• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

C. Manfaat Tahu dan Macam-macam Tahu

Tahu mempunyai beberapa manfaat yang baik untuk tubuh kita, diantaranya adalah :

a. Dapat mencegah penyakit jantung.

b. Meningkatkan produksi energy.

c. Dapat mencegah Oestoporosis.

d. Membantu menurunkan berat badan (bisa digunakan untuk program diet).

e. Dapat membantu pasien diabetes dengan masalah ginjal.

f. Dapat menurunkan kadar kolestrol dan lemak jenuh dalam tubuh.

g. Dapat mencegah kanker payudara dan memperlambat proses penuaan pada perempuan.

Dan masih banyak lagi manfaat tahu bagi kesehatan tubuh kita. Selain manfaat tahu, ada beberapa macam tahu, diantaranya adalah :

1. Tahu Kuning, tahu yang berwarna kuning yang berasal dari kunyit. Jenis tahu ini merupakan jenis tahu yang paling banyak beredar di pasar-pasar, jika anda memilih tahu kuning pastikan warna kuningnya bukan dari pewarna melainkan kunyit. Cirinya, warna kuning ke arah oranye, tidak cerah dan aroma kunyitnya menonjol. Jika akan mengolah tahu ini, perhatikan dulu teksturnya, jika keras dan padat maka jangan diolah dengan teknik goreng karena tahu akan semakin liat dank eras, tetapi jika tekstur tahu sebaliknya maka bisa diolah untuk apa saja.

2. Tahu Sumedang, merupakan tahu yang berasal dari daerah Sumedang Jawa Barat. Tahu jenis ini saat masih mentah memiliki tekstur dan warna yang sama seperti tahu putih biasa, hanya saja potongannya lebih kecil, dan ketika sudah digoreng permukaannya tampak keriting tidak halus seperti pada umumnya.

3. Tahu Sutera, tekstur tahu ini lunak dan sangat halus, karena halusnya hingga tidak nampak pori-porinya. Tahu yang lebih popular dengan sebutan Tofu ini kebanyakan di jual di pasar swalayan dan supermarket dengan kemasan menyerupai es lilin. Selain rasa asli kini banyak ditawarkan tahu sutera yang sudah diperkaya aneka bahan seperti udang dan telur, karena teksturnya yang lunak, banyak orang yang mengolah tahu ini untuk masakan sapo, wedang tahu maupun pudding.

16

4. Tahu Pong, tahu jenis ini disebut tahu pong karena jika sudah digoreng akan mengembang, dan bagian tengahnya berongga atau dalam bahasa jawanya kopong. Baru setelah agak dingin tahu akan sedikit menyusut.

Tahu pong memang diolah secara khusus sehingga bisa menghasilkan rongga dan ringan setelah digoreng.

5. Tahu Bulat Tasikmalaya, tahu ini memiliki rasa yang gurih dan aroma yang khas sangat unik, enak dan lezat. Tahu bulat memiliki tekstur luar yang garing dan empuk di dalam. Tahu bulat merupakan makanan sehat tanpa bahan pengawet, enak, aman dan bergizi.

6. Tahu Putih, tahu ini memiliki rasa yang gurih, enak dan lezat. Tahu putih biasa digunakan untuk berbagai olahan makanan seperti bakso, tahu isi dan lain sebagainya.

16

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis, pendekatan fenomenologis tersebut dipilih untuk memahami arti dari suatu peristiwa dan keterkaitan yang ada di dalamnya secara lebih mendalam. Dengan pendekatan ini diasumsikan bahwa peneliti tidak mengetahui arti sesuatu dari informan yang sedang diteliti, sehingga peneliti lebih banyak diam untuk menguak secara lebih mendalam tentang pengertian sesuatu yang sedang diteliti.

Sedangkan menurut Bungin (2007:9) pendekatan fenomenologis juga dapat dipahami sebagai suatu upaya untuk mengungkap ataupun membongkar sesuatu yang tersembunyi dari dalam diri pelaku.

B. Situs Penelitian

Penelitian ini mengambil tempat di kecamatan beji, khususnya di desa Kemloko Selatan. Pemilihan lokasi tersebut dengan pertimbangan bahwa di desa Kemloko Selatan terdapat pabrik tahu yang cukup besar yang bernama pabrik tahu “L” (yang artinya Lurah), serta para pegawai yang antusias mau memberikan informasi yang di butuhkan oleh penulis. sehingga diharapkan dapat menjadi obyek penelitian yang representatif. Tujuan dari penerapan ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak harga kedelai yang tidak stabil pada harga jual tahu.

17

Dan untuk mengetahui apakah yang menjadi faktor utama yang mempengaruhi kualitas tahu.

C. Sumber Data

1. Sumber Data Primer merupakan data yang langsung didapatkan dari sumber informasi tersebut, yang didapat dari wawancara dan dokumentasi yang dilakukan sendiri oleh peneliti dari sumber atau informan.

2. Sumber Data Sekunder penelitian ini berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan fokus penelitian dan diperoleh dari hasil wawancara dan observasi.

D. Teknik Pengumpulan Data 1. Wawancara

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara langsung dengan berbagai pihak yang terkait, dengan begitu peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menjelaskan situasi yang terjadi serta untuk memahami, mencari jawab dan mendapatkan informasi yang dapat membantu penulis untuk dapat menyelesaikan penelitian ini. Informan tidak hanya pemilik usaha, tetapi juga para karyawan serta para penjual tahu keliling. Berikut adalah daftar nama dan pekerjaan informan.

Tabel. 2 Informan Pabrik Tahu “L”

No. Nama Informan Jabatan Pekerjaan

1. Bapak Elok Dwi

Nurcahyono Pemilik Mengawasi pekerjaan karyawan, mengawasi keuangan.

2. Bapak Bambang Asisten Melaporkan ke pemilik tentang situasi dan kondisi pabrik, baik dari segi kuangan maupun operasional pabrik.

3. Bapak Egik Karyawan Bagian penagihan ke pada para pelanggan dan membantu urusan perkantoran.

4. Bapak Alek Karyawan Supir / pengantar tahu ke para pelanggan.

5. Bapak Atok dan

Saudara Ilut Karyawan Serabutan, bisa membantu pekerjaan yang lain seperti membantu pengiriman tahu, mencari kayu untuk bahan bakar.

6. Bapak Khanan Karyawan Bertugas untuk pembakaran / tungku, mengatur suhu / api yang di pergunakan untuk memasak.

Karyawan Bertugas untuk memasak / memproses tahu, dari bahan mentah sampai proses tahu siap untuk di pasarkan (proses awal sampai proses akhir).

8. Ibu Inama, Ibu

Romlah Karyawan Bertugas untuk memotong tahu

yang sudah jadi, pemotongan tahu sesuai dengan keinginan pelanggan (pesanan pelanggan).

9. Bapak Kasiono dan

Bapak Solekh Pelanggan / Penjual

tahu keliling Menjual keliling tahu ke konsumen / masyarakat.

19

2. Observasi

Mengumpulkan data melalui pengamatan langsung ke lokasi penelitian. Observasi dilakukan langsung di desa Kemloko Selatan yang berada di wilayah Beji. Observasi adalah panca indra manusia (penglihatan dan pendengaran) diperlukan untuk menangkap gejala yang diamati. Apa yang dicatat dan selanjutnya catatan tersebut dianalisis. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan berkaitan dengan masalah yang diteliti.

3. Dokumentasi

Arikunto (2002:206) metode dokumentasi adalah mencari data yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya. Nawawi (2005:133) menyatakan bahwa studi dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui peninggalan tertulis terutama berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku mengenai pendapat, dalil yang berhubungan dengan masalah penyelidikan.

Dalam penelitian ini, dokumentasi diperoleh dari kwitansi pembelian dan penjualan, jurnal dan skripsi yang terkait serta buku dan catatan dari pengusaha sendiri. Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan berkaitan dengan masalah yang diteliti.

4. Satuan Kajian

Satuan kajian penelitian ini yaitu memberikan kajian tentang apakah dengan adanya ketidak stabilan harga kedelai mempengaruhi harga

jual tahu yang di pasarkan, jika harga kedelai mempengaruhi harga jual tahu, apakah harga kedelai juga mempengaruhi kualitas tahu, jika harga kedelai tidak mempengaruhi kualitas tahu, apa faktor utama yang mempengaruhi kualitas tahu.

5. Analisa Data

Analisa data adalah proses mengorganisasikan dan mengurut data kedalam pola, kategori dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema dan dapat ditemukan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Data yang telah dikumpulkan baik dari wawancara, observasi maupun dokumentasi, selanjutnya dianalisa secara kualitatif.

Kualitatif adalah metode analisis data yang mengelompokkan dan menyeleksi data yang diperoleh dari penelitian lapangan menurut kualitas dan kebenarannya, kemudian data atau informasi yang diperoleh diuji dengan menggunakan triangulasi sumber, yaitu dengan mengecek data yang telah diperoleh dari beberapa sumber, sehingga mampu memberikan jawaban atas permasalahan yang diajukan.

Untuk melakukan penelitian ini diperlukan beberapa tahapan proses penelitian antara lain tahap persiapan penelitian dan tahap pelaksanaan penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan, pelaksanaan analisis berdasarkan pendekatan yang digunakan hingga mendapatkan hasil yang diinginkan sesuai dengan tujuan penelitian.

Tahapan-tahapan dalam penelitian ini adalah :

21

a. Tahap persiapan penelitian

Pertama peneliti membuat pedoman wawancara yang disusun sesuai dengan permasalahan yang dihadapi subjek / informan.

Pedoman wawancara ini berisi pertanyaan-pertanyaan mendasar yang nantinya akan berkembang dalam wawancara. Tahap persiapan selanjutnya adalah peneliti membuat pedoman observasi yang disusun berdasarkan hasil observasi terhadap perilaku subjek / informan selama wawancara dan observasi terhadap lingkungan atau setting wawancara, serta pengaruhnya terhadap perilaku subjek dan pencatatan langsung yang dilakukan pada saat peneliti melakukan observasi. Namun apabila tidak memungkinkan maka peneliti sesegera mungkin mencatatnya setelah wawancara selesai.

Peneliti selanjutnya mencari subjek / informan yang sesuai dengan karakteristik subjek penelitian. Untuk itu sebelum wawancara dilaksanakan peneliti bertanya kepada subjek tentang kesiapanya untuk diwawancarai. Setelah subjek bersedia untuk diwawancarai, peneliti membuat kesepakatan dengan subjek tersebut mengenai waktu dan tempat untuk melakukan wawancara, bahkan jika tidak memungkinkan bertemu penulis meminta izin untuk melakukan wawancara fia telpon dengan subjek / informan.

b. Tahap pelaksanaan penelitian

Peneliti membuat kesepakatan dengan subjek / informan mengenai waktu dan tempat untuk melakukan wawancara berdasarkan

pedoman yang dibuat. Setelah wawancara dilakukan, peneliti memindahakan hasil rekaman berdasarkan wawancara dalam bentuk verbatim ( harfiah ) tertulis.

Selanjutnya peneliti membandingkan antara data hasil wawancara dengan observasi (pengamatan) terhadap beberapa pemilik usaha pabrik tahu serta informan pendukung yang mampu menjawab serta memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti.

Selanjutnya peneliti akan menyimpulkan serta memberikan saran-saran untuk penelitian selanjutnya.

23

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Usaha Pabrik Tahu “L” di Desa Kemloko Selatan Lokasi pabrik pembuatan tahu yang kami pilih terletak di Desa Kemloko Selatan, kecamatan Beji, Kabupaten Sidoarjo. Pabrik ini merupakan pabrik pembuatan tahu yang cukup besar. Cara pembuatan tahu pun masih dengan cara tradisional sehingga peran individu atau dalam hal ini para pekerja sangatlah besar di dalam proses pembuatannya. Pabrik yang berdiri sejak tahun 2011 ini didirikan oleh Bapak Eko Dwi Nurcahyono yang merupakan kepala desa Kemloko Selatan, mangkanya pabrik tahu di beri nama pabrik tahu “L” yang artinya pabrik tahu lurah. Pabrik pembuatannya di bangun ditengah-tengah sawah miliknya sendiri, dan masih bertahan sampai hari ini. Di dalamnya terdapat 20 pekerja dengan pembagian tugas masing -masing, ada yang bertugas untuk mengolah tahu, dan untuk mencetak / memotong tahu. Di dalam ruangan tersebut peralatan yang digunakan dapat dibilang sederhana. Selain itu di dalam ruangan juga terdapat 2 mesin penggiling. Selain itu juga terdapat 2 buah bak sebagai tempat penampungan air, ada 2 sumur yang berukuran besar yang digunakan untuk kebutuhan air bersih untuk pengolahan tahu, untuk penguapan tahu digunakan sebuah pipa besar yang di salurkan ke 6 pipa yang lain (1 pipa besar dan 6 pipa kecil-kecil), ada 150 cetakan dari kayu yang memiliki ukuran yang sama. Serta

tong-tong / box/ drum bekas untuk menampung tahu–tahu yang sudah di potong sesuai dengan permintaan pelanggan.

Dalam mengelolah pabrik tahu Bapak Elok dibantu oleh Bapak Bambang selaku asisten dan juga keponakan Bapak Elok sendiri, setiap bulannya Bapak Bambang melaporkan perkembangan pabrik tahu yang dikelolanya. Para pegawai pabrik tahu “L” dari berbagai daerah seperti dari daerah Bangil, Pandaan, Pelinggisan Pasuruan, Wonokoyo dan sekitar lokasi pabrik yaitu daerah Kemloko Selatan.

Selain mengelola pabrik tahu, Bapak Elok juga mempunyai peternakan yang dikelola juga oleh Bapak Bambang. Hasil dari peternakan itu juga dapat membantu biaya operasional pabrik tahu, selain itu pabrik tahu

“L” juga memanfaatkan ampas tahu yang dapat di jual lagi atau di gunakan untuk pakan ternak. Ampas yang di jual dapat di manfaatkan sebagai bahan makanan, seperti untuk gorengan “menjes / menjos” yang biasanya di gunakan untuk cemilan / lauk pauk.

B. Lamanya Usaha

Pabrik tahu ”L” merintis usahanya mulai dari awal, berbekal ilmu pengetahuan dari rekan kerja yang sudah berpengalaman tentang usaha tahu, pemilik merekrut para pegawai yang ahli dalam mengelola tahu, ada yang bagian memasak / mengelola tahu, ada yang bagian memotong tahu (sesuai dengan permintaan pesanan pelanggan).

25

Keahlian para karyawan diperoleh dari pengalaman masing-masing, sebagian besar dari mereka mendapatkan pengalaman tersebut dari keluarga, sedangkan beberapa dari mereka ada yang sudah lama bekerja dalam bidang pengolahan tahu. Dari berbagai pengalaman yang dimiliki oleh para karyawan serta pengelola pabrik tahu ini membuktikan bahwa kemampuan mereka dalam menjalankan usaha. Lamanya usaha ini adalah 6 tahun, usaha pabrik tahu ini semakin berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

C. Pola Pengadaan dan Pola Pemasaran

Pengadaan untuk faktor produksi biasanya diusahakan oleh masing-masing pengusaha. Kedelai yang digunakan adalah kedelai impor dan local, kedelai impor memasok dari America dengan harga impor super Rp 7.000 /kg, impor premium Rp 6.700 /kg, impor biasa Rp 6.500 – 6.600 /kg. Harga impor kedelai ditentukan oleh harga kurs dollar dan musiman, sedangkan kedelai lokal di dapat dari Pasuruan, Banyu Wangi dan Nusa Tenggara Timur, harga lokal berkisar Rp 7.400 /kg.

Kebutuhan produksi lain seperti air bersih di dapat dari pengeboran sendiri di sekitar pabrik tahu yang di tampung di sumur besar untuk kebutuhan air bersih, cukak yang dibeli dari pasar tradisional, peralatan-peralatan yang digunakan juga di beli dari pasar-pasar tradisional seperti timba, penggaris, dan pisau, karena kebutuhan tersebut tergolong mudah didapatkan. Untuk tong (tempat tahu yang sudah di potong) di pesan dari pengrajin / pembuat tong tahu (pesan khusus).

Pemasaran adalah kegiatan penting yang harus dilakukan pengusaha setelah selesai dalam proses produksi. Pabrik tahu “L” memasarkan produknya ke berbagai daerah seperti ke Bangil, Rembang, Pandaan, Gempol, Japanan dan sekitarnya. Dan juga mengirimkan tahu ke para pedagang yang ada di pasar tradisional, seperti pasar tradisional yang ada di Bangil, ada juga para pelanggan yang membeli langsung ke pabrik tahu “L” seperti para pedagang keliling kampung dan pedagang yang menjual di rumah-rumah (toko kelontong yang menjual bahan masakan seperti sayur mayur, ikan dan sebagainya).

Tahu yang dihasilkan oleh pabrik tahu “L” sangat di minati oleh masyarakat, dikarenakan rasa / tekstur dari tahu tersebut yang lembut dan empuk serta tidak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti boraks, tawas, formalin dan lain sebagainya. Selain itu tahu yang dihasilkan juga tahan lama jika di masukkan ke dalam kulkas, dapat bertahan hingga 5 hari lamanya dan tidak merubah rasa tahu tersebut. Jika tahu tidak dimasukkan ke dalam kulkas, tahu bertahan hingga 3 hari, akan tetapi harus diganti dengan air bersih agar rasa dari tahu tersebut tidak berubah / menjadi kecut.

D. Pembahasan

Dari hasil penelitian ini, didapat hasil bahwa secara teoritis harga kedelai mempengaruhi harga jual tahu. Akan tetapi pada kenyataannya harga jual tahu tidak serta merta di naik kan begitu saja, para pengusaha harus melihat kondisi pasar seperti apa, apakah semuanya menaikkan harga tahu

27

atau tetap bertahan dengan harga semula. Jika harga tahu di naik kan tanpa memperdulikan kondisi pasar, maka akan berdampak pada penjualan tahu tersebut dan pelanggan bisa berpindah ke produsen yang lainnya. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh pemilik pabrik tahu, Bapak Elok Dwi N :

Meskipun harga kedelai naik, kita tidak boleh dengan cepat mengambil keputusan bahwa harga jual tahu kita naikkan. Kita harus mengetahui kondisi pasar seperti apa, apakah semuanya naik ataukah masih bertahan dengan harga normal. Jika kita menaikkan sendiri harga jual tahu sedangkan produsen yang lain tidak, maka pelanggan kita bisa berpindah ke produsen yang lainnya.

Dengan demikian, meskipun harga kedelai naik, para pengusaha tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan bahwa harga jual tahu harus dinaikkan. Para pengusaha lebih melihat dari situasi dan kondisi pasar.

Hasil dari penjualan tahu sebenarnya tidak selalu mendapatkan keuntungan, ada kalanya pabrik juga mengalami kerugian, untuk mengatasi kerugian tersebut para pemilik pabrik tahu harus mempunyai usaha sampingan, seperti Bapak Elok, selain mempunyai usaha pabrik tahu, beliau juga mempunyai usaha sampingan berupa peternakan, yaitu sapi, kambing, dan ikan nila.

Usaha sampingan ini dapat membantu biaya operasional dari pabrik tahu. Selain itu Bapak Bambang juga memanfaatkan hasil dari ampas tahu, jika kedelai yang di pakai adalah kedelai yang bagus maka ampas yang di peroleh sangatlah banyak, dari ampas tersebut sudah memperoleh keuntungan yang besar. Ampas tahu dapat digunakan untuk makanan ternak, dan juga dapat dijual lagi untuk makanan seperti gorengan “menjes / menjos”, ampas

tahu yang dijual diambil sendiri oleh para pedagang. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Bapak Bambang sebagai asisten dari pemilik pabrik tahu

“L”:

Selain mendirikan usaha pabrik tahu, Bapak Elok selaku pemilik dari pabrik ini juga mempunyai usaha sampingan, dimana usaha sampingan tersebut dapat membantu biaya operasional dari pabrik tahu tersebut, usahanya antara lain peternakan dan pemanfaatan dari ampas tahu, dimana ampas tahu juga mempunyai keuntungan tersendiri.

Dari hasil wawancara juga didapat hasil bahwa harga kedelai tidak mempengaruhi kualitas tahu, karena kualitas tahu dipengaruhi oleh 3 faktor utama, diantaranya adalah :

1. Kualitas kedelai, jika kualitas kedelai bagus maka tahu yang dihasilkan akan bagus begitu sebaliknya, ampas tahu juga akan berpengaruh jika kedelai bagus maka ampas tahu yang dihasilkan sangat banyak begitu sebaliknya.

2. Kebersihan dalam pengolahan tahu juga sangat penting, seperti kebersihan dalam pencucian kedelai dan dalam proses pengolahannya.

3. Keahlian dari para karyawan, hal ini sangat lah penting karena jika para karyawan tidak mempunyai keahlian dalam mengolah kedelai menjadi tahu maka hasil dari pengolahan tahu tersebut tidak jadi, malah akan menjadi bubur. Keahlian dari para karyawan juga berbeda-beda setiap orang, ada yang hasilnya standart, bagus dan sangat bagus (dilihat dari hasil cetakan tahu pada proses akhir).

Hal ini seperti diungkapkan oleh Bapak Junaidi selaku karyawan yang mengolah / memasak tahu :

29

Harga kedelai tidak mempengaruhi kualitas tahu yang dihasilkan, kualitas tahu dipengaruhi oleh kualitas kedelai, kebersihan dalam pengolahan, dan keahlian dari para karyawan.

Selain dengan pemilik dan karyawan, penulis juga mencari informasi kepada para pelanggan tahu “L”, seperti Bapak kasiono yang menyatakan bahwa tahu yang diproduksi oleh pabrik tahu “L” sangat bagus dan banyak di minati oleh para konsumen, karena tahu tersebut rasanya empuk & lembut, serta tahan lama (sampai beberapa hari jika di masukkan ke dalam kulkas, jika tidak maka airnya harus di ganti agar tahu nya tidak berasa kecut) dan tahu yang dihasilkan tidak menggunakan boraks / formalin / tawas / zat kimia yang berbahaya lainnya. Karena banyak konsumen yang mengetahui atau dapat merasakan tahu yang menggunakan bahan alami dengan menggunakan zat kimia berbahaya.

Ciri-ciri dari tahu yang menggunakan boraks / formalin / tawas / zat kimia berbahaya lainnya adalah :

1. Kalau dimakan rasanya “getar” (tidak enak di lidah).

2. Warnanya terlalu putih.

3. Air yang ada di box / tong tahu berwarna jernih.

4. Jika tahu dipegang berasa lebih kenyal (tidak mudah rusak / hancur).

5. Tahu tidak di sukai hewan.

Sedangkan ciri-ciri dari tahu yang alami adalah:

1. Kalau dimakan rasanya empuk dan lezat.

2. Air yang ada di box atau tong tahu berwarna putih keruh.

3. Warna tahu juga putih keruh.

4. Tahu mudah hancur.

5. Tahu juga di sukai para hewan .

Fenomena yang ada dikalangan masyarakat adalah banyak pengusaha tahu yang menggunakan zat kimia berbahaya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Akan tetapi masih banyak pula pengusaha tahu yang bersikap jujur, tidak menggunakan zat kimia berbahaya melainkan menggunakan bahan alami.

Dengan demikian, para pengusaha tahu lebih mengikuti kondisi pasar dalam menentukan harga jual tahu, harga kedelai juga dapat mempengaruhi harga jual tahu tetapi tidak signifikan yang artinya harga jual tahu tidak selalu naik mengikuti harga kedelai. Pengusaha juga harus teliti dalam menentukan harga jual tahu, jika tidak pengusaha tahu akan selalu mengalami kerugian dan bahkan dapat kehilangan pelanggan. Pengusaha tahu juga harus pintar-pintar dalam memilih usaha sampingan untuk membantu biaya operasional pabrik tahu. Sedangkan kualitas tahu tidak terpengaruh oleh kenaikan harga kedelai, karena kualitas tahu lebih di pengaruhi oleh kualitas kedelai, kebersihan dalam pengolahan serta keahlian dari para karyawan.

31

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat di simpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Secara teoritis harga kedelai mempengaruhi harga jual tahu, akan tetapi pada kenyataannya harga jual tahu lebih melihat dari situasi dan kondisi di pasar. Jika semua pengusaha tahu menaikkan harga jual tahu maka semua pengusaha juga menaikkan harga jual tahu begitu sebaliknya.

2. Keuntungan dari hasil penjualan tahu tidak begitu besar, bahkan tidak

2. Keuntungan dari hasil penjualan tahu tidak begitu besar, bahkan tidak

Dokumen terkait