• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. S.Hombay, menyatakan bahwa Kriya juga disebut seni terapan (applied art) yaitu seni terap yang

3) Humaniora, Profesi Kemanusiaa & Socio

4.2 Manfaat Ilmu Ergonomi

Dalam ilmu ergonomi ada disebut User Oriented, yang maksudnya adalah bahwa apabila seorang desainer hendak merancang suatu produk, hendaknya benar-benar mempertimbangkan kepentingannya dan kesehatan dalam memakaian suatu produk. Lalu ada Man Oriented, yang maksudnya dalam mendesain peralatan, lingkungan kerja dan produk hendaknya benar-benar mempertimbangkan kenyamanan dan kesehatan baik para pemilik, pekerja, operator serta pengguna produk atau berorientasi kepada manusia secara menyeluruh.

Ergonomi pada industri kecil yang berorientasi kepada manusia (man-oriented) cukup penting untuk dikemukakan agar permasalahan yang ada pada industri kecil tersebut dapat teridentifikasi untuk dipecahkan atau diselesaikan. Akibat atau dampak negatif yang timbul dari proses kerja industri kecil juga dapat diminimalkan. Hal ini seperti harapan dari ilmu ergonomi, yaitu suatu pendekatan yang multi dan interdisipliner untuk menserasikan alat, cara dan lingkungan kerja terhadap kemampuan, kebolehan dan keterbatasan manusia demi tercapainya kesehatan, keselamatan, kenyamanan dan efisiensi yang setinggi-tingginya (Manuaba, 1998).

Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 116 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg Ergonomi merupakan disiplin ilmu yang bersifat multidisipliner, dimana terintegrasi ilmu fisiologi, psikologi, anatomi, higiene, teknologi, sosial-budaya, ekonomi dan ilmu lainnya yang berkaitan dengan suatu pekerjaan. Berbagai macam disiplin yang berkaitan dengan masalah manusia. Melalui ergonomi, berbagai macam disiplin bisa berkaloborasi dengan tujuan yang sama yaitu peningkatan kesejahteraan manusia, tapi bukan semua masalah bisa diselesaikan dengan ergonomi.

Area dari kajian ergonomi yaitu menserasikan alat, cara dan lingkungan kerja terhadap kemampuan, kebolehan dan batasan manusia sehingga tercipta kondisi kerja yang sehat, aman, nyaman, efektif dan efisien untuk mencapai produktivitas kerja yang setinggi-tingginya.

Berkumpulnya Berbagai Disiplin Ilmu Membicarakan Suatu Permasalahan Untuk Keputusan dan Tujuan Yang Sama.

Di dalam praktek dan perkembangannya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental, khususnya mencegah munculnya cedera dan penyakit

Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 117 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg akibat kerja serta mempromosikan kepuasan kerja. Juga untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, memperbaiki kualitas kontak sosial dan mengorganisir kerja sebaik-baiknya, demi meningkatkan efisiensi sistem manusia-mesin dengan bijaksana dan pertimbangan rasional antara aspek teknis, ekonomi, anthropologi, seni dan budaya.

Berhubungan dengan peralatan dan lingkungan kerja, Manuaba (1992b) menyarankan untuk mengurangi dampak negatif dalam pekerjaan pertama kali adalah dengan menyesuaikan pekerjaan terhadap manusia. Bila karena alasan teknis atau ekonomis tidak mungkin dilakukan maka diarahkan agar manusia dapat menyesuaikan diri terhadap pekerjaannya melalui proses seleksi, latihan dan adaptasi. Untuk melaksanakan hal tersebut ada dua pendekatan yang digunakan yaitu, pertama dengan menerapkan ergonomi saat perencanaan dengan pendekatan konseptual, dan kedua dengan memperbaiki atau memodifikasi pekerjaan yang sudah ada dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ergonomi yang dikenal dengan pendekatan kuratif.

Adanya kemampuan manusia yang ditentukan oleh faktor profil, kapasitas, fisiologi, psikologi dan kapasitas biomekanik. Sedangkan tuntutan tugas dipengaruhi oleh karakteristik materi suatu pekerjaan, tugas yang harus dilakukan, organisasi dan lingkungan dimana pekerjaan tersebut dilakukan (Manuaba, 2003c). Dengan ilmu ergonomi sesungguhnya dapat ditekan dampak negatif dari pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena dengan ilmu ergonomi bisa dihindari atau ditekan

Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 118 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg dampak sekecil-kecilnya berbagai penyakit akibat kerja, kecelakaan kerja, pencemaran, keracunan, ketidak puasan kerja dan kesalahan unsur manusia (Manuaba, 1996 dan 2003).

Ergonomi dipergunakan oleh berbagai macam keahlian atau profesional pada bidangnya misalnya dalam perancangan atau desain atau aktivitas rancang bangun dan lingkungan kerja (working environment) atau rancang ulang (re-desain) sesuatu produk, meliputi perangkat keras seperti perkakas kerja (tools), bangku kerja (benches), platform, kursi, pegangan alat kerja (workholders), system pengendali (controls), alat peraga (displays), jendela, pintu, jalan dan lorong (acces ways), analisis, sintesis, evaluasi hasil kerja, produk-produk industri, manejerial, pemerintahan, dosen dan mahasiswa dalam proses belajar-mengajar.

Ergonomi dapat berperan sebagai desain kegiatan atau pekerjaan suatu organisasi, seperti pengaturan istirahat, shift kerja, variasi pekerjaan, desain perangkat lunak yang berkaitan dengan computer, informasi sesuai kemampuan pemrosesan informasi manusia dan lainnya. Juga meningkatkan faktor keselamatan dan kesehatan kerja, mengurangi rasa nyeri pada system kerangka otot manusia, meminimalkan kelelahan bekerja, kesalahan respon transfer informasi menyebabkan kecelakaan dan mengoptimalkan produktivitas serta efisiensi.

Pemanfaatan prinsip-prinsip ergonomi dalam mendesain suatu produk, agar membuat produk tersebut menjadi lebih sesuai dengan pemakai (user friendly),

Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 119 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg memuaskan, nyaman dan aman (Velasco, 2002). Untuk memudahkan dan mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul dari penggunaan suatu produk, penerapan ergonomi dalam desain hendaknya memperhitungkan ukuran produk yang standar atau yang sesuai dengan situasi dan kondisi dari pemakai, mempergunakan bahasa sederhana, bahasa perusahaan, bahasa teks dan bahasa atau simbol visual yang dimengerti publik atau bahasa masyarakat yang mudah.

Maksudnya adalah bahwa, apabila hendak merancang suatu produk hendaknya benar-benar mempertimbangkan kepentingan dan kesehatan pemakai produk tersebut (user oriented). Demikian pula yang maksudnya, bahwa dalam mendesain peralatan, lingkungan kerja dan produk hendaknya benar-benar mempertimbangkan kenyamanan dan kesehatan baik para pemilik, pekerja, operator atau pengguna produk atau berorientasi kepada manusia secara menyeluruh (man oriented).

Akhirnya melalui pendekatan SHIP, yaitu singkatan dari Systemic, Holistic, Interdiscipliner dan Participatory. Suatu pendekatan dalam penerapan ergonomi, yang dilakukan dengan cara:

a) Systemic: semua pekerjaan harus dilakukan dalam

satu kesatuan system yang utuh dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.

b) Holistic: kajian komprehenship berbagai aspek

Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 120 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg ekonomis, sosial-budaya, lingkungan, ergonomic dan psikologi.

c) Interdisipliner: kajian yang dilakukan secara terintegrasi antara semua aspek atau elemen dari berbagai disiplin ilmu.

d) Partisipatory : sejak awal perencanaan sudah melibatkan berbagai unsur terkait mulai dari pemilik, operator pengguna produk dan masyarakat setempat.

Pendekatan SHIP tersebut hendaknya selalu dapat dimanfaatkan dalam pemecahan suatu masalah atau merencanakan sesuatu produk sehingga tidak ada lagi masalah yang tertinggal atau muncul dikemudian hari, disamping itu penerapan dan pemilihan alih teknologi sehingga dirasakan tepat guna dengan persyaratan sebagai berikut (Manuaba, 2000a, 2003b, 2004a dan b) :

1) Secara teknik hasilnya lebih baik, 2) Secara ekonomi lebih menguntungkan, 3) Secara sosial budaya dapat diterima,

4) Kesehatan dapat dijamin dan dapat dipertanggung-jawabkan,

5) Hemat dalam pemakaian energy, 6) Tidak merusak lingkungan.

Pada prinsipnya ilmu ergonomi dilakukan untuk memberi perasaan aman, nyaman, efesien, produktif, ramah, akrab, dapat menguntungkan dari segi waktu dan finasial, baik saat pergi dan bekerja sampai kembali ke rumah. Tampaknya seakan tidak mungkin terpisahkan

Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 121 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg dari keberadaan ilmu ergonomi. Dengan kata lain, ilmu

ini untuk „memudahkan” atau “mengenakkan” bahkan untuk “memuliakan manusia” dalam menjalankan hidup

dan kehidupan, dengan segala macam bentuk benda disekeliling manusia dan menghiasi serta membantunya.