(16)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ikan hias ialah satu komoditas ekonomi non migas yang potensial. minat ikan hias terus meningkat baik di dalam negeri maupun luar negeri, hal ini mendorong perkembangan budidaya ikan hias di Indonesia. Salah satu jenis ikan hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi ialah Ikan Cupang (Betta sp.) merupakan ikan air tawar yang berhabitat dibeberapa negara di Asia Tenggara yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ikan cupang mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang alam. Di Indonesia terdapat cupang asli, salah satunya ialah Betta channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.

Melihat perkembangan saat ini, banyak sekali orang-orang yang menggemari ikan cupang seperti nemo, plakat, halfmoon, avatar gordon, avatar copper dan dumbo ear. Berdasarkan data dari katadata.co.id sejak tanggal 1 Januari 2018 sampai 1 Desember 2020 negara Indonesia dalam hal ini data volume masuk serta

Gambar 1.1 Betta channoides

(17)

2

keluar ikan cupang melalui badan karantina dan data ekpor serta import ikan cupang, hal ini diperkuat dengan Gambar 1. 2 dibawah ini.

Melihat data diatas bisa dilihat bahwa Januari sampai Desember tahun 2018 terdapat 3,300,000 ekor yang keluar pulau dan 1,700,000 ekor yang masuk pulau.

Pada tahun 2019 dari bulan Januari sampai Desember terdapat 6,400,000 ekor yang keluar pulau dan 3,300,000 ekor yang masuk pulau. Pada tahun 2020 terdapat 5,800,000 ekor yang keluar pulau dan 3,400,000 ekor yang masuk pulau. Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa peluang yang cukup besar untuk membuat bisnis ikan cupang.

Seiring berkembangnya minat masyarakat terhadap ikan cupang baik dalam negeri dan luar negeri yang semakin besar, tidak hanya dikalangan muda saja, akan

Gambar 1.2 Volume masuk dan keluar ikan cupang melalui badan karantina

(18)

tetapi juga dikalangan orang dewasa hingga tua pun menyukai ikan cupang.

Penggemar ikan cupang tidak luput dari peralatan yang berhubungan dengan ikan cupang. Untuk itu peralatan apa saja yang digunakan dalam proses budidaya ikan cupang ialah baskom digunakan sebagai tempat breeding, botol aqua yang disambungkan dengan selang aerator (untuk masak artemia), bak digunakan sebagai tempat pembesaran burayak, botol aqua buat pembesaran burayak umur 1 bulan, centong untuk proses pemindahan burayak umur 1 bulan, saringan artemia dan gelas plastik. Oleh karena itu dapat dilihat dari data dan peralatan ikan cupang yang cukup menjanjikan dalam membuat usaha ikan cupang. Dengan alasan tersebut menganbil nama usaha ialah CLS, yaitu dengan menggunakan nama CLS yang berarti C sebagai cupang (ikan cupang), L sebagai limited (langka atau top great), S sebagai Surabaya (tempat). Oleh karena itu, dengan membuka usaha CLS

yang bertema ikan cupang merupakan peluang yang sangat besar.

Dalam membangun usaha, startup CLS tentu saja mempunyai keinginan untuk menjadi produsen ikan cupang yang berkualitas nomor satu di Indonesia.

Agar CLS dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan maka perlu adanya perencanaan bisnis yang digunakan dalam menjalankan usaha. Perencanaan bisnis ialah sebuah peta dan kompas untuk menjalankan bisnis, sehingga tanpa perencanaan bisnis maka perjalanan bisnis ibarat orang yang berjalan dalam kegelapan. Dengan sebuah perencanaan bisnis akan menjadikan peluang sukses bisnis semakin tinggi Supriyanto (2009). Selain itu dalam membangun bisnis tentuya diperlukan analisis SWOT yang akan menjelaskan apakah informasi tersebut berindikasi sesuatu yang akan membantu perusahaan mencapai tujuannya

(19)

4

atau memberikan indikasi bahwa terdapat rintangan yang harus dihadapi atau diminimalkan untuk memenuhi pemasukan yang diinginkan.

Dengan adanya perencanaan bisnis ikan cupang ini memiliki target penjualan dengan omzet sebesar Rp 50.000.000 setiap tahun. Agar mencapai target penjualan maka ada beberapa hasil akhir yang harus dicapai seperti melakukan kegiatan pemasaran online melalui social media dan marketplace, memberikan promo potongan harga, dan mengadakan giveaway untuk membangun loyalitas pelanggan dan menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan, serta melakukan siaran langsung atau lelang pada social media dan paid promote untuk meningkatkan penjualan dan memperkenalkan CLS pada masyarakat luas.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang terdapat pada latar belakang masalah maka dapat dilakukan identifikasi yaitu:

1. Bagaimana teknik budidaya ikan cupang?

2. Apa saja tahapan kegiatan pembudidayaan ikan cupang?

3. Bagaimana mengimplementasikan rencana bisnis ikan cupang pada usaha CLS?

1.3 Tujuan

Tujuan yang diperoleh melalui hasil dari pengimplementasian bisnis/usaha pada CLS adalah:

1. Untuk mengetahui teknik budidaya ikan cupang

2. Mengetahui tahapan kegiatan dalam melakukan budidaya ikan cupang 3. Mengimplementasikan rencana bisnis pada usaha CLS

(20)

1.4 Manfaat

Manfaat yang diperoleh melalui hasil dari mengaplikasikan perencanaan bisnis pada CLS adalah:

1. Dapat memberikan informasi tentang teknik budidaya ikan cupang.

2. Usaha CLS yang terus berkembang menjadi lebih baik dan mendapatkan profit yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

(21)

6 BAB II LANDASAN TEORI

Pada budidaya dan penjualan pada bisnis ikan cupang, ada beberapa teori yang dapat digunakan untuk membantu CLS dalam proses mengembangkan usaha yang akan dijalankan.

2.1 Teori Business Model Canvas

Dalam menjalankan sebuah usaha/bisnis tentu pemilik bisnis atau pelaku usaha harus mengetahui model bisnis apa yang akan dijalankan agar dapat memiliki pandangan kedepan atas bisnis yang akan didirikan, selain itu dengan adanya model bisnis akan melakukan rencana-rencana strategi bisnis ke depan.

Untuk dapat mengetahui model bisnis yang akan dijalankan perlu menggunakan konsep yaitu BMC (Business Model Canvas).

Gambar 2.1 Nine Building Blocks BMC

(22)

Berdasarkan gambar diatas, BMC (Business Model Canvas) terdiri dari 9 elemen berupa visual chart yang diperkenalkan pertama kali oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yaitu Business Model Generation (2012), yang meliputi :

A. Customer Segments

Yaitu menggambarkan sekelompok orang atau organisasi yang menjadi sasaran atau target yang dijangkau. Customer Segments ini juga berperan penting karena dimana pembisnis akan menerima pendapatan dari konsumen yang sudah menjadi sasaran tersebut.

B. Value proposition

Merupakan daya tarik untuk memikat hati konsumen yang ditawarkan oleh perusahaan sehingga konsumen dapat merasa kepuasannya terhadap produk terpenuhi.

C. Customer Relations

Yaitu suatu cara yang dilakukan perusahaan untuk membangun suatu hubungan dengan konsumen. Dimana dalam hal ini bertujuan untuk membuat konsumen tidak pindah dengan mudah ke bisnis yang lain.

D. Channels

Adalah cara perusahaan untuk menjangkau konsumen. Setiap perusahaan memiliki cara yang berbeda-beda dalam menjangkau konsumen yang akan menjadi sasaran atau target.

E.

Revenue Stream

Merupakan sumber pemasukan bagi perusahan yang didapatkan dari daya tarik yang diciptakan perusahaan untuk konsumen.

(23)

8

F. Key Activities

Yaitu aktivitas utama yang terkait dengan produksi di perusahan. Untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa perusahaan harus melakukan aktivitas- aktivitas utama sampai selesai agar dapat menghasilkan produk atau ajsa tersebut.

G. Key resources

Adalah sumber daya utama yang dimiliki perusahaan dalam membangun bisnisnya dan adanya hal tersebut perusahaan dapat menjalankan aktivitas utamanya.

H. Key Partnership

Yaitu mitra kerja yang dilakukan oleh perusahaan khususnya supplier. Perusahaan harus membangun hubungan kerjasama dengan beberapa pihak/supplier yang berkaitan dengan berjalannya bisnis untuk mencapai tujuan.

I. Cost structure

Yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendukung semua aktivitas-aktivitas yang berhubungan dalam menjalankan bisnis.

2.2 Teori Business Plan

Perencanaan bisnis (Business Plan) menurut Hisrich, Peter, 1995 (Alma, 2004) adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal maupun eksternal yang berhubungan dengan usaha. Jadi perencanaan bisnis itu akan melihat bagaimana usaha itu akan berkembang untuk sekarang dan yang akan dating, sehingga pembisnis akan menyusun kegiatan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan yang dituangkan dalam suatu dokumen perencanaan. Candraningrat (2019) berpendapat Business plan merupakan kegiatan organisasi sekarang dan

(24)

yang akan datang dan menyusun kegiatan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan yang dituangkan dalam suatu dokumen perencanaan. Perencanaan bisnis sangat erat hubungannya dengan wirausaha, sebab perencanaan bisnis ini dibuat agar hasil penciptaan usaha yang dibuat mendekati dengan kenyataannya.

Jika suatu perusahaan ingin berhasil, diperlukan perencanaan bisnis yang tepat, sehingga dalam melakukan perencanaan bisnis ada beberapa unsur yang dapat dilakukan, yaitu deskripsi usaha, strategi pemasaran, rencana operasional, dan rencana keuangan.

2.2.1 Pengertian Deskripsi Usaha

Deskripsi usaha dapat menjelaskan secara singkat apa bidang usaha yang akan dijalankan, beserta potensi produk dan kemungkinannya untuk bertahan dan berkembang di masa depan. Di dalam deskripsi usaha dapat dijelaskan tentang perencancaan bisnis yang menjelaskan tentang produk apa yang dijadikan bisnis, sejarah berdirinya usaha, aktivitas bisnis apa saja yang dilakukan, pihak-pihak yang terlibat dalam usaha, perencanaan untuk kedepannya tentang usaha tersebut. hal ini membantu memperbaiki stabilitas usaha secara berkelanjutan, utamanya pada kalangan muda dan skala rumah (Wibowo dan Santoso, 2020).

2.2.2 Pengertian Sterategi Pemasaran

1. STP (Segmentation, Targeting, and Positioning) a. Segmentation

Menurut Griffin (2006), Segmentasi adalah proses membagi seluruh pasar produk atau jasa menjadi beberapa segmentasi pasar dengan kesamaan minat, daya beli, geografi, perilaku pembelian, dan gaya hidup. Melalui segmentasi pasar, pemasaran akan lebih terarah dan efektif, sehingga dapat memuaskan

(25)

10

konsumen. Dengan menerapkan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran, sumber daya perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif, dan konsumen dapat memahami perilaku konsumen akan mampu mempengaruhi konsumen dalam memilih produk dan merek yang akan dibeli. Para pelaku bisnis juga mempertimbangkan aspek mutu dan kualitas karena kesadaran mereka terhadap konsumen yang lebih selekif sebelum melakukan keputusan pembelian dan untuk memberikan kepuasan bagi konsumen (Candraningrat, dkk., 2018).

b. Targeting

Menurut Kotler dan Amstrong (2008) adalah sekelompok pembeli (buyers) yang memiliki kebutuhan atau karakteristik yang mempunyai tujuan yang sama dengan promosi perusahaan. Targeting atau pasar sasaran adalah segmen pasar yang dipilih perusahaan yang dituju untuk menjadi sasaran utama, kemudian perusahaan dapat lebih spesifik menentukan kegiatan pasar yang akan dituju atau dibidik. Menargetkan atau menetapkan target pasar adalah tahap selanjutnya dari analisis segmentasi. Produk target adalah produk yang menjadi pasar sasaran, yaitu satu atau beberapa segmen pasar, yang akan menjadi fokus kegiatan pemasaran. Proses dalam target pasar ini mencerminkan fakta bahwa perusahaan harus mengidentifikasi pelanggan yang dapat diakses dan dilayani secara efektif.

Memposisikan dan mengevaluasi setiap segmen pasar untuk menentukan segmen pasar mana yang menjadi target pasar. Serangkaian program pemasaran harus diselesaikan sesuai dengan karakteristik pasar sasaran.

(26)

c. Positioning

Definisi positioning menurut Kotler dan Keller (2006: 262), ialah dimana pada saat produk menemukan posisi yang tepat di pasar setelah menentukan strategi untuk penggunaan segmentasi. Optimisasi mesin pencari dapat diartikan sebagai suatu hal yang langka bagi sebuah bisnis untuk menempatkan produknya di pikiran pelanggan bahwa bisnis tersebut akan mengungguli persaingannya.

Positioning menurut Solomon dan Stuart (2002), merupakan strategi pemasaran

sedang dikembangkan yang bertujuan untuk mempengaruhi persepsi suatu produk atau jasa di segmen pasar tertentu dibandingkan dengan persaingan.

Positioning pasar menunjukkan apa yang membedakan suatu produk tersebut

dari produk pesaingnya.

2. Marketing Mix

Menurut Kotler & Armstrong (1997) bauran pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkannya di pasar sasaran. Kotler & Armstrong (1997) mengemukakan bahwa pendekatan pemasaran 4P yaitu product, price, place dan promotion. Sedangkan menurut Boom & Bitner dalam Kotler & Armstrong (1997) menyarankan untuk menambah 3P yang terlibat dalam pemasaran jasa, yaitu: people (orang), physical evidence (bukti fisik), dan process (proses).

Sebagaimana telah dikemukakan oleh Kotler, Boom & Bitner dalam Kotler &

Armstrong (1997) di atas, Yazid (1999), menegaskan bahwa marketing mix terdiri dari 7P, yakni: product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi), people (orang), physical evidence (bukti fisik), dan process (proses).

Candraningrat (2020) Pemasaran adalah lingkungan pemasaran online dan

(27)

12

spesialisasi pemasaran, tetapi saluran pemasaran memperluas saluran pemasaran dan penjualan produk. Sementara itu keunggulan lain yang dimiliki oleh media sosial adalah meminimalisir batasan manusia dalam berinteraksi sosial (Fianto 2020b, 2020a; Ikawira & Fianto 2014; Jafar et.al. 2014; Lauwrentius 2015; Pinasti et.al. 2015; Santoso et.al. 2019; Santoso & Fianto 2020).

2.2.3 Pengertian Rencana Oprasional

Perencanaan Operasional dalam hal ini yaitu menuju pada struktur organisasi perusahaan yang mencakup tenaga kerja pembagian tugas. Struktur organisasi ialah lapisan dari bermacam komponen ataupun unit kerja dalam organisasi. Lewat keberadaan struktur organisasi, kita bisa memandang pembagian kerja serta gimana mengkoordinasikan bermacam guna aktivitas dengan baik. Tidak hanya itu, adanya struktur organisasi ini, kita bisa menciptakan bagian-bagian pekerjaan, saluran perintah, serta pengiriman laporan. Spesifikasi jabatan merupakan penjelasan tertulis tentang latar balik pembelajaran, pengalaman, keahlian serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan yang wajib dipegang jabatan tertentu supaya bisa berperan secara efisien.

2.2.4 Pengertian Rencana Keuangan

Rencana keuangan mencerminan yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, selain itu digunakan untuk memperhitungkan keuangan perusahaan antara lain ialah perolehan sumber dana, ditaksir pemasukan serta tipe investasi beserta bayaran yang dikeluarkan sepanjang investasi dan proyeksi laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, neraca serta arus kas. Menurut Candraningrat (2018) rencana keuangan merupakan cerminan yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, selain itu digunakan untuk memperhitungkan

(28)

keuangan perusahaan antara lain ialah: perolehan sumber dana, ditaksir pemasukan serta tipe investasi beserta bayaran yang dikeluarkan sepanjang investasi dan proyeksi laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, neraca serta arus kas.

Aspek keuangan jadi perihal yang memastikan bisnis berjalan mudah ataupun tidak kedepannya.

1. Biaya Investasi

Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli aset-aset yang dibutuhkan pada suatu bisnis. Aset-aset tersebut biasanya merupakan aset tetap yang dibutuhkan bisnis mulai dari awal berdiri seperti peralatan dan mesin.

2. Biaya Produksi

Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan saat melakukan proses produksi.

Umumnya biaya produksi terdiri dari pembelian bahan baku, upah tenaga kerja, dan biaya-biaya yang muncul hingga produk siap untuk dipasarkan.

3. Biaya Oprasional

Biaya operasional adalah seluruh biaya yang berhubungan dengan kegiatan bisnis, pengoperasian alat, komponen, perlengkapan, atau fasilitas lainnya. Biaya tersebut perlu dibayar oleh perusahaan yang bersangkutan agar dapat terus beroperasi.

4. Biaya Promosi

Biaya promosi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk melakukan kegiatan promosi misalnya pembuatan brosur, banner, stiker, leaflet, serta mengikuti kegiatan pameran atau seminar.

5. Fixed Cost

Menurut Mulyadi (2009:466), biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap dalam volume kegiatan tertentu. Sedangkan menurut Carter (2009:69), biaya tetap (fixed

(29)

14

cost) merupakan biaya yang secara keseluruhan tidak berganti kala kegiatan bisnis

bertambah (naik) atau berkurang (turun).

6. Variable Cost

Menurut Mulyadi (2009:468), biaya variabel merupakan biaya yang jumlahnya berganti atau mengikuti pengaruh volume aktivitas. Sedangkan menurut Garrison (2006:257), biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang jumlahnya berganti secara proposional terhadap pergantian tingkatan kegiatan. Jadi semakin naik kebutuhan atau aktivitas yang dibutuhkan, maka biaya variablelnya juga mengikuti, begitu juga sebaliknya.

7. Harga Pokok Produksi

Harga Pokok Produksi menurut Mulyadi (2015:14) merupakan semua biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa selama periode bersangkutan. Dengan kata lain, bahwa harga pokok produksi merupakan biaya untuk memperoleh barang jadi yang siap jual. Sedangkan menurut Raiborn dan Kinney (2011:56) Total produksi biaya barang-barang yang telah selesai dikerjakan dan ditransfer ke dalam persediaan barang jadi selama sebuah periode.

𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐏𝐨𝐤𝐨𝐤 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢 =𝐁. 𝐁𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐤𝐮 + 𝐁. 𝐓𝐞𝐧𝐚𝐠𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐬𝐮𝐧𝐠 + 𝐁. 𝐎𝐯𝐞𝐫𝐡𝐞𝐚𝐝 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢

8. Payback Period (PP)

Teknik yang digunakan untuk mengevaluasi periode pengembalian (period) suatu proyek atau investasi usaha, dan perhitungannya dapat dilihat dari perhitungan kas bersih yang diperoleh di setiap tahunnya. Nilai tunai bersih adalah jumlah laba setelah pajak ditambah depresiasi (asalkan investasinya 100% dari dananya sendiri).

(30)

𝑷𝒂𝒚𝒃𝒂𝒄𝒌 𝑷𝒆𝒓𝒊𝒐𝒅 (𝑷𝑷) =𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐈𝐧𝐯𝐞𝐬𝐭𝐚𝐬𝐢

𝐋𝐚𝐛𝐚 𝐩𝐞𝐫 𝐛𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐗 𝟏𝟐 𝐛𝐮𝐥𝐚𝐧

Untuk menghitung Payback Period (PP) yang mempunyai nilai process yang tidak sama setiap tahunya maka dihitung akumulasi prosesnya terlebih dahulu sehinga diperoleh akumulasi kas masuk (nol). Kriteria kelayakan penerimaan investasi menggunakan metode Payback Period merupakan suatu investasi yang diusulkan dinyatakan layak jika Payback Period lebih pendek dibandingkan period payback maksimum. Sebaliknya, jika Payback Period (PP) suatu investasi lebih panjang daripada period payback maksimum maka investasi tersebut dinyatakan tidak layak. Apabila terdapat beberapa alternatif investasi maka untuk menentukan alternatif terbaik dilakukan pemilihan investasi yang mempunyai Payback Period yang paling pendek.

9. Return on Investment (ROI)

Return on investment adalah pengukuran kemampuan perusahaan secara

keseluruhan didalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva sesuai dengan yang diharapkan. Riyanto (2010) mendefinisikan ROI atau tingkat pengembalian investasi memperlihatkan tingkat kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto.

Rumus 3 merupakan rumus perhitungan return on investment.

𝑹𝒆𝒕𝒖𝒓𝒏 𝒐𝒏 𝑰𝒏𝒗𝒆𝒔𝒕𝒎𝒆𝒏𝒕 = (𝐋𝐚𝐛𝐚 𝐩𝐞𝐫 𝐛𝐮𝐥𝐚𝐧

𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐈𝐧𝐯𝐞𝐬𝐭𝐚𝐬𝐢) 𝐗 𝟏𝟎𝟎%

10. Break Event Point (BEP)

Break event point adalah metode yang digunakan untuk mengetahui jumlah hasil penjualan produk yang harus dicapai untuk melampaui titik impas. Suatu usaha

(31)

16

dikatakan impas apabila jumlah hasil penjualan produk pada suatu periode sama dengan jumlah biaya yang ditanggung sehingga suatu usaha tidak mengalami rugi maupun untung Matz et al. (1995). Rumus 4 dan Rumus 5 merupakan rumus Break Event Point (BEP) Unit dan Break Event Point (BEP) Harga.

𝑩𝑬𝑷 (𝐔𝐧𝐢𝐭) = 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐓𝐞𝐭𝐚𝐩 (𝑭𝒊𝒙𝒆𝒅𝑪𝒐𝒔𝒕) 𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐏𝐞𝐫 𝐔𝐧𝐢𝐭 − 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐕𝐚𝐫𝐢𝐚𝐛𝐥𝐞 𝐏𝐞𝐫 𝐔𝐧𝐢𝐭

𝑩𝑬𝑷 (𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚) = 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐓𝐞𝐭𝐚𝐩 (𝑭𝒊𝒙𝒆𝒅𝑪𝒐𝒔𝒕)

𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐏𝐞𝐫 𝐔𝐧𝐢𝐭 − 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐕𝐚𝐫𝐢𝐚𝐛𝐥𝐞 𝐏𝐞𝐫 𝐔𝐧𝐢𝐭𝐗 𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐏𝐞𝐫 𝐔𝐧𝐢𝐭

11. Asumsi Proyeksi Penjualan

Proyeksi ataupun perkiraan jumlah penjualan produk pada masa yang tiba ialah bagian aktivitas menyususn rencana penjualan. Oleh sebab itu diperlukannya dalam suatu bisnis proyeksi penjualan lewat online serta offline yang digunakan sebagai salah satu langkah dalam pencapain sasaran. Dengan pencapain sasaran yang tepat untuk mengetahui hasil akhir dari sasaran yang dituju apakah sesuai atau tidak dalam pencapaian target, maka hal ini dapat dijadikan sebebagai evaluasi. Dengan metode ini, hasil ini pula bisa digunakan buat memikirkan keputusan manajemen guna membiasakan proses penjualan di masa mendatang.

2.3 Teori Analisis SWOT

Menurut Freddy Rangkuti Analis SWOT adalah indifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Analisis SWOT menurut Philip Kotler ialah

(32)

evaluasi terhadap keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.

Analisis SWOT merupakan salah satu instrumen analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan yang dikenal luas. Analisis ini didasarkan pada asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan meminimalkan kelemahan dan ancaman. Bila diterapkan secara akurat, asumsi sederhana ini mempunyai dampak yang besar atas rancangan suatu strategi yang berhasil.

Lingkungan yang kondusif akan sangat mempengaruhi berjalannya suatu perusahaan, namun kinerja suatu perusahaan dapat ditentukan baik oleh faktor internal maupun eksternal. Kedua faktor ini harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT. Analisis tersebut menggambarkan lingkungan internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan ancaman lingkungan eksternal. Analisis faktor internal dan eksternal dapat digunakan untuk menentukan faktor internal mana yang dapat mempengaruhi perkembangan bisnis, termasuk kelemahan dan kekuatan.

Analisis faktor eksternal digunakan untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan dalam mengembangkan usahanya.

Gambar 2.2 Strength, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT)

(33)

18 BAB III

METODE PELAKSANAAN

Perkembangan dunia percupangan sangat berpengaruh dan memiliki pangsa pasar yang luas. Dapat dilihat dari latar belakang diatas bahwa bisnis yang berhubungan dengan percupangan dapat berkembang baik di Indonesia maupun mancanegara. Disini bisa dilihat bahwa bisnis ikan cupang banyak ditemui, maka akan menjadi peluang yang sangat besar. Ikan cupang merupakan ikan hias, ikan aduan, ikan liar yang dijadikan sebagai koleksi bagi penghobi dan bisnis. Dimana ikan cupang juga tidak akan mati di masa mendatang karena banyak berinovasi dan mengikuti selera dari konsumen.

Dalam menjalankan bisnis CLS ini tentunya diawali dengan merancang ide- ide dalam mengembangkan bisnis kedepannya. Selanjutnya melakukan identifikasi dari Business Model Canvas, kemudian dilanjutkan Business Plan yang terdiri dari deskripsi usaha, strategi pemasaran, rencana oprasional, rencana keuangan, selanjutnya analisis SWOT serta implementasi bisnis dan kesimpulan.

(34)

Berikut dibawah ini kerangka pelaksanaan sebelum mengimplementasi bisnis CLS.

KERANGKA PELAKSANAAN

Gambar 3.1 Kerangka Pelaksanaan CLS

(35)

20

3.1 Rencana Business Model Canvas

3.2 Rencana Business Plan 3.2.1 Deskripsi Usaha

CLS ialah sebuah bisnis yang memproduksi ikan cupang yang memiliki motif warna khusus dan balance, yaitu berhubungan dengan permintaan konsumen. CLS ini dapat dipelihara atau ikut kontes ikan cupang oleh orang yang menggemari ikan cupang terutama tentang penghobi, masuk untuk kalangan anak-anak mulai dari umur 8 tahun sampai dewasa perempuan dan laki-laki. Breeding ialah penjodohan ikan cupang yang bisa memperbanyak ikan cupang dilakukan oleh pemilik, mulai dari pembesaran anakan ikan cupang dan membutuhkan jasa orang untuk melakukan pencetakan stiker. Selain itu produk CLS di desain sendiri oleh owner/pemilik, sehingga ikan cupang ini memiliki harga jual mulai Rp. 30.000 – Rp. 100.000. Bahan baku utama produk CLS, yaitu ikan cupang yang berjenis

Gambar 3.2 Rencana Business Model Canvas

(36)

avatar gordon memiliki rintik dibadan yang membuat indah, avatar copper memiliki rintik copper di badanya, yellow koi copper memiliki warna hitam copper, multi color memiliki warna yang balance, black mamba memiliki rintik berwarna coklat, fancy red head dan fancy yellow memiliki ekor yang star serta badan tidak kapur.

CLS akan dipasarkan di social media Instagram dan Facebook.

Berikut ini merupakan tahap-tahap Breeding ikan cupang yaitu:

1. Tahap Pertama

Dalam tahapan ini melakukan pemilihan indukan ikan cupang jantan dan betina sesuai dengan krieria. Sebagai berikut:

a. Untuk ikan cupang jantan yaitu dorsal yang rapih, anal yang rapih, ventral yang sejajar, pectoral yang rapih.

b. Untuk ikan cupang betina yaitu caudal memiliki tiga warna serta lebar, dorsal memiliki dua sampai tiga warna, untuk betina memiliki perut yang bulat akan banyak anakan betina dibandingkan perut yang oval memiliki banyak anakan jantan.

Gambar 3.3 Anatomi Ikan Cupang

(37)

22

2. Tahap Kedua

Dalam tahap ini melakukan penjodohan indukan ikan cupang selama 1 minggu.

sebagai berikut:

a. Ikan cupang jantan dan betina didekatkan satu sama lain selama 1 minggu.

b. Diberi cacing sutra bagi ikan cupang jantan dan ikan cupang betina jentik nyamuk.

3. Tahap ketiga

Dalam tahap ini melakukan persiapan peralatan yang digunakan dan proses breeding ikan cupang. Sebagai berikut:

a. Peralatan yang harus disiap ialah bak, baskom, garam kasar, daun ketapang dan botol aqua yang sudah dipotong bagian atas dan bawah.

b. Bak yang sudah diisi dengan air, daun ketapang, garam kasar akan di diamkan selama 1 hari, kemudian dimasukan ikan cupang jantan dan dibiarkan selama 1 hari setelah itu masukan ikan cupang betina akan tetapi di masukan ke botol aqua yang sudah dipotong. Setelah itu nunggu 1 hari lagi baru lepas ikan cupang betina dan tunggu 2-3 hari, jika warna abu-abu di busa maka proses breeding telah selesai.

Gambar 3.4 Proses Penjodohan Ikan Cupang

(38)

4. Tahap Keempat

Dalam tahap ini merawat anakan ikan cupang sampai usia 3 bulan. Sebagai berikut:

a. Setelah proses breeding atau perkawinan ikan cupang anakan ikan cupang akan di pindahkan dari baskom ke dalam bak pembesaran yang sudah diisi air dengan capuran garam kasar, daun ketapang dan daun pisang.

b. Untuk makanan dari anakan ikan cupang pada usia 3 hari akan diberikan artemia selama 1 bulan, setelah 1 bulan akan diberikan kutu air selama 1 bulan, setelah 1 bulan akan diberikan cacing sutra yang digabung dengan jentik nyamuk selama 1 bulan agar cepat besar.

c. Untuk perawatan air diganti dengan air baru yang sudah disiapkan, burayak akan pindahkan dalam toples atau mangkok dalam burayak menggunakan centong yang dilakukan secara pelan-pelan.

3.2.2 Rencana Legalitas Hukum 1. Nomor Induk Wajib Pajak

NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak yaitu nomor yang diberikan oleh seorang wajib pajak sebagai tanda pengenal diri wajib pajak untuk melaksanakan hak dan kewajibannya. NPWP ini merupakan sebuah kewajiban bagi seseorang yang telah memperoleh penghasilan atas usahanya agar membayarkan pajak sesuai dengan peraturan yang diatur oleh pemerintah. Selain itu, NPWP menjadi syarat bagi persyaratan pendirian usaha untuk kepentingan aspek hukum dan pembayaran

(39)

24

pajak atas usaha dan perseorangan yang telah memiliki penghasilan. Pembuatan NPWP terdapat beberapa prosedur seperti pada Gambar 3.5.

Pada Gambar 3.5 prosedur pembuatan NPWP terbagi menjadi beberapa tahapan.

Saat ini pendaftaran NPWP dipermudah dengan pendaftaran secara online dan orang yang mendaftar tinggal menunggu NPWP telah diproses kemudian dikirimkan sesuai dengan alamat yang sudah diinputkan.

2. Nomor Induk Berusaha

Tahapan melakukan proses pembuatan Nomer Induk Berusaha di kota Surabaya untuk bisnis CLS seperti berikut:

Gambar 3.5 Prosedur Pembuatan NPWP

(40)

Terdapat sembilan prosedur untuk mendapatkan nomor induk berusaha atau NIB.

Sembilan prosedur tersebut dapat dilakukan dimana saja karena menggunakan website dalam pendaftarannya. Dengan adanya NIB, setiap pelaku usaha dengan

bentuk badan usaha/non badan usaha kini memiliki nomor identitas nasional sebagai pengenal.

3. Surat Izin Usaha Mikro Kecil

Tahapan melakukan proses pembuatan Surat Izin Usaha Mikro Kecil di kota Surabaya untuk bisnis CLS seperti berikut:

Terdapat dua prosedur untuk mendapatkan surat izin usaha mikro kecil sebagai penunjang legalitas usaha Madura Batik Tanjung. Pada tahap pertama adalah tahap yang dilakukan saat membuat NIB. Pada tahap akhir mendapatkan NIB, dilanjutkan

Gambar 3.6 Prosedur Pembuatan NIB

Gambar 3.7 Prosedur Pembuatan IUMK

(41)

26

dengan download surat izin usaha mikro kecil. Surat usaha mikro kecil ini adalah tanda legalitas kepada seseorang atau pelaku usaha/kegiatan tertentu dalam bentuk izin usaha mikro dan kecil dalam bentuk satu lembar. Kepemilikan surat izin usaha mikro kecil ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil (IUMK) dalam mengembangkan usahanya.

3.2.3 Rencana Pemasaran

1. Segmentation, Targeting, and Positioning (STP)

Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) ialah hal utama saat melakukan

strategi pemasaran produk. Dalam melakukan analisis STP, perusahaan perlu membuat rencana, tindakan dan pengaplikasian pemasaran produk dengan menganalisis situasi perusahaan secara keseluruhan. CLS juga melakukan anlisis Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP), yaitu sebagai berikut:

a. Segmentating

Dalam segementasi geografis, pada CLS akan memasarkan ikan cupang dipulau Jawa dan diluar pulau jawa sampai papua, karena dengan adanya social media dan Facebook yang ada dapat mempermudah dalam memasarkan produk CLS.

Selain itu segmentasi demografi CLS, yaitu menyasar pada orang yang menyukai ikan cupang dan pada produk CLS berfokus pada kontes ikan cupang.

Produk CLS dapat dipeliharan untuk anak-anak sampai dewasa, baik perempuan dan laki-laki.

b. Targeting (Target)

Berdasarkan hasil segmentasi maka target konsumen CLS ialah kaum milenial di wilayah Surabaya yang menggemari ikan cupang seperti avatar kuning

(42)

copper, avatar gordon, avatar copper, yellow koi copper, multi color, black mamba, fancy yellow dan fancy red head. Dalam hal ini yang sudah memiliki pendapatan atau uang saku, dengan usia mulai dari 8 tahun sampai dewasa, pelajar, mahasiswa, dan orang dewasa yang sudah bekerja.

c. Positioning (Penentuan Target)

Positioning dari CLS ialah ikan cupang saat ini, banyak dicari oleh konsumen

seperti avatar kuncop, multi balance, avatar copper, avatar gordon, yellow koi copper dan fancy red head buat dikonteskan atau breeding. Dengan harga yang cukup terjangkau kisaran Rp. 30.000 – Rp. 100.000, akan tetapi untuk yang top grade harganya bisa sekitar Rp. 300.000 – Rp. 1.000.000 sedangkan untuk ikan

cupang pemenang kontes bisa diharga Rp. 500.000 – Rp. 1. 500.000. Jadi keunikan dari ikan cupang mulai dari warna bagus dan balance (dorsal, anal, caudal, ventral memiliki 3 warna yang saling mengisi) sehingga konsumen tertarik, badan yang seperti peluru sebagai syarat kontes, selalu mengikuti tren setiap tahunnya.

2. Marketing Mix (Bauran Pemasaran) a. Product (Produk)

Gambar 3.8 Ikan Cupang Nemo Multi Color

(43)

28

Ikan cupang pada bisnis CLS adalah ikan cupang yang dibeli kemudian dijadikan indukan. Warna pada ikan cupang terbentuk, akibat perkawinan silang antara ikan Thailand dan ikan asli Indonesia. Untuk bentuk badan tergantung ikan cupang jantang dan ikan cupang betina, biasanya anakan ikan cupang akan mengikuti warna indukan betina dari caudal, sedangkan anakan ikan cupang ada yang mengikuti warna dari indukan jantan dari dorsal, anal dan ventral. Terdapat 2 cara packaging ikan cupang, pertama menggunakan styrofoam yang di potong menjadi ukuran 10x10x10 kemudian ditempel menggunakan lakban bening dan terakhir akan diberi bubble wrap. Kedua packaging menggunakan styrofoam yang sudah dipotong sesuai ukuran maupun jumblah ikan cupang dibeli kemudian ditempel menggunakan lakban bening dan terakhir akan diberi kardus dan dilakbang coklat. Ikan cupang diharapkan dapat menjanjikan berbagai variasi ikan cupang, warna, dan badan sebagai pilihan konsumen dalam memuaskan keinginan dan kebutuhannya sebagai penggemar dan kontes ikan cupang.

Gambar 3.9 Ikan Cupang Nemo Fancy Multi

(44)

CLS menawarkan ikan cupang yang berkualitas kepada konsumen yang mayoritas adalah penghobi ikan cupang. Selain itu, ikan cupang juga akan selalu melakukan pembaruan desain mengikuti trend perkembangan ikan cupang tersebut. Penawaran ikan cupang disesuaikan dengan tingkat permintaan konsumen akan produk tersebut. Strategi penawaran itu diharapkan mampu memaksimalkan penjualan ikan cupang, sehingga tidak akan ada ikan cupang yang tidak terjual dan menumpuk dilubukan atau tempat pembesaran.

b. Price (Harga)

Harga juga merupakan salah satu faktor dalam keberhasilan bisnis, yaitu untuk meningkatkan penjualan yang akan berdampak pada profit bisnis. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan penjualn ikan cupang lainnya itupun tergantung greatnya. Calon pembeli akan merasa puas ketika barang yang dibeli sesuai dengan keinginan dan kualitas dari barang tersebut.

c. Place (Tempat)

Untuk mendirikan bisnis tentunya harus mempunyai tempat yang strategis, tetapi untuk CLS saat ini sistem penjualannya dilakukan secara online, yaitu menggunakan social media Instagram dan Facebook. Akan tetapi ada juga sistem penjualan dilakukan secara offline yaitu rumah yang menjadi tempat jualan.

d. Promotion (Promosi)

Promosi yang digunakan CLS ialah memanfaatkan teknologi yang yang saat ini sudah berkembang, yaitu social media atau yang biasa disebut pemasaran secara online. Dengan melakukan promosi pada Instagram dapat dilihat bahwa banyak sekali jangkauannya karena banyak sekali masyarakat yang menggunakan,

(45)

30

selain itu dalam mengoperasikan Instagram tersebut juga mudah dengan melakukan promosi secara online juga lebih efektif dan efisien. Untuk selanjutnya bisnis CLS juga akan menggunakan lelang berbayar pada akun social media yang besar untuk melakukan promosi/iklan.

CLS juga akan mempromosikan produknya di apliaksi facebook, dimana saat ini dapat membantu untuk memasarkan CLS supaya banyak yang melihat dan menyukai CLS, dengan hal tersebut secara tidak langsung akan membuat konsumen yang memiliki kesukaan yang sama akan tertarik dan melakukan pembelian pada ikan cupang.

3.2.4 Rencana Oprasional 1. Kebutuhan Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang diperlukan dalam bisnis CLS terdiri dari bekerja di bagian penjualan dan bagian produksi. Setiap bagian memiliki tugas masing-masing yang dijelaskan di bawah ini.

a. Tenaga Kerja Bagian Penjualan

Tenaga kerja yang memiliki hubungan kerja dengan usaha memiliki hak dan kewajiban. Tenaga kerja pada bagian penjualan bersifat permanen atau tetap karena tenaga kerja yang dipekerjakan secara permanen atau tetap, mereka secara teratur menerima upah dan cuti.

b. Tenaga Kerja Bagian Produksi

Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk produksi yang utama adalah memiliki keterampilan dalam perawatan ikan cupang, selain itu mengetahui beberapa keperluan yang dibutuhkan untuk memproduksi CLS, mampu menggunakan aerator untuk memasak artemia dan tau cara mengobati ikan cupang yang sakit

(46)

serta pengantian air burayak (anakan ikan cupang), kemudian pengantian air ikan cupang per botol aqua.

2. Man (Tenaga Kerja)

Dalam perjalanan usaha, CLS tidak memiliki tenaga kerja, dikarenakan pemilik yang memiliki peran penting dalam berjalannya sebuah usaha. Untuk itu pemilik bertanggung jawab dalam membersikan air ikan cupang, proses penjodohan ikan cupang serta pembesaran anakan ikan cupang dan menjual ikan cupang serta melakukan pemasaran ikan cupang. Dalam kegiatan pemilik CLS harus memenuhi standar yang sudah ditetapkan seperti kejujuran, teliti, rajin, dan tanggung jawab.

3. Machine (Mesin)

Mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi memiliki peran penting dalam keberhasilan produksi perusahaan karena mendukung dalam proses produksi ikan cupang, seperti mesin aerator, bak, baskomm botol aqua, plastic es. Mesin dan perlatan yang digunakan oleh CLS adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1 Mesin dan Peralatan CLS Mesin dan Peralatan CLS

No Alat

1. Mesin Aerator 2. Bak

3. Baskom 4. Botol 5. Plastik Es 6. Aquarium Foto 7. Ember Cor

8. Serokan artemia/ikan

(47)

32

4. Materials (Bahan Baku)

Pemilihan dan penyusunan bahan baku adalah hal yang sangat perlu untuk dipertimbangkan karena jika asal memilih bahan baku maka akan mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Seperti disebutkan sebelumnya, CLS harus mempertimbangkan salah satu hal dalam pengadaan bahan baku yaitu dalam menentukan sumber bahan merupakan hal yang penting. Oleh karena itu untuk mengurangi intensitas pembelian bahan baku, maka membeli dalam jumlah besar.

Pada usaha CLS memiliki kebutuhan bahan baku yang mudah didapatkan dan lokasi pembelian bahan baku dekat dengan lokasi produksi. Hal tersebut dapat dijelaskan pada tabel 3.2.

Tabel 3.2 Bahan Baku CLS Bahan Baku CLS

No Rincian

1 Ikan cupang

2 Artemia

3 Kutu Air

4 Jentik Nyamuk

5 Pelet

6 Cacing Sutra

7 Ketapang

8 Garam

9 Obat Biru

10 Plastik Es

11 Styrofoam

12 Lakban bening/coklat

(48)

5. Methods (Metode)

Method (metode) adalah prosedur yang akan dijalankan dalam kegiatan usaha. CLS

memiliki standart operasional prosedur. Prosedur dibuat agar kegiatan operasional CLS dapat berjalan lancar. Pada Gambar 3.6 merupakan Standart Operational Procedure CLS.

Gambar 3.10 Standart Operasional Prosedure CLS

(49)

34

3.2.5 Rencana Keuangan 1. Biaya Investasi

Biaya investasi adalah biaya awal atau modal yang dibutuhkan dalam memulai sebuah bisnis. Biaya pembelian mesin dan peralatan lainnya juga termasuk dari biaya biaya investasi karena hal tersebut digunakan untuk kegiatan produksi.

Berikut tabel dibawah ini penjelasan mengenai biaya investasi produk CLS.

Tabel 3.3 Biaya Investasi CLS

NO Rincian Unit Harga (Rp) Total Harga (Rp)

1. Mesin Aerator 3 pcs 50.000 150.000

2. Bak 6 pcs 70.000 420.000

3. Aquarium Foto 2 pcs 20.000 40.000

4. Botol Aqua 100 pcs 1.500 150.000

5. Serokan Ikan 3 pcs 10.000 30.000

6. Serokan Artemia 2 pcs 10.000 20.000

7. Baskom 8 15.000 120.000

8. Ember Cor (18) 10 pcs 5.000 50.000

9. Toples Plastik (3 liter) 20 pcs 10.000 200.000

Total Biaya Investasi 1.195.000

2. Biaya Produksi

Biaya produksi adalah total biaya yang dikeluarkan oleh bisnis selama proses produksi bertujuan untuk menghasilkan barang atau produk yang sudah siap terjun untuk dipasarkan. Berikut tabel dibawah ini penjelasan mengenai biaya produksi produk CLS untuk memproduksi ikan cupang sebanyak 500 ekor.

(50)

Tabel 3.4 Biaya Produksi CLS Biaya Produksi Bulan ke 1

No Rincian Unit Harga Satuan Total Harga

1 Ikan Cupang Jantan 12 ekor 30.000 360.000

2 Ikan Cupang Betina 12 ekor 50.000 600.000

3 Artemia 150 g 25.000 50.000

4 Pelet 300 g 15.000 45.000

5 Baskom 8 15.000 120.000

6 Plastik Es (10 x 18) 24 pcs 100 2.400

7 Ketapang 200 daun 1.000 200.000

8 Garam Kasar 2 ons (500 g) 15.000 60.000

9 Gelas Plastik 5 2.500 12.500

10 Air 50.000 50.000

11 Listrik 100.000 100.000

Biaya Produksi Bulan ke 2

No Rincian Unit Harga Satuan Total Harga

12 Kutu Air 30 gelas 3.000 90.000

13 Ketapang 50 daun 1.000 50.000

14 Garam Kasar 500 g 15.000 15.000

Biaya Produksi Bulan ke 3

No Rincian Unit Harga Satuan Total Harga

15 Cacing Sutra 30 gelas 3.000 90.000

16 Jentik Nyamuk 30 gelas 3.000 90.000

17 Ketapang 50 daun 1.000 50.000

(51)

36

Biaya Produksi Bulan ke 3

No Rincian Unit Harga Satuan Total Harga

18 Garam Kasar 500 g 15.000 50.000

19 Lakban Bening 2 pcs 15.000 30.000

20 Lakban Coklat 2 pcs 15.000 30.000

21 Styrofoam 10 pcs 10.000 100.000

22 Plastik Es (10 x 18) 2 pack 10.000 20.000

Total Biaya Produksi 2.214.900

3. Biaya Oprasional

Biaya operasional merupakan biaya yang dikeluarkan oleh pengusaha dalam melakukan berbagai kegiatan bisnis. Biaya operasional terdiri dari biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Biaya tetap ialah biaya yang jumlah

totalnya tetap konstan, tidak dipengaruhi oleh perubahan jumlah barang sampai dengan tingkatan tertentu. Biaya variabel ialah biaya yang selalu berubah sesuai dengan aktivitas produksi perusahaan, sehingga besar kecilnya biaya variabel yang dikeluarkan oleh perusahaan sangat bergantung pada volume produksi perusahaan.

Tabel 3.5 dan Tabel 3.6 merupakan biaya tetap dan biaya variabel pada binis ikan cupang.

Tabel 3.5 Fixed Cost CLS

No Rincian Unit Harga Satuan Total Harga

1 Mesin Aerator 3 pcs 50.000 150.000

2 Bak 6 pcs 70.000 420.000

3 Aquarium Foto 2 pcs 20.000 40.000

(52)

No Rincian Unit Harga Satuan Total Harga

4 Botol Aqua 100 pcs 1.500 150.000

5 Serokan Ikan 3 pcs 10.000 30.000

6 Serokan Artemia 2 pcs 10.000 20.000

7 Baskom 3 15.000 45.000

8 Gelas Plastik 1 roll 15.000 15.000

9 Ember Cor 10 5.000 50.000

10 Toples Plastik 20 10.000 200.000

11 Biaya Gaji 30 hari 20.000 600.000

Total Fixed Cost 1.720.000

Tabel 3.6 Variable Cost CLS

No Rincian Unit Harga

Satuan

Total Harga

1 Ikan cupang jantan 10 ekor 30.000 360.000

2 Ikan cupang betina 10 ekor 50.000 500.000

3 Artemia 150 g 25.000 150.000

4 Pelet 300 g 15.000 45.000

5 Plastik Es (10 x 18) 2 pack 10.000 20.000

6 Ketapang 200 daun 1.000 200.000

7 Garam Kasar 2 ons 15.000 60.000

8 Kutu Air 60 gelas 5.000 300.000

9 Cacing sutra 60 gelas 5.000 300.000

10 Jentik nyamuk 60 gelas 3.000 180.000

(53)

38

No Rincian Unit Harga

Satuan

Total Harga

11 Obat biru 4 pcs 10.000 40.000

12 Lakban Coklat 2 15.000 30.000

13 Lakban bening 2 15.000 30.000

14 styrofoam 10 10.000 100.000

15 Air 50.000 50.000

16 Listrik 100.000 100.000

Total Variable Cost 2.465.000

4. Biaya Promosi

Biaya promosi merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan oleh pengusaha untuk melakukan kegiatan promosi. Promosi bertujuan untuk mengenalkan produk kepada masyarakat luas yang dapat meningkatkan penjualan. Pada Tabel 3.7 merupakan rincian biaya promosi CLS.

Tabel 3.7 Biaya Promosi CLS

No Rincian Biaya (Rp)

1 Giveaway 300.000

2 Perlengkapan Foto Produk 200.000

Total Biaya Promosi 500.000

5. Harga Pokok Produksi

Harga pokok produksi ialah harga pokok barang yang akan dibeli sebelum dan selama periode akuntansi berjalan, dan untuk diolah. Harga pokok produksi terdiri

(54)

dari komponen biaya-biaya seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead.

Tabel 3.8 Harga Pokok Produksi CLS

Rincian Biaya (Rp)

Biaya Bahan Baku 2.465.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung 600.000

Biaya Overhead 300.000

Total Harga Pokok Produksi 3.365.000

Jumblah Produk 500

Harga Per ekor 6.730

Harga Pokok Produksi = 𝐁.𝐁𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐤𝐮+𝐁.𝐓𝐞𝐧𝐚𝐠𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐬𝐮𝐧𝐠+𝐁.𝐎𝐯𝐞𝐫𝐡𝐞𝐚𝐝 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢

=𝟐.𝟒𝟔𝟓.𝟎𝟎𝟎+𝟔𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎+𝟑𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎 𝟓𝟎𝟎 𝐩𝐜𝐬

= 3.365.000/500 ekor = 6.730 per ekor

Pada Tabel 3.8 harga pokok produksi dalam 500 ekor sejumlah Rp 3.365.000. Dari jumlah tersebut dibagi dengan jumlahnya produk yang akan di produksi, maka harga pokok produksi untuk per ekor sejumlah Rp 6.730. Dalam penentuan keuntukan diperoleh dari Rp. 6.730 x 450% = Rp. 30.285. Jadi, target keuntungan sebesar Rp. 23.270 x 500 = Rp. 11.635.000.

Omzet Penjualan = Harga Jual x Jumblah Produksi = Rp. 30.000 x 500

= Rp. 15.000.000

(55)

40

6. Payback Period (PP)

Payback period adalah cara penilaian terhadap jangka waktu pengembalian

investasi suatu usaha. Payback period dihitung dengan cara menghitung waktu yang dibutuhkan saat total arus kas masuk sama dengan arus kas keluar.

Payback Period (PP) = 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐈𝐧𝐯𝐞𝐬𝐭𝐚𝐬𝐢

𝐋𝐚𝐛𝐚 𝐩𝐞𝐫 𝐛𝐮𝐥𝐚𝐧 x 12 bulan = 𝟏.𝟏𝟗𝟓.𝟎𝟎𝟎

𝟏𝟓.𝟎𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎 𝐱 12 bulan = 0,7 bulan

Berdasarkan hasil perhitungan Payback Period (PP) pengembalian investasi bisnis CLS yaitu selama 0,7 bulan

7. Return on Investment (ROI)

Return on investment adalah pengukuran kemampuan perusahaan secara

keseluruhan didalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva sesuai dengan yang diharapkan.

Return on investment (ROI) = 𝐋𝐚𝐛𝐚 𝐩𝐞𝐫 𝐛𝐮𝐥𝐚𝐧

𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐈𝐧𝐯𝐞𝐬𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐱 𝟏𝟎𝟎%

= 𝟏𝟓.𝟎𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎

𝟏.𝟏𝟔𝟕.𝟓𝟎𝟎 𝐱 𝟏𝟎𝟎% = 12,5 %

Berdasarkan hasil perhitungan Return of Investment (ROI) dalam pengembalian investasi selama satu tahun pada startup CLS sebesar 12,5 %.

8. Break Event Point (BEP)

Break event point ialah metode yang digunakan untuk mengetahui jumlah hasil penjualan produk yang harus dicapai untuk melampaui titik impas. Suatu usaha

(56)

dikatakan impas apabila jumlah hasil penjualan produk pada suatu periode sama dengan jumlah biaya yang ditanggung sehingga suatu usaha tidak mengalami rugi maupun untung. Dibawah ini merupakan BEP pada startup CLS.

BEP (Unit) = 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐓𝐞𝐭𝐚𝐩 (𝑭𝒊𝒙𝒆𝒅 𝑪𝒐𝒔𝒕) 𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐩𝐞𝐫 𝐮𝐧𝐢𝐭− 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐕𝐚𝐫𝐢𝐚𝐛𝐞𝐥 𝐩𝐞𝐫 𝐮𝐧𝐢𝐭 = 𝟏.𝟕𝟐𝟎.𝟎𝟎𝟎

𝟑𝟎.𝟎𝟎𝟎−𝟔.𝟕𝟑𝟎 = 74 Per ekor.

BEP (Harga) = 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐓𝐞𝐭𝐚𝐩 (𝑭𝒊𝒙𝒆𝒅 𝑪𝒐𝒔𝒕)

𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐩𝐞𝐫 𝐮𝐧𝐢𝐭−𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐕𝐚𝐫𝐢𝐚𝐛𝐞𝐥 𝐩𝐞𝐫 𝐮𝐧𝐢𝐭 x Harga Per Unit

= 𝟏.𝟔𝟗𝟐.𝟓𝟎𝟎

𝟑𝟎.𝟎𝟎𝟎−𝟔.𝟕𝟑𝟎 x 30.000 = 2.217.447

Berdasarkan hasil perhitungan BEP dalam unit menunjukkan bahwa startup CLS diharuskan memproduksi ikan cupang sebanyak 74 per ekor agar mencapai titik impas. Sedangkan hasil perhitungan BEP dalam harga menunjukkan bahwa bisnis CLS diharuskan mencapai penjualan sebesar Rp 2.217.447 agar mencapai titik impas.

9. Proyeksi Penjualan

Proyeksi penjualan adalah anggaran yang memperkirakan produk yang akan dijual pada waktu yang akan datang dalam keadaan tertentu dan mencakup posisi keuangan di masa yang akan datang. Setiap bisnis pasti mempunyai target penjualan. Pada Tabel 3.9 merupakan proyeksi penjualan pada bisnis CLS.

Tabel 3.9 Proyeksi Penjualan Bulanan CLS

No Item Unit Harga Jual (Rp) Target Penjualan

1 Ikan cupang ekor 30.000 500 15.000.000

(57)

42

3.2.6 Rencana Budidaya A. Tahap Budidaya Pakan Hidup 1. Tahap Budidaya Daphnia Magna

Tahapan melakukan proses budidaya daphnia magna di kota Surabaya untuk bisnis CLS seperti berikut:

2. Tahap Budidaya Kutu Air

Tahapan melakukan proses budidaya kutu air di kota Surabaya untuk bisnis CLS seperti berikut:

Gambar 3.11 Proses Budidaya Daphnia Magna

Gambar 3.12 Proses Budidaya Kutu Air

(58)

3. Tahap Budidaya Cacing Sutra

Tahapan melakukan proses budidaya cacing sutra di kota Surabaya untuk bisnis CLS seperti berikut:

4. Tahap Budidaya Jentik Nyamuk

Tahapan melakukan proses budidaya jentik nyamuk di kota Surabaya untuk bisnis CLS seperti berikut:

B. Tahap Breeding Ikan Cupang

Tahapan melakukan proses breeding ikan cupang di kota Surabaya untuk bisnis CLS seperti berikut:

Gambar 3.13 Proses Budidaya Cacing Sutra

Gambar 3.14 Proses Budidaya Jentik Nyamuk

(59)

44

C. Tahap Pemberian Pakan Burayak

Tahapan melakukan proses pemberian pakan burayak di kota Surabaya untuk bisnis CLS seperti berikut:

Gambar 3.15 Proses Breeding Ikan Cupang

Gambar 3.16 Proses Pemberian Pakan Burayak

(60)

3.3 Rencana Analisis SWOT

Menurut Pearce & Robinson (2008) analisis SWOT mengidentifikasi berbagai faktor internal perusahaan dan faktor eksternal yang secara sistematis mempengaruhi potensi bisnis dengan menyesuaikan faktor-faktor tersebut untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis SWOT salah satu alat analisis lingkungan internal dan eksternal bisnis. Analisis tersebut didasarkan pada asumsi berikut strategi yang efektif akan meminimalkan kelemahan dan ancaman. Kapan menerapkan asumsi sederhana ini dengan benar dapat berdampak besar pada rancangan strategi yang layak. Berikut adalah analisis SWOT pada usaha CLS.

1. Strengths (Kekuatan) a. ………

b. ………...

Dan seterusnya

2. Weaknesses (Kelemahan) a. ………

b. ………...

Dan seterusnya

3. Opportunities (Peluang) a. ………...

b. ………...

Dan seterusnya 4. Threats (Ancaman)

a. ………..

b. ……….

(61)

46

3.4 Jadwal Penyelesaian Tugas Akhir

Pada kegiatan implementasi rencana bisnis pasti terdapat jadwal penyelesaian agar dapat segera diselesaikan. Rencana kegiatan biasanya mencakup seluruh kegiatan yang dilakukan setiap harinya. Dalam pembuatan jadwal penyelesaian ada beberapa bagan yang digunakan, salah satunya yang paling sering digunakan adalah timeline yang lebih mudah untuk dipahami dan efektif untuk digunakan. Pada Gambar 3.10 merupakan jadwal penyelesaian Tugas Akhir.

Tabel 3.10 Timeline Penyelesaian Tugas Akhir CLS

No Rincian Kegiatan September Oktober November Desember

Minggu

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Tahap Awal

1. Analisis Pasar 2. Survei dan Observasi 3. Penyusunan Proposal

Usaha

4. Pengerjaan Revisi 5. Pengumpulan Revisi

Proposal Tahap Pelaksanaan

6. Sidang Proposal 7. Pengerjaan Revisi

Setelah Sidang 8. Pengumpulan Revisi

Setelah Sidang

Tahap Implementasi Rencana Usaha

9. NPWP

10 NIB dan IUMK 11 Pembelian indukan ikan

cupang

12 Pembelian obat dan pakan ikan cupang

(62)

Tahap Implementasi Rencana Usaha

13 Pembelian baskom/bak dan akuarium foto 14 Pembelian Aerator 15 Pemilihan indukan ikan

cupang

16 Proses perkenalan 15 Breeding ikan cupang 16 Pemberian pakan

burayak (artemia) 17 Pemberian pakan

burayak (kutu air) 18 Pemilihan burayak

untuk dimasukan ke dalam botol 19 Pemberian pakan

burayak (cacing sutra) 20 Foto dan video ikan

cupang

21 Unggah foto dan video ikan cupang (Instagram) 23 Evaluasi Mingguan Tahap Akhir

25 Penyusunan Tugas Akhir

26 Sidang Akhir

(63)

48 BAB IV

HASIL DAN PELAKSANAAN

Bab ini akan berfokus pada hasil implementasi sesuai dengan teori dan tahap- tahap perencanaan yang telah disusun sebelumnya yaitu Business Model Canvas, Business Plan, analisis SWOT dalam implementasi bisnis pada CLS.

4.1 Hasil Business Model Canvas

Pada Gambar 4.1 merupakan Business Model Canvas (BMC) pada bisnis CLS. Adapun penjelasan sembilan elemen pada Business Model Canvas bisnis CLS.

Gambar 4.1 Business Model Canvas Pada bisnis CLS

Gambar

Gambar 1.2 Volume masuk dan keluar ikan cupang melalui badan karantina
Gambar 2.1 Nine Building Blocks BMC
Gambar 2.2 Strength, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT)
Gambar 3.1 Kerangka Pelaksanaan CLS
+7

Referensi

Dokumen terkait

Di rumah sakit, didalam triase mengutamakan perawatan pasien berdasarkan gejala. Perawat triase menggunakan ABCD keperawatan seperti jalan nafas, pernapasan dan

Skripsi dengan judul “ Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika Dengan Konteks Oban Yadikon Rasan Kayuagung Untuk Siswa SMP “ disusun untuk memenuhi salah satu

Berdarsarkan kerangka pemikiran diatas dapat dijelaskan peran Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima dilakukan berdarsarkan tugas pokok dan

Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak n-heksana,etil aseta, n-butanol dan senyawa murni dengan DPPH free radical scavengging effect menunjukkan bahwa fraksi etil asetat

Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model Discovery Learning, peserta didik dapat membandingkan fungsi sosial beberapa teks recount dan terampil dalam menangkap

Untuk menghitung debit banjir rancangan rumus yang digunakan dan sesuai dengan area studi adalah Metode Rasional.. Debit banjir dianalisa disetiap titik pertemuan dengan saluran,

Tanyakan pada dokter atau apoteker Anda sebelum meminum KOMBIGLYZE XR - Jika Anda menderita diabetes tipe 1 (tubuh Anda tidak dapat menghasilkan insulin). KOMBIGLYZE XR tidak

Walau bagaimanapun, secanggih alat untuk menghitung nikmat Allah pasti tidak akan menghitungnya.Dalam konseptual konsumsi ada beberapa prinsip yang harus dipatuhi