• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN GANDA IBU RUMAH TANGGA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANAK DI DESA KASSI KECAMATAN PARANGLOE KABUPATEN GOWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERAN GANDA IBU RUMAH TANGGA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANAK DI DESA KASSI KECAMATAN PARANGLOE KABUPATEN GOWA"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

i

PERAN GANDA IBU RUMAH TANGGA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANAK DI DESA KASSI’

KECAMATAN PARANGLOE KABUPATEN GOWA

PROPOSAL PENELITIAN

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd. I) pada Jurusan Pendidikan Agama Islam

Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar

EDY HASYIM 29 19 00105

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 1434 H / 2013 M

(2)

ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Judul Skripsi : Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak Di Desa Kassi’

Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa

Nama : EDI HASYIM

Nim : 29 19 00105

Jurusan : Pendidikan Agama Islam Fakultas : Agama Islam

Setelah dengan seksama memeriksa dan meneliti, maka Skripsi ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diajukan dan dipertahankan dihadapan Tim penguji ujian Skripsi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makasar.

Makassar, Oktober 2013

Disetujui:

Pembimbing I Pembimbing II

Abd. Aziz Muslimin S. Ag M.Pd.i Drs. Marjani Alwi M.Pd.i

Nip. 197307031999031004 Nip. 196912181997032002

(3)

iii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Dengan penuh kesadaran, penulis/peneliti yang bertanda tangan dibawah ini, menyatakan bahwa skripsi ini benar adalah hasil karya penulis/peneliti sendiri. Jika kemudian hari terbukti bahwa ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat, dibuat atau dibantu secara langsung oleh orang lain baik keseluruhan atau sebagian, maka skripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.

Makassar, Oktober 2013 Peneliti

Edi Hasyim

(4)

iv PRAKATA

ِمْي ِح َّرلا ِنمْحَّرلا ِللهْا ِمْسِب نْي ِمَل اَعلْا ِّب َر ِ ِلِل ُدْمَحْلَا

Penulis mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan kesempatan, kemampuan, dan berkat sehingga peneliti dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan Allah SWT kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw, yang telah mengantar ummatnya menuju jalan kebenaran dan semoga kita diberi kekuatan untuk melanjutkan perjuangan beliau.

Banyak tantangan dan hambatan yang penulis hadapi selama penyusunan tulisan ini. Berkat dukungan dan bimbingan, serta pertolongan berbagai pihak akhirnya penulis dapa menyelesaikannya.

Melalui kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati, tulus dan ikhlas, penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1. Ayahanda Dahlan.M dan ibunda Jumariah yang telah melahirkan, mengasuh dan membesarkan penulis dengan penuh kesabaran dan pengorbanan, mengerahkan segala usaha, doa dan cucuran keringatnya dengan harapan demi kesuksesan studi saya.

(5)

v

2. Bapak Dr. H. Irwan Akib, M.Pd Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar dan para pembantu Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Drs. Mawardi Pewangi M.Pd Dekan Fakultas Agama Islam beserta seluruh Pembantu Dekan.

4. Ibu Mustahidang Usman, M.Si dan Ibu Amirah Mawardi, S.Ag M.Si selaku Ketua dan sekretaris jurusan Pandidikan Agama Islam.

5. Bapak Drs. H. Abd. Samad T dan Bapak Markas Iskandar S.Ag M.Pd.I yang telah membimbing penulis dengan mencurahkan segala waktu, dan pikirannya dalam penyusunan skripsi ini.

6. Para dosen serta pegawai dalam lingkup Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan bantuan, bimbingan dan ilmu pengetahuan selama penulis menempuh pendidikan.

7. Bapak Hamid Akhmad Suratmi, S.Pd kepala sekolah SMP Negeri 1 Parigi yang telah memberikan izin penulis untuk mengadakan penelitian di SMP Negeri 1 Parigi.

8. Bapak Hamid BA guru pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Parigi yang telah banyak memberikan keterangan kepada penulis.

9. Seluruh guru dan staf karyawan SMP Negeri 1 Parigi yang yang telah berkenang meluangkan waktunya dan mempermudah penulis dalam melakukan penelitian.

(6)

vi

10. Seluruh siswa dan siswi SMP Negeri 1 Parigi yang telah ikut membantu penulis dalam penelitian.

11. Teman-teman penulis di Fakultas Agama Islam angkatan ’09 yang setia menemani dan membantu penulis dalam proses perkuliahan dan senantiasa memberikan semangat sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini.

Serta masih banyak lagi yang tidak disebut satu persatu, akhirnya kepada Allah swt penulis serahkan segalanya, semoga segala bantuan dan kerjasamanya mendapat pahala di sisi Allah, Amin.

Makassar, Oktober 2013 Peneliti

Edi Hasyim

(7)

vii ABSTRAK

Edy Hasyim “Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak di Desa Kassi’ Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa”

(dibimbing oleh Abd. Aziz Muslimin dan Marjani Alwi).

Penelitian ini bertujuan untuk mangetahui peran ganda ibu rumah tangga terhadap pendidikan agama Islam anak. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan ( field research ) dengan pendekatan kualitatif dan dianalisis dengan metode analisi deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tekhnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tekhnik presentase:

%

Sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin global dan semakin maju saat ini, manusia sebagai makhluk sosial dituntut untuk selalu berusaha dan menciptakan karya-karya baru dalam kehidupannya. Dan demi kelangsungan hidup yang lebih maju saat ini, bukan hanya kaum laki-laki yang mampu mencari nafkah keluarga sebagaimana mestinya. Tetapi kaum wanita juga mampu mencari nafkah guna membantu perekonomian keluarga, demi kelangsungan hidup, dan pemenuhan kebutuhan hidup keluarganya.

Akan tetapi dengan bekerjanya seorang wanita (ibu) di luar rumah tidak akan mampu membantu aktifitas ibu itu sendiri dalam memberikan pendidikan agama Islam bagi anak dalam keluarga.

Berdasarkan hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mempermudah ibu mengajarkan pendidikan Agama Islam pada anak, ada beberapa metode pelaksanaan pendidikan agama Islam pada anak yang bisa diterapkan oleh seorang ibu dalam keluarga, yaitu: 1. Metode pembiasaan, 2.

Metode keteladan, 3. Metode pengawasan, 4. Metode Pemberian hadiah, 5.

Metode hukuman. Adapun faktor yang menjadi kendala dalam Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak di Desa Kassi’

Kec. Parangloe Kab. Gowa adalah a. Orangtua, b. Lingkungan, c. Media eloktronik.

(8)

viii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii

HALAMAN PRAKATA ... iv

HALAMAN ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... ix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Manfaat Penelitian ... 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Peran Ganda Ibu Rumah Tangga ...

1. Pengertian peran ganda ...

2. Peran ganda Ibu rumah tangga ...

3. Wanita Karir dan pandangan Islam ...

B. Pendidikan Agama Anak ...

1. Pengertian Pendidikan Anak ...

2. Anak Dalam Pandangan ...

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian ...

B. Lokasi dan Objek Penelitian ...

C. Variabel Penelitian ...

D. Defenisi Operasional Variabel ...

E. Populasi dan Sampel ...

F. Instrumen Penelitian ...

G. Teknik Pengumpulan Data ...

H. Teknik Analisis Data ...

(9)

ix BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ...

1. Keadaan Geografis ...

2. Keadaan Penduduk ...

3. Kondisi Sosial Penelitian ...

B. Paparan Hasil Penelitian ...

1. Peran Ganda Ibu Rumah Tangga di Desa Kassi’ Kec. Parangloe Kab. Gowa ...

2. Metode Pendidikan Agama Islam Yang diajarkan Kepada Anak Di Desa Kassi’ Kec. Parangloe Kabupaten Gowa Kab. Gowa ....

3. Faktor yang menjadi kendala dalam Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak di Desa Kassi’

Kec. Parangloe Kab. Gowa ...

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ...

B. Saran ...

DAFTAR PUSTAKA ...

LAMPIRAN ...

(10)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Islam adalah agama yang sempurna. Islam adalah agama pelengkap atau agama yang melengkapi aturan atau syariat dari agama sebelumnya.

Agama Islam banyak mengatur tentang aturan-aturan (syariat) dalam kehidupan yang belum pernah ada atau belum pernah diatur oleh agama sebelum Islam. Seperti dalam hal pernikahan, Islam mengaturnya bertujuan agar kehidupan sosial masyarakat menjadi tenteram.

Sebelum datangnya agama Islam beserta syari’atnya yang dibawa Nabi Muhammad Saw, di zaman jahiliyah berlaku pernikahan yang unik yang sangat merendahkan martabat dan derajat seorang perempuan. Misalnya seorang laki-laki mengirim istrinya untuk digauli laki-laki lain agar mendapatkan keturunan yang berkualitas, tukar menukar istri, dan lain sebagainya. Namun setelah masa Rasulullah Saw, atas firman dari Allah SWT, maka Islam mengatur pernikahan dengan cara-cara yang baik atau

”memanusiakan” perempuan dan hilang pula kebiasaan atau adat jahiliyah tersebut.

Ketika agama Islam datang, sedikit demi sedikit kebiasaan yang ada pada zaman dahulu atau pada zaman jahiliyyah segera hilang. Kondisi

(11)

2 masyarakatnya menjadi beradab kembali setelah aturan-aturan agama Islam diterapkan. Perempuan dilindungi, dihormati derajat dan martabatnya, hak dan kewajibannya dijamin oleh agama Islam sehingga tidak ada lagi yang merampasnya. Demikian pula dalam hal kedudukannya di dalam rumah tangga, diberikan porsi yang sama dengan suami sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Hal ini semua tidak pernah dilakukan oleh Agama atau Syari’at sebelum Islam. Allah SWT melihat kedudukan hambanya hanya melalui ketaatan ibadah atau ketaqwaan kepadaNya.

Segala contoh persoalan yang amat membedakan antara zaman jahiliyyah dengan masa pasca Islam adalah pembagian hak dan kewajiban.

Sebalum syariat Islam ada, peran seorang lak-ilaki atau suami sangat dominan terhadap perempuan atau istri, lebih-lebih soal urusan rumah tangga. Salah satu yang merupakan hak dan kewajiban manusia, baik perempuan atau laki-laki adalah perkawinan. Perkawinan merupakan sunnaTullah yang umum dan berlaku bagi semua makhluk, baik manusia, tumbuhan ataupun hewan. Allah SWT telah menciptakan semua yang ada di bumi berpasang-pasangan, manusia antara laki-laki dan perempuan yang melakukan pernikahan dan menjadi suami istri secara sah.

Pernikahan dalam islam diartikan sebagai suatu aqad atau perjanjian yang mengikat antara laki-laki dan perempuan untuk menghalalkan hubungan badan antara kedua belah pihak dengan sukarela. Pernikahan itu

(12)

3 sendiri merupakan sarana untuk menyambung generasi atau menjaga keturunan. Dalam QS An Nisa (4) ayat 1 Allah swt berfirman :

























































Terjemahnya :

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.

Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

Penjelasan singkat yang telah dipaparkan tersebut dapat difahami bahwa suami bertugas mencari dan memenuhi nafkah sedangkan istri bertugas untuk mengaturnya. Sebagai penata ekonomi keluarga istri harus mempunyai kecakapan, keterampilan, kreatifitas agar penerimaan dan penggunaan nafkah dapat mengarah pada peningkatan ekonomi keluarga.

Tugas dalam sebuah rumah tangga dibebankan kepada suami, tentulah sangat memberatkan. Suami juga manusia yang mempunyai kekurangan dan kelebihan. Oleh karena itu, tugas-tugas dalam rumah tangga hendaknya ditanggung bersama antara suami dan istri.

B. Rumusan Masalah

(13)

4 1. Bagaimana Peran Ganda Ibu Rumah Tangga di Desa Kassi’ Kec.

Parangloe Kab. Gowa?

2. Bagaimana metode pendidikan Agama Islam yang di ajarkan kepada anak di Desa Kassi’ Kec. Parangloe Kab. Gowa?

3. Faktor apa yang menjadi kendala dalam Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak di Desa Kassi’ Kec.

Parangloe Kab. Gowa?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak Di Desa Kassi’ Kec. Parangloe Kab.

Gowa.

2. Untuk mengetahui metode pendidikan Agama Islam anak yang di ajarkan kepada anak Di Desa Kassi’ Kec. Parangloe Kab. Gowa

3. Untuk mengetahui Faktor apa yang menjadi kendala dalam peran ganda ibu rumah tangga terhadap pendidikan agama anak di Desa Kassi’ Kec. Parangloe Kab. Gowa.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Dengan mengadakan penelitian ini maka penulis memperoleh pengalaman baru, sehingga dapat memperluas keilmuan dan wawasan berpikir serta melatih dalam mengambil kesimpulan berdasarkan metode ilmiah.

(14)

5 2. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi ibu rumah tangga serta berfungsi sebagai bahan masukan untuk menambah karya-karya ilmiah yang dapat dijadikan sebagai literatur atau sumber acuan dalam penelitian yang relevan dengan penelitian ini.

3. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan berfungsi sebagai bahan masukkan bagi para wanita terkhusus ibu rumah tangga.

(15)

6 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Peran Ganda Ibu Rumah Tangga 1. Pengertian Peran Ganda

Wanita bekerja menghadapi situasi rumit yang menempatkan posisi mereka di antara kepentingan keluarga dan kebutuhan untuk bekerja. Muncul sebuah pandangan bahwa perempuan ideal adalah superwoman atau supermom yang sebaiknya memiliki kapasitas yang dapat mengisi bidang

domestik dengan sempurna dan bidang publik tanpa cacat.

Davis dan Newstrom (1996:23)

peran diwujudkan dalam perilaku. Peran adalah bagian yang dimainkan individu pada setiap keadaan dengan cara tingkah lakunya untuk menyelaraskan diri dengan keadaan.

Dalam perjuangan menuju keseimbangan kerja dan keluarga inilah maka bermunculan berbagai masalah yang harus dihadapi dan dicari jalan keluarnya jika ingin tetap menjalani kedua peran tersebut. Bekerja adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan penghasilan dalam bentuk uang atau barang, mengeluarkan energi dan mempunyai banyak kegiatan di luar rumah, kegiatan di mana memungkinkan mereka memperoleh penghasilan bagi keluarganya sebenarnya bukanlah gejalah yang baru dalam masyarakat kita.

(16)

7 Dalam pengertian ini termasuk istri sendiri atau bersama suami berusaha untuk memperoleh penghasilan, dengan demikian wanita yang bekerja dapat dianggap berperan ganda.

Greenhaus dan Parasuraman (1987: 56). Ada beberapa faktor penyebab peran ganda ibu rmah tangga, diantaranya :

1. Permintaan waktu akan satu peran yang tercampur dengan pengambilan bagian dalam peran yang lain.

2. Stress yang dimulai dalam satu peran yang terjatuh ke dalam peran lain dikurangi dari kualitas hidup dalam peran itu.

3. Kecemasan dan kelelahan yang disebabkan ketegangan dari satu peran dapat mempersulit untuk peran yang lainnya.

4. Perilaku yang efektif dan tepat dalam suatu peran tetapi tidak efektif dan tidak tepat saat dipindahkan ke peran yang lainnya.

2. Peran Ganda Ibu Rumah Tangga

Keluarga dapat dilihat dalam arti kata sempit, sebagai keluarga inti yang merupakan kelompok sosial terkecil dari masyarakat yang terbentuk berdasarkan pernikahan dan terdiri dari seorang suami (Ayah), istri (Ibu) dan anak-anak mereka.

Keluarga adalah kesatuan dari sejumlah orang yang saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam rangka menjalankan peranan sosial mereka sebagai suami, istri, dan anak-anak, saudara laki-laki dan saudara perempuan. Peran ini ditentukan oleh masyarakat, tetapi peranan dalam

(17)

8 setiap keluarga diperkuat oleh perasaan-perasaan. Perasaan-perasaan tersebut sebagai berkembangnya berdasarkan tradisi dan sebagian berdasarkan pengalaman dari masing-masing anggota keluarga.

Indikator-indikator peran ganda ibu rumah tangga diantaranya : a. Tekanan sebagai orang tua

Tekanan sebagai orang tua merupakan beban kerja sebagai orang tua di dalam keluarga. Beban yang ditanggung bisa berupa beban pekerjaan rumah tangga karena anak tidak dapat membantu dan kenakalan anak.

b. Tekanan perkawinan

Tekanan perkawinan merupakan beban sebagai istri di dalam keluarga.

Beban yang ditanggung bisa berupa pekerjaan rumah tangga karena suami tidak dapat atau tidak bisa membantu, tidak adanya dukungan suami yang mengambil keputusan tidak secara bersama-sama.

c. Kurangnya keterlibatan sebagai istri

Kurangnya keterlibatan sebagai istri mengukur tingkat seseorang dalam memihak secara psikologis pada perannya sebagai pasangan (istri).

Keterlibatan sebagai istri bisa berupa kesediaan sebagai istri untuk menemani suami dan sewaktu dibutuhkan suami.

d. Kurangnya keterlibatan sebagai orang tua

Kurangnya keterlibatan sebagai orang tua mengukur tingkat seseorang dalam memihak perannya sebagai orang tua. Keterlibatan sebagai orang tua untuk menemani anak dan sewaktu dibutuhkan anak.

(18)

9 e. Campur tangan pekerjaan

Campur tangan pekerjaan menilai derajat dimana pekerjaan seseorang mencampuri kehidupan keluarganya. Campur tangan pekerjaan bisa berupa persoalan-persoalan pekerjaan yang mengganggu hubungan di dalam keluarga yang tersita.

a) Peran sebagai Pegawai

Sebagian perempuan menyatakan bahwa persamaan hak sebagai alasan mengapa mereka bekerja. Dalam kerangka emansipasi perempuan, sebagian istri bekerja menganggap bahwa peranan mereka dalam pembangunan bangsa dan negara tidaklah optimal kalau hanya sebagai ibu rumah tangga.

Secara umum, alasan perempuan bekerja adalah untuk membantu ekonomi keluarga. Keadaan perekonomian yang semakin tidak menentu, harga-harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat, pendapatan keluarga yang cenderung tidak meningkat akan berakibat pada terganggunya stabilitas perekonomian keluarga.

Hal ini biasa terjadi pada saat seseorang berusaha memenuhi tuntutan peran dalam pekerjaan dan usaha tersebut dipengaruhi oleh kemampuan orang yang bersangkutan untuk memenuhi tuntutan peran dalam keluarga atau sebaliknya, dimana pemenuhan tuntutan peran dalam keluarga dipengaruhi oleh kemampuan orang tersebut dalam memenuhi tuntutan dengan tekanan yang berasal dari beban kerja yang berlebihan dan waktu

(19)

10 seperti pekerjaan yang harus diselesaikan terburu-buru dan deadline, sedangkan tuntutan keluarga berhubungan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menangani tugas-tugas rumah tangga. Tuntutan keluarga ditentukan oleh sebagian besar keluarga, komposisi keluarga dan jumlah anggota keluarga yang memiliki ketergantungan terhadap anggota yang lain.

Pekerjaan mengganggu keluarga, artinya sebagian waktu dan perhatian dicurahkan untuk melakukan pekerjaan sehingga kurang mempunyai waktu untuk keluarga. Sebaliknya keluarga mengganggu pekerjaan berarti sebagian besar waktu dan perhatiannya digunakan untuk menyelesaikan urusan keluarga sehingga menunggu pekerjaan. Tuntutan pekerjaan keluarga ini terjadi ketika kehidupan rumah seseorang berbenturan dengan tanggung jawabnya di tempat kerja, seperti masuk kerja tepat waktu, menyelesaikan tugas harian, atau kerja lembur.

Seseorang berusaha memenuhi tuntutan peran dalam pekerjaan dan usaha tersebut dipengaruhi oleh kemampuan orang yang bersangkutan untuk memenuhi tuntutan peran dalam keluarga atau sebaliknya, dimana pemenuhan tuntutan peran dalam keluarga dipengaruhi oleh kemampuan orang tersebut dalam memenuhi tuntutan dengan tekanan yang berasal dari beban kerja yang berlebihan dan waktu seperti pekerjaan yang harus diselesaikan terburu-buru, sedangkan tuntutan keluarga berhubungan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menangani tugas-tugas rumah tangga.

Tuntutan keluarga ditentukan oleh sebagian besar keluarga, komposisi

(20)

11 keluaraga dan jumlah anggota keluarga yang memiliki ketergantungan terhadap anggota yang lain.

Peran ganda yang terjadi pada karyawan, dimana di satu sisi ia harus melakukan pekerjaan di kantor dan di sisi lain harus memperhatikan keluarga secara utuh, sehingga sulit membedakan antara pekerjaan denagn keluarga.

Pekerjaan mengganggu keluarga, artinya sebagian besar waktu dan perhatian dicurahkan untuk melakukan pekerjaan sehingga kurang mempunyai waktu untuk keluarga. Sebaliknya keluarga mengganggu pekerjaan berarti sebagian besar waktu dan perhatiannya digunakan untuk menyelesaikan urusan keluarga sehingga menunggu pekerjaan. Tuntutan pekerjaan–keluarga ini terjadi ketika kehidupan rumah seseorang berbenturan dengan tanggung jawabnya di tempat kerja, seperti masuk kerja tepat waktu, menyelesaikan tugas harian, atau kerja lembur.

Kehidupan rumah tangga yang menghalangi seseorang untuk meluangkan waktu untuk pekerjaannya atau kegiatannya yang berkenaan dengan kariernya. Mengemukakan bahwa masalah pekerjaan dan keluarga terjadi karena karyawan berusaha untuk menyeimbangkan antara permintaan dan tekanan yang timbul, baik dari keluarga maupun yang berasal dari pekerjaannya.

Pekerjaan dan keluarga mempunyai dua komponen, yaitu urusan keluarga mencampuri pekerjaan, masalah pekerjaan dan keluarga dapat timbul dikarenakan urusan pekerjaan mencampuri urusan keluarga. Seperti

(21)

12 banyaknya waktu yang dicurahkan untuk menjalankan pekerjaan menghalangi seseorang untuk menjalankan kewajibannya di rumah atau urusan keluarga, mencampuri urusan pekerjaan (seperti merawat anak yang sakit akan menghalangi seseorang untuk datang ke tempat kerja).

Wanita cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dalam hal urusan keluarga sehingga wanita dilaporkan lebih banyak mengalami masalah pekerjaan–keluarga, sebaliknya pria cenderung untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk menangani urusan pekerjaan daripada wanita sehingga wanita dilaporkan lebih banyak mengalami masalah pekerjaan dan keluarga daripada pria. Tuntutan pekerjaan berhubungan dengan tekanan yang berasal dari beban kerja yang berlebihan dan waktu, seperti pekerjaan yang harus diselesaikan terburu-buru.

Indikator-indikator masalah pekerjaan–keluarga adalah “tekanan kerja”

diantaranya :

a. Banyaknya tuntutan tugas

b. Kurangnya kebersamaan keluarga c. Sibuk dengan pekerjaan

d. Konflik komitmen dan tanggung jawab terhadap keluarga

Beberapa kiat menangani peran ganda keluarga–pekerjaan dan pekerjaan–

keluarga adalah :

(22)

13 1. Kiat untuk individu

Hal ini ditunjukkan pada individu atau diri karyawan sendiri, yaitu dengan manajemen waktu. Manajemen waktu adalah strategi penting yang perlu diterapkan oleh para ibu pekerja untuk dapat mengoptimalkan perannya sebagai ibu rumah tangga, istri, dan sekaligus karyawati.

2. Kiat untuk perusahaan

YomanTriaryati (2003 : 98). Ada beberapa kiat untuk perusahaan dalam menghadapi masalah pekerjaan–keluarga dan keluarga–pekerjaan, yaitu :

a. Waktu kerja yang lebih fleksibel b. Jadwal kerja alternatif

c. Tempat penitipan anak d. Taman kanak-kanak e. Kebijakan izin keluarga f. Job sharing

Perusahaan perlu menyertakan karyawan dalam proses pelaksanaan kiat tersebut sehingga kebijakan yang diambil sesuai dengan yang dibutuhkan oleh karyawan yang bersangkutan. Perusahaan juga harus menunjukkan keseriusannya dalam menangani masalah konflik pekerjaan–

keluarga dan keluarga–pekerjaan yang dialami karyawan karena selain penting bagi karyawan, ketidak seriusan perusahaan dalam menangani masalah ini dapat berdampak buruk terhadap kinerja perusahaan dan akan

(23)

14 berujung pada kerugian yang akan ditanggung pihak perusahaan baik yang berbentuk materi maupun inmateri.

b) Peran sebagai Pedagang

Seorang ibu yang berprofesi sebagai pedagang tentunya memiliki suatu peran ganda. Peran ganda yang diemban wanita pedagang tersebut selain menjadi guru untuk anakanya dalam hal pembinaan, juga berperan dalam menopang kehidupan ekonomi keluarga. Untuk berperan seperti itu tentunya memerlukan suatu pertimbangan yang baik oleh seorang ibu, keseimbangan antara kegiatan pembinaannya sangat diperlukan untuk menghindari suatu hal yang menyebabkan ketimpangan terhadap suatu proses pendidikan dan komunikasi anak.

Kenyatannya menunjukkan bahwa wanita pedagang sebagai bagian dari komunitas sektor informal memegang peranan penting dalam perekonomian, baik dalam skala makro maupun mikro (rumah tangga).

Pendapatan mereka cukup signifikan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari pembiayaan pendidikan, kebutuhan sehari-hari, dan kesehatan.

Berdasarkan penjelasan diatas maka pembahasan studi perempuan dalam berbagai literatur memberi berbagai macam perspektif menyangkut fungsi, peran dan kedudukan perempuan baik didalam lingkungan keluarga maupun rumah tangga maupun di dalam lingkup sektor masyarakat.

(24)

15 c) Peran sebagai Petani

Sejak terbukanya kesempatan kerja bagi wanita di luar peran rumah tangga, wanita menyesuaikan perannya sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pencari nafkah. Persepsi tentang peran wanita terhadap kerja nafkah didalam keluarga terdiri dari berbagai macam. Tuntutan ekonomi yang berat menyebabkan wanita untuk bekerja lebih keras, bukan hanya sekedar pencari nafkah tambahan saja tetapi juga merupakan upaya mempertahankan kelangsungan hidup keluarga.

Dengan demikian perlu diketahui bagaiman ibu rumah tangga mengalokasikan waktu dan tenaga untuk berbagai kepentingan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rumah tangga. Pemanfaatan waktu dari ibu rumah tangga di pedesaan mencerminkan bagaimana ia dapat menyediakan waktunya untuk berbagai kegiatan sehari-hari, mulai dari kegiatan di pasar kerja, untuk kegiatan rumah tangga, untuk kegiatan sosial serta untuk waktu senggang. Perlakuan waktu sebagai sumber daya ekonomi dalam satu rumah tangga merupakan suatu kontribusi utama dari ekonomi rumah tangga.

3. Wanita Karir dalam Pandangan Islam

Wanita (istri) dan karir adalah sebuah dilema. Disatu sisi seorang wanita atau istri mempunyai kebebasan dan hak. Tapi disatu sisi, ia juga

(25)

16 dibatasi oleh keberadaan orang lain dan kewajiban yang melekat dalam dirinya. Terutama bagi wanita yang telah menikah atau hidup berumah tangga, sudah bersuami dan memiliki anak. Persoalan nafkah keluarga adalah mutlak tanggung jawab suami sebagai kepala rumah tangga. Akan menjadi sebuah persoalan baru ketika istri ikut bekerja apapun motivasi yang melandasinnya.

Pertanyaan yang muncul adalah apakah agama Islam membolehkan bagi seorang wanita (istri) yang telah menikah dan mempunyai anak untuk bekerja atau berkarir dengan beragam kesibukan diluar rumah?. Dalam hal ini akan muncul. Perbedaan sebagai jawabannya diantara para ulama’.

Pada dasarnya, agama Islam memberikan kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan. Islam juga tidak mengharamkan dan tidak akan mencegah wanita untuk sibuk pada pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian dan kemampuannya. Diberikan kesempatan bagi perempuan untuk berkarir dan mengembangkan diri sebagaimana diberikannya kebebasan bagi laki-laki. Dalam Islam, kaum perempuan diperkenankan untuk bekerja dan mengembangkan keahlian yang dimiliki. Sebab perempuan juga diberikan kemampuan dan keahlian. Allah SWT berfirman dalam QS AnNisa’ (4) ayat 32 yang berbunyi :

























































(26)

17 Terjemahnya:

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain.

(karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia- Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

Sekalipun perempuan diberikan kebebasan, agama Islam juga memberikan warning atau peringatan yang harus dipatuhi. Menyangkut masalah ini, Allah SWT berfirman dalam QS Al Ahzab (33) ayat 33 :





















































Terjemahnya:

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Maksud ayat diatas adalah perintah terhadap wanita untuk menetap dirumah. Sekalipun begitu, perintah ini tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang kaku. Kadang-kadang wanita juga sangat perlu untuk keluar rumah.

Jadi ayat tersebut bukan berarti melarang wanita untuk bekerja diluar rumah secara total. Karena pada dasarnya agama islam tidak melarang wanita untuk bekerja dan berkarir.

(27)

18 Islam meletakkan syarat tertentu bagi perempuan yang ingin bekerja di luar rumah, yaitu:

a. Karena kondisi keluarga yang mendesak b. Keluar bersama mahramnya.

c. Tidak berdesak desak dengan lakilaki dan bercampur dengan mereka d. Pekerjaan tersebut sesuai dengan tugasseorang perempuan.

Namun yang menjadi permasalahan adalah sejauh mana perempuan boleh bekerja atau berkarir dengan berbagai kesibukan diluar rumah?. Dalam hal ini, pendapat ulama’ pecah menjadi dua. Pertama, para ulama’

berpendapat bahwa wanita tidak boleh bekerja diluar rumah kecuali dalam kondisi yang sangat darurat. Maksudnya jika tidak ada alasan kuat yang mengharuskan wanita keluar rumah, maka wanita tidak diperbolehkan meninggalkan rumah. Kedua, wanita boleh bekerja diluar rumah jika ada kebutuhan (hajat) yang menghendakinya. Jadi tidak harus dalam kondisi darurat saja wanita boleh bekerja.

B. Pendidikan Agama Anak

1. Pengertian Pendidikan Agama

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

(28)

19 Sedangkan definisi pendidikan agama Islam disebutkan dalam Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan MI adalah :

Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Quran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman.

Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar memahami ajaran Islam, terampil melakukan atau mempraktekkan ajaran Islam, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Urgensi pendidikan Agama Islam dapat dilihat dari pengertian pendidikan agama Islam itu sendiri.

Di dalam UUSPN No. 2/1989 pasal 39 ayat (2) ditegaskan bahwa :

Isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat, antara lain Pendidikan Agama. Dan dalam penjelasanya dinyatakan bahwa pendidikan agama merupakan usaha untuk memperkuat iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianut oleh peserta didik yang bersangkutan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama daalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan Nasional.

(29)

20 Pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menajdi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan menjadi ahli ilmu agama.

Berdasarkan pengertian umum ilmu Pendidikan Islam menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Pendidikan Agama Islam adalah :

suatu usaha bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan dapat memahami apa yang terkandung di dalam Islam secara keseluruhan, menghayati makna dan maksud serta tujuannya dan pada akhirnya dapat mengamalkannya serta menjadikan ajaran-ajaran agama Islam yang telah dianutnya itu sebagai pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan dunia dan akhirat kelak.

Kemudian dalam edaran Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI, sebagaimana dikutip oleh Alisuf Sabri (1999) mengartikan bahwa :

“Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalakan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan dengan memperhatikan tuntutan adalah menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional”.

(30)

21 2. Pengertian Anak

Anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan yang dipandang sebagai peletak dasar permulaan psikologi anak, anak tidaklah sama dengan orang dewasa, anak mempunyai kecenderungan untuk menyimpang dari hukum dan ketertiban yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengertian terhadap realita kehidupan, anak-anak lebih mudah belajar dengan contoh-contoh yang diterimanya dari aturan-aturan yang bersifat memaksa. Anak diartikan sebagai orang yang mempunyai pikiran, perasaan, sikap dan minat, berbeda dengan orang dewasa dengan segala keterbatasan.

Anak disebut juga makhluk sosial seperti halnya dengan orang dewasa karena anak membutuhkan orang lain untuk dapat membantu mengembangkan kemampuannya, karena anak lahir dengan segala kelemahan sehingga tanpa orang lain anak tidak mungkin dapat mencapai taraf kemanusiaan yang normal.

Anak merupakan mahluk yang membutuhkan pemeliharaan, kasih sayang dan tempat bagi perkembangannya. Selain itu anak merupakan bagian dari keluarga, dan keluarga memberi kesempatan bagi anak untuk belajar tingkah laku yang penting untuk perkembangan yang cukup baik dalam kehidupan bersama. Pengertian anak juga mencakup masa anak itu exist (ada). Hal ini untuk menghindari salah paham mengenai pengertian

(31)

22 anak dalam hubugannya dengan orang tua dan pengertian anak itu sendiri setelah menjadi orang tua.

(32)

23 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan ( field research ) dengan pendekatan kualitatif dan dianalisis dengan metode analisi deskriptif kualitatif. Usman dan Purnomo, ( 2008 : 78 ) mengemukakan bahwa metode kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif penelitian sendiri. Sementara Usman dan Purnomo (2008:4) mengemukakan bahwa penelitian deskriptif bermaksud membuat pemeriaan ( penyadaran ) secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu.

Jadi maksud dari jenis penelitian ini adalah mencari fakta-fakta yang ada dilapangan selanjutnya menggambarkan atau melukiskannya, dalam hal ini adalah Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak di Desa Kassi’ Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa.

B. Lokasi dan Obyek Penelitian

(33)

24 Penelitian ini mengambil salah satu desa di Kabupaten Gowa yang mempunyai pengaruh peran ganda ibu rumah tangga yaitu di Desa Kassi’

Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, dengan alasan bahwa Desa kassi : 1. Lokasi mudah dijangkau

2. Dominan masyarakat di Desa Kassi’ Kec. Parangloe Kab. Gowa yang mempuyai Peran Ganda Ibu Rumah Ganda.

Adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Kassi’ Kec. Parangloe Kab. Gowa.

C. Variabel Penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto (1998: 99) variabel adalah objek penelitian, atau yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi (2003:224), variabel adalah yang menjadi sasaran penyelidikan dan dapat juga disebut gejala.

Berdasarkan kajian teori di atas, maka dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pandangan Pendidikan Islam (x), dan pemahaman masyarakat tentang pamali sebagai variabel terikat (y).

D. Defenisi Operasional Variabel

(34)

25 Untuk memudahkan dalam memahami maksud yang terkandung dan menghindari penafsiran yang keliru, maka akan dikemukakan pengertian dari setiap variabel yang ada dalam judul.

1. Peran Ganda diwujudkan dalam perilaku. Peran adalah bagian yang dimainkan individu pada setiap keadaan dengan cara tingkah lakunya untuk menyelaraskan diri dengan keadaan.

2. Dalam pengertian ini termasuk istri sendiri atau E. Populasi Dan Sampel

1. Populasi

Penelitian populasi maupun penelitian sampel, kegiatan penelitian pada dasarnya bertujuan untuk mengolah data yang otentik di lapangan.

Penelitian populasi maupun penelitian sampel sama-sama tujuannya untuk memperoleh sejumlah data.

Sudjana, dan Ibrahim ( 1994 : 83 ) mengemukakan bahwa:

data yang dimaksud disini adalah data empiris, yakni data lapangan yang terjadi sebagaimana mestinya. Data tersebut harus jelas sumbernya apakah individu, gejala peristiwa atau kejadian, dokumen tertulis, peninggalan dan sebagainya.

Data yang dimaksud disini adalah data empiris, yakni data lapangan yang terjadi sebagaimana mestinya. Data tersebut harus jelas sumbernya apakah individu, gejala peristiwa atau kejadian, dokumen.

Penentuan jumlah populasi dalam suatu penelitian merupakan salah satu langkah penting karena dalam populasi diharapkan diperoleh data yang

(35)

26 diperlukan. Untuk mengetahui secara jelas populasi yang akan dijadikan objek penelitian dalam penulisan skripsi ini, maka terlebih dahulu penulis mengemukakan pengertian populasi berdasarkan rumusan oleh beberapa ahli antara lain:

Arikunto ( 1998 : 103 ) berpendapat bahwa populasi yaitu keseluruhan subjek penelitian. Pendapat ini senada dengan apa yang dikemukakan oleh Ine Amirman Yousda, (1992 : 120) bahwa populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti, baik berupa benda, kejadian, nilai maupun hal-hal yang terjadi Berdasarkan beberapa pandangan di atas, maka dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan populasi adalah seluruh anggota atau objek yang akan diteliti dalam suatu penelitian, dalam hal ini adalah semua masyarakat di Desa Kassi’. Untuk lebih jelasnya, keadaan populasi dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 1

(36)

27 Keadaan populasi di Desa Kassi Kec. Parangloe Kab. Gowa pada tahun

2012.

No Objek Jumlah Ket

1 2

Jumlah penduduk Wanita karir

1144 140

- - Sumber data : kantor Desa Kassi Kec. Parangloe Kab. Gowa.

2. Sampel

Dalam penelitian diperlukan adanya yang dinamakan sampel penelitian dari populasi yang dijadikan sebagai contoh. Sujana, ( 1994 : 101 ) mengemukakan sampel adalah sebagian dari populasi terjangkau yang memiliki sifat yang sama dengan populasi. Pendapat lain tentang sampel dapat dilihat dari apa yang dikemukakan oleh M. Ali ( 1993: 49 ) bahwa sampel adalah bagian dari kelompok kecil yang mewakili kelompok besar.

Sedangkan menurut Arikunto, (1998: 117) mengemukakan bahwa sebagian atau wakil populasi yang diteliti.

Kemudian dalam buku yang sama, Arikunto ( 1998: 120 ), mengemukakan bahwa:

Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dari 100 dapat diambil 10-15% atau lebih.

Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 15% x 1144 atau 140 jumlah keseluruhan ibu rumah tangga yang terdiri dari 70 perempuan berkarir

(37)

28 dan 70 perempuan yang menjadi ibu rumah tangga yang diambil secara purposive sampling, karena yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah masyarakat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2

keadaan sampel yang sudah menikah di Desa kassi. Thn 2012

No Sampel Jumlah Ket

.1 Wanita karir 70 -

Jumlah 70 -

Sumber Data:Kantor desa Kassi Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa.

F. Instrumen Penelitian

Instrument penelitian adalah alat bantu yang dipakai melaksanakan penelitian yang disesuaikan dengan metode yang digunakan. Alat bantu yang digunakan antara lain:

1. Pedoman wawancara yaitu peneliti membuat petunjuk wawancara untuk memudahkan penulisan dalam berdialog atau mendapatkan data tentang Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Pendidikan Anak di Desa Kasssi’ Kec. Parangloe Kab. Gowa.

2. Angket merupakan instrumen yang berbentuk pertanyaan-pertanyaan tertulis yang dijawab dengan jawaban tertulis pula

3. Dokumentasi merupakan pengumpulan data yang berhubungan dengan permasalahan melalui dokumen-dokumen tertulis baik pada instansi terkait maupun referensi-referensi ilmiah lainnya.

(38)

29 4. Observasi yaitu pengamatan dan pendekatan sistematis fenomena-

fenomena atau gejala-gejala yang akan diselidiki. Atau cara pengumpulan data dengan mengamati langsung ke lapangan.

G. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang sesuai dengan permasalahan ini maka teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu:

1. Melalui Riset keputusan ( library research)

Library research yaitu suatu metode yang digunakan untuk mendapatkan data-data, keterangan-keterangan, dan informasi dalam menyusun landasan teoritis dengan jalan mengadakan telaah buku-buku ilmiah di perpustakaan dan dalam hal ini penulis menggunakan teknik kutipan langsung dan tidak langsung.

2. Riset Lapangan (field research)

Field research yaitu metode penelitian yang digunakan untuk

mendapatkan data-data objektif pada lokasi penelitian sesuai dengan materi dan bagian pembahasan, dengan teknik :

a. Observasi

Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pendekatan sistematis fenomena-fenomena atau gejala-gejala yang akan diselidiki. Atau cara pengumpulan data dengan mengamati langsung ke lapangan.

(39)

30 b. Wawancara

Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang atau lebih yang melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu.

Wawancara terdiri atas wawancara bebas, terpimpin dan campuran.

Dalam hal ini penulis mengadakan wawancara dengan membuat sejumlah daftar pertanyaan untuk dijawab oleh responden.

c. Angket

Angket adalah instrument pengumpulan data yang digunakan dalam teknik komunikasi tak langsung artinya responden secara tidak langsung menjawab daftar pertanyaan tertulis yang dikirim melalui media tertentu.

d. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan salah satu instrumen yang penulis pergunakan dalam memperoleh data di lapangan dengan mencatat dokumen-dokumen yang ada pada Desa Kassi’ Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, yang dianggap penting atau berhubungan dengan penelitian yang dilakukan dengan tujuan agar dokumen-dokumen tersebut dapat membantu memecahkan masalah yang ada hubungannya dengan pembahasan dalam penelitian ini.

H. Teknik Analisa Data

Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:

(40)

31 1. Deduktif, yaitu teknik pengolahan data yang bertitik tolak pada data yang bersifat umum menjadi uraian pemecahan dan kesimpulan yang bersifat khusus.

2. Induktif, yaitu teknik pengolahan data yang bertitik tolak pada data yang bersifat khusus menjadi uraian yang bersifat umum.

Selanjutnya data yang diperoleh dari angket yang diberikan dianalisis dengan menggunakan akan rumus persentase:

∑ X = x 100%

Dimana:

∑ X : angka persentase

F : frekuensi yang dicari persentasenya N : banyaknya responden

3. Keterangan:

P: Persentase f: Jumlah Frekuensi n: Jumlah responden

BAB IV

(41)

32 HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Keadaan Geografis

Sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan, karena sektor-sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukan berbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat diberbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data BPS bidang pertanian di Indonesia menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 44,3% penduduk meskipun hanya menyumbang sekitar 17,3% dari total pendapatan domestic bruto.

Sulawesi Selatan saja memiliki luas area pertanian 55.390 km2, dengan luas wilayah 251.000 km2. Dan di Kabupaten Gowa juga kita ketahui mempunyai lahan pertanian dengan luas 455.600 Ha. Mengarah dari Kabupaten Gowa yang dimana telah dibagi beberapa Kecamatan yang disini berdasarkan tempat penelitian bahwa Kecamatan Parangloe Desa Kassi’

yang merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa merupakan pusat penelitian bagi saya yang menyangkut “Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak Di Desa Kassi’

Kec.Parangloe Kab. Gowa”. Masyarakat Desa Kassi’ selain bekerja di sektor domestik seorang istri petani juga berperan di sektor publik dalam hal mencari nafkah tambahan bagi keluarga.

(42)

33 Desa Kassi’ tepatnya pada wilayah utara kota Sungguhminasa, sedangkan jarak keseluruhan Kassi’ dari pusat kota Sungguhminasa kurang lebih 32 km, dengan jarak tempuh kurang lebih 1,5 jam perjalanan.

2. Keadaan Penduduk

Penduduk di Desa Kassi’ mayoritas suku bugis makassar , dimana masyarakat tersebut masih sangat kental dengan adat istiadat yang turun temurun masih melekat hingga saat sekarang ini. Hubungan kekerabatan yang sangat erat antara penduduk yang satu dengan yang lain, menimbulkan adanya rasa solidaritas antara penduduk cukup baik, hal ini merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam menunjang kerjasama dan menjalin hubungan dalam proses kehidupan bermasyarakat.

Desa Kassi’ merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Parang loe yang mulai berkembang dengan pesat, dengan jumlah penduduk 1.233 jiwa, dimana penduduk laki-laki sebanyak 600 jiwa, sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 633 jiwa, disini diketahui bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-laki.

Tabel 1

Distribusi Penduduk Desa kassi Berdasarkan Jenis Kelamin

(43)

34 No Jenis Kelamin Jumlah

1. Laki-laki 543

2. Perempuan 601

Total 1144

Sumber : Kantor Kepala Desa Kassi Kec Parengloe(2013)

Sedangkan untuk jumlah penduduk berdasarkan usianya yakni dari usia 0 hingga 5 tahun sebanyak 168, 6 hingga 10 tahun sebanyak 153, 11 hingga 15 tahun sebanyak 105, 16 hingga 20 tahun sebanyak 118, 21 hingga 25 tahun sebanyak 116, 26 hingga 30 tahun sebanyak 119, 31 hingga 35 tahun sebanyak 89, dan untuk usia 36 hingga 99 tahun sebanyak 365 jiwa.

Dari data tersebut jelas tergambar bahwa tingkat pertambahan penduduk terlihat pada usia 36 hingga 99 tahun, dimana di desa angkue itu sendiri mengalami adanya pertambahan penduduk karena disebabkan oleh faktor pendatang. Sebagaimana terlihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2

Distribusi Penduduk Desa Angkue Berdasarkan Usia

(44)

35

n No Usia Jumlah

1 0 – 5 Tahun 168

2 6 – 10 Tahun 153

3 11 – 15 Tahun 105

4 16 – 20 Tahun 118

5 21 – 25 Tahun 116

6 7 8

26 – 30 Tahun 31 – 35 Tahun 36 – 99 Tahun

119 89 365

Total 1.233

Sumber : Kantor Kepala Desa Angkue Kec. Kajuara (2010) 3. Kondisi Sosial Lokasi Penelitian

Berikut ini akan dikemukakan hasil penelitian mengenai kondisi sosial penduduk lokasi penelitian di desa Kassi’ Kec. Parangloe Kab.Gowa meliputi bidang keagamaan, pendidikan dan Mata pencaharian.

a) Keagamaan

Agama Islam merupakan agama mayoritas penduduk Desa Kassi’

karena itu tidak mengherankan apabila ada peringatan hari-hari besar Islam seperti maulid Nabi besar Muhammad saw, Isra’ Mi’raj, Muharram serta hari- hari besar Islam lainnya diadakan dengan meriah dan masyarakat menyambutnya dengan gembira. Namun berdasarkan hasil observasi penulis

(45)

36 melihat bahwa pelaksanaan agam Islam belum sepenuhnya berjalan sebagaimana mestinya. Seperti sholat berjamaah di mesjid maupun mushallah tidak banyak, hanya beberapa orang saja. Pada waktu sholat telah tiba masih banyak warga yang beraktifitas. Di Desa Kassi’ terdapat sebuah mesjid Nurul Huda dan majelis ta’lim.

Untuk pengajian anak-anak dikelola dan dibimbing oleh para ustadz dan ustadzah di sarana ibadah yang terdapat dilingkungan mesjid maupun di rumah. Dan juga diadakan pengajian majelis ta’lim setiap malam jum’at.

Dengan adanya pengajian-pengajian yang diadakan di Desa Kassi’

Kec. Parangloe Kab.Gowa, maka dapat disimpulkan bahwa aktifitas/kegiatan keagamaan berjalan cukup baik, hanya saja berdasarkan hasil observasi dilihat waktu yan digunakan untuk pengajian oleh kaum bapak maupun Ibu lebih banyak digunakan untuk arisan.

b) Pendidikan

Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa tingkat pendidikan di Desa Kassi’ Kec. Parangloe kab. Gowa masih sangat rendah, para orangtua masih sangat rendah, para orangtua mayoritas hanya berpendidikan SD, bahkan banyak pula diantara mereka yang masih buta huruf. Begitu juga dengan generasi dibelakang mereka, mayoritas hanya berpendidikan di SD sebagian lagi SMP dan SMA, dan hanya sebagian kecil dari mereka yang berpendidikan samapai keperguruan tinggi.

(46)

37 Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa keasadaran masyarakat terhadap pendidikan anaknya masih sangat kurang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya generasi yang hanya berpendidikan SD, SMP dan hanya sebagian kecil yang berpendidikan SMA bahkan dapat dihitung jari yang melanjutkan kejenjang perguruan tinggi. Ini disebabkan karena faktor ekonomi, secara mayoritas penduduk termasuk golongan ekonomi kebawah.

Dengan melihat perkembangan pendidikan yang semakin maju dan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, tentu merupakan kewajiban semua pihak untuk memikirkan dan mencari solusi yang tepat untuk meningkatkan pendidikan masyarakat. Dalam hal ini tentu saja peran orangtua begitu dominan dalam membekali putra putrinya dengan pendidikan yang mamadai , sesuai dengan perkembangan zaman yang modern.

c) Mata Pencaharian

Masyarakat yang ada di Desa Kassi’ pada umumnya bermata pencaharian pada sektor pertanian. Sebagai masyarakat yang banyak menggantungkan hidupnya dari mata pencaharian sebagai patani, secara mutlak kondisi ekonominya banyak dipengaruhi oleh sektor persawahan sebagai pencari nafkah, kehidupan masyarakat Kassi’ berdasarkan ekonomi petani sering mengalami ketidakseimbangan karena tingkat penghasilan yang tidak menentu, diakibatkan oleh harga jual hasil pertanian yang kadang-kadang stabil dan kadang-kadang sangat rendah.

(47)

38 B. Paparan Hasil Penelitian

1. Peran Ganda Ibu Rumah Tangga di Desa Kassi’ Kec. Parangloe Kab.

Gowa

Kegiatan istri di desa Kassi’ Kec. Parangloe Kab. Gowa dalam peningkatan ekonomi banyak terkonsentrasi pada sektor informal. Mereka memiliki cara-cara atau terobosan-terobosan yang sangat berarti dalam membantu suami untuk menunjang kelangsungan ekonomi keluarga mereka.

Bias gender dalam kehidupan ekonomi keluarga sudah tampak kabur karena para istri juga dituntut untuk ikut berperan dalam mencari tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga mereka tidak hanya tinggal diam di rumah untuk menanti dan membelanjakan penghasilan suami mereka dari petani, namun mereka juga ikut terlibat dalam kegiatan mencari nafkah.

Konsep yang terkait dengan penelitian ini adalah mengenai stratifikasi sosial, di mana adanya pembedaan antara kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah. Bernard Barber memperkenalkan beberapa konsep yang mempertajam konsep dari stratifikasi. Salah satu di antaranya ialah konsep rentang (span), yang lebih mengacu pada perbedaan antara kelas teratas dengan kelas terbawah. Dalam masyarakat kita, misalnya kita menjumpai rentang yang sangat lebar dalam hal penghasilan. Di bidang kekayaan dalam masyarakat kita jumpai rentang sangat besar pula antara keadaan tuna wisma yang tidak mempunyai apa-apa kecuali pakaian yang melekat di

(48)

39 tubuhnya, dan pengusaha yang kekayaan pribadinya berjumlah di atas 1 milyar. Konsep rentang memberikan kepada kita petunjuk mengenai besarnya kesenjangan ataupun ketidaksamaan atau kecilnya pemerataan dalam masyarakat.

Ini tergambar sangat jelas pada masyarakat yang ada di Desa Kassi’, dimana beberapa istri penjahit memiliki penghasilan yang berbeda-beda baik itu berdasarkan dari pekerjaannya maupun juga dari status sosialnya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Fatma yang merupakan istri dari seorang petani, beliau mengatakan :

“...Begini dek kalau bicara soal kenapa ibu ikut berperan sebagai pencari nafkah itu lebih disebabkan karena kondisi ekonomi keluarga ibu yang menurun, terlebih lagi untuk biaya anak-anak sekolah dan juga keperluan rumah tangga lainnya. Ibu rasa dengan hanya mengandalkan penghasilan dari suami petani ya itu tidak cukup untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga ibu, makanya ibu memilih jalan untuk membuka usaha menjahit yang semata-mata hanya untuk menambah pendapatan dari suami, walapun mungkin dengan penghasilan suami ibu sebagai petani itu sudah cukup tapi dengan keadaan ekonomi ibu sekarang-sekarang ini yang tidak stabil menuntut ibu juga mencari nafkah...”

(Wawancara, 5 Oktober 2013) Dari penuturan yang dikemukakan oleh ibu Erna, sangat jelas bahwa tidak ada lagi pembakuan peran bahwa seorang ibu atau istri hanya berperan di dalam rumah tangga saja tetapi juga berperan langsung di luar rumah tangga sebagai pencari nafkah tambahan, seperti misalnya membuka usaha menjahit yang dilakukan oleh ibu Erna.

(49)

40 Sebagian besar dari istri petani Desa Kassi’ mempunyai usaha sampingan dalam menunjang penghasilan suami mereka yang sangat minim.

Usaha sampingan tersebut merupakan upaya mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Usaha sampingan yang paling banyak diminati oleh para istri petani di Desa Kassi’ adalah sebagai petani dan membuka warung makan. Berdasarkan wawancara dengan Ibu Fatma yang merupakan istri dari petani, beliau mengatakan :

“...Selain ibu melaksanakan kegiatan kerumahtanggaan, ibu juga menjual hasil panen di pasar-pasar terdekat, membantu suami mempersiapkan dan membenahi alat perlengkapan pertanian untuk betani juga melakukan kegiatan diluar rumah tangga seperti bekerja sebagai penjual makanan, kegiatan ini biasanya dilaksanakan setiap sore sekitar pukul 16.00 WIB setelah semua pekerjaan rumah terselesaiakan, ya lumayan untuk nambah-nambah pendapatan suami, dari pada hanya duduk diam di rumah tidak melakukan apa-apa, jadi lebih baik ibu juga ikut membantu suami mencari uang...”

(Wawancara 5 Oktober 2013) Menjadi pekerja penjual makanan tidak begitu sulit dilakukan oleh seorang Ibu Fatma, sebab pekerjaan tersebut selain mendapatkan upah juga memberikan kesenangan atau hiburan tersendiri oleh para ibu-ibu yang mempunyai pekerjaan yang sama seperti dilakukan oleh Ibu Fatma setelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang begitu melelahkan.

(50)

41 Berbeda dengan kondisi ekonomi yang dimiliki oleh Ibu Fatma Ibu Fatma yang merupakan istri dari seorang petani dengan penghasilan 500.000/bulan, tidak sebegitu beruntung dengan kondisi ekonomi yang dimiliki oleh Ibu Fatma Ibu Ratna Sebab peran hanya sebatas ibu rumah tangga saja, terlebih lagi usia beliau sudah tidak mempunyai kekuatan lebih untuk bekerja sebagai penjual makanan maupun juga sebagai petani

Untuk itu ia hanya bisa mengandalkan penghasilan dari suami yang hanya berprofesi sebagai petani. Berdasarkan wawancara dari Ibu Fatma beliau mengatakan bahwa :

“...Sebenarnya dek ibu itu berkeinginan untuk bisa memiliki sebuah usaha yang nantinya bisa membantu perekonomian keluarga ibu.

Seandainya ibu mempunyai modal untuk membuka usaha warung makan, pasti ibu merasa senang karena bisa membantu atau menambah pendapatan suami, tapi ya karena ibu ini orang kecil dan tidak punya apa-apa jadi hanya mampu mengandalkan penghasilan dari suami saja...”

(Wawancara 5 Oktober 2013) Dari ketiga hasil wawancara tersebut, terdapat perbedaan perlakuan maupun kepada peran dari masing-masing istri petani khususnya dalam hal meningkatkan ekonomi keluarganya, di mana ibu Fatma dan ibu Ratna lebih berperan di sektor publik (luar rumah tangga) yang juga ikut ambil bagian untuk mencari nafkah tambahan bagi keluarga.

(51)

42 Selain kaitannya dengan stratifikasi, pada hasil penelitian ini juga terkait dengan teori fungsionalisme yang lebih menyoroti bagaimana terjadinya persoalan gender, yang mengarah kepada pemikiran bagaiamana gender dipermasalahkan. Teori ini memandang bahwa masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan.

Dalam kaitannya dengan masalah kesetaraan gender yang sedang disuarakan dapat diartikan bahwa dalam struktur masyarakat telah terjadi suatu kesalahan fungsi atau penyimpangan struktur kehidupan masyarakat, sebab selain perempuan atau istri berperan di sektor domestik mereka juga mulai mengepakkan sayapnya ke sektor publik, mulai dari alasannya karena untuk membantu perekonomian keluarga, menambah pendapatan keluarga dan menjadikan pekerjaan mereka sebagai suatu hiburan. Teori ini memang memandang bahwa laki-laki dan perempuan merupakan bagian dari struktur nilai dalam kehidupan masyarakat.

Kesetaraan gender yang terjadi pada masyarakat Kassi’ dimana adanya kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pertahanan dan keamanan nasional (Hankamnas), serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan tersebut.

Adapun yang menjadi motivasi para istri nelayan untuk ikut terjun melakukan kegiatan ekonomi yaitu:

(52)

43 1. Dorongan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi Rumah Tangga.

2. Memanfatkan keterampilan yang ia miliki.

3. Merasa bertanggung jawab terhadap keluarga.

Terkait dengan pendidikan Agama Islam terhadap anak Setiap orangtua mendambakan anaknya menjadi anak yang saleh, yang memberi kesenangan dan kebanggaan pada mereka. Kehidupan seorang anak tidak lepas dari keluarga (orangtua), karena sebagian besar waktu anak terletak dalam keluarga. Peran orangtua yang paling mendasar didalam mendidik anak-anak kepada mereka adalah sebagai pendidik yang pertam dan utama karena dari orangtualah anak pertama kali menerima pendidikan, karena dari orangtualah anak pertama kali menerima pendidikan, baik itu pendidikan umum maupun pendidikan agama.

Pendidikan agama merupakan pendidikan dasar yang harus diberikan kepada anak sejak dini ketika masih muda. Hal tersebut mengingat bahwa pribadi anak pada usia kanak-kanak masih muda untuk dibentuk dan anak didik masih banyak berada di bawah pengaruh lingkungan rumah tangga.

Mengingat arti strategis lembaga keluarga tersebut, maka pendidikan agama yang merupakan pendidikan dasar itu harus dimulai dari rumah tangga oleh orang tua.

2. Metode Pendidikan Agama Islam Yang diajarkan Kepada Anak Di Desa Kassi’ Kec. Parangloe Kabupaten Gowa

(53)

44 Pelaksanaan pendidikan Agama Islam pada anak dikalangan wanita bekerja terkait dengan pendidikan luar sekolah atau pendidikan non formal dan informal karena pendidikan luar sekolah ini tidak dibatasi dengan alokasi waktu belajar. Pelaksanaan pendidikan agama Islam pada anak harus benar- benar dilakukan dengan baik terutama seorang ibulah yang bisa membuat anak menjadi sholeh dan sholeha. Walaupun Ibu itu memilki suatu pekerjaan untuk menafkahi keluarganya janganlah sampai melupakan kodratnya sebagai Ibu yang tugasnya mengurus anak-anaknya. Jadi dapat disimpulkan untuk pelaksanaan pendidikan agama Islam pada anak dikalangan wanita bekerja haruslah bisa membagi waktu antara bekerja dan mengurus anak.

Apabila ibu sibuk bekerja di luar rumah, perhatian kepada anaknya harus tetap ada. Apabila ada waktu dia memberi kesempatan kepada anaknya untuk berdialog, mengeluh, atau meminta pertimbangan, biasnya ank-anak yang mendapatkan perhatian dari orangtunya, mereka merasa disayang dan menyayangi ibunya dan menjaga dirinya dalam pergaulan. Tetapi tugas tersebut tentunya bukan hanya tugas ibu saja tetapi ayah juga harus ikut menolong ibu untuk melakukan tugas-tugas rumah tangga sehingga keutuhan dan keharmonisan rumah tanggapun akan terjaga dengan baik.

Adapun bentuk-bentuk pelaksanaan pendidikan agama Islam yang ada diluar sekolah antara lain:

1. Memasukkan anak-anaknya ke dalam pengajian-pengajian yang diadakan di masjid-masjid dan mushallah-mushallah.

(54)

45 2. Mengikutsertakan anaknya kedalam majelis ta’lim

3. Memberikan kursus-kursus keagamaan yang diselengggarakan setingkat sekolah dasar sampai tingkat perguruan tingg seperti TPQ atau MTQ di Mushallah-mushallah.

Jadi ketika seorang keluarga terutama ibu sangat sibuk dengan

pekerjaannya, akan tetapi pendidikan agama Islam sangat penting bagi anak- anaknya. maka orang tua bisa menyiasati dengan mengikutkan anak pada kegiatan-kegiatan diatas.

Untuk dapat melaksanakan kewajiban di dalam rumah tangganya serta kewajibannya bekerja dengan baik, maka ia harus bekerja lebih keras di dalam maupun di luar rumah.

Adapun cara atau usaha untuk melaksanakan pendidikan anak bagi wanita bekerja:

1. Metode Membiasakan anak melalui ajaran agama Islam

Dalam upaya membina anak menjadi anak yang beraqidah dan beramalshaleh tidak cukup hanya memberi materi dan pelajaran kepada anak. Dengan adanya unsur-unsur agama dalam pribadi anak, maka sikap dan sifat anak, tindakan, kelakuan dan cara menghadapi hidup dimasa depan akan lebih muda dalam menyesuaikan diri. Sesibuk apapun orang tua jangan sampai mengabaikan anak, walaupun hanya dengan membiasakan anak dalam kesehariannya menurut etika agama.

Referensi

Dokumen terkait

動物学会 第65回日本 動物学会 第19回日本 比較内分泌学 会大会 日本産イモリ推服腺中に存在する

Adalah perdarahan menstruasi yang lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari).Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus

Dalam edisi “SASI” kali ini beberapa permasalahan hukum yang menjadi sorotan adalah Perlindungan Hak Asasi Manusia Pekerja Kontrak ( Outsourcing ) Di Kota Ambon, Peran

Mekanisme kerja OWC ini sendiri adalah memanfaatkan tekanan udara dalam kolom yang dihasilkan dari gerakan gelombang laut, kemudian akan memutar turbin yang terhubung dengan

Partisipasi anggota dan pelayanan kredit berpengaruh secara simultan terhadap keberhasilan usaha Koperasi Unit Nagari (KUN) Talago II sebesar 36,7% dan sisanya

Prosedur multiplikasi tunas lebih sederhana dan kemungkinan terjadi keragaman somaklonal lebih rendah dibandingkan dengan organogenesis dan embriogenesis karena digunakan eksplan

1) Adult attachment style mahasiswa yang memiliki pacar di Fakultas Psikologi Universitas “X” Bandung dibentuk oleh dua dimensi yaitu model of self dan model of other. 2)

Ketika data ini memang sangat-sangat transparan, maka dengan sendirinya akan mengubah pola pikir masyarakat yang pada awalnya mereka terlihat acuh terhadap virus ini kemudian beralih