• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I : PENDAHULUAN

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian yaitu : a. Bagi Perusahaan/Kantor

Sebagai bahan masukan dan pertimbangan kepada pihak manajemen perusahaan dalam hal ini laporan arus kas dan kinerja keuangan perusahaan.

b. Bagi Peneliti/Penulis

1. Menambah pengetahuan peneliti/penulis tentang penyusunan laporan arus kas dan menilai kinerja keuangan pada PT. Perkebunan Nusantara IV.

2. Untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik dalam meyelesaikan Pendidikan Program Diploma III Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara.

3. Sebagai bahan referensi bagi penulis lain yang berminat pada kajian tersebut.

PROFIL PERUSAHAAN

A. Sejarah Perusahaan

PT Perkebunan Nusantara IV (“Perusahaan) (dahulu PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)) didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1996, seperti yang dinyatakan dan berdasarkan akta pendirian yang dibuat dihadapan Notaris Harun Kamil, S.H. No. 37 tanggal 11 Maret 1996 dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-8332. HT.01.01.TH.96 tanggal 8 Agustus 1996 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 81 tanggal 8 Oktober 1996 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 81 tanggal 8 Oktober 1996, tambahan No. 8675/1996. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta No. 25 tanggal 23 Oktober 2014 dari Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn, mengenai perubahan struktur pemegang saham dan nama Perusahaan dari Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara IV menjadi PT Perkebunan Nusantara IV.

Perubahan anggaran dasar ini telah dilaporkan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan surat penerimaan pemberitahuan No.

AHU-08636.40.21.14, tanggal 19 Nopember 2014. Yang kini beralamat di Jl.

Letjend.Suprapto No. 2 Medan

Perusahaan adalah hasil peleburan 3 (tiga) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Perkebunan VI (Persero), PT Perkebunan VII (Persero), dan PT Perkebunan VIII (Persero). Peleburan ketiga BUMN tersebut ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 9 Tahun 1996. Berdasarkan

Peraturan Pemerintah tersebut, setelah Perusahaan didirikan maka ketiga BUMN yang dilebur dinyatakan bubar dan segala hak dan kewajibannya beralih kepada Perusahaan.

PTPN IV adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang agrobisnis dan agroindustri. Dalam menjalankan bisnisnya PTPN IV mengelola 2 segmen usaha komoditi perkebunan yaitu :

1. Segmen Usaha Komoditi Kelapa Sawit 2. Segmen Usaha Komoditi Teh

PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) memiliki 30 unit kebun yang mengelola budidaya kelapa sawit, 3 unit kebun yang mengelola budidaya teh, dan 1 unit kebun plasma kelapa sawit yang berlokasi di 9 Kabupaten, yaitu Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, Padang Lawas, Batubara, dan Mandailing Natal.

Dalam proses pengolahan, PTPN IV memiliki 16 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas total 615 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam, 2 unit Pabrik Teh dengan kapasitas total 154 ton Daun Teh Basah (DTB) per hari, dan 1 unit Pabrik Pengolahan Inti Sawit dengan kapasitas 450 ton per hari.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah melakukan usaha dibidang agrobisnis dan agroindustri serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perusahaan untuk menghasilkan barang dan atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat, untuk mendapatkan atau mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perusahaan dengan menerapkan prinsip – prinsip Perseroan Terbatas.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas, perusahaan dapat melaksanakan kegiatan utama :

1) Pengusahaan budidaya tanaman, yang meliputi pembukaan dan pengolaan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemungutan hasil tanaman serta melakukan kegiatan-kegiatan lain sehubungan dengan budidaya tanaman tersebut;

2) Produksi yang meliputi pengolahan hasil tanaman sendiri maupun dari pihak lain menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi serta produk turunannya;

3) Penyelenggaraan perdagangan yang meliputi kegiatan pemasaran berbagai macam hasil produksi serta melakukan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha perusahaan;

4) Pengembangan usaha di bidang perkebunan, agrowisata, agrobisnis, dan agroindustri.

B. Visi Dan Misi

Berikut ini akan dijelaskan visi dan misi PT Perkebunan Nusantara IV : 1) Visi PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)

“Menjadi perusahaan unggul dalam usaha agroindustri yang terintegrasi”.

2) Misi PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)

a. Menjalankan usaha dengan prinsip – prinsip usaha terbaik, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

b. Menyelenggarakan usaha agroindustri berbasis kelapa sawit, teh, dan karet.

c. Mengintegrasikan usaha agroindustri hulu, hilir dan produk baru, pendukung agroindustri dan pendayagunaan aset dengan preferensi pada teknologi terkini yang teruji (proven) dan berwawasan lingkungan.

C. Struktur Organisasi

Pada umumnya suatu organisasi baik itu organisasi massa maupun organisasi usaha, harus mempunyai struktur organisasi agar perjalanan usaha dapat berlangsung dengan baik, sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai dengan efektif. Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional.

Struktur organisasi dapat memberikan gambaran secara skematis tentang hubungan kerjasama antara orang – orang yang terdapat dalam organisasi dengan jelas. Yang membedakan struktur organisasi pada perusahaan besar dan kecil adalah tingkat kerumitan masalah yang dihadapinya dan disesuaikan dengan jenis dan kegiatan yang dijalankan perusahaan.

Penyusunan struktur organisasi sesuai dengan prinsip organisasi yang dilaksanakan sebelum operasi fisik perusahaan, agar berjalan sebagaimana mestinya. Pembentukan struktur organisasi secara umum diikuti dengan penyusunan analisa jabatan dan uraian jabatan yang mempertegas dalam pembagian pekerjaan dalam arti pekerja mengetahui siapa yang menjadi atasannya, pekerja apa yang diharapkan darinya dan apa yang harus dikerjakannya, apa yang menjadi hak dan kewajibannya dan lain sebagainya. Oleh karena itu struktur organisasi sangat penting peranannya untuk menghindari ketidakpastian dalam melaksanakan aktivitas-aktivitas perusahaan.

Berikut ini adalah struktur organisasi PT Perkebunan Nusantara IV :

Gambar 2.1 STRUKTUR ORGANISASI KANTOR PUSAT PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV

D. Uraian Pekerjaan

PT Perkebunan Nusantara IV Medan sesuai dengan SK Direksi No.04.13/Kpts/43/VIII/2003 tentamg organisasi dan tata kerja mempunyai beberapa bidang yaitu terdiri dari :

1. Rapat Umum Pemegang Saham

RUPS memegang segala wewenang yang tidak diserahkan kepada Direksi atau Komisaris dalam batas yang ditentukan Undang – Undang Perseroan atau Anggaran Dasar. Sebagai pemegang tertinggi dalam perseroan, RUPS berhak memperoleh segala keterangan yang berkaitan dengan kepentingan perseroan dari Direksi atau Komisaris RUPS.

2. Dewan Komisaris

Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan, Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan serta ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.

3. Direksi

Direksi bertugas menjalankan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan serta mewakili Perusahaan baik di dalam maupun diluar Pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian dengan pembatasan-pembatasan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan/atau Keputusan RUPS.

4. Direktur Utama

Direktur Utama dalam kegiatannya mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

a. Mengelola Perusahaan sesuai amanat RUPS untuk mewujudkan sasaran Perusahaan.

b. Menjalankan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan serta mewakili Perusahaan baik di dalam maupun diluar

pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang - undangan, Anggaran Dasar dan Keputusan RUPS.

c. Memimpin, mengkoordinasikan dan mensinkronisasikan pelaksanaan program kegiatan Direktur Produksi, Direktur SDM dan Umum, Direktur Keuangan dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha, Manajer Grup dan Manajer Unit.

d. Menjalankan arahan dari Dewan Komisaris dan RUPS.

e. Mengatur pembagian tugas dan wewenang masing-masing anggota Direksi.

5. Direktur Produksi

a. Memimpin dan mengkoordinasikan tugas-tugas dibawah Direktorat Produksi.

b. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan di bawah Direktorat Produksi.

c. Melaksanakan dan mengendalikan program kegiatan di Bidang Tanaman, Pengolahan (termasuk P3TBS) dan Teknik.

d. Menjalankan arahan dari Direktur Utama, Dewan Komisaris dan RUPS.

e. Mengadakan rapat-rapat internal secara berkala dilingkungan Direktorat Produksi untuk mengevaluasi pelaksanaan program kegiatan.

6. Direktur SDM dan Umum

a. Memimpin dan mengkoordinasikan tugas-tugas dibawah Direktorat SDM dan Umum.

b. Menyusun struktur organisasi Perusahaan beserta uraian tugasnya.

c. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan di bawah Direktorat SDM dan Umum.

d. Melaksanakan dan mengendalikan program kegiatan dibidang SDM, Umum, Hukum dan Pertahanan serta Pengadaan.

e. Melaksanakan pengelolaan SDM, termasuk rekrutmen, penempatan, penilaian kinerja, karir, remunerasi danpurna tugas.

7. Direktur Keuangan

a. Memimpin dan mengkordinasikan tugas-tugas dibawah Direktorat Keuangan.

b. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan di bawah Direktorat Keuangan.

c. Melaksanakan dan mengendalikan program kegiatan yang telah dirumuskan, meliputi Bidang Keuangan, Akuntansi dan Pemasaran

d. Menjalankan arahan-arahan dari Direktur Utama, Dewan Komisaris dan RUPS.

e. Mengadakan rapat internal secara berkala guna membahas masalah-masalah dibidang Keuangan, Akuntansi dan Pemasaran.

8. Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha

a. Memimpin dan mengkoordinasikan tugas-tugas di bawah Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Usaha.

b. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan di bawah Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Usaha.

c. Melaksanakan dan mengendalikan program kegiatan di Bidang Perencanaan (termasuk IT), Pengembangan Usaha (tidak termasuk pengembangan di Bidang Tanaman) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

d. Pengelolaan dan pengurusan Anak Perusahaan dan Perusahaan Penyertaan (tidak termasuk aspek legal).

e. Menjalankan arahan dari Direktur Utama, Dewan Komisaris dan RUPS.

9. Komite Audit

a. Bertugas memonitori dan mengevaluasi proses penyelesaian Laporan Keuangan Tahun buku setiap tahunnya dan penetapan laporan pertanggung jawaban keuangan perusahaan tahun sebelumnya.

b. Melakukan evaluasi atas efektivitas Satuan Pengawasan Intern (SPI).

c. Melakukan evaluasi atas sistem Pengendalian Intern kegiatan tertentu.

d. Melakukan evaluasi dan memonitori atas laporan Direksi tentang progres pelaksanaan arahan RUPS.

e. Melakukan evaluasi atas Laporan Manajemen Triwulan Direksi.

10. Sekretaris Perusahaan

a. Bertugas memastikan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, seperti peraturan yang berkaitan dengan pengelolaan BUMN, Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar.

b. Memberikan penjelasan atas peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan.

c. Mengkoordinasikan atas kepatuhan pelaksanaan GCG di lingkungan PT Perkebunan Nusantara IV.

d. Menyimpan dokumen-dokumen perusahaan, seperti Risalah RUPS, Risalah Rapat Direksi dan Risalah Rapat Dewan Komisaris. Menyimpan dan mengawasi stempel resmi perusahaan. Membantu, jika diperlukan, dalam mempersiapkan Laporan Tahunan Perusahaan.

11. Satuan Pengawas Intern (SPI)

a. Bertugas menilai terhadap informasi keuangan mencakup penilaian terhadap informasi keuangan sesuai prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.

b. Menilai terhadap ketaatan Unit Usaha yang bersangkutan pada peraturan perundang-undangan yang mendasari transaksi/kegiatan yang mempunyai pengaruh kepada laporan keuangan serta ketaatan terhadap RKAP yang telah ditetapkan.

c. Menilai terhadap penggunaan sumber daya ekonomi perusahaan, apakah telah dikelola denga baik efisien dan berdaya guna.

12. Kepala Bagian Tanaman

Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Tanaman yaitu :

a. Membuat, meninjau dan merevisi standard performance bidang tanaman, b. Merumuskan kebijakan kultur teknis tanaman dan panen yang lebih baik

guna meningkatkan efektifitas dan produktivitas kerja,

c. Melaksanakan pemesanan kecambah Kelapa Sawit yang bersertifikat dan biji Karet yang berkualitas,

d. Melaksanakan pengkajian, pengujian sarana dan metode baru bidang tanaman.

13. Kepala Bagian Keuangan

Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Keuangan adalah:

a. Membuat dan menyampaikan Laporan Manajemen (LM) intern dan tahunan kepada pemegang saham,

b. Membuat dan menyampaikan Laporan Keuangan (Konsolidasian) interim dan tahunan sesuai dengan pernyataan standar akuntansi keuangan kepada stakeholders (pemegang saham, Bapepam, Instansi terkait lainnya),

c. Mempersiapkan bahan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berkaitan dengan data keuangan,

d. Melaksanakan pemeriksaan kas, persediaan dan aktiva lainnya serta verifikasi penggunaan uang kerja dan administrasi keuangan Distrik Manajer dan Kebun atau unit secara periodik,

e. Menyusun perencanaan strategi dan rencana jangka panjang bagian serta rencana kerja anggaran perusahaan/rencana operasional di bagian keuangan.

14. Kepala Bagian Umum

Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Umum adalah:

a. Mengurus penerbitan sertifikat Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan Kantor Direksi,

b. Mengurus pengelolaan Poliklinik Kantor Direksi dan memonitor pengiriman pasien Poliklinik Kantor Direksi,

c. Melaksanakan analisa dan evaluasi keamanan perusahaan dalam upaya penyelenggaraan pengamanan personil, aset, informasi atau dokumen, lingkungan dan instalasi,

d. Melaksanakan investasi dan interogasi internal serta menuangkannya ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan resume hasil pemeriksaan.

15. Kepala Bagian Perencanaan dan Pengkajian

Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Perencanaan dan Pengkajian adalah:

a. Menyusun kebijakan, program kegiatan dan kebutuhan anggaran perencanaan dan pengkajian,

b. Meyusun rencana kerja dan pengkajian anggaran perusahaan,

c. Merencanakan dan mengkaji serta merekomendasikan jenis industri hilir yang prosfektif bagi perusahaan,

d. Mengkaji dan menyusun rencana jangka panjang perusahaan.

16. Kepala Bagian Teknik

Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Teknik adalah:

a. Merencanakan, memonitori dan mengevaluasi pekerjaan teknik yang berhubungan dengan pemeliharaan dan perbaikan mesin instalasi, sipil atau traksi dan alat berat,

b. Mengkaji dan mengembangkan manajemen teknik secara inovatif guna pencapaian sasaran mutu yang lebih efektif dan efisien,

c. Melaksanakan pengujian sarana dan metode baru bidang teknik.

17. Kepala Bagian Akuntansi

Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Akuntansi adalah:

a. Melaksanakan kegiatan proses akuntansi yang meliputi aktiva, kewajiban, ekuiti, penjualan, dan beban,

b. Melaksanakan rekonsiliasi perkiraan internal dan eksternal,

c. Memonitoring dan evaluasi kinerja karyawan pada bagian akuntansi,

d. Menyusun perencanaan strategi dan rencana jangka panjang bagian serta rencana kerja anggaran perusahaan/rencana kerja operasional di bagian akuntansi,

e. Menyusun proyeksi dan realisasi cash flow perusahaan.

18. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM)

Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian SDM adalah :

a. Melaksanakan pengelolaan SDM berbasis kompetensi, kinerja dan kontribusi yang diberikan kepada perusahaan,

b. Melaksanakan pembangunan sistem dan Training Program dalam rangka pemenuhan kompetensi,

c. Melaksanakan kegiatan survei kepuasan karyawan,

d. Melaksanakan kegaitan promosi, kenaikan golongan, demosi dan mutasi.

19. Kepala Bagian Pengembangan

Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Pengembangan adalah:

a. Menjalankan kerja sama dengan pihak luar dalam rangka pengembangan dan kerja sama strategi perusahaan, serta tata kelola perusahaan yang baik, b. Mengembangkan industri hilir yang telah dimiliki perusahaan,

c. Mengikuti perkembangan pasar modal termasuk peraturan-peraturan yang berlaku di pasar modal dan memberikan masukan kepada Direksi,

d. Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi berbasis database secara konsisten dan up to date.

20. Kepala Bagian Teknologi

Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Teknologi adalah :

a. Merencanakan, memonitor dan mengevaluasi pengolahan dan pengawasan mutu untuk mendukung perencanaan produksi pabrik sesuai dengan permintaan pasar,

b. Menuntun norma atau standard fisik dan mutu, bahan kimia dan bahan pendukung pengolahan pabrik,

c. Memonitor dan mengevaluasi mutu mulai dari bahan baku hingga produk jadi, lateks pekat, SIR, minyak sawit dan inti sawit.

21. Kepala Bagian Pengadaan

Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Pengadaan adalah :

a. Merumuskan sistem dan prosedur pengadaan barang yang diperlukan perusahaan dan pengadaannya harus melalui kantor Direksi dan Unit Kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku,

b. Melaksanakan pengadaan barang yang pelaksanaanya melalui Kantor Direksi dengan sistem penunjukan langsung,

c. Mengusulkan kepada Panitia Pelelangan Kantor Direksi untuk melaksanakan pelelangan pengadaan barang dengan cara penunjukkan langsung, pemilihan langsung, pelelangan terbatas dan pelelangan umum, d. Membentuk daftar harga atau database PT. Perkebunan Nusantara IV untuk

dapat digunakan sebagai pedoman menentukan harga limit dalam pembuatan anggaran belanja.

22. Kepala Bagian Kemitraan dan Bina Lingkungan

Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian KBL adalah :

a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) program kemitraan dan bina lingkungan dan mengusulkannya ke Menteri Negara BUMN,

b. Menjalin dan membina hubungan baik dengan instansi terkait,

c. Menyusun studi kelayakan pembangunan perkebunan rakyat disekitar wilayah usaha perusahaan,

d. Membina kerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat dalam pengembangan dan pembangunan Perkebunan Rakyat.

23. Kepala Bagian Program Transformasi Bisnis (PTB) Anak Perusahaan

Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian PTB dan Anak Perusahaan adalah:

a. Mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Direksi dalam pelaksanaan Transformasi Bisnis di PT Perkebunan Nusantara III,

b. Merencanakan, menyusun program dan rencana kegiatan dari strategi inisiatif PTB,

c. Mengkaji dan menyusun rencana jangka panjang perusahaan (Corporate Planning),

d. Menjamin kebijakan mutu dan lingkungan dipahami, diterapkan dan dipelihara oleh seluruh karyawan disetiap unit kegiatan PT Perkebunan Nusantara III.

Untuk melakukan fungsi pembinaan dan pengendalian, Unit Usaha dibagi dalam 6 (enam) Grup Unit Usaha yang dibawahi oleh manajer Grup yang bertanggung jawab pada Direksi, yang terdiri dari :

1. GUU – I : Bah Jambi, Balimbingan, Tonduhan, Pasir Mandoge, Sei Kopas, Dolok Sinumbah, Marihat, Marjandi, Bah Birung Ulu.

2. GUU – II : Gunung Bayu, Mayang, Bukit Lima, Dolok Ilir, Laras, Tanah Itam Ulu, dan Sidamanik.

3. GUU – III : Pabatu, Adolina, Tinjowan, Padang Matinggi, Aek Nauli, Sawit Langkat, Bah Butong, Tobasari, Proyek Timur, Kebun Balap, PKS. Timur.

4. GUU – IV : Air Batu, Pulu Raja, Berangir, Ajamu, Meranti Paham, Sosa, dan PKS Sosa, Proyek Panai Jaya.

E. Kinerja Usaha Terkini

Setiap instansi tentu mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan sesuai dengan tujuan instansi, butuh waktu untuk mencapai itu semua, begitu juga pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero), perusahaan ini terus berupaya agar tujuan yang telah di gariskan oleh perusahaan ini dapat terwujud. Tidak mudah dalam mewujudkan itu semua karena membutuhkan kerja keras yang tinggi, disiplin dan loyalitas dalam bekerja. Pastinya untuk mendorong mencapai hasil yang maksimal diperlukan kinerja yang bermutu dan tepat. Jadi kinerja usaha terkini yang dijalankan perusahaan adalah :

Tabel.1.1 Produksi TBS dan Teh Triwulan 2016

Capaian Produksi Tbs & Teh Triwulan I/2016

Jenis Kategori Relisasi

Capaian produksi TBS Kebun sendiri Triwulan I/2016 sebesar 422.172 ton berada dibawah RKAP Sebesar 35.869 ton atau 7,83% dan pembelian TBS sebesar 113.384 Ton, dibawah RKAP sebesar 62.866 Ton atau 35,67%. Secara gabungan produksi TBS sebesar 535.556 Ton berada dibawah RKAP sebesar 98.734 Ton atau 15,57%.

Realisasi produksi TBS Kebun Sendiri Triwulan I/2016 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 35.306 Ton atau 9,30%, sedangkan pembelian TBS Triwulan I/2016 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mengalami penurunan sebesar 27.385 Ton atau 19,45%.

Realisasi produksi Daun Teh Basah Kebun Sendiri Triwulan I/2016 sebesar 9.377 Ton dibawah RKAP sebesar 494 Ton atau 5,00%. Dan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu diatas sebesar 2002 Ton atau 27,15%.

Capaian penjualan setelah pungutan ekspor Triwulan I/2016 sebesar Rp 943,10 Miliar jika dibandingkan dengan RKAP sebesar Rp 1.234,18 Miliar maka berada dibawah RKAP sebesar RP 291,08 Miliar atau 23,58%. Realisasi Biaya secara keseluruhan Triwulan I/2016 sebesar Rp 941,57 Miliar jika dibandingkan dengan RKAP sebesar Rp 1218,59 Miliar maka realisasi biaya dibawah RKAP sebesar rp 277,02 Miliar atau 22,73%.

Capaian laba setelah PPH Triwulan I/2016 sebesar Rp 1,15 Miliar, jika dibandingkan dengan laba RKAP sebesar Rp 11,54 Miliar, berada dibawah RKAP sebesar Rp 10,39 Miliar ATAU 90,03%.

Laporan posisi keuangan per 31 Maret 2016 ditutup dengan total aset sebesar Rp 12.399,80 Miliar dibandingkan per 31 desember 2015 Rp 12.737,11 Miliar mengalami penurunan sebesar Rp 337,31 Miliar atau 2,65%. Hal ini terutama disebabkan menurunnya nilai hutang usaha sebesar Rp 312,39 Miliar atau 79,71%.

PEMBAHASAN

A. Laporan Keuangan

1. Pengertian Laporan keuangan

Secara umum laporan keuangan merupakan laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode. Sedangkan definisi laporan keuangan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) mengatakan bahwa

”Neraca dan perhitungan rugi-laba serta segala keterangan-keterangan yang dibuat dalam lampirannya antara lain laporan sumber dan penggunaan dana”. Sedangkan menurut (Kasmir, 2014; 66) laporan keuangan adalah menggambarkan pos-pos keuangan perusahaan yang diperoleh dalam suatu periode.

Dengan menerapkan Standar Akuntansi Keuangan secara tepat diharapkan bahwa laporan keuangan akan memberikan gambaran sebenarnya tentang kinerja manajemen perusahaan masa lalu dan prospek di masa akan datang, sehingga dapat dipercaya dan diandalkan oleh keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dan akuntan publik sebagai pemberi opini atas laporan keuangan perusahaan.

2. Tujuan Laporan Keuangan

Dibuatnya laporan keuangan oleh suatu perusahaan tentunya memiliki tujuan dan manfaat. Kasmir (2014:87), mengungkapkan bahwa laporan keuangan bertujuan untuk:

a. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki

b. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

c. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu.

d. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

e. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.

f. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.

g. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.

Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) No. 1 menjelaskan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

3. Pihak-pihak yang membutuhkan laporan keuangan

Berikut adalah pihak-pihak yang membutuhkan laporan keuangan : a. Pemilik

Pemilik adalah mereka yang memiliki usaha tersebut. Kepentingan para pemegang saham atas laporan keuangan adalah untuk melihat kondisi dan posisi perusahaan saat ini, untuk melihat perkembangan dan kemajuan

Pemilik adalah mereka yang memiliki usaha tersebut. Kepentingan para pemegang saham atas laporan keuangan adalah untuk melihat kondisi dan posisi perusahaan saat ini, untuk melihat perkembangan dan kemajuan

Dokumen terkait