• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat Penelitian

Dalam dokumen TUGAS AKHIR. Hagie Randa (Halaman 12-0)

BAB I PENDAHULUAN

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian yang diperoleh dalam penulisan ini adalah : 1. Bagi Peneliti

a. Menambah pengetahuan peneliti khususnya dalam hal pengelolaan kredit.

b. Sebagai pengalaman yang cukup berharga bagi peneliti untuk mengimplementasikan berbagai teori yang berkaitan dengan penelitian.

2. Bagi Koperasi

a. Sebagai bahan masukan atau pertimbangan yang berupa saran-saran terhadap koperasi di masa yang akan datang.

b. Sebagai bahan pertimbangan pihak Koperasi Pegawai BPKP Provinsi Sumatera Utara dalam menentukan kebijakan yang tepat dalam melayani debitur yang akan menggunakan jasa yang ditawarkan.

c. Dapat digunakan sebagai bahan evaluasi atas kebijakan yang telah dibuat di masa lalu dan juga sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan di masa yang akan datang.

3. Bagi Pihak Lain

a. Menambah pengetahuan dan masukan bagi pembaca yang tertarik pada judul proposal ini.

b. Bahan acuan dan pembanding dalam penulisan di masa yang akan datang.

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan

Koperasi pegawai didirikan tahun 1981, disponsori oleh Bapak Drs. M.

Sutoyo selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pengawasan Keuangan Negara (DJPKN), diberi nama “Koperasi Pegawai Pengawasan Keuangan Negara” disingkat “KOPEKKAN”. Latar belakang didirikannya Koperasi Pegawai Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara adalah untuk membantu perekonomian pegawai yang pada masa itu tidak terlalu baik.

Atas dorongan Bapak H. R. Wahono Soemitro selaku Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara, pada tanggal 1 Juni 1989 Koperasi Pegawai Perwakilan BPKPProvinsi Sumatera Utara tersebut diresmikan menjadi Badan Hukum yang dikukuhkan dengan Akte Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Koperasi Provinsi Sumatera Utara No. 4803/BH/III tanggal 10 Agustus 1989.

Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, Kepala Kantor Wilayah Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil RI Provinsi Sumatera, telah menerbitkan Pengesahan AKTA PERUBAHAN ANGGARAN DASAR No. 1007/BH/PAD/KWK/X/1996 tanggal 22 Oktober 1996.

Ketua Dewan Penasehat Koperasi adalah Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara dan Anggota Dewan Penasehat, pasal 20 sebagai berikut:

1. Demi kepentingan koperasi, RAT (Rapat Anggota Tahunan) dapat membentuk Dewan Penasehat;

2. RAT dapat mengangkat orang yang bukan anggota tetapi mempunyai kemampuan dan keahlian perkoperasian menjadi Dewan Penasehat;

3. Anggota Dewan Penasehat tidak menerima gaji, tapi dapat diberi uang jasa yang disetujui pada RAT;

4. Anggota Dewan Penasehat tidak mempunyai suara dalam RAT Anggota maupun RAT Pengurus;

5. Dewan Penasehat memberi saran/anjuran untuk kemajuan koperasi baik diminta maupun tidak.

B. Tujuan dan Manfaat Koperasi Tujuan koperasi ini adalah:

a. Mengembangkan ideologi kehidupan perkoperasian;

b. Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umunya dalam rangka menggalang terlaksananya masyarakat Adil Makmur berdasarkan Pancasila;

c. Ikut membangun tatanan perekonomian Nasional dalam rangka mewujudkan Masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;

9

d. Menggiatkan kesadaran anggota untuk menyimpan pada koperasi secara teratur;

e. Meningkatkan pengetahuan melalui penyuluhan, latihan dan pendidikan tentang perkoperasian maupun keterampilan lainnya.

Manfaat koperasi ini adalah:

a. Meningkatkan penghasilan anggota-anggotanya. Sisa hasil usaha yang diperoleh koperasi dikembalikan kepada para anggotanya sesuai dengan hasil jasa dan aktivitasnya.

b. Menawarkan barang dan jasa dengan harga yang lebih murah. Barang dan jasa yang ditawarkan oleh koperasi lebih murah dari yang ditawarkan di toko-toko.

c. Hal ini bertujuan agar barang dan jasa mampu dibeli para anggota koperasi yang kurang mampu.

d. Menumbuhkan motif berusaha yang berperikemanusiaan. Kegiatan koperasi tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi melayani dengan baik keperluan anggotanya.

e. Menumbuhkan sikap jujur dan keterbukaan dalam pengelolaan koperasi.

Setiap anggota berhak menjadi pengurus koperasi dan berhak mengetahui laporan keuangan koperasi.

C. Prinsip Koperasi

Prinsip koperasi merupakan pedoman dalam menjalankan koperasi tersebut. Adapun prinsip dari “KOPEKKAN” yaitu bersifat terbuka, efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi dan prinsip pembagian SHU (Sisa Hasil

Usaha)agar tercermin dengan azas keadilan, demokrasi, transparansi dan sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi.

Berikut adalah analisis dari pembagian SHU:

1. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan sendiri.

2. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.

3. SHU anggota dibayar secara tunai.

Pada koperasi ini laba merupakan salah satunya aspek yang dicari tapi laba bukanlah satu-satunya yang dicari melainkan juga aspek pelayanan.

D. Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan salah satu unsur terpenting dalam suatu organisasi atau perusahaan. Fungsi struktur organisasi diantaranya adalah untuk pembagian wewenang, menyusun pembagian kerja dan merupakan suatu sistem komunikasi. Dengan demikian kegiatan yang beraneka ragam dalam suatu perusahaan disusun secara teratur sehingga tujuan usaha yang telah ditetapkan sebelumnya dapat tercapai dengan baik.

Dalam penerapannya struktur organisasi dari suatu perusahaan selalu berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Adapun struktur organisasi yang dipergunakan Koperasi Perwakilan Pegawai BPKP Provinsi Sumatera Utara adalah struktur organisasi garis, yang pelimpahan wewenangnya berlangsung secara vertikal, yaitu dari pimpinan tertinggi kepada para bagian atau departemen yang bersangkutan. Dengan adanya struktur organisasi yang memisahkan fungsi dengan jelas maka dapat diperoleh keuntungan sebagai berikut:

11

1. Terciptanya arus komunikasi yang baik dalam perusahaan.

2. Terhindarnya konflik dalam pelaksanaan kegiatan kerja.

3. Mendapatkan ketegasan fungsi dan tanggung jawab dari masing-masing karyawan.

4. Terwujudnya hubungan yang harmonis antar karyawan dalam perusahaan.

Adapun struktur organisasi Koperasi Pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara adalah sebagai berikut:

Sumber: Koperasi Pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara (2017)

Gambar 2. 1 Struktur Organisasi

Koperasi Pegawai Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara

Dewan Penasehat

Pengawas Pembukuan

Ketua

Sekretaris Bendahara

Manajer

Unit Usaha Foto Kopi

Unit Usaha Kantin Unit Usaha

Warung Kopi

Unit Simpan Pinjam

Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian yang ada dalam struktur organisasi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Dewan Penasehat

Kedudukan, tugas dan hak Dewan Penasehat adalah:

a. Apabila diperlukan, pengurus dapat mengangkat Dewan Penasehat dari pejabat di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara atas persetujuan Rapat Anggota.

b. Memberikan saran atau pendapat kepada pengurus untuk kemajuan koperasi, baik diminta maupun tidak diminta tetapi tidak mengikat pengurus.

c. Dewan Penasehat dapat menghadiri Rapat Anggota atau Rapat Pengurus dan mempunyai hak berbicara tetapi tidak mempunyai hak suara.

d. Dewan Penasehat tidak menerima gaji, akan tetapi dapat diberikan uang jasa sesuai Rapat Anggota

e. Apabila terdapat persoalan-persoalan yang dihadapi koperasi atau koperasi memerlukan bantuan perusahaan untuk kemajuan usahanya, hal tersebut dapat dikoordinasikan kepada Dewan Penasehat.

2. Pengawas

Tugas dan kewajiban Dewan Pengawas adalah:

a. Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi setiap 3 bulan sekali dan sekurang-kurangnya 6 bulan sekali.

13

b. Membuat laporan tertulis tentang hasil dan pengawasan dan disampaikan kepada Pengurus, Anggota dan Pemerintah.

c. Dewan Pengawas dapat meminta bantuan Jasa Audit kepada Akuntan Publik / Koperasi Jasa Audit dengan persetujuan pengurus.

d. Biaya Jasa Audit ditanggung oleh Koperasi dan dianggarkan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi.

e. Dewan Pengawas berkewajiban membantu pengurus dalam memberikan penjelasan tentang keadaan koperasi di luar maupun di dalam rapat anggota dan merahasiakan hasil pengawasan / pemeriksaannya selain kepada Pengurus dan Rapat Anggota serta pihak yang berhak melakukan pemeriksaan atas koperasi.

3. Pembukuan

Tugas dan kewajiban Pembukuan adalah:

a. Mengelola koperasi serta usahanya.

b. Mengajukan gagasan kerja dan rancangan biaya pendapatan serta Rencana Anggaran Belanja Koperasi (RAPBK).

c. Mengajukan neraca keuangan serta pertanggungjawaban proses tugas.

d. Mengadakan pembukuan keuangan serta investasi dengan cara teratur.

4. Ketua

Tugas dan kewajiban Ketua adalah:

a. Mengendalikan seluruh kegiatan koperasi.

b. Memimpin, mengkordinir, dan mengontrol jalannya aktifitas koperasi dan bagian yang ada didalamnya.

c. Menerima laopran atas kegiatan yang dikerjakan masing-masing anggotanya.

d. Menandatangani surat penting.

e. Memimpin rapat anggota tahunan dan melaporkan laporan pertanggung jawaban akhir tahun pada anggota.

f. Mengambil keputusan atas hal-hal yang dianggap penting bagi kelancaran kegiatan koperasi.

5. Sekretaris

Tugas dan kewajiban Sekretaris adalah:

a. Membantu ketua dalam melaksanakan pekerjaan.

b. Menyelenggarakan kegiatan surat menyurat dan ketatausahaan koperasi.

c. Mencatat tentang kemajuan dan kelemahan yang terjadi pada koperasi.

d. Menyampaikan hal-hal yang penting pada ketua.

e. Membuat pendataan koperasi.

6. Bendahara

Tugas dan kewajiban Bendahara adalah:

a. Merencanakan anggaran belanja dan pendapatan koperasi.

b. Memelihara semua harta kekayaan koperasi.

c. Membukukan transaksi ke Supplier > Rp. 1. 000. 000 (satu juta rupiah)

d. Pengisian saldo.

e. Melakukan Cash Opnameyang ada di kasir.

15

7. Manajer (Pengelola)

Pengelola (Manajer) koperasi adalah mereka yang diangkat dan diberhentikan oleh pengurus untuk mengembangkan koperasi secara efisien dan profesional. Kedudukan pengelola adalah sebagai karyawan / pegawai yang diberi kuasa dan wewenang oleh pengurus.

Tugas dan tanggung jawab pengelola:

a. Membantu memberikan usulan kepada pengurus dalam menyusun perencanaan.

b. Merumuskan pola pelaksanaan kebijaksanaan pengurus secara efektif dan efisien.

c. Membantu pengurus dalam menyusun uraian tugas bawahannya.

d. Menentukan standar kualifikasi dalam pemilihan dan promosi pegawai.

E. Jenis Usaha / Kegiatan

Koperasi Pegawai Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara adalah badan usaha yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya khususnya para pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara. Untuk mencapai tujuan koperasi tersebut, maka koperasi menyelenggarakan usaha-usaha yang terdiri dari:

1. Melakukan usaha simpan pinjam.

2. Menyediakan barang-barang kebutuhan pokok anggota.

3. Mengadakan usaha kerja sama dengan koperasi maupun badan usaha lainnya yang saling menguntungkan dan untuk meningkatkan

4. Mengadakan usaha pertokoan.

5. Mengadakan usaha Rekanan dan Borongan.

6. Megadakan usaha Kantin / Katering.

7. Mengadakan usaha jasa lainnya yang menguntungkan koperasi dan anggota, sepanjang usaha tersebut tidak bertentangan dengan Undang-Undang Koperasi yang berlaku.

F. Kinerja Usaha Terkini

Setiap koperasi tentu mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan sesuai dengan tujuan koperasi, butuh waktu untuk mencapai itu semua.

KoperasiPegawai Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara sejauh ini masih kurang baik. Hal ini disebabkan karena pendapatan simpan pinjam yang diperoleh oleh perusahaan tidak sesuai. Pendapatan simpan pinjam yang diperoleh koperasi hanya mencapai 8, 32% dari yang dianggarkan Koperasi Pegawai Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara.

Seiring berjalannya tahun ini pendapatan simpan pinjam yang diperoleh oleh koperasi dengan yang dianggarkan Koperasi Kantor Pegawai Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara masih belum tercapai. Tetapi apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya pendapatan premi dan diperoleh perusahaan mengalami pertumbuhan. Dari semua data-data dan hasil temuan dari Koperasi Kantor Pegawai Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara dapat dilaporkan bahwa:

17

1. Aspek Organisasi

Kinerja pengurus sudah semakin baik, disiplin pengurus untuk mengikuti rapat-rapat pengurus sudah berjalan dengan baik, diharapkan kinerja pengurus dapat dipertahankan dan daftar hadir rapat pengurus perlu disampaikan kepada badan pengawas.

2. Aspek Unit Usaha

Unit usaha simpan pinjam sudah berjalan dengan baik, diharapkan pelayanan untuk semua aspek usaha lebih dioptimalkan, perlu direncanakan pengembangan jenis aspek usaha lain, dan penjaga toko harus rutin memeriksa persediaan barang.

3. Aspek administrasi

Kelengkapan sarana administrasi telah memadai antara lain, buku anggota sudah diserahkan kepada setiap anggota lama maupun anggota baru, penyimpanan data file sudah dibuat soft copynya pada komputer, realisasi anggaran pendapatan dan belanja koperasi ini berjalan dengan baik.

Setiap proses pekerjaan yang dilalui koperasi ini sangat bermanfaat bagi koperasi dan orang-orang yang ada didalamnya. Produktivitas dan efektivitas sangat berpengaruh kepada kinerja koperasi, semakin rajin koperasi meningkatkan produktivitasnya maka semakin tercapailah tujuan koperasi tersebut. Kinerja yag baik juga sangat berpengaruh terhadap manajemen yang dilakukan koperasi. Manajemen perencanaan pengorganisasian, pengendalian dan pengawasan sangat berpengaruh penting terhadap kinerja koperasi.

BAB III PEMBAHASAN

A. Pengertian Kredit

Menurut Kasmir (2014) kata kredit berasal dari bahasa latin yaitu “credere”

yang berarti kepercayaan, dan kepercayaanlah yang terkandung di dalam perkreditan antara si pemberi dan si penerima kredit. Kata kredit juga berasal dari bahasa asing lain, yaitu kata : Creat yang artinya percaya dan Do yang artinya menempatkan. Jadi kedua suku kata itu apabila digabung menjadi “Creado” yang berarti menempatkan kepercayaan.

Menurut Undang–undang Nomor 14 tahun 1967 tentang pokok – pokok Perbankan, yang dimaksud dengan kredit ialah :

“Penyediaan uang atau tagihan – tagihan yang dapat disamakan dengan itu berdasarkan persetujuan pinjam–meminjam antara pihak bank dengan pihak lain dalam hal dimana pihak peminjam berkewajiban melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan bunga yang telah ditetapkan”.

Menurut Burhanuddin (2010), koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang didirikan guna memberikan kesempatan kepada para anggotanya untuk memperoleh pinjaman atas dasar kebaikan.

Pemberian kredit menaruh kepercayaan bahwa penerima kredit akan memenuhi pembayarannya kembali dan pinjamannya tersebut. Adapun faktor-faktor kepercayaan dapat dilihat dari dua segi, yaitu:

19

a. Dari segi debitur

Yaitu si peminjam kredit akan membayar pinjamannya setelah sampai jangka waktu yang telah ditetapkan.

b. Dari segi kreditur

Yaitu si pemberi kredit yang akan menerima pembayaran atas kredit yang diberikannya, jika telah sampai masa yang ditetapkan.

B. Fungsi Kredit

Secara garis besar fungsi kredit dalam tata kehidupan perekonomian antara lain:

1. Kredit pada hakikatnya dapat meningkatkan daya guna uang. Kredit ini meningkatkan daya guna dari modal / uang, karena anggota koperasi yang mempunyai uang menyimpan uangnya di koperasi. Selanjutnya, uang tersebut dipinjamkan kepada anggota koperasi yang membutuhkan untuk meningkatkan produktifitas. Jadi seluruh dana yang tersedia di kas koperasi tidaklah pasif, melainkan akan tersalur kepada usaha – usaha yang berguna.

2. Kredit dapat meningkatkan daya guna suatu barang, karena:

a. Para pengusaha yang memproduksi barang setengah jadi, dengan adanya fasilitas – fasilitas kredit produksi diharapkan dapat ditingkatkan menjadi barang yang siap dipakai.

b. Dengan adanya fasilitas kredit tersebut para pengusaha dapat mendistribusikan dari daerah berkembang ke daerah maju.

3. Kredit akan meningkatkan peredaran lalu lintas uang.

Karena pada umumnya kredit yang diberikan oleh para kreditur kepada debitur adalah berupa rekening koran. Secara umum para pengusaha yang melakukan transaksi akan melakukannya dengan menggunakan cek, bilyet, giro atau pemindah bukuan, sehingga peredaran uang kartal atau giral secara otomatis akan berkembang.

4. Kredit merupakan alat hubungan internasional.

Pada umumnya negara – negara industri maju atau yang lazim kita kenal dengan perekonomiannya yang kuat, selalu membantu negara – negara yang sedang berkembang dalam rangka melaksanakan pembangunan di negara tersebut. Bantuan yang dimaksud adalah berbentuk kredit yang pada umumnya memenuhi syarat – syarat yang lunak yakni dengan suku bunga yang relatif rendah dengan jangka waktu pemakaian yang cukup panjang.

5. Kredit sebagai alat stabilitas ekonomi.

Dalam keadaan ekonomi yang kurang sehat, kebijakan pemberian kredit dapat diarahkan kepada usaha – usaha antara lain:

a. Pengendalian inflasi, b. Peningkatan ekspor, dan

c. Pemenuhan kebutuhan pokok rakyat

C. Tujuan Kredit

Dalam membahas tujuan kredit, kita tidak dapat melepaskan diri dari falsafah yang dianut oleh suatu negara. Di negara-negara liberal, tujuan kredit

21

didasarkan kepada usaha untuk memperoleh keuntungan sesuai dengan prinsip ekonomi yag dianut oleh negara yang bersangkutan, yaitu dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh manfaat yag sebesar-besarnya. Oleh karena pemberian kredit dimaksud untuk memperoleh keuntungan, maka koperasi hanya boleh meneruskan simpanan anggota kepada anggotanya dalam bentuk kredit, jika koperasi betul-betul merasa yakin bahwa anggota yang akan menerima kredit itu mampu dan mau mengembalikan kredit yang diterimanya.

Dari faktor kemampuan dan kemauan tersebut, tersimpul unsur keamanan (safety) dan sekaligus juga unsur keuntungan (profitability) dari suatu kredit. Dan kedua unsur itu saling berkaitan.

Keamanan atau safety yang dimaksud adalah bahwa prestasi yang diberikan dalam bentuk uang, barang atau jasa itu betul-betul terjamin pengembaliannya, sehingga keuntungan /profitability yang diharapkan dapat menjadi kenyataan.

Keuntungan atau profitability merupakan tujuan dari pemberian kredit yang terjelma dalam bentuk bunga yang diterima. Dan karena Pancasila adalah sebagai dasar falsafah negara kita, maka tujuan kredit tidak semata-mata mencari keuntungan melainkan disesuaikan dengan tujuan negara, yaitu untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Dengan demikian, maka tujuan kredit yang diberikan oleh suatu koperasi, akan mengembangkan tugas sebagai agent of development (pengembang) adalah untuk:

a. Turut menyukseskan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan.

b. Meningkatkan aktivitas koperasi agar dapat menjalankan fungsinya guna menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat.

c. Memperoleh laba agar kelangsungan hidup koperasi terjamin dan dapat memperluas usahanya.

Dari tujuan tersebut, tersimpul adanya kepentingan yang seimbang antara kepentingan pemerintah, kepentingan masyarakat dan kepentingan pemilik modal (koperasi).

D. Unsur-Unsur Kredit

Unsur-unsur pemberian kredit adalah sebagai berikut:

a. Amanat, merupakan segala sesuatu yang telah dipercayakan kepada manusia, baik yang berkaitan dengan hak dirinya maupun hak pihak lain.

b. Waktu, dimana dalam setiap transaksi kredit terdapat suatu periode waktu antara saat pemberian kredit dan saat pengembaliannya. Dalam transaksi kredit terdapat tenggang waktu antar peristiwa prestasi dan kontraprestasi.

c. Risiko, dimana dalam setiap kredit akan mengandung risiko tertentu, yaitu risiko kehilangan sebagian atau seluruhnya. Hal ini disebabkan tenggang waktu yang diberikan koperasi. Semakin panjang jangka waktu kredit, maka semakin besar risikonya, demikian pula sebaliknya. Risiko ini menjadi tanggungan bank, baik risiko yang disengaja oleh nasabah, maupun risiko yang tidak disengaja, misalnya karena bencana alam atau bangkrutnya usaha nasabah tanpa ada unsur kesengajaan lainnya, sehingga nasabah tidak mampu lagi melunasi kreditnya.

23

d. Kesepakatan dua belah pihak. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing. Kesepakatan ini kemudian dituangkan dalam akad kredit dan ditandatangani kedua pihak sebelum kredit diberikan.

e. Balas jasa merupakan keuntungan atau pendapatan atas pemberian suatu kredit. Balas jasa ini dikenal dengan“bunga”. Disamping balas jasa dalam bentuk bunga, koperasi juga membebankan kepada nasabah biaya administrasi kredit yang juga akan menjadi keuntungan koperasi.

E. Jenis –Jenis Kredit

Menurut Kasmir (2014) secara umum jenis – jenis kredit dapat dilihat dari berbagai segi sebagai berikut:

●Jenis – jenis kredit dari segi tujuan kredit:

1. Kredit produktif yaitu kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha produksi atau investasi. Kredit ini diberikan untuk menghasilkan barang atau jasa. Contohnya kredit untuk membangun pabrik yang nantinya akan menghasilkan barang, kredit pertanian akan menghasilkan hasil pertanian, kredit pertambangan menghasilkan bahan tambang atau kredit industri akan menghasilkan barang industri.

2. Kredit konsumtif yaitu jenis kredit yang digunakan untuk dikonsumsi secara pribadi. Dalam kredit ini tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha. Sebagai contoh kredit untuk perumahan,

kredit mobil pribadi, kredit perabotan rumah tangga dan kredit konsumtif lainnya.

●Jenis kredit dari segi kegunaanya:

1. Kredit modal kerja adalah kredit yang dipergunakan untuk keperluan meningkatkan produksi dalam operasionalnya. Contoh kredit modal kerja diberikan untuk membeli bahan baku, membayar gaji pegawai atau biaya – biaya lainnya yang berkaitan dengan produksi perusahaan.

2. Kredit investasi adalah kredit jangka panjang yang biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun proyek / pabrik baru atau untuk keperluan rehabilitasi. Contoh kredit investasi misalnya untuk membangun pabrik atau membeli mesin – mesin. Masa pemakaiannya untuk suatu periode yang relatif lebih lama dan dibutuhkan modal yang relatif besar pula.

●Jenis kredit dilihat dari segi jangka waktu:

1. Kredit jangka pendek yaitu kredit berjangka waktu sampai dengan satu tahun, biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja.

2. Kredit jangka menengah yaitu kredit dengan jangka waktu di atas satu tahun sampai dengan tiga tahun dan biasanya kredit ini digunakan untuk melakukan investasi.

3. Kredit jangka panjang adalah kredit dengan jangka waktu di atas lima tahun, yaitu kredit yang diberikan untuk pembiayaan pembangunan pabrik baru dan pembiayaan proyek jangka panjang.

●Jenis kredit dilihat dari segi jaminan:

1. Kredit dengan jaminan merupakan kredit yang diberikan dengan suatu

25

berwujud. Artinya setiap kredit yang diberikan akan dilindungi senilai jaminan yang diberikan calon debitur.

2. Kredit tanpa jaminan merupakan kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu. Kredit jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha, karakter serta kualitas calon debitur selama berhubungan dengan kreditur.

F. Syarat – Syarat Kredit

Dalam pemberian kredit kepada nasabah, pihak koperasi senantiasa melakukan pertimbangan – pertimbangan dalam pemberian kredit sesuai dengan peraturan – peraturan yang berlaku. Untuk menimbulkan suatu kepercayaan kepada si penerima kredit, pihak koperasi perlu meneliti terlebih dahulu tentang apa dan bagaimana serta siapa calon penerima kredit tersebut. Dalam hal ini dikenal formulasi yang lazim digunakan dalam menentukan penilaian kredit yaitu berpedoman pada formulasi “5C” berikut:

a. Character (Watak / Kepribadian)

Adalah sifat yang terdapat pada diri seseorang. Pihak – pihak berusaha

Adalah sifat yang terdapat pada diri seseorang. Pihak – pihak berusaha

Dalam dokumen TUGAS AKHIR. Hagie Randa (Halaman 12-0)

Dokumen terkait