A. S.Hombay, menyatakan bahwa Kriya juga disebut seni terapan (applied art) yaitu seni terap yang
3) Humaniora, Profesi Kemanusiaa & Socio
4.3 Sejarah Ergonomi
Sebenarnya pemikiran ergonomi sudah ada sejak manusia lahir untuk mencapai hidup yg lebih efektif dan efisien. Ergonomi adalah naluri manusia yang ingin enak dan nyaman.
Pada tahun 1881, di Inggris, seorang dokter bernama CT. Thackrah yang meneruskan pekerjaan Ramazzini orang Italia tentang lingkungan kerja tidak nyaman yang dirasakan operator, dimana postur tubuh saat bekerja menjadi masalah kesehatan, yakni posisi dan dimensi meja-kursi yang tidak sesuai secara antropometri serta pencahayaan yang tidak ergonomis yang menyebabkan seorang penjahit menjadi bungkuk dan mengalami iritasi indra penglihatannya. Juga temperatur lingkungan kerja yang tinggi serta kurangnya ventilasi sehingga jam kerja menjadi panjang dengan gerakan berulang-ulang (repetitive work).
FW. Taylor, dari Amerika, adalah seorang insinyur, pada tahun 1898, menerapkan metoda ilmiah untuk menentukan cara terbaik melakukan pekerjaan yang merupakan konsep ergonomi dan manajemen modern. FB. Gilbreth juga dari Amerika, pada tahun 1911, seperti
Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 122 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg halnya Taylor mengamati dan menganalisa gerakan tetapi lebih detail untuk mengoptimasi metoda kerja dengan menunjukkan bagaimana postur membungkuk dapat diatasi dengan mendesain suatu sistem meja yang dapat diatur naik-turun (adjustable).
Sebuah lembaga di Inggris yaitu Badan Penelitian Untuk Kelelahan Industri (Industrial Fatigue Research
Board) yang didirikan tahun 1918, sebagai penyelesaian
masalah yang terjadi pada pabrik amunisi pada Perang Dunia Pertama. Badan ini menunjukkan output setiap hari meningkat dengan jam kerja per-harinya yang menurun. Juga mengamati waktu siklus optimum untuk sistem kerja berulang (repetitive work systems) dengan menyarankan adanya variasi dan rotasi pekerjaan.
Seorang warga negara Australia bernama E. Mayo, bersama teman-temannya dari Amerika pada tahun 1933, memulai beberapa studi di perusahaan listrik yakni Westrn
Electric Company, Hawthorne, Chicago, bertujuan untuk
mengkuantifikasi pengaruh dari variabel fisik seperti pencahayaan, dan lamanya waktu istirahat terhadap faktor efisiensi dari para operator kerja dan perakitan.
Pada saat Perang Dunia Kedua, di Inggris dan Amerika terjadi masalah operasional pada peralatan militer, yang berkembang secara cepat seperti pada pesawat terbang yang harus melibatkan sejumlah kelompok interdisiplin ilmu secara bersama-sama, mempercepat perkembangan ergonomi. Masalah penempatan dan identifikasi untuk pengendali pesawat terbang, efektifitas alat peraga (display), handel pembuka, ketidak nyamanan
Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 123 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg karena terlalu panas atau terlalu dingin, desain pakaian untuk suasana terlalu panas dan terlalu dingin, dan pengaruhnya pada kinerja operator.
Ketika para ahli berkumpul untuk memecahkan dan mencari solusi tentang persoalan-persoalan manusia bekerja yang menggunakan alat, menghasilkan produk, penggunaan norma atau aturan atau sistem, untuk bisa mencapai nilai-nilai akan kemanfaatan, keefisienan, keamanan dan kesehatan serta kenyamanan.
Istilah “ergonomi” mulai dicetuskan pada tahun
1949, akan tetapi aktivitas yang sudah ada puluhan tahun sebelumnya. Pembentukan Masyarakat Peneliti Ergonomi (the Ergonomics Research Society) di Inggris pada tahun 1949 itu melibatkan beberapa professional yang berkecimpung dalam bidang ini, yang menghasilkan jurnal ergonomi (majalah ilmiah) pertama pada Nopember 1957. Kerjasama itulah melahirkan ilmu “ergonomic” yang berasal dari kata Yunani “Ergon” (kerja) dan “Nomos”
(norma/aturan). Kerjasama tersebut terpelihara dan terbina tidak hanya untuk alat perang, tetapi juga untuk industri, alat-alat dan sarana pembangunan.
Hasil yang gilang-gemilang ergonomi yakni masalah pesawat ruang angkasa, sebagai contoh hasil dari kerjasama multidisiplin tersebut. Juga yang diterapkan pada alat transportasi seperti mobil, pesawat udara, kapal laut, kereta api, traktor, mesin-mesin, mebelair, alat-alat rumah tangga dan sebagainya. Karena tuntutan, ergonomi berkembang terus dari mikro
Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 124 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg
ergonomi menjadi makro ergonomi lalu total ergonomi.
Masuk Indonesia melalui Universitas atau Institut di bagian teknik dan kesehatan serta K3, Ada di Indonesia dan terlihat gaungnya sejak tahun 1969. Di Amerika disebut juga dengan Istilah Human Factor pada tahun 1957. Dipergunakan nama lain Bioteknologi dan Human
Engineering. Sekarang berkembang menjadi Human
Ergonomic and Human Society.
Ergonomi sebagai “ilmu” muncul pada Perang Dunia ke-I dan ke- II, lebih menonjol lagi karena ada bukti-bukti yg menuntut perlunya ilmu tersebut terutama Perang Dunia II, dimana tentara Sekutu mengalami kerugian yakni akibat langsung dari perang dan tidak diperhatikan secara serius tentang faktor manusia, khususnya kemampuan, kebolehan dan keterbatasannya. Inggris banyak kalah dikarenakan tentaranya strees, beban kerja yg berat, adanya kelelahan, dsbnya. Di Afrika dan Eropa Timur, tentara kedinginan, kelaparan dan terutama kehausan. Adanya penggunaan waktu kerja yg berlebihan, orang dipekerjakan 18 jam/hari --- ini hanya 3 bulan saja efektifnya --- setelah 3 bulan kemampuan menurun drastis karena fatigue (kelelahan). Semua ahli berkumpul dan bekerjasama, para teknisi, pengelola perang, dokter, biolog, psikolog, ahli anatomi, dsbnya, yang tentu mengetahui mengenai apa, siapa, bagaimana tentang manusia itu.
Organisasi Ergonomi seperti The International
Ergonomic Association (IEA), di U.S.A, dimulai pada
tahun 1957. Patut diketahui pula bahwa Komprensi Ergonomi Australia yang pertama terselenggara pada
Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 125 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg tahun 1964 yang mencetuskan terbentuknya The Ergonomics Society of Australia and New Zealand
(Masyarakat Ergonomi Australia dan New Zealand). Di Asia ada Asia Pasific Computer Human Interaction
(APCHI) berdiri pada tahun 1995 dan Ergonomic Society
of Singapore (EES).
Tahun 1970 berdiri Ikatan Ergonomi Indonesia (IEA) dan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) yang beranggotakan para ahli, praktisi, akademisi, teknisi, pengusaha dan orang-orang dari berbagai disiplin ilmu, yang mengadakan seminar berkala atau tahunan tentang ergonomi. Tahun 1984 berdiri Ikatan Ergonomi Asia Tenggara dan tahun 1985 kongres I di Bali. Tahun 1985 berdiri South East Asian Ergonomics Society (SEAES).
Ilmu ergonomi dipakai oleh Kantor Perburuhan Internasional (ILO) yang berpusat di Jenewa, untuk memberi petunjuk yang mudah dalam meningkatkan keselamatan dan kondisi kerja para pekerja (buruh).
Bekerjasama berbagai pihak dalam mengatasi suatu problem atau permasalahan yang dihadapi, diantaranya bisa saja antar profesi atau gabungan dalam teamwork, bisa dari unsur teknisi, manajer atau pengusaha, pengelola strategi perang dan persenjataan dalam militer, ekonom, hukum-sosial-budaya-kemasyarakatan, dokter, biolog, psikolog, ahli anatomi, agamawan, seniman, kriyawan, desainer, kriyawan dan sebagainya. Tentunya mereka-mereka itu yang mengetahui tentang manusia dengan segala aspeknya yaitu mengenai apa, siapa, mengapa, dimana, bagaimana manusia itu menghasilkan
Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 126 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg sesuatu kesepakatan atau nilai-nilai positif atau produk tertentu.
Kerjasama yang saling mendukung dan menemukan titik temu semua pihak, kemudian
melahirkan ilmu “ergonomik”. Kerjasama tersebut
terpelihara dan terbina tidak hanya untuk proses pembuatan produk, tetapi juga untuk instalasi industri dan inspeksi serta perawatan. Juga pada alat-alat, undang-undang atau peraturan, manajemen dan sarana pembangunan lainnya. Hasil gemilang manusia di ruang angkasa adalah sebagai contoh hasil dari kerjasama multi-disipliner tersebut. Juga pada alat transportasi seperti mobil, pesawat udara, kapal laut, kereta api, traktor, mesin-mesin, produk alat-alat rumah tangga dan sebagainya. Karena tuntutan zaman, ilmu ergonomi berkembang terus dari mikro ergonomi yaitu adalah suatu kajian ergonomi yang bertujuan untuk mengoptimalkan pekerja dengan menitik-beratkan pada detail desain kerja yang meliputi: tuntutan tugas (task, sub task), tempat kerja (antropometri, biomekanik dan data processing), alat kerja atau desain produk (motory interfaces, sensory interfaces dan informatory interfaces) yang bersifat obyektif, dan lingkungan kerja (bising, suhu, getaran, penerangan, radiasi); Kemudian menjadi makro ergonomi, tentang kajian system perusahaan dan sosio masyarakat dan penerapan ergonomi secara menyeluruh yang lalu berkembang menjadi total ergonomi.
Ergonomi masuk Indonesia melalui Universitas dan Intitut di bagian teknik, produk industri dan kesehatan, menjadi bidang studi khusus atau sebagai mata kuliah.
Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 127 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg Juga telah diserap oleh Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N) bagian dari Depertemen Tenaga Kerja RI dan organisasi LSM lainnya, sebagai ilmu multi-disipliner.
Pendekatan ergonomi yang memanfaatkan kemampuan, kebolehan dan keterbatasan manusia di dalam penetapan pilihan alam, cara dan lingkungan kerja, yang dilakukan sejak awal perencanaan yang dalam hal ini prinsip-prinsip ergonomik sudah menjadi bagian dari perencanaan menyeluruh disebut conseptual
ergonomics.
Sedangkan suatu pendekatan ergonomi yang memanfaatkan kemampuan, kebolehan dan keterbatasan manusia di dalam penetapan pilihan alam, cara dan lingkungan kerja, yang diperlukan untuk melakukan perbaikan terhadap system yang sudah ada dinamakan
curative ergonomics.
Pertimbangan alih teknologi diharapkan secara teknis lebih efisien, pekerjaan lebih mudah, memerlukan energi lebih kecil, produktivitas dapat ditingkatkan, sesuai dengan keahlian operator (pekerja) dan resiko kecelakaan menjadi kecil. Secara ekonomi lebih menguntungkan yakni tidak menimbulkan kesenjangan sosial, tidak menyebabkan timbulnya pengangguran, dapat meningkatkan efisiensi tanpa menambah biaya operasional dan memperpanjang rantai produksi, pemilihan terhadap penggunaan padat karya atau padat
Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 128 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg modal yang harus dilakukan dengan cara bijaksana. Secara ergonomik tidak menimbulkan kecelakaan atau penyakit, dapat mengurangi kerja fisik dan mental, menciptakan kondisi dan lingkungan kerja yang nyaman sehingga tidak membahayakan kesehatan pekerja dan meningkatkan kepuasan kerja, menciptakan kondisi yang seimbang antara unsur teknik, ekonomi, antropologi, kebudayaan dan system manusia-mesin sehingga efisiensi dapat ditingkatkan.
Pagar Pengaman Naik Tangga dan Pengaman Lubang Tangga
Alih teknologi, secara sosio-kultural juga bisa dipertanggungjawabkan, keharmonisan kultural harus dipertimbangkan agar alih teknologi berjalan maksimal, harus pula mempertimbangkan adat-istiadat, organisasi
Fasilitas Publik Berupa Toilet Umum di Tepi Jalan di Perancis disebut
“Sanisette”,
Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 129 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg kerja, kelompok kerja, agama, norma-norma yang berlaku setempat sehingga tidak terjadi benturan dengan budaya yang sudah ada, dan alih teknologi harus dilakukan secara total dan menyeluruh sehingga benar-benar dapat dikuasai dan dijalankan. Disamping itu hemat energi dan ramah lingkungan, dimana penggunaan energi juga harus diminimalisasi, menggunakan sumber energi yang bersih, dan penting untuk memelihara kelangsungan sumber daya alam dan SDM serta produksi sebagaimana kelangsungan dari kultur.
Dalam rangka kompetisi global, setiap produk yang dihasilkan benar-benar kompetitif atau mempunyai nilai tambah, seperti pencantuman bahwa produk tersebut bernilai ergonomis, yakni aman, nyaman, sehat karena tidak menjadi sumber penyakit dan bila dipergunakan tidak cepat menimbulkan kelelahan, lebih produktif dan efisien. Dari sisi manajemen, dikenal Total Quality
Management (TQM) dengan ergonomi mempunyai tujuan
yang sama, yakni berorientasi terpenuhinya keinginan dan kebutuhan, terutama para pelanggan atau pengguna. Secara Internasional semuanya diukur dengan standar mutu atau mengacu pada standar ISO 9000 atau ISO 14000 serta harus benar-benar ergonomi diterapkan untuk memberikan suatu kepercayaan dan kelayakan uji publik. Kini produk Indonesia juga secara nasional standar mutunya telah ditetapkan sebagai Standar Mutu Industri Indonesia (SII). Para desainer kini menyadari akan arti penting standarisasi dan fumigasi dalam proses manufakturing yang efisien dan rasional dalam produk
Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 130 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg terutama untuk ekspor, demikian juga industri kerajinan tangan (craft basd industry).
Beberapa usaha perbaikan ergonomi (correction Ergonomics) yang pernah dilakukukan oleh para ahli di mancanegara, yang pencatatan datanya baik, rapi dan teratur, terbukti bahwa penerapan ergonomi mampu memberikan keuntungan secara ekonomi, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan atau kepuasan kerja, sehingga sampai pada kesimpulan good ergonomic is
good economic (Hendrick, 2002).
Macam-macam Simbol
ASME yang Digunakan
Untuk Peta Proses
Peringatan dan Petunjuk Memang Diperlukan
Ergonomi Desain Pada Produk Kriya - 131 - Drs. Agus Mulyadi Utomo,M.Erg Bab 5