BAB I PENDAHULUAN
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Dengan mengadakan penelitian ini maka penulis memperoleh pengalaman baru, sehingga dapat memperluas keilmuan dan wawasan berpikir serta melatih dalam mengambil kesimpulan berdasarkan metode ilmiah.
5 2. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi ibu rumah tangga serta berfungsi sebagai bahan masukan untuk menambah karya-karya ilmiah yang dapat dijadikan sebagai literatur atau sumber acuan dalam penelitian yang relevan dengan penelitian ini.
3. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan berfungsi sebagai bahan masukkan bagi para wanita terkhusus ibu rumah tangga.
6 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Peran Ganda Ibu Rumah Tangga 1. Pengertian Peran Ganda
Wanita bekerja menghadapi situasi rumit yang menempatkan posisi mereka di antara kepentingan keluarga dan kebutuhan untuk bekerja. Muncul sebuah pandangan bahwa perempuan ideal adalah superwoman atau supermom yang sebaiknya memiliki kapasitas yang dapat mengisi bidang
domestik dengan sempurna dan bidang publik tanpa cacat.
Davis dan Newstrom (1996:23)
peran diwujudkan dalam perilaku. Peran adalah bagian yang dimainkan individu pada setiap keadaan dengan cara tingkah lakunya untuk menyelaraskan diri dengan keadaan.
Dalam perjuangan menuju keseimbangan kerja dan keluarga inilah maka bermunculan berbagai masalah yang harus dihadapi dan dicari jalan keluarnya jika ingin tetap menjalani kedua peran tersebut. Bekerja adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan penghasilan dalam bentuk uang atau barang, mengeluarkan energi dan mempunyai banyak kegiatan di luar rumah, kegiatan di mana memungkinkan mereka memperoleh penghasilan bagi keluarganya sebenarnya bukanlah gejalah yang baru dalam masyarakat kita.
7 Dalam pengertian ini termasuk istri sendiri atau bersama suami berusaha untuk memperoleh penghasilan, dengan demikian wanita yang bekerja dapat dianggap berperan ganda.
Greenhaus dan Parasuraman (1987: 56). Ada beberapa faktor penyebab peran ganda ibu rmah tangga, diantaranya :
1. Permintaan waktu akan satu peran yang tercampur dengan pengambilan bagian dalam peran yang lain.
2. Stress yang dimulai dalam satu peran yang terjatuh ke dalam peran lain dikurangi dari kualitas hidup dalam peran itu.
3. Kecemasan dan kelelahan yang disebabkan ketegangan dari satu peran dapat mempersulit untuk peran yang lainnya.
4. Perilaku yang efektif dan tepat dalam suatu peran tetapi tidak efektif dan tidak tepat saat dipindahkan ke peran yang lainnya.
2. Peran Ganda Ibu Rumah Tangga
Keluarga dapat dilihat dalam arti kata sempit, sebagai keluarga inti yang merupakan kelompok sosial terkecil dari masyarakat yang terbentuk berdasarkan pernikahan dan terdiri dari seorang suami (Ayah), istri (Ibu) dan anak-anak mereka.
Keluarga adalah kesatuan dari sejumlah orang yang saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam rangka menjalankan peranan sosial mereka sebagai suami, istri, dan anak-anak, saudara laki-laki dan saudara perempuan. Peran ini ditentukan oleh masyarakat, tetapi peranan dalam
8 setiap keluarga diperkuat oleh perasaan-perasaan. Perasaan-perasaan tersebut sebagai berkembangnya berdasarkan tradisi dan sebagian berdasarkan pengalaman dari masing-masing anggota keluarga.
Indikator-indikator peran ganda ibu rumah tangga diantaranya : a. Tekanan sebagai orang tua
Tekanan sebagai orang tua merupakan beban kerja sebagai orang tua di dalam keluarga. Beban yang ditanggung bisa berupa beban pekerjaan rumah tangga karena anak tidak dapat membantu dan kenakalan anak.
b. Tekanan perkawinan
Tekanan perkawinan merupakan beban sebagai istri di dalam keluarga.
Beban yang ditanggung bisa berupa pekerjaan rumah tangga karena suami tidak dapat atau tidak bisa membantu, tidak adanya dukungan suami yang mengambil keputusan tidak secara bersama-sama.
c. Kurangnya keterlibatan sebagai istri
Kurangnya keterlibatan sebagai istri mengukur tingkat seseorang dalam memihak secara psikologis pada perannya sebagai pasangan (istri).
Keterlibatan sebagai istri bisa berupa kesediaan sebagai istri untuk menemani suami dan sewaktu dibutuhkan suami.
d. Kurangnya keterlibatan sebagai orang tua
Kurangnya keterlibatan sebagai orang tua mengukur tingkat seseorang dalam memihak perannya sebagai orang tua. Keterlibatan sebagai orang tua untuk menemani anak dan sewaktu dibutuhkan anak.
9 e. Campur tangan pekerjaan
Campur tangan pekerjaan menilai derajat dimana pekerjaan seseorang mencampuri kehidupan keluarganya. Campur tangan pekerjaan bisa berupa persoalan-persoalan pekerjaan yang mengganggu hubungan di dalam keluarga yang tersita.
a) Peran sebagai Pegawai
Sebagian perempuan menyatakan bahwa persamaan hak sebagai alasan mengapa mereka bekerja. Dalam kerangka emansipasi perempuan, sebagian istri bekerja menganggap bahwa peranan mereka dalam pembangunan bangsa dan negara tidaklah optimal kalau hanya sebagai ibu rumah tangga.
Secara umum, alasan perempuan bekerja adalah untuk membantu ekonomi keluarga. Keadaan perekonomian yang semakin tidak menentu, harga-harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat, pendapatan keluarga yang cenderung tidak meningkat akan berakibat pada terganggunya stabilitas perekonomian keluarga.
Hal ini biasa terjadi pada saat seseorang berusaha memenuhi tuntutan peran dalam pekerjaan dan usaha tersebut dipengaruhi oleh kemampuan orang yang bersangkutan untuk memenuhi tuntutan peran dalam keluarga atau sebaliknya, dimana pemenuhan tuntutan peran dalam keluarga dipengaruhi oleh kemampuan orang tersebut dalam memenuhi tuntutan dengan tekanan yang berasal dari beban kerja yang berlebihan dan waktu
10 seperti pekerjaan yang harus diselesaikan terburu-buru dan deadline, sedangkan tuntutan keluarga berhubungan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menangani tugas-tugas rumah tangga. Tuntutan keluarga ditentukan oleh sebagian besar keluarga, komposisi keluarga dan jumlah anggota keluarga yang memiliki ketergantungan terhadap anggota yang lain.
Pekerjaan mengganggu keluarga, artinya sebagian waktu dan perhatian dicurahkan untuk melakukan pekerjaan sehingga kurang mempunyai waktu untuk keluarga. Sebaliknya keluarga mengganggu pekerjaan berarti sebagian besar waktu dan perhatiannya digunakan untuk menyelesaikan urusan keluarga sehingga menunggu pekerjaan. Tuntutan pekerjaan keluarga ini terjadi ketika kehidupan rumah seseorang berbenturan dengan tanggung jawabnya di tempat kerja, seperti masuk kerja tepat waktu, menyelesaikan tugas harian, atau kerja lembur.
Seseorang berusaha memenuhi tuntutan peran dalam pekerjaan dan usaha tersebut dipengaruhi oleh kemampuan orang yang bersangkutan untuk memenuhi tuntutan peran dalam keluarga atau sebaliknya, dimana pemenuhan tuntutan peran dalam keluarga dipengaruhi oleh kemampuan orang tersebut dalam memenuhi tuntutan dengan tekanan yang berasal dari beban kerja yang berlebihan dan waktu seperti pekerjaan yang harus diselesaikan terburu-buru, sedangkan tuntutan keluarga berhubungan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menangani tugas-tugas rumah tangga.
Tuntutan keluarga ditentukan oleh sebagian besar keluarga, komposisi
11 keluaraga dan jumlah anggota keluarga yang memiliki ketergantungan terhadap anggota yang lain.
Peran ganda yang terjadi pada karyawan, dimana di satu sisi ia harus melakukan pekerjaan di kantor dan di sisi lain harus memperhatikan keluarga secara utuh, sehingga sulit membedakan antara pekerjaan denagn keluarga.
Pekerjaan mengganggu keluarga, artinya sebagian besar waktu dan perhatian dicurahkan untuk melakukan pekerjaan sehingga kurang mempunyai waktu untuk keluarga. Sebaliknya keluarga mengganggu pekerjaan berarti sebagian besar waktu dan perhatiannya digunakan untuk menyelesaikan urusan keluarga sehingga menunggu pekerjaan. Tuntutan pekerjaan–keluarga ini terjadi ketika kehidupan rumah seseorang berbenturan dengan tanggung jawabnya di tempat kerja, seperti masuk kerja tepat waktu, menyelesaikan tugas harian, atau kerja lembur.
Kehidupan rumah tangga yang menghalangi seseorang untuk meluangkan waktu untuk pekerjaannya atau kegiatannya yang berkenaan dengan kariernya. Mengemukakan bahwa masalah pekerjaan dan keluarga terjadi karena karyawan berusaha untuk menyeimbangkan antara permintaan dan tekanan yang timbul, baik dari keluarga maupun yang berasal dari pekerjaannya.
Pekerjaan dan keluarga mempunyai dua komponen, yaitu urusan keluarga mencampuri pekerjaan, masalah pekerjaan dan keluarga dapat timbul dikarenakan urusan pekerjaan mencampuri urusan keluarga. Seperti
12 banyaknya waktu yang dicurahkan untuk menjalankan pekerjaan menghalangi seseorang untuk menjalankan kewajibannya di rumah atau urusan keluarga, mencampuri urusan pekerjaan (seperti merawat anak yang sakit akan menghalangi seseorang untuk datang ke tempat kerja).
Wanita cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dalam hal urusan keluarga sehingga wanita dilaporkan lebih banyak mengalami masalah pekerjaan–keluarga, sebaliknya pria cenderung untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk menangani urusan pekerjaan daripada wanita sehingga wanita dilaporkan lebih banyak mengalami masalah pekerjaan dan keluarga daripada pria. Tuntutan pekerjaan berhubungan dengan tekanan yang berasal dari beban kerja yang berlebihan dan waktu, seperti pekerjaan yang harus diselesaikan terburu-buru.
Indikator-indikator masalah pekerjaan–keluarga adalah “tekanan kerja”
diantaranya :
a. Banyaknya tuntutan tugas
b. Kurangnya kebersamaan keluarga c. Sibuk dengan pekerjaan
d. Konflik komitmen dan tanggung jawab terhadap keluarga
Beberapa kiat menangani peran ganda keluarga–pekerjaan dan pekerjaan–
keluarga adalah :
13 1. Kiat untuk individu
Hal ini ditunjukkan pada individu atau diri karyawan sendiri, yaitu dengan manajemen waktu. Manajemen waktu adalah strategi penting yang perlu diterapkan oleh para ibu pekerja untuk dapat mengoptimalkan perannya sebagai ibu rumah tangga, istri, dan sekaligus karyawati.
2. Kiat untuk perusahaan
YomanTriaryati (2003 : 98). Ada beberapa kiat untuk perusahaan dalam menghadapi masalah pekerjaan–keluarga dan keluarga–pekerjaan, yaitu :
a. Waktu kerja yang lebih fleksibel b. Jadwal kerja alternatif
c. Tempat penitipan anak d. Taman kanak-kanak e. Kebijakan izin keluarga f. Job sharing
Perusahaan perlu menyertakan karyawan dalam proses pelaksanaan kiat tersebut sehingga kebijakan yang diambil sesuai dengan yang dibutuhkan oleh karyawan yang bersangkutan. Perusahaan juga harus menunjukkan keseriusannya dalam menangani masalah konflik pekerjaan–
keluarga dan keluarga–pekerjaan yang dialami karyawan karena selain penting bagi karyawan, ketidak seriusan perusahaan dalam menangani masalah ini dapat berdampak buruk terhadap kinerja perusahaan dan akan
14 berujung pada kerugian yang akan ditanggung pihak perusahaan baik yang berbentuk materi maupun inmateri.
b) Peran sebagai Pedagang
Seorang ibu yang berprofesi sebagai pedagang tentunya memiliki suatu peran ganda. Peran ganda yang diemban wanita pedagang tersebut selain menjadi guru untuk anakanya dalam hal pembinaan, juga berperan dalam menopang kehidupan ekonomi keluarga. Untuk berperan seperti itu tentunya memerlukan suatu pertimbangan yang baik oleh seorang ibu, keseimbangan antara kegiatan pembinaannya sangat diperlukan untuk menghindari suatu hal yang menyebabkan ketimpangan terhadap suatu proses pendidikan dan komunikasi anak.
Kenyatannya menunjukkan bahwa wanita pedagang sebagai bagian dari komunitas sektor informal memegang peranan penting dalam perekonomian, baik dalam skala makro maupun mikro (rumah tangga).
Pendapatan mereka cukup signifikan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari pembiayaan pendidikan, kebutuhan sehari-hari, dan kesehatan.
Berdasarkan penjelasan diatas maka pembahasan studi perempuan dalam berbagai literatur memberi berbagai macam perspektif menyangkut fungsi, peran dan kedudukan perempuan baik didalam lingkungan keluarga maupun rumah tangga maupun di dalam lingkup sektor masyarakat.
15 c) Peran sebagai Petani
Sejak terbukanya kesempatan kerja bagi wanita di luar peran rumah tangga, wanita menyesuaikan perannya sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pencari nafkah. Persepsi tentang peran wanita terhadap kerja nafkah didalam keluarga terdiri dari berbagai macam. Tuntutan ekonomi yang berat menyebabkan wanita untuk bekerja lebih keras, bukan hanya sekedar pencari nafkah tambahan saja tetapi juga merupakan upaya mempertahankan kelangsungan hidup keluarga.
Dengan demikian perlu diketahui bagaiman ibu rumah tangga mengalokasikan waktu dan tenaga untuk berbagai kepentingan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rumah tangga. Pemanfaatan waktu dari ibu rumah tangga di pedesaan mencerminkan bagaimana ia dapat menyediakan waktunya untuk berbagai kegiatan sehari-hari, mulai dari kegiatan di pasar kerja, untuk kegiatan rumah tangga, untuk kegiatan sosial serta untuk waktu senggang. Perlakuan waktu sebagai sumber daya ekonomi dalam satu rumah tangga merupakan suatu kontribusi utama dari ekonomi rumah tangga.
3. Wanita Karir dalam Pandangan Islam
Wanita (istri) dan karir adalah sebuah dilema. Disatu sisi seorang wanita atau istri mempunyai kebebasan dan hak. Tapi disatu sisi, ia juga
16 dibatasi oleh keberadaan orang lain dan kewajiban yang melekat dalam dirinya. Terutama bagi wanita yang telah menikah atau hidup berumah tangga, sudah bersuami dan memiliki anak. Persoalan nafkah keluarga adalah mutlak tanggung jawab suami sebagai kepala rumah tangga. Akan menjadi sebuah persoalan baru ketika istri ikut bekerja apapun motivasi yang melandasinnya.
Pertanyaan yang muncul adalah apakah agama Islam membolehkan bagi seorang wanita (istri) yang telah menikah dan mempunyai anak untuk bekerja atau berkarir dengan beragam kesibukan diluar rumah?. Dalam hal ini akan muncul. Perbedaan sebagai jawabannya diantara para ulama’.
Pada dasarnya, agama Islam memberikan kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan. Islam juga tidak mengharamkan dan tidak akan mencegah wanita untuk sibuk pada pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian dan kemampuannya. Diberikan kesempatan bagi perempuan untuk berkarir dan mengembangkan diri sebagaimana diberikannya kebebasan bagi laki-laki. Dalam Islam, kaum perempuan diperkenankan untuk bekerja dan mengembangkan keahlian yang dimiliki. Sebab perempuan juga diberikan kemampuan dan keahlian. Allah SWT berfirman dalam QS AnNisa’ (4) ayat 32 yang berbunyi :
17 Terjemahnya:
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain.
(karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
Sekalipun perempuan diberikan kebebasan, agama Islam juga memberikan warning atau peringatan yang harus dipatuhi. Menyangkut masalah ini, Allah SWT berfirman dalam QS Al Ahzab (33) ayat 33 :
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.
Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
Maksud ayat diatas adalah perintah terhadap wanita untuk menetap dirumah. Sekalipun begitu, perintah ini tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang kaku. Kadang-kadang wanita juga sangat perlu untuk keluar rumah.
Jadi ayat tersebut bukan berarti melarang wanita untuk bekerja diluar rumah secara total. Karena pada dasarnya agama islam tidak melarang wanita untuk bekerja dan berkarir.
18 Islam meletakkan syarat tertentu bagi perempuan yang ingin bekerja di luar rumah, yaitu:
a. Karena kondisi keluarga yang mendesak b. Keluar bersama mahramnya.
c. Tidak berdesak desak dengan lakilaki dan bercampur dengan mereka d. Pekerjaan tersebut sesuai dengan tugasseorang perempuan.
Namun yang menjadi permasalahan adalah sejauh mana perempuan boleh bekerja atau berkarir dengan berbagai kesibukan diluar rumah?. Dalam hal ini, pendapat ulama’ pecah menjadi dua. Pertama, para ulama’
berpendapat bahwa wanita tidak boleh bekerja diluar rumah kecuali dalam kondisi yang sangat darurat. Maksudnya jika tidak ada alasan kuat yang mengharuskan wanita keluar rumah, maka wanita tidak diperbolehkan meninggalkan rumah. Kedua, wanita boleh bekerja diluar rumah jika ada kebutuhan (hajat) yang menghendakinya. Jadi tidak harus dalam kondisi darurat saja wanita boleh bekerja.
B. Pendidikan Agama Anak
1. Pengertian Pendidikan Agama
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
19 Sedangkan definisi pendidikan agama Islam disebutkan dalam Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan MI adalah :
Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Quran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman.
Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar memahami ajaran Islam, terampil melakukan atau mempraktekkan ajaran Islam, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Urgensi pendidikan Agama Islam dapat dilihat dari pengertian pendidikan agama Islam itu sendiri.
Di dalam UUSPN No. 2/1989 pasal 39 ayat (2) ditegaskan bahwa :
Isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat, antara lain Pendidikan Agama. Dan dalam penjelasanya dinyatakan bahwa pendidikan agama merupakan usaha untuk memperkuat iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianut oleh peserta didik yang bersangkutan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama daalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan Nasional.
20 Pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menajdi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan menjadi ahli ilmu agama.
Berdasarkan pengertian umum ilmu Pendidikan Islam menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Pendidikan Agama Islam adalah :
suatu usaha bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan dapat memahami apa yang terkandung di dalam Islam secara keseluruhan, menghayati makna dan maksud serta tujuannya dan pada akhirnya dapat mengamalkannya serta menjadikan ajaran-ajaran agama Islam yang telah dianutnya itu sebagai pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan dunia dan akhirat kelak.
Kemudian dalam edaran Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI, sebagaimana dikutip oleh Alisuf Sabri (1999) mengartikan bahwa :
“Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalakan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan dengan memperhatikan tuntutan adalah menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional”.
21 2. Pengertian Anak
Anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan yang dipandang sebagai peletak dasar permulaan psikologi anak, anak tidaklah sama dengan orang dewasa, anak mempunyai kecenderungan untuk menyimpang dari hukum dan ketertiban yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengertian terhadap realita kehidupan, anak-anak lebih mudah belajar dengan contoh-contoh yang diterimanya dari aturan-aturan yang bersifat memaksa. Anak diartikan sebagai orang yang mempunyai pikiran, perasaan, sikap dan minat, berbeda dengan orang dewasa dengan segala keterbatasan.
Anak disebut juga makhluk sosial seperti halnya dengan orang dewasa karena anak membutuhkan orang lain untuk dapat membantu mengembangkan kemampuannya, karena anak lahir dengan segala kelemahan sehingga tanpa orang lain anak tidak mungkin dapat mencapai taraf kemanusiaan yang normal.
Anak merupakan mahluk yang membutuhkan pemeliharaan, kasih sayang dan tempat bagi perkembangannya. Selain itu anak merupakan bagian dari keluarga, dan keluarga memberi kesempatan bagi anak untuk belajar tingkah laku yang penting untuk perkembangan yang cukup baik dalam kehidupan bersama. Pengertian anak juga mencakup masa anak itu exist (ada). Hal ini untuk menghindari salah paham mengenai pengertian
22 anak dalam hubugannya dengan orang tua dan pengertian anak itu sendiri setelah menjadi orang tua.
23 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan ( field research ) dengan pendekatan kualitatif dan dianalisis dengan metode analisi deskriptif kualitatif. Usman dan Purnomo, ( 2008 : 78 ) mengemukakan bahwa metode kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif penelitian sendiri. Sementara Usman dan Purnomo (2008:4) mengemukakan bahwa penelitian deskriptif bermaksud membuat pemeriaan ( penyadaran ) secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu.
Jadi maksud dari jenis penelitian ini adalah mencari fakta-fakta yang ada dilapangan selanjutnya menggambarkan atau melukiskannya, dalam hal ini adalah Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak di Desa Kassi’ Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa.
B. Lokasi dan Obyek Penelitian
24 Penelitian ini mengambil salah satu desa di Kabupaten Gowa yang mempunyai pengaruh peran ganda ibu rumah tangga yaitu di Desa Kassi’
Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, dengan alasan bahwa Desa kassi : 1. Lokasi mudah dijangkau
2. Dominan masyarakat di Desa Kassi’ Kec. Parangloe Kab. Gowa yang mempuyai Peran Ganda Ibu Rumah Ganda.
Adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Kassi’ Kec. Parangloe Kab. Gowa.
C. Variabel Penelitian
Menurut Suharsimi Arikunto (1998: 99) variabel adalah objek penelitian, atau yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi (2003:224), variabel adalah yang menjadi sasaran penyelidikan dan dapat juga disebut gejala.
Berdasarkan kajian teori di atas, maka dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pandangan Pendidikan Islam (x), dan pemahaman masyarakat tentang pamali sebagai variabel terikat (y).
D. Defenisi Operasional Variabel
25 Untuk memudahkan dalam memahami maksud yang terkandung dan menghindari penafsiran yang keliru, maka akan dikemukakan pengertian dari setiap variabel yang ada dalam judul.
1. Peran Ganda diwujudkan dalam perilaku. Peran adalah bagian yang dimainkan individu pada setiap keadaan dengan cara tingkah lakunya
1. Peran Ganda diwujudkan dalam perilaku. Peran adalah bagian yang dimainkan individu pada setiap keadaan dengan cara tingkah lakunya