BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.2. Progressive Muscle Relaxation
2.2.2. Manfaat Progressive Muscle Relaxation
Progressive Muscle Relaxationmemberikan hasil yang memuaskan dalam program terapi terhadap ketegangan otot, menurunkan kecemasan, memfasilitasi tidur, depresi, mengurangi kelelahan, kram otot, nyeri pada leher dan pungung, menurunkan tekanan darah tinggi, fobia ringan, serta meningkatkan konsentrasi (Davis, 1995). Target yang tepat dan jelas dalam memberikan Progressive Muscle Relaxationpada keadaan yang memiliki respon ketegangan otot yang cukup tinggi dan membuat tidak nyaman sehingga dapat menggangu kegiatan sehari-hari. Jacobson (1938) dalam Snyder, Pestka & Bly, (2006)mengatakan bahwa
Progressive Muscle Relaxationmenurunkan konsumsi oksigen tubuh, metabolisme tubuh, frekuensi nafas, ketegangan otot, kontraksi ventrikel yang tidak sempurna, tekanan darah sistolik dan diastolik, dan meningkatkan gelombang alpha otak.
Manfaat dari Progressive Muscle Relaxationtelah dibuktikan pada beberapa jenis penyakit dan gangguan pada pasien yang dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan di dunia maupun di Indonesia.Singh pada tahun 2009 melakukan penelitian penggunaan teknik Progressive Muscle Relaxationpada pasien COPD yang mengalami kecemasan. Dalam penelitiannya diketahui bahwa setelah dilakukan dua kali tindakan PMR, maka tingkat ansietas pasien dengan penyakit
COPD memiliki penurunan angka kecemasan terhadap penyakitnya sehingga memberikan dampak positif terhadap perjalanan proses penyembuhannya.
Wilk dan Turkoski (2001) melakukan penelitian penggunaan Progressive Muscle Relaxationpada pasien rehabilitasi pasca operasi jantung dan berhasil mencegah kenaikan tekanan darah dan mencegah terjadinya kecemasan.
Progressive Muscle Relaxation juga efektif untuk mengurangi mual muntah pasien kanker payudara (Mollasiotis, Yam, Chan & Mok, 2002). Pasien yang menjalani rehabilitasi penyakit gangguan pernafasan penyakit paru yang mengalami kecemasan dilakukan pemberian teknik relaksasi Progressive Muscle Relaxationrutin selama dalam proses rehabilitasi efektif untuk mengatasai cemas pada pasien rehabilitasi pada pasien gangguan pernafasan penyakit paru (Lee, Bhattacharya, Sohn & Verres, 2012). Lauche (2013) melakukan penelitian melihat efektifitas antara massase cuping dan Progressive Muscle Relaxation pada pasien
chronic neck pain yang dilakukan selama 12 minggu dan memperoleh hasil bahwa pasien yang menerima massase cuping hidung tetap mengalami nyeri dan peningkatan tekanan darah sedangkan pada pasien yang menerima Progressive Muscle Relaxation mengalami angka penurunan nyeri dan stabil hingga minggu ke 12. Sehingga dapat diketahui bahwa Progressive Muscle Relaxation lebih efektif untuk mengurangi nyeri kronis leher pasien dari pada massase cuping. Vancamport (2012) meneliti Progressive Muscle Relaxation dalam menurunkan gejala dan tanda kecemasan, psikologi distres dan untuk meningkatkan angka kesembuhan pasien dengan penyakit skizofrenia.
Di Indonesia penelitian penggunaan Progressive Muscle Relaxation sudah pernah ada dilakukan beberapa diantaranya Mashudi (2011) melakukan penelitian berupa pemberian tindakan latihan Progressive Muscle Relaxation pada pasien dengan kadar glukosa darah pasien DM Tipe 2 di Jambi mendapatkan hasil bahwa tindakan PMR memiliki hubungan yang signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah pasien DM Tipe 2. Penelitian Harmono 2010 Progressive Muscle Relaxation juga menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian Duma (2012) Progressive Muscle Relaxation meningkatkan kemampuan memaknai hidup pasien pasien kanker dan menjadi alternatif dalam terapi keperawatan dalam merawat luka kanker dengan kecemasan dan depresi.
2.2.3 Prinsip Kerja Progressive Muscle Relaxation
Dalam melakukan Progressive Muscle Relaxation, hal yang penting dikenali adalah tegangan otot ketika otot berkontraksi (tegang) maka rangsangan akan disampaikan ke otot melalui jalur saraf aferent. Tension merupakan kontraksi dari serat otot rangka yang menghasilkan sensasi tegangan. Relaksasi adalah pemanjangan dari serat serat otot tersebut yang dapat menghilangkan sensasi ketegangan setelah memahami dalam mengidentifikasi sensasi tegang, kemudian dilanjutkan dengan merasakan relaks. Ini merupakan sebuah prosedur umum untuk mengidentifikasi lokalisasi ketegangan, relaksasi dan merasakan perbedaan antara keadaan tegang (tension) dan relaksasi yang akan diterapkan pada semua kelompok otot utama. Dengan demikian, dalam Progressive Muscle Relaxationdiajarkan untuk mengendalikan otot-otot rangka sehingga
memungkinkan setiap bagian merasakan sensasi tegang dan relaks secara sistematis (Mc Guigan dan Lehrer, 2005).
Teknik kerja Progressive Muscle Relaxation mencakup:
a. Mengisolasi kelompok otot yang terpilih saat fase kontraksi dan otot lain dalam keadaan rileks.
b. Mengontraksikan kelompok otot yang serupa pada kedua sisi tubuh secara bersamaam (misalnya: kedua tangan).
c. Memfokuskan perhatian pada intensitas kontraksi, rasakan ketegangan pada setiap kelompok otot.
d. Selama fase relaksasi, fokuskan pikiran untuk merasakan kondisi relaks tersebut. Bandingkan kondisi kontraksi (tension) dengan kondisi relaks.
2.2.4 Mekanisme Fisiologi Progressive Muscle Relaxationdalam Mengatasi Kecemasan
Kontraksi dari serat otot rangka mengarah kepada sensasi dari tegangan otot yang merupakan hasil dari interaksi yang kompleks dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tetapi dengan otot dan sistem otot rangka. Dalam hal ini, saraf pusat melibatkan sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis. Beberapa organ dipengaruhi oleh kedua sistem saraf ini. Walaupun demikian, terdapat perbedaan antara efek sistem saraf simpatis dan para simpatis yang berasal dari otak dan saraf tulang belakang (Andreassi, 2000 dalam Conrad dan Roth, 2007). Antara simpatik dan para simpatik bekerja saling timbal balik. Aktifasi dari sistem saraf simpatik disebut juga erotropic atau respon figh or flight (Cannon, 1929 dalam Conrad dan Roth, 2007) dimana organ diaktifitas untuk keadaan stress. Respon
ini memerlukan energi yang cepat, sehingga hati lebih banyak melepaskan glukosa untuk menjadi bahan bakar otot sehingga metabolisme juga meningkatkan. Cannon (1929) dalam Conrad dan Roth (2007) mengobservasi efek dari saraf simpatis, yaitu meningkatkan denyut nadi, tekanan darah, hiperglikemia, dan dilatasi pupil, pernafasan meningkatkan, serta otot menjadi tegang.
Aktivitas dari sistem saraf parasimpatis disebut juga trophotropic yang dapat menyebabkan perasaan ingin istirahat, dan perbaikan fisik tubuh. aktivas ini merupakan dasar yang disebut Benson (1972) dalam Condrad dan Roth (2007) yaitu respon relaksasi. Respon parasimpatik meliputi penurunan denyut nadi dan tekanan darah serta meningkatkan aliran darah (Conrad dan Roth, 2007). Oleh sebab itu melalui latihan relaksasi dapat memunculkan respon relaksasi sehingga dapat mencapai keadaan tenang.
2.2.5 Pelaksanaan Progressive Muscle Relaxation
Davis (2005), Progressive Muscle Relaxationmemberikan cara dalam mengidentifikasi otot dan kumpulan otot tertentu serta membedakan antara perasaan tegang dan relaks. Dalam pelaksanaannya, otot akan mendapatkan penegangan terlebih dahulu kemudian menghentikan penegangan dan merasakan hilangnya ketegangan otot secara rileks. Untuk hasil yang maksimal, dianjurkan untuk melakukan latihan Progressive Muscle Relaxationsebanyak 2 kali sehari selama satu minggu dengan waktu 20-30 menit (Davis, 2005). Greenberg (2002) mengatakan bahwa latihan Progressive Muscle Relaxation akan memberikan pengaruh yang signifikan setelah dilakukan sebanyak 3 kali latihan. Waktu yang
diperlukan untuk melakukan Progressive Muscle Relaxation sehingga dapat menimbulkan efek yang maksimal adalah selama satu sampai dua minggu dan dilaksanakan selama satu sampai dua kali 15 menit per hari (Davis, 1995).
Dalam buku aslinya 'Progressive Relaxation', Dr Jacobson mengembangkan serangkaian 200 latihan relaksasi otot yang berbeda dan program pelatihan yang memerlukan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan. Saat ini ini serangkaian teknik tersebut telah disederhanakan menjadi 15-20 latihan dasar yang telah ditemukan dan memberikan efek yang sama dengan gerakan aslinya jika dilakukan secara teratur (Jacobson, 1938 dalam Conrad & Roth, 2007).
Progressive Muscle Relaxation memberikan kondisi tegang dan relaks, secara bergantian, enam belas kelompok otot tubuh yang berbeda. Tekniknya adalah dengan memberikan ketegangan (sesuai kemampuan individu) kepada otot selama sekitar 10 detik dan kemudian merilekskannya. Setelah itu individu merasakan perasaan rileks dan santai selama 15-20 detik dan rasakan perubahan kondisi tegang dan rileks (Jacobson, 1938). Jika sudah berada dalam kondisi yang nyaman, lakukan latihan sebagai berikut:
a. Untuk memulai awali denga tarik nafas dalam sebanyak 3 kali, tarik nafas melalui hidung dan menghembuskan napas perlahan-lahan melalui mulut dan setiap kali menghembuskan nafas rasakan ketegangan seluruh tubuh hilang.
b. Kepalkan tangan, tahan selama 7-10 detik dan kemudian lepaskan selama 15-20 detik. Gunakan interval waktu yang sama untuk semua kelompok otot lain.
c. Kencangkan otot bisep Anda dengan menggambar lengan Anda ke arah bahu dan "membuat otot" dengan kedua tangan. Tahan dan kemudian relaks. d. Kencangkan trisep, otot pada sisi bawah lengan atas dengan memperpanjang lengan Anda keluar lurus dan mengunci siku Anda. Tahan dan kemudian relaks .
e. Tegangkan otot-otot di dahi Anda dengan menaikkan alis Anda sejauh yang Anda bisa. Tahan dan kemudian relaks. Bayangkan otot dahi Anda menjadi halus dan lemas.
f. Tegang otot-otot di sekitar mata Anda dengan menutup kelopak mata Anda tertutup rapat. Tahan dan kemudian relaks. Bayangkan sensasi relaksasi yang mendalam menyebar di sekitar mata.
g. Kencangkan rahang dengan membuka mulut Anda begitu lebar bahwa Anda meregangkan otot-otot sekitar engsel rahang Anda. Tahan dan kemudian relaks. Biarkan bibir Anda dan bagian rahang Anda untuk longgar dan rileks.
h. Kencangkan otot-otot di bagian belakang leher Anda dengan menarik kepala Anda ke belakang, seolah-olah Anda akan menyentuh kepala Anda ke punggung Anda (semampu anda dan tidak untuk dipaksakan). Fokus hanya pada menegangkan otot-otot di leher Anda. Tahan dan kemudian relaks. i. Kencangkan bahu Anda dengan meningkatkan mereka seolah-olah Anda
j. Kencangkan otot-otot sekitar tulang belikat Anda dengan mendorong bahu Anda kembali seolah-olah Anda akan menyentuh mereka bersama-sama. Tahan ketegangan di bahu Anda dan kemudian relaks .
k. Kencangkan otot-otot dada Anda dengan mengambil napas dalam-dalam. Tahan hingga 10 detik dan kemudian lepaskan perlahan-lahan. Bayangkan ketegangan berlebih di dada mengalir pergi dengan pernafasan.
l. Kencangkan otot perut Anda dengan mengecilkan perut Anda masuk Tahan dan kemudian lepaskan. Bayangkan gelombang relaksasi menyebar melalui perut Anda.
m. Kencangkan punggung bawah dengan melengkung ke atas. (jangan lakukan bagian ini kalau ada nyeri punggung). Tahan dan kemudian relaks.
n. Kencangkan bokong Anda dengan menarik mereka bersama-sama. Tahan dan kemudian relaks. Bayangkan otot-otot di pinggul Anda akan longgar dan lemas.
o. Remas otot-otot di paha Anda semua jalan ke lutut. Anda mungkin harus mengencangkan pinggul Anda bersama dengan paha. Tahan dan kemudian relaks. Rasakan otot-otot paha Anda santai sepenuhnya.
p. Kencangkan otot betis Anda dengan menarik jari-jari kaki ke arah Anda (melenturkan dengan hati-hati untuk menghindari kram). Tahan dan kemudian relaks .
q. Kencangkan kaki Anda dengan jari-jari kaki meringkuk ke bawah. Tahan dan kemudian relaks.
r. Sekarang bayangkan gelombang relaksasi perlahan-lahan menyebar ke seluruh tubuh Anda, mulai dari kepala Anda dan secara bertahap menembus setiap kelompok otot sepanjang jalan turun ke jari-jari kaki Anda.
Penelitian ini akan melakukan pemberian latihan Progressive Muscle Relaxation dengan menggunakan modifikasi oleh Davis (1995) pada 10 kelompok otot utama yang meliputi (1) kelompok otot pergelangan tangan, (2) kelompok otot lengan bawah, (3) kelompok otot siku dan lengan atas, (4) kelompok otot bahu, (5) kelompok otot kepala dan leher, (6) kelompok otot wajah, (7) kelompok otot punggung, (8) kelompok otot dada, (9) kelompok otot perut, (10) kelompok otot kaki dan paha.
Latihan Progressive Muscle Relaxation akan dilakukan kepada kelompok intervensi dengan latihan panduan secara langsung saat melakukan hemodialisa dan latihan mandiri di rumah dengan melihat buku panduan dalam durasi waktu 30 menit per latihan dan selama 4 minggu. Relaksasi dilakukan secara bertahap dan dipraktekkan dengan berbaring atau duduk di kursi dengan kepala di topang dengan bantal. Setiap kelompok otot di tegangkan selama 5-7 detik dan di relaksasikan selama 10-20 detik. Prosedur ini diulang paling tidak satu kali. Petunjuk progressive muscle relaxation dibagi dalam dua bagian, yaitu bagian pertama dengan mengulang kembali pada saat praktek sehingga lebih mengenali bagian otot tubuh yang paling sering tegang, dan bagian kedua dengan prosedur singkat untuk menegangkan merilekskan beberapa otot secara simultan sehingga relaksasi otot dapat dicapai dalam waktu singkat. Adapun urutan pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
1. Kelompok otot pergelangan tangan
a. Rentangkan lengan dan kepalkan kedua telapak tangan anda dengan kencang, sekuat dan semampu yang anda bisa. Rasakan ketegangan pada kedua pergelangan tangan anda selama 5-7 detik.
b. Lepaskan kepalan tangan anda dan rasakan tangan anda menjadi lemas dan semua ketegangan pada tangan anda menjadi hilang. Rasakan hal tersebut selama 10-20 detik.
c. Ulangi lagi gerakan menegangkan dan melemaskan otot tangan anda. Rasakan pergelangan tangan anda menjadi semakin lemas.
2. Kelompok otot lengan bawah
a. Tekuklah kedua lengan ke belakang pada pergelangan tangan sekuat dan semampu yang anda bisa. Sehingga otot-otot di tangan bagian belakang dan lengan bawah menegang, jari-jari terbuka menghadap ke langit-langit. Rasakan ketegangan pada bagian lengan bawah selama 5-7 detik.
b. Lemaskan dan luruskan kembali tangan bagian bawah anda pada posisi yang nyaman. Rasakan lengan bawah dan telapak tangan anda menjadi lemas dan seya ketegangan hilang. Rasakan hal tersebut selama 10-20 detik.
c. Ulangi lagi gerakan menegangkan dan melemaskan otot lengan bawah anda, rasakan perbedaan pada saat tegang dan lemas serta rasakan lengan bawah anda menjadi semakin lemas.
3. Kelompok otot siku dan lengan atas
a. Genggamlah kedua tangan sehingga menjadi kepalan kemudian bawa kedua kepalan ke pundak sehingga otot-otot lengan atas terasa kencang dan tegang. Lakukanlah sebisa dan semampu anda. Lakukan selama 5-7 detik.
b. Luruskan siku dan jari-jari anda, rasakan lengan atas anda menjadi lemas dan ketegangan pada lengan atas sudah hilang. Rasakan hal tersebut 10-20 detik.
c. Ulangi lagi gerakan menegangkan otot siku dan lengan atas anda, rasakan perbedaan antara saat tegang dan lemas serta rasakan otot siku dan lengan atas semakin lemas.
4. Kelompok otot bahu
a. Angkat kedua bahu setinggi-tingginya seakan-akan bahu akan dibawa menyentuh kedua telinga. Rasakan ketegangan pada bahu selama 5-7 detik.
b. Lemaskan bahu anda hingga semua ketegangan pada bahu anda tadi hilang. Rasakan hal tersebut selama 10-20 detik.
c. Ulangi gerakan tersebut dan rasakan otot bahu anda semakin lemas. 5. Kelompok otot kepala dan leher
a. Tekuk leher dan kepala anda ke belakang hingga menekan bantal, rasakan ketegangan pada leher dan kepala bagian belakang. Rasakan ketegangannya selama 5-7 detik
b. Lemaskan dan luruskan kepada dan leher anda hingga semua ketegangan pada kepala dan leher anda hilang. Lakukan dalam 10-20 detik.
c. Ulangi gerakan dan rasakan otot tersebut menjadi sangat lemas
d. Tekuk leher dan kepala anda ke depan hingga menyentuh dada, rasakan ketegangan pada leher dan kepala bagian depan selama 5-7 detik.
e. Lemaskan dan luruskan kepala dan leher anda hingga semua ketegangan pada kepala dan leher anda hilang, rasakan dalam 10-20 detik.
f. Ulangi gerakan dan rasakan otot semakin lemas 6. Kelompok otot wajah
a. Kerutkan dahi anda ke atas dan rasakan ketegangan pada dahi anda selama 5-7 detik
b. Lemaskan dahi anda sehingga ketegangan pada dahi anda akan hilang, rasakan hal ini selama 10-20 detik.
c. Ulangi gerakan tersebut dan rasakan dahi anda semakin lemas.
d. Tutup mata anda sekuat dan semampu yang anda bisa, rasakan ketegangan pada mata selama 5-7 detik.
e. Lemaskan mata perlahan-lahan dan hilangkan ketegangannya selama 10-20 detik.
f. Ualngi gerakan menegangkan mata dan melemaskannya dan rasakan mata semakin lemas.
g. Katupkan rahang dan gigi anda secara bersamaan sekuat dan semampu yang anda bisa, rasakan ketegangannya selama 5-7 detik.
h. Lemaskan rahang anda dan hilangkan ketegangannya perlahan-lahan dan rasakan dalam 10-20 detik.
i. Ulangi gerakan tersebut hingga anda merasakan rahang anda semakin lemas.
j. Monyongkan bibir anda ke depan sekuat dan semampu yang anda bisa, rasakan ketegangan selama 5-7 detik.
k. Lemaskan bibir dan hilangkan ketegangan pada bibir selama 10-20 detik. l. Ulangi gerakan dan rasakan bibir semakin lemas.
7. Kelompok otot punggung
a. Jika anda dalam posisi tidur, maka bangunlah dan jadikan posisi anda duduk di tempat tidur. Lengkungkan punggung dan busungkan dada sekuat dan semampu yang anda bisa, rasakan ketegangan pada punggung selama 5-7 detik.
b. Lemaskan punggung anda sehingga ketegangannya hilang dan rasakan melemasnya punggung 10-20 detik.
c. Ulangi gerakan dan rasakan lemasnya punggung anda. 8. Kelompok otot dada
a. Tarik nafas dalam dan tahan semampu anda. Rasakan ketegangan pada dada selama 5-7 detik.
b. Lemaskan otot dada sambil mengeluarkan nafas secara perlahan-lahan rasakan hilangnya ketegangan pada dada dalam 10-20 detik.
c. Ualngi gerakan kembali dan rasakan dada semakin lemas. 9. Kelompok otot perut
a. Tarik perut ke bagian dalam dan bernafaslah secara perlahan-lahan, rasakan ketegangan pada perut selama 5-7 detik.
b. Lemaskan otot perut, dan hilang kan ketegangan serta rasakan melemasnya otot perut dalam 10-20 detik.
c. Ulangi gerakan dan rasakan otot perut yang semakin lemas 10. Kelompok otot kaki dan paha
a. Tekuk telapak kaki ke arah atas, tekuk sebisa mungkin, dan rasakan ketegangannya selama 5-7 detik.
b. Lemaskan otot-otot kaki dan paha, hilangkan ketegangannya dan rasakan selama 10-20 detik.
c. Ulangi gerakan dan rasakan kaki dan paha semakin lemas.
d. Tekuk telapak kaki ke arah bawah, sehingga otot betis menjadi tegang, rasakan ketegangannya selama 5-7 detik.
e. Hilangkan ketegangan perlahan-lahan dan rasakan otot tersebut lemas selama 10-20 detik.