• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat Furoshiki dan Dampak Bagi Lingkungan

FUNGSI DAN MANFAAT FUROSHIKI

3.2 Manfaat Furoshiki dan Dampak Bagi Lingkungan

Istilah furoshiki baru dikenal pada Zaman Edo, yang berasal dari kata Furo dan Shiki. Sebelum zaman Edo, masyarakat Jepang sudah memiliki kebiasaan untuk membungkus barang-barang menggunakan kain. Tapi saat itu belum digunakan istilah Furoshiki. Istilah Furoshiki muncul pada pertengahan Zaman Edo. Di zaman Edo, tempat pemandian umum menjadi sangat popular dikalangan masyarakat. Walaupun mereka tidak menggunakan tas berbahan vinil serta kelengkapan lainnya seperti pendahulu mereka, mereka membawa sabun, pakaian dan handuk dalam sebuah kain yang disebut Furoshiki.

Adapun keranjang atau kotak persegi untuk menyimpan pakaian seperti yang kita punya sekarang belum dijumpai pada zaman Edo. Orang-orang biasanya membentangkan kain yang akan dilipatnya di lantai seperti tikar, lalu mereka melepaskan pakaiannya melipatnya dan membungkusnya dengan rapi. Saat mereka selesai mandi mereka melipat handuk yang basah, membereskan sabun dan kelengkapan lainnya untuk mereka bawa pulang ke rumah. Hal ini sangat berbeda dengan masa sekarang. Pada zaman modern ini sering kali kita

Dalam kehidupan sehari-hari bepergian dengan membawa berbagai macam barang bawaan adalah kebiasaan yang sudah mendarah daging dan tidak bisa dihilangkan lagi. Membawa makanan minuman dan keperluan lain ketika ingin bepergian tak jarang dilakukan oleh setiap orang, baik pelajar, mahasiswa ataupun orang-orang yang sudah bergelut dalam dunia pekerjaan. Tapi sering kali kita menggunakan kantung plastik ataupun tas kertas untuk mempermudah dalam proses pengemasannya.

Kantung plastik dan tas kertas sangat mencemari dan tidak ramah lingkungan. Limbah rumah tangga di Jakarta seperti dikutip dari data Dinas Kebersihan mencapai 27.966 meter kubik per hari atau 116 juta ton per tahun dan 80 persen diantaranya adalah sampah plastik.

Belakangan ini pengunaan furoshiki untuk membungkus barang bawaan kembali dihidupkan sebagai gerakan untuk menjaga lingkungan sekaligus pengkajian kembali budaya tradisional Jepang. Sejumlah cara penggunaan yang inovatif pun bermunculan. Furoshiki menjadi lebih digemari dan semakin sering digunakan misalnya sebagai tas, sebagai pembungkus kado dan dekorasi interior.

Hal ini juga sebagai pemicu utama pemanasan global (global warming). Isu pemanasan global sudah sering kita dengar. Sekarang hal yang dapat kita lakukan untuk berperan serta meredam pemanasan global salah satunya dengan mengurangi pemanfaatan kantong plastik. Misalnya: jika kita hendak berbelanja maka bawalah tas sendiri dari rumah yaitu tas yang bisa dipakai berulang-ulang, jika kita ingin memberikan bingkisan kepada orang jangan gunakan kantong

plastik karena kantong plastik akhirnya akan dibuang dan akan mengakibatkan pemanasan global.

Untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik dan kertas, kini masyarakat Jepang mempopulerkan lagi furoshiki sebagai gerakan untuk menjaga lingkungan, sekaligus mengkaji kembali budaya tradisional Jepang. Jepang juga memopulerkan manfaat furoshiki, pembungkus serba guna dari selembar kain. Orang Jepang menyebutnya furoshiki. Tidak hanya di Jepang, orang Indonesia juga mengenal kebiasaan membungkus dengan kain ini. Orang Sunda mengistilahkannya gembolan. Orang Jawa menamakannya ules. Ketiganya membicarakan selembar kain.

Sebelum zaman modern (zaman yang kemudian melahirkan plastik) orang memanfaatkan selembar kain untuk memboyong barang : furoshiki, gembolan, atau ules

Kesadaran akan penggunaan kain furoshiki ini juga dapat mengurangi . Hampir seluruh dunia mengenal bahwa Jepang adalah Negara yang berdisiplin tinggi, mulai dari disiplin dalam hal waktu, kesehatan, pendidikan dan pekerjaan. Penggunaan kain furoshiki sudah seperti salah satu peraturan yang dihadapkan bagi seluruh masyarakat Jepang tanpa memandangan umur dan status sosial. Ini adalah hal yang sangat baik dan patut ditiru oleh seluruh Negara di dunia. Karena jika Jepang terus menggunakan kain furoshiki ini dan tidak menggantikannya lagi, Negara Jepang akan menjadi Negara yang sehat, bersih, dan jauh dari limbah.

sangat baik. Tidak heran jika penghijauan yang dilakukan di Jepang dan pemanfaatan taman-taman kota berhasil dengan sangat memuaskan. Generasi-generasi dimasa yang akan datang akan sangat menerima manfaat dari membudidayakan pemggunaan kain furoshiki.

Namun hal yang terpenting dari furoshiki ini adalah konsep ‘penggunaan’ yang berulang. Furoshiki tidak untuk digunakan sekali pakai. Menggunakan furoshiki juga berarti mengurangi penggunaan materi baru untuk pengemasan sekaligus mengurangi pengunaan kemasan yang berlebihan. Sebagai tambahan para penggunanya juga memberikan kontribusi bagi penghematan sumber energi.

Kalau Anda sedang mempersiapkan bingkisan, kado, atau ingin tampil dengan sesuatu yang baru, tidak ada salahnya jika Anda mencoba teknik furoshiki

1. Membungkus benda bulat seperti semangka, bola dan lainnya.

. Sekarang furoshiki digunakan untuk membungkus uang sebagai hadiah, tempat tisu, keranjang kecil, buku-buku, buah dan tidak lupa bekal nasi. Sedangkan Furoshiki yang besar dapat digunakan untuk kain pembungkus botol, semangka, kotak besar, tas belanja, taplak atau dapat juga digunakan untuk dekorasi perayaan Natal atau Tahun Baru.

Beberapa Tehnik untuk Menggunakan Kain Furoshiki adalah sebagai berikut:

- Bentangkan kain furoshiki ditempat yang datar seperti lantai atau meja

- Ikatankan kedua sisi kanan atas dan bawah dengan simpul yang

- Ikatkan juga kedua sisi kiri atas dan bawah seperti sebelumnya

- Ambil simpul kanan masukkan ke bagian bawah simpul kiri.

- Kemudian tarik simpul kanan ke atas, kain akan menutupi seluruh

bagian benda dan benda yang dibungkus dengan kain furohiki akan

terlindungi dengan baik serta aman dibawa untuk berpergian.

2. Membungkus benda berbentuk panjang seperti botol, tempat minum dan

lainnya

- Bentangkan kain furoshiki ditempat yang datar secara miring

sehingga kain membentuk ketupat atau layangan.

- Letakkan dua botol kaca tepat digaris tengah dengan arah berlawanan, beri jarak diantara keduanya.

- Gulung botol dengan seluruh bagian kain.

- Bedirikan botol dan ambil keduan ujung kain untuk disimpul secara

bersamaan.

- Simpullah kain dengan kuat agar aman dibawa berpergian

3. Membungkus benda berbentuk persegi seperti kotak makanan dan lainnya.

- Bentangkan kain furoshiki di tempat yang datar, ,miringkan kain seperti hendak membungkus botol.

- Tutup bagian tengah kotak dengan kain sisi atas dan bawah

- Ambil sisi kiri, pelintir dengan jari. Lakukan hal yang sama dengan

sisi kanan.

- Simpulkan kedua bagian kanan dan kiri dengan rekat agar kotak

makanan tidak mudah terjatuh.

Inilah beberapa teknik sederhana dalam menggunakan kain furoshiki.

Teknik ini dapat digunakan dengan menggunakan kain taplak meja, saputangan berukuran besar ataupun syal sebagai ganti kain furoshiki.

BAB IV

Dokumen terkait