• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

D. Manfaat Penelitian

Berdasarakan tujuan penelitian yang ingin dicapai, maka diharapkan mempunyai manfaat baik secara langsung ataupun tidak langsung. Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Manfaat akademik, yaitu dapat memberikan subangsi pemikiran dan sebagai acuan serta referensi bagi peneliti-peneliti selanjutnya yang berhubungan dengan Analisis Pemasaran Dan Pendapatan Usaha Tani Rumput Laut Di Desa Bontojai Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.

2. Manfaat praktek, yaitu penelitian ini dapat menjadi acuan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dalam Analisis Pemasaran Dan Pendapatan Usaha Tani Rumput Laut Di Desa Bontojai Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori

1. Pengertian pemasaran

Pemasaran adalah suatu proses perencanaan serta pelaksanaan konsepsi, penetapan harga promosi dan juga distribusi ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi. Pemasaran dimaknai sebagai aktivitas yang di kaitkan pada arus mendistribusikan jasa maupun produk dari produsen ke konsumen akhir. (kerin et al., 2013}

Kotler dan Keller (2014) mendefinisikan pemasaran sebagai proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dengan tujuan memperoleh nilai dari pelanggan. Sementara itu (Hartono et al., 2012) mengatakan bahwa pemasaran adalah kegiatan yang menghubungkan kegiatan produksi dan konsumsi serta membantu menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi tersebut menjadi faktor penentu harga barang dan jasa. Pemasaran produk agribisnis diartikan sebagai analisis semua aktivitas bisnis yang terjadi dalam aliran komoditas pertanian atau produk agribisnis, setelah produk tersebut lepas dari petani produsen primer sampai tangan konsumen akhir (Asmarantaka 2014). Berdasarkan perspektif ekonomi, pemasaran diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari subsistem fungsi-fungsi pemasaran yaitu fungsi pertukaran, fisik, juga fasilitas. Fungsi tersebut merupakan kegiatan usaha dan kegiatan produksi, karena kegiatan tersebut dirancang untuk menciptakan

6

atau menambah nilai (value added). Nilai yang tercipta dapat berupa utilitas bentuk, utilitas tempat, utilitas waktu, dan utilitas kepemilikan.

Menurut prinsip syariah, kegiatan pemasaran harus dilandasi semangat beribadah kepada Tuhan Sang Maha Pencipta, berusaha semaksimal mungkin untuk kesejahteraan bersama, bukan untuk kepentingan golongan apalagi kepentingan sendiri.

Para ahli pemasaran telah menyusun berbagai definisi pemasaran Berdasarkan definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan rangkaian kegiatan yang pada akhirnya membentuk suatu sistem dengan rangkaian kegiatan yang terjadi secara terus menerus (berkesinambungan) dan tersinkronisasi dengan peredaran produk dan produksi. . Layanan: Dari tangan produsen hingga pengguna, untuk memberikan layanan yang memuaskan kepada konsumen akhir.

2. Etika Pemasaran Dalam Islam

Etika adalah prinsip atau standar yang mengatur perilaku suatu komunitas, kelompok, organisasi, dan individu. Memiliki kepribadian spiritual (takwa) Berprilaku baik dan simpatik (Shiddiq) Berprilaku adil dalam bisnis (Al-Adl) Bersikap melayani dan rendah hati (Khidmah) Menepati janji dan tidak curang Jujur dan terpercaya (Al- Amanah) Tidak suka berburuk sangka (Su‟uzh-zhann) Tidak suka menjelek-jelekkan (Ghibah) Tidak melakukan sogok (Riswah)

Sebagaimana yang di tegaskan dalam firman Allah surah Q.S Al-Baqarah ayat 267

َلَ َو ۖ ِض ْرَ ْلْٱ َنِّم مُكَل اَن ْجَر ْخَأ َٰٓاَّمِم َو ْمُتْبَسَك اَم ِت ََٰبِّيَط نِم ۟اوُقِفنَأ ۟ا َٰٓوُنَماَء َنيِذَّلٱ اَهُّيَأَََٰٰٓي َ يِبَخْلٱ ۟اوُمَّمَيَت

ُهْنِم ُتْسَل َو َنوُقِفنُت

ِهيِف ۟اوُضِم ْغُت نَأ َٰٓ َّلَِإ ِهيِذِخاَ ـِب م ََّللّٱ َّنَأ ۟ا َٰٓوُمَلْعٱ َو

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

3. Strategi Pemasaran Rumput Laut

Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu.

Rumput laut merupakan komoditas perikanan andalan di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui integrasi rencana revitalisasi dan rencana wilayah, dikembangkan dua jenis rumput laut utama, yaitu Gracilaria verrucosa dan Eucheuma cottoni.

Sulawesi Selatan memiliki potensi pengembangan rumput laut seluas 250.000 hektar di garis pantai 1973 km, namun Anonymous baru memanfaatkan sekitar 15-25% pada tahun 2015). Sejauh ini, Sulawesi Selatan merupakan provinsi penghasil rumput laut terbesar kedua di dunia setelah Chili. Potensi produksi Gracilaria sp 320.000 ton dan Eutchema cottoni 465.000 ton yang tersebar di beberapa wilayah pesisir Provinsi Sulawesi Selatan.

Salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang mempunyai potensi produksi rumput laut Gracilaria sp adalah kabupaten Bone. Kabupaten Bone merupakan salah satu kabupaten di pesisir timur Sulawesi Selatan yang memiliki luas wilayah 4.559 km2 dengan panjang garis pantai 138

km dan mempunyai 10 kecamatan pesisir, dengan areal pertambakan seluas 15,424,31 hektar (Anonim,2016). Pesisir pantai kabupaten Bone cocok untuk budidaya rumput laut Eucheuma cottoni dan areal

pertambakan cocok untuk budidaya rumput laut Gracilaria sp (Anonim,2016).

4. Definisi Pendapatan

Pendapatan adalah hasil penjualan barang dan jasa yang dibebankan kepada langganan/mereka yang merima. (Sofyan Safry Harahap, 2001 : 236). Dari definisi menurut literatur yang ada dapat disimpulkan bahwa pendapatan adalah hasil dari proses aktivitas suatu perusahaan yang menyebabkan penambahan asset yang didapat dari pengurangan modal dan biaya dengan nilai bersih dihitung sebagai pendapatan.

5. Prinsip dasar Pendapatan

Distribusi pendapatan, tidak akan lepas dari pembahasan mengenai konsep moral ekonomi yang dianut dan juga tidak lepas dari model instrument yang diterapkan individu maupun Negara, dalam menuntukan sumber-sumber maupun cara-cara pendistribusian pendapatannya. Konsep moral berkaitan dengan kebendaan (materi), kepemilikan dan kekayaan (property and wealth concept) harus dipahami dengan tujuan menjaga persamaan ataupun menghindari kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Idealisme prinsip-prinsip ekonomi yang ada harus disepakati dalam koridor pencapaian standar hidup secara umum dan pencegahan eksploitasi kelompok kaya terhadap kelompok miskin.

Salah satu alat ukur kesehjatraan sesesorang atau sekelompok masyarakat adalah pendapatan, dimana pendapatan dapat

menggambarkan perekonomian seseorang atau masyarakat tersebut (Lumintang, 2013). Pendapatan merupakan seluruh penerimaan rumah tangga melalui pembayaran atas penggunaan faktor-faktor produksi yang dimilikinya dan dari sumber lain (Sukirno 2008). Dan dapat juga berupa penghasilan yang diterima atas prestasi kerja yang dilakukan selama satu periode tertentu berupa nilai uang dari penjualan produk yang dikurangi biaya yang telah dikeluarkan (Sukirno, 2006).

Agar petani tidak meninggalkan sektor pertanian akibat pendapatan yang rendah, kegiatan pertanian perlu diarahkan pada basis suberdaya lokal berupa sumber daya lahan, iklim, suberdaya air dan sumberdaya petani yang berhubungan dengan keunggulan dan kesesuaian lahan terhadap suatu tanaman, hal ini sangat penting agar pendapatan petani dan pembangunan berkelanjutan daerah pedesaan dapat berjalan (Singh, 2010).

Suatu usaha tani dikatakan berhasil jika secara minimal dapat memenuhi syarat-syarat sebagai berikut (mubyarto, 1989):

1. Usahatani harus dapat menghasilkan pendapatan untuk membayar semua alat yang diperlukan.

2. Usahatani harus dapat menghasilkan pendapatan yang dapat dipergunakan, baik modal sendiri maupun modal yang dipinjam dari pihak lain.

3. Usahatani harus membayar upah tenaga petani dan keluarga secara layak.

4. Usahatani tersebut paling sedikit berada pada pihak semula.

5. Usahatani harus dapat membayar upah tenaga kerja petani sebagai sumber manajer yang mengambil keputusan mengenai apa saja yang akan dijalankan.

6. Kontribusi usaha tani dalam rumput laut

Rumput laut merupakan komoditi unggulan perikanan Sulawesi Selatan, berpotensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat namun belum dimanfaatkan secara optimal. Sulawesi Selatan, memiliki potensi pengembangan rumput laut pada areal 250 ribu hektar di sepanjang 1.973 km garis pantai, dan baru sekitar 15 - 25

% yang dimanfaatkan, Selama ini Sulawesi Selatan merupakan provinsi yang memiliki produksi rumput laut terbesar kedua di dunia setelah Negara Chili. Potensi produksi jenis Gracilaria sp sebesar 320.000 ton dan jenis Euchema cottoni 465.000 ton, yang tersebar di beberapa kabupaten pantai di Sulawesi Selatan (Anonim 2015).

Provinsi Sulawesi Selatan merupakan penyumbang rumput laut K. alvarezii terbesar di Indonesia dengan luas lahan potensial untuk budidaya rumput laut sekitar ha, dan output diharapkan mencapai berat kering ton per tahun (Dinas Perikanan dan Kelautan Sulawesi Selatan, 2003). Penelitian Crawford (2002) di Sulawesi Utara dan Filipina menunjukkan bahwa budidaya rumput laut telah menjadi mata pencaharian lain bagi masyarakat pesisir dan nelayan skala kecil.

Produk rumput laut di Sulawesi Selatan. Kawasan yang dimaksud adalah Kabupaten Pangkep, Maros, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai, dan Selayar. Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang potensial untuk

pengembangan rumput laut karena memiliki panjang pantai ± 95 km dengan luas km2. Berdasarkan laporan tahunan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jeneponto dari tahun , luas areal pemeliharaan dan produksi rumput laut mengalami peningkatan.

Kabupaten Jeneponto secara geografis merupakan daerah yang subur dan memiliki potensi yang besar bagi peningkatan pengembangan produk pertanian, karena hampir semua komoditas tanaman pangan dan hortikultura dapat tumbuh dan berkembang.

Dukungan kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta permintaan pasar yang tinggi menempatkan komoditas hortikultura sebagai produk dengan nilai ekonomi tinggi, sehinnga usaha hortikultura menjadi sumber pendapatan petani dan pelaku usaha lainnya dari skala mikro hingga makro disebagian besar wilayah kabupaten Bulukumba.

Di Desa Bontojai usaha budidaya rumput laut memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan karena sudah banyak petani yang menjadikan tanaman ini sebagai tanaman yang bersifat komersil, khususnya di Kab. Jeneponto budidaya rumput laut memang sudah tergolong bagus dan dari beberapa kecamatan yang membudidayakan tanaman ini hasilnya cukup baik. (Yunanda, 2018).

Kontribusi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sumbangan dari usaha tani rumput laut yang dilakukan di daerah penelitian yang berprofesi sebagai petani rumput laut. Usaha tani rumput laut di Desa Bontojai diusahakan oleh para petani untuk memperoleh pendapatan. Dimana usaha tani rumput laut dijadikan oleh para petani

sebagai sumber pendapatan utama di Desa itu sendiri (Meri Karmila, 2018).

7. Pengembangan usaha rumput laut

Pengembangan usaha adalah tugas dan proses menganalisis persiapan pekerjaan, yang melibatkan peluang pertumbuhan potensial, mendukung dan memantau pelaksanaan peluang pertumbuhan usaha;

pengembangan usaha adalah perdagangan yang diselenggarakan oleh sekelompok orang yang memproduksi dan menjual barang atau jasa yang memenuhi kebutuhan konsumen. (Mahmud Mach Foeds, 2019).

Pengembangan usaha adalah suatu organisasi yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, apabila kebutuhan masyarakat meningkat maka organisasi usaha juga akan meningkatkan perkembangannya sekaligus memenuhi kebutuhan tersebut, sekaligus menghasilkan keuntungan. (Brown dan Petrello, 2019).

Pengembangan usaha adalah kegiatan penyediaan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen yang memiliki badan usaha atau perseorangan yang tidak berbadan hukum atau badan usaha (seperti PKL yang tidak memiliki izin tempat usaha). (Stanford, 2019)

Pertanian dalam arti sempit dirumuskan sebagai suatu usaha pertanian yang dikelola oleh keluarga petani untuk memproduksi bahan makanan utama seperti beras, palawija, dan hortikultura yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

Suatu usahatani dikatakan berhasil jika secara minimal dapat memenuhi syarat-syarat sebagai berikut (Mubyarto, 1989):

1. Usahatani harus dapat menghasilkan pendapatan untuk membayar semua alat yang diperlukan.

2. Usahatani harus dapat menghasilkan pendapatan yang dapat dipergunakan, baik modal sendiri maupun modal yang dipinjam dari pihak lain.

3. Usahatani harus membayar upah tenaga petani dan keluarga secara layak.

4. Usahatani tersebut paling sedikit berada pada pihak semula.

5. Usahatani harus dapat membayar upah tenaga kerja petani sebagai sumber manajer yang mengambil keputusan mengenai apa saja yang akan dijalankan.

Membangun unit usaha tentunya membutuhkan modal yang tidak sedikit, oleh sebab itu perlu diperhitungkan investasi yang dikorbankan untuk memperoleh keuntungan. Investasi dapat pula diartikan penanaman modal dalam sutau kegiatan yang memiliki jangka waktu relatif panjang dalam berbagai bidang usaha yang mana dalam arti sempit berupa proyek tertentu baik bersifat fisik dan nofisik (Kasmir Jakfar, 2009).

Menurut Gittingger (1986), kegiatan investasi dapat merubah sumber finansial menjadi barang capital yang dapat menghasilkan keuntungan atau manfaat setelah beberpa periode tertentu.

Ketersediaan bibit rumput laut merupakan langkah awal dimulainya penanaman, Sebaiknya bibit di dapatkan tidak jauh dari lokasi penanaman. Hal tersebut akan dapat mengefisiensikan dari segi waktu dan biaya transportasi selain itu kondisi bibit rumput laut harus muda,

segar, bersih, serta bebas dari jenis rumput laut lainnya (Lechat et al.

2014).

Dengan demikian, pentingnya produksi rumput laut ini tidak hanya semata- mata untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri, tetapi juga berkaitan dengan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sebagai salah satu pilar ekonomi, rumput laut ini diharapkan mampu mampu mengurangi tingkat pengangguran dengan menyerap lebih banyak tenaga kerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Koharno, 2019)

B. Tinjauan Empiris

Tujuan empiris merupakan penulusuran penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan profit yang terkait dengan sub penelitian (Jam”an, 2018). Dalam penelitian ini, ada beberapa penelitian terdahulu yang menjadi acuan dalam penelitianini yaitu:

Anonim. (Anonim, 2015), Peneletian yang di lakukan berjudul, Analissi Strategi Pemasaran Rumput Laut Glacilaria SP Di Kabupaten Bone (studi Kasus Di Kecamatan Sibulue). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bauran pemasaran rumput laut Gracilaria sp, dan strategi pemasaran rumput laut Gracilaria sp di kabupaten Bone. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dari analisis bauran pemasaran rumput laut Gracilaria sp. di kabupaten Bone ternyata tidak menguntungkan pembudidaya,

keuntungan terbesar diperoleh para pedagang Gracilaria.

Zamroni, Yamao, Dkk (Zamroni, 2012). Judul penelitian ini adalah Pemasaran Rumput Laut dan Nilai Tambah di Kabupaten Takaral Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja

penjualan rumput laut di Kabupaten Takaral Provinsi Sulawesi Selatan, dan menganalisis nilai tambah dari pengolahan rumput laut menjadi serbuk karagenan semi murni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pemasaran rumput laut di Kabupaten Tacaral dianalisis berdasarkan laba, bagi hasil, dan rasio laba terhadap biaya, dan didapatkan bahwa saluran keempat lebih efisien dibandingkan saluran lainnya. Keuntungan dan keuntungan terendah farmer’s share tertinggi masing-masing sebesar 28.95% dan 71.05% dengan rasio keuntungan yang tersebar merata yaitu total sebesar 5.23 persen. Hasil nilai tambah dari pengolahan rumput laut menjadi tepung karagenan atau SRC (semi refined carragenaan) sebesar Rp 13 979.16 dengan rasio yang tergolong tinggi yaitu sebesar 44 persen.

Abror, Dkk (Abror, 2014). Penelitian ini berjudul Strategi Pemasaran Manisan Rumput Laut Pada Industri “CITRASAKU‟ Di Kelurahan Tinggede Kecamatan Marowali Kabupaten Sigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran manisan rumput laut yang tepat untuk diaplikasikan pada Industri “Citarasaku” Kelurahan Tinggede Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Hal penelitian ini memanfaatkan ketersediaan bahan baku untuk meningkatkan produksi, memanfaatkan kemasan produk yang menarik serta harga produk yang terjangkau gunamenangkap peluang melalui perkembangan media promosi yang cepat, terus menjaga kualitas produk guna menangkap adanya peluang dari pemerintah melalui bantuan-bantuan serta kegiatan- kegiatan yang diadakan pemerintah seperti pameran, pelatihan seminar dan lain-lain.

Ditjen Perikanan Budidaya, (Ditjen, 2014). Penelitian ini berjudul Starategi Pemasaran Rumput Laut Menuju Keberlanjutan Usaha Dan

Keuntungan (Studi Kasus Desa Langere Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara). Penelitian ini bertujuan untuk mrngkaji, Besaran penyusutan barang modal pedagang pengumpul dalam melakukan pemasaran rumput laut per siklus, Besaran keuntungan pedagang pengumpul setiap kali melakukan pemasran rumput laut, Dan strategi pemasarn pedagang pengumpul rumput laut yang berkelanjutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, keuntungan yang di peroleh pedagang pengumpul dalam melakukan pemasaran rumput laut Di Desa Langere Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara sebesar Rp.29.042.190/siklus.

Sisfahyuni, Dkk (sisfayuni, 2008). Penelitian ini berjudul Analisis Pemasaran Rumput Laut Di Desa Lalombi Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran rumput laut, besarnya margin paa masing-masing saluran pemasran, dan efisiensi pemasaran rumput laut pada masing-masing saluran pemasaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Saluran Pemasaran Rumput Laut Di Desa Lalombi Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala di bagi menjadi dua saluran yaitu:

Petani produsen pedagang pengumpul – konsumen akhir, dan petani produsen – konsumen akhir.

Howara, Setyorini, Dkk (Howara, 2014). Penelitian ini berjudul Kajian Sistem Pemasaran Komoditi Rumput Laut Pelaku Bisnis Di Kecamatan Menuai kepulauan Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pemasaran komoditi rumput laut dari produsen ke tangan konsumen, dan mengkaji besaran keuntungan pelaku bisnis rumput laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem

pemasaran rumput laut di mulai dari nelayan budidaya rumput laut kemudian di kepala bisnis yaitu perusahaan H. dan keuntungan untuk pelaku bisnis rumput laut yaitu di peroleh dari penerimaan dan dinkurangi dengan total biaya penerimaan.

Risna, Munarka, dan Surullah (Risna, 2018) Penelitian ini berjudul Pemberdayaan Kelompok Tani Melalaui Peningkatan Nilai Guna Rumput Laut Gracilaria sp. Di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. Tujuan dari penelitian ini untuk memberdayakan kelompok petani dalan meningkatkan nilai guna rumput laut Glacilaria sp. Dan target dan hasil yang di harapkan di kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan petani dalam penanganan pasca panen rumput laut sehingga di peroleh rumput laut kering berkualitas.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani rumput laut mampu menerapkan metode pengeringan menggunakan bamboo, pengetahuan dan keterampilan petanni rumput laut meningkat dalam mengolah rumput laut menjadi produk olahan yang berkualitas dan mampu membuat pupuk organic cair (POC) pada tanaman dengan memanfaatkan serta meminimalisir limbah rumput laut.

Firmansyah, Mahardhika, Dkk (Firmansyah, 2015) Penelitian ini berjudul Pengaruh Bauran Pemasaran (4Ps) Dalam Meningkatkan Kinerja Pemasaran Studi Kasus Pada: Industri Kecil Pengolohan Rumput Laut Di Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji konsep pemasaran tentang bauran pemasaran dalam meningkatkan kinerja pemasaran, studi kasus ini dilakukan pada industri kecil pengolahan rumput laut di provinsi Sulawesi selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bauran pemasaran memiliki pengaruh sedang terhadap kinerja pemasaran,

maknanya apabila bauran pemasaran baik tentu akan mendoron kinerja pemasaran yang tinggi.

Aslan dan Rahman (Aslan, 2011) Penelitian ini berjudul Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia Melalui Pelatihan Budi Daya rumput laut dan Berbagi Makanan Olahannya, Serta Pengelolaan Terumbu Karang Guna Peningkatan Potensi Daerah Menuju Kemandirian di Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan penelitiam ini untuk meningkatakan partisipasi masyarakat untuk melakukkan pembelajaran pengelolaan sumber daya pesisir dan laut, yaitu terumbu karang, rumput laut dan ikan. Hasil penelitian ini merupakan kegiatan restorasi terumbu karang kelompok sasaran sudah mulai menjaga ekosistem perairannya, tidak melaksanakan metode penangkapan yang tidak ramah lingkungan dan menjaga kelestarian terumbu karang.

Wijayanto Dkk (Wijayanto 2003) Penelitian ini berjudul Potensi Pengembangan Budidaya Rumput Laut Eucheuma Cottonii Di Kawasan Perairan Kelurahan serangan Kota Denpasar Berbasis Sistem Informasi Geografis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi budidaya rumput laut di kelurahan serangan kota Denpasar, dan untuk mengetahui daerah perkembangan budi daya rumput laut yang pontensi di kelurahan serangan kota Denpasar. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi budidaya rumput laut Eucheuma cottonii di kawasan kelurahan serangan laut serangan laut Eucheuma cottonii adalah seluas 87,34 ha.

C. Kerangka Konsep

Merupakan salah satu penanggalan pemasaran rumput laut secara konvensional yang terjadi di daerah ini. Pemasaran rumput laut dalam

persepektif islam merupakan pemasaran sumber daya alam sebagaimana yang terjadi saat ini, yaitu pemasaran sumber daya alam yang berdasarkan pada konsep pemasaran syariat islam. Kabupaten Jeneponto dalam pemasaran rumput laut memiliki tujuan untuk meningkatkan pendapatan para petani rumput laut di Kabupaten Jeneponto oleh karena itu dalam meningkatkan dan mencapai kesejahteraan usaha tani rumput laut maka harus dioptimalkan pemanfaatan sumber daya rumput laut di Kabupaten Jeneponto Dalam mempermudah penelitian ini maka peneliti menyajikan kerangka pikir.

Petani yang melakukan usaha tani rumput laut ini mengaku bahwa usahanya sangat menguntungkan karena tanaman rumput laut mudah di budidayakan, saat sekarang ini para petani tidak terlalu fokus pada penanaman keras ladang mereka karena pada saat ini para petani lebih fokus pada pembudidayaan rumput laut, di mana nilai harga jual rumput laut melonjak di pasaran sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat serta memotivasii masyarakat lain untuk lebih fokus dalam membudidayakan rumput laut dan menjadikan rumput laut sebagai pendapatan utama di kalangan para petani.

Sebagaimana yang di tegaskan dalam firman Allah surah Q.S An-Nisa ayat 29:

ْن َع ًة َرا َجِت َنو ُك َت ْن َأ َّلَِإ ِل ِطاَب ْلاِب ْم ُك َنْيَب ْم ُكَلا َو ْم َأ اوُل ُك ْأ َت َلَ او ُنَمآ َني ِذ َّلا اَهُّيَأ ا َي ا ًميِح َر ْم ُكِب َنا َك َ َّاللَّ َّنِإ ۚ ْم ُكَسُف ْنَأ اوُلُت ْقَت َلَ َو ۚ ْم ُك ْنِم ٍضا َر َت

Artinya “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah maha penyayang kepadamu”

Etika adalah prinsip atau standar yang mengatur perilaku suatu komunitas, kelompok, organisasi, dan individu. Memiliki kepribadian spiritual (takwa) Berprilaku baik dan simpatik (Shiddiq) Berprilaku adil dalam bisnis (Al-Adl) Bersikap melayani dan rendah hati (Khidmah) Menepati janji dan tidak curang Jujur dan terpercaya (Al- Amanah) Tidak suka berburuk sangka (Su‟uzh-zhann) Tidak suka menjelek-jelekkan (Ghibah) Tidak melakukan sogok (Riswah).

Sebagaimana yang di tegaskan dalam firman Allah surah Q.S Al-Baqarah ayat 267 sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau

Sebagaimana yang di tegaskan dalam firman Allah surah Q.S Al-Baqarah ayat 267 sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau

Dokumen terkait