BAB I PENDAHULUAN
D. MANFAAT PENELITIAN
Membuktikan teori bahwa metode pembelajaran TGT dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.
2. Manfaat Aplikatif a. Bagi Peserta Didik
Mahasiswa termotivasi sehingga senang belajar Biologi Reproduksi dan dapat memperoleh pengalaman belajar.
b. Bagi Pendidik
Menambah wawasan tentang strategi pembelajaran.
c. Bagi Institusi
Meningkatkan mutu pendidikan di institusi pendidikan.
d. Bagi Pengembangan Kurikulum
Merupakan upaya penyempurnaan kurikulum.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. TINJAUAN PUSTAKA 1. Minat
Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu (Sobur, 2009). Menurut Sujanto dalam Burhanuddin (2008), minat adalah suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang lahir dengan penuh kemauannya dan tergantung dari bakat dan lingkungan.
Berdasarkan definisi minat di atas dapat diambil pengertian bahwa individu yang memiliki minat terhadap belajar, maka akan memiliki kecenderungan dan kegairahan yang tinggi terhadap belajar sehingga terdorong untuk memberikan perhatian yang besar pada materi ajar yang diberikan. Hal ini didukung pula oleh hasil penelitian psikologi yang menunjukkan bahwa kurangnya minat belajar dapat mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu bidang tertentu (Slameto, 2009).
2. Belajar
Menurut Morgan belajar adalah perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman (Suprijono, 2009).
Suprijono juga mengungkapkan pengertian belajar menurut Harold
Spears bahwa belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengar dan mengikuti arah tertentu.
Dari pengertian belajar di atas penulis menyimpulkan bahwa belajar adalah suatu usaha merubah perilaku yang dilakukan melalui kegiatan mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengar dan kegiatan lainnya yang dilakukan secara berulang-ulang di dalam pengalaman belajar sehingga menjadi perilaku yang bersifat permanen dalam diri seseorang sesuai dengan bidang yang ditekuninya.
Sobur (2009) menguraikan beberapa faktor yang mempengaruhi belajar yaitu :
a. Faktor Endogen
Faktor endogen disebut juga faktor internal yakni semua faktor yang ada dalam diri individu, dibagi menjadi faktor fisik dan psikis.
Banyak faktor yang termasuk aspek psikis yang dapat mempengaruhi kuwantitas dan kualitas perolehan pembelajaran, faktor psikis yang paling sering disoroti adalah faktor intelegensia dan kemampuan, perhatian dan minat, bakat, motivasi, kematangan individu dan kepribadian (Sobur, 2009).
b. Faktor Eksogen
Faktor eksogen adalah faktor yang berasal dari luar diri anak. Sobur membagi faktor eksogen menjadi tiga yaitu faktor
keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan lain, di luar sekolah dan keluarga.
3. Minat Belajar
Berdasar pada uraian landasan teori minat dan belajar di atas maka yang dimaksud dengan minat belajar adalah keinginan atau kegairahan yang tinggi dalam diri seseorang untuk mempelajari sesuatu dalam usaha mencapai tujuan tertentu.
Menurut Hadis dalam Ayuningtyas (2010), minat belajar meliputi empat aspek yaitu perhatian, perasaan senang, kemauan dalam belajar dan aktivitas belajar.
a. Perhatian
Perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju kepada suatu objek. Pemusatan tenaga psikis adalah banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktifitas yang dilakukan (Suryabrata, 2008).
Suryabrata (2008) membagi perhatian dalam 2 macam yaitu :
1) Atas dasar intensitasnya a) Perhatian intensif b) Perhatian tidak intensif
Semakin banyak kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas atau pengalaman batin, berarti semakin intensif perhatiannya.
Aktivitas yang disertai dengan perhatian intensif akan lebih sukses, alangkah baiknya kalau tiap-tiap pelajaran dapat diterima oleh siswa dengan perhatian yang cukup intensif (Suryabrata, 2008).
2) Atas dasar timbulnya
a) Perhatian spontan atau perhatian yang tidak disengaja b) Perhatian sekehendak
Perhatian spontan atau perhatian yang tidak disengaja cenderung untuk berlangsung lebih lama dan lebih intensif daripada perhatian yang disengaja.
b. Perasaan Senang
Perasaan adalah gejala psikis yang bersifat subjektif yang umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenal dan dialami dalam kualitas senang atau tidak senang dalam berbagai taraf (Suryabrata, 2008).
Perasaan umumnya berhubungan dengan fungsi mengenal artinya perasaan dapat timbul mengamati, menganggap, mengkhayalkan, mengingat-ngingat atau memikirkan sesuatu.
Kendatipun demikian perasaan bukanlah hanya sekedar gejala
tambahan dari fungsi pengenalan saja, melainkan adalah fungsi tersendiri (Suryabrata, 2008).
Perasaan mendasari aktivitas-aktivitas manusia karena itu dalam memberikan pembelajaran diusahakan adanya perasaan senang. Perasaan senang dapat menumbuhkan rasa kegembiraan, dimana umumnya diketahui bahwa kegembiraan bersifat menggiatkan, kekecewaan bersifat melembekkan dan melemahkan. Oleh karena itu alangkah baiknya kalau pendidikan dan pengajaran yang kita berikan dapat diterima peserta didik dalam suasana gembira (Suryabrata, 2008).
c. Kemauan Belajar
Sardiman (2011) menjelaskan bahwa kemauan untuk belajar berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar.
Hal ini akan lebih baik bila dibandingkan dengan yang tidak mempunyai maksud sebelumnya. Kemauan untuk belajar berarti dalam diri anak didik itu memang ada dorongan untuk belajar, sehingga hasilnya tentu lebih baik.
Menurut Hadis dalam Ayuningtyas (2010), anak didik yang menunjukkan minat belajar yang tinggi juga akan menunjukkan kemauan belajar yang tinggi. Anak didik tidak mungkin memiliki minat belajar yang tinggi jika tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi pula.
d. Aktifitas Belajar
Sudjana dalam Ayuningtyas (2010) mengungkapkan bahwa aktivitas belajar adalah aktifitas yang bersifat fisik maupun mental.
Menurut Sardiman (2011) jenis-jenis aktivitas belajar meliputi membaca, memperhatikan gambar, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, menulis cerita, mencatat, melakukan percobaan, memecahkan soal, bersemangat dan bergairah dalam belajar.
Menurut Hadis anak didik yang tidak berminat terhadap suatu mata pelajaran cenderung untuk tidak aktif, kreatif dan produktif dalam melaksanakan aktivitas dan menyelesaikan tugas-tugas belajar. Pengajar harus kreatif dalam merencanakan pembelajaran, sehingga anak didik yang pada mulanya tidak ada hasrat untuk belajar menjadi lebih berminat karena ada kesesuaian antara kebutuhan anak didik dengan materi ajar (Ayuningtyas,2010).
Hadis dalam Ayuningtyas (2010) menguraikan beberapa faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa, yaitu :
1. Objek Belajar
2. Metode Pembelajaran
3. Pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh pengajar 4. Variasi mengajar
5. Media Pembelajaran
6. Fasilitas dan sumber belajar yang tersedia 7. Lingkungan belajar
Dalam kegiatan belajar-mengajar, pengajar dapat menggunakan metode, objek, pendekatan dan media pengajaran yang bervariasi dalam lingkungan dan fasilitas belajar yang menunjang, sehingga jalannya pengajaran tidak membosankan tetapi menarik perhatian anak didik.
Metode pembelajaran adalah cara-cara pelaksanaan daripada proses belajar-mengajar, atau soal bagaimana teknisnya sesuatu bahan pelajaran diberikan kepada peserta didik (Suryosubroto, 2009).
Metode pembelajaran kooperatif adalah metode dimana para siswa akan duduk bersama dalam kelompok yang beranggotakan empat orang atau lebih untuk menguasai materi yang disampaikan oleh guru (Slavin, 2005).
Semua metode pembelajaran kooperatif menyumbangkan ide bahwa siswa yang bekerjasama dalam belajar dan bertanggungjawab terhadap teman satu timnya mampu membuat diri mereka belajar sama baiknya (Slavin, 2005).
4. Metode Teams Games Tournament (TGT)
Metode TGT merupakan salah satu pembelajaran kooperatif dengan dibentuk kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari tiga
sampai lima siswa yang bersifat heterogen baik dalam prestasi akademik, jenis kelamin, ras maupun etnis (Indrawati, 2009).
Komponen-komponen dalam metode TGT adalah sebagai berikut (Slavin, 2005) :
a. Tim
Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras dan etnisitas.
Fungsi utama dari tim adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar, melakukan yang terbaik untuk tim dan tim pun harus melakukan yang terbaik untuk anggotanya.
b. Game
Game dalam TGT terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang kontennya relevan yang dirancang untuk menguji pengetahuan siswa yang diperolehnya dari presentasi di kelas dan pelaksanaan belajar tim.
c. Turnamen
Turnamen adalah sebuah struktur dimana game berlangsung.
Berlangsung pada akhir minggu atau akhir unit setelah pengajar memberikan presentasi di kelas dan tim telah melaksanakan kerja kelompok terhadap lembar kegiatan. Setelah turnamen pertama para siswa akan bertukar tempat tergantung pada kinerja mereka pada turnamen terakhir.
d. Rekognisi Tim
Tim akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu.
Dalam rekognisi tim diberikan tiga tingkatan penghargaan, yang didasarkan pada skor rata-rata tim :
Tabel 2.1. Kriteria Tim
Rata-rata Skor Tim Penghargaan
40 45 50
Tim Baik Tim Sangat Baik
Tim Super Sumber : Slavin (2005)
Jadual kegiatan TGT terdiri dari siklus reguler dari aktivitas pengajaran sebagai berikut :
a. Pengajaran, yaitu menyampaikan materi pelajaran oleh dosen mata kuliah.
b. Belajar Tim, yaitu para siswa mengerjakan lembar kegiatan dalam tim mereka untuk menguasai materi. Dilaksanakan 1-2 periode kelas.
c. Turnamen, yaitu para siswa memainkan game akademik dalam kemampuan yang homogen, dalam 1 meja turnamen 3 peserta.
Dilaksanakan dalam 1 periode kelas.
d. Rekognisi Tim, yaitu skor tim dihitung berdasarkan skor turnamen anggota tim. Dilaksanakan segera setelah turnamen selesai.
Penelitian mengenai metode pembelajaran kooperatif telah mengindikasikan bahwa penghargaan tim dan tanggungjawab individual sangat penting untuk meningkatkan prestasi kemampuan dasar (Slavin, 2005).
5. Biologi Reproduksi
Di dalam silabus Biologi Reproduksi merupakan mata kuliah yang memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk memahami struktur biologi reproduksi dengan penekanan pada integrasi ilmu dan praktek kebidanan. Mata kuliah ini memiliki beberapa topik bahasan yaitu : sistem reproduksi, struktur dan fungsi reproduksi, genetika, hormon, fertilisasi, plasentasi, embriogenesis dan fisiologi kehamilan.
Berdasar pada studi pendahuluan yang dilakukan dengan mengamati nilai dari hasil studi, ditemukan bahwa hasil belajar Biologi Reproduksi semester II D III Kebidanan dua tahun terakhir tidak mencapai nilai rata-rata yang optimal. Hasil dari angket minat yang diberikan oleh penulis pada mahasiswa semester II DIII Kebidanan memperoleh hasil bahwa mata kuliah dengan minat kurang terbanyak adalah pada mata kuliah Biologi Reproduksi. Maka dari itu penulis memilih mata kuliah Biologi Reproduksi.
commit to user
6. Pengaruh Metode TGT Terhadap Minat Belajar
Sesuai dengan paradigma pendidikan yang bersifat konstruktivistik salah satu usaha yang dilakukan pendidik untuk meningkatkan minat belajar siswa adalah dengan menggunakan metode pembelajaran inovatif, dimana siswa merupakan pusat pembelajaran.
Sardiman (2011), memandang bahwa anak didik sebagai organisme yang mempunyai potensi untuk berkembang. Tugas dan peran dosen dalam hal ini adalah bagaimana usaha mereka dalam menumbuhkan minat peserta didiknya pada setiap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Sebagaimana diketahui bahwa minat besar pengaruhnya terhadap belajar, pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya, ia segan untuk belajar, ia tidak memperoleh kepuasan dari pelajaran itu (Riyanto, 2010).
Salah satu metode pembelajaran yang akan digunakan penulis untuk meningkatkan minat belajar mahasiswa dalam penelitian ini adalah Metode TGT. Dimana diketahui tournament atau permainan dalam metode pembelajaran ini akan memberikan motivasi pada siswa sehingga dapat meningkatkan minat belajar (Slavin, 2005).
Dalam pelaksanaan TGT menggunakan turnamen akademik, dimana siswa berkompetisi sebagai wakil dari timnya melawan anggota tim yang lain yang mencapai hasil atau prestasi serupa pada
commit to user
dalam suasana gembira sehingga dapat menumbuhkan perasaan senang, membuat perhatian siswa lebih intensif sehingga kemauan dan aktifitas belajar akan meningkat.
B. KERANGKA KONSEP
Gambar 2.1. Bagan Kerangka Konsep Keterangan : 4. Pendekatan Pembelajaran 5. Sikap dan Perilaku
C. HIPOTESIS
Ada pengaruh penggunaan metode pembelajaran TGT terhadap minat belajar Biologi Reproduksi mahasiswa semester II DIII Kebidanan FK UNS.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. DESAIN PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan one group pretest and posttest.
Disebut quasi eksperiment karena desain penelitian ini digunakan untuk mencari perlakuan terhadap variabel dependen dan masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh (Sugiyono, 2008).
Pendekatan one group pretest and posttest adalah pendekatan dengan melakukan observasi sebanyak 2 kali pada satu kelompok sampel (Arikunto, 2006). Kelompok diberi pretest kemudian diberi perlakuan setelah itu dilakukan posttest pada kelompok yang sama, dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan (Sugiyono, 2008). Desain ini digambarkan dalam bagan berikut :
Gambar 3.1. Bagan Penelitian Perlakuan Pre-Test dan Post Test Keterangan:
O1 : Pretest O2 : Postest X : Perlakuan (Arikunto, 2006)
O1 X O2
B. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di DIII Kebidanan FK UNS Tingkat I Semester II dengan rentang waktu bulan Februari – bulan Agustus 2011.
C. POPULASI PENELITIAN 1. Populasi Target
Populasi target adalah populasi yang menjadi sasaran akhir yang parameternya akan diketahui melalui penelitian (Taufiqurrohman, 2008).
Populasi target dalam penellitian ini adalah mahasiswa Progam Studi Diploma III Kebidanan semester II yang mengambil mata kuliah Biologi Reproduksi.
2. Populasi Aktual
Populasi aktual adalah bagian dari populasi target tempat anggota sampel diambil.
Populasi aktual dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat I semester II DIII Kebidanan FK UNS tahun ajaran 2010/2011.
Pertimbangan pengambilan populasi tersebut karena kualitas input mahasiswa DIII Kebidanan FK UNS telah melalui proses seleksi yang ketat, sehingga kualitas peserta didik tergolong baik. Kondisi kualitas peserta didik yang baik bila ditemukan minat belajar yang kurang
menjadi alasan pendidik untuk kreatif memberikan stimulus dengan metode pembelajaran yang inovatif.
D. SAMPEL DAN TEKNIK SAMPLING
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel diambil dengan maksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian, artinya bahwa hasil penelitian yang berlaku pada sampel juga berlaku untuk populasi (Arikunto, 2006).
Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, dengan tujuan untuk memperoleh sampel yang representatif.
Menurut Taufiqurrahman (2004) jumlah sampel yang terbatas dengan jumlah variabel luar banyak yang tidak dapat dikendalikan merupakan alasan dilakukan random sampling dalam penelitian ini.
Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester II DIII Kebidanan FK UNS.
E. ESTIMASI BESAR SAMPEL
Besar sampel dalam penelitian dihitung dengan menggunakan rumus Ꚑ (Notoatmodjo, 2005). Pada derajat kesalahan 5 % (d) dan jumlah populasi 42 (N) diperoleh jumlah sampel sebesar 38.
Untuk memperoleh 38 orang responden dari 42 jumlah populasi dilakukan dengan undian, yaitu mengundi nama-nama subjek dalam
nomor subjek kemudian diundi untuk mengambil sampel sebanyak yang diperlukan (Azwar, 2010).
F. KRITERIA RESTRIKSI
Subjek dalam penelitian ini adalah subjek yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian dapat mewakili dalam sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel (Sugiyono, 2005). Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :
a. Terdaftar sebagai mahasiswa DIII Kebidanan FK UNS tahun ajaran 2010/2011.
b. Bersedia menjadi subjek penelitian dengan menandatangani informed consent.
c. Hadir saat melakukan penelitian.
2. Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi adalah kriteria dimana subjek penelitian tidak dapat mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat penelitian, menolak menjadi responden atau suatu keadaan yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penelitian (Sugiyono, 2005). Kriteria
commit to user
eksklusi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang tidak bersedia menjadi responden.
G. DEFINISI OPERASIONAL 1. Variabel Bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran TGT.
a. Definisi Operasional
Metode pembelajaran TGT merupakan perlakuan peneliti yang diberikan pada sampel. Perlakuan diberikan dengan cara membagi sampel dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari tiga sampai empat siswa yang bersifat heterogen dalam prestasi akademik, jenis kelamin, ras maupun etnis. Kelompok yang sudah terbentuk kemudian melakukan belajar tim dan bermain dalam turnamen dengan langkah-langkah sesuai pedoman langkah pembelajaran TGT.
b. Alat Ukur
Alat untuk melakukan metode TGT terdiri dari : lembar kegiatan tim, lembar jawaban tim, lembar pembagian meja turnamen, lembar skor permainan (Slavin, 2005).
2. Variabel Terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat belajar
a. Definisi Operasional
Minat Belajar Biologi Reproduksi adalah perasaan senang, perhatian mahasiswa, kemauan dalam belajar dan aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah Biologi Reproduksi.
b. Alat Ukur : Kuesioner minat belajar Biologi Reproduksi c. Skala Pengukuran: Interval
H. CARA KERJA 1. Intervensi
Intervensi dalam penelitian ini berbentuk metode pembelajaran TGT. Sebelum melaksanakan pembelajaran dengan metode TGT terlebih dahulu responden diberikan kuesioner minat belajar Biologi Reproduksi sebagai pretest. Pretest diberikan pada tanggal 16 Juni 2011 setelah mahasiswa menerima pembelajaran Biologi Reproduksi dengan metode pembelajaran konvensional selama satu semester.
Pretest diberikan bertujuan untuk mengetahui minat belajar Biologi
Reproduksi dengan metode pembelajaran konvensional yaitu ceramah.
Setelah pretest diberikan, peneliti melakukan pembelajaran Biologi Reproduksi menggunakan metode TGT dengan rangkuman materi Biologi Reproduksi selama satu semester. Kemudian setelah pelaksanaan pembelajaran dengan TGT, responden kembali diberikan
kuesioner minat belajar Biologi Reproduksi untuk memperoleh data posttest pada hari ke-22 setelah pretest (Machfoedz dkk, 2005).
2. Instrumen Penelitian
Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner.
Kuesioner adalah sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto,2006).
Instrumen yang digunakan adalah skala sikap model Likert, berisi pernyataan-pernyataan tentang minat belajar Biologi Reproduksi (Azwar, 2010). Instrumen terdiri dari sejumlah pernyataan yang diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan mulai dari sangat setuju sampai ke sangat tidak setuju (Arikunto, 2006). Terdapat pernyataan yang favourable yaitu pernyataan yang mendukung atau memihak objek sikap dan pernyataan yang unfavourable yaitu pernyataan yang tidak mendukung objek sikap (Azwar, 2010).
Tabel 3.1. Skala Likert Pernyataan Positif
(favourable)
Nilai Pernyataan Negatif (un favourable)
Nilai
Sangat Setuju (SS) 4 Sangat Setuju (SS) 1
Setuju (S) 3 Setuju (S) 2
Tidak Setuju (TS) 2 Tidak Setuju (TS) 3
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sangat Tidak Setuju (STS) 4 Sumber : Azwar (2010)
commit to user
Skor individu merupakan skor minat belajarnya terhadap mata kuliah Biologi Reproduksi, adalah jumlah skor dari keseluruhan pernyataan yang ada dalam skala (Azwar, 2010).
Kuesioner disusun dengan membuat kisi-kisi yang berpatokan pada empat aspek yang mempengaruhi minat belajar yaitu perhatian mahasiswa, perasaan senang, kemauan belajar, dan aktivitas belajar.
Adapun jumlah pernyataannya dijelaskan dalam tabel berikut : Tabel 3.2. Kisi-kisi Kuesioner
Jadi pernyataan kuesioner berjumlah 53 pernyataan, terdiri dari 31 pernyataan positif dan 22 pernyataan negatif.
3. Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur variabel yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2006).
Instrumen dalam penelitian ini menggunakan validitas internal, dimana butir-butir pernyataan dalam kuesioner mencerminkan faktor-faktor atau aspek-aspek yang mempengaruhi minat (Arikunto, 2006) disebut juga validitas construct.
Untuk uji validitas yang akan dilakukan, yaitu dengan cara memberikan kuesioner kepada responden di luar kelompok sampel, namun memiliki karakteristik yang diasumsikan sama dengan kelompok sampel, yaitu di AKBID Mitra Husada Karanganyar pada mahasiswa semester II kelas B. Setelah itu dilakukan uji korelasi antara skor tiap-tiap item pernyataan dengan skor total kuesioner tersebut (Notoatmodjo, 2010) dengan rumus Pearson Product Moment menggunakan bantuan SPSS 16.
Uji coba dilakukan pada 47 responden. Berdasarkan tabel r
kesalahan 5% taraf signifikansi yang diperlukan adalah 0,288.
Oleh sebab itu, nilai korelasi dari pernyataan dalam kuesioner yang memenuhi taraf signifikansi di atas 0,288, maka pernyataan tersebut valid.
Apabila terdapat pernyataan yang memenuhi taraf signifikansi di bawah 0,288 maka pernyataan tersebut tidak valid harus diganti dengan merevisinya lalu diujikan kembali atau dihilangkan (drop out). Pernyataan diganti atau direvisi apabila dalam instrumen tidak terdapat pernyataan yang mewakili salah satu aspek minat belajar yang ingin diukur. Pernyataan dapat dihilangkan bila dalam instrumen telah terdapat wakil dari masing-masing aspek minat yang ingin diukur.
Dari hasil uji validitas 53 pernyataan diperoleh 16 pernyataan valid yaitu pernyataan nomor 2, 5, 7, 8, 9, 10, 14, 19, 21, 29, 33, 37, 40, 48, 52, 53, dan pernyataan lainnya yang tidak valid tidak digunakan. Dari 16 butir pernyataan yang valid belum mencakup seluruh aspek minat belajar yang ingin diukur, oleh karena itu peneliti menyusun kembali 25 pernyataan dengan merevisi dari pernyataan sebelumnya yang belum valid. Kemudian dilakukan uji validitas kedua pada tanggal 15 Juni 2011. Hasil uji validitas memperoleh 22 pernyataan valid dan 3 pernyataan yang tidak valid yaitu nomor 2, 8, 21. Jadi jumlah total pernyataan valid dalam kuesioner ada 38 pernyataan. Untuk pernyataan yang tidak
valid dibuang (drop out) dan tidak digunakan dalam penelitian ini, karena sudah mewakili tiap indikator minat belajar yang akan diukur.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau tetap asas (ajeg) bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang sama (Notoatmodjo, 2010).
Untuk melakukan pengujian reliabilitas instrumen penelitian ini, dilakukan secara internal, yaitu dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen menggunakan metode koefisien Cronbach Alpha dengan bantuan program SPSS 16. Kuesioner atau angket dikatakan reliabel jika memiliki nilai alpha (ri) minimal 0,7 (Riwidikdo, 2008).
Hasil uji reliabilitas terhadap 38 pernyataan valid diperoleh nilai α > 0,7, maka kuesioner dapat dinyatakan reliabel.
Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
Dari uraian cara kerja di atas, secara ringkas dapat dilihat dalam skema berikut :
Gambar 3.2. Skema Cara Kerja
I. PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 1. Pengolahan Data
Dalam proses pengolahan data hasil penelitian ini, langkah-langkah yang ditempuh adalah:
a. Editing
Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh atau dikumpulkan (Hidayat, 2007).
Pengajuan Proposal Penelitian
Persetujuan Proposal
Uji Validitas Instrumen
Uji Reliabilitas Instrumen
Intervensi Metode TGT
Posttest Pretest
Analisis Data Paired t-test Kuliah Biologi
Reproduksi Semester II
b. Coding
Coding merupakan kegiatan pemberian kode numerik
(angka) terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori (Hidayat, 2007).
c. Scoring
Scoring dilakukan dengan memberikan nilai pada data
sesuai dengan skor yang telah ditentukan berdasarkan kuesioner yang tersusun kemudian memberikan total skor dari semua
sesuai dengan skor yang telah ditentukan berdasarkan kuesioner yang tersusun kemudian memberikan total skor dari semua