BAB II LANDASAN TEORI
5. Manfaat Zikir
B. Membahas tentang sikap optimisme 1. Pengertian optimisme.
2. Kondisi riskan ibu hamil.
3. Sikap optimis yang nampak dalam perlaku ibu hamil C. Hubungan zikir dengan sikap optimisme
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap optimisme 2. Zikir dan pengaruhnya terhadap sikap optimisme Bab III : Laporan Hasil Penelitian Dan Penyajian Data
A. Laporan Hasil Penelitian
1. Sejarah Berdirinya Desa Tawangsari 2. Bidang Pemerintahan
Bab IV
Bab V
4. Letak Geografis dan Luas Wilayah 5. Bidang Agama 6. Bidang Pendidikan 7. Bidang Kesehehatan 8. Mata Pencaharian 9. Organisasi Kemasyarakatan 10. Kelembagaan Pemerintah 11. Kelembagaan Ekononi 12. Kelembagaan Keamanan B. Penyajian Data : Analisis Data A. Analisis Pertama B. Analisis kedua C. Analisis ketiga. : Penutup
Bab ini memuat kesimpulan, saran-saran dan kata penutup dari penulis
LANDASAN TEORI
A. Zikir
1. Pengertian
Sumber-sumber Islam sering membahas zikir dalam hubungan dengan do’a (doa) atau permohonan kepada Allah. Do’a berbeda dengan zikir karena do’a biasanya mengambil bentuk permintaan di samping tidak menggunakan seperangkat formula dan tidak diulang-ulang. Sementara zikir menggunakan nama-nama dan ffosa Arab yang dikutip dari Al- Qur’an dan Hadist.1 Ada 15 ayat Al-Qur’an yang memerintahkan manusia untuk mengingat Allah/berzikir.2
Shalat merupakan manifestasi yang paling sempuma dari pelaksanaan perintah Al-Qur'an untuk berzikir. Ia adalah manifestasi dari wujud yang tertinggi serta paling sempuma dari zikir kepada Allah, selain itu juga juga merupakan wujud dan manifestasi tertinggi dari ibadah amaliah karena bermuatan dan mencakup beberapa kegiatan-kegiatan seperti, rukuk, sujud dan qunut. Allah SWT. Memerintahkan setiap muslim untuk bertasbih, bertakbir dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an dalam shalat. Juga diperintahkan untuk membaca salawat dan salam kepada Rasulullah, membaca tahmid, istighfar, bertakbir dan do'a. Semua itu adalah zikir, setiap dikir mempunyai pengaruh dan dampak positif dalam jiwa manusia, barikut dalam kerja penyuciannya dan pengenalannya
1 Wiliiam C. Chittick. Tasawuf Dimata Kamam Sufi, Mizan, Bandung, 2002, him. 102 2 Ibid., him. 104
kepada Allah. Dampak dan pengaruh itu betul-betul ada dalam sholat atau dalam setiap zikir yang tercakup didalamnya, karena itulah shalat merupakan pelaksanaan zikir yang paling sempuma dan Rasulullah mensunnahkan beberapa shalat sunnah sebagai tambahan dan penyempumaan amal-amal kebaikan.3
Sejumlah ibadah yang wajib atu yang sunnah, sejumlah do'a dan zikir memperdalam ma'rifatullah(pengenalan terhadap Allah) didalam kalbu, sebagaimana juga mendorong kewajiban bersyukur kepada-Nya. Al-Qur'an adalah pengikat(kita) kepada Allah, memberitahu (kita) akan Allah, dan guru yang mengajari kita tentang segala sesuatu, karena itu Al- Qur'an merupakan zikir yang mumi.4
Di bawah ini penulis paparkan berberapa pendapat dari para tokoh mengenai pengertian zikir secara umum yaitu :
a. Menurut Ibnu Abbas zikir secara umum dapat dilakukan dengan berbagai macam ketaatan, seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, berdo'a, beristighfar, dan membaca Al-Qur'an.5
b. Sa'id Hawwa berkata: Orang yang menghendaki akhirat harus membuat program rutin untuk dirinya sendiri berupa bacaan, istighfar, tahlil, shalawat atas Rasulullah SAW dan zikir ma'tsur lainnya. Sebagaimana ia harus membiasakan tahlil,takbir/hauqollah
3 Sa'id Hawwa, Jalan Ruhani,Bmbingan Tasawuf Untuk Para Aktifis Islam, Mizan, Bandung, 1995, hlm.236
4 Ibid., him. 330
untuk menambah program rutin tersebut dengan berbagai shalat, ibadah dan amalan-amalan lain.6
c. Sedangkan menurut Al-Ghozali puasa(shoum) merupakan zikir kepada Allah karena kalau jiwa dimumikan dengan lapar ia jadi mampu menginggat Allah dan merenungkan-Nya, zikir kepada Allah dalam keadaan begini menciptakan pengaruh besar kepada jiwa.7
Berzikir adalah wirid yang dilakukan secara continue, lakukanlah zikir atau biasakanlah zikir selepas solat pada pagi hari, sorehari, menjelag tidur, ketika bangun dan waktu-waktu yang lain. Rasulullah tidak akan memerintahkan umatnya berzikir pada wakt-waktu tertentu kecuali zikir itu akan membawa mereka pada kebaikan dan menyelamatkannya dari keburukan yang terjadi pada waktu tersebut. Siapa yang tidak peduli terhadap perintahnya, tutuplah hubungan antara dirinya dengan Allah.8 d. Abdurrauf menegaskan bahwa zikir merupakan cara paling efektif
untuk mendekatkan diri kepada Allah, paling mudah dilaksanakan, dan paling baik dihadapan Allah.9
Dari penjelasan para ulama' sebagaimana tersebut diatas, Zikir sebenamya tidak terbatas pada amalan pada bacaan tertentu, dengan duduk tenang di masjid atau di rumah tapi yang di maksudkan disini zikir kondisi
6 Sa id Hawwa, Mensucikan Jiwa: Konsep Tazkiyatun nafs terpadu, Robbani Press, Jakarta, 2004,hlm.l03
7 M. Abdul Quasen, Etikat Al-Ghozli, Etikat Majemuk Didalam Islam, Pustaka, Bandung, 1975, hlm.233
8 Abdullah Bin Alawy Al-Hadad Al-Husairi, Sentuhan-Sentuhan Sufistik Menuntun Jalan Ahirat, CV. Pustaka Setia, 1999, hlm.50
9 Oman Fathurrahman, Menyoal Wahdatul Wuruj: Kasus Abdul Rouf Singkel Di Aceh
hati seseorang untuk mengingat Allah, sedangkan amalan iintuk menginggat Allah dapat dilakukan dalam bentuk shalat, puasa, i'tikaf, membaca do'a, membaca Al-Qur'an dan membaca kalimat-kalimat Thoyyibah.
Dengan kata lain Zikir tidak hanya mengingat Allah tapi juga menyebut serta menjaga perilaku agar tidak menyimpang dari garis yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
2. Bntuk-bentuk zikir
a. Shalat
Allah memerintahkan kita menunaikan Shalat lima waku dengan sempuma secara terus menerus karena didalamnya, terdapat munajat, kekhusyuan, muqarobah kepada Allah SWT. Hal ini akan menjauhkan orang yang shalat itu dari perbuatan keji dan mungkar, yang dimaksud dalam firman Allah dan sesungguhnya menginggat Allah ( shalat ) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah lain).10
b. Puasa
Dengan berpuasa akan memperlemah hawa nafsu, kecenderungan kepada kejahatanpun menjadi lemah dan kemampuan beramal baik akan meningkat, karena inilah puasa dinamakan landasan bagi kebiasaan beribadah dan kunci dari amal saleh, kalau jiwa dimumikan dengan lapar
c. Membaca Al-Qur'an
Dengan membaca Al-Qur'an akan menghantarkan pada pengalaman ruhani terhadap Allah (al-malrifatuz-dzawqiyah) dan mampu menghantarkan kita pada maqam ihsan.* 12
Al-Qu'an adalah faktor yang membuat mereka bisa mendapat petunjuk, cahaya, dan kesembuhan.
d. Berdo'a
Berdo'a adalah amal ibadah sunnah yang disebut dalam hadis sebagai sum-sum amal agama, sebab yang di syaratkan dalam pikiran seseorang penganut. Kata Al-Ghozai adalah merendahkan diri dan membutuhkan dengan sangat pertolongan Allah, sebagai hasil mengingat Allah dalam berdo'a jiwa secara bertahap belajar mencintai Allah
3. Anjuran Zikir dalam Al-Qur’an
Zikir atau mengingat Allah bukanlah suatu perbuatan yang tidak ada dasamya dalam Al-Qur’an dan bukanlah pendapat personil atau kelompok dari penganut terekat. Al-Qur’an menekankan pentingnya zikir atau mengingat Allah dalam beberapa ayat diantaranya sebagai berikut:
0 1jJS'il I j i i ; ^ j j l
ia m enjadi m am pu menginggat Allah dan merenungkan-Nya, m ereka akan m enjaga mata, hati, lidah, telinga dari hal-hal yang tercela.11
" .M. Abdul Quasem, Etika Al-ghozali, Penerbit Pustaka, Bandung, 1975,hlm.233. 12 .Sa'id hawwa, Jalan Ruhani:Bimbingan Tasawuf Untuk Para Aktifis Islam, Mizan, Bandung, hlm.323.
“Wahai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. ” (QS. A1 Ahzab : 41 -42)13
“Dan ingatlah kepada Tuhanmu jik a kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini. ” (QS. A1 Kahfi : 24)14
. , * , - > >» (. \j
% J
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. (QS. A1 Baqarah : 152)15
[ \ j > ~3jA *-* J_pI C J Jlj I 4.
“Bagi laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. ” (QS. A1 Ahzab : 35)16
13 Departemen Agama RI, Al-Q ur’an dan Terjemahannya, Tanjung Mas Inti, Semarang, 1994, hlm.674
14 Ibid., hlm.447 15 Ibid., hlm.38 16 Ibid., hlm.673
I ’jioJi vi 4
ajT J'J
u o ^ j\jLi;
' j t J j“Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 2 8 )17
j j a J^ J j l i T {j a ^ J ^ a S . ^ -H Ij j
{©5
O jU - ii- H0^ V3 JU» VTj
“Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. ” (QS. A1
A’a ra f: 205)18
L® J»lkj 4ilTj All! £ OJj
“Sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain), dan Allah mengetahui apayang kamu kerjakan. ” (QS. A1 Ankabuut: 45)19 20
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah on
di waktu petang dan pagi hari".(QS. Ali Imran : 41)
17 Ibid., him. 273 18 Ibid., him. 256
19 Departemen Agama RI, Op. cit., him. 635 20 Ibid., him. 82
4. Tujuan Zikir
Ada beberapa tujuan dalam zikir secara luas, minimal secara global mencakup tiga tujuan yaitu :
1) Taqorrub terhadap A1 lah
Seorang muslim yang berzikir kepada Allah berarti sedang berupaya mendekatkan diri kepada-Nya, hingga benar-benar merasa takut dan merelakan diri kembali menghadap-Nya.21
2) Menuju jalan Mardlatillah
Makna menuju jalan mardlatillah adalah menuju jalan keridaan Allah. Orang muslim yang menempuh jalan Ulahi dengan memperbanyak zikir dan telah menyerahkan dirinya kepada Allah serta mengikhlaskan niatnya maka seluruh kegiatannya dapat dinilai sebagai langkah menuju kepada keridaan Allah.22
3) Kemahabahan dan Kema’arifan
Zikir yang dilakukan terns menerus akan dapat membuahkan kemahabahan terhadap Allah. Dan Allah dengan sendirinya menjadi sangat mencintainya, juga menjadikan memperoleh anugerah ma’arifat. Seorang muslim hendaknya memperbanyak zikir sebagai tujuan dan sarana untuk mencurahkan kecintaan kepada Allah, sehingga tidak ada satupun yang boleh dicintai dari kecintaan kepada- Nya.23
21 Priyo, S. Hidayat, Mutiara dalam Kandungan Laailahaillallah: Ilmu Ketuhanan,
Mimbar, Semarang, 1996, him. 9 22 Ibid., him. 10 23 Ibid., him. 11
5. Manfaat Zikir
Segala sesuatu yang diperintahkan Allah tentunya mempunyai tujuan dan manfaat bagi manusia. Termasuk zikir tentunya juga mempunyai manfaat bagi kebaikan manusia. Adapun manfaat zikir adalah sebagai berikut.
1) Mendatangkan keridhaan Allah SWT
3) Mengusir syaitan, menundukkan dan mengenyahkannya 4) Membuat hati dan wajah berseri
5) Menimbulkan perasaan bahwa dirinya diawasi, sehingga mendorong untuk selalu berbuat kebaikan.
6) Membuahkan kedekatan kepada Allah, seberapa jauh dia melakukan zikir kepada Allah, maka sejauh itu pula kedekatanya kepada Allah dan seberapa jauh lalai melakukan zikir, sejauh itu jarak memisahkan dengan Allah.
7) Membuat hati menjadi hidup, Ibnu taimiyyah Rahimahullah berkata : “ Zikir bagi hati sama dengan air mata, maka bagaimana keadaan yang terjadi pada ikan jika ia berpisah dengan air?”
8) Hamba yang mengena Allah dengan cara berzikir disaat lapang, menjadikan dirinya tetep mengenal-Nya saat menghadapi kesulitan. 9) Zikir kepada Allah dapat memudahkan kesulitan dan dapat
meringankan beban yang berat.
10) Membuat hati menjadi tenang seperti dalam surat Ar Ra'd:28 24
12.30
, 9 __ & /• 9 ' “liL & * 9 * t , 9 ^ 0 V>A
<L_UI
X i'ill <_1JI
j SA
jA»Ia3j) 1^—lxU —II
Artinya “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. ”
Banyak orang yang ketika mendapat kesulitan maka mereka mencari-cari yang salah untuk mencapai ketenangan hdup diantaranya dengan mendengarkan musik yamg diharamakan Allah, minum khomar, obat terlarang dan lainnya. Mereka berharap agar bisa mendapatkan ketenangan, yang mereka dapatkan bukanlah ketenangan yang hakiki, tetapi ketenangan semu. Karena cara-cara yang mereka tempuh dilarang Allah dan Rasulnya. Ingatlah Firman Allah di atas sehingga bila kita mendapatkan musibah atau kesulitan yang membuat hati menjadi gundah, maka ingatlah Allah hati akan menjadi tenang.23
Dengan berzikir jiwa akan menjadi tenang dan akan menciptakan sifat-sifat sabar dan selalu berfikir positif kepada Allah, diri sendiri dan orang lain dan akan menimbulakan sifat optimis.26