• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANFAAT WATER BALANCE UNTUK OPERASIONAL WADUK

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 MANFAAT WATER BALANCE UNTUK OPERASIONAL WADUK

A. Tipe Basah / Kering Hujan Tahunan

Penyusunan model aturan operasi waduk yang akan digunakan dalam aturan pengeluaran

operasi waduk dikenakan pada 3 jenis Tipe hujan yang secara berulang kali terjadi di tiap tahunnya.

Perubahan tipe hujan yang sering terjadi pada tiap tahunnya mengakibatkan pemerataan/ penggunaan

air sangat tidak menentu sehingga dibutuhkan sebuah pola yang tepat agar air masih dapat terpenuhi.

Tipe hujan tahunan sangat diperlukan untuk dikeketahui dalam penyusunan sebuah operasi waduk.

Agar dapat dilakukan antisipasi dalam pola air yang akan disusun dan dilaksanakan. Berikut contoh

penentuan tipe hujan tahunan dengan memanfaatkan prinsip water balance.

0

50.000.000

100.000.000

150.000.000

200.000.000

250.000.000

300.000.000

350.000.000

0 50 100 150 200 250 300 350 400

Vol

u

m

e

(m

3)

Hari

aktual model

18

Tabel 1. Curah hujan tahunan di Waduk Bili-Bili

.Tahun curah hujan (mm ) Keterangan

2005 2718 Tahun Kering

2006 3572

2007 2977

2009 3568

2010 4669 Tahun Basah

2011 3609 Tahun Normal

Dari contoh Tabel 1 diatas yang diatas dapat diketahui bahwa tahun 2010 memiliki curah

hujan tersebsar sebesar 4669 mm/tahun dan tahun 2005 memiliki curah hujan terkecil sebesar 2718

mm/tahun. Sehingga tahun 2010 dipakai sebagai tipe tahun basah dan tahun 2005 sebagai tahun

kering.sedangkan tahun 2011 dengan curah hujan sebesar 3609 mm/tahun dipilih sebagai tipe tahun

normal. Dengan diketahuinya tipe hujan tahunan yang terjadi maka dapat diprediksi untuk tahun

kedepan tahun hujan yang akan terjadi seperti apa nantinya, sehingga dapat menerapkan pola yang

tepat dalam penegeluaran air dari waduk

B. Rule Curve

Rule Curve pengoprasian waduk adalah kurva/ grafik yang menunjukkan hubungan antara

elevasi muka air waduk, debit outflow dan waktu dalam satu tahun ( Indra Karya, 1993). Pada

pengoprasian waduk, rule curve digunakan sebagai pedoman batas kedudukan waduk dalam

menentukan pelepasan yang diizinkan dan sebagai harapan untuk memenuhi kebutuhan. Tapi pada

kenyataannya elevasi muka air waduk tidak pasti akan sama dengan fluktuasi muka air waduk yang

ditunjukkan pada rule curve, sehingga pengaturannyaharus diupayakan sama dengan elevasi muka air

waduk (rule curve). Biasanya besar pelepasan sama dengan kebutuhan suplai, namun waktu muka air

waduk mencapai di bawah muka air waduk rencana atau karena suatu pertimbangan tertentu maka

hanya sebagian dari kebutuhan suplai yang dapat dipenuhi. Jika elevasi muka air berada diatas muka

air rencana maka pelepasan waduk boleh diperbesar dengan nilai tertentu sehingga muka air waduk

kenyataan sama dengan dengan elevasi muka air waduk rencana.

Dalam penerapan pengoprasian dalam pemenuhan kebutuhan untuk irigasi, air baku , dan

PLTA add beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemenuhan kebutuhan suplai tersebut,

antara lain:

1) Dalam target pemenuhan untuk PLTA tidak lebih kecil dari target irigasi maka kapasitas

waduk akhirnya ditentukan berdasarkan release waduk unutk PLTA.

2) Jika kapasitas akhir ternyata melebihi kapasitas maksimum maka kapasitas kelebihannya

akan dilimpahkan.

19

Gambar 9. Contoh Rule Curve acuan

Dalam arti yang lebih sederhana rule curve adalah sebuah aturan yang digunakan dalam

mengoperasikan pengeluaran air untuk memenuhi kebutuhan. Adanya rule curve sangat membantu

dalam memenuhi kebutuhan akan air, karena pola ini bersifat tetap sehingga air yang dikeluarkan akan

tetap memenuhi kebutuhan disetiap tahunnya. Yang akan menjadi pembeda hanya besarnya besarnya

air yang dikeluarkan disetiap tipe hujan tahunan yang terjadi.

C. Penetapan Model Aturan Operasi Waduk

Model aturan operasi waduk ditetapkan berdasarkan keadaan aktual yang sedang terjadi di

Waduk, dalam penetapan model aturan operasi waduk yang dimaksud adalah pola yang berdasarkan

prinsip water balance ,yang sebelumnya telah dilakukan pengolahan dengan melakukan kalibrasi dan

validasi water balance lalu disesukan dengan tipe hujan tahunan yang terjadi.

Pola yang telah ditetapkan sebagai rule dari pengeluaran air selanjutnya digunakan dalam

pengoperasian bukaan pintu, ketersediaan air yang ada dalam waduk harus sesuai dengan pola yang

telah diterapkan sehingga dalam pelaksanaan pengeluaran air waduk harus cermat antara operator

pintu jaga dengan operator level air agar air yang dikeluarkan sesuai dengan rule curve yang

ditetapkan sebagai pedoman.

D. Simulasi Pengujian Rule Curve

Dalam permasalahan pendayagunaan sumber daya air, simulasi merupakan suatu teknik

permodelan untuk menirukan perilaku suatu sistem kedalam model. Model simulasi digunakan untuk

mengevaluasi apa yang terjadi di dalam sistem jika diberikan masukan-masukan tertentu. Dengan

demikian pola pengelolaan sistem dapat dievaluasi dengan mempelajari prilaku sistem terhadap

masukan berbagai skenario pada sistem. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa simulasi bukan

merupakan prosedur optimal, namun untuk menentukan tingkat keandalan.kegagalan terhadap prilaku

pengoperasian.

Simulasi pengujian rule curve digunakan untuk meninjau sejauh mana tingkat keandalan dari

rule curve tersebut dalam memenuhi kebutuhan pelayanan dalam simulasi akan dianalisis ketersediaan

air yang telah dikeluarkan terhadap ketersediaan air dalam waduk.

0

50.000.000

100.000.000

150.000.000

200.000.000

250.000.000

300.000.000

350.000.000

15 31 15 29 15 31 15 31 15 31 15 31 15 31 15 31 15 31 15 31 15 31 15 31

jan feb mar apr mei juni juli agustus sep oktob nov des

Vol

u

m

e

m

3

Rule Curve

Acuan

20

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa rule curve menggunakan prinsip water balance

(keseimbangan air) pada waduk. Data curah hujan ,inflow dan outflow merupakan data aktualisasi

lapangan, sedangkan rembesan dan evaporasi merupakan data hasil kalibrasi yang selanjutnya telah di

validasi pada model neraca air. Simulasi pengujian rule curve ini dimaksudkan untuk menguji pola

yang telah ditetapkan apakah dapat memenuhi kebutuhan baik saat tahun hujan kering, normal, basah.

Dalam simulasi yang telah ditetapkan akan dilakukan berbagai macam besar pengeluaran yang

disesuaikan dengan ketersedian air di dalam waduk. Pada umumnya simulasi akan lebih ditekankan

pada tahun hujan kering dan normal karena diperkirakan akan ada penurunan kapasitas air waduk

akibat musim kemarau.

Dalam uji rule curve ini digunakan kebutuhan air ( KA ) yang telah ditetapkan oleh pihak

pengelola Waduk yakni sebesar pada pengeluaran yang terjatat pada data aktual harian operasional

waduk. Pengujian akan dilakukan pada dua tahun yakni tahun normal, dan tahun kering pada masing –

masing rule curve.

21

Dokumen terkait