• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat kerjasama antara Indonesia dan China dalam bidang pemanfaatan energi batubara bagi Indonesia

Kerjasama yang terjadi antara Indonesia dan China merupakan bentuk kerjasama bilateral yaitu kerjasama yang dilakukan antara dua Negara yang biasanya kerjasama ini terjadi dalam bentuk hubungan diplomati, perdagangan, pendidikan dan kebudayaan. Adanya kerjasama ini dilakukan untuk saling melindungi dan melengkapi antara satu sama lain. Seperti halnya kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia dan China. Beberapa kerjasama telah terjadi antara kedua Negara ini, kerjasama pertama kali dimulai pada

28 abada ke-14 dan pernah berhenti pada tahun 1965 pada masa PKI, dan terjalin baik lagi sampai saat ini.

Kerjasama yang pada saat ini menjadi perhatian antara Indonesia dan China adalah pembangunan di dalam bidang infrastruktur. Hal ini menjadi penting karena pembangunan infrastruktur merupakan hal yang vital di dalam memajukan suatu Negara. Ketika infrastruktur tersedia, maka akan berpengaruh kepada sektor-sektor lain seperti halnya sektor ekonomi. Pembangunan infrastruktur dapat berupa pembangunan jembatan, jalan, pelabuhan, listrik, air dll. Fokus dalam penulisan ini adalah pada infrastruktur listrik melalui pemanfaatan salah satu sumberdaya yang melimpah di Indonesia yaitu Batubara.

Batubara merupakan sumberdaya dan cadangan yang melimpah menjadikan sektor batubara di Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan maupun ekspor. Sektor batubara merupakan sektor yang prospektif dan potensial untuk dikembangkan sebab didukung oleh potenis permintaan yang cenderung meningkat dari sektorindustri dan ketenagalistrikan, khususnya untuk pembangkit listrik dan sektor manufaktur.

Struktur biaya yang paling besar dalam tenaga listrik dalah bahan bakar. Adanya perkembangan harga minyak yang fluktuatif, menjadikan batubara senagai altrernatif bahan bakar yang lebih stabil untuk pembangkit tenaga listrik dibandingkan dengan BBM yang pada kebijakan pemerintahan yang baru ini dinaikkan harganya. Berdasarkan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (2011) dalam Konferensi Nasional Riset Manajemen (2012) menyebutkan bahwa peran industri batubara yang besar dalam program percepatan industri ketenagalistrikan di Indonesia menunjukkan bahwa komoditas batubara masih sangat dibutuhkan oleh pasar domestik yang meningkat 13,8% per tahun sejak tahun 1996-2010.

Analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah analisis SWOT. Analisis SWOT adalah analisis kondisi internal maupun eksternal. Analisis internal meliputi penilaian terhadap faktor kekuatan (Strength) dan kelemahan

29 (Weakness). Sementara, analisis eksternal mencakup fakor peluang (Opportunity) dan tantangan (Threath).

Analisis Internal

1. Faktor kekuatan (Strength)

Indonesia memiliki potensi batubara baik dalam bentuk sumberdaya maupun cadangan yang tingkat melimpah. Cadangan batubara indonesia relatif besar dibandingkan dengan tingkat eksploitasinya yang relatif rendah.

Harga batubara indonesia cukup kompetitif bila dibandingkan harga batubara Australia, terutama bagi konsumen batubara di wilayah asia, diakrenakan jarak angkut batubara yang relatif lebih dekat dari indonesai ke kawasan asia.

2. Kelemahan (Weakness)

Ketergantungan yang cukup besar terhadap China dan perlambatan ekonomi China dapat menyebabkan penurunan permintaan batubara dari Indonesia.

Perusahaan tambang batubara di Indonesia lebih banyak terikat pada kontrak jangka pendek (Spot Price) sehingga lebih rentan terhadap fluktuatif harga batubara.

Masih banyaknya masalah tumpang tindih regulasi dan kewenangan, terutama yang mengatur peruntukan lahan pertambangan dengan kawasan kehutanan

Analisis Eksternal 1. Peluang

Harga bahan bakar minyak dan gas diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan isu geopolitik di kawasan timur tengah. Hal tersebut dapat mendorong perbaikan harga batubara nasional

Meningkatkan peluang pasar domestik batubara 2. Ancaman

Turunnya pertumbuhan ekonomi seperti China dan India sebagai pengekspor batubara indonesia terbesar akibat dampak krisis Eropa.

30 3.5 Manfaat kerjasama antara Indonesia dan China dalam bidang

pemanfaatan energi batubara bagi China

Produksi batu bara saat ini berjumlah lebih dari 4030 Juta, suatu kenaikan sebesar 38% selama 20 tahun terakhir (World Coal Institute). Pertumbuhan produksi batu bara yang tercepat terjadi di Asia, sementara produksi batu bara di Eropa menunjukkan penurunan. Negara penghasil batu bara terbesar tidak hanya terbatas pada satu daerah, lima negara penghasil batu bara terbesar adalah Cina, AS, India, Australia dan Afrika Selatan. Sebagian besar dari produksi batu bara dunia digunakan di negara tempat batu bara tersebut di produksi, hanya sekitar 18% dari produksi antrasit yang ditujukan untuk pasar batu bara internasional.

Pasar batu bara yang terbesar adalah Asia, yang saat ini mengkonsumsi 54% dari konsumsi batu bara dunia – walaupun Cina akan memasok batu bara dalam proporsi yang besar. Banyak negara yang tidak memiliki sumber daya energi alami yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi mereka dan oleh karena itu mereka harus mengimpor energi untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contohnya Jepang, Cina Taipei dan Korea.

31 Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa China merupakan Negara pengekspor terbesar. Dari situ diketahui bahwa Negara pengeksport merupakan Negara penghasil batubara terbanyak. Selain itu disamping menjadi Negara pengekspor terbesar, China juga menduduki posisi tertinggi pada Negara pengimpor terbanyak pula.

Sumber : World Coal Institute

Jika dikaitkan kebijakan kerjasama antara Indonesia, dengan banyaknya batubara yang dieksport dan banyaknya pula batubara yang diimport. China merupakan salah satu Negara yang dijadikan tujuan utama Indonesia untuk melakukan ekspor batubara. Berdasarkan konferensi nasional riset manajemen (2012) pada tahun 2011, china mengimpor 64,69 juta ton batubara dari indonesia senilai USD 845,42 juta, naik 18,1% dibanding tahun sebelumnya sebesar 54,77 juta ton. Hal ini menunjukkan bahwa prospek batubara baik pasar domestic maupun pasar ekspor cukup baik. China masih menjadi katalisator bagi industry batubara dimana pergerakan pasar batubara China menentukan keseimbangan pasar global batubara, terutama dalam hal kesinambungan permintaan dan penawaran pasar batubara dunia.

32 Jika dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasilnya sebagai berikut Analisis SWOT adalah analisis kondisi internal maupun eksternal. Analisis internal meliputi penilaian terhadap faktor kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness). Sementara, analisis eksternal mencakup fakor peluang (Opportunity) dan tantangan (Threath).

Analisis Internal

1. Faktor kekuatan (Strength)

a) China memiliki potensi batubara baik dalam bentuk sumberdaya maupun cadangan yang tingkat melimpah.

b) Memiliki Sumberdaya Batubara yang melimpah

c) China menentukan keseimbangan pasar global batubara. 2. Kelemahan (Weakness)

China terlalu banyak mengimport Batubara Analisis eksternal

1. Peluang

Sebagai pemegang pasar global batubara, china dapat menentukan harga yang bisa menguntungkan negaranya.

2. Ancaman

Akan ada ketergantungan pada batubara import yang disebabkan terlalu banyaknya import yang dilakukan.

31

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan

Kerjasama antara Negara satu dengan Negara lainnya sangat diperlukan, karena pada dasarnya adanya kerjasama akan memberikan manfaat saling melengkapi dan membantu antara satu negara dan negara lainnya. Seperti kerjasama ekonomi, perdagangan, kebudayaan dan sosial. Kerjasama antara Indonesia dan China sudah dimulai sejak abad ke-14 dan sempat berhenti karena adanya kasus PKI, dan sampai saat ini sudah terjalin baik kembali. Adanya kerjasama Indonesia dan China memunculkan terbentuknya forum yaitu forum Indonesia-China dalam energy (Indonesia and China Energy Forum). Forum ini sudah menghasilkan beberapa penandatanganan kontrak proyek energy. Manfaat adanya kerjasama ini bagi Indonesia adalah adanya sumber daya alam batubara yang melimpah dapat dijadikan sebagai alternative pengganti bahan bakar listrik yaitu BBM yang pada saat ini mengalami kenaikan harga. Kelemahan dari adanya kerjasama ini adanya ketergantungan terhadap China yang cukup besar. Peluang yang ada yaitu akan mendorong perbaikan harga batubara nasional. Ancaman dari kerjasama ini adalah turunnya pertumbuhan ekonomi, karena pengekspor batubara merupakan negara yang memiliki batubara lumayan banyak. Sedangkan manfaat kerjasama ini bagi China adalah dapat terjadinya keseimbangan ekonomi karena antara ekspor dan impor batubara seimbang. Kelemahan dari kerjasama ini adalah China trlalu banyak mengimpor sehingga adanya ketergantungan. Peluang yang ada yaitu china menjadi pemegang pasar global batubara. Ancaman yang ada yaitu adanya ketergantungan pada batubara impor.

4.2 Saran

1. Bagi Indonesia

a. Indonesia diharapkan lebih bisa mandiri agar tidak terpengaruh dengan adanya krisis global terkait batubara.

b. Harga bahan bakar minyak dan gas diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan isu geopolitik di kawasan

32

timur tengah. Hal tersebut dapat mendorong perbaikan harga batubara nasional.

c. Untuk menghadapi AEC, diharapkan Indonesia bisa memaksimalkan penggunaan energi Batu bara sebagai daya dukung infrastruktur di Indonesia

d. Sumber daya batubara cukup melimpah, yaitu 61,3 miliar ton, dengan cadangan 6,7 miliar ton harus diolah secara efisien.

e. Menggalakkan kebijakan bauran energy, sehingga tidak hanya tergantung pada salah satu sumber energy saja.

2. Bagi China

a. Lebih menguatkan diri, agar tetap bisa mengendalikan pasar global batubara, sehingga negaranya bias untung.

b. Mengurangi Konsumsi batu bara, agar tidak adanya ketergantungan. c. Menggalakkan kebijakan bauran energy, sehingga tidak hanya

33 DAFTAR PUSTAKA

BUKU

J. Frankel.1980. Hubungan Internasional, Jakarta: ANS Sungguh Bersaudara.

R. Soeprapto. 1997. Hubungan Internasional, Sistem, Interaksi dan Perilaku, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Kusumaatmaja, Mochtar Agus, Etty R. 2003. Pengantar Hukum Internasional. Alumni : Bandung

Kusumaatmadja, Mochtar., Pengantar Hukum Internasional, Bina Cipta, Bandung, 1989.

Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat-Universitas Indonesia. 2007. Kajian Aspek Kemasyarakatan di dalam pengembangan infrastruktur Indonesia.

INTERNET

Aswar, Adib M. 2014. Jokowi Ingin Kerjasama Indonesia-China Lebih Konkret, Ini Keuntungannya. Online. Melalui http://www.solopos.com/2014/11/09/ktt-apec-2014-jokowi-ingin-kerja-sama-indonesia-china-lebih-konkret-ini-keuntungannya-550902. Diakses pada tanggal 15 November 2014.

Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat-Universitas Indonesia. 2007. Kajian Aspek Kemasyarakatan di dalam pengembangan infrastruktur Indonesia.

Mahadewi, Lufina dan Hilarius Bambang Winarko. 2012. Analisis Potensi Batubara Indonesia Dalam Menghadapi Persaingan Global. Konferensi Nasional Riset Manajemen VI. Online. Melalui http://www.usbi.ac.id/sites/default/files/Working%20Paper%20FOB% 20USBI-12-01Lufina%20Mahadewi,%20Hilarius%20Bambang%20 Winar ko.pdf. Diakses pada tanggal 20 November 2014.

Sungkawa, Dadang. . Letak Indonesia: Bahan Ajar Geografi Regional

Indonesia. Online. Melalui

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._

GEOGRAFI/195502101980021_DADANG_SUNGKAWA/Bahan_Aj ar_GRI/GRI_Gabungan_Cetak.pdf. Diakses pada tanggal 21 November 2014.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Online. Melalui

http://www.itjen.depkes.go.id/public/upload/unit/pusat/files/uud1945.p df. Diakses pada tanggal 20 November 2014.

Petrus, Abel. 2011. Kondisi Fisik Wilayah dan Penduduk Indonesia. Online. Melalui https://abelpetrus.files.wordpress.com/2011/08/kondisi-fisik-wilayah-dan-penduduk-indonesia.pdf. Diakses pada tanggal 20 November 2014.

34 Mohamad, Ardyan. 2012. Pembangunan Infrastruktur di Indonesia tidak Efisien. Online. Melalui http://www.merdeka.com/uang/pembangunan-infrastruktur-di-indonesia-tidak-efisien.html. Diakses pada tanggal 15 November 2014.

Nisaputra, Riskiana. 2013. 20 Tahun Lalu Infrastruktur China Seperti

Indonesia. Online. Melalui

http://economy.okezone.com/read/2013/05/16/320/808223/20-tahun-lalu-infrastruktur-china-seperti-indonesia. Diakses pada tanggal 15 November 2014.

Pusat Komunikasi Publik. 2013. Kerjasama Pembangunan Infrastruktur

China-Indonesia. Online. Melalui

http://www.pu.go.id/main/view_pdf/8150. Diakses melalui 16 November 2014.

Situs Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan antara Tiongkok dan Indonesia. Pembangunan Infrastruktur Indonesia [Online]. Diakses pada http://www.cic.mofcom.gov.cn/ciweb/cci/info/Article.jsp?a_no=19673 2&col_no=509. Diakses pada tanggal 14 November 2014

World Coal Institute. Sumber Daya Batu Bara Tinjauan Lengkap Mengenai Batu Bara [E-Book Online]. Diakses pada http://www.worldcoal.org/_assetrequest.php?doc=/bin/pdf/original_pd f_file/coal_resource_overview_coal_indonesian(03_06_2009).pdf tanggal 20 November 2014

Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Sejumlah Kontrak Kerjasama Bidang Energi Ditandatangani pada acara ICEF ke-3 [Online]. Diakses pada http://www.esdm.go.id/berita/55-siaran- pers/2170-pemerintah-indonesia-dan-china-tandatangani-kontrak-kerjasama-bidang-energi.html tanggal 20 november 2014

Badan Pusat Statistik. Analisis SWOT [Online]. Diakses Pada http://daps.bps.go.id/file_artikel/66/Analisis%20SWOT.pdf. Tanggal 20 November 2014

Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Batubara

Indonesia [Online]. Diakses Pada

http://www.tekmira.esdm.go.id/data/files/Batubara%20Indonesia.pdf tanggal 20 November 2014

Dokumen terkait