ANALISIS HARGA KEDELAI PADA HARGA JUAL DAN KUALITAS TAHU
Oleh:
LAILATUN.NAFISA, SE., M.S.A
Penelitian ini dibiayai oleh Dana Penunjang Pendidikan STIE Yadika - Bangil
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) YADIKA BANGIL
PASURUAN 2017
ANALISIS HARGA KEDELAI PADA HARGA JUAL DAN KUALITAS TAHU
Oleh:
LAILATUN.NAFISA, SE., M.S.A
Penelitian ini dibiayai oleh Dana Penunjang Pendidikan STIE Yadika - Bangil
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) YADIKA BANGIL
PASURUAN 2017
ANALISIS HARGA KEDELAI PADA HARGA JUAL DAN KUALITAS TAHU
Oleh:
LAILATUN.NAFISA, SE., M.S.A
Penelitian ini dibiayai oleh Dana Penunjang Pendidikan STIE Yadika - Bangil
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) YADIKA BANGIL
PASURUAN
2017
ii
LEMBAR PENGESAHAN HASIL PENELITIAN
1. a. Judul Penelitian :Analisis Harga Kedelai Pada Harga Jual dan Kualitas Tahu.
b.Bidang Ilmu : Akuntansi Keuangan
c. Katagori : Pengembangan Ilmu Pengetahuan 2 Peneliti
a. Nama Lengkap Dan Gelar : Lailatun.Nafisa, SE.,M.S.A
b.Jenis Kelamin : Perempuan
c. NIDN : 0717088902
d.Jabatan Fungsional : -
e. Jurusan : Akuntansi
3. Lokasi Penelitian : Kecamatan Bangil 4. Lama Penelitian : 6 (Enam) Bulan
5. Biaya Penelitian : Rp. 750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
6. Sumber Dana : STIE YADIKA BANGIL – PASURUAN
Mengetahui,
Ketua Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Bangil, November 2017
Kepada Masyrakat Peneliti
Ir.H.Achmad Mutohar.,MBA.,MM) Lailatun.Nafisa, SE., M.S.A
NIDN. 0727016802 NIDN. 0717088902
Mengetahui,
Ketua STIE YADIKA Bangil
Dr. Drs Muhammad Saifi, M.Si NIDN. 0012075705
iii
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak kenaikan harga kedelai pada harga jual tahu serta untuk mengetahui apa yang menjadi faktor utama yang mempengaruhi kualitas tahu.
Metode yang digunakan dalam pengamatan ini adalah metode wawancara, dimana subjek / informannya adalah pemilik pabrik, asisten, karyawan serta pelanggan, observasi dan dokumentasi pada pengusaha pabrik tahu di desa Kemloko Selatan.
Hasil penelitian diperoleh bahwa kenaikan harga kedelai secara teoritis mempengaruhi harga jual tahu, akan tetapi para pengusaha lebih melihat kondisi pasar, apakah semua pengusaha tahu menaikkan harga jual atau kah tetap menggunakan harga normal. Sehingga para pengusaha harus pintar-pintar dalam menentukan harga jual tahu agar tidak mengalami kerugian.
Untuk mengatasi kerugian, pengusaha tahu mempunyai usaha sampingan, dimana usaha tersebut dapat membantu biaya operasional pabrik tahu. Selain usaha sampingan, pemilik pabrik tahu juga memanfaatkan hasil dari ampas tahu, ampas tahu dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan juga dapat di jual kembali untuk bahan makanan, seperti gorengan “menjos / menjes”. Para pelanggan ampas tahu mengambil sendiri ke pabrik tahu.
Faktor utama yang mempengaruhi kualitas tahu bukanlah dari harga kedelai melainkan dari kualitas kedelai, kebersihan dalam pengolahan dan keahlian dari para karyawan. Jika kualitas kedelai sangatlah bagus maka kualitas tahu yang dihasilkan juga sangat bagus begitu sebaliknya. Kebersihan dalam pengolahan tahu harus bersih, agar tidak mengurangi dari cita rasa dari tahu yang dihasilkan.
Keahlian dari para karyawan berperan penting dalam pengolahan tahu, jika para karyawan tidak mempunyai keahlian khusus maka tahu yang diolah tidak akan berhasil.
Kata Kunci : Harga Kedelai, Harga Jual dan Kualitas Tahu
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNYA, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik dan lancar. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, karena bimbingannya kita dapat menemukan jalan yang benar.
Tidak lupa peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan Penelitian ini dengan judul “Analisis Harga Kedelai pada Harga Jual dan Kualitas Tahu“. Penulis menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada :
1. Dr. Drs. H. Muhammad Saifi, M.Si selaku ketua STIE Yadika Bangil
2. Ir. H.Achmad Mutohar, MBA., MM selaku ketua LPPM STIE Yadika Bangil Karena adanya keterbatasan dalam pengetahuan dan pengalaman dari penulisan maka dalam penyusunan Penelitian ini masih dirasakan banyak kekurangan, oleh karena itu peneliti mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan-laporan selanjutnya.
Demikian atas perhatiannya, semoga penelitian ini bermanfaat bagi kita semua, amien.
Bangil, November 2017 Peneliti
Lailatun.Nafisa, SE., M.S.A
v
KATA PENGANTAR ...iv
DAFTAR ISI ...v
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...1
B. Rumusan Masalah ...4
C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian ...4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kedelai dan Pemanfaatannya ...6
B. Kandungan Gizi dan Pembuatan Tahu ...9
C. Manfaat Tahu dan Macam-macam Tahu ...14
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Pemelitian ...16
B. Situs Penelitian ...16
C. Sumber Data ...17
D. Teknik Pengumpulan Data ...17
E. Analisis Data ...20
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Usaha Pabrik Tahu “L” di Desa Kemloko ...23
B. Lamanya Usaha ...24
C. Pola Pengadaan dan Pola Pemasaran ...25
D. Pembahasan ...26
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ...31
B. Saran ...32 DAFTAR PUSTAKA
vi
TABEL
Tabel. 1 Deskripsi dan Varietas Kedelai ...8 Tabel. 2 Informan Pabrik Tahu “L” ...18
1
A. Latar Belakang
Permintaan terhadap pangan termasuk di dalamnya permintaan terhadap kedelai meningkat, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, meningkatnya konsumsi bahan olahan kedelai tiap tahunnya, dan tumbuhnya industri pakan ternak. Pertambahan penduduk ini tentu diiringi pula dengan pertambahan kebutuhan akan pangan. Disamping itu terjadi perubahan pola pangan, dari yang tinggi konsumsi karbohidrat dan rendah konsumsi protein menjadi cenderung rendah konsumsi karbohidrat dan tinggi konsumsi protein.
Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia, pangan sangat penting bagi manusia untuk dapat mempertahankan hidup. Namun, dalam pemenuhan kebutuhan pangan manusia harus memperhatikan kualitas pangan yang akan dikonsumsi. Pangan yang akan dikonsumsi sebaiknya mempunyai nilai manfaat yang optimal yaitu selain untuk menghilangkan rasa lapar, hendaknya pangan yang dikonsumsi mempunyai kandungan gizi yang memadai bagi tubuh. Kesehatan fisik, mental, dan sosial sangat dipengaruhi oleh kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari. Agar manusia menjadi sehat, kuat, dan memiliki pertumbuhan fisik yang normal, makanan yang dikonsumsi harus mengandung unsur-unsur pokok yang dibutuhkan oleh tubuh (gizi dan kalori), yang terdiri atas protein, lemak,
2
karbohidrat, vitamin dan mineral. Unsur-unsur gizi tersebut harus tersedia secara proporsional dan seimbang (Suprapti, 2005). Kedelai merupakan komoditas pertanian yang mempunyai kandungan unsur gizi yang tinggi sehingg layak untuk dikonsumsi manusia. Kedelai dapat digunakan sebagai bahan baku dalam industri pengolahan hasil pertanian seperti tahu, tempe, tauco, kecap dan susu sari kedelai.
Tahu merupakan makanan yang banyak diminati oleh masyarakat karena selain rasanya yang enak, tahu memiliki kandungan protein yang baik untuk dikonsumsi serta harga tahu relatif murah sehingga berbagai lapisan masyarakat mampu untuk membeli tahu. Tahu mudah didapatkan di berbagai tempat, mulai dari pasar tradisional hingga pasar modern bahkan di sekitar lingkungan masyarakat tinggal banyak dijual belikan tahu.
Usaha pembuatan tahu di Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu industri kecil pengolahan makanan yang cukup dominan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya unit usaha pembuatan tahu yang ada di Kabupaten Pasuruan. Usaha pembuatan tahu yang pada umumnya merupakan industri berskala rumah tangga mampu bertahan ditengah persaingan dengan industri pengolahan pangan berskala besar, selain itu juga menunjukkan bahwa industri ini sudah mampu memberikan pendapatan bagi produsennya.
Industri tahu yang ada di Kabupaten Pasuruan merupakan industri berskala industri kecil, dimana sebagian besar penggunaan tenaga kerjanya adalah tenaga kerja dari orang terdekat maupun tetangga disekitar lokasi pembuatan tahu, dengan jumlah tenaga kerja kurang dari 10 orang. Tahu
yang diproduksi oleh masyarakat Pasuruan adalah tahu putih. Selain menjual tahu, limbah hasil pembuatan tahu yang biasa disebut dengan ampas tahu dapat dijual dan dimanfaatkan sebagai pakan ternak, tidak jarang pula industri tahu tersebut juga mempunyai peternakan dalam skala kecil.
Produsen tahu yang ada di Pasuruan memproduksi tahu secara turun temurun dan menggunakan peralatan yang sederhana, dapat dikatakan teknologi atau alat-alat yang digunakan sederhana, dapat dikatakan teknologi atau alat-alat yang digunakan dalam proses produksi adalah peralatan tradisional. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi tahu adalah kedelai.
Usaha industri tahu saat ini memiliki kendala yaitu harga kedelai yang tidak stabil dan cenderung naik. Dampak dari naiknya harga kedelai, banyak pengusaha tahu yang gulung tikar atau berhenti memproduksi tahu diberbagai daerah. Kenaikan harga kedelai membuat produsen merugi, di satu sisi harga kedelai naik, tetapi di sisi lain jika ingin menaikkan harga tahu, produsen khawatir tahu yang di produksi tidak laku dijual, hal ini akan menjadi risiko bagi pengusaha tahu. Kenaikan harga kedelai juga akan mengakibatkan kualitas tahu yang akan diproduksi.
Kedelai yang digunakan pada umumnya adalah perbandingan antara kedelai impor dan kedelai lokal. Kedelai impor yang harganya berfluktuatif, tergantung dari nilai tukar dollar terhadap rupiah sedangkan harga kedelai lokal bergantung dari faktor cuaca. Harga kedelai impor sekarang ini sekitar Rp 7.000 /kg untuk kedelai impor super, premium Rp 6.700 /kg, biasa Rp
4
6.600 /kg. Sedangkan harga kedelai lokal sekarang ini sekitar Rp 7.400 /kg.
Akibatnya banyak pengusaha tahu yang berimprovisasi pada tahapan proses pembuatan untuk menekan biaya produksi pembuatan tahu.
B. Rumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang masalah yang telah di paparkan tesebut, maka permasalahan yang di kaji dalam penelitian ini secara sistimatis dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana dampak harga kedelai yang tidak stabil pada harga dan kualitas tahu?
2. Apakah yang menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga dan kualitas tahu?
C. Tujuan Penelitian dan Manfaat penelitian Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui bagaimana dampak harga kedelai yang tidak stabil
pada harga jual tahu?
2. Untuk mengetahui apakah yang menjadi faktor utama yang mempengaruhi kualitas tahu?
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat, antara lain:
1. Manfaat Praktis
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk usaha dagang dalam memperhatikan faktor utama yang mempengaruhi kualitas tahu.
2. Manfaat Teoritis
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bukti empiris atas landasan berpikir untuk mengetahui keterkaitan antara dampak harga kedelai yang tidak stabil pada harga jual tahu yang dihasilkan.
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kedelai dan Pemanfaatannya
Kedelai (Glysine max (L) Mer.) merupakan salah satu jenis kacang- kacangan yang mengandung protein nabati tinggi, sumber lemak, vitamin dan mineral. Apabila cukup tersedia di dalam negeri akan mampu memperbaiki gizi masyarakat melalui konsumsi kedelai segar maupun melalui konsumsi kedelai olahan seperti tahu, tempe, tauco, kecap, susu dan lain sebagainya.
Menurut Suprapti (2005), kedelai memiliki beberapa keunggulan yaitu : 1. Tanaman kedelai memiliki adaptibilitas agronomis yang tinggi sehingga
dapat hidup di daerah tropis dan sub-tropis, juga daerah pangan lainnya untuk dapat tumbuh.
2. Tanaman kedelai dapat memperbaiki sifat atau kondisi tanah tempat tumbuhnya.
3. Kedelai memiliki kandungan unsur gizi yang relative tinggi dan lengkap, adapun beberapa unsur gizi dalam kedelai adalah : Energi (442 kal), Air (7,5 g), Protein (34,9 g), Lemak (18,1 g), Karbohidrat (34,8 g), Mineral (4,7 g), Kalsium (227 mg), Fosfor (585 mg), Zat Besi (8 mg), Vitamin A (33 mcg), Vitamin B (1,07 mg).
Kedudukan tanaman kedelai dalam sistematik tumbuhan (taksonomi) diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae Ordo : Polypetales
Famili : Leguminosae (Papilionaceae) Sub-famili : Papilionoideae
Genus : Glycine
Species : Glycine max (L) Merlin. Sinonim dengan G. soya (L) Sieb dan Zucc atau Soya max atau S. hispida
Menurut Suprapti (2005) jenis dan varietas kedelai yang sesuai dengan kebutuhan dengan cara dan proses dalam pembuatan tahu, jenis kedelai yang paling cocok adalah yang memiliki kandungan protein lebih dari 35%. Deskripsi atau varietas kedelai dapat dilihat dari tabel berikut :
8
Tabel 1. Deskripsi dan Varietas Kedelai yang Cocok digunakan untuk Bahan Baku Tahu.
No Jenis atau Varietas Kedelai
Deskripsi
1 Otau
Asal : introduksi dari Formosa Hasil rata-rata : 1-1.2 ton per ha Umur : 90-100 hari
Berat per 100 bj : 7-8 g Kadar Protein : 36,7%
Kadar Lemak : 14,6%
2 No. 27
Asal : Seleksi galur dari var otau, introduksi dari Taiwan
Hasil rata-rata : 1-1.2 ton per ha Umur : 90-100 hari
Berat per 100 bj : 7-8 g Kadar Protein : 40%
Kadar Lemak : 11,7%
3 No. 29
Asal : Seleksi galur varietas no.17, populasi asal Taiwan
Hasil rata-rata : 1-1,5 ton per ha Umur : 100-110 hari
Berat per 100 bj : 7 g Kadar Protein : 43%
Kadar Lemak : 9,3%
4 Ringgit
Asal : Persilangan no.87 dengan no.69 Hasil rata-rata : 1-1,5 ton per ha Umur : 85-90 hari
Berat per 100 bj : 8 g Kadar Protein : 39%
Kadar Lemak : 20,1%
5 Sumbing
Asal : Persilangan no.27 dengan no.69 Hasil rata-rata : 1-1,5 ton per ha Umur : 80-85 hari
Berat per 100 bj : 8 g Kadar Protein : 39,3%
Kadar Lemak : 19,4%
6 Merapi
Asal : Jawa Timur
Hasil rata-rata : 1 ton per ha Umur : 85 hari
Berat per 100 bj : 8 g Kadar Protein : 41%
Kadar Lemak : 7,5%
7 Shakti
Asal : Hasil Seleksi Massa dari Varietas Wakashima asal Taiwan
Hasil rata-rata : 1-1,5 ton per ha Umur : 80-85 hari
Berat per 100 bj : 13-14 g Kadar Protein : 41,6%
Kadar Lemak : 16,1%
8 Davros
Asal : Garut
Hasil rata-rata : 1-1,5 ton per ha Umur : 80-85 hari
Berat per 100 bj : 12 g Kadar Protein : 37,13%
Kadar Lemak : 19,7%
9 Taichung
Asal : Taiwan
Hasil rata-rata : 1,3-1,5 ton per ha Umur : 75-80 hari
Berat per 100 bj : 10,5 g Kadar Protein : 39%
Kadar Lemak : 20,9%
10 T.K.5
Asal : Taiwan
Hasil rata-rata : 1-1,5 ton per ha Umur : 80-85 hari
Berat per 100 bj : 13-15 g Kadar Protein : 35,5%
Kadar Lemak : 20,9%
11 Orba
Asal : Persilangan var Davros dan Shakti Hasil rata-rata : 1,5 ton per ha
Umur : 85-90 hari Berat per 100 bj : 2-14 g
10
Kadar Protein : 38,5%
Kadar Lemak : 18,6%
12 Galunggung
Asal : Persilangan antar var Davros dengan T.K.5
Hasil rata-rata : 1,5 ton per ha Umur : 85 hari
Berat per 100 bj : 12,5 g Kadar Protein : 44%
Kadar Lemak : 19,9%
B. Kandungan Gizi dan Pembuatan Tahu
Tahu sebagai produk olahan dari kedelai mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi terutama protein. Dengan demikian selain tempe, tahu dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein terutama protein nabati.
Kandungan gizi tahu dalam setiap 100 gr berat bahan terdiri: energi 68 kkal;
7,8g protein; 4,6 gram lemak; 1,6 gram; karbohidarat 124 mg kalsium; 63,0 mg fosfor. Bila dilihat dalam persentase, maka komposisi kandungan tahu adalah 70 - 90% air, 5-15% protein, 4-8% lemak, dan 2-5% % karbohidarat.
Sebagai hasil olahan kacang kedelai, tahu merupakan makanan andalan untuk perbaikan gizi, karena tahu mempunyai mutu protein nabati terbaik karena mempunyai komposisi asam amino paling lengkap dan diyakini memiliki daya cerna yang tinggi (sebesar 85% -98%). Kandungan gizi dalam tahu, memang masih kalah dibandingkan lauk pauk hewani, seperti telur, daging dan ikan. Namun, dengan harga yang lebih murah, masyarakat cenderung lebih memilih mengkonsumsi tahu sebagai bahan makanan pengganti protein hewani untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Tahu mempunyai berbagai kandungan gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, kalori dan mineral, fosfor, vitamin B-kompleks seperti thiamin, riboflavin, vitamin E, vitamin B12, kalium dan kalsium (yang bermanfaat mendukung terbentuknya kerangka tulang). Dan paling penting, dengan kandungan sekitar 80% asam lemak tak jenuh tahu tidak banyak mengandung kolesterol, sehingga sangat aman bagi kesehatan jantung. Bahkan karena kandungan hidrat arang dan kalorinya yang rendah, tahu merupakan salah satu menu diet rendah kalori.
Tahu diproduksi dengan memanfaatkan sifat protein, yaitu “akan menggumpal bila bereaksi dengan asam”. Penggumpalan protein oleh asam cuka akan berlangsung secara cepat dan serentak di seluruh bagian cairan sari kedelai, sehingga sebagian besar air yang semula tercampur dalam sari kedelai akan terperangkap di dalamnya. Pengeluaran air yang terperangkap tersebut dapat dilakukan dengan memberikan tekanan. Semakin besar tekanan yang diberikan, semakin banyak air dapat dikeluarkan dari gumpalan protein.
Gumpalan protein itulah yang kemudian disebut dengan tahu (Suprapti, 2005).
Berikut ini merupakan tahapan pembuatan tahu yang umum dilakukan oleh para pembuat tahu di Kabupaten Pasuruan :
1. Cuci kedelai dengan air bersih untuk membuang kotoran yang masih tercampur dengan kedelai. Batu-batuan dan biji lain yang bukan kedelai juga sebaiknya dibuang.
2. Rendam kedelai dengan air bersih selama 3-4 jam. Perendaman kedelai ini
12
sebaiknya menggunakan air bersih agar tidak mengurangi cita rasa tahu yang dihasilkan. Setelah direndam, kedelai dicuci dengan air bersih hingga berkali-kali. Karena jika tidak bersih, tahu yang dihasilkan akan berasa asam. Setelah itu, kedelai ditiriskan untuk digiling dengan mesin penggiling.
3. Kedelai yang sudah direndam, selanjutnya digiling dengan mesin penggiling sampai halus. Pada waktu digiling sebaiknya kedelai dicampur dengan air. Para perajin tahu umumnya membuat kran tepat di atas tempat masuknya kedelai. Kran ini berguna untuk mengucurkan air ketika kedelai sedang digiling. Namun, air yang digunakan sebaiknya air hangat agar bau kedelainya bisa sedikit berkurang.
4. Kedelai yang sudah digiling halus selanjutnya direbus hingga matang.
Perebusan dilakukan selama 20-30 menit atau hingga air mendidih.
Umumnya, para perajin tahu merebus kedelai halus ke dalam drum oli bekas berukuran 200 liter. Perebusan dilakukan dengan bahan bakar berupa kayu bakar. Selama perebusan, adonan tahu sekali-kali diaduk.
5. Bubur kedelai yang sudah direbus dan matang kemudian diambil sari tahunya. Caranya, bubur kedelai dibungkus dengan menggunakan kain screen atau lebih dikenal kain saringan tahu. Setelah itu, bubur tahu diberi pemberat, baik berupa batu ataupun balok. Tujuannya agar sari tahu keluar dan menyisakan ampasnya. Ampas tahu ini kemudian bisa dibuat tempe (tempe oncom atau tempe gembus) atau bisa juga dijadikan makanan ternak.
6. Sari tahu hasil penyaringan selanjutnya diendapkan ke dalam wadah yang umumnya berupa bak semen bundar atau drum. Pengendapan ini oleh para pembuat tahu sering disebut dengan pembumbuan. Agar sarinya mengendap dan keras menjadi tahu, sebaiknya dicampur dengan manyon.
Selain dengan manyon, pembuat tahu juga bisa menggunakan choko atau asam cuka dan batu tahu. Lama pengendapan lebih kurang setengah jam.
Jangan lupa untuk mengaduknya hingga rata. Takaran yang sering dipakai oleh pembuat tahu untuk menuangkan manyon adalah 50 liter untuk sekali masak tahu dengan 7 kg kedelai. Selain itu, untuk asam cuka 3 ml per liter sari tahu, dan untuk batu tahu atau kalsium sulfat sebanyak 1 gram per liter sari tahu.
7. Setelah sari tahu mengendap, sebaiknya air dipisahkan dari endapan.
Sebagian lagi bisa disimpan untuk pengendapan esok hari. Air inilah yang disebut dengan manyon. Cara memisahkan air dari endapan ini bisa dilakukan dengan menaruh saringan dari bambu (ayakan), kemudian air yang meresap dalam ayakan ini dipisahkan ke tempat lain dengan menggunakan gayung.
8. Endapan yang tersisa kemudian dicetak dalam blabak yang sudah dialasi dengan kain saringan tahu. Cara pengambilannya dilakukan dengan serokan alumunium. Setelah endapan dituang dan tingginya sudah hampir rata dengan bibir kotak pembatas, kain saringan tahu yang tersisa dilipat ke atas. Sementara itu, bagian atasnya ditutup lagi dengan alas blabak lainnya. Blabak untuk penutup ini selanjutnya bisa diisi dengan endapan
14
tahu lagi untuk dicetak. Maksimal penumpuk blabak tahu adalah lima tumpuk. Setelah selesai, diamkan selama 15 menit.
9. Setelah dicetak, tahu dibuka dan dipindahkan ke blabak lain yang diletakkan di atas rak. Tujuannya adalah untuk mengentaskan kadar airnya. Lima menit kemudian, tahu siap dipotong-potong sesuai selera.
Proses pembuatan tahu sejak dari penggilingan sampai menjadi tahu memakan waktu satu jam.
10. Untuk tahu putih, setelah dipotong-potong tahu siap dijual. Sementara itu, untuk tahu coklat digoreng dulu hingga matang, lebih kurang selama satu menit. (Anonim, 2007)
C. Manfaat Tahu dan Macam-macam Tahu
Tahu mempunyai beberapa manfaat yang baik untuk tubuh kita, diantaranya adalah :
a. Dapat mencegah penyakit jantung.
b. Meningkatkan produksi energy.
c. Dapat mencegah Oestoporosis.
d. Membantu menurunkan berat badan (bisa digunakan untuk program diet).
e. Dapat membantu pasien diabetes dengan masalah ginjal.
f. Dapat menurunkan kadar kolestrol dan lemak jenuh dalam tubuh.
g. Dapat mencegah kanker payudara dan memperlambat proses penuaan pada perempuan.
Dan masih banyak lagi manfaat tahu bagi kesehatan tubuh kita. Selain manfaat tahu, ada beberapa macam tahu, diantaranya adalah :
1. Tahu Kuning, tahu yang berwarna kuning yang berasal dari kunyit. Jenis tahu ini merupakan jenis tahu yang paling banyak beredar di pasar-pasar, jika anda memilih tahu kuning pastikan warna kuningnya bukan dari pewarna melainkan kunyit. Cirinya, warna kuning ke arah oranye, tidak cerah dan aroma kunyitnya menonjol. Jika akan mengolah tahu ini, perhatikan dulu teksturnya, jika keras dan padat maka jangan diolah dengan teknik goreng karena tahu akan semakin liat dank eras, tetapi jika tekstur tahu sebaliknya maka bisa diolah untuk apa saja.
2. Tahu Sumedang, merupakan tahu yang berasal dari daerah Sumedang Jawa Barat. Tahu jenis ini saat masih mentah memiliki tekstur dan warna yang sama seperti tahu putih biasa, hanya saja potongannya lebih kecil, dan ketika sudah digoreng permukaannya tampak keriting tidak halus seperti pada umumnya.
3. Tahu Sutera, tekstur tahu ini lunak dan sangat halus, karena halusnya hingga tidak nampak pori-porinya. Tahu yang lebih popular dengan sebutan Tofu ini kebanyakan di jual di pasar swalayan dan supermarket dengan kemasan menyerupai es lilin. Selain rasa asli kini banyak ditawarkan tahu sutera yang sudah diperkaya aneka bahan seperti udang dan telur, karena teksturnya yang lunak, banyak orang yang mengolah tahu ini untuk masakan sapo, wedang tahu maupun pudding.
16
4. Tahu Pong, tahu jenis ini disebut tahu pong karena jika sudah digoreng akan mengembang, dan bagian tengahnya berongga atau dalam bahasa jawanya kopong. Baru setelah agak dingin tahu akan sedikit menyusut.
Tahu pong memang diolah secara khusus sehingga bisa menghasilkan rongga dan ringan setelah digoreng.
5. Tahu Bulat Tasikmalaya, tahu ini memiliki rasa yang gurih dan aroma yang khas sangat unik, enak dan lezat. Tahu bulat memiliki tekstur luar yang garing dan empuk di dalam. Tahu bulat merupakan makanan sehat tanpa bahan pengawet, enak, aman dan bergizi.
6. Tahu Putih, tahu ini memiliki rasa yang gurih, enak dan lezat. Tahu putih biasa digunakan untuk berbagai olahan makanan seperti bakso, tahu isi dan lain sebagainya.
16
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis, pendekatan fenomenologis tersebut dipilih untuk memahami arti dari suatu peristiwa dan keterkaitan yang ada di dalamnya secara lebih mendalam. Dengan pendekatan ini diasumsikan bahwa peneliti tidak mengetahui arti sesuatu dari informan yang sedang diteliti, sehingga peneliti lebih banyak diam untuk menguak secara lebih mendalam tentang pengertian sesuatu yang sedang diteliti.
Sedangkan menurut Bungin (2007:9) pendekatan fenomenologis juga dapat dipahami sebagai suatu upaya untuk mengungkap ataupun membongkar sesuatu yang tersembunyi dari dalam diri pelaku.
B. Situs Penelitian
Penelitian ini mengambil tempat di kecamatan beji, khususnya di desa Kemloko Selatan. Pemilihan lokasi tersebut dengan pertimbangan bahwa di desa Kemloko Selatan terdapat pabrik tahu yang cukup besar yang bernama pabrik tahu “L” (yang artinya Lurah), serta para pegawai yang antusias mau memberikan informasi yang di butuhkan oleh penulis. sehingga diharapkan dapat menjadi obyek penelitian yang representatif. Tujuan dari penerapan ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak harga kedelai yang tidak stabil pada harga jual tahu.
17
Dan untuk mengetahui apakah yang menjadi faktor utama yang mempengaruhi kualitas tahu.
C. Sumber Data
1. Sumber Data Primer merupakan data yang langsung didapatkan dari sumber informasi tersebut, yang didapat dari wawancara dan dokumentasi yang dilakukan sendiri oleh peneliti dari sumber atau informan.
2. Sumber Data Sekunder penelitian ini berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan fokus penelitian dan diperoleh dari hasil wawancara dan observasi.
D. Teknik Pengumpulan Data 1. Wawancara
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara langsung dengan berbagai pihak yang terkait, dengan begitu peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menjelaskan situasi yang terjadi serta untuk memahami, mencari jawab dan mendapatkan informasi yang dapat membantu penulis untuk dapat menyelesaikan penelitian ini. Informan tidak hanya pemilik usaha, tetapi juga para karyawan serta para penjual tahu keliling. Berikut adalah daftar nama dan pekerjaan informan.
Tabel. 2 Informan Pabrik Tahu “L”
No. Nama Informan Jabatan Pekerjaan
1. Bapak Elok Dwi
Nurcahyono Pemilik Mengawasi pekerjaan karyawan, mengawasi keuangan.
2. Bapak Bambang Asisten Melaporkan ke pemilik tentang situasi dan kondisi pabrik, baik dari segi kuangan maupun operasional pabrik.
3. Bapak Egik Karyawan Bagian penagihan ke pada para pelanggan dan membantu urusan perkantoran.
4. Bapak Alek Karyawan Supir / pengantar tahu ke para pelanggan.
5. Bapak Atok dan
Saudara Ilut Karyawan Serabutan, bisa membantu pekerjaan yang lain seperti membantu pengiriman tahu, mencari kayu untuk bahan bakar.
6. Bapak Khanan Karyawan Bertugas untuk pembakaran / tungku, mengatur suhu / api yang di pergunakan untuk memasak.
7. Bapak Junaidi, Bapak Idhin, Bapak
Mulyono, Bapak Toha, dan Bapak
Kholis
Karyawan Bertugas untuk memasak / memproses tahu, dari bahan mentah sampai proses tahu siap untuk di pasarkan (proses awal sampai proses akhir).
8. Ibu Inama, Ibu
Romlah Karyawan Bertugas untuk memotong tahu
yang sudah jadi, pemotongan tahu sesuai dengan keinginan pelanggan (pesanan pelanggan).
9. Bapak Kasiono dan
Bapak Solekh Pelanggan / Penjual
tahu keliling Menjual keliling tahu ke konsumen / masyarakat.
19
2. Observasi
Mengumpulkan data melalui pengamatan langsung ke lokasi penelitian. Observasi dilakukan langsung di desa Kemloko Selatan yang berada di wilayah Beji. Observasi adalah panca indra manusia (penglihatan dan pendengaran) diperlukan untuk menangkap gejala yang diamati. Apa yang dicatat dan selanjutnya catatan tersebut dianalisis. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan berkaitan dengan masalah yang diteliti.
3. Dokumentasi
Arikunto (2002:206) metode dokumentasi adalah mencari data yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya. Nawawi (2005:133) menyatakan bahwa studi dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui peninggalan tertulis terutama berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku mengenai pendapat, dalil yang berhubungan dengan masalah penyelidikan.
Dalam penelitian ini, dokumentasi diperoleh dari kwitansi pembelian dan penjualan, jurnal dan skripsi yang terkait serta buku dan catatan dari pengusaha sendiri. Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan berkaitan dengan masalah yang diteliti.
4. Satuan Kajian
Satuan kajian penelitian ini yaitu memberikan kajian tentang apakah dengan adanya ketidak stabilan harga kedelai mempengaruhi harga
jual tahu yang di pasarkan, jika harga kedelai mempengaruhi harga jual tahu, apakah harga kedelai juga mempengaruhi kualitas tahu, jika harga kedelai tidak mempengaruhi kualitas tahu, apa faktor utama yang mempengaruhi kualitas tahu.
5. Analisa Data
Analisa data adalah proses mengorganisasikan dan mengurut data kedalam pola, kategori dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema dan dapat ditemukan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Data yang telah dikumpulkan baik dari wawancara, observasi maupun dokumentasi, selanjutnya dianalisa secara kualitatif.
Kualitatif adalah metode analisis data yang mengelompokkan dan menyeleksi data yang diperoleh dari penelitian lapangan menurut kualitas dan kebenarannya, kemudian data atau informasi yang diperoleh diuji dengan menggunakan triangulasi sumber, yaitu dengan mengecek data yang telah diperoleh dari beberapa sumber, sehingga mampu memberikan jawaban atas permasalahan yang diajukan.
Untuk melakukan penelitian ini diperlukan beberapa tahapan proses penelitian antara lain tahap persiapan penelitian dan tahap pelaksanaan penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan, pelaksanaan analisis berdasarkan pendekatan yang digunakan hingga mendapatkan hasil yang diinginkan sesuai dengan tujuan penelitian.
Tahapan-tahapan dalam penelitian ini adalah :
21
a. Tahap persiapan penelitian
Pertama peneliti membuat pedoman wawancara yang disusun sesuai dengan permasalahan yang dihadapi subjek / informan.
Pedoman wawancara ini berisi pertanyaan-pertanyaan mendasar yang nantinya akan berkembang dalam wawancara. Tahap persiapan selanjutnya adalah peneliti membuat pedoman observasi yang disusun berdasarkan hasil observasi terhadap perilaku subjek / informan selama wawancara dan observasi terhadap lingkungan atau setting wawancara, serta pengaruhnya terhadap perilaku subjek dan pencatatan langsung yang dilakukan pada saat peneliti melakukan observasi. Namun apabila tidak memungkinkan maka peneliti sesegera mungkin mencatatnya setelah wawancara selesai.
Peneliti selanjutnya mencari subjek / informan yang sesuai dengan karakteristik subjek penelitian. Untuk itu sebelum wawancara dilaksanakan peneliti bertanya kepada subjek tentang kesiapanya untuk diwawancarai. Setelah subjek bersedia untuk diwawancarai, peneliti membuat kesepakatan dengan subjek tersebut mengenai waktu dan tempat untuk melakukan wawancara, bahkan jika tidak memungkinkan bertemu penulis meminta izin untuk melakukan wawancara fia telpon dengan subjek / informan.
b. Tahap pelaksanaan penelitian
Peneliti membuat kesepakatan dengan subjek / informan mengenai waktu dan tempat untuk melakukan wawancara berdasarkan
pedoman yang dibuat. Setelah wawancara dilakukan, peneliti memindahakan hasil rekaman berdasarkan wawancara dalam bentuk verbatim ( harfiah ) tertulis.
Selanjutnya peneliti membandingkan antara data hasil wawancara dengan observasi (pengamatan) terhadap beberapa pemilik usaha pabrik tahu serta informan pendukung yang mampu menjawab serta memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti.
Selanjutnya peneliti akan menyimpulkan serta memberikan saran- saran untuk penelitian selanjutnya.
23
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Usaha Pabrik Tahu “L” di Desa Kemloko Selatan Lokasi pabrik pembuatan tahu yang kami pilih terletak di Desa Kemloko Selatan, kecamatan Beji, Kabupaten Sidoarjo. Pabrik ini merupakan pabrik pembuatan tahu yang cukup besar. Cara pembuatan tahu pun masih dengan cara tradisional sehingga peran individu atau dalam hal ini para pekerja sangatlah besar di dalam proses pembuatannya. Pabrik yang berdiri sejak tahun 2011 ini didirikan oleh Bapak Eko Dwi Nurcahyono yang merupakan kepala desa Kemloko Selatan, mangkanya pabrik tahu di beri nama pabrik tahu “L” yang artinya pabrik tahu lurah. Pabrik pembuatannya di bangun ditengah-tengah sawah miliknya sendiri, dan masih bertahan sampai hari ini. Di dalamnya terdapat 20 pekerja dengan pembagian tugas masing - masing, ada yang bertugas untuk mengolah tahu, dan untuk mencetak / memotong tahu. Di dalam ruangan tersebut peralatan yang digunakan dapat dibilang sederhana. Selain itu di dalam ruangan juga terdapat 2 mesin penggiling. Selain itu juga terdapat 2 buah bak sebagai tempat penampungan air, ada 2 sumur yang berukuran besar yang digunakan untuk kebutuhan air bersih untuk pengolahan tahu, untuk penguapan tahu digunakan sebuah pipa besar yang di salurkan ke 6 pipa yang lain (1 pipa besar dan 6 pipa kecil- kecil), ada 150 cetakan dari kayu yang memiliki ukuran yang sama. Serta
tong-tong / box/ drum bekas untuk menampung tahu–tahu yang sudah di potong sesuai dengan permintaan pelanggan.
Dalam mengelolah pabrik tahu Bapak Elok dibantu oleh Bapak Bambang selaku asisten dan juga keponakan Bapak Elok sendiri, setiap bulannya Bapak Bambang melaporkan perkembangan pabrik tahu yang dikelolanya. Para pegawai pabrik tahu “L” dari berbagai daerah seperti dari daerah Bangil, Pandaan, Pelinggisan Pasuruan, Wonokoyo dan sekitar lokasi pabrik yaitu daerah Kemloko Selatan.
Selain mengelola pabrik tahu, Bapak Elok juga mempunyai peternakan yang dikelola juga oleh Bapak Bambang. Hasil dari peternakan itu juga dapat membantu biaya operasional pabrik tahu, selain itu pabrik tahu
“L” juga memanfaatkan ampas tahu yang dapat di jual lagi atau di gunakan untuk pakan ternak. Ampas yang di jual dapat di manfaatkan sebagai bahan makanan, seperti untuk gorengan “menjes / menjos” yang biasanya di gunakan untuk cemilan / lauk pauk.
B. Lamanya Usaha
Pabrik tahu ”L” merintis usahanya mulai dari awal, berbekal ilmu pengetahuan dari rekan kerja yang sudah berpengalaman tentang usaha tahu, pemilik merekrut para pegawai yang ahli dalam mengelola tahu, ada yang bagian memasak / mengelola tahu, ada yang bagian memotong tahu (sesuai dengan permintaan pesanan pelanggan).
25
Keahlian para karyawan diperoleh dari pengalaman masing-masing, sebagian besar dari mereka mendapatkan pengalaman tersebut dari keluarga, sedangkan beberapa dari mereka ada yang sudah lama bekerja dalam bidang pengolahan tahu. Dari berbagai pengalaman yang dimiliki oleh para karyawan serta pengelola pabrik tahu ini membuktikan bahwa kemampuan mereka dalam menjalankan usaha. Lamanya usaha ini adalah 6 tahun, usaha pabrik tahu ini semakin berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
C. Pola Pengadaan dan Pola Pemasaran
Pengadaan untuk faktor produksi biasanya diusahakan oleh masing- masing pengusaha. Kedelai yang digunakan adalah kedelai impor dan local, kedelai impor memasok dari America dengan harga impor super Rp 7.000 /kg, impor premium Rp 6.700 /kg, impor biasa Rp 6.500 – 6.600 /kg. Harga impor kedelai ditentukan oleh harga kurs dollar dan musiman, sedangkan kedelai lokal di dapat dari Pasuruan, Banyu Wangi dan Nusa Tenggara Timur, harga lokal berkisar Rp 7.400 /kg.
Kebutuhan produksi lain seperti air bersih di dapat dari pengeboran sendiri di sekitar pabrik tahu yang di tampung di sumur besar untuk kebutuhan air bersih, cukak yang dibeli dari pasar tradisional, peralatan- peralatan yang digunakan juga di beli dari pasar-pasar tradisional seperti timba, penggaris, dan pisau, karena kebutuhan tersebut tergolong mudah didapatkan. Untuk tong (tempat tahu yang sudah di potong) di pesan dari pengrajin / pembuat tong tahu (pesan khusus).
Pemasaran adalah kegiatan penting yang harus dilakukan pengusaha setelah selesai dalam proses produksi. Pabrik tahu “L” memasarkan produknya ke berbagai daerah seperti ke Bangil, Rembang, Pandaan, Gempol, Japanan dan sekitarnya. Dan juga mengirimkan tahu ke para pedagang yang ada di pasar tradisional, seperti pasar tradisional yang ada di Bangil, ada juga para pelanggan yang membeli langsung ke pabrik tahu “L” seperti para pedagang keliling kampung dan pedagang yang menjual di rumah-rumah (toko kelontong yang menjual bahan masakan seperti sayur mayur, ikan dan sebagainya).
Tahu yang dihasilkan oleh pabrik tahu “L” sangat di minati oleh masyarakat, dikarenakan rasa / tekstur dari tahu tersebut yang lembut dan empuk serta tidak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti boraks, tawas, formalin dan lain sebagainya. Selain itu tahu yang dihasilkan juga tahan lama jika di masukkan ke dalam kulkas, dapat bertahan hingga 5 hari lamanya dan tidak merubah rasa tahu tersebut. Jika tahu tidak dimasukkan ke dalam kulkas, tahu bertahan hingga 3 hari, akan tetapi harus diganti dengan air bersih agar rasa dari tahu tersebut tidak berubah / menjadi kecut.
D. Pembahasan
Dari hasil penelitian ini, didapat hasil bahwa secara teoritis harga kedelai mempengaruhi harga jual tahu. Akan tetapi pada kenyataannya harga jual tahu tidak serta merta di naik kan begitu saja, para pengusaha harus melihat kondisi pasar seperti apa, apakah semuanya menaikkan harga tahu
27
atau tetap bertahan dengan harga semula. Jika harga tahu di naik kan tanpa memperdulikan kondisi pasar, maka akan berdampak pada penjualan tahu tersebut dan pelanggan bisa berpindah ke produsen yang lainnya. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh pemilik pabrik tahu, Bapak Elok Dwi N :
Meskipun harga kedelai naik, kita tidak boleh dengan cepat mengambil keputusan bahwa harga jual tahu kita naikkan. Kita harus mengetahui kondisi pasar seperti apa, apakah semuanya naik ataukah masih bertahan dengan harga normal. Jika kita menaikkan sendiri harga jual tahu sedangkan produsen yang lain tidak, maka pelanggan kita bisa berpindah ke produsen yang lainnya.
Dengan demikian, meskipun harga kedelai naik, para pengusaha tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan bahwa harga jual tahu harus dinaikkan. Para pengusaha lebih melihat dari situasi dan kondisi pasar.
Hasil dari penjualan tahu sebenarnya tidak selalu mendapatkan keuntungan, ada kalanya pabrik juga mengalami kerugian, untuk mengatasi kerugian tersebut para pemilik pabrik tahu harus mempunyai usaha sampingan, seperti Bapak Elok, selain mempunyai usaha pabrik tahu, beliau juga mempunyai usaha sampingan berupa peternakan, yaitu sapi, kambing, dan ikan nila.
Usaha sampingan ini dapat membantu biaya operasional dari pabrik tahu. Selain itu Bapak Bambang juga memanfaatkan hasil dari ampas tahu, jika kedelai yang di pakai adalah kedelai yang bagus maka ampas yang di peroleh sangatlah banyak, dari ampas tersebut sudah memperoleh keuntungan yang besar. Ampas tahu dapat digunakan untuk makanan ternak, dan juga dapat dijual lagi untuk makanan seperti gorengan “menjes / menjos”, ampas
tahu yang dijual diambil sendiri oleh para pedagang. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Bapak Bambang sebagai asisten dari pemilik pabrik tahu
“L”:
Selain mendirikan usaha pabrik tahu, Bapak Elok selaku pemilik dari pabrik ini juga mempunyai usaha sampingan, dimana usaha sampingan tersebut dapat membantu biaya operasional dari pabrik tahu tersebut, usahanya antara lain peternakan dan pemanfaatan dari ampas tahu, dimana ampas tahu juga mempunyai keuntungan tersendiri.
Dari hasil wawancara juga didapat hasil bahwa harga kedelai tidak mempengaruhi kualitas tahu, karena kualitas tahu dipengaruhi oleh 3 faktor utama, diantaranya adalah :
1. Kualitas kedelai, jika kualitas kedelai bagus maka tahu yang dihasilkan akan bagus begitu sebaliknya, ampas tahu juga akan berpengaruh jika kedelai bagus maka ampas tahu yang dihasilkan sangat banyak begitu sebaliknya.
2. Kebersihan dalam pengolahan tahu juga sangat penting, seperti kebersihan dalam pencucian kedelai dan dalam proses pengolahannya.
3. Keahlian dari para karyawan, hal ini sangat lah penting karena jika para karyawan tidak mempunyai keahlian dalam mengolah kedelai menjadi tahu maka hasil dari pengolahan tahu tersebut tidak jadi, malah akan menjadi bubur. Keahlian dari para karyawan juga berbeda-beda setiap orang, ada yang hasilnya standart, bagus dan sangat bagus (dilihat dari hasil cetakan tahu pada proses akhir).
Hal ini seperti diungkapkan oleh Bapak Junaidi selaku karyawan yang mengolah / memasak tahu :
29
Harga kedelai tidak mempengaruhi kualitas tahu yang dihasilkan, kualitas tahu dipengaruhi oleh kualitas kedelai, kebersihan dalam pengolahan, dan keahlian dari para karyawan.
Selain dengan pemilik dan karyawan, penulis juga mencari informasi kepada para pelanggan tahu “L”, seperti Bapak kasiono yang menyatakan bahwa tahu yang diproduksi oleh pabrik tahu “L” sangat bagus dan banyak di minati oleh para konsumen, karena tahu tersebut rasanya empuk & lembut, serta tahan lama (sampai beberapa hari jika di masukkan ke dalam kulkas, jika tidak maka airnya harus di ganti agar tahu nya tidak berasa kecut) dan tahu yang dihasilkan tidak menggunakan boraks / formalin / tawas / zat kimia yang berbahaya lainnya. Karena banyak konsumen yang mengetahui atau dapat merasakan tahu yang menggunakan bahan alami dengan menggunakan zat kimia berbahaya.
Ciri-ciri dari tahu yang menggunakan boraks / formalin / tawas / zat kimia berbahaya lainnya adalah :
1. Kalau dimakan rasanya “getar” (tidak enak di lidah).
2. Warnanya terlalu putih.
3. Air yang ada di box / tong tahu berwarna jernih.
4. Jika tahu dipegang berasa lebih kenyal (tidak mudah rusak / hancur).
5. Tahu tidak di sukai hewan.
Sedangkan ciri-ciri dari tahu yang alami adalah:
1. Kalau dimakan rasanya empuk dan lezat.
2. Air yang ada di box atau tong tahu berwarna putih keruh.
3. Warna tahu juga putih keruh.
4. Tahu mudah hancur.
5. Tahu juga di sukai para hewan .
Fenomena yang ada dikalangan masyarakat adalah banyak pengusaha tahu yang menggunakan zat kimia berbahaya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Akan tetapi masih banyak pula pengusaha tahu yang bersikap jujur, tidak menggunakan zat kimia berbahaya melainkan menggunakan bahan alami.
Dengan demikian, para pengusaha tahu lebih mengikuti kondisi pasar dalam menentukan harga jual tahu, harga kedelai juga dapat mempengaruhi harga jual tahu tetapi tidak signifikan yang artinya harga jual tahu tidak selalu naik mengikuti harga kedelai. Pengusaha juga harus teliti dalam menentukan harga jual tahu, jika tidak pengusaha tahu akan selalu mengalami kerugian dan bahkan dapat kehilangan pelanggan. Pengusaha tahu juga harus pintar- pintar dalam memilih usaha sampingan untuk membantu biaya operasional pabrik tahu. Sedangkan kualitas tahu tidak terpengaruh oleh kenaikan harga kedelai, karena kualitas tahu lebih di pengaruhi oleh kualitas kedelai, kebersihan dalam pengolahan serta keahlian dari para karyawan.
31
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat di simpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Secara teoritis harga kedelai mempengaruhi harga jual tahu, akan tetapi pada kenyataannya harga jual tahu lebih melihat dari situasi dan kondisi di pasar. Jika semua pengusaha tahu menaikkan harga jual tahu maka semua pengusaha juga menaikkan harga jual tahu begitu sebaliknya.
2. Keuntungan dari hasil penjualan tahu tidak begitu besar, bahkan tidak jarang juga pengusaha mengalami kerugian, untuk menekan kerugian yang terjadi para pengusaha harus mempunyai usaha sampingan yang dapat menutupi / membantu atas kerugian yang di alami dalam penjualan tahu tersbut.
3. Selain mempunyai usaha sampingan pengusaha juga harus pintar dalam memanfaatkan ampas tahu, karena ampas tahu juga dapat menghasilkan keuntungan tersendiri, seperti untuk pakan ternak dan untuk di jual kembali ke pada para pelanggan untuk dijadikan bahan makanan.
4. Kualitas tahu tidak dipengaruhi oleh harga kedelai, karena faktor utama yang mempengaruhi kualitas tahu adalah kualitas kedelai, kebersihan dalam pengolahan serta keahlian dari para karyawan.
B. Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan dari penelitian, maka diajukan beberapa saran sebagai berikut:
1. Bagi Pengusaha
Sebaiknya para pengusaha pabrik tahu lebih memperhitungkan biaya- biaya yang dikeluarkan untuk operasional pabrik tahu, agar tidak mengalami kerugian yang cukup besar. Dan juga para pengusaha harus selalu kompak dalam menentukan harga jual tahu, agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Adanya beberapa keterbatasan dalam penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya agar lebih baik dan dapat mengetahui lebih dalam lagi tentang apa saja yang mempengaruhi harga jual jual tahu selain harga kedelai dan faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas tahu selain kualitas kedelai, kebersihan dan keahlian para karyawan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2007. Membuat Tahu dan Tempe. Agro Media. Jakarta.
Bambang, W. dam Yudha. 2013. Tentang Ketentuan Impor Kedelai dalam Rangka Program Stabilitasi Harga Kedelai 2013. Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. Jakarta
Bungin, B. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif Aktualisasi Metodologi Ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Damanik, T.S. 2015. Dampak Kenaikan Harga Kedelai Terhadap Industri Kecil Pengolahan Tahu di Kelurahan Batu Kota Kecamatan Malayang Manado.
Artikel. Universitas Sam Ratulangi. Manado
Endang Sutriswati Rahayu, Siti Rahayu, Andika Sidar, Tri Purwadi, dan Saiful Rochdyanto. 2012. Teknologi Proses Produksi Tahu. Yogyakarta:Kanisius.
Permatasari, P.E. 2015. Analisis Pengaruh Modal Bahan Baku, Bahan Bakar, dan Tenaga Kerja Terhadap Produksi Pada Usaha Tahu di Ibu Kota Semarang.
Skripsi:Universitas Diponegoro. Semarang
Rahmawati, F. 2013. Teknologi Proses Pengolahan Tahu dan Pemanfaatan Limbahnya. Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.
Sukirno, S. 2005. Mikro Ekonomi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Suprapti, Lies. 2005. Pembuatan Tahu. Yogyakarta: Kanisius
Yusuf. 2012. Adaptasi Ekonomi Pengusaha Agribisnis Tahu dalam Menghadapi Kenaikan Harga Kedelai di Kabupaten Banjir. Jurnal Agribisnis perdesaan Volume 02 Nomor 04: p (272-283) Universitas Lambung Mangkurat.
Zakiah. 2011. Dampak Impor Terhadap Produksi Kedelai Nasional. Jurnal Agrisep Vol. (12) No.1, p (1-10). Unsyiah.