BAB I PENDAHULUAN
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini sebagai pengembangan untuk menambah dan memperkaya khasanah keilmuwan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Secara praktis
a. Bagi Guru
Sebagai masukan dalam membangun pikiran dan khasanah ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan pembinaan akhlakul karimah terhadap Allah dan sesama manusia.
b. Bagi SMA NEGERI 20 Makasssar
Dapat digunakan sebagai masukan dan bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan terhadap Karakter siswa.
c. Bagi penulis
Dapat pemahaman dan serta pengetahuan terhadap karakter siswa dan menanamkan nilai-nilai keagamaan pada siswa di sekolah.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Pendidikan agama Islam atau dalam mata pelajaran SMA menjadi pendidikan Islam dan budi pekerti yang artinya adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan, dan bentuk sikap, kepribadian dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama Islam, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jenjang pendidikan8.
Pengertian PAI seperti yang dijelaskan oleh pemerintah melalui kurikulum 2013 diatas menekankan pada konsep penddikan yang mengarah pada pembentukan kepribadian atau karakter peserta didiknya.
Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertakwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran Islam dari sember utamanya kitab suci Al-Quran dan Al-Hadist, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman.9
Menurut pendapat Drs. Ahmad D. Marimba bahwa “Pendidikan Islam yaitu bimbingan jasmani, rohani, berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran
8 KEMENDIKBUD, Pengantar Umum SILABUS PAI Kurikulum 2013, ( Jakarta:2012)
9 Abdul Majid, Op.Cit., hal.11
7
Islam”10.Sehingga dapat dikatakan bahwa Pendidikan Agama Islam itu adalah pendidikan yang membentuk kepribadian individual sesuai dengan agama Islam dan menjadikan mereka makhluk yang memiliki derajat tinggi di mata manusia dan juga di mata Allah SWT.
Secara umum konsep pendidikan Islam mengacu kepada makna dan asal kata yang membentuknya, kata pendidikan itu sendiri dalam hubungannya dengan Islam. Dalam konteks ini, dijelaskan secara umum sejumlah istilah yang umum dikenal dan digunakan para pakar dalam dunia pendidikan Islam.
Ada tiga istilah yang umum digunakan dalam pendidikan Islam yakni, al-ta’lim, al-tarbiyah dan al-ta’dib.Namun demikian, ketiga istilah tersebut
mempunyai pengertian tersendiri dalam pendidikan.
Ahmad Tafsir dalam Hasniyanti Gani menjelaskan bahwa “ Pengertian al-tarbiyah mengandung arti memelihara, membesarkan dan mendidik yang didalamnya sudah termasuk makna mengajar.”11 Dalam hal ini al-tarbiyah juga sering dikaitkan dengan proses mendidik seseorang menuju kedewasaan melalui segala aspek yang ada pada diri manusia itu sendiri baik secara jasmani maupun rohani. Bahkan pengembangan seluruh potensi manusia menuju pada kebaikan yang diinginkannya ada pada konsep al-tarbiyah ini.
Adapun tokoh yang menggunakan tema ta’lim, adalah Abdul Fattah Jalal yang menjelaskan bahwa “ta’lim secara implisit juga menanamkan aspek efektif, karena pengertian ta’lim sangat ditekankan pada perilaku yang baik (akhlak al
10 M. Sudiyono, Ilmu Pendidikan Islam ( Jilid 1), Jakarta : Rineka Cipta 2009, h.7
11 Ibid, Hasniyanti Gani Ali, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Quantum Teaching, 2008),hal. 14
karimah)”.12Konsep ta’lim sebenarnya merupakan bagian kecil dari al-tarbiyah, namun di dalamnya lebih mengandung ilmu pengetahuan yang lebih khusus atau mengacu pada aspek-aspek tertentu.
Tokoh yang memakai istilah ta’dib yaitu Syed Naquid al-Attas yang memberikan rujukan mengenai konsep pendidikan dengan memakai istilah ta’dib yang bearti adab atau menanamkan adab pada diri manusia di dalam proses pendidikan.13
Dalam ta’dib sendiri sudah mencakup unsur-unsur pengetahuan, pengajaran (ta’lim), pengasuhan atau mendidik (tarbiyah) sehingga kata ta’dib sendiri sudah mendiskipsikan proses pendidikan Islam secara utuh, dan dengan proses tersebut diharapkan dapat melahirkan insane - insan yang memiliki kepribadian unggul.
Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam secara keseluruha terdapat pada lingkup Al-Quran dan Hadist, keimanan, akhlak, fiqih/ibadah, sejarah serta mencakup keselarasan dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah swt, diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya maupun lingkungannya.
Sedangkan dalam Kurikulum 2013 dijelaskan bahwa:
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menetapkan aqidah yang berisikan tentang ke-Maha-Esaan Tuhan sebagai sumber utama nilai-nilai kehidupan bagi manusia dan alam semesta.Sumber utama lainnya adalah akhlak yang merupakan manifestasi dari aqidah.Selain itu, akhlak juga merupakan
12 Samsul Nizar, pengantar Dasar-dasar Pemikiran Pendidikan Islam,(Jakarta: Gaya Media Pratama, 2001), hal 86
13 Syed Naquib al-Attas dalam Hasnuyanti Gani Ali, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta:
Quantum Teaching,2008), hal 16-17
landasan pengembangan nilai-nilai karakter bangsa Indonesia.Karakter bangsa Indonesia didasarkan kepada nilai-nilai ke-Tuhanan Yang Maha Esa, yang merupakan inti dari sila-sila lain yang ada dalam Pancasila. Sila ketuhanan Yang Maha Esa dapat mewujudkan nilai-nilai: kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan dan permusyawaratan, serta keadilan sosial bagi seluruh Indonesia.14
Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti adalah pendidikan yang ditujukan untuk dapat menserasikan, menselaraskan dan menyeimbangkan antara Iman, Islam, dan Ihsan yang dapat diwujdkan dalam beberapa hal seperti dibawah ini:
1) Hubungan Manusia dengan Tuhan
Membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur.15 Dengan adanya pembelajaran Pendidikan Agama Islam, mampu mengantarkan peserta didik untuk lebih dekat kepada Allah SWT sebagai sang pencipta semesta alam ini.
2) Hubungan Manusia dengan Diri Sendiri
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti juga menyangkut beberapa materi yang dapat memberikan pembelajaran kepada peserta didik agar mereka mampu menghargai dan menghormati diri sendiri yang berlandaskan pada nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, dan tidak lepas dari syariat-syariat Islam.
14 Kemendikbud, op.cit.,
15 Ibid, Kemendikbud
3) Hubungan Manusia dengan Sesama
Menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antar umat beragama juga dituangkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, agar mereka bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lain, dan juga untuk menghindari pertikaian ataupun peperagan yang sering terjadi di daerah-daerah di pelosok negeri ini.
4) Hubungan Manusia dengan Lingkungan Alam
Sebagai khalifah di muka bumi ini, manusia mempunyai tanggung jawab yang sangat besar untuk menjaga kelestarian lingkungan alam di sekitarnya.Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memberikan pengajaran kepada mereka agar mampu melakukan penyesuaian mental keIslaman terhadap lingkungan fisik dan sosial.
Adapun ayat Al-Qur’an yang menjadi landasan adanya pendidikan agama adalah Q.S. An-Nahl ayat 125, yang berbunyi:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.16
16 Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Semarang : CV. Taha Putra 1989), hal. 282
Dari ayat tersebut, dapat dipaparkan bahwa dalam syariat Islam dianjurkan untuk menuntut ilmu kejalan yang di ridhoi oleh Allah dengan cara yang baik guna memperoleh landasan kehidupan yang mulia baik itu di dunia maupun di akhirat. Bentuk dari menuntut ilmu yang dianjurkan dalam syariat tersebut diantaranya adalah mempelajari pendidikan Islam.
2. Dasar-dasar Dan Tujuan Pendidikan Agama Islam a. Dasar Pendidikan Islam
Dalam menetapkan sumber Pendidikan Islam dikemukakan tiga dasar utama dalam Pendidikan Islam adalah:
1. Al-Qur’an
Al-Qur’an sebagai kalam Allah telah diriwayatkan kepada Nabi Muhammad SAW bagi pedoman masing-masing merupakan petunjuk yang lengkap mencakup seluruh aspek kehidupan manusia yang Universal yang mana ruang lingkupnya mencakup ilmu pengetahuan luas dan nilai ibadah bagi yang membacanya, yang isinya tidak dapat dimengerti kecuali dengan dipelajari kandungan yang Mulia itu.
Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan oleh malaikat jibril kepada Rasulullah SAW dengan menggunakan lafadz arab dan makna yang benar.
Agar menjadi hujjah bagi Nabi Muhammad bahwa ia benar-benar Rasulullah SAW, menjadi undang-undang manusia sebagi petunjuk dan sarana untuk melakukan pendekatan diri dan ibadah kepada Allah bagi pembaca.
2. As sunnah (Hadist)
Hadist adalah segala bentuk perilaku, perkataan Nabi yang merupakan cara yang diteladani dalam dakwah Islam yang termasuk dalam tiga dimensi yaitu;
berisi ucapan. Pertanyaan dan persetujuan Nabi atas peristiwa yang terjadi. Semua contoh yang ditunjukkan Nabi merupakan arah yang dapat diteladani oleh manusia demi aspek kehidupan.
Posisi hadist sebagai sumber Pendidikan utama bagi pelaksanaanya Pendidikan Islam yang dijadikan referensi teoritis maupun praktis. Acuan tersebut dilihat dari dua bentuk yaitu;
a) Sebagai acuan syari’ah yang meliputi muatan-muatan pokok ajaran islam secara teoritis.
b) Sebagai acuan oprasional aplikatif yang meliputi cara Nabi memerankan perannya sebagai pendidik yang professional, adil dan menjujung tinggi nilai-nilai ajaran islam.
3. Ijtihad
Melakukan Ijtihad dalam pendidikan islam sangatlah perlu, karena media pendidikan merupakan srana utama dalam membangun pranata kehidupan sosial dalam arti majau mundurnya kebudayaan manusia berkembang secara dinamis sangat ditentukan dari dinamika system pendidikan yang dilaksanakan.
Dalam dunia pendidikan sumbangan ijtihad dalam keikut sertaanya menata system pendidikan yang ingin di capai, sedangkan untuk perumusan system pendidikan yang dialogis dan adaptik, baik karena pertimbangan perkembangan zaman maupun kebutuhan manusia dengan berbagai potensi diperlukan upaya
maksimal. Proses ijtihad harus merupakan kerja sama yang utuh di antara Mujtahid.17
Dasar pendidikan Islam dimulai dari pengetahuan dalam masyarakat atau lingkungan sehari-hari dengan itu akan timbul ilmu pengetahuan pada diri seseorang. Salah satu penopang keberhasilan Negara yaitu dengan adanya Pendidikan dalam hak ini pendidikan islam sangat berperan bagi kemajuan suatu Negara. Melihat sangat pentingnya sebuah pendidikan bahkan diriwayatkan suatu hadist Nabi, yang mebganjurkan kita untuk menuntut ilmu dengan ilmu pengetahua. Sebab dengan kita memiliki ilmu seseorang akan dapat mengetahui barang yang benar dan salah, dapat mengetahui perintah dan larangan Allah, sehingga dapat melakukan perintah-perintah Allah dengan baik, benar dan sempurna, menjadikan amal perbuatannya diterima oleh Allah dan diberikan pahala disurga.
b. Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan Pendidikan Islam ditinjau dari segi historis memiliki dinamika seirama dengan kepentingan dan perkembangan masyarakat dan pendidikan out dilaksanakan.Contoh sederhana bahwa tujuan Pendidikan Islam pada masa Rosulullah Saw berbeda jauh dengan tujuan Pendidikan Islam masa sekarang.Perkembangan inilah yang menyebabkan tujuan pendidikan Islam secara khusus mengalami dinamika seirama dengn perkembangan zaman namun tanpa melepaskan diri pada nilai-nilai Ilahiah dan tujuan umumnya yaitu sebagai ibadat.
17Syaiful Anwar, Relevansi Pendidikan K.H Hasyim & K.H Dahlam pada masa sekarang, UIN Jogja,2015, hal 10-11
Tujuan pendidikan dalam konsep Islam harus mengarah pada hakikat pendidikan yang meliputi beberapa aspeknya yaitu tujuan dan tugas hidup manusia, memperlihatkan sifat-sifat dasar manusia, tuntutan masyarakat, dan dimensi-dimensi ideal Islam.18Tujuan diatas menunjukkan bahwa pendidikan itu dilakukan semata-mata agar tujuan diciptakannya manusia maupun tujuan hidup mereka dapat tercapai dengan sempurna baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak.
Di dalam Al-Qur’an banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang maksud dan tujuan manusia diciptakan oleh Allah, antara lain :
a. Surah Al-Baqarah ayat 132
“Dan Ibrahim telah Mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku!
Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".19
b. Surah Adz-Dzariyat ayat 56
18Rois Mahd, Al-Islam (Penddikan Agama Islam), (Jakarta: Erlangga, 2010, hal. 145
19Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Op.Cit., hal.21
20Ibid, Depag RI, Al-Qur’an Terjemahannya, hal. 524
Dengan demikian dapatlah dipahami bahwa tujuan pendidikan Islam adalah sama dengan tujuan manusia diciptakan yakni untuk berbakti kepada Allah sebenar-benarnya bakti atau dengan kata lain untuk membentuk ,manusia bertaqwa yang berbudi luhur serta memahami, meyakini dan mengamalkan ajaran-ajaran Agama Islam.
Menurut Ahmad Dahlan dalam karyanya menyatakan bahwa suatu usaha tanpa tujuan tidak akan berarti apa-apa. Oleh karenanya, setiap usaha pasti ada tujuan dan begitu pula dalam pendidikan Islam sangat penting adanya tujuan pendidikan yang dilaksanakan. Ada empat fungsi tujuan dalam pendidikan Islam, yaitu:
1) Tujuan berfungsi mengakhiri usaha, dalam hal ini perlu sekali antisipasi ke depan dan efesiensi dalam tujuan agar tidak terjadi penyimpangan.
2) Tujuan berfungsi mengesahkan usaha, dalam hal ini tujuan dapat menjadi pedoman sebagai arah kegiatan.
3) Tujuan dapat merupakan titik pangkal untuk mencapai tujuan lainnya, baik merupakan kelanjutan tujuan sebelumnya maupun bagi tujuan baru.
4) Tujuan berfungsi memberikan nilai (sifat) pada usaha itu, dalam hal ini ada tujuan yang lebih luhur, mulia dari pada usaha lainnya (bisa juga tujuan dekat, jauh atau tujuan sementara dan tujuan akhir).
3. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
Islam adalah suatu agama yang berisi suatu jaran tentang tata cara hidup yang dituangkan Allah kepada umat manusia melalui para Rasulnya sejak dari Nabi Adam sampai kepada Nabi Muhammad saw. Kalau para Rasul sebelum
Nabi Muhammad Saw, pendidikan itu berwujud prinsif atau pokok-pokok ajaran yang disesuaikan menurut kedaan dan kebutuhan pada waktu itu, bahkan disesuaikan menurut lokasi atau golongan tertentu, maka pada Nabi Muhammad saw. Prinsip pokok ajaran itu disesuaikan dengan kebutuhan umat manusia secara keseluruhan, yang dapat berlaku pada segala masa dan tempat.Ini berarti bahwa ajaran Islam yang dibawa oleh Rasul merupakan ajaran yang melengkapi atau menyempurnakan ajaran yang dibawa oleh Nabi sebelumnya.21
Dengan demikian berarti ruang lingkup dan kajian pendidikan Islam sangat luas sekali karena didalamnya banyak segi atau pihak yang ikut terlibat baik langsung maupun tidak langsung. Adapun ruang lingkup pendidikan Islam adalah :
1. Perbuatan mendidik
Perbuatan mendidik ialah seluruh kegiatan, tindakan dan sikap pendidik sewaktu menghadapi peserta didiknya.Dalam perbuatan mendidik ini sering disebut dengan tahzib.Karena in sebagai pengajar, guru bertugas membina perkembangan pengetahuan, sikap dan keterampila muridnya.22 2. Peserta didik
Peserta didik adalah merupakan pihak yang paling penting dalam pendidikan.Hal ini disebabkan karena semua upaya yang dilakukan adalah demi untuk menggiring anak didik kerah yang lebih sempurna.Sebab itu maka disamping peserta didik mendapatkan pelajaran di dalam ruangan kelas seorang guru juga secara khusus menyediakan waktu khusus untuk
21 Zakiah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam (Cet. I; Jakarta: Bumi Aksara, 1995), hal. 59-60
22 Lihat ibid., hal. 256
memberikan bimbingan atau penyuluhan kepada peserta didik agar target yang hendak dicapai dapat terlaksana dengan baik.
3. Dasar dan Tujuan Pendidikan
Landasan yang menjadi fundamental serta sumber dari segala kegiatan pendidikan adalah untuk membentuk pribadi muslim seutuhnya dengan pribadi yang ideal menurut Islam yang meliputi aspek-aspek individual, sosial dan intelektual. Atau dengan kata lain untuk membentuk pribadi muslim yang mampu meraih kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat dengan menghambakan diri kepada Allah memperkuat iman dan melayani masyarakat Islam serta terwujudnya akhlaq yang mulia.
4. Pendidik
Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan Islam, berhasil atau tidaknya proses pendidikan adalah lebih banyak ditentukan oleh mereka.
Sikap dan teladan seorang guru dan pesertadidik merupakan unsur yang paling penting menunjang keberhasilan pendidikan.Karena sikap inilah yang paling pertama dilihat baik dipihak yang mengajar maupun diajar. Sebab itu dengan melalui akhlaq dan keteladanan para guru, maka keberhasilan pendidikan akan lebih cepat tercapai.
5. Materi Pendidikan Islam
Dalam pendidikan Islam tujuan dan materinya adalah merupakan dua hal yang tidak boleh dipisahkan dan Al-Qur’an harus selalu dijadikan rujukan
dalam membangun materi atau teori pendidikan, sebab itu maka materi yang disampaikan tidak hanya terfokus kepada ilmu agama, tetapi dijarkan juga ilmu alam yang dihubungkan dengan Islam, sehingga tidak ada lagi sekularisasi dalam pendidikan.
6. Metode Pendidikan
Peranan metode pendidikan berasal dari kenyataan yang menunjukkan bahwa materi kurikulum pendidikan Islam tidak mungkin akan dapat diajarkan secara keseluruhan, melainkan diberikan dengan cara khusus.
Penerapan metode bertahap, mulai dari metode yang paling sederhana menuju yang kompleks merupakan prosedur pendidikan yang diperintahkan Al-Qur’an.
Variasi metode yang digunakan dalam proses belajar adalah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Mengajar seorang murid untuk menulis sebuah kalimat secara cermat dan baik, haus merupakan tuntunan pengajaran manulis di papan tulis maupun di buku tulisnya atau melalui tugas untuk melihat keterampilan kepada peserta didik seperti metode cerita, ceramah, diskusi, metafora, simbolisme verbal, hukum dan ganjaran.23 7. Alat Pendidikan
Alat pendidikan adalah suatu benda yang dapat diindrai, khususnya penglihatan dan pendengaran (alat peraga pengajaran) baik yang terdapat didalam maupun diluar kelas, yang digunakan sebagai alat bantu penghubung
23 Abdurrahman Shaleh Abdullah, Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Alquran (Cet. II:
Jakarta Rineka Cipta, 1994), hal. 205
(medium komunikasi) dalam proses interaksi belajar mengajar untuk meningkatkan efektifitas hasil belajar siswa.24
8. Evaluasi pendidikan
Semua hasil belajar pada dasarnya harus dievaluasi, untuk melihat sejauh mana tingkat kecerdasan peserta didik dan kekurangannya. Dengan adanya evaluasi, seorang guru diharapkan mampu melihat perkembangan pendidikan siswanya, apakah pelajaran yang sudah diajarkan dimengerti atau tidak.
9. Lingkungan Pendidikan
Pada umumnya telah diketahui bahwa anak-anak semenjak dilahirkan sampai menjadi dewasa, menjadi orang yang dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab sediri dalam masyarakat, harus mengalami perkembangan.Baik atau buruknya hasil perkembangan anak itu terutama bergantung kepada pendidikan (pengaruh-pengaruh) yang diterima oleh anak itu dari berbagai lingkungan pendidikan yang dialaminya.
Lingkungan pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan peserta didik menurut M. Ngalin Purwanto ada tiga golongan besar, yaitu :
a. Lingkungan keluarga, yang disebut juga lingkungan pertama;
b. Lingkungan sekolah, yang disebut juga lingkungan kedua; dan c. Lingkungan masyarakat, yang disebut juga lingkungan ke tiga.25 4. Fungsi Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam
24 Zakiah Daradjat, op. cit., hal. 226
25 M. Ngalin Purwanto, Ilmu Pendidikan Teori dan Praktis, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007), hal.123
Dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat tentu memiliki beberapah fungsi yang sangat penting bagi kehidupan.
Menurut Muhaimin:
Fungsi pendidikan Islam yaitu dapat mengembangkan dan mengarahkan manusia agar mampu mengembangkan amanah dari Allah SWT, yakni menjalankan tugas-tugas hidupnya di muka bumi ini, baik sebagai hamba Allah SWT yang harus tunduk dan taat terhadap segala aturan maupun sebagai khalifah Allah dimuka bumi ini, yang menyangkut tugas kekhalifaan terhadap diri sendiri, rumah tangga, masyarakat, serta alam sekitarnya.26
Pendidikan Islam diberikan kepada manusia sejak dini, agar mereka mengetahui amanah serta tugas-tugas yang harus dilakukan sebagai hamba Allah SWT di muka bumi ini.Oleh karena itu fungsi pendidikan Islam maupun diberlakukannya pendidikan Islam itu sendiri diharapkan tidak menyimpang dari syariat-syariat yang telah ditentukan agar pendidikan itu sendiri dapat tersampaikan sesui dengan tujuan yang diinginkan.
Sedangkan manurut Soleha dan Rada fungsi pendidikan Islam itu meliputi tiga hal, yaitu sebagai berikut:
a. Menumbuhkembangkan peserta didik ketingkat yang normative yang lebih baik, dengan kata lain fungsi pendidikan Islam merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dasar pendidikan Islam tersebut.
b. Melestarikan ajaran Islam dalam berbagai aspek, dalam hal ini berarti ajaran Islam itu dijadikan tetap tidak berubah dibiarkan murni seperti keadaan semula, sekaligus dijaga, dipertahankan kelangsungan eksistensinya hingga waktu yang tak terbatas. Hal ini khususnya yang menyangkut tekstual Al-Quran dan Hadist adapun mengenai interpretasi dan pemahaman harus senantiasa dinamis disesuaikan sesuai dengan tuntutan zaman dan kondisi masyarakat.
c. Melestarikan kebudayaan dan peradaban Islam, dalam arti buah budi dan kemajuaan yang dicapai ummat Islam secara keseluruhanya, mencakup
26 Muhaimin, dkk, op.cit., hal. 24
pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum, adat serta prestasi yang mereka capai.27
Masa depan kehidupan ummat manusia yang terus berkembang tentu sangat bergantung pada lembaga pendidikan yang berperan sebagain penyalur ilmu pengetahuan. Mereka akan tetap mengandalkan lembaga-lembaga pendidikan formal dan non formal sebagai pusat perkembangan dan pengendalian dari pengaruh perkembangan zaman. Pendidikan Agama Islam yang memiliki fungsi sebagai pengendali dan pengontrol terhadap hal-hal negatif dari perkembangan zaman memiliki peran yang sangat akan keadaan tersebut.
Namun pada segi-segi penggambaran masa depan di atas sesungguhnya sangat ideal jika pendidikan Islam dapat menjadi kekuatan moral serta mampu memberi solusi pada manusia modern di bawah payung agama, ini sesuai dengan
Namun pada segi-segi penggambaran masa depan di atas sesungguhnya sangat ideal jika pendidikan Islam dapat menjadi kekuatan moral serta mampu memberi solusi pada manusia modern di bawah payung agama, ini sesuai dengan