• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah:

1. Melatih penulis dalam mengungkapkan pikiran secara ilmiah dan sistematis serta menambah pengetahuan dan pengalaman penelitian sesuai dengan bidang ilmu yang diteliti.

2. Menambah khasanah pengetahuan serta dapat mendorong usaha penelitian lebih lanjut untuk menunjukkan karya ilmiah khususnya mengenai faktor pengembangan strategi pendidikan agama Islam di SMP Muhammadiyah Buakkang Desa Buakkang Kec .Bungaya Kab.

Gowa.

3. Menjadi bahan bacaan dan sekaligus sebagai literatur bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan masalah Strategi Pengembangan pendidikan agama islam di SMP Muhammadiyah Buakkang Kec. Bungaya Kab. Gowa.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Strategi Pengembangan 1. Pengertian Strategi

Strategi adalah akal untuk mencapai suatu maksud, sedangkan strategi menurut penulis adalah cara untuk mencapai atau melakukan sesuatu maksud yang akan dilaksanakan. Secara umum, strategi memiliki pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.

Dihubungkan dengan pembelajaran, strategi dapat diartikan pola-pola umum kegiatan guru dan peserta didik dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

Abuddin Nata (2009:12) mempertegas, pada intinya strategi adalah langkah-langkah terencana yang bermakna luas dan mendalam yang dihasilkan dari sebuah proses pemikiran dan perenungan yang mendalam berdasarkan pada teori dan pengalaman tertentu.

Dengan demikian, strategi bukanlah langkah atau tindakan sembarang, melainkan langkah yang telah dipikirkan dengan matang dan mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya. Dengan langkah yang strategis akan menimbulkan dampak yang luas dan berkelanjutan. Karena itu, strategi dapat pula disebut sebagai langkah cerdas.

Wina Sanjaya, (2008:127), menyebutkan bahwa strategi pengembangan adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Yatim Rianto (2012:13), menyebutkan bahwa strategi pengembangan adalah siasat guru dalam mengefektifkan, megefisienkan, serta mengoptimalkan fungsi dan interaksi antara siswa dengan komponen pembelajaran dalam suatu kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan.

David, dalam Wina Sanjaya, (2010:186), mempertegas bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.

Biasanya strategi ini dirumuskan sebelum pembelajaran berlangsung. Seorang gurulah, biasanya membuat hal tersebut dan tergambar dalam silabus dan RPP yang direkayasanya.

Dewasa ini istilah strategi banyak dipinjam oleh bidang-bidang ilmu lain, termasuk ilmu pendidikan. Dalam kaitannya dalam belajar mengngajar, pemakaian istilah strategi dimaksudkan sebagai daya upaya guru murid dalam menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya suatu proses mengajar. Dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

Maksudnya agar tujuan pengajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai secara berdaya guna dan berhasil guna, guru dituntut memiliki

kemampuan mengatur secara umum komponen-komponen pengajaran sedemikian rupa sehingga terjalin keterkaitan fungsi antar komponen pengajaran dimaksud.

Dengan rumusan lain, dapat juga dikemukakan bahwa strategi berarti pilihan pola kegiatan belajar mengajar yang diambil untuk mencapai tujuan secara efektif. Untuk melaksanakan tugas secara profesional, guru memerlukan wawasasan yang mantap tentang kemungkinan-kemungkinan strategi belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan belajar yang telah dirumuskan, baik dalam arti efek intruksional ( tujuan belajar yang dirumuskan secara eksplisit dalam proses belajar mengajar), maupun dalam arti efek mengiring (hasil ikutan yang didapat dalam proses belajar, misalnya kemampuan berfikir kritis, kreatif, sikap terbuka setelah siswa mengikuti diskusi kelompok kecil dalam proses belajarnya.

B. Pendidikan Agama Islam

1. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Telah diketahui bahwa pendidikan itu adalah suatu tindakan secara sadar oleh orang dewasa kepada anak-anak, Begitu pula sebaliknya yang berlangsung kapan saja dan dimana saja yang didukung oleh sarana dan prasarana, serta lingkungan yang memungkinkan untuk mencapai suatu perubahan sikap, cara berfikir dan memandang sesuatu yang ada di lingkungannya menuju pada tingkat kedewasaan yang dapat hidup mandiri dan bertanggung jawab. Dan merupakan suatu usaha untuk menambah kecakapan, keterampilan serta sikap melalui belajar dan pengalaman yang

diperlukan untuk memungkinkan manusia mempertahankan dan mencapai tujuan hidupnya.

Oleh karena pendidikan ini adalah suatu hal yang menarik bahkansampai sekarang ini masih sering menjadi perbedaan pendapat para ahli pendidikan tentang definisi tentang pendidikan itu sendiri. Namun berkaitan dengan penulisan proposal ini maka penulis akan memberikan pengertian secara umum untuk mengantarkan penulis mengemukakan pengertian pendidikan agama islam.

Pendidikan agama Islam mempunyai derajat yang mulia karena tidak hanya bersifat mengajar, dalam arti menyampaikan ilmu pengetahuan tentang agama Islam kepada anak didik melainkan melakukan pembinaan mental spritual yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

Selanjutnya akan diuraikan beberapa pengertian pendidikan agama Islam, seperti yang diungkapkan oleh Usman Said bahwa,Pendidikan agama Islam adalah usaha untuk membentuk atau membimbing, menuntung rohani, jasmani seseorang menurut ajaran Islam".(1996:6)

Sedangkan Mappanganro.(1996:13), mengatakan bahwa :

Pendidikan agama Islam di sekolah merupakan usaha bimbingan, pembinaan terhadap peserta didik, dalam menyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam, sehingga menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah Swt.

Menurut H. Abdurrahman(1993:36) mengemukakan:

Pendidikan agama Islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik/murid agar kelak setelah selesai pendidikannya

dapat memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai jalan kehidupan.

Dari pengertian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan agama Islam mencakup usaha yang dilaksanakan untuk membentuk atau membimbing jasmani dan rohani anak didik yang berdasarkan pada ajaran Islam, serta memberikan gambaran kepada kita, bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah ingin membentuk manusia yang beriman dan betaqwa kepada Allah SWT, sebagai tujuan hidup manusia itu sendiri serta merupakan aktualisasi dari hubungan manusia dengan Tuhan pencipta, hubungan manusia dengan sesama manusia serta hubungan alam raya ini.

Selanjutnya Zakiah Daradjat, dkk (1996:), mengemukakan bahwa:

Pendidikan agama Islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai pegangan hidup.

Pendidikan agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan dia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam itu sebagai pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup didunia maupun diakhirat kelak.

Pengertian secara umum,sebagai suatu tindakan orang dewasa kepada anak-anak untuk mencapai suatu tujuan kedewasaan,maka berikut ini dapat dilihat lebih jelas seperti apa yang dikemukakan oleh Arifin, bahwa:

Pendidikan adalah usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing atau mengembangkan kepribadian serta kemampuan dasar anak didik dalam bentuk formal atau non formal.

Ahmad D.Marimba mengatakan bahwa:

Pendidikan adalah usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing atau si Pendidik terhadap pendidikan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.

Hamdani Ali,Mengemukakan bahwa:

Pendidikan adalah segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk,mengalihkan,pengalamannya,pengetahuannya,kecakapannya dan keterampilannya kepada generasi muda untuk memungkinkan melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama dengan sebaik-baiknya.

Dengan demikian dari ketiga pengertian di atas maka dapat di simpulkan bahwa pengertian pendidikan secara umum adalah aktivitas yang dilaksanakan secara sadar oleh orang dewasa kepada seseorang dengan tujuan untuk mengembangkan potensi fitra insaniyah dapat bersifat lebih dewasa untuk dapat menuju terbentuknya manusia yang berkepribadian utama.

Jadi pada hakekatnya pengertian pendidikan secara umum adalah usaha memanusiakan manusia, dalam artian bahwa bakat dan minat setiap manusia itu telah ada sejak lahir, tinggal tanggung jawab orang tua dan lingkungannya untuk mengembangkan, apakah potensi fitrah itu akan dikembangkan secara baik dan positif atau dikembangkan ke arah yang positif, atau akan di sia-siakan. Memberikan suatu petunjuk bahwa sebagai orang tua dengan pengaruhnya yang sangat besar dan menentukan terhadap anak, baik dan buruknya kehidupan anaknya dimasa yang akan datang maka perlu memberikan bimbingan dan pendidikan agar dapat

berkepribadian muslim, apakah pendidikan itu dilakukan secara langsung maupun tidak langsung termasuk berusaha memasukkan anak-anaknya pada sekolah yang bercirikan Islam.

Kemudian tentang pengertian pendidikan agama islam pada dasarnya sama dengan pendidikan dalam artian umum, yaitu suatu usaha yang dilakukan secara sadar oleh orang dewasa dalam rangka pertumbuhan jasmani dan rohani berdasarkan kaidah-kaidah Islam. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam kesimpulan uraian tentang pendidikan agama Islam, bahwa:

a).Pendidikan agama Islam adalah segala usaha berupa pengajaran,bimbingan dan asuhan terhadap anak agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agamanya serta menjadikan sebagai pedoman baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial kemasyarakatan.

b).Pendidikan agama Islam adalah usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan, pengalaman, penghayatan,dan,pengetahuan,kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda kelak menjadi manusia muslim, bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur dan berkepribadian utuh yang memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupannya.

c).Pendidikan agama Islam adalah usaha sadar yang dilakukan orang dewasa terhadap anak didik menuju tercapainya manusia beragama yakni manusia yang bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat di simpulkan bahwa pada dasarnya pengertian pendidikan agama Islam yaitu aktivitas yang bertujuan untuk memberikan pemahaman ajaran Islam sekaligus untuk dapat diimplementasikan dalam hidup bertetangga, berkeluarga, bermasyaraakat, berbangsa dan bernegara, yaitu terbentuknya manusia berbudi luhur, cakap dan terampil serta bertakwa kepada Allah SWT, dalam hal ini pendidikan agama Islam merupakan landasan yang paling kokoh daalam kehidupan.

C. Dasar- Dasar Pendidikan

Setiap usaha, kegiatan dan tindakan yang di sengaja untuk mencapai suatu tujuan harus mempunyai landasan tempat berpijak yang baik dan kuat. Oleh karena itu pendidikan agama Islam sebagai suatu usaha membentuk manusia, harus mempunyai landasan bagi semua kegiatan didalamya.Dasar Pendidikan Agama Islam secara garis besar ada tiga yaitu: Al-qur`an, As-sunnah, dan Ijtihad.

1. Al quran

Secara lengkap al-Qur`an didefenisikan sebagai firman Allah yang diturunkan kepada hati Rasulullah, Muhammad Ibn Abdillah, melalui ruh al-Amin dengan lafal-lafalnya yang berbahasa arab dan maknanya yang benar, agar menjadi hujjah bagi Rasul bahwa ia adalah Rasulullah, dan sebagai undang-undang bagi manusia dan memberi petunjuk kepada mereka, serta menjadi sarana pendekatan dan ibadah kepada Allah dengan membacanya. Dan Ia terhimpun dalam sebuah mushaf, diawali dengan

surat al- fatihah dan diakhiri dengan surat al-naas, disampikan kepada kita secara mutawatir baik secara lisan maupun tulisan dari generasi kegenerasi, dan ia terpelihara dari berbagai perubahan atau pergantian, Islam adalah agama yang membawa misi umatnya menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran. Al-Qur`an merupakan landasan paling dasar yang dijadikan acuan dasar hukum tentang Pendidikan Agama Islam.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Allah SWT,dalam (QS.Al-alaq (96):1-5)

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah dan Tuhanmulah yang yang paling pemurah.Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam(pena).Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Kementrian Agama RI, 2012,597)

Dari ayat-ayat tersebut diatas dapatlah di ambil kesimpulan bahwa seolah-olah Tuhan berkata hendaklah manusia meyakini akan adanya Tuhan Pencipta manusia (dari segumpal darah), selanjutnya untuk memperkokoh keyakinan dan memeliharanya agar tidak luntur hendaklah melaksanakan pendidikan dan pengajaran.

2. As sunnah

As-sunnah didefenisikan sebagai sesuatu yang didapatkan dari Nabi Muhammad SAW. yang terdiri dari ucapan, perbuatan,persetujuan,

sifat fisik atau budi, atau biografi, baik pada masa sebelum kenabian ataupun sesudahnya. Suatu hal yang sudah kita ketahui bersama bahwa Rasulullah Muhammad SAW. diutus ke bumi ini, salah satunya adalah untuk memperbaiki moral atau akhlak umat manusia tujuannya sudah dapat dimengerti oleh umat muslim. Namun yang terpenting dibalik hadist ini adalah, memformulasikan sistem, metode, atau cara yang harus ditempuh oleh para penanggung jawab pendidikan dalam meneruskan misi risalah, yaitu menyempurnakan keutamaan akhlak. Dan banyak lagi hadist yang memiliki konotasi pedagogis, baik mengenai metode, materi, orientasi, dan lain sebagainya.

3. Ijtihad

Ijtihad adalah usaha yang sungguh-sungguh dengan mengerahkan segala kemampuan nalar untuk menyelidiki dan menetapkan hukum suatu perkara berdasarkan Al-Qur'an dan hadits. Suatu contoh adalah mengapa meminum minuman berakohol diharamkan? Padahal Al-Qur'an tidak menjelaskan soal alkohol. Setelah menyelidiki dengan cermat dan mempelajari ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits, maka para ulama mengqiyaskan sifat minuman berakohol itu sama dengan khomar, yakni memabukkan. Dan khomar telah diharamkan dalam Al-Qur'an. Dasar hukum ijtihad yang pertama adalah Al-Qur'an. " Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang suatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rosul (sunnahnya). "(QS.4/An- Nisa':59)

Telah kita ketahui bahwa agama Islam ialah penataan individual dan sosial yang dapat menyebabkan seseorang tunduk dan taat pada Islam, menerapkannya secara sempurna di dalam kehidupan individu dan masyarakat.

Pendidikan agama Islam merupakan kebutuhan mutlak untuk dapat melaksanakan Islam sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah SWT.

Berdasarkan makna ini, maka pendidikan Islam mempersiapkan diri manusia guna melaksanakan amanat yang dipikulkan kepadanya.berarti bahwa sumber- sumber Islam daan pendidikan Islam itu sama yaitu yang terpenting Al-qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Dasar pendidikan agama Islam itu adalah firman Allah dan Sunnah Rasulullah. Kalau pendidikan diibaratkan bangunan, maka isi Al-qur’an dan Al-hadits yang menjadi fundamennya.

Berdasarkan pendapat tersebut, maka dapatlah dipahami bahwa pendidikan sebagai salah satu usaha yang sepantasnyalah jika dasar- dasar pendidikan itu semuanya bersumber dari Al-qur’an dan Hadits, yaitu dapat dilihat dengan turunnya ayat pertama yang memerintahkan untuk membaca sebagai dasar untuk belajar pada tingkatan atau jenjang pendidikan selanjutnya.

Kemudian secara operasional tentang konsep pelaksanaan pendidikan agama Islam sebagai dasar, dikatakannya bahwa konsep pendidikan agama Islam itu adalah bersumber pada Al-qur’an dan Hadits Rasulullah SAW, Adalah masing-masing berbunyi sebagai berikut:

Firman Allah SWT,dalam (QS.Luqman (31):13) memberi pelajaran kepada anaknya: “Hai anakk janganlah kamu mempersekutukan Allah karena mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(Kementrian Agama RI,2012,412) Berdasarkan Al-qur’an dan hadits yang telah dikemukakan maka jelaslah bahwa dasar pendidikan yang kita laksanakan in adalah bersumber dari Al-qur’an dan Al-hadits, apakah itu mereka mau menerima atau menolak , yang pasti konsep tentang pendidikan agama Islam itu termasuk dalam hal ini lembaga pendidikan agama Sekolah Menengah Pertama yang ada di Buakkang Desa Buakkang sebagai dasar berbudaya di permukaan bumi ini yaitu sejak diciptakan Nabi Adam As, maka pendidikan itu pula sudah di tetapkan. Pelaksanaanya adalah sumber dari kedua hal yang telah di kemukakan di atas, sebab memang dikatakan bahwa untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam berbagai urusan termasuk pelaksanaan proses pendidikan, maka hendaknya harus berpedoman pada kedua perkara tersebut di atas, termasuk SMP Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan Islam dalam usaha mengembangkan tugas dan fungsinya dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional yaitu dengan pembentukan watak manusia yang bertakwa.

Jadi jelaslah dari beberapa uraian yang telah diuraikan terdahulu, maka dapat disimpulkan bahwa dasar atau landasan pendidikan Islam tidak lain hanyalah Al-qur’an dan Al-hadits, termasuk yang dijadikan oleh

lembaga pendidikan di SMP Muhammadiyah Buakkang Desa Buakkang Kec. Bungaya Kab. Gowa dalam mengembangkan usahanya sebagai lembaga pendidikan yang berlabel Islam.

D. Fungsi Dan Tujuan Pendidikan Agama Islam

Seperti halnya aktivitas lain, pendidikan agama Islam setelah dikemukakan dasar-dasarnya pada uraian terdahulu, maka pembahasan pada sub bab ini penulis akan mengemukakan bagaimana fungsi dan tujuan pendidikan agama Islam, sebagai berikut:

1. Fungsi Pendidikan Agama Islam

Berbicara masalah fungsi, khususnya fungsi pendidikan agama Islam, maka tentu tidak terlepas dari masalah peranan, sebab antara kedua hal tersebut mempunyai maksud dan tujuan yang sama.

Pendidikan agama Islam sebagai bagian dari pendidikan nasional dalam melaksanakan tugasnya tentu memiliki fungsi. Adapun fungsi dari pendidikan agama Islam itu adalah mendidik dan mengarahkan anak didik untuk mencapai tingkat kedewasaan yang matang dan memiliki kepribadian yang utama dan harmonis antara jasmani dan rohani serta terampil, disiplin, berilmu pengetahuan dan menjadi orang yang bertaqwa. Tentang fungsi pendidikan agama Islam ini dapat dilihat secara jelas sebagaimana berikut:

Fungsi pendidikan agama Islam adalah untuk membentuk manusia pembangunan yang bertaqwa kepada Allah SWT, yang kecuali memiliki ilmu pengetahuan dan kepribadian dan keterampilan, juga memiliki kemampuan mengembangkan diri (individualitas), bermasyarakat

(sosialitas), serta kemampuan untuk bertingkah laku yang berdasarkan norma- norma susila menurut agama Islam.

Berdasarkan pendapat tersebut, maka dapat dipahami bahwa fungsi pendidikan agama Islam adalah berusaha memberikan dasar-dasar pengetahuan kepada siswa agar menjadi cakap dan pandai, terutama dalam menghadapi problema hidupnya demi untuk mencapai derajat kehidupan yang aman dan sejahtera, baik dalam hubungannya dengan masyarakat lingkungannya maupun hubungannya dengan Allah SWT, dengan satu tujuan mencapai ketemtraman lahir dan bathin.

Dengan demikian berdasarkan uraian-uraian diatas, maka yang berkaitan dengan fungsi pendidikan diatas, maka dapat dimengerti bahwa fungsi pendidikan agama Islam itu adalah usaha untuk mengadakan inovasi pada jiwa anak dan mengembangkan potensi anak yang telah dimiliki sejak lahir guna mengejar derajat kehidupan yang lebih tinggi, baik dalam tatanan kehidupan sosial maupun dalam kehidupan beragama.

Sebagaimana yang di isyaratkan oleh Allah SWT, dalam

Wahai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu,

”Berilah kelapangan di dalammajelis-majelis”maka lapangkanlah

niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan hingga beberapa derajat.Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.

(Kementrian Agama RI, 2012, 543)

Jadi pada hakekatnya fungsi pendidikan itu adalah usaha untuk mengembangkan jiwa anak didik agar dapat memiliki ilmu pengetahuan, sehingga dapat membedakan antara yang hak dan yang bathil serta patuh terhadap ajaran agama Islam, sehingga dapat menempatkan dirinya sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap pembangunan bangsa dan negara.

2. Tujuan Pendidikan Agama Islam

Seperti halnya dengan aktivitas lain, maka pendidikan agama Islam tentu mempunyai tujuan yang sangat diutamakan dasar pelaksanaannya.

Akan tetapi sebelum penulis menguraikan lebih lanjut tentang tujuan pendidikan agama Islam, maka penulis menganggap perlu untuk mengemukakan dalil tentang anjuran berusaha keras dalam mencapai tujuan, sebagaimana yang diisyaratkan oleh Allah SWT, dalam surah Ar-Ra’du ayat 11, yang memberikan suatu syarat, khususnya dalam hal pendidikan bahwa tujuan pendidikan itu tidak akan tercapai begitu saja tampa usaha dan kerja yang terpadu antara lingkungan yang satu dengan lingkungan lainnya. Oleh karena itu perlu adanya kerja sama yang harmonis dalam proses pendidikan agama Islam.

Proses kerja sama dalam pendidikan yang dimaksud pada ayat tersebut, dalam hal ini antara orang tua harus sedini mungkin mendidik anak- anaknya dengan hal- hal yang baik yang patut di contohi dan juga

sedini mungkin di beri pelajaran agama utamanya ajaran agama Islam supaya kelak nanti menjadi anak yang sopan, baik budi pekerti, santun dalam segala hal serta dihormati oleh semua orang. Dan yang demikian itu merupakan kebanggaan bagi orang tua.

Untuk mencapai tujuan pendidikan yang gemilang, maka tentu sebaiknya dilaksanakan sedini mungkin, karena pendidikan terhadap anak dilaksanakan secepatnya akan memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan dilakukan tidak sedini mungkin. Karena itu Islam telah memerintahkan agar pendidikan itu tidak mengenal waktu pelaksanaannya.

Dalam hubungannya pentingnya plaksanaan pendidikan sedini mungkin.

Zakiah Darajat megemukakan bahwa:

Pendidikan itu dimulai sejak anak lahir,bahkan sejak anak itu dalam kandungan, keadaan orang tua ketika si anak dalam kandungan mempengaruhi jiwa anak akan lahir, hal ini banyak terbukti dalam perawatan jiwa..

Jadi betapa besar pengaruhnya keluarga terhadap, pendidikan anak, karena orang tua dalam lingkungan keluarga itu perlu diciptakan suasana harmonis agar tujuan pendidikan itu dapat terwujud, sebab dalam kondisi rumah tangga turut menentukan sekali dalam pendidikan anak bahkan sampai setelah anak itu menjadi dewasa dan dimanapun anak itu

Jadi betapa besar pengaruhnya keluarga terhadap, pendidikan anak, karena orang tua dalam lingkungan keluarga itu perlu diciptakan suasana harmonis agar tujuan pendidikan itu dapat terwujud, sebab dalam kondisi rumah tangga turut menentukan sekali dalam pendidikan anak bahkan sampai setelah anak itu menjadi dewasa dan dimanapun anak itu

Dokumen terkait