• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYULUH KEHUTANAN EX OFFICIO

3. Manfaat dan Aplikasinya

Cuka kayu bagi tanaman dapat dimanfaat sebagai Biopestisida dan BioFertilzer Manfaat Cuka kayu,

a) bagi tanaman

1) Merangsang pertumbuhan pokok dan sayuran.

2) Menguatkan akar dan daun.

3) Menyuburkan tanah.

4) Menanbah rasa asli kepada hasil pertanian dan juga produk-produk berkaitan 5) Menghalang pembiakan virus dan penyakit dalam tanah.

6) Menghalang virus dan seranggan perusak untuk memperbaiki keadaan tanah 7) Menambah kuantitas mikrob yang berguna.

8) Menghalau serangga perusak.

U

9) Mengelakkan penyakit yang disebabkan oleh bakteria.

10) Menambah baik kualits buah dan menambah kandungan gula dalam buah.

11) Sebagai pemangkin tumbesaran biji benih.

12) Sebagai bahan tambahan kepada baja kompos. Membantu hewan ternak lebih sehat dan melindungi dari penyakit. Menjadikan daging hewan dan susu lebih berkualitas

b) Bagi Kesehatan,

Cuka kayu bagi kesehatan dapat digunakan untuk mengurangi bau busuk, sebagai obat jerawat kudis dan Deodoran, aroma ikan, keperluan mandi, farmasi, laundry, pengusir rayap/ binatang kecil dll.

Aplikasi Cuka kayu telah diterapkan di Kaw asan Wisata Terpadu Dew i Sri Bojongpicung, Kab. Cianjur

Cuka Kayu ini sudah diaplikasikan pada tanam padi oleh KWT Dewi Sri Bojongpicung pada luasan 1400 M2 ( 100 tumbak ) dan menghasilkan gabah kering panen sebanyak 1.200 Kg ( 12 kwt), juga telah di coba oleh Penyuluh Kehutanan dengan luasan 700 M2 (50 tumbak) dan menghasilkan gabah kering panen sebanyak 550 Kg. Dosis untuk tanaman padi yaitu 1 ltr Cuka Kayu dengan 50 ltr air, waktu pemberian bisa 4 – 5 kali penyemprotan yaitu pada umur :30 hari setelah tanam.

Penyemprotan cuka kayu dilakukan 4--5 kali pada konsentrasi 0,25% selang tujuh hari. Waktu penyemprotan antara pukul 7-10 pagi. Selain itu, cuka kayu berfungsi sebagai pupuk dan pestisida dapat diterapkan pada tanaman sayuran seperti buncis, kacang panjang, kubis, ketimun

Tanaman sayuran yang dipupuk pada takaran yang biasa digunakan oleh penyuluh/ petani sayur disemprot dengan cuka kayu konsentrasi 2% dilakukan pada umur sayuran satu bulan setelah tanam dengan selang tujuh hari sampai masa panen.

Tanaman sayuran yang disemprot dengan cuka kayu tidak perlu disemprot dengan pestisida

V

Pemanfaatan cuka kayu pada tanaman stek pucuk dengan cara penambahan pada media hingga basah pada konsentrasi cuka kayu 0,5% dilakukan sebelum stek pucuk ditanam. Setelah satu bulan tanam disemprot pada tanah/ media sebanyak 1 ml/ polibag pada konsentrasi cuka kayu 1% dengan selang tujuh hari sampai mencapai tinggi yang diinginkan. Untuk tanaman bibit, penyemprotan cuka kayu dilakukan pada konsentrasi 1,5--2% dengan selang 7--10 hari. Sudah diaplikasikan pada bibit jati dan pinus di Persemaian Pongdok Landak Haurwangi KPH Cianjur.

Aplikasi Cuka Kayu pada Jeraw at & Bau Badan

1) Oleskan pada ketiak untuk menghilang bau tidak menyenangkan sebelum menggunakan pewangi biasa.

2) Oleskan pada muka berjerawat, biarkan 5 menit dan bilas dengan air bersih setiap hari

Aplikasi Cuka Kayu pada Penyakit Kulit

1) Oleskan pada kaki yang bermasalah atau rendam kaki pada larutan 10% gred kosmetik.

2) Untuk masalah yang kritikal, basahkan kapas dengan cuka kayu asli gred kosmetik dan kepitkan di celah-celah jari kaki.

3) Oleskan pada kulit yang menghadapi masalah alahan, bilas selepas 5 menit atau bancuh 2 sendok teh cuka kayu asli ke tab mandi. I ni akan menghilangkan gatal-gatal, alahan dan memulihkan penyakit kulit.

4) Sapu cuka kayu asli menggunakan putik kapas pada kutil/ ketiak akan melembut dan mematikan sel-sel seterusnya menghaluskan kulit.

5) Kaedah mandian juga akan mematikan sel-sel ketiak secara jangka panjang.

Aplikasi cuka kayu pada pembibitan Albazia dilaksanakan di Kecamatan Pegelaran dengan cara disemprotkan pada tanaman setiap seminggu sekali.

W

Lain-lain Aplikasi 1. Persiapan

a) Alat - alat yang diperlukan : 1. Golok

2. Gergaji

3. Drum pembakaran lengkap dengan pendingin 4. Botol kemasan

5. Label

b) Bahan-bahan yang diperlukan dalam keadaan basah : 1. Kayu limbah

2. Batok Kepala 3. Bambu 2. Langkah Kerja

1. Bahan-bahan dari kayu atau bambu di potong-potong ± 20 cm ( Kayu atau bambu dalam keadaan basah)

2. Dimasukan kedalam drum sampai penuh

3. Pemetikan api dilakukan dari lubang yang sudah tersedia.

4. Api merambat ke atas maka terjadi pembakaran kayu di dalam drum.

5. Lalu tutup bagian atas drum

6. Hubungkan dengan alat destilasi / pendingin

7. Amati dan biarkan selama 9 jam (selama proses pembakaran cuka kayu keluar melalui alat destilasi

8. Setelah selesai pembakaran lalu tutup lubang api, biarkan 12 jam untuk proses pendinginan arang .

9. Setelah arang dingin lalu dibuka, kemudian diklasifikasikan yaitu arang yang utuh dan arang yang bubuk kemudian dimasukan ke dalam karung, arang yang bubuk bisa dijadikan briket arang.

X

10. Cuka kayu di saring dengan kain ata busa supaya hasilnya lebih bening kemudian di kemas dalam botol yang berukuran 1000 ml, 500 ml, dan 250 ml.

3. Kegunaan arang dan cuka kayu :

a) Arang digunakan sebagai sumber bahan bakar untuk menggantikan fosil b) Cuka kayu dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam bidang

pertanian maupun industri, antara lain sebagai bahan pengawet, penggumpal getah karet, pembasmi hama dan penyubur tanaman, karbol, serta pengusir serangga.

4. Prospek Pasar

a) Arang dijual kepada pengrajin pandai besi, tukang sate

b) Cuka kayu dijual kepada masyarakat sekitar, para petani, koperasi rimbawan Hutbun, dan keluar daerah Cianjur, seperti Bogor dan Jakarta

5. Analisa Usaha Arang dan Cuka Kayu Biaya untuk 4 kali produksi yaitu :

1. Tenaga Kerja sebanyak 8 HOK x Rp. 40.000 = Rp. 240.000 2. Bahan Baku sebanyak 240 Kg x Rp. 300 = Rp. 72.000

3. Lisrtik = Rp. 20.00

4. Kemasan, Label @ 500x 600 = Rp. 300.000

Jumlah Biaya Produksi = Rp. 632.000

Biaya Penyusutan Alat jangka usia ekonomis 5 tahun, bunga Bank 2,5% per tahun, harga alat Rp. 10.000.000, jadi penyusutan alat per tahun Rp.1.250.000 dan per bulan Rp.

104.170,-Jadi biaya total pembuatan arang cuka kayu dan Rp. 632.000 + 104.170 = Rp.

736.170,-Penerimaan rata-rata satu kali produksi dapat menghasilkan arang 12 kg x Rp.2500 = Rp 30.000 kg arang, dan cuka mampu menghasilkan sebanyak 15

PO

liter x Rp. 30.000 = Rp. 450.000 . kalau dalam satu bulan melakukan pembakaran rata-rata 4 kali pembakaran maka diperoleh penghasilan sebagai berikut :

1. Arang 12 Kg x 4 kali Rp. 2500 = Rp. 120.000 2. Cuka 15 liter x 4 kali Rp 30.000 = Rp 1.800.000

Jumlah = Rp 1.920.000

Jadi penghasilan bersih dalam satu Bulan Rp. 1.920.000 – Rp.736.170 = Rp.

1.183.830

6. Rekomendasi

a. Kalau dikembangan di seluruh I ndonesia sangat cocok sekali karena tersedianya limbah kehutanan dalam jumlah yang banyak

b. Pestisida yang ramah lingkungan c. Membuka lapangan pekerjaan.

Teknik Pengendalian Penyakit

Dokumen terkait