Manfaat yang dapat dicapai dengan penyusunan Modul ini adalah:
1. Bagi Guru
a. Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik.
b. Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh.
c. Memperkaya materi karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi.
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -2
d. Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar.
e. Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik.
f. Membantu guru mempermudah dalam kegiatan pembelajaran.
2. Bagi Peserta Didik
a. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
b. Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru.
c. Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya.
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -3
BAB II
MENGIDENTIFIKASI JENIS-JENIS DAN BAGIAN-BAGIAN MESIN TIK
A. KOMPETENSI
1. Standar Kompetensi
Muatan Lokal Mengetik Manual 2. Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi Jenis-Jenis dan Bagian-Bagian Mesin Tik 3. Indikator
a. Mengidentifikasi jenis mesin tik.
b. Menyebutkan bagian-bagian mesin tik manual dan kegunaannya.
B. RINGKASAN MATERI
Mengetik adalah suatu keterampilan yang sangat didambakan oleh setiap orang dalam alam modern, terlebih dalam masa-masa pembangunan. Sepertinya pekerjaan mengetik ini dapat dilakukan oleh setiap orang. Namun demikian, belum semua orang menguasai atau mempergunakan cara mengetik modern (touch system) sehingga hasil pekerjaan yang diperoleh kurang maksimal.
Sebelum mengetik terlebih dahulu perlu mengenal mesin ketik yang akan digunakan, mencakup jenisnya, fungsi-fungsi tombol pada tuts (keyboard), spesifikasi, dan kelebihan-kelebihan atau kelemahan-kelemahan dari mesin ketik yang digunakan.
1. Sejarah Perkembangan Mesin Tulis
Dengan adanya penemuan mesin tulis, sekarang kita dapat melakukan pekerjaan yang sifatnya tulis-menulis dengan hasil yang lebih baik dan cepat.
Seandainya semua pekerjaan tulis menulis itu dilakukan dengan tangan, sudah jelas bahwa waktu yang diperlukan lebih lama dan hasil pekerjaan tersebut tidak akan sebaik bila dikerjakan menggunakan mesin tulis.
Siapakah sebenarnya yang menciptakan alat yang dapat digunakan untuk menggantikan pekerjaan menulis dengan tangan diganti dengan mesin ini? Para penemu dan pengembang mesin tulis tersebut adalah sebagai berikut:
a. Ir. Henry Mill (Inggris, 1714)
Perancang mesin tulis
Blueprintnya menjadi langkah pertama terciptanyamesin tulis
Disebut Bapak Mesin Tulis b. Pelle Grino Turri (Italia, 1808)
Menggunakan pita mesin
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -4
c. Karel Von Drois (Jerman, 1820) d. Charles Thuber (Amerika, 1849)
Perbaikan dan penyempurnaan bagian mesin e. Jacob Peterson (Denmark, 1855)
Penyempurnaan bagian mesin f. Peter Mitter Hofer (Austria, 1864)
Menemukan (menciptakan) mesin tulis yang terbuat dari kayu g. Christoper Lathan Sholes (Amerika, 1876)
Berhasil menemukan bentuk dasar mesin tik seperti saat ini
2. Jenis-Jenis Mesin Ketik
Mesin ketik adalah salah satu alat yang peran dan fungsinya erat kaitannya dengan segala pekerjaan yang berhubungan dengan pengetikan, misalnya pekerjaan membuat surat, laporan, undangan, notulen dan sebagainya. Dengan kata lain, mesin ketik berfungsi untuk melakukan pekerjaan tata tulis yang selama ini dilakukan secara manual dengan tangan. Dalam perkembangannya, tata tulis tersebut dapat dilakukan dengan mesin ketik manual, mesin ketik elektronik, mesin ketik elektrik, bahkan menggunakan komputer. Penggolongan mesin ketik dilakukan seperti di bawah ini:
a. Berdasarkan jenis mesin ketik 1) Mesin ketik manual 2) Mesin ketik listrik 3) Mesin ketik elektronik
4) Komputer (personal komputer) Merek-merek Mesin Ketik
Bentuk dan model mesin ketik berbeda-beda, demikian juga mereknya. Beberapa merek-merek mesin ketik yang terkenal, di antaranya adalah Adler, Brother, Continental, Erica, Halda, IBM (International Business Machines), Olivetti, Oliver, Optima, Olympia, Philips, Remington, Royal, RC. Allen, Simag, Smith Corona, Underood, Vios, Meruzen, dan Rinnai.
Cara kerja mesin ketik:
a. Cara kerja mesinnya mekanik;
b. Pita dengan tinta karbon dipasang antara kertas pada rol dan balok huruf;
c. Kertas terletak pada rol penggulung kertas di atas gandaran;
d. Tuts dirangkai dengan balok huruf, angka, symbol dan tanda baca lainnya;
e. Setiap tuts dirangkai pula dengan penggulung pita dan gandaran.
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -5
Kelebihan dan Kelemahan Mesin Ketik:
Mesin Ketik Kelebihan Kelemahan
Manual a. Dapat digunakan tanpa listrik b. Mudah digunakan
Elektrik a. Tidak menggunakan tenaga pada saat kita mengetik b. Hasil ketikan tampil bagus c. Dapat menghitung secara
otomatis
a. Bola huruf susah untuk ditemukan b. Pita hanya sekali digunakan c. Tidak dapat menyimpan
materi/data Elektronik a. Mempercepat pekerjaan
b. Hasil ketikan tampil bagus c. Dapat menyimpan memori/data d. Tambah perintah secara
otomatis
e. Menggunakan warna
a. Tidak bisa digunakan kalau mati lampu
b. Pita digunakan sekali c. Pemeliharaan cukup mahal
b. Berdasarkan panjang pendeknya gandaran mesin ketik 1) Mesin ketik gandaran pendek
2) Mesin ketik gandaran panjang c. Berdasarkan besar kecilnya mesin ketik
1) Mesin ketik standar
Panjang rol/gandaran antara 13 – 27 inci;
Dapat mengetik dengan ukuran kertas dobel folio (A2 dan A3);
Papan tuts lengkap dengan sistem tabulator penuh;
Nama lain untuk mesin tik jenis ini adalah mesin tik serba guna (all purposes typewriter).
2) Mesin ketik semi standar
Panjang rol/gandaran antara 13 inci;
Dapat mengetik dengan ukuran kertas 1,5 kali folio (A4);
Tabulatornya sederhana;
Ada juga dengan sistem tabulator tetap, misalnya 5 ketukan setiap tabulatornya.
3) Mesin ketik portable
Panjang rol/gandaran hanya 10 inci;
Bentuk kecil, sehingga mudah dibawa ke mana-mana;
Tidak memiliki system tabulator;
Kertas yang digunakan ukuran folio.
d. Berdasarkan jenis huruf
Jenis huruf yang digunakan dalam mesin tik (manual) ada dua macam, yaitu:
1) Huruf pica; ukuran huruf 10 entakan per inci 2) Huruf elite; ukuran huruf 12 entakan per inci
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -6
3. Bagian-Bagian Mesin Tik Manual
Bagian-bagian mesin ketik secara umum terdiri atas tiga bagian, yaitu gandaran, kerangka mesin, dan tuts (keyboard).
a. Gandaran
Gandaran (carriage) merupakan bagian mesin tik yang dapat digerakkan ke kanan dan ke kiri. Pada gandaran terdapat:
1) Tombol penggulung (platen knob); dipergunakan untuk memutar rol ke depan dan ke belakang.
2) Pembebas jarak baris (variable line spacer); dipergunakan untuk membebaskan kunci jarak baris.
3) Pembebas rol (roller release, platen release lever); dipergunakan untuk membebaskan rol dari gigi jarak baris.
4) Pembebas gandaran (carriage release lever); dipergunakan untuk membebaskan gandaran sehingga dapat digerakkan ke kiri dan ke kanan.
5) Pembebas kertas (paper release lever); dipergunakan untuk:
a) Membebaskan kertas pada pinggir kiri
b) Meluruskan pemasang kertas pada pinggir kiri c) Melonggarkan kertas agar mudah dicabut
6) Pembebas tabulator (complete tabulator clearing lever); dipergunakan untuk membebaskan semua pasak tabulator secara sekaligus.
7) Pengatur jarak baris (line space regulator); dipergunakan untuk memberi jarak baris ketika mengetik.
8) Papan kertas (paper rest, paper table); dipergunakan untuk meletakkan kertas sewaktu dipasangkan dan untuk mengetahui lebar kertas.
9) Penuntun kertas (paper guide); dipergunakan untuk menentukan tempat pinggiran kertas di sebelah kiri.
10) Rol (cylinder, roler), dipergunakan untuk menggulung kertas, di bawahnya terdapat rol yang lebih kecil yang gunanya untuk memegang kertas pada rol (paper holder bail).
11) Mistar kertas (paper bail); dipergunakan untuk menjepit kertas pada rol. Pada mistar kertas terdapat skala penuntun kertas (paper guide scale) yang gunanya untuk menentukan penempatan penuntun kertas.
12) Penekan segi (margin stop); dipergunakan untuk menentukan batas pinggir kiri dan kanan dari kertas. Pada bagian ini terdapat pula papan penghapus (eraser table) digunakan sebagai landasan untuk menghapus.
13) Kait (carriage return, line space lever); dipergunakan untuk menggeser gandaran ke kanan secara otomatis dan menarik kertas ke atas atau bisa juga untuk membuat baris baru.
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -7
b. Kerangka Mesin
Kerangka mesin adalah bagian dari mesin tik yang merupakan rangkaian peralatan mekanik yang menghubungkan papan tuts dengan gandaran. Bagian-bagian ini terdiri dari:
1) Kunci gandaran (carriage lock); dipergunakan untuk mengunci gandaran saat mesin tik tidak dipergunakan.
2) Pemegang kertas (card and label holder); digunakan untuk menekan kartu, label, kuitansi, amplop agar merapat pada rol dan tidak bergeser.
3) Penuntun garis (line indicator); dipergunakan untuk menuntun garis ketikan, karena garis ini terletak pada bagian tengah pemegang label dan berada tepat pada sepatu huruf.
4) Lubang penggaris (ruling holes); dipergunakan untuk membuat garis tegan dan datar pada titik ketikan -- terletak pada pemegang label.
5) Titik ketik (print point, pointer); dipergunakan untuk mengetahui letak huruf dengan tepat -- terletak di antara dua pemegang label.
6) Pita (ribbon);
Lebarnya 13 mm dan menggunakan tinta karbon yang berfungsi untuk member warna huruf/hasil ketikan pada kertas.
Ada dua jenis pita:
a) Pita katun; terbuat dari katun dan bisa digunakan berkali-kali. Pita ini terdiri dari dua warna, yaitu hitam dan hitam – merah.
b) Pita plastik; terbuat dari plastic dan digunakan hanya sekali. Biasanya digunakan untuk cetak offset dan warnanya hanya hitam.
7) Penggulung pita (roll, spool); terletak di sisi kiri dan kanan di bawah tutup mesin dengan ujung kaitnya di tengah, berfungsi sebagai penggulung pita.
8) Penggetar pita (ribbon vibrator); berfungsi sebagai pemegang pita (mengurangi getaran sewaktu pengetikan) dan terletak di antara pemegang pita terdapat penuntun pita (ribbon guide).
9) Pengembali putaran pita (ribbon feed release); pengait pita ini terletak di kiri dan kanan dekat spul dan berfungsi untuk menggeser putaran pita ke arah spul yang kosong.
10) Pengerem pita (ribbon brake lever, flap); penutup gulungan pita yang berfungsi untuk menghindari terlipatnya gulungan pita.
11) Pengatur pita (ribbon indicator, ribbon selector switch); berfungsi untuk pengatur warna hasil ketikan sesuai dengan warna pita yang biasanya untuk kertas sit. Pada umumnya atas untuk warna merah, tengah netral (putih) dan bawah untuk warna hitam.
12) Balok huruf (letter block); terdiri dari balok huruf, angka, simbol, tanda baca lainnya, terletak di bawah tutup mesin.
13) Bel (bell); letaknya di bawah gandaran (di dalam) dan berfungsi untuk memberi syarat bahwa pengetikan tinggal 5 entakan lagi.
c. Tuts (Keyboard) 1) Tuts huruf
Terdiri dari 26 huruf, yaitu:
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -8
Tuts basis A S D F G H J K L ; ‘
Tuts pangkal Z X C V B N M , . ?
Tuts deretan paling atas Q W E R T Y U I O P { } 2) Tuts angka, simbol dan tuts tanda baca
Tuts angka terdiri dari 10 angka (0 – 9), terletak pada deretan paling atas. Pada tuts angka ini terdapat symbol (di bagian atas) dan akan muncul bila kita menekan tombol shift.
3) Kunci pengubah (shift lock)
Tuts yang terletak di sebelah kiri tuts A dan berfungsi untuk mengetik huruf kapital.
Untuk mengembalikan ke huruf kecil tekanlah tuts pengubah (di bawahnya).
4) Tuts pengubah (shift key)
Tuts tanpa tanda dan terletak di ujung kiri – kanan pada deretan paling bawah. Berfungsi untuk mengetik huruf kapital satu persatu untuk mengetik tanda baca atau simbol yang terletak di bagian atas.
5) Bilah spasi (space bar)
Terletak di bawah deretan tuts huruf dan berfungsi untuk menggeser gandaran ke kiri atau untuk membuat spasi.
6) Tuts tabulator desimal
Minimal terdapat 8 tuts; 1, 10, 100, 1000 dan seterusnya. Berfungsi untuk pengetikan lurus antara desimal, satuan, puluhan dan seterusnya.
7) Tuts kunci tabulator (tab set key)
Tuts dengan tanda ( + ) atau tab + terletak di bagian atas dan berfungsi untuk memasang pasak tabulator (tab stop).
8) Tuts pembebas tabulato (tab clearing key)
Tuts dengan tanda ( - ) atau tab - terletak di bagian atas dan berfungsi untuk menghapus pasak tabulator.
9) Tuts tabulator (tab key/bar)
Tuts dengan tanda tab dan terletak di bagian atas. Berfungsi untuk menggeser gandaran ke kanan.
10) Tuts spasi ganda (double space setter)
Tuts dengan tanda ( /// ), terletak di ujung kiri. Berfungsi untuk mengetik huruf dengan jarak satu spasi secara otomatis.
11) Tuts pembebas pasak (margin release)
Tuts dengan tanda ( ---- // ---- : : < > MR), terletak di sebelah kiri tuts Q.
Berfungsi untuk membebaskan pasak kanan, apabila kita mengetik beberapa huruf yang harus ditangkap, tetapi sudah melewati batas ketikan.
12) Tuts pemundur (back space)
Tuts dengan tanda ( ---- ---- ). Berfungsi untuk memundurkan gandaran satu spasi tiap sekali ditekan.
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -9
13) Bilah spasi pengulang (repeat space bar)
Terletak di sebelah kanan/kiri bilah spasi, biasanya diberi warna merah dengan tulisan
“automatic”. Berfungsi untuk membuat spasi berulang.
C. SOAL
Jawablah soal di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Siapa yang disebut sebagai Bapak Mesin Tulis?
2. Sebutkan merk-merk mesin tulis (5)!
3. Jelaskan 2 jenis mesin tik menurut besar kecilnya mesin!
4. Jelaskan 2 jenis ukuran huruf pada mesin tik!
5. Jelaskan 3 jenis gandaran!
6. Sebutkan 10 bagian mesin tik yang terdapat pada gandaran dan jelaskan fungsinya!
7. Jelaskan jenis mesin tik berdasarkan tenaga penggeraknya!
8. Apa fungsi dari kunci pengubah, tuts pemundur, penuntun baris, dan spasi?
9. Sebutkan 5 bagian mesin tik yang terdapat pada kerangka/badan mesin tik!
10. Berapa huruf yang dapat diketik setelah bunyi bel pada mesin tik?
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -10
BAB III
MENGENTAKS TUTS DENGAN SISTEM 10 JARI
A. KOMPETENSI
1. Standar Kompetensi
Muatan Lokal Mengetik Manual 2. Kompetensi Dasar
Mengentaks Tuts dengan Sistem 10 Jari 3. Indikator
a. Mempraktikkan sikap mengetik dengan benar.
b. Mempraktikkan teknik pengetikan dengan benar.
c. Mempraktikkan mengentak tuts dasar dengan benar.
d. Mempraktikkan mengentak tuts huruf sesuai dengan tugas jari-jari.
e. Mempraktikkan mengentak tuts angka sesuai dengan tugas jari-jari dengan benar.
f. Mempraktikkan mengentak tuts tanda baca dan tanda-tanda lain sesuai dengan tugas jari-jari dengan benar.
B. RINGKASAN MATERI
1. Sikap Duduk pada Waktu Mengetik
Sikap yang dimaksud di sini adalah bagaimana duduk dengan benar sesuai dengan teori, yang jika kita lakukan akan dapat meningkatkan ketepatan dan kecepatan dalam keterampilan mengetik. Duduklah dengan rapi, punggung bersandar pada kursi. Mesin ketik diletakkan sejajar dengan badan, pandangan ke buku (samping kiri atau kanan) atau melihat papan huruf-huruf ketik di depan kelas. Untuk itu perhatikan gambar dan penjelasan yang ada.
Gambar 1. Sikap Duduk yang Baik Saat Mengetik
Penjelasan:
a. Duduklah dengan tepat di hadapan mesin ketik.
b. Punggung harus tegak dan bersandar pada kursi.
c. Dada tidak menekan meja.
d. Bahu dan lengan atas dalam keadaan tidak tegang/santai.
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -11
e. Siku dekat dengan badan, lengan bawah mendatar dan sejajar dengan papan tuts (membentuk sudut ± 90º).
f. Jarak antara mesin ketik dan badan tidak lebih sepanjang lengan bawah.
g. Kedua telapak kaki menapak rata di lantai dan kaki kiri maju sedikit kedepan dari kaki kanan.
h. Mata terarah ke naskah (copy).
i. Pergelangan tangan sedikit rendah dan telapak tangan jangan menyentuh mesin ketik serta jari-jari melengkung membentuk kurva di atas tuts pangkal (home-key).
2. Teknik Pengetikan
Sebelum mengetik, perlu diperhatikan bagian-bagian mesin ketik maupun istilah-istilah yang sering digunakan berikut ini:
a. Ukuran huruf mesin ketik; ukuran huruf pica dan ukuran huruf elite
b. Jarak baris; guna jarak baris adalah untuk memberikan jarak baris setiap ketikan. Jarak baris terdiri atas 1; 1,5; 2 dan 3
c. Penekan segi (margin); gunanya adalah memberi batas kiri dan kanan dari kertas yang akan diketik sehingga ketikan kelihatan rapi.
d. Kait atau return; gunanya adalah untuk membentuk baris baru dan secara otomatis menarik kertas ke atas.
e. Tabulator; alat ini dipergunakan untuk memulai suatu pengetikan apabila naskah yang akan diketik tidak mulai pada penekan segi kiri, misalnya tepat di tengahtengah kertas.
f. Pembebas kertas; gunanya adalah untuk mengatur letak kertas apabila dimasukkan ke mesin ketik dan memudahkan mengeluarkan kertas dari mesin ketik. Alat ini terletak di sebelah kanan gandaran mesin ketik.
g. Pita; berguna untuk mencetak bahan ketik.
Cara Memasang Kertas
a. Ambilah dua lembar kertas buram. Lembar yang atas akan terketik, dan yang bawah membantu sebagai alas agar pita tidak cepat rusak disebabkan oleh pukulan-pukulan huruf logam yang diketuk-ketukkan saat mengetik. Masukkan kertas ke rol (lihat Gambar) putarlah rol searah jarum jam. Penjepit kertas harus menutup agar kertasnya dapat jalan apabila tombol rol diputar.
b. Untuk meluruskan kertas, bukalah penjepit/pelepas kertas (dorong ke atas). Temukan dua ujung kertasnya dan luruskan. Tepatkan tepi kiri kertas pada skala 0 (nol), tutup kembali penjepit/pelepas kertasnya (arahkan ke bawah).
c. Untuk mengawali ketikan, putarlah rol sehingga ujung kertas turun ke garis pedoman kaki huruf, atur jarak baris satu setengah. Naikkan kertas dengan cara menarik pengait sebanyak empat kali.
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -12
Gambar 2. Mengatur Kertas Gambar 3. Menata Kertas
Gambar 4. Cara Mengkait dan Pengatur Jarak Baris
Memasang Penekan Segi (Margin Stop)
Dipergunakan untuk menentukan batas pinggir kiri dan kanan dari kertas. Pada bagian ini terdapat pula papan penghapus yang digunakan sebagai landasan untuk menghapus.
Pemasangan penekan segi ini dilakukan dengan menggeser pasak yang ada pada mesin tik manual.
Memasang Jarak Baris
Pengatur jarak baris (line space regulator), dipergunakan untuk memberi jarak baris ketika mengetik. Setiap ganti baris, tariklah kait dengan cepat agar baris- baris ketikan teratur sesuai dengan yang ditentukan pada pengatur jarak baris.
3. Tata Cara Mengentak Tuts dengan Sistem 10 Jari Sistem mengetik terdiri dari tiga macam yaitu:
a. Sistem mengetik 10 jari (ten fingers tuch system); Mengetik dengan sistem ini adalah mengetik dengan menggunakan sepuluh jari sesuai fungsi dari jari-jari dan tanpa melihat tuts (keyboard).
b. Sistem buta (blind system); Mengetik dengan sistem buta (blind system) adalah mengetik dengan menggunakan sepuluh jari tanpa melihat tuts dan mata tertuju ke naskah.
c. Sistem berirama (rhythm system); Mengetik dengan sistem ini adalah jarak jatuhnya entakan yang satu dengan lainnya sama dan berurutan sehingga mengeluarkan bunyi dan irama yang sama.
Penguasaan Tuts
Penguasaan tuts terdiri atas mengetik tuts huruf, mengetik tuts pengubah dan kunci, mengetik tuts angka, dan mengetik tuts tanda baca dan tanda lainnya. Penguasaan tuts dapat menggunakan kaset instrumental dengan maksud menyeragamkan entakan dan lebih mengaitkan kecepatan refleksi jari-jari tangan kanan dan kiri.
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -13
Dalam kegiatan mengetik, perlu diperhatikan penempatan jari-jari, yaitu letak jari-jari pada tuts dan fungsi jari-jari tangan kanan dan kiri pada waktu mengetik tuts huruf, angka, tanda baca dan tanda lainnya. Bila perlu hafalkan letak tuts dan jari-jari yang mengentak tuts tersebut.
Tempatkan sepuluh jari Anda pada pos jari/rumah jari seperti pada gambar.
Penjelasan:
Tangan Kanan
Jari telunjuk mengentak tuts : H N Y J M U 6 7 ¢ &
Jari tengah mengentak tuts : K , I 8 * Jari manis mengentak tuts : 1 . O 9 (
Jari kelingking mengentak tuts : : / ? P 0 ) „ - _ ½ ¼ “ ± = + dan shift key Ibu jari mengentak tuts : Bilah spasi (space bar) dan bilah tabulator Tangan Kiri
Jari telunjuk mengentak tuts : F V R G B 4 5 $ % Jari tengah mengentak tuts : D C E 3 #
Jari manis mengentak tuts : S X W 2 @
Jari kelingking mengentak tuts : A Z Q 1 ! dan lock, shift key Ibu jari mengentak tuts : Bilah spasi (space bar)
a. Tuts Huruf
Untuk mengentak tuts huruf pada mesin ketik dengan sistem 10 jari dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 6. Penempatan Jari pada Tuts Mesin Ketik
Tuts huruf tersebut terdiri dari:
Tuts Dasar:
A S D F G H J K L ;
Gambar 5. Pos/Rumah Jari
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -14
Tuts Kedua dari Atas:
Q W E R T Y U I O P
Tuts Baris Keempat:
Z X C V B N M , . ? Mengetik Huruf Kapital
1) Apabila huruf kapital (besar) dibuat dengan jari kanan, maka tekanlah shift kiri dengan kelingking kiri, kemudian ketiklah huruf kapital (besar) yang dimaksud dengan jari kanan. Kemudian untuk melanjutkan huruf kecil, kelingking kiri kembali ke pos kiri.
Contoh ketiklah: Indonesia Hartono Januari Kamis Minggu
2) Apabila huruf kapital (besar) dibuat dengan jari kiri, maka tekanlah shift kanan dengan kelingking kanan kemudian ketiklah huruf kapital (besar) yang dimaksud dengan jari kiri. Kemudian untuk melanjutkan huruf kecil, kelingking kanan kembali ke pos jari.
Contoh dan ketiklah: Selasa Rabu Agustus Eropa Tamara
3) Untuk membuat huruf kapital (besar) pada semua kata atau ungkapan, tekanlah kunci shift dengan kelingking kiri. Kemudian mengetik kata/ungkapan yang berhuruf besar, misalnya:
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DEPARTEMEN TENAGA KERJA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
4) Untuk kembali ke huruf kecil, bukalah kunci shift di sebelah kiri dengan kelingking kiri atau di sebelah kanan dengan kelingking kanan, kemudian kembali ke pos jari.
b. Tuts Angka
Semua angka, dari angka 1 – 0, terletak pada deretan keempat (paling atas) yang susunannya:
Adapun cara pengetikannya ialah:
1) Untuk membuat angka 1, dari pos jari a, kelingking kiri lompatkan jauh ke atas agar ke kiri mengetuk angka 1 dan kembali lagi ke pos jari a. Kemudian untuk membuat angka 0 dari pos; kelingking kanan lompatkan jauh ke atas agak ke kiri mengetuk 0 (nol) dan kembali lagi ke pos jari. Catatan: Mesin ketik yang tidak mempunyai angka 1 dapat digantikan dengan l (el) kecil dengan cara mengetukkan jari manis kanan.
2) Untuk membuat angka 2, dari pos s, jari manis kiri lompatkan jauh ke atas agak ke kiri mengetuk angka 2 dan kembali lagi ke pos jari s. Kemudian untuk membuat angka 9 dari pos l, jari manis kanan lompatkan jauh ke atas agak ke kiri mengetuk 9 dan kembali lagi.
3) Untuk membuat angka 3, dari pos d, jari manis kiri lompatkan jauh ke atas agar ke kiri mengetuk angka 3 dan kembali lagi ke pos jari d. Kemudian untuk membuat angka 8, dari pos k, jari manis kanan lompatkan jauh ke atas agak ke kiri mengetuk 8 dan kembali lagi.
Modul Mengetik Manual |
Sri Lestari, S. Pd.|
SMK Insan Cendekia - www.srilestari521.wordpress.com -15
4) Untuk membuat angka 4, dari pos f, jari manis kiri lompatkan jauh ke atas agar ke kiri
4) Untuk membuat angka 4, dari pos f, jari manis kiri lompatkan jauh ke atas agar ke kiri